December 13, 2015

Imaginary Cat Episode 3

Sinopsis Imaginary Cat Episode 3

Sebelumnya Imaginary Cat Episode 2

Imaginary Cat Episode 3

Bel berbunyi. Jong Hyun terkejut Na Woo datang ke rumahnya. Bagaimana bisa...?

Na Woo bercerita ia pernah melihat Jong Hyun ke sini membawa banyak dokumen dan ia juga melihat Bok Gil yang sedang nangkrik deket jendela. Bagus sekali ia menebak dengan benar rumah Jong Hyun. Kan Jong Hyun bilang mau menunjukkan Bok Gil padanya.

Jong Hyun tidak ingat pernah mengatakan hal itu. Tapi dia menoleh melihat Bok Gil sudah menghampirinya (masih di depan pintu) sambil menggerutu lagi. Bok Gil-ssi, kamu tuh imut banget dan beruntung punya oppa ganteng yang perhatian, tapi kenapa ga bisa berhenti ngomel sih :P


“Kau Bok Gil, kan? Kau sangat mirip dengan Haru.”

Bok Gil tambah kesal karena Na Woo meminta izin untuk masuk, menyapanya sok kenal. 


Na Woo sudah hendak memegang Bok Gil kalau saja tidak dicegah Jong Hyun. Protektifkah? ^^”

“Kau sudah melihatnya. Jadi pergilah,” seru Jong Hyun sambil menggendong Bok Gil untuk diperlihatkan pada Na Woo.

Namun Na Woo tidak bergeming. Terlalu deh, belum juga megang masa disuruh pergi.

“Pergi. Jangan mendekat.” Bahkan meski Bok Gil mengatakannya sendiri, percuma. Na Woo nggak bisa denger. Ia malah mengartikan sikap Bok Gil yang mencuekinya itu adalah sikap malu baru bertemu kakak yang cantik.

Hahahaha. Bok Gil menganggapnya lucu. Apa sih yang dilakukan tuannya, kenapa nggak bikin tamu nggak diundang ini pergi?

Si tuan menangkap pesan Bok Gil, ia mengatakan sepertinya Bok Gil tidak suka Na Woo.


Na Woo jadi tahu dari mana Bok Gil bisa kasar (tidak ramah). Tapi ia masih belum menyerah, mencoba mendekat “Bok Gil-ah, Bok Gil-ah...”

Jong Hyun tak tahan. Ia langsung membawa Na Woo keluar. Ia harus bekerja, jadi untuk sekarang cukup.


Sayang, Na Woo masiiiiih keras kepala. Bukankah Jong Hyun yang mengizinkannya melihat Bok Gil? Jika memang bukan sekarang, bisakah ia melihatnya lagi nanti? Bukan Jong Hyun yang ingin ia temui, melainkan Bok Gil, jadi tanyakan padanya saja.

Duh, saya malah ikutan gemes! Untungnya Jong Hyun mengeluarkan kalimat pamungkasnya, “Aku tidak mau.”


Ia kembali ke rumah dan belum bisa menurunkan derajat kekesalannya karena melihat banyak barang berserakan di lantai. Jinjja...kenapa Bok Gil-ssi melakukannya? Kenapa kucingnya itu melakukan hal-hal yang tidak biasanya? Jong Hyun pun menebak Bok Gil cemburu.


Ia lantas membelai Bok Gil dan berkata bahwa sama seperti gadis tadi, jika ia kehilangan Bok Gil entah bagaimana perasaannya.


“Makanya, baik-baiklah padaku selagi aku di sini,” balas Bok Gil. Namun sesaat kemudian ia mengeluh, “Eeeeey, kau hanya memeluk di saat seperti ini...” #melukbonekasendiri

Bab 5: Keluarga yang Mana?

Pagi-pagi Park udah memancing Jong Hyun. Ia mengatakan hasilnya sudah jelas karena tinggal satu posisi yang tersisia. Jong Hyun nggak bisa maksudnya?


Jong Hyun nggak mau kalah, ia menyindir hanya bisa mengcopy-paste, nggak bisa memproduksi karya original. Dia pasti mempresentasikan project yang jelas ada.


Jin Seong tidak juga terima. Jong Hyun masih menganggap dirinya plagiator rupanya.


Di tengah mereka mungkin sudah terpercik api jika PD Go tidak datang. Siang itu, ia memastikan ke Jong Hyun kalau minggu depan sudah ada tambahan cerita. Jong Hyun mengiyakan.

PD Go melanjutkan, mereka akan menunggu teaser berikutnya (dari cerita Jong Hyun dan Jin Seong) untuk bisa dipilih. Persaingan penulis Jin Seong dan Jong Hyun begitu ketat. Cerita Jin Seong memang menyenangkan, masalahnya meski itu baru tapi seperti pernah dibaca. Sedangkan punya Jong Hyun memang baru tapi berisiko.

Jong Hyun berdalih, bukannya berisiko, justru punyanya akan dinanti. Hhhh, kapanpun mereka berbincang Jong Hyun selalu bersikap semaunya kata PD Go. Ia menyebutnya sebagai pesona Jong Hyun. LOL.


Na Woo lagi ngetik blog seperti saya. Seinget saya itu kayak blogger model 6 atau 7 tahun lalu. Kotak postingnya keliatan kecil.

Ia mendongak melihat Jong Hyun datang di kafe tempatnya berada, “Jong Hyun-a, kau ke sini untuk melihatku?”


Jong Hyun tidak menghiraukannya dan langsung duduk di depan Hae Gong. Hae Gong kaget Jong Hyun gaul sama cewek di sana. Meski Jong Hyun mengaku kenal secara kebetulan.


Na Woo menyampaikan pesanan mereka sebagai waiter di kafe itu. Ia kemudian memberikan jaket Jong Hyun yang basah kemarin (karena melindunginya dari siraman ahjussi). Hae Gong penasaran, sampai nyuciin baju?

Ketika Na Woo bertanya kesukaan Bok Gil karena ingin membelikan untuknya, Hae Gong lagi-lagi melontarkan pertanyaan, kau kenal Bok Gil? Kau ke rumahnya?

Pikiran liar tampak semakin menjadi setelah Na Woo menanyakan apakah Bok Gil takut kesepian di rumah malam hari? Saat ia datang, kucing itu bahkan tidak menyapa dan lari.



Hae Gong yang terpaku dijejali air putih oleh Jong Hyun wkwkwk. “Apa yang kau bayangkan?” Ini karena Na Woo mengatakan hal-hal yang tidak penting menurut Jong Hyun. Tetapi Na Woo tidak merasa begitu. Kan kenyataan.


Oke. Na Woo pergi, sudahi ini. Hae Gong yang mengingat tujuan utamanya meminta Jong Hyun ke kafe mengutarakan mereka perlu membuat pesta perayaan segera-rilisnya-webtoon-Jong Hyun. Jong Hyun tentu tidak menyetujuinya. Ia tidak cerita hasilnya belum keluar, tapi ia sudah bangkit hendak meninggalkan Hae Gong (dengan alasan kerja paruh waktu) sebelum temannya itu merajuk lagi.


“Hey, kau masih tidak punya cukup waktu mengerjakan webtoonmu? Kenapa malah kerja paruh waktu? Keluarlah.”


Udah pagi lagi. Jong Hyun terburu-buru pergi usai melanjutkan menggambar sejenak. Padahal Bok Gil masih di meja gambar, minta diturunkan Jong Hyun. Dia nggak bisa turuuuuuuun.


“Apa yang harus kulakukan?” gumamnya cemas. xD

Jong Hyun menempel poster 'Acara Fan Signing Park Jin Seung' di toko buku dengan enggan. Rivalnya mau ngadain acara di tempatnya bekerja? Yang bener aja... jadi inget ceritanya Skuidwerd yang nggak suka temannya yang kaya  Skuiliem datang ke restaurantnya (Spongebob Square Pants). *peace

Bos datang menegur Jong Hyun yang tidak sungguh-sungguh menempel. Padahal mereka sulit mengundangnya ke sini. Kiri, atas, bawah, kanan, ia mengarahkan dengan asal. Membuat Jong Hyun agak jengah.

Jong Hyun berbalik menghadap Bos usai menempel dengan baik dan benar. Ia meminta izin cuti,


“Saya sedang membuat webtoon, tapi tidak banyak waktu tersisa sebelum waktu deadline.”


Bos tidak percaya, “Toon apa? Penulis webtoon?” Jong Hyun mengiyakan dengan semangat. Ia tidak sadar Bos sampai mengelap wajahnya. Jong Hyun mengaku walau dia belum debut, tapi dia sangat ingin bekerja keras untuk itu.


Bos tambah menyindir. Ia pikir setelah Jong Hyun melihat posternya penulis Park, dia jadi terinspirasi membuat alasan agar bisa bermain dengan pacarnya. “Apakah kau menipu para gadis dengan mengatakan kau seorang penulis webtoon?” tanyanya. Jong Hyun membantah, ia tidak pernah begitu. Tapi Bos tidak menerima jawaban Jong Hyun dan berujar, “Jong Hyun-yang-akan-jadi-penulis–webtoon, kau harus keluar hari ini dan besok.” Oh, tidak...


Jong Hyun menghela nafas.


Bok Gil masih di atas meja gambar Jong Hyun sampai malam, menanti tuannya pulang. Ia mengeluh lapar sambil memandangi makanan di bawah sana. Ia tidak merasa sehat.


Sementara itu Jong Hyun tengah berlari pulang. Na Woo yang kebetulan berada dekat situ memperhatikannya. “Ia pasti sangat kangen Bok Gil sampai berlari seperti itu. Aku cemburu. Iya kan?”


Bok Gil lega melihat Jong Hyun tiba, “Manusia, manusia, lihatlah aku di sini.”


Jong Hyun mendekatinya, “Kau tidak makan? Kenapa kau di sini sepanjang waktu?”


Ia menggendong Bok Gil yang mengaduh lemas. Benar saja, Bok Gil panas. Demam? Entah. Jong Hyun membawanya pergi untuk memastikan.


Na Woo melihatnya tergesa membawa Bok Gil ke dokter hewan.


“Dia sepertinya demam, matanya juga agak merah,” ujar dokter yang berjaga di sana. “Sejak kapan dia seperti ini?”

Jong Hyun menjawab pagi itu kucingnya masih baik-baik saja, namun tiba-tiba...


Na Woo muncul menanyakan kondisi Bok Gil. #eh

Cerita Jong Hyun tadi terputus karena kedatangan Na Woo. Sama dengan Jong Hyun, gadis tersebut mengkhawatirkan Bok Gil.


Jong Hyun yang cemas seserius apa kondisi Jong Hyun, diminta membawanya ke ruang periksa saja.
“Kita mau ke suatu tempat? Oh...aku ingin pulang,” heheee sebenarnya Bok Gil juga nggak mau dibawa ke sana.

Selesai diperiksa, Dokter meminjamkan mereka karier (kandang yang bisa dibawa-bawa) untuk tempat Bok Gil. Jong Hyun menerimanya.


“Bok Gil-ah, kau tidak apa-apa? Sulit ya kalau sendirian? Bagaimana ini?” Na Woo kembali bertanya.


Jong Hyun pun menenangkannya, mereka mengatakan tidak apa-apa. Syukurlah, kata Na Woo. Ia mengajak mereka pulang cepat.


Namun sapaan sang dokter menghentikannya. Ia ternyata mengenal Na Woo yang masih menyukai kucing. Na Woo kedip-kedip lupa. Mengenalkan diri sebagai Wan, dokter hewan itu barulah diingat Na Woo sebagai pemegang rekor nilai terjelek dari 52 orang di kelasnya. Ada apa? Kapan datang? Apakah orang tuamu baik-baik saja? Demikianlah pertanyaan beruntun dilontarkan Na Woo pada teman lamanya.

Wan hanya tersenyum, bilang orang tuanya sangat penasaran dengan Na Woo.


O.ow...kita bisa menangkap gelagat Jong Hyun yang nggak nyaman di sana. Giliran dia yang dikacangin.


Dia pun pergi sementara Na Woo berbincang dengan Wan. Ia sempat menoleh ketika Bok Gil bergumam, “Manusia, kita pulang sekarang?”


Ya. Mereka berdua kini di tempat tidur satu selimut. Jong Hyun senang demam Bok Gil turun. Ia membelai kucingnya. Bok Gil membalas, dia tidak suka Jong Hyun akhir-akhir ini. Dan seolah mendengar hal itu, Jong Hyun meminta maaf.


“Membawa gadis aneh,” Bok Gil tidak suka itu hahahaha. Nggak dibawa atuh Gil-ssi...Na Woo dateng sendiri. Tipe pencemburu juga nih.

Jong Hyun heran kenapa Bok Gil di dekat jendela terus. Apakah dia ingin keluar?

Bok Gil gemas. Tuannya memang kurang perasa. Dia malah merasa rumahlah yang terbaik. Hangat katanya.


Jong Hyun terus berbicara dengan Bok Gil, “Ketika orang sakit, mereka memikirkan ibu mereka. Apakah mungkin kau juga merindukan ibumu?”

Bok Gil yang sudah ngantuk meminta Jong Hyun berhenti ngobrol dengannya.


Jong Hyun meminta maaf lagi karena membuat Bok Gil kesepian. Ia ingin mereka bisa hidup bersama selama mungkin, sehingga meminta Bok Gil jangan sakit.

Bok Gil mengerti. Ia berterima kasih Jong Hyun selalu di sisinya.


Esok pagi, Jong Hyun yang baru bangun melihat rumahnya berantakan. Ia mengomeli Bok Gil, 


namun sejurus kemudian membuat kucingnya itu geli dengan termometer. Demam Bok Gil sudah turun dan ia menitipkan pesan agar Bok Gil harus kuat. Ia lantas beranjak cepat pergi bekerja. Ia sudah terlambat.


Bok Gil yang ditinggalkan tanpa dibukakan jajan yang ada di dekatnya melepas keberangkatan Jong Hyun dengan tampang memelas. “Hey, jajanku!”


 

Berbeda dengan Bok Gil yang tidak bisa menghentikan Jong Hyun pergi (dengan suara batinnya), Na Woo justru sebaliknya. Ia lantang menghentikan Jong Hyun di tengah jalan untuk menanyakan kondisi terbaru Bok Gil dan memberitahu tentang pemeriksaan kesehatan menyeluruh yang sudah ia pesankan waktunya. Dikabari berita ini, Jong Hyun tidak menolak. Hanya saja dia tidak yakin bisa karena pekerjaannya baru berakhir jam 9 malam. 


Na Woo meyakinkan Jong Hyun akan menunggu, tapi Jong Hyun tak berniat melanjutkan pembicaraan mereka. Ia terlambat!


Terlambat 20 menit, Jong Hyun diceramahi Bos. Ia sempat meminta maaf sebelum ditanyai alasannya bisa terlambat. Jong Hyun mengaku keluarganya sakit.


Bos heran, “Siapa keluarga yang kau punya? Kau yatim piatu.” Jong Hyun bilang dia punya.

Lalu terbersitlah judul bab 5: “Keluarga yang Mana” :D


Bab 6: Hidup Ala Anak Muda

 

Jin Seong tak menyangka Jong Hyun bekerja di tempatnya mengadakan fan signing. Seperti biasa kali ini pun ia pamer punya setidaknya 60.000 anggota fan cafe. Karena itu ia butuh lebih banyak buku Beautiful Mind (kayaknya buku otobiografi) daripada yang sedang ditata Jong Hyun sekarang. 

 

Jong Hyun kemudian bertanya, mengapa dia tidak meminjam stadium piala dunia saja kalau begitu? Dan bisa ditebak apa jawaban Jin Seong. Ia akan mempertimbangkannya untuk fan signing berikutnya.


Bos menghampiri Jin Seong. Ia merasa Jin Seong bisa datang ke tokonya. Sebagai perwakilan  toko, ia berterimakasih. Jin Seong membalas dengan mengatakan ia agak haus ckckck. Penulis ini minta diambilkan es Americano dan Bos langsung menyuruh Jong Hyun melakukannya dalam 5 detik. 


Ugh, saya juga nggak suka sama seperti Jong Hyun. Apalagi Bos memuji Jin Seong karena bukunya bisa membuatnya menangis 7 kali. Ha.


Melihat Na Woo membuat kalung bel, sepupunya tampak kesal. Bahkan setelah dimarahi, Na Woo masih tetap melakukannya?

Na Woo beralasan ia membuatnya untuk Bok Gil, kucingnya Jong Hyun.

“Kau menyukainya, ya?” tebak si sepupu.


Na Woo tersenyum. “Awalnya dia terlihat dingin, tetapi terakhir kali dia malah membantuku mengubur kucing. Aku pikir dia orang yang hebat. Aku juga terus memikirkan dirinya.”

“Lalu apakah dia menyukaimu juga?”


Na Woo sepertinya tidak tahu. Ia tidak menjawab dan malah menunjukkan kalung bel yang selesai dia buat.


Di acara fan sign Jin Seong ada seorang gadis yang sangat menyukainya. Ekstrim hihihi. Bos sampai harus menghentikannya berlama-lama memuja Jin Seong.

Ketika break, Jong Hyun diminta memberikan Jin Seong minuman. Begitu diminum, Jin Seong mengeluh rasanya pahit, tidak ada gulanya. 


Bos pun memarahi Jin Seong, menyuruhnya bergegas yang baru.


Tak cukup sampai di situ. Jin Seong kembali mengusik Jong Hyun, mengatakan Jong Hyun sangat kalem seakan yakin bisa mengalahkannya. Jong Hyun balas meladeninya menanyakan apakah Jin Seong takut kalah?


Jin Seong berkilah, “Kau bahkan belum debut,. Apa yang kau sombongkan? PD Dokko yang terus saja menyebutmu Penulis Hyun membuatmu merasa seperti penulis, ya? Sadarlah, kau hanya seorang pelajar.

Cukup sudah Jong Hyun menahan ucapannya. Ia balik menyerang, “Beautiful Mind? Ini benar-benar guyonan. Penggemarmu mungkin berpikir buku ini dan dirimu itu sama, tapi harusnya kau berpikir dengan kesadaran penuh betapa busuknya pikiranmu.”

Jin Seong tersulut emosi, menarik kerah Jong Hyun. Jong Hyun melepasnya dengan kasar. Ini tempat kerjanya. Ia tidak ingin berbuat onar.

Jin Seong menekankan lagi dia tidak pernah menjiplak karya Jong Hyun. Ia menyebutnya inferiority complex (kala kekurangan mampu mendesaknya melakukan suatu hal?). 

 

“Kau dapat menipu dunia, tetapi kau tidak dapat menipu dirimu sendiri.” Jong Hyun membungkam Jin Seong.


Bos melihat Jin Seong yang tampak kesal. Ia bertanya ada apa dan ketika tidak mendapati jawaban, 


ia lantas menyuruh Jong Hyun meminta maaf. Namun Jong Hyun justru melenggang pergi.


Jong Hyun dan Hae Gong malam itu makan malam bersama. Menunya mie instan. Backsongnya Run dari BTS. Hae Gong berkata ia tahu ada acara fan sign Jin Seong di toko buku tempat Jong Hyun bekerja. Ia bercerita dirinya tidak terima kalau seorang Jin Seong yang dulu pernah melihat karya Jong Hyun kemudian berbohong tidak pernah melihatnya, malah  bisa debut dan sukses hingga sekarang. Padahal waktu kuliah, Jong Hyunlah yang terbaik!


Jong Hyun menanggapi, karena dia terus menghasilkan hits, dia pasti tahu sesuatu. Suatu cara dia bisa mempertahankannya.

Mendengar ini, Hae Gong memuji Jong Hyun. Dia saja jika ingin membalas dendam untuk 3 generasi rasanya tidak akan cukup. Dia mengaku selalu emosi kapanpun melihat Jin Seong.

Ting tung. Ada pesan. Bok Gil mengingatkan Jong Hyun ada janji dengan dokter hewan.

 

Jong Hyun yang turun dari kamarnya bertemu dengan ahjumma pemilik kos. Ahjumma memberitahu ia akan menaikkan harga sewa. Ia tidak menaikkannya selama 3 bulan karena Jong Hyun seorang pelajar. Tapi mulai bulan depan ia minta Jong Hyun menambah 500.000 won. 


WHAT?


Jong Hyun akhirnya tiba juga di klinik meski sudah terlalu larut. Wan sengaja menunggunya.


Na Woo memasangkan kalung bel di leher Bok Gil sebelum Bok Gil dibawa ke ruang pemeriksaan.

“Ya...ini lebih bagus dari yang kupikirkan,” Bok Gil menyahuti Jong Hyun yang bilang dia tidak menyukai benda seperti itu.


Sambil menunggu Bok Gil diperiksa, Na Woo memilihkan makanan untuk Bok Gil. Dia bahkan ingin membelikan karier baru karena menurutnya punya Jong Hyun terihat agak usang. Jong Hyun mencegah Na Woo menjalankan niatnya, ia yang akan mengurusi Bok Gil dengan baik. Tidak perlu campur tangan Na Woo.


Bok Gil selesai diperiksa. Wan menyampaikan tentang sistem imun Bok Gil yang lemah, sehingga perlu diberi suplemen yang tinggi antioksidannya.

Jong Hyun lalu hendak membayar tagihan pemeriksaan. Namun Wan mengatakan Na Woo sudah membayarnya. Na Woo rupanya terlambat menyuruh Wan agar tidak memberitahu hal itu. 


Na Woo beralasan dia bisa mendapatkan diskon banyak karena berteman dengan pemilik kliniknya. Jong Hyun mengacuhkannya, tetap memberikan bayaran biaya pemeriksaan pada Wan sebelum pulang.


Di jalan, Jong Hyun meminta Na Woo tidak berlebihan. Walau Na Woo meminta Jong Hyun menganggap biaya rumah sakit itu traktiran tetangga, ia tetap tidak menerimanya. “Traktiran jajan yang berharga ratusan dolar? Hanya karena kau merasa senang melakukannya, kau tidak berpikir bagaimana perasaan orang yang menerimanya. Urus urusanmu sendiri.”


Hhhh, Na Woo tidak bermaksud...


Bok Gil merasa tercharge setelah diberi suplemen oleh Jong Hyun. Tapi Jong Hyun tidak. 


Ia mendapat telepon dari PD Dokko, mengingatkan kalau ini mungkin kesempatan terakhirnya, jadi Jong Hyun harus memenuhi deadline.


Jong Hyun bekerja sampai pagi. Begitulah Jong Hyun menghabiskn waktu sendiri. Rumahnya berantakan kata Bok Gil.



Petugas pengecek gas datang. Konsentrasi Jong Hyun yang sepertinya terganggu, membuat Jong Hyun melakukan kesalahan. Ia panik sambil berusaha memperbaikinya...


...,mengacuhkan Bok Gil yang bosan. Ia jadi berniat main petak umpet. Eh, beneran pintu terbuka. "Mau jalan-jalan saja sebentar, ah!" katanya. Menyenandungkan melodi, Bok Gil berjalan keluar.

Hingga jam 11.04...Jong Hyun baru berdiri mencarinya. Dan Bok Gil tidak ada di mana-mana.


Ia melihat pintu terbuka, terkejut tak percaya. “BOK GIL-ah!”

Komentar:

Dengan ending yang seolah menampilkan maksud judul, jadi mikir apa Hidup Ala Anak Muda itu maksudnya pergi ke dunia luar kayak yang dilakuin Bok Gil?

Duh, nyari Bok Gil dulu ya...

“Kau tambah cantik” -Wan

Romancenya nyusul nanti deh kalo ketemu. 

4 comments :

  1. ditunggu episode selanjutnyaa kak ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih :)
      buat ini memang butuh semangat hahahaha

      Delete
  2. Lead male nya sama sama yg remember bukan yah,,,^^

    ReplyDelete