December 7, 2015

Six Flying Dragon Episode 12

Six Flying Dragons Episode 12

Sinopsis Six Flying Dragon Episode 12

Walau Yi Seong Gye menang perang, Pejabat Nam tetap berniat melaksanakan penyelidikan dengan menginterogasi Bang Won lebih jauh. Dodang menjadi ricuh karena diam-diam mereka tak ingin berseteru dengan pahlawan perang demi sebuah surat kaleng. Dan hal itu sesuai dugaan Jung Do Jeon.



Bang Won diinterogasi berkenaan dengan surat yang ditemukan di kamarnya. Ia menyadari kalau surat itu adalah surat yang pernah ia baca di goa, yang berarti Sambong yang menaruh di kamarnya. Apa berarti Sambong benar-benar berniat membunuhnya?


Interogasi pada Bang Won dihentikan sementara karena tak seorang pun berani menuduh Yi Seong Gye sebagai dalang pembunuhan.


Cho Young meyakinkan Lee In Gyeom kalau ia sudah menaruh surat yang benar di kamar Bang Won. Ia menduga ada orang yang mengganti surat itu. Lee In Gyeom semakin yakin kalau dalang di balik semua ini adalah si Bayangan. Cho Young khawatir dengan penyelidikan selanjutnya, karena Pejabat Nam terkenal keras kepala dan tak mau kompromi dengan siapapun.


Lee In Gyeom tersenyum dan seseorang masuk ke ruangan Lee In Gyeom  melalu pintu rahasia. Pejabat Nam Eun. Oh.. jadi Nam Eun ini ternyata kaki tangan Lee In Gyeom. Cho Young tersenyum lebar dan memuji kepiawaian Lee In Gyeom.

Jadi siapa yang mengganti surat itu? Sepanjang karir politiknya, Lee In Gyeom tak pernah tertipu seperti ini, kecuali satu kali yang membuatnya mencekal seseorang masuk ke Gaegyeong (peristiwa gerbang Jangpyung). Cho Young bertanya apakah yang dimaksud Lee In Gyeom adalah Jung Do Jeon? Hal itu masuk akal karena Jukryeong pernah bertanya-tanya padanya tentang Jung Do Jeon. Dan orang yang sering menggunakan jasa Jukryeong adalah Hong In Bang.


Lee In Gyeom merasa si Bayangan itu juga memiliki hubungan dengan Yi Bang Won dan pembunuh Baek Yoon. Ia menyuruh Nam Eun untuk menginterogasi Bang Won tentang si Bayangan. Ia juga menyuruh Cho Young untuk membunuh orang yang ditugaskan memalsu surat, agar rahasia mereka aman.


Jukryeong membawa Bang Woo menemui Hong In Bang dan Bang Woo kaget mendengar adiknya dituduh sebagai pembunuh Baek Yoon. Anak buah Jukryeong melaporkan kalau tentang keberadaan Yaksan, si pemalsu surat. Mereka memutuskan untuk menangkap Yak San dan menyerahkan ke pengadilan sebagai saksi untuk membebaskan Bang Won. Gil Tae Mi sanksi karena Lee In Gyeom juga banyak kaki tangan di pengadilan, tapi Bang Woo yakin karena ada si keras kepala Nam Eun. 


Anak buah Jukryeong berhasil menangkap Yak San. Tapi pendekar wanita Hwasadan berhasil menyelamatkannya. Yak San mulanya berterima kasih, tapi ternyata wanita itu menolong hanya untuk membunuhnya. Ia mencoba lari tapi tak sempat.


Untung Bang Woo berhasil menemukan dan menyelamatkannya. Bang Woo pun menyerahkan ke pengadilan.


Nam Eun mulai melakukan interogasi atas perintah Lee In Gyeom. Kali ini ia tak menyiksa. Ia melepas ikatan bahkan memberi Bang Won minum. Setelah itu ia memberitahukan sebuah kabar. Pasukan Jenderal Yi Seong Gye dikalahkan Hobaldo dan Jenderal Yi Seong Gye hilang dan sepertinya meninggal dunia.


Berita yang sangat mencengangkan Bang Won, hingga ia terjatuh dan tak sadarkan diri. Lee In Gyeom muncul dan Nam Eun berkata berita ini pasti membuat Bang Won putus asa karena Jenderal Yi adalah satu-satunya harapan Bang Won agar selamat. Sebentar lagi Bang Won pasti akan mengaku.

Mereka berhenti bicara karena terdengar suara ngorok dari Bang Won. Rupanya Bang Won tak pingsan tapi tertidur karena kelelahan. Hahaha..


Di depan gedung pengadilan, Bang Woo meyerahkan Yak San, membuat Lee In Gyeom yang melihat dari kejauhan marah karena Hwasadan gagal melakukan pekerjaanya.


Nam Eun menginterogasi Yak San dan Yak San langsung mengakui semua tuduhan penyelundupan surat palsu atas perintah Hwasadan.  Tapi Nam Eum memperingatkan Yak San agar tak mengakui apapun selain padanya dan jika Yak San ingin selamat, Yak San harus percaya pada semua ucapannya. Yak San mengangguk ketakutan.


Nam Eun melaporkan hal ini pada Lee In Gyeom. Di saat yang sama, Hong In Bang dan Gil Tae Mi datang menemui Nam Eun untuk melakukan penyelidikan yang jujur. Nam Eun meyakinkan mereka kalau ia akan bersikap obyektif. Gil Tae Mi ingin melihat surat yang ditemukan di kamar Bang Won.


Bang Woo lumayan terkejut melihat anggota keluarga Moo Hyul pas selusin termasuk nenek dan Guru Hong. Lucunya anak-anak itu bernama angka sesuai urutan lahir. Satu sampai Sembilan. Young Kyu bertanya bukankah ayah Moo Hyul sudah meninggal? Guru Hong memperkenalkan diri sebagai penemu 24 Jurus Naga Kembar Timur sekaligus guru Moo Hyul.


Moo Hyul langsung membantah dan hampir saja mereka bertengkar kalau Nenek tak buru-buru menyela untuk berterima kasih pada Bang Woo. Keluarga Yi baik hati karena mereke mengijinkan semuanya tinggal di kamp. Semua bersorak sorai kecuali Moo Hyul yang mendapat tatapan tajam dari Bang Gyu.


Dan Moo Hyul akhirnya mengetahui alasannya. Karena saat ia absen, tuan yang seharusnya ia jaga, Bang Woo ditangkap pengadilan. Ia berjanji akan membebaskan Bang Won. Hampir saja Young Kyu menendangnya, menyuruhnya mengikuti perintah saja karena Tuan Muda Bang Woo telah menangani masalah ini.


Jung Do Jeon menyuruh Boon Yi ke pasar untuk memberikan surat pada penjual manisan. Surat itu berguna untuk menyelamatkan Bang Won. Banyak penjual manisan di pasar, tapi Boon Yi segera mengenali seseorang karena dia adalah warga desa yang dulu ia angkat sebagai ketua rombongan menggantikannya. Boon Yi membeli manisan dengan uang yang diselipi surat. Ia diberi gratis satudan  Paman berbisik ada surat di dalam manisan gratis itu.

Di gang sepi, Boon Yi membuka manisan itu dan mengambil suratnya. Ia bertabrakan dengan seseorang dan tak kentara sama sekali, Boon Yi menyelipkan surat itu ke tangan orang tak dikenal itu. Merekapun bertukar surat.


Jung Do Jeon menemui Ddang Sae melalui Gap Boon, tapi Ddang Sae tak mau menemuinya sama sekali bahkan mengusirnya. Pada Yeon Hee ia berkata kalau ia ingin memberikan jawaban atas pertanyaan Ddang Sae di goa. Yeon Hee meminta Jung Do Jeon untuk tak memikirkan hal itu dulu karena ada kemungkinan Jenderal Yi akan datang ke Gaegyeong.


Tapi Jung Do Jeon yakin Yi Seong Gye tak akan datang. Karena jika ia datang dengan pasukan, berarti ia menyatakan perang. Dan jika ia datang sendiri, maka Jenderal Yi akan masuk mulut singa. Jenderal Yi dan Lee In Gyeom pasti akan mencari waktu untuk bernegosiasi. Lalu bagaimana dengan Yi Bang Won, tanya Yeon Hee.


Jung Do Jeon memang akan menyelamatkan Yi Bang Won, tapi bukan berarti ia akan menyelesaikan masalah Bang Won. Semua masalah ini diciptakan oleh Bang Won sendiri, dari menstempel dokumen dan bertemu Hong In Bang yang akhirnya membuatnya dipenjara. Bang Won akan merasakan terisolasi dari dunia luar akan membuatnya tak berdaya. “Pada saat itu, entah ia menyerah atau tidak, semuanya tergantung dirinya sendiri. Dan ia akan belajar arti bertanggung jawab.”

Dan memang itulah yang dirasakan Bang Won setelah ia bangun dari tidurnya. Ia merasa semua ini adalah salahnya. Karena tindakannya, ayahnya tak konsentrasi dalam berperang sehingga membuat ayahnya kalah perang. Ia menangis tersedu-sedu.


Nam Eun sudah memperkirakan hal ini. Dan setelah ini, Bang Won pasti akan merasa tak berdaya dan akan mengakui semuanya, sesuai keinginan mereka. Masalah yang lebih mendesak adalah Yak San. Lee In Gyeom menyuruh Nam Eun untuk membunuh Yak San.


Bang Won sudah tak menangis lagi dan ia mengulang semua yang Nam Eun ucapkan padanya. Bagaimana pasukan ayahnya dikalahkan dan Jenderal Yi kembali ke benteng Hamju dengan sisa pasukannya. Tapi pasukan Hobaldo berhasil mengepung benteng dan menaklukkannya.


Seseorang melempar kunci ke dalam sel Yak San. Sebelumnya Nam Eun menyuruhnya untuk menurutinya, dan ini adalah cara ia keluar dari penjara. Dengan mudah ia membuka pintu penjara dan mengendap-endap keluar. Ada beberapa penjaga yang melihatnya dan ia buru-buru lari memanjat pagar.


Nam Eun sudah menunggu di atas atap gedung pengadilan, dan memanah Yak San yang akan melompati pagar.


Keesokan harinya, Nam Eun melaporkan kalau Yak San telah meninggal, membuat para pejabat ricuh. Hong In Bang menatap Lee In Gyeom curiga. Tapi semua sudah terjadi. Lee In Gyeom menyuruh Nam Eun untuk memusatkan perhatian pada interogasi Bang Won.


Kelompok Hong In Bang frustasi karena harapan mereka atas Yak San pupus. Tapi Gil Tae Mi mengatakan belum. Mereka masih punya satu lagi. Ia mengeluarkan surat yang sempat ia salin saat menemui Nam Eun di pengadilan. Surat itu memiliki tarikan garis seorang pendekar. Ia menduga kalau surat itu tak palsu, memang ditulis oleh pembunuh Baek Yoon. Yang berarti Lee In Gyeom yang melatih pembunuh itu.

Gil Tae Mi dan Jukryeong mempraktekkan jurus yang pernah mereka lawan tempo hari. Dan ternyata benar. Penulis surat ini adalah pembunuh Baek Yoon, yang melawan Jukryeong di Kuil Biguk dan mencoba membunuh Hong In Bang. Artinya mereka harus menemukan pembunuh itu agar membuka kedok Lee In Gyeom.


Nam Eun mulai menginterogasi Bang Won. Tapi kali ini Bang Won malah tertawa dan berkata kalau Nam Eun pasti tak mengenal ayahnya. Selama lebih dari 150 perang, ayahnya tak pernah melakukan pengepungan. Dan jika ayahnya takluk, dalam 3 hari Hobaldo akan tiba di Gaegyeong. “Saat negara diserang, bukankah sudah tradisi bagi para elit politik untuk meninggalkan ibukota dan rakyatnya, menjadi orang pertama yang melarikan diri? Tapi sekarang setelah Jenderal Yi kalah, kau malah menggunakan waktumu untuk menginterogasiku?”


Nam Eun tak akan bisa membuatnya menyerah dan mendapat satu informasipun darinya. “Kau tahu kenapa? Karena aku tahu benar tentang perang. Pada akhirnya, perang berarti membunuh orang. Dan aku mulai berperang saat aku berumur 12 tahun. Itulah aku, Yi Bang Won.”

Nam Eun kesal dan menghunus pedang ke leher Bang Won, tapi Bang Won tak takut dan malah tersenyum.


Intelejen Lee In Gyeom menyatakan kalau tak ada pergerakan pasukan dari Hamju, membuat Lee In Gyeom tenang. Tapi ia kaget luar biasa karena sekarang Yi Seong Gye berada di depan rumahnya dengan membawa busur dan anak panah.


Lee In Gyeom pun menemui Yi Seong Gye dengan ditemani banyak pengawal. Tapi Yi Seong Gye, dengan busur di meja, ia meminta Lee In Gyeom untuk melepaskan anaknya, Bang Won. Ia tak mau bernegosiasi, ia pun tak peduli jika Lee In Gyeom menyebarkan rahasianya tentang Jo Sa Saeng. Lee In Gyeom telah melewati batas yang seharusnya tak boleh dilewati. Mengancam keluarganya, terlebih lagi anaknya Yi Bang Won.


Lee In Gyeom mengancam akan menyuruh pengawalnya membunuh Yi Seong Gye, tapi busur Yi Seong Gye sudah siap di meja. Hanya butuh sekejap agar anak panahnya menancap di dada Lee In Gyeom, sebelum para pengawal itu sempat menyentuhnya. Akhirnya Lee In Gyeom menyuruh anak buahnya menurunkan pedangnya. Yi Seong Gye mengultimatum, “Lepaskan Bang Won paling lambat besok pagi.”


Jung Do Jeon kaget mendengar Yi Seong Gye sudah datang ke Gaegyeong. Ia berniat menemui jenderal itu, tapi ternyata Yi Seong Gye malah sudah ada di goa, diantar oleh Jin Seok. Ia minta Jung Do Jeon untuk mencari cara agar anaknya bisa selamat.

Lee Seong Gye memutuskan akan mengumumkan di Dodang kalau Yi Seong Gye akan ditangkap karena tuduhan pembunuhan Baek Yoon. Anak buahnya takut karena hal ini bisa berarti perang karena Yi Seong Gye membawahi 20 ribu tentara. Lee In Gyeom yakin tak akan terjadi karena ia akan menyuruh orang di pengadilan untuk membuat Bang Won mengaku malam ini juga.


Subuh, Bang Won dikeluarkan dari penjara. Nam Eun menutup kepalanya dengan karung. Tak tahu apa yang akan terjadi padanya, Bang Won berjalan tanpa arah.


Gil Tae Mi mencari pendongeng yang ada di pasar. Ddang Sae muncul dengan topeng di wajah dan berpura-pura bodoh. Tapi ia terpaku saat Gil Tae Mi memintanya membuka topengnya.


Dengan alasan untuk membersihkan nama Yi Seong Gye, Lee In Gyeom mengumumkan untuk menahan Yi Seong Gye untuk penyelidikan lebih lanjut. Tapi Poeun mengatakan hal itu tak perlu karena Jenderal Yi sudah hadir di sini.


Yi Seong Gye masuk dan seperti gladiator yang hendak bertarung dengan singa, mereka saling melempar tatapan tajam. Penonton duduk di tribun dengan rasa was-was. Yi Seong Gye mengatakan kalau surat yang ada di kamar anaknya adalah palsu. Yi Seong Gye meminta buktinya. Maka Yi Seong Gye pun memanggil Bang Woo.


Bang Woo pun muncul dengan membawa Yak San dan mengumumkan kalau Yak San adalah si pemalsu yang melarikan diri dari penjara. Tak hanya semua orang di Dodang yang kaget, saya rasa semua penonton pun juga kaget.


Bersamaan dengan karung yang menutupi kepala Bang Won terlepas dan Bang Won melihat yang dihadapannya adalah Jung Do Jeon, kita melihat apa yang terjadi sebelumnya.


Ternyata Jung Do Jeon meminta Poeun untuk mengusulkan Nam Eun sebagai penyidik kasus Bang Won. Dan Yak San yang dipanah oleh Nam Eun? Ternyata Nam Eun memang sengaja memanahnya karena Yak San sudah memakai perisai di punggung dan ia hanya jatuh ke balik tembok. Young Kyu dan Moo Hyul sudah siap menangkapnya di bawah.

Nam Eun sendiri ternyata mata-mata ganda. Ia berkomunikasi dengan Jung Do Jeon melalui Boon Yi yang memberikan surat di gang sepi dulu.


Sekarang Yak San sudah siap mengaku dan Yi Seong Gye berkata kalau dengan pengakuan Yak San, akan ketahuan siapa dalang dari penyelundupan surat di kamar Bang Won. Tentu saja Dodang ricuh dan Lee In Gyeom semakin geram sekaligus khawatir kedoknya terbongkar.


Bang Won mulanya bingung saat kali ini Nam Eun tersenyum padanya dan menjelaskan ayahnya masih hidup dan memberitahu Jung Do Jeon kalau ia tak pernah mengatakan nama Sambong sekalipun. Jung Do Jeon memperkenalkan dirinya pada Nam Eun sebagai pembuat sakit kepala dan tukang onar dan memperkenalkan Nam Eun sebagai si keras kepala dari pengadilan.


Namun kemudian Bang Won marah karena ia disiksa begitu rupa oleh Nam Eun dan Jung Do Jeon menyebutnya tukang onar. Kalau Jung Do Jeon tak menyukainya, kenapa ia tak sekalian saja dibunuh di penjara agar masalah Jung Do Jeon selesai?

Jung Do Jeon mengaku ingin melakukannya, tapi ia membatalkannya. “Karena kau masih muda. Kau masih muda, jadi kau punya kesempatan untuk merubahnya.”

“Kau harusnya melenyapkan si tukang onar itu saat masih muda!” teriak Bang Won.


Jung Do Jeon menarik kerah Bang Won dan menghardiknya. “Ini karena kau masih muda. Dan aku akan memperbaiki cara berpikirmu!” Jung Do Jeon melepaskan baju Bang Won dan berbalik pergi. “Mulai sekarang, panggil aku dengan sebutan Guru.”


Bang Won menoleh pada Bang Won dan tersenyum.

Komentar :

Wahhh.. keren banget. Saya sampai menonton ulang dua episode ini, untuk tahu. Ohh.. ini toh. Ada adegan Nam Eun tersenyum kecil saat bertemu dengan Lee In Gyeom dan Cho Young, yang saya ga paham maksudnya, dan baru paham setelah akhir episode 12 ini.

Benernya pengen banget nyeritain lebih panjang, karena banyak sekali kata-kata yang saya skip karena kalo ditulis, semakin ga selesai sinopsis ini. Minggu kemarin anak-anak ujian praktek dan minggu ini anak-anak saya UAS, jadi praktis saya cuman bisa nulis pas malem dan pas anak-anak sekolah. Udah janjian sama mereka, no internet, no TV, no gadget for three of us selama masa ujian ini.

Jadi mohon maklum yaa…

2 comments :

  1. sippp mb Dee...
    no internet, no tv, no gadget...tapi klo anak2 tidur gpp yah mb Dee??
    persis kayak di rumah..

    ReplyDelete
  2. kira'in Bang won pingsan beneran :D,, eh ternyata,, makin penasaran ama jalan crita ni drama,, semangat ya mbk buat menulis nya,,

    ReplyDelete