November 3, 2015

Six Flying Dragon Episode 7

Six Flying Dragon Episode 7


Moo Hyul berusaha keras mengingatkan dirinya sendiri kalau ia berkelana bukan untuk cari wanita tapi cari kesuksesan dan ketenaran. Ia memejamkan mata, menghipnotis dirinya sendiri untuk hanya memikirkan neneknya saja. Tapi matanya terbuka saat mendengar suara merdu memanggilnya, “Pendekar..maukah kau pergi denganku?”

Haha.. Wajah Moo Hyul langsung bersinar mendengar ajakan Boon Yi. Tapi ia ragu saat mendengar tujuannya. Hamju. Boon Yi mengajak Moo Hyul untuk bergabung dengan pasukan Jenderal Yi yang melawan Jepang dan segera setelah Moo Hyul dikenal oleh Jenderal Yi, ia akan tenar. “Kau akan mendapatkan kesuksesan dan ketenaran.”


Moo Hyul sudah tergoda mendengar saran Boon Yi untuk menggapai tujuannya. Apalagi Boon Yi memuji, “Karena kau adalah ahli pedang terbaik yang pernah aku lihat!” sambil mengerjap-kerjapkan matanya. Hahaha.. kelar deh.




Sedangkan Bang Won memutuskan untuk kembali ke Gaegyong lebih dulu. Ia ke goa perpustakaan, dan membaca semua manuskrip yang belum pernah ia baca. Semakin ia membaca, ia menemukan apa maksud si penulis itu. Bang Won tertawa setelah menyimpulkan itu semua. Jinchaegye : Rencana Jung Do Jeon untuk membangun markas revolusi.


Young Kyu heran mengapa Bang Won tak mau memberitahu kakak sulungnya Bang Woo yang serumah dengan mereka. Ia semakin kaget mendengar Bang Won ingin merahasiakan pada semuanya, bahkan termasuk Jenderal Yi.  Ia tak setuju dan kali ini ia tak akan patuh pada Young Kyu.

Hamju adalah kota kelahirannya. Keluarganya bangga karena ia menjadi pasukan elit pasukan Jenderal Yi. Jadi ia menolak mengikuti Young Kyu sementara banyak orang mungkin sudah menyusup di Hamju. “Kau ingin aku untuk tutup mulut? Ini namanya pengkhianatan!”


“Bukan pengkhianatan!” sergah Bang Won. “Hamju adalah markas. Markas untuk revolusi. Ia memilih Hamju, tempat Ayah, sebagai markas revolusi.”

Young Kyu bertanya siapa ‘ia’ yang dimaksud Bang Won. Bang Won pun belum tahu. Ia sekarang sedang mencari tahu identitas orang itu, tapi ia tahu rencana orang itu. “Goryeo yang busuk.. Ia merencanakan untuk menggulingkan Goryeo yang sudah busuk ini dan membuat negara baru. Dan aku.. pasti akan mengikutinya. Goryeo ini telah mengecawakanku, telah membuatku marah, membuatku lelah.”

Young Kyu membujuk tuannya untuk memberitahu Jenderal Yi. Tapi Bang Won mengingatkan watak ayahnya. Jika ayahnya tahu rencana ini, orang itu pasti akan mati dan revolusi akan gagal. Bang Won benar-benar minta Young Kyu untuk membantunya.


Bang Gwa memberikan dokumen pada ayahnya. Dokumen yang ditemukan oleh pasukan mereka, tak tahu siapa pembuatnya. Bang Gwa merasa isi dokumen itu bagus dan baik bagi mereka. Bagaimana jika dokumen itu diserahkan pada pemerintah?

Yi Seong Gye tak setuju. Menurutnya, isi dokumen itu mustahil bisa dilaksanakan dan ia malah akan dicurigai oleh pemerintah. Juga ada kemungkinan dokumen itu dibuat oleh mata-mata yang ingin menjebak mereka.

Lee Ji Ran, tangan kanan Jenderal Yi setuju dengan pendapat jenderalnya. Ia minta Bang Gwa untuk mencari tahu siapa penulis dokumen tersebut dengan menyerahkan dokumen itu pada Lee Shin Jeok di kantor administrasi. Lee Shin Jeok orang yang jujur jadi bisa dipercaya.


Boon Yi dan Moo Hyul ikut mendaftar menjadi tenaga di markas Yi Seong Gye. Dengan jujur, Boon Yi menceritakan latar belakangnya. Tentang ia berhasil menanami lahan kosong, banyak penduduk desanya mati terbunuh karena mempertahankan hasil pertanian itu dan ia membakar gudang makanan untuk menyembahyangi arwah penduduk desanya. “Saya membakar makanan itu agar mereka bisa mencapai surga. Tidak.. bahkan jika mereka masih berkelana di dunia ini, saya ingin pastikan agar mereka tak pernah kelaparan lagi.”

Boon Yi dan Moo Hyul diterima masuk dalam kamp. Dalam hati Boon Yi berdoa agar ayah Pal Bong, pemimpin sementara yang ia tunjuk, sabar karena ia sudah menapak satu langkah.


Jenderal Yi kebetulan lewat dan kelihatan tenang mendengar cerita Boon Yi yang mengharukan. Tapi sebenarnya ia marah. Marah luar biasa hingga ia menghancurkan meja di dalam tendanya. Ia menghabiskan seluruh hidupnya berperang di perbatasan. Seluruh tentaranya, orang-orangnya mati membela Goryeo. Demi apa?! Demi membesarkan perut orang macam Lee In Gyeom, Gil Tae Mid an Hong In Bang. “Negara ini.. tak membaik sama sekali.”


Bang Won dan Young Kyu sudah sampai Hamju. Tapi Bang Won belum mau menampakkan diri ke kamp. Ia malah menyuruh Young Kyu untuk cari informasi. Young Kyu segera mendapatkan informasi itu. Bang Gwa menemukan dokumen dan menyarankan Jenderal Yi untuk membawa ke pemerintah. Tapi Jenderal Yi menduga dokumen itu ditulis oleh mata-mata, dan memerintahkan untuk menangkap mata-mata itu.


Tak ada yang tahu isi dokumen itu tapi katanya isi itu bukan hal yang biasa. Bang Won penasaran dan ingin tahu isinya. Mereka pergi ke Lee Shin Jeok yang sedang mencari penulis dengan melihat tulisan semua orang. Tapi yang membuat mereka kaget adalah sosok Lee Shin Jeok.


Orang itu adalah Heo Kang! Betapa senangnya Bang Won bisa bertemu dengan seniornya. Tapi Heo Kang tak gembira. Ia sekarang adalah Lee Shin Jeok, jadi ia bukan senior Bang Won lagi.

Dari pertemuan yang singkat itu, Bang Won menduga kalau Heo Kanglah penulis dokumen itu. Ia tadi melihat Heo Kang menulis dengan tangan kiri, sedangkan sepengetahuannya, Heo Kang tidak kidal. Untuk membuktikan dugaannya, Bang Won mengajak Young Kyu kembali ke tenda Heo Kang.


Mereka menyelinap masuk ke tenda Heo Kang dan mengambil dokumen itu. Dugaan Bang Won benar. Ia mengenali tulisan Heo Kang. Tapi yang membuatnya lebih terkejut adalah isi dokumen itu.

Mempersiapkan rakyat dengan latihan militer di saat tenang sebagai persiapan untuk serangan dari musuh. Menggabungkan 3 rumah rakyat dalam satu unit, 100 unit dalam 1 daerah dan semua rakyat di bawah kamp militer Jenderal Yi dan menjadikan daerah itu swasembada dengan pajak yang dikumpulkan oleh daerah, sehingga daerah itu memiliki wewenang sendiri dalam militer dan administrasi.

Bang Won menyadari kalau yang surat ini ingin menjadikan daerah timur laut sebagai daerah yang independen dan menjadi markas revolusi. Ia pernah membaca hal ini di goa dan ternyata ini yang dimaksud oleh orang itu. Rencana Stabilisasi Perbatasan.


Kelihatannya menarik, tapi Young Kyu menyangsikan dokumen ini lolos jika diserahkan ke pemerintah. Bang Won menyadari hal itu. Karena itulah si penulis menyerahkan pada ayahnya. Tapi masalahnya lebih sulit meyakinkan ayahnya daripada pemerintah. Dan ia merasa disinilah ia akan berperan.


Boon Yi kaget karena ia dihadang dan ditangkap oleh Heo Kang yang menginterogasinya karena ia dicurigai sebagai mata-mata yang menyusup ke Hamju. Boneka kayu itu adalah tanda rahasia organisasi itu. Heo Kang sudah mencurigainya sejak melihat Boon Yi saat seleksi pasukan.

Tapi Boon Yi tak gentar. Ia malah balik bertanya, menyerang Heo Kang. Saat ia masuk, barang-barangnya sudah diperiksa, termasuk boneka kayu ini. Tapi mengapa Heo Kang tak menginterogasinya saat itu juga? Dan sekarang kenapa ia diinterogasi di tengah hutan dan bukannya di perkemahan? Dan ia tahu jawabannya, "Kalau aku tidak salah, Tuan. Saat ini aku tidak sedang diselidiki tapi sedang diuji. Benarkan? Aku bertaruh kalau kau pasti juga punya kalung yang sama.”

Tangan Boon Yi bergerak ke leher Heo Kang, tapi sebilah pedang menahannya. Tapi ia tak gentar. Ia sudah tak punya waktu lagi karena ada yang menunggunya di kampung halamannya. “Sampaikan padanya, Boon Yi dari Yiseo sudah di sini. Katakan padanya untuk menepati janji!”


Tanpa ragu, Boon Yi mengulurkan tangan dan menemukan boneka kayu di leher Heo Kang dan berkata, “Tutup 7 markas, berkumpul di Hamju dan jadilah orang Yi Seong Gye.” Kata-kata itu seperti menjadi sandi yang membuat Heo Kang tersenyum dan berkata, “Selamat datang.. di Hamju.”


Young Kyu kesal karena lagi-lagi ia melihat wajah Bang Won yang terpesona. Bukankah tadi katanya Bang Won punya hal penting yang akan dilakukan. Hahaha.. Tetap dengan wajah terpesona menatap Boon Yi, Bang Won berkata hal penting yang ingin ia lakukan itu.. adalah dengan mereka.

Ternyata anak buah Jukryeong juga mengintai kejadian itu dan melapor ke atasannya.


 Terjadi pertemuan dua intel. Jukryeong dan Cho Young. Melihat mereka berdebat dan tarik ulur malah membuat saya shipping mereka berdua deh. Bhiksu palsu dan gisaeng yang menyamar. Kayaknya bagus deh.
Jukryeong mencoba membeli informasi pada Cho Young dengan sekotak emas. Tapi Cho Young juga punya emas dan ingin membeli informasi dari Jukryeong tentang apa yang terjadi dengan kematian Baek Yoon.

Jukryeong pun menceritakan ada organisasi rahasia yang memiliki beberapa pendekar yang punya keahlian tinggi dan menduga kalau pendekar itulah yang membunuh Baek Yoon. Ia menemukan organisasi itu saat ia ditugaskan untuk mencari seseorang. Siapa? Jukryeong berbisik penuh drama, “Jung Do Jeon.”

Jukryeong ternyata pintar juga. Ia memberikan informasi itu pada Cho Young karena tahu pasti Cho Young akan menggerakkan orang-orangnya untuk mencari tahu lebih banyak dari informasi yang ia berikan. Ia menyuruh anak buahnya untuk membuntuti anak buah Cho Young.

Seperti yang Jukryeong duga, Cho Young menyuruh anak buahnya bergerak. Salah satu anak buahnya bertanya, “Apakah saya harus menghubunginya (her=wanita) juga?” Cho Young melarangnya mengganggu ‘dia’, biar ‘dia’ yang menghubungi Cho Young dulu.


Gil Tae Mi mengadu pada Hong In Bang tentang kemarahan Choi Young dan bagaimana Lee In Gyeom memarahi dan memojokkannya. Tapi Hong In Bang punya rencana lain. Ia mengajak Gil Tae Mi bersatu dengan kelompoknya untuk memaksa Lee In Gyeom untuk membagi kekuasaan.

Mereka setuju untuk menurunkan pajak kembali ke 70% itu asal Lee In Gyeo mau membicarakan semua keputusan pemerintah yang akan diambil. “Ia tak lagi terus memerintah kita, tapi bicara dengan kita. Begitulah agar kita punya kekuasaan.” Gil Tae Mi terkejut mendengar hal itu, tapi ia tergoda saat lawan bicaranya bersulang, “Untuk Gil Tae Mi, Perdana Menteri berikutnya.”


Setelah pertemuannya dengan Choi Young, Lee In Gyeom segera menyadari betapa liciknya Hong In Bang yang selama ini membantunya tapi ternyata malah menikamnya dari belakang. Tapi ia masih punya rencana alternatif yang berhubungan dengan Yi Seong Gye, walau ia masih meragukannya.

Di luar terdengar ribut-ribut dan menurut pelayan ada wanita peramal yang katanya datang dari Barat. Mulanya Lee In Gyeom tak percaya dan menyangka wanita itu penipu. Tapi saat peramal itu berkata kalau takdir Lee In Gyeom ada di atas dan  terletak di sebelah timur laut, Lee In Gyeom memikirkan Yi Seong Gye yang sekarang memang ada di Hamju, di timur laut Gaegyong.


Wanita peramal itu, Yeon Hee, berkata, “Dan saya rasa sebenarnya Anda sudah tahu jawaban dari pertanyaan Anda, Tuan.”

Lee In Gyeom belum sepenuhnya percaya, tapi juga merasa hal itu benar. Benarkah Yi Seong Gye satu-satunya pilihan yang harus ia ambil?

Heo Kang memberitahu Boon Yi kalau Boon Yi bisa menemui orang yang ia cari di sungai dengan Menara batu, walau dalam hati Heo Kang heran bagaimana pimpinannya bisa bertemu dengan orang seperti Boon Yi.


Bang Won muncul dan mengutarakan pendapatnya tentang Boon Yi, seolah-olah ia kenal dekat dengannya. Saat Heo Kang mengacuhkannya, ia berseru, “Tutup 7 markas, pergilah ke hamju dan bergabunglah menjadi orang Yi Seong Gye!” Bang Won tersenyum melihat Heo Kang terkejut mendengar ia bisa mengutip kata-kata sandi dengan benar.


Boon Yi dalam perjalanan mencari Jung Do Jeon, tapi ia terkejut mendengar ada seseorang memanggil-manggilnya. Ternyata dia adalah Moo Hyul yang hampir mati bosan karena disuruh berjaga dengan tombak dan memilih nangkring di atas pohon.

Hahaha.. Udah gitu aja nih Moo Hyul muncul di tengah episode ini? Kalau nggak ada kejadian menarik, bisa-bisa dia aka nada di sana terus sambil makan pisang, deh..


Heo Kang mulanya malas berurusan dengan Bang Won. Tapi begitu Bang Won mengatakan kalau ayahnya ingin menemui pimpinan Heo Kang, maka Heo Kang tertarik. Mereka pun sepakat untuk mempertemukan Yi Seong Gye dan pimpinan Heo Kang di kuil nanti jam 9 malam.


Young Kyu senang sekali mendengar Jenderal Yi akhirnya mau bertemu dengan penggagas dokumen itu. Tapi ia shock mendengar kalau sebenarnya Bang Won membohongi Heo Kang. Bang Won tahu menggerakkan ayahnya itu sama seperti menggerakkan gunung. Karena itu ia akan bergabung dengan pimpinan Heo Kang untuk menggerakkan gunung.


Boon Yi kembali dengan membawa pesan dari Jung Do Jeon, yang ia panggil dengan sebutan Ahjussi, membuat Heo Kang bengong, apalagi saat tahu kalau gurunya itu berniat menjadikan Boon Yi sebagai kurir penukar pesan. Berarti Jung Do Jeon sangat percaya pada Boon Yi. Ia pun memilih percaya pada Boon Yi dan menyuruhnya membaca surat yang Boon Yi bawa.

Jung Do Jeon ternyata ingin bertemu dengan Yi Seong Gye jika Yi Seong Gye mempertimbangkan rencana stabilisasi perbatasan. Kebetulan sekali karena bertepatan dengan tawaran Bang Won. Ia pun menceritakan pertemuannya dengan Bang Won.

Boon Yi yang tak tahu siapa Bang Won, malah curiga kalau hal ini adalah jebakan lawan untuk menangkapnya. Mereka pun sepakat untuk menyelidiki lebih dulu sebelum Jung Do Jeon datang ke lokasi.

Malam hari, Heo Kang berangkat bersama Boon Yi dan memberinya peluit yang harus ditiup jika ada hal yang mencurigakan. Ternyata Bang Won juga berpikiran sama. Young Kyu disuruh meniup peluit jika mencurigai sesuatu.


Heo Kang dan Bang Won sama-sama datang sendiri dan menyadari kalau keduanya sama-sama tertipu. Tapi mereka tak sempat berdebat panjang karena mendengar 2 suara peluit yang ditiup bersamaan. Mereka tak sempat kabur karena dua orang, anak buah Jukryeong, menangkap mereka. Bahkan Bang Won sempat dilukai hingga berdarah.

Boon Yi segera memberitahu Jung Do Jeon kalau rencana ini adalah jebakan. Jung Do Jeon menyuruhnya kembali dan membangunkan temannya untuk segera pergi. Maka Boon Yi pun kembali ke tenda dan membangunkan temannya untuk melarikan diri. Tapi begitu mereka keluar tenda, sudah ada satu pasukan yang mencegatnya. Mereka ketahuan.

Ternyata Young Kyu melapor pada Jenderal Yi, kalau Bang Won diculik oleh organisasi yang menyusup di perkemahan dan Boon Yi adalah kroni mereka.


Ada untungnya juga Moo Hyul nangkring seharian di pohon. Ia melihat dua orang diculik dan ia segera melumpuhkan para penculik itu. Ia mengenali Bang Won dan merasa senang. “Hei, aku menyelamatkanmu lagi! Kita pasti bisa telepati.” Hahaha.. ceria banget si Moo Hyul.

Tapi Bang Won tak ingin bercanda. Ia menduga Young Kyu pasti sudah melapor pada ayahnya, dan itu berarti keselamatan Heo Kang dan kelompoknya terancam. Ia meminta Moo Hyul untuk menggendongnya pergi.

Moo Hyul langsung cemberut, “Aku? Kenapa aku?” tanya sambil melipat tangan. Ciee.. yang lagi ngambekan gara-gara dicuekin. 


Lee Ji Ran menghunuskan pedang ke leher Boon Yi. Ia marah begitu tahu banyak anggota organisasi yang menyusup di perkemahan militer Hamju dan menculik putra kelima Jendral Yi. Boon Yi membantah telah menculik tapi Lee Ji Ran tak mau dengar. Ia menyuruh mereka untuk mengembalikan putra kelima atau kalau tidak Boon Yi akan dipenggal kepalanya.

Untung saja Bang Gwa dan Young Kyu segera kembali dan mengatakan kalau Bang Won sudah selamat. Fiuh.. Tapi itu tak berarti Boon Yi selamat, karena Lee Ji Ran ingin memberantas organisasi itu hingga ke akarnya dan akan memenggal Boon Yi sebagai permulaan. Ia bertanya pada Jenderal Yi, meminta ijinnya.

Jenderal Yi tampak terpukul dan bertanya apakah semua cerita Boon Yi dulu itu bohong? Boon Yi membantah. Semua ceritanya benar, dan begitu juga dengan semua cerita para pengungsi yang sekarang tinggal di perkemahan.

“Jika Anda tak menampung kami, kami akan menjadi mayat yang berserakan di jalan. Menurut saya, alasan dia mengirim kami adalah agar Anda medengar keputusasaan kami, mimpi kami, harapan kami.. dan menyelamatkan dunia ini.”

“Dia? Siapa dia itu?” tanya Yi Seong Gye. Lee Ji Ran mengulangi pertanyaan itu dengan kembali menghunuskan pedang ke leher Boon Yi. Bang Won akhirnya datang dengan Moo Hyul yang menggendongnya. Ia juga penasaran terhadap ‘dia’ itu.

“Akulah orangnya,” tiba-tiba terdengar suara pria yang keluar dari kerumunan.

Bang Won mendengar Boon Yi memanggilnya ‘ahjussi’ dan terbelalak saat orang itu membuka topinya. Ia pernah melihat orang itu di gerbang Jangpyung. Pemilik Joseon Baru .. adalah orang terkuat dari Gerbang Jangpyung!



“Aku.. Jung Do Jeon.”

Selanjutnya : Six Flying Dragon Episode 8

10 comments :

  1. Woaaaa...keren
    Lanjut trus ya mb dee smpai akhir
    Hehehehe
    Smga sehat selalu aminnnnnn☺☺☺

    ReplyDelete
  2. Mb dee... lanjut terus yha mbk.. fighting!!!

    ReplyDelete
  3. Mb dee... lanjut terus yha mbk.. fighting!!!

    ReplyDelete
  4. saya ingin menonton 6fd karena ingn melihat akting Gog seungyeon (ratu), tp krn episode yg panjang membuat saya tdk jadi menontonnya , tp setelah membaca sinopsisnya mbak dee saya jd semangat nontonnya...makasi mbak dee...baca sinopsis sebelum nonton membuat saya gampang memahami ceritanya...makasi lagi mbak dee..fighting!!!!

    ReplyDelete
  5. mbak dee....thx ya review nya....aku br ntn smp ep 2 trs stop krn agak pusing ama cerita nya....tp krn review keren dr mbak dee....aku lnjt lagi...hehehe

    ReplyDelete
  6. drakor kolosal kayak flying dragon ini memang keren ceritanya

    ReplyDelete
  7. keran banget review dan sinopsisnya mbak, makasih ya

    ReplyDelete
  8. jadi gak sabar nonton nih drakor, kpn ya tayang di indo

    ReplyDelete
  9. mantap sinopsisnya min, pengen liat filmnya langsung nih tp sayang gak punya tv kabel

    ReplyDelete