December 14, 2015

Sinopsis Six Flying Dragon Episode 14

Six Flying Dragon Episode 14

Sinopsis Six Flying Dragon Episode 14

Ddang Sae kaget mendengar Yeon Hee tahu jatidirinya. Walau begitu ia tetap minta Yeon Hee untuk berhenti dari pekerjaan yang berbahaya itu. “Kau bukan orang yang cocok untuk pekerjaan ini..”


“Jangan pura-pura mengenalku!” jerit Yeon Hee. “Manusia bisa berubah. Ada banyak pilihan dalam hidup ini. Ketika kau memilih salah satu pilihan itu, dan itu yang menjadikanmu sekarang ini. Aku telah memilih dan inilah aku. Sama sepertimu.”

Ddang Sae diam. Yeon Hee memandangnya dengan berurai air mata dan berkata kalau sampai sekarang ia masih tetap tak tahan untuk berdiri di samping pria itu. “Pergilah.” Ia berbalik pergi dan meninggalkan Ddang Sae yang akhirnya menitikkan air mata.


Duh, entah berapa kali hati Yeon Hee seperti tertusuk setiap mengatakan kata-kata kebencian pada Ddang Sae.



Karena Yi Seong Gye memutuskan koalisi dengan Hong In Bang, maka Jung Do Jeon membuat rencana baru. Mereka harus mencari koalisi baru, yaitu klan Haedonggap. Maka ia mengutus Poeun untuk menemui Tuan Min, pemimpin klan Haedonggap, untuk membuka perbincangan tentang koalisi dengan Yi Seong Gye.


Tapi yang berpikiran untuk koalisi dengan Haedonggap tak hanya Jung Do Jeon. Hong In Bang juga melakukannya, bahkan ia sudah selangkah lebih maju. Ia mengutus Cho Young untuk mengirimkan lamaran anak ketiganya untuk dinikahkan pada Da Kyung.

Poeun, yang sedang bertamu dan ikut melihat surat lamaran itu, memberitahukan hal ini pada Jung Do Jeon dan Yi Seong Gye. Mereka menemui jalan buntu karena sangat sulit bagi Tuan Min untuk menolak lamaran itu.


Berita tentang lamaran Hong In Bang sudah menyebar hingga jadi pembicaraan hingga di tempat makan. Moo Hyul yang berpikiran sederhana mengusulkan agar pihak Yi Seong Gye juga memberikan surat lamaran.


Guru Hong memberitahu walau Jenderal Yi berjasa dan sangat terkenal, status sosial klan Haedonggap lebih tinggi dari Yi Seong Gye. Nenek juga menambahkan kalau Jenderal Yi juga mengirimkan lamaran, itu berarti mencari ribut. Bang Won terlihat memikirkan sesuatu.


Tuan Min menghadapi pilihan sulit. Jika ia memilih berpihak pada Yi Seong Gye, maka mereka akan menjadi musuh Hong In Bang. Tapi jika ia menerima lamaran ini, keluarganya akan menjadi musuh rakyat bersama dengan Hong In Bang dan Gil Tae Mi.  Ia meminta pendapat putrinya. Siapa yang harus ia pilih. Yi Seong Gye atau Hong In Bang?


Da Kyung mengatakan kalau pertanyaan ayahnya salah. Yang seharusnya adalah Jenderal Yi Seong Gye atau Jenderal Choi Young, karena ia yakin kalau perang akan segera terjadi. Jenderal Choi akan mencari kesempatan untuk melempar Hong In Bang dan Gil Tae M dan tak ada yang menghentikannya setelah Lee In Gyeom mengundurkan diri.

Jadi klan mereka butuh pelindung dan ia yakin kalau Jenderal Yi adalah pilihan yang tepat. Dan pernikahan dengan Hong In Bang tak boleh terjadi.


Setelah berpikir cukup lama, Bang Won menemui ayahnya dan Jung Do Jeon yang sedang makan. Ia nampak ragu untuk menyampaikan maksudnya saat melihat Boon Yi tapi ia tetap bicara. Ia ada ide untuk membatalkan lamaran Hong In Bang dan menjalin koalisi dengan klan Haedonggap. 


Jung Do Jeon bertanya cara seperti apa. Bang Won menoleh pada Boon Yi. Seakan bisa  membaca pikiran dan keraguan Bang Won, Boon Yi memberi tatapan setuju. “Ideku adalah..”


Kita tak mendengar ide itu. Tapi kita melihat Boon Yi mengejar Bang Won yang keluar dari ruang makan dan berseru kalau ide Bang Won itu bagus dan ia senang Bang Won memikirkan hal itu.


Bang Won tak senang dipuji malah menatapnya tajam dan bertanya apa Boon Yi tak masalah jika ia melakukannya? Boon Yi mengangguk. Ia bertanya dua kali dan dua kali pula ia mendapat jawaban yang sama, bahkan Boon Yi bisa berjalan pergi dengan tenang.

Ia menjadi marah. “Kau ini benar-benar! Jadi kau ini memang tak peduli? Apa hanya aku saja yang peduli dan mengkhawatirkanmu seperti orang gila?” Boon Yi membalik ucapan Bang Won yang walau mengkhawatirkannya tapi tetap memiliki ide seperti dikatakan di ruang makan tadi. Bang Won menukas, “Iya, aku memang seperti itu! Aku ini si gila yang bahkan menstempel dokumen ayahku sendiri.”


“Benar, maka jangan mewek setelah pernah mengkhawatirkanku.”

“Mewek?” Bang Won speechless melihat sikap tak acuh Boon Yi. “Goryeo.. itu penuh hal yang tak aku mengerti. Tapi apa kau tahu apa yang paling susah kumengerti? Alasan aku melakukan semuanya ini adalah untukmu. Dan yang membuatku gila adalah kau yang menolakku. Aku kau tahu kenapa aku seperti ini?”

Boon Yi malah mendegus geli, membuat Bang Won kesal. Kenapa Boon Yi malah tertawa? Boon Yi menjawab tanpa senyum, “Karena lucu. Melhat pria terhormat sepertimu jadi seperti ini karenaku. Itu lucu.” 


Ia berbalik pergi walau Bang Won meneriakinya. Bang Won bergumam kalau ia merasa semakin gila saja.


Gap Boon juga menganggap Ddang Sae gila karena memutuskan untuk tak meninggalkan Gaegyeong. Ddang Sae tak menjawab hanya bisa minta maaf.


Moo Hyul bertanya pada Boon Yi kemana Bang Won pergi dengan memakai baju bagus. Dengan wajah murung Boon Yi menjawab tak tahu. Moo Hyul merasa Boon Yi memperlakukan Bang Won tidak seperti orang yang memiliki derajat lebih tinggi daripada mereka. Ia mengingatkan kalau Bang Won itu dari kelas bangsawan. “Kau bicara seperti itu padaku saja, jangan ke Tuan Muda. Kalau tidak kau nanti dapat masalah besar!”


Tanpa sadar Boon Yi meneteskan air mata. “Ya.. aku pasti akan dapat masalah besar. Harusnya hal itu tak boleh terjadi, kan?” Moo Hyul bingung melihat Boon Yi menangis.


Bang Won pergi ke rumah Tuan Min dan ditemui oleh Da Kyung. Ia menawarkan kerja sama dan memberitahu 3 alasan mengapa mereka harus bekerja sama. Tapi sebelum Bang Won mengungkapkan alasan itu, Da Kyung bisa menyebutkan 3 alasan itu dengan benar dan mengatakan kalau 3 alasan itu tak cukup kuat untuk membuat mereka berkoalisi.


Bang Won heran melihat sikap klan Haedonggap. Entah karena Haedonggap tak bisa membaca situasi atau takut akan ancaman Hong In Bang yang telah menyampaikan lamaran. Dia pun memberi pilihan lain, “Mari kita menikah.”


Da Kyung terkejut dan menganggap guyonan Bang Won sudah keterlaluan. Tak mungkin menolak lamaran Hong In Bang yang lebih dulu disampaikan dan menerima lamaran Bang Won. Tapi Bang Won bersungguh-sungguh. “Jika ada cara untuk membuat lamaran Hong In Bang seolah-olah tak terjadi dan jika ada cara bagi kita agar bisa menikah, apa saat itu kau mau menikah denganku?”


Bang Won kembali ke goa dan menyampaikan kabar gembira. Boon Yi yang ada di ruangan mengundurkan diri, tapi dikejar oleh Bang Won. Boon Yi berkata kalau mulai sekarang ia akan berbahasa dengan sopan pada Bang Won. Tak sepantasnya ia bicara banmal pada Bang Won, apalagi Bang Won akan menikah dengan wanita kelas bangsawan dalam waktu dekat.


Kali ini Bang Won bersikap sama dinginnya pada Boon Yi. “Aku akhirnya mengerti alasan kenapa aku marah padamu. Aku marah bukan karena kau menolakku tapi aku marah karena alasan penolakanmu. Kau..”  Bang Won maju selangkah mendekati Boon Yi.  

“Kau tahu aku dari kelas bangsawan tapi kau tetap menamparku. Kau tahu kau bisa mati tapi kau tetap membakar kantor pemerintah untuk mengantar kepergian Un Nyeon. Dan juga apa? Karena status? Karena aku kekanak-kanakkan? Karena kau tak ingin jadi selir?” Bang Won menatap tajam Boon Yi. “Kebohonganmu itu membuatku marah. Apa sebenarnya alasanmu berkata kau tak menyukaiku?”


“Aku mencintaimu. Kurasa aku mencintaimu.”

Bang Won kaget mendengar ucapan Boon Yi. “Apa kau cari mati?” Boon Yi menjawab tenang, “Belum. Aku belum mati.”


Bang Won speechless. Ekspresi dinginnya luruh seketika. Ia berjalan bolak balik, kemudian memandang Boon Yi dan memandang langit. Akhirnya ia mendekati Boon Yi dan mengacungkan telunjuk ke wajah Boon Yi, “Kau..!”


Boon Yi tetap tenang. Kali ini Bang Won melanjutkan dengan suara pelan, “Aku benar-benar mencintaimu. Tak ada yang bisa aku lakukan dengan hal ini. Aku akan mencintaimu sampai aku mati.” Boon Yi berkedip, hatinya bergejolak mendengar ucapan Bang Won. Bang Won berbalik pergi dan bergumam, “Rasanya aku benar-benar akan gila.”

Malam itu Bang Won, Boon Yi dan Da Kyung sibuk dengan perasaan masing-masing.


Saat Hong In Bang bertamu ke rumah Tuan Min, ia melihat Tuan Min sedang menghukum Da Kyung yang kedapatan pacaran diam-diam dengan seorang pemuda. Skandal itu sudah menyebar di kota. Tuan Min minta maaf pada Hong In Bang karena malu dengan skandal putrinya.


Otomatis Hong In Bang menarik lamarannya karena memang memalukan jika anggota keluarganya menikah dengan seseorang yang memiliki aib. Walau Cho Young agak sangsi, tapi Hong In Bang berkata di keluarga elit pun ada yang tak bisa mengendalikan putrinya.


Tentu saja tadi hanyalah sandiwara yang dilakukan Da Kyung dan Tuan Min. Da Kyung sudah siap menikah dengan Bang Won. Ia akan mempertaruhkan kehidupannya pada keluarga Yi Seong Gye dan minta ayahnya untuk membuangnya jika akhirnya keluarga Yi yang jatuh.

Persiapan pernikahan pun dilakukan secara diam-diam oleh kedua belah pihak.


Yeon Hee menyampaikan informasi pada Cho Young kalau Jung Do Jeon akan berusaha bekerja sama dengan klan Haedonggap. Sekembalinya ia dari Hwasadan, Nam Eun menangkapnya dan melapor pada Jung Do Jeon kalau Yeon Hee adalah mata-mata ganda.


Ddang Sae mengawasi dari jauh, berjaga-jaga jika terjadi sesuatu pada Yeon Hee. Tapi Jung Do Jeon memberitahu kalau ia telah mengetahui hal itu. Nam Eun memperingatkan kalau Cho Young telah membesarkan Yeon Hee menjadi mata-mata sejak kecil. Mereka tak tahu apa yang terjadi dengan masa lalu Yeon Hee.

Tapi Jung Do Jeon berkata, “Aku percaya pada Yeon Hee dan Yeon Hee mempercayaiku.” Tak hanya Nam Eun yang kaget. Ddang Sae dan Yeon Hee pun juga kaget mendengar ucapan Jung Do Jeon. Nam Eun pun undur diri.

Jung Do Jeon memberitahukan kalau besok akan ada pertemuan rahasia antara dirinya, Jenderal Yi dan Tuan Min di Paviliun Yeoam jam 2 siang. Yeon Hee akan bersiap-siap dan mengawasi tempat itu.


Ddang Sae menunggu Yeon Hee yang akan pulang. Ia meminta Yeon Hee untuk berhenti menjadi mata-mata karena hal itu berbahaya. Baru saja Yeon Hee ditangkap dan bisa jadi nanti terlibat dalam masalah besar.


Yeon Hee berbalik dan menuduh Ddang Sae menguntitnya. Tapi Ddang Sae tak peduli. Yang Yeon Hee lakukan sekarang adalah hal yang membahayakan. Yeon Hee menjawab kalau di masa seperti ini, hidup saja juga sudah bahaya.

Ddang Sae bertanya apa Jung Do Jeon itu benar-benar bisa dipercaya? Yeon Hee tak percaya pada Jung Do Jeon. “Apa kau pikir Jailsaek ini akan percaya pada orang? Yang aku perccaya bukanlah Sambong tapi dunia yang Sambong ingin ciptakan. Aku bertaruh pada dunia itu.”


Ddang Sae bertanya jika dunia itu bisa terwujud, apa Yeon Hee harus ikut melakukannya. Yeon Hee bukanlah orang yang bisa melakukannya. “Kau yang rela menemani Boon Yi saat aku tak ada, yang menangis bersamaku yang baru saja kehilangan ibu. Kau membuatkan baju untuk orang yang kau sukai dan tersenyum.. Gadis muda itu adalah kau.”


Yeon Hee tersenyum getir dan berkata kalau ia dulu adalah gadis muda itu. Dimanapun, yang paling lemah adalah anak-anak dan wanita. Ketia masih anak-anak, ia juga seorang wanita dan gadis muda. “Aku tak punya kekuatan karena masih anak-anak. Tapi mereka menginginkanku sebagai wanita. Di masa genting yang kejam ini, aku putus asa.”

Ddang Sae meminta Yeon Hee untuk berhenti. Tapi Yeon Hee terus berkata, “Karena aku, seorang korban, gadis remaja di masa genting, daripada melarikan diri, apa kau pikir aku tak punya alasan untuk melawan? ‘Kita’ yang dulu pernah kita tahu sudah tak ada lagi di dunia ini.”


Ddang Sae seperti tertusuk mendengar ucapan Yeon Hee yang seakan menyindirnya. Tapi alasan Yeon Hee mengatakan ini karena hal lain. Ada orang lain yang tak perlu hidup seperti mereka sekarang ini. “Boon Yi. Adikmu.” Ddang Sae terkesiap mendengar Boon Yi masih hidup. “Dia ada di dalam organisasi. Ia berbeda. Ia masih punya pilihan. Jadi.. bawalah ia pergi. Kumohon.”


Hong In Bang bertemu dengan Lee In Gyeom. Ia mulanya menyombongkan diri yang sekarang cukup sibuk setelah Lee In Gyeom turun. Tapi Lee In Gyeom malah tertawa memberitahu kalau penolakan lamaran  keluarga Mi itu sebenarnya bukan karena skandal yang memalukan. “Begitu aku mendengar berita itu, aku tahu kenapa kau tertipu. Apa kau tahu siapa pemuda yang terlibat skandal itu?”


Hong In Bang bertanya apa Lee In Gyeom sudah tahu siapa pemuda itu? Lee In Gyeom tak perlu cari tahu karena sudah kelihatan jelas. “Ngomong-ngomong, kenapa kau berpaling dari Yi Seong Gye? Harusnya kau pegang erat-erat celananya. Apa yang bisa kau lakukan tanpa Jung Do Jeon?”


Hong In Bang marah dan menyuruh Jukryeong untuk mencari tahu siapa pemuda yang terlibat affair dengan putri Tuan Min. Setelah mencari informasi, ternyata pemuda yang dimaksud adalah Yi Bang Won. Hong In Bang sangat marah karena merasa tertipu dan menyuruh Jukryeong untuk mencari pembunuh yang ahli untuk membunuh Jung Do Jeon.


Gil Tae Mi menyarankan Hong In Bang untuk tak terburu-buru karena mereka memegang kekuasaan akan Dodang.  Tapi Hong In Bang merasa ia tak terburu-buru karena sebelum bara menjadi api, ia harus segera mematikannya.


Saat sedang berlatih, Moo Hyul ditemui oleh seseorang yang mencari Boon Yi. Ia langsung memandangi pria itu dari kepala sampai kaki dan berkata kalau Boon Yi sedang tak ada di tempat.

Tanpa banyak kata, Ddang Sae menitipkan surat untuk disampaikan pada Boon Yi.


Keesokan harinya, ia memberikan surat itu pada Bang Won. Bang Won terkejut membaca isi surat itu, yang katanya dari kakak Boon Yi. Padahal dulu Boon Yi pernah berkata kalau kakaknya sudah mati. Ia memutuskan untuk menemui pria itu dan meminta Moo Hyul untuk tak memberitahukan Boon Yi dulu.


Bang Won terkejut dan berseru saat melihat pria itu. Gagak beracun. Moo Hyul yang cita-citanya adalah mengalahkan pendekar top agar bisa terkenal kaget mendengar nama pembunuh itu disebut. Ia langsung mencabut pedangnya dan menyerang Ddang Sae. Ddang Sae tak sempat mencabut pedangnya dan hanya bertahan. Tapi ia tak mampu bertahan dan terpelanting ke belakang.


Bang Won mencegah Moo Hyul untuk menyerang, tapi Moo Hyul kali ini tak mau mendengar karena ia akan membuat dirinya terkenal. Bang Won berteriak, “Dia itu kakaknya Boon Yi!!”


Doengg… hahaha.. antiklimaks banget. Moo Hyul hanya bisa duduk terpuruk, menyesali nasibnya. Ga bisa mengalahkan gagak beracun, tapi juga membuat kesan buruk di depan Nona Boon Yi. LOL.


Bang Won mengingatkan Ddang Sae kalau mereka pernah bertemu saat menyusup di rumah Lee In Gyeom. Ddang Saa meminta Bang Won untuk melepaskan Boon Yi dari organisasi itu. Bang Won menduga kalau Ddang Sae tak kenal Boon Yi dengan baik karena Boon Yi tak akan mau meninggalkan organisasi itu. Lebih dari siapapun, Boon Yi yang paling ingin rencana Jung Do Jeon terwujud.


Ddang Sae menyitir sinis ucapan Bang Won yang pernah diucapkan di goa. Pengorbanan itu tak dapat dihindari.  Jadi berapa banyak darah yang akan dikorbankan untuk mewujudkan rencana Jung Do Jeon?


Bang Won menjawab kalau di dunia yang mereka tinggali sekarang ini mereka bisa dikorbankan kapan saja, dimana saja, tak peduli dari kelas apa mereka dilahirkan dilahirkan. “Kami akan menciptakan dunia yang tak mengorbankan orang yang tak berdaya.

Anggap Ddang Sae setuju. Tapi ia tahu kalau orang seperti Boon Yi akan digunakan setelah itu dipinggirkan. Karena itu ia akan membawa Boon Yi pergi. Bang Won yakin kalau Boon Yi tak akan mau untuk pergi. “Boon Yi tak akan pernah melepaskan dunia yang Sambong ingin dirikan.


Ddang Sae merasa ujung masalahnya ada pada Jung Do Jeon. Jika Jung Do Jeon tak ada, ia menduga Yeong Hee dan Boon Yi akan terlepas. “Apa aku harus membunuhnya?” kata Ddang Sae dalam hati.


Yeon Hee melihat Byeoksagye, pembunuh terkenal, tiba di Gaegyeong. Menurut rekannya di Hwasadan, Byeoksagye memenuhi permintaan Jukryeong dan Byeoksagye bertanya pada pemilik restoran, arah Paviliun Yeoam. Yeon Hee terkejut karena di sanalah pertemuan Jung Do Jeon akan dilaksanakan.


Yeon Hee pergi ke kediaman Yi Seong Gye untuk mencari pendekar yang ahli. Tapi semua orang sedang pergi berlatih kecuali Bang Won dan Moo Hyul. Mereka pun buru-buru menuju pavilion Yeoam.


Tak lama, Boon Yi yang mendengar kabar itu dari Nenek, juga pergi menyusul Bang Won. Yi Seong Gye pun memutuskan untuk pergi menyelamatkan Jung Do Jeon


Ddang Sae menemui Jung Do Jeon dan memintanya untuk melepaskan Boon Yi dan Yeon Hee. Jika tidak ia akan melepaskan nyawa Jung Do Jeon dari tubuhnya. Setelah berjalan agak jauh, Ddang Sae menangis.


Semua pergi menuju tempat Jung Do Jeon. Padahal mereka masih jauh sementara Baeksagye sudah mengintai Ddang Sae dan mencabut pedangnya.


Ddang Sae merasa hawa pembunuh ada di dekatnya, dan ia pun mencabut pedangnya.

Bersambung ke Six Flying Dragon Episode 15

1 comment :

  1. Kebanyakan drama saeguk lead male n lead female ga bisa bersama. Bikin kecewa, semoga yg ini ga.

    ReplyDelete