November 10, 2015

Six Flying Dragon Episode 9

Six Flying Dragon Episode 9


Yeon Hee berpisah jalan dengan Jung Do Jeon dan menemui Cho Young. Rupanya ia adalah mata-mata yang dulu pernah Cho Young maksudkan dan Cho Young mengenalnya dengan nama Ja Il Saek. Yeon Hee melaporkan aktivitas di Hamju dan memberitahu tentang rencana Yi Seong Gye mengajukan Rencana Stabilisasi Perbatasan ke pemerintah, lengkap dengan salinan dokumen itu.

Setelah membaca isi dokumen, Cho Young menganggap rencana itu mustahil dilakukan karena sebagian besar pejabat adalah anak buah Lee In Gyeom. Cho Young bertanya apakah Yeon Hee sudah mendapat informasi tentang Jung Do Jeon?




Untung saat itu Yeon Hee sedang membelakangi Cho Young, jadi tak terlihat ekspresi terkejutnya. Setelah tenang, ia berbalik dan menjawab kalau ia belum dapat info dan berjanji mencarinya. Tapi sebenarnya ia hanya mengumbar janji karena ia masih ada di pihak Jung Do Jeon. Tapi jika Jung Do Jeon gagal, ia akan membunuhnya.


Jung Do Jeon menemui penduduk desa Boon Yi di goa. Tapi ia malah ditangkap dan diikat, takut ia adalah pihak musuh. Untuk membuktikan, Jung Do Jeon harus menjawab pertanyaan mereka. Siapa nama kakak Boon Yi. Jung Do Jeon susah payah mencari di memori otaknya. Tapi akhirnya nama itu terucap juga. Ddang sae.

Betapa senang dan leganya Jung Do Jeon karena nama yang ia sebut itu benar. Rasanya pasti melebihi lulus ujian dari Sunkyunkwan kayaknya.


Hong In Bang terus memikirkan tawaran Jung Do Jeon tadi. Saat ini ada 5 kekuatan dalam Goryeo. Choi Young dan Yi Seong Gye yang memegang kekuatan militer. Lee In Gyeom, Gil Tae Mi dan Hong In Bang adalah menteri Dodang. Jika mereka mengelompokkan musuh mereka, berarti ada Lee In Gyeom dan Choi Young dalam satu kelompok, sedangkan Hong In Bang, Gil Tae Mi sekelompok dengan Lee In Gyeom. Saat itu kekuatan mereka akan seimbang.

Bagaimana cara menarik Lee In Gyeom? Jung Do Jeon berkata kalau Hong In Bang bisa meloloskan  Rencana Stabilisasi Perbatasan yang diusulkan Yi Seong Gye, maka ia memastikan Yi Seong Gye akan berada di pihak Hong In Bang.


Ketika usulan itu masuk untuk didiskusikan, terjadi perang mulut. Ada yang setuju, ada yang tidak. Ada yang ingin memberikan otoritas eksklusif pada daerah Hamju saja, ada yang minta rencana stabilisasi perbatasan itu diterapkan di seluruh daerah perbatasan. Tak mungkin usulan ini bisa dimusyawarahkan. Hong In Bang sendiri merasa rencana itu tak bisa lolos. Lee In Gyeom memutuskan untuk melakukan voting di pertemuan berikutnya.


Poeun membujuk Choi Young untuk menyetujui usulan itu, untuk mengamankan perbatasan bagian utara. Ia mengikuti Choi Young hingga ke rumahnya. Di depan rumah mereka melihat banyak orang ramai-ramai datang mencari Choi Young.


Merasa usulan Yi Seong Gye mustahil terwujud, Hong In Bang kembali tunduk pada Lee In Gyeom dengan membawa lukisan yang jarang ada. Tapi sepulang dari menjilat Lee In Gyeom, ia terkejut karena Choi Young membawa pasukan untuk menangkapi anak buahnya.


Aahhh… ternyata orang-orang yang menemui Choi Young adalah penduduk desa Boon Yi. Dan inilah alasan Jung Do Jeon mencari penduduk desa Boon Yi. Ia menyuruh penduduk desa itu untuk mengadu persoalan mereka kepada Choi Young.

Hong In Bang mulai terjerat dalam perangkap Jung Do Jeon. Ia benar-benar geram melihat tindakan Choi Young dan ingat tawaran Jung Do Jeon. Gil Tae Mi muncul dan memintanya untuk mengadukan hal ini pada Lee In Gyeom.


Lee In Gyeom sendiri sudah membela Hong In Bang di hadapan Choi Young dengan mengatakan Hong In Bang sudah bersedia menurunkan pajak. Tapi Choi Young tak percaya. Ia yakin kalau Lee In Gyeom masih bisa mengendalikan Gil Tae Mi. Namun berbeda dengan Hong In Bang yang mungkin sekarang tunduk pada Lee In Gyeom, tapi nanti akan mempengaruhi Gil Tae Mi dan golongan Sadaebu lain, sehingga akhirnya Lee In Gyeom yang kalah.

Menurut Choi Young, Hong In Bang bukan orag yang dapat dipercaya. Ketika penyiksaan karena peristiwa Gerbang Jangpyung, Hong In Bang langsung menyerah dan minta ampun hanya dalam beberapa menit saja. Dan kurang dari sebulan sejak pulang dari pengasingan, Hong In Bang sudah menjadikan Gil Tae Mi sebagai besannya. “Seperti itulah orangnya. Jika ini adalah perang, kau harus percaya padaku. Kita harus mengeluarkannya.”

Lee In Gyeom ragu. Apakah niat Choi Young mengeluarkan Hong In Bang ini tulus atau hanya akal-akalan Choi Young untuk meloloskan Rencana Stabilisasi Perang?


Hong In Bang dan Gil Tae Mi hendak menemui Lee In Gyeom, tapi ditolak karena katanya Lee In Gyeom tak enak badan. Hong In Bang tak percaya, apalagi melihat Choi Young keluar dari ruangan Lee In Gyeom. Ia pun menyuruh Jukryeong untuk pergi ke Hamju untuk menyelidiki niat Yi Seong Gye, apakah memang benar berniat kerja sama dengannya.


Jung Do Jeon sudah memperkirakan bagaimana perasaan Hong In Bang sekarang. Tapi ia tak tahu bagaimana hasilnya. Manusia berusaha, Langit yang menentukan. “Bahkan Zhu Ge Liang saja yang memiliki rencana sempurna, gagal menangkap Sima Yi karena hujan mendadak turun.”

Yeon Hee tahu, karena itulah maka hujan itu disebut ‘Hujan Langit’. Yeon Hee juga akan melakukan rencana Jung Do Jeon selanjutnya dan ia telah menemukan pendongeng di kota.


 O oh.. kalau Yeon Hee mencari pendongeng, berarti Langit mentakdirkannya bertemu dengan Ddang Sae/Bang Ji, kan ya? Gab Boon memberi tahu Bang Ji kalau ada seorang Nyonya kaya yang mau membayarnya untuk membuat nyanyian dan bersedia membayar 5 cincin emas.



Bang Ji pun menemui Nyonya itu di padang rumput. Dari dalam tandunya, Yeon Hee meminta pendongeng itu untuk membuat nyanyian tentang Hong In Bang dan Gil Tae Mi yang membunuh Baek Yoon. Setelah itu si pendongeng harus menyebarkan cerita itu hingga menjadi rumor di pasar dan jika ia bisa mendengar rumor itu, ia akan membayar 5 kali lipat dari bayarannya sekarang.


Bang Ji menatap Nyonya itu, langsung mengenalinya sebagai Yeon Hee. Bang Ji terus menatap Yeon Hee yang mulanya tak menyadari, tapi melihat mata Bang Ji yang berkaca-kaca, Yeon Hee menjadi terbata-bata menyelesaikan kalimatnya.

“Yeon Hee-ya..,”


Suara Bangji lirih, tapi membuat Yeon Hee tercekat. Mata itu.. suara itu.. dulu pernah membuatnya jatuh cinta sekaligus menderita. Ia menutup jendela tandu dan memanggil penandunya, menyuruh mereka pergi.


Bang Ji terpaku dalam ingatannya sebelum ia sadar dan mengejar tandu itu. Tapi ternyata tandu itu sudah kosong. Tapi ternyata Yeon Hee mendatanginya dan menyapanya.


Yeon Hee tahu kalau mereka pasti akan bertemu lagi. Ia seperti tak mendengar ucapan lirih Bang Ji yang berkata kalau Yeon Hee terlihat bahagia. Ia meneruskan, “Aku tak tahu apa kita akan bertemu lagi.  Tapi jika itu terjadi, kuharap kita bisa berpura-pura tak mengenal. Jika kita berpapasan, lewatlah tanpa menyapa.”


Bang Ji yang sedari tadi sulit menatap mata Yeon Hee, terus menunduk dan baru menatap saat ia hanya bisa melihat punggung Yeon Hee yang perlahan pergi. Hatinya terasa sakit dan tak terasa air mata kembali mengalir saat teringat Yeon Hee yang compang-camping melemparinya batu, menyuruhnya pergi. Begitu pula Yeon Hee yang diam-diam menangis.


Gab Boon melihat Bang Ji murung setelah pulang bertemu dengan Nyonya itu. Ia mengira Bang Ji mendengar kabar tentang penduduk desanya yang menderita karena Hong In Bang. Bang Ji ternyata belum dengar dan ia buru-buru pulang ke rumah.


Moo Hyul cemberut terus setelah mengetahui kalau ia sekarang bertugas mengurus kuda. Masa iya pendekar jaga kuda?n Ia kan sudah menyelamatkan Bang Won. Tak hanya sekali, tapi dua! Lucu banget liat Moo Hyul selalu mengacungkan dua jarinya untuk menekankan keberhasilannya. Tapi Young Kyu tak mau tahu. Moo Hyul harus berhasil melakukan sesuatu jika ingin naik.

Kesal, Moo Hyul melemparkan kotoran kuda yang harusnya ia bereskan pada Young Kyu. Hampir Young Kyu ngomel-ngomel lagi kalau ia tak melihat Jukryeong melintas di hadapannya.


Bang Gwa melapor pada Ji Ran kalau ada orang asing yang ingin menemui ayahnya. Mereka pun menemui orang asing yang ternyata adalah Jukryeong yang diutus Hong In Bang untuk meurusan Rencana Stabilisasi Perbatasan yang sekarang sedang dibicarakan di pemerintahan. Walau kaget, tapi Bang Gwa dan Ji Ran tak menunjukkan ekspresi apapun. Ji Ran menyuruh Bang Gwa meneruskan permintaan Jukryeong pada Jenderal Yi.

Young Kyu mencegat Bang Gwa, memberitahu kalau Jukryeong adalah bos mata-mata yang menangkap Bang Won di kuil. Yi Seong Gye pun kaget dan marah mendengar Rencana Stabilisasi Perbatasan sekarang sudah ada di Gaegyeong, sementara ia tak merasa menstempelnya.


Shin Jeok mengaku menerima dokumen itu dari Bang Won dan ia memberikan pada Jung Do Jeon untuk dibawa ke Gaegyeong. Semua menyadari kalau ini adalah ulah Bang Won.

Yi Seong Gye segera memerintah semuanya untuk mencegah semuanya agar tidak bertambah parah. Ia menyuruh Young Kyu untuk memberitahu Ji Ran untuk menahan Jukryeong. Shin Jeok diperintahkan untuk menangkap Bang Won. Dan ia meminta Bang Gwa untuk pergi ke Gaegyong dan menyampaikan surat yang akan ia tulis pada Lee In Gyeom dan Choi Young, yang isinya tentang penarikan usulan Rencana Stabilisasi Perbatasan.


Boon Yi yang sedang bersih-bersih, mendengar semua itu dan diam-diam pergi mencari Bang Won untuk memperingatkannya. Ia menemukan Bang Won sedang berbincang-bincang dengan Moo Hyul yang curhat dan separuh berdebat tentang goryeo (mempertimbangkan) dan goryeo (negara).


Moo Hyul meminta Bang Won mempertimbangkan (goryeo) posisinya yang jadi pengurus kuda padahal telah menyelamatkannya dua kali. Bang Won malah bertanya tentang Goryeo. Moo Hyul berkata bukan Goryeo yang itu. Bang Won berkata kalau harusnya Moo Hyul meng-goryeo posisinya juga. Moo Hyeol heran, kenapa juga ia harus menggoryeo Bang Won yang anak jenderal? Harusnya anaknya Jenderal Yi yang menggoryeo posisinya.

Bang Won menjawab kalau untuk menggoryeo itu harus dari dua belah pihak, tak mungkin satu pihak saja yang menggoryeo.


“Goryeo, goryeo.. aku muak mendengarnya!” seru Moo Hyul yang frustasi dengan percakapan ini.


“Tuh kan.. “ Bang Won memegang tangan Moo Hyul dramatis, “Kau juga capek dengan negara Goryeo ini, kan?” Lucu banget mereka berdua. Bang Won memang pintar berkata-kata, membuat Moo Hyul yang lugu jadi terjebak dengan kata-katanya sendiri.


Tapi Bang Won langsung tak mendengar penjelasan Moo Hyul, walau Moo Hyul menggenggam tangannya lebih erat, minta perhatiannya. Wajahnya benar-benar terpesona penuh cinta saat melihat Boon Yi lari menghampirinya, apalagi tanpa babibu, Boon Yi melepas genggaman tangan itu dan menarik tangannya pergi.

Yahhh.. ga jadi deh cinta segitiganya. Hahaha… dan biasanya kan yang cwok ya yang menarik tangan ceweknya? Dan lagian, kenapa saya jadi nulis pake bahasa Smurf, sih?


Boon Yi memberitahu situasi terakhir yang ia dengar di tenda. Bukannya takut ditangkap, Bang Won malah khawatir dengan Bang Gwa yang pergi ke Gaegyeong untuk menarik rencana itu. Hal itu tak boleh terjadi. Ia akan menyusul Bang Gwa untuk menghentikan niat ayahnya dan membantu Guru Sambong.



Bang Won segera mengambil kuda, tapi ditahan oleh Moo Hyul yang masih kesal pada Bang Won. Ia juga bertanggung jawab mengurus kuda dan tak mau kena hukuman. Bang Won langsung berkata, “Aku akan menggoryeo posisimu. Mulai sekarang, kau menjadi Pengawal Bukdo tingkat dua yang akan melindungimu.”


Moo Hyul bingung. Apaan tuh Bukdo? Tapi Bang Won bersikeras ada istilah itu dan sebagai buktinya ia akan memberikan pedangnya pada Moo Hyul. Moo Hyul yang tadinya bingung jadi gembira mendapat pedang itu kembali. “Ya, hamba akan melayani anda, Tuan.”

Jadi saat Shin Jeok membawa pasukan untuk menangkap Bang Won, Bang Won berbisik pada Moo Hyul, “Hei.. apa yang kau lakukan Pengawal Bukdo?” Moo Hyul mengerti dan langsung mencabut pedang sambil berseru, “Pengawal Bukdo, Pendekar Moo Hyul!”


Dan Moo Hyul pun menyerang pasukan yang hampir 20 orang. Bang Won menaiki kudanya dan menarik Boon Yi untuk ikut dengannya. Ia pun memerintahkan Moo Hyul untuk ambil kuda dan mengikutinya. Moo Hyul bingung karena ia tak pernah naik kuda, yang langsung dijawab Bang Won. “Begitu kau naik, kudanya pasti lari kok.”

Hahaha… lucu banget ekspresi Moo Hyul yang akhirnya naik kuda tapi kudanya lari tersendat-sendat.


Dongengan alias gosip Bang Ji akhirnya menyebar hingga semua mendengarnya. Hal itu membuat panic kelompok Hong In Bang. Hong In Bang bingung ia harus bagaimana karena belum ada kabar dari Jukryeong.


Sementara Choi Young ingin menggunakan kesempatan ini untuk menyelidiki Hong In Bang dan Gil Tae Mi. Benarkah mereka adalah pembunuh Baek Yoon.


Lee In Gyeom menyetujui, tapi minta Choi Young tak menangkap Gil Tae Mi. Ia sendiri yang akan menangani Gil Tae Mi. Ia memanggil Gil Tae Mi di ruang pertemuan dan menceramahinya yang seperti kacang lupa kulitnya. Gil Tae Mi hanya bisa menunduk.

Bang Ji shock melihat desanya sunyi tanpa ada satupun penghuni apalagi saat diberitahu kalau banyak penduduk desa yang mati akibat kejadian itu. Ada beberapa orang sudah kembali, tapi Boon Yi tak kembali.


Bang Ji marah dan pergi ke goa dan menulis surat pada Jung Do Jeon. Ia sudah melakukan semua rencana Sambong untuk membunuh Baek Yoon, tapi kenapa hasilnya malah lebih buruk dari kondisi sebelumnya? Ia sudah muak dengan negara ini dan sudah menunggu, tapi Jung Do Jeon tak kunjung datang. Ia memutuskan untuk tak akan menunggu lagi. Ia akan membunuh semua orang jahat itu, satu persatu.


Ada gunanya juga Lee In Gyeom memarahi Gil Tae Mi. Gil Tae Mi bersedia tunduk pada Lee In Gyeom. Tapi ia tak ingin selamat sendiri. Ia menemui Hong In Bang di Hwasadan untuk membujuk besannya agar  kali ini mengalah, menundukkan kepala kepada Lee In Gyeom.

Ia membujuk Hong In Bang untuk menyerahkan setengah harta mereka pada Lee In Gyeom dan mengikuti Lee In Gyeom menolak Rencana Stabilisasi Perbatasan. Dan sebagai gantinya, Lee In Gyeom menyelamatkan mereka dari Choi Young.

Hong In Bang yang putus asa menunggu kabar dari Jukryeong sementara ia diujung tanduk karena kasus perampasan tanah terlantar dari penduduk desa Boon Yi, akhirnya menyetujui hal itu.


Jung Do Jeon mendapat kabar dari Yeon Hee tentang kesediaan Hong In Bang akan bujukan Gil Tae Mi. Ia tak bisa membiarkan rencananya gagal dan memutuskan untuk pergi ke Gaegyeong.

Bang Won akhirnya berhasil menyusul kakaknya. Ia tahu kakaknya juga menginginkan usulan rencana itu terealisasi. Bang Gwa mengerti maksud Bang Won, tapi ia tak bisa melawan ayah mereka. Bang Won pun minta maaf dan memanggil Moo Hyul.


Hahaha.. Moo Hyul yang sedang makan, mencabut pedangnya. Sekejap Bang Gwa terikat erat di pohon. Moo Hyul minta maaf melakukan hal ini, tapi ia adalah pengawal Bukdo yang sedang bertugas. Hahaha…  Bang Gwa bengong mendengar kata itu


Tunduk pada Lee In Gyeom itu merupakan hal yang berat bagi Hong In Bang. Tapi Gil Tae Mi terus menghiburnya. Tiba-tiba ada seseorang yang menyerang Hong In Bang yang untung langsung ditangkis oleh Gil Tae Mi.  Cho Young yang mendengar keributan langsung memanggil pasukannya.


Gil Tae Mi dan Bang Ji bertarung sengit dan Gil Tae Mi menyadari kelihaian Bang Ji dan bertanya, “Apakah kau yang membunuh Baek Yoon? Apa kau disuruh oleh Jenderal Choi? Atau Perdana Menteri Lee?” Bang Ji akhirnya memilih meloloskan diri karena pasukan Cho Young mengepungnya. Gil Tae Mi marah karena merasa terkhianati oleh Lee In Gyeom.

Boon Yi mencoba menghentikan Bang Won yang ingin menemui Hong In Bang. Apa maksud Bang Won menemui Hong In Bang? Bang Won berkata kalau ia akan memecahkan kekhawatiran Hong In Bang.


Hong In Bang, yang dipenuhi kemarahan karena Lee In Gyeom menyuruh orang untuk membunuhnya, tak menyangka kalau akan bertemu dengan Bang Won. Bang Won berkata Jukryeong ditahan di Hamju dan mengaku kalau ia disuruh ayahnya pergi ke Gaegyeong sebagai sandera untuk menjamin keselamatan Jukryeong sampai Rencana Stabilisasi Perbatasan itu berhasil.

Dengan kata lain, Bang Won mengisyaratkan kalau ayahnya menyetujui semua hal ini dan bersedia bekerja sama dengan memberikan Bang Won sebagai jaminan.


Jung Do Jeon bersiap menemui Hong In Bang, tapi Yeon Hee menemuinya lebih dulu untuk memberi informasi kalau Hujan Langit telah turun. Ada seseorang yang mencoba membunuh Hong In Bang dan Gil Tae Mi yang mengakibatkan keduanya menduga Lee In Gyeom dan Choi Young yang menyewa pembunuh itu.

Dengan informasi ini, Jung Do Jeon menemui Hong In Bang.


Keesokan harinya adalah hari pemungutan suara untuk usulan Rencana Stabilisasi Perbatasan. Lee In Gyeom melapor pada Choi Young kalau Gil Tae Mi dan Hong In Bang akan memberikan pengumuman. Dari wajahnya yang ceria, kelihatan kalau pengumuman itu akan menguntungkannya. Choi Young hanya berdehem, dan Lee In Gyeom yakin kalau Choi Young pasti sedang tak senang hati karena usulan rencana itu sudah pasti akan ditolak.

Ia memimpin sidang dan mengajak voting. Ia meminta pejabat yang menolak usulan Rencana Stabilisasi Perbatasan untuk berdiri. Betapa terkejutnya ia melihat hanya sebagian kecil pejabat yang berdiri. Dan saat ia meminta penjabat yang setuju usulan itu, semua pejabat yang duduk sekarang berdiri, termasuk Hong In Bang dan Gil Tae Mi. Lee In Gyeom menyadari kalau ia dikhianati oleh Gil Tae Mi dan Hong In Bang.


Dan yang terjadi saat pertemuan Jung Do Jeon dengan Hong In Bang adalah Hong In Bang menyetujui untuk bekerja sama dengan Yi Seong Gye. Jung Do Jeon pun meminta Hong In Bang untuk menemui Choi Young dan mengucapkan kata-kata yang persis seperti yang akan ia ucapkan.


“Saya akan menyetujui usulan Rencana Stabilisasi Perbatasan. Anda dapat membunuh Gil Tae Mi dan saya di kesempatan berikutnya.Tapi rencana itu akan hilang selamanya jika tak terjadi sekarang. Peganglah tangan saya untuk saat ini saja dan penggallah kepala saya di saat yang akan datang.”

Hong In Bang meminta Gil Tae Mi untuk percaya padanya karena sebelumnya ia sudah percaya pada Gil Tae Mi. “Sekarang saatnya menciptakan kekuasaan yang baru.” Dan Gil Tae Mi pun setuju.


Dan begitulah. Rencana Stabilisasi Perbatasan disetujui. Bang Won yang menyaksikan voting itu dari tribun tersenyum, “Sekarang markas revolusi telah didirikan.”


Sementara Jung Do Jeon sudah bisa menebak hasilnya dan tersenyum, “Hong In Bang, ambisimu akhirnya telah memicu revolusi.”

Komentar :


Benar-benar, ya.. Nggak di Indonesia, nggak di Korea. Nggak jaman sekarang, nggak jaman dulu. Di seluruh dunia ini ternyata ungkapan ‘tak ada kawan atau lawan yang abadi, yang ada hanyalah kepentingan yang abadi’ benar-benar ada. Sepanjang episode 9 ini, saya melihat Hong In Bang terombang-ambing, menclok sana, menclok sini.

Haduh… mending ngomongin Moo Hyul aja deh. Dari sekian banyak keseriusan yang ada di drama ini, senang rasanya melihat Moo Hyul yang benar-benar memperjuangkan misi yang yang dia emban dari Neneknya. Sukses dan tenar.


Dan betapa bahagianya Moo Hyul saat diberi gelar Pengawal Bukdu tingkat dua. Senangnya itu kayak Olaf yang membayangkan betapa menyenangkannya musim panas itu. *jadi ngebayangin Moo Hyul nyanyi In Summeeer.. gaya Olaf, tapi diganti dengan Bukdoo Musaaa… Terus Young Kyu jadi Cristoff yang akan memberitahukan kabar buruk Summer itu gimana, dan Bang Won menjawab, ‘don’t you dare..’

Hahaha… ini drama apa, ya? Kok malah jadi Frozen. Eh.. satu lagi. Bener deh, ini yang terakhir ngaconya.

Saya mikir mungkin nanti ada satu adegan Moo Hyul yang berdarah-darah karena nyelametin Bang Won, terus Bang Won menatap Moo Hyul khawatir, “Moo Hyul, you’re dying (melting kalo versi Olaf)” Dan Moo Hyul jawab gombal, “It’s okay.. because some people are worth dying (melting) for.”

Hihihi... malem-malem error ya kayak gini nih..

Kok malah shipping bromancenya Bang Won dan Moo Hyul. :p Kenapa adegan di atas bukan Moo Hyul dan Boon Yi? Karena saya ga tega melihat Moo Hyul kecewa kalau cintanya pada Boon Yi ga kesampaian. Kesian liat Moo Hyul.

Sudahlah.. mulai ngerecap episode 10 aja deh daripada tambah ngaco.


4 comments :

  1. mbak deeeeeeeee... ditunggu eps selanjutnya^^

    ReplyDelete
  2. Ya ampun mba dee ada2 ja nih jd nyasar ke frozen gtu hehe... tp bagus kok jd ikutan ngebayangin klo tu terjdi lucu jg.. 😊😃
    Maaf jrg komen tp ku slalu baca recapmu kok mba
    Mksh ya mba ttp smngt

    ReplyDelete
  3. Ya ampun mba dee ada2 ja nih jd nyasar ke frozen gtu hehe... tp bagus kok jd ikutan ngebayangin klo tu terjdi lucu jg.. 😊😃
    Maaf jrg komen tp ku slalu baca recapmu kok mba
    Mksh ya mba ttp smngt

    ReplyDelete