December 9, 2015

Six Flying Dragon Episode 13

Six Flying Dragon Episode 13

SINOPSIS Six Flying Dragon Episode 13

Siapa yang berdebar-debar menunggu perang antara Gil Tae Mi dan Ddang Sae? Ternyata hal itu tak terjadi, karena Gap Boon memperingatkannya lebih dulu dan ia menyuruh temannya untuk menyamar menjadi dirinya. 



Temannya itu tak memiliki refleks beladiri, jadi saat Gil Tae Mi mencoba memukulnya dengan batu giok, orang itu langsung jatuh. Karena salah menuduh, Gil Tae Mi melemparkan batu giok lagi. Ya ampun.. buat Gil Tae Mi, murah kali ya batu giok.


Anak buah Jukryeong memberitahu kalau Yak San ternyata masih hidup. Berita itu membuatnya senang karena itu berarti Lee In Gyeom dalam masalah besar. Ia pun bagi-bagi batu giok ke Jukryeong dan anak buahnya.


Bang Won berlutut di hadapan Jung Do Jeon dan berterima kasih karena Jung Do Jeon menerimanya sebagai murid. Dan sebagai murid ia ingin bertanya pada gurunya. Apa mereka bisa menang melawan musuh-musuh mereka dengan cara Jung Do Jeon? Rakyat yang ia kenal selama ini menyukai tokoh yang menang, bukan tokoh yang baik.

“Mereka tak menyukai ayah saya karena beliau adil, tapi karena beliau selalu menang. Ia adalah jenderal yang tak terkalahkan. Dan orang sepertinya tiba-tiba masuk ke dalam politik.. ia harus menang. Karena jika ia tak menang, rakyat akan meninggalkannya. Jadi ia harus menang. Ia harus..”


“Ia akan menang. Pasti!” jawab Jung Do Jeon.

Bang Won berdiri dan tersenyum. Dengan logat Hamju, ia bertanya, “Dari pria untuk pria, aku minta kau berjanji padaku.” Jung Do Jeon terbelalak, teringat pada anak kecil yang menanyainya beberapa tahun yang lalu. Bang Won tersenyum semakin lebar dan membenarkan kalau ia adalah anak kecil itu.


“Pantas saja Boon Yi memohon padaku untuk menyelamatkanmu. Inilah yang ia maksud dengan apa yang ia lihat darimu sejak ia kecil,” ujar Jung Do Jeon gembira. Bang Won kaget mendengar ucapan gurunya. Boon Yi telah mengenalnya sejak kecil?


Ia akhirnya menyadari apa yang Boon Yi maksud dengan ‘menyelamatkannya sebanyak 3 kali’. Penyelamatannya yang pertama bukanlah saat ia menyelamatkan dari perompak palsu, tapi saat ia membantu menyelamatkan Ddang Sae. Saat ia menggenggam tangan Boon Yi untuk pertama kalinya. Bang Won tersenyum mengingat kenangan lama itu.


Boon Yi berlari mencari Bang Won. Menurut Sambong, Bang Won penuh luka dan perlu diobati. Ia menemukan Bang Won berjalan sendiri di tengah hutan. Dan benar, Bang Won penuh luka di sekujur tubuhnya. Ia terus bertanya, tapi Bang Won tak menjawab dan hanya senyum-senyum terus padanya. Duh, Boon Yi jadi feeling gak enak dan segera menggandeng Bang Won, mengajaknya ke tabib.

Hahaha.. mungkin Boon Yi takut Bang Won jadi gila karena kelamaan disiksa di penjara.


Di klinik, yang berteriak-teriak bukannya Bang Won dan malah Boon Yi. Setiap Bang Won mengaduh pelan, ia mengomeli tabibnya yang ia nilai kasar saat mengoleskan obat. Ia terus merepet, apalagi saat Bang Won menyandarkan kepala ke bahunya saat tabib membebat lutut. Bang Won terus mengaduh tapi juga geli.


Bang Won terus senyum membuat Boon Yi khawatir Bang Won sudah benar-benar gila. Ia menarik tangan Bang Won, mengajaknya pergi ke tabib lagi.


Tapi Bang Won malah menarik dan memeluknya. “Kenapa kau tak pernah memberitahukanku kalau kau adalah anak perempuan itu?” Boon Yi terkejut, tapi Bang Won memeluknya lebih erat. “Tidak, aku tak butuh alasanmu. Sejak kau menyalakan api di lumbung, sejak kau merampok bajuku, sejak kau kabur dari kejaranku, aku tahu. Gadis itulah yang satu-satunya yang kumau.”


Bang Won mengulurkan jemarinya untuk menyentuh pipi Boon Yi. Mendadak kenangan pahit Ddang Sae dan Yeon Hee kembali diingatnya. Sontak ia menepis tangan Bang Won dan berkata, “Aku tak pernah ingin menjadi milikmu.”


Boon Yi pergi meninggalkan Bang Won yang masih kaget.Tapi ia sendiri juga tak menyangka ingatan itu muncul kembali. Mulanya ia bahagia, tapi merasa bahagia itu malah membuatnya merasa mengkhianati kakaknya. Hatinya sakit merasakan kebahagiaan ini.


Ia buru-buru menghapus air matanya saat melihat Bang Won menghampirinya. Dengan nada dingin ia tak memiliki perasaan apapun pada Bang Won. Dari dulu ia memutuskan kalau ia tak ingin memiliki perasaan apapun pada orang lain. “Aku tak bisa melakukan hal seperti mencintai orang. Dan menyebalkan rasanya menerima sebuah perasaan dari orang lain. Rasa cinta apa yang bisa terjadi di dunia yang memuakkan ini?”

“Kau dan aku adalah rekan dalam perjuangan ini. Ya.. rekan,” seperti menemukan alasan, Boon Yi berkata dengan yakin walau matanya berkaca-kaca. “Paman pun juga mengatakan hal yang sama padaku. Kalau ia dan aku adalah rekan yang berjalan di jalur yang sama. Dan hubungan itu lebih penting daripada keluargamu.”


“Jadi.. sekarang kau menolakku?” tanya Bang Won. Boon Yi mengangguk. “Menolakku? Yi Bang Won?”


“Kalau dipikir-pikir, aku sebenarnya tak menyukai kalau kau adalah Yi Bang Won. Boon Yi, Sawol, Chiwol.. kami bahkan tak memiliki nama keluarga. Kalian dari keluarga terhormat. Mencintai orang sepertimu..,” tak sadar, air matanya mengalir, “jika terbelit dengan masalah itu, entah hukuman apa yang akan kudapat. Aku menyadari hal itu.” Boon Yi meninggalkan Bang Won yang termangu sendiri.


Dengan perkembangan seperti ini, Hong In Bang merasa di atas angin. Apalagi Lee In Gyeom memutuskan untuk mundur sebagai ganti ia tak diinvestigasi. Tapi dengan nada menyindir, Lee In Gyeom meminta Hong In Bang menyampaikan ucapan selamatnya pada orang yang berada di balik Hong In Bang, yang berhasil mengendalikan semuanya termasuk Hong In Bang.


Tak hanya pada Hong In Bang, Lee In Gyeom pun memberitahu tentang keberadaan si Bayangan yang ada di belakang Yi Seong Gye pada Choi Young dan memintanya lebih berhati-hati pada Jenderal Yi.


Walau menyakitkan bekerja sama dengan Hong In Bang yang keji, tapi Jung Do Jeon tetap akan bekerja sama dengan Hong In Bang karena kekuatan mereka di Dodang masih lemah. Tapi ternyata Yi Seong Gye punya pikiran sendiri.


Ia memutuskan hubungan dengan Hong In Bang, berkata kalau mereka sudah impas. Lolosnya Rencana Stabilitas Perbatasan sudah ia balas dengan meloloskan Hong In Bang dari tuduhan bahkan menaikkan posisi Hong In Bang setelah Lee In Gyeom mundur. Hong In Bang tak marah, tapi dengan nada separuh mengancam, ia berkata kalau ia bisa kapan saja menyerang Yi Seong Gye.

Jenderal Yi mempersilakan karena selama ini ia dan pasukannya tak pernah menghindari peperangan. “Dan juga.. kami tak pernah kalah.


Jung Do Jeon kaget mendengar Yi Seong Gye memutuskan koalisi dengan Hong In Bang. Yi Seong Gye tak ingin maju bersama dengan orang-orang yang kotor.

Ia mencoba membujuk, tapi Yi Seong Gye sudah bulat keputusannya dan malah minta rencana alternatif. Jung Do Jeon tak bisa memahami cara berpikir Yi Seong Gye yang ingin karir politiknya tetap bersih. Ia menganggap ambisi Yi Seong Gye terlalu berlebihan. Naik mendaki karirnya dengan tetap menjaga kehormatan namanya.


Bang Won pulang ke rumah dan disambut semua orang. Walau memarahinya, semuanya senang melihat kehadirannya kembali. Ayahnya muncul tanpa senyum. Setelah membersihkan diri, ia berlutut di depan ayahnya dan mengakui kesalahannya.


Tapi ayahnya berkata kalau Bang Won benar. Pasti menyakitkan bagi Bang Won saat kecil melihatnya, ayah yang selalau dikagumi, tunduk pada orang jahat. Bang Won meminta ayahnya untuk tak berkata seperti itu. Semua ini adalah kesalahannya.


Yi Seong Gye berlutut, menjajari Bang Won, dan menggenggam tangannya, “Dulu kau sangat bangga padaku.. dan aku akan menjadi ayah yang bisa kau banggakan lagi. Aku tak akan menundukkan kepala lagi pada kejahatan.” Genggaman tangannya semakin erat saat berjanji, “Aku akan menjadi ayah yang terhormat dan bisa dibanggakan olehmu. Aku akan menjadi seperti itu lagi.”


Jung Do Jeon yang ada di luar mendengar semua ini dan akhirnya menyadari. Ternyata semua yang dilakukan Yi Seong Gye itu untuk Bang Won. Ia memutuskan kerjasama dengan Hong In Bang bukan untuk melindungi martabatnya, tapi untuk melindungi hubungan dengan putranya.


Ternyata tak hanya ia yang menguping, Boon Yi pun juga mendengar karena ia membawakan obat untuk Bang Won.


Jung Do Jeon ingat saat pertemuannya di goa, Yi Seong Gye mengatakan alasannya masuk ke Dodang dan berpolitik. Untuk melindungi Bang Won dan melindungi orang-orang yang ada di dalam pagarnya. Pagar, keluarga, ayah, kehormatan. Sedikit demi sediki, aku akhirnya mulai mengenal siapa Raja Yi Seong Gye untuk negara yang akan kuciptakan.


Boon Yi memberikan obat untuk Bang Won minum. Bagi Bang Won, perhatian ini terlihat ambigu karena dilakukan Boon YI yang katanya tak punya perasaan padanya. Boon Yi menyuruhnya minum saja ga usah cerewet. Ia meminta agar mulai sekarang Bang Won menjadi anak yang berbakti untuk ayahnya.


Bang Won menyadari kalau Boon Yi pasti menguping pembicaraan ayahnya. Boon Yi membela diri kalau bukan hanya ia saja yang menguping, tapi juga Sambong. Bang Won menggerutu, “Hebat banget organisasi kalian ini. Dari bawahan hingga atasan.”


Boon Yi mengaku iri dengan Bang Won yang memiliki ayah yang menyayanginya. Tak seperti dirinya. Ayahnya meninggal karena perang sedangkan ibunya menghilang. Dan cerita hidupnya ini sangat umum terjadi di Goryeo ini, banyak keluarga mengalami hal yang sama seperti dirinya. Bang Won menanyai tentang Ddang Sae yang dulu pernah ditemui.


Dan kenangan pahit yang tadi muncul sekarang muncul lagi. “Ia sudah mati,” katanya murung. Boon Yi membatin kakaknya pasti sudah mati karena ia menyuruhnya untuk mati. Bang Won memperhatikan wajah Boon Yi dan bertanya apa Boon Yi baik-baik saja. “Kakakku pasti tak akan bisa melewati masa krisis ini. Dia itu lembut, lemah dan gampang takut. Begitulah kakakku Ddang Sae.”


Gap Boon melihat Ddang Sae murung. Ddang Sae beralasan kalau ia merasa galau karena tak bisa mengalahkan Gil Tae Mi saat melawannya dulu. Tapi Gap Boon tahu kalau Ddang Sae pasti sudah bertemu Yeon Hee. Ia melihat mata Ddang Sae bengkak habis menangis setelah Ddang Sae ditugaskan menyebarkan rumor itu. Kali ini Ddang Sae tak mengelak.


Yeon Hee mendapat kabar kalau Gil Tae Mi melakukan mengerahkan biksu Biguk untuk mencari para pendongeng. Karena khawatir akan keselamatan Ddang Sae maka ia menemui Ddang Sae dan memintanya pergi. Ia tak menceritakan kekhawatirannya tapi malah beralasan kalau ia tak ingin melihat wajah Ddang Sae karena menimbulkan luka lama.

“Aku memang egois. Aku sudah hidup bahagia di sini. Kau tetap bisa menjadi pendongeng terkenal di tempat lain. Jadi kumohon pergilah dari Gaegyeong. Kumohon padamu,” kata Yeon Hee tanpa menatap Ddang Sae dan berlalu pergi.


Boon Yi masih belum bisa melupakan kenangan pahit itu. Karena itu, ia menyibukkan diri mencuci baju di malam hari. Bang Won mendatanginya dan memujinya sebagai gadis yang kuat, ceria dan bersemangat. “Kau benar-benar special. Dari semua orang yang pernah kutemui, kaulah yang paling hebat.”


“Aku tidak kuat, tidak ceria, tidak bersemangat dan tidak special! Aku melakukan ini hanya untuk bertahan! Jadi berhentilah menggangguku!” Boon Yi berbalik pergi. Tapi Bang Won mencekal lengannya dan berkata kalau ia tak main-main dengan Boon Yi. Boon Yi menjawab pedas kalau begitu pasti Bang Won masih belum dewasa. Bang Won adalah orang yang taat aturan. Jadi apa yang akan terjadi pada mereka jika sesuai aturan. “Selir? Aku tak mau menjadi selir.”


Bang Won berkata kalau ia akan memikirkannya nanti. Tapi yang ia inginkan sekarang adalah menjadi keluarga bagi Boon Yi. “Aku ingin menjadi kekasihmu dan aku ingin menjadi seseorang yang spesial untukmu. Jawab aku. Apakah kau suka padaku atau tidak?”


Air mata Boon Yi mengalir, tapi wajahnya tetap keras. Bang Won memintanya untuk menjawab dan kali ini ia memberi jawaban. “Aku tak menyukaimu.” Bang Won mengulang pertanyaannya sekali lagi tapi jawaban Boon Yi tetap sama. Bang Won meninggalkannya dan Boon Yi menatap punggung Bang Won dengan air mata dan berkata dalam hati. Aku tak akan berkeluarga. Bisa dicintai oleh seseorang.. Rasanya seperti tak tahu malu terhadap kakakku.


Hong In Bang naik pangkat dan yang pertama ia lakukan adalah memukuli petugas pengadilan yang dulu pernah menyiksanya. Ia memukuli kedua petugas itu hingga berdarah-darah. Jukryeong hanya bisa diam, bengong menyaksikan hal itu.


Setelah itu ia muncul di pesta yang diadakan Gil Tae Mi di Hwasadan. Gil Tae Mi melonjak kegirangan melihat besannya datang. Walau ia menjadi Perdana Menteri, tapi ia mengakui kalau ia bukan apa-apa jika bukan berkat Hong In Bang.


Karena Yi Seong Gye akan menetap di Gaegyeong, maka pelatihan tentara akan lebih intens dan hal itu juga berlaku pada para tentara baru. Khusus Moo Hyul yang menjadi pengawal Bang Won, Bang Woo menginstruksikannya agar dilatih oleh Young Kyu. Hahaha.. di Hamju ketemu Young Kyu, eh di sini juga. Moo Hyul sudah mau protes, tapi neneknya menyela dan mewakili Moo Hyul untuk menjawab. “Ia pasti akan melakukan, Tuan Muda. Ia mengerti kalau semua pasti mulai dari bawah.”


Moo Hyul tak bisa membantah lagi. Tapi saat makan, ia mengeluh pada Boon Yi. Boon Yi menyemangati Moo Hyul kalau sebenarnya dia itu beruntung. Beruntung apanya? Boon Yi hanya tersenyum dan berkata kalau Moo Hyul akan mengerti nanti. Boon Yi pamit pergi untuk beli manisan di pasar.


Saat diberitahu tentang pemutusan koalisi, Shin Jeok dan Nam Eun khawatir Hong In Bang semakin menjadi-jadi karena ia sekarang lebih kuat. Tapi Jung Do Jeon tak berpikir demikian. Dengan Hong In Bang mandiri tak bergantung pada siapapun, maka posisinya lebih bahaya.

Hong In Bang semakin menjadi-jadi karena ia sekarang lebih kuat. Tapi Jung Do Jeon tak berpikir demikian. Dengan Hong In Bang mandiri tak bergantung pada siapapun, maka posisi Hong In Bang dalam  bahaya.


Ada seseorang yang juga memiliki pikiran yang sama. Min Da Kyung, putri pemimpin klan Haedongap. Klan Haedong adalah klan bangsawan yang sudah ada dari era Silla.

Menurut Da Kyung dari dulu Choi Young ingin menjatuhkan Hong In Bang dan Gil Tae Mi. Namun karena mereka berdua ada di bawah lindungan Lee In Gyeom, maka Choi Young segan untuk mengusiknya. Namun sekarang, dengan mereka lepas dari Lee In Gyeom, sekarang Choi Young pasti tak segan untuk melenyapkan mereka berdua.


Hong In Bang sebenarnya juga menyadari hal itu. Makai a ingin membina hubungan dengan klan Hapdonggap yang sudah ada sejak 700 tahun yang lalu dan minta Jukryeong untuk mencari informasi tentang Bangsawan Min (ayah Da Kyung).  


Anak buah Jukryeong menemukan jejak si pendongeng. Jukryeong pun mengerahkan semua anak buahnya untuk menyerang Ddang Sae dan mempersiapkan racun bius.


Ddang Sae yang akan pergi meninggalkan Gaegyeong bersama Gap Boon, mencoba lari. Hampir saja ia lolos jika tangannya tak kena jarum bius. Racun itu sangat keras. Ia tak mungkin bisa menggunakan tenaganya dalam 24 jam karena bisa merusak tubuhnya.


Gap Boon menyarankan mereka berpencar. Ia akan mengalihkan perhatian sementara Ddang Sae bisa melarikan diri ke Hwasadan karena para biksu itu pasti tak bisa masuk ke dalam Hwasadan yang notabene adalah saingan bisnis mereka. Walau khawatir akan keselamatan Gap Boon, tapi Ddang Sae menuruti saran Gap Boon.


Dan benar saja. Para biksu itu tak bisa masuk ke dalam Hwasadan karena para pendekar wanita Hwasadan menghalangi mereka.

Ddang Sae bersembunyi di sebuah ruangan tempat Cho Young mengumpulkan semua intelnya, termasuk Ja Il Saek. Mendengar nama itu disebut, Ddang Sae ingin tahu siapa sebenarnya Ja Il Saek, mata-mata yang terkenal itu.


Ia kaget melihat Cho Young berbicara dengan Yeon Hee. Yeon Hee adalah Ja Il Saek? Ia melihat Yeon Hee melaporkan tentang keberadaan Jung Do Jeon yang ada di balik peristiwa turunnya Lee In Gyeom dan Yak San masih hidup. 


Cho Young memarahinya karena berita itu basi dan jika ia mendapat informasi itu lebih cepat, mereka tak akan kehilangan klien besar seperti Lee In Gyeom. Yeon Hee minta maaf karena tak sempat mencari tahu tentang Yak San.


Ddang Sae mengikuti Yeon Hee yang menemui Jung Do Jeon. Mereka membicarakan Yak San yang sekarang diungsikan mengikuti para pedagang Jepang. Semua itu adalah ide Yeon Hee untuk mengampuni Yak San. Ddang Sae semakin terkejut karena itu berarti Yeon Hee adalah agen mata-mata ganda.  Kenapa Yeon Hee hidup dengan cara seperti ini?


Ia menghadang Yeon Hee yang memarahinya karena belum pergi juga dari Gaegyeong. Tapi ia tak peduli. “Jailsaek? Mata-mata ganda yang bisa dibunuh kapan saja oleh kedua belah pihak. Apa itu kau? Apa ini yang disebut hidup bahagia? Kenapa kau hidup dengan cara bahaya seperti ini? Jelaskan padaku!”


Yeon Hee balik bertanya, apa yang dilakukan Ddang Sae? Ddang Sae menjawab ia hidup dengan bercerita Tapi Yeon Hee menyelanya, “Gagak beracun. Kaulah yang membunuh Baek Yoon. Kau membuat Dodang jungkir balik karena ulahmu. Pembunuh yang hebat harusnya tak mengkritik pilihan hidupku.”

Komentar :

Siapa yang kecewa dengan hubungan Bang Won dan Boon Yi. *saya ngacung* Saya pikir setelah pengakuan Boon Yi di penjara, meminta Bang Won untuk terus hidup, hubungan mereka lebih dekat lagi. Duh.. kalau ingin nonton romance, mending saya memang nonton Oh My Venus aja deh.

Drama 50 episode ini memang menitikberatikan pada membuat sebuah kerajaan baru. Yang dihancurkan itu bukan raja loh, tapi kerajaan. Dari Goryeo menjadi Joseon.  Dan tak hanya 2 raja yang ada di drama ini, tapi akan ada 4 raja.

Jadi kalau Bang Won dan Boon Yi lebih sibuk dalam romance mereka, Joseon tak mungkin bisa berdiri.

Dibanding Bang Won dan Boon Yi, sebenarnya ada yang lebih mengenaskan yaitu Ddang Sae dan Yeon Hee. Karena seseorang, anak buah Hong In Bang, kehidupan mereka berdua rusak. Satu menjadi pembunuh, satu lagi menjadi mata-mata ganda. Walau Yeon Hee tak tahan melihat Ddang Sae, tapi ia tak bisa tak mengkhawatirkan Ddang Sae. Ia khawatir akan keselamatan Ddang Sae.


Begitu pula Ddang Sae, apalagi setelah mengetahui jati diri Yeon Hee sesungguhnya. Betapa tragis kehidupan cinta mereka. Tapi seperti kata Boon Yi, cinta apa yang bisa timbul dalam dunia yang memuakkan seperti ini ?

6 comments :

  1. Hiks.....kayanya emang ga bisa berharap bnyk dr bang woon n boon yi...
    Fighting ya mbak dee.... 50 episode iniiihhhh.....

    ReplyDelete
  2. Wah^
    Drama ini memang sejarah banget^
    Ya Mbak Dee^

    *satu hal yang ingin ku tau^

    #KelahiranKingSejong^

    ReplyDelete
  3. Kangen bromnce nya bang woon - moo hyul deh..
    utk masalah romance boon yi - bang won pst g akan gampang mulus apalagi ini 50 eps..
    paling ngenes sih memang ddang sae - yeon hee .. ditambah backsound nya ost yg di nyanyiin xia junsu, heartbreaking..

    ReplyDelete
  4. kpn nih min episode 14-nya, jadi gak sabar...makasih ya min sebelumnya

    ReplyDelete
  5. Fighting ya mbak....ak tunggu lho updatean sinopsisnya.klo nonton filmnya males satu episode satu jam.mending bc sinopsis bikinan mbak.makasih ya.haturnuhun

    ReplyDelete