November 1, 2015

Six Flying Dragon Episode 6

Six Flying Dragon Episode 6


Bang Won minta Boon Yi mengikutinya. Boon Yi harus sembunyi karena bisa ditangkap karena membakar gudang. Tapi Boon Yi tak mau. Ia menganggap Bang Won hanyalah bangsawan yang tak mengerti kondisinya. “Bagi Tuan Muda yang hidup seperti bunga dalam kebun, hal ini bukanlah sesuatu yang bisa kau tangani.”


Bang Won mendelik mendengar Boon Yi menyebutnya bunga dalam kebun. Ia tersinggung dan akan menunjukkan bunga seperti apa dia ini. Ia sudah lupa tujuannya mencari Murai Beracun dan menyuruh Young Kyu untuk mencari murai itu sendiri. Young Kyu sih menyebutnya suka pada Boon Yi.



Boon Yi memutuskan untuk mencari Jung Do Jeon. Dulu Jung Do Jeon berpesan agar Boon Yi mencari Lee Eun Chang di Pasar Sogam agar bisa menemuinya. Tapi itu berarti ia harus meninggalkan teman-teman sedesanya. Ia menunjuk satu-satunya pria dalam kelompoknya sebagai pimpinan menggantikannya dan sementara bersembunyi di goa selama 1 bulan.

Mereka bersedia tapi mereka sudah tak punya apa-apa yang bisa dijual untuk makan. Kebetulan Bang Won mengikuti Boon Yi ke dalam goa. Dan ia pun jadi target.


Bang Won ditelanjangi, sama seperti ia dulu ditelanjangi di markas pengemis. Tapi ia tetap belum sadar kalau yang ia hadapi adalah gadis yang sama, walau ia mengetahui nama gadis itu adalah Boon Yi. Dengan suara sesopan mungkin, Boon Yi minta maaf telah melakukan ini semua karena terpaksa.


Sia-sia Bang Won membujuk Boon Yi untuk melepaskannya karena mereka malah pergi. Bang Won hanya bisa berteriak frustasi.


Moo Hyul akhirnya mendapat jawaban dari gurunya kalau sebenarnya kemampuan Moo Hyul sudah jauh diatas Guru Hong. Guru Hong mencoba mencegahnya pergi. Walau Moo Hyul sudah mahir dalam ilmu beladiri, tapi Moo Hyul belum memiliki reputasi. Jika Moo Hyul mengikutinya, Moo Hyul bisa mendapatkan reputasi itu.


Tapi Moo Hyul tak mau dan akhirnya meninggalkan Guru Hong setelah memberi hormat yang terakhir kalinya. Neneknya menyarankan untuk memperoleh reputasi itu dengan mengalahkan orang yang hebat. Bukan Gil Tae Mi karena mungkin malah Moo Hyul tewas. Moo Hyul ingat seseorang. Murai Beracun! Kalau ia bisa mengalahkan Murai Beracun, reputasinya akan langsung naik.

Maka dengan dilepas oleh Nenek dan 10 saudaranya, Moo Hyul pun pergi.


Young Kyu yang kebingungan mencari keberadaan Murai Beracun malah menemukan Bang Won yang berhasil melepaskan dir tapi telanjang. Mereka akhirnya mendapat baju bersih di sebuah warung makan. Young Kyu menatap tuannya dan berkata, “Tuan Muda, kau ini.. sangat puitis sekali.”

Hahaha.. Young Kyu cekikikan saat mengulang ucapan Bang Won tadi malam. Ia menebak kalau gadis itu pasti berhasil menipu Bang Won saat Bang Won ingin menolongnya.


Bang Won keluar ruangan dan melihat Boon Yi sedang bercakap-cakap dengan pemilik warung. Ia langsung mengejar Boon Yi yang kabur lebih dulu. 


Young Kyu yang melihat hal ini tak ikut mengejar malah tertawa-tawa, “Ini.. benar-benar sangat puitis!”


Mereka berlari hingga ke padang rumput dan akhirnya Bang Won berhasil menangkap Boon Yi. Tapi Boon Yi tak menyerah, malah menggigit Bang Won lagi agar bisa kabur. Setelah berhasil menangkap kaki Boon Yi, Bang Won menduduki Boon Yi yang belum juga menyerah.


Boon Yi menggigit, Bang Won balas gigit. Akhirnya Boon Yi menyerah. Bang Won bertanya, apakah Boon Yi tahu kalau ia pernah meyelamatkan Boon Yi? Boon Yi tahu. Setelah Boon Yi membakar gudang apakah ia pernah memandang Boon Yi sebagai penjahat? Boon Yi menggeleng. Dan pertanyaan terakhir. Saat ia membuntuti Boon Yi, apa ia melakukannya karena ingin melaporkan pada pihak berwajib atau karena khawatir? Boon Yi menjawab lirih, karena Bang Won khawatir.


“Lalu kenapa kau mencurinya? Kenapa kau mengabaikan kebaikanku padamu?!” seru Bang Won dan mendorong Boon Yi.


Boon Yi menjawab dengan tenang, “Karena kau adalah orang yang punya kekuasaan. Kau termasuk bangsawan, jadi bagaimana aku bisa mempercayaimu? Semua orang yang kulihat punya kekuasaan, selalu mencuri apa yang kami miliki.”


Bang Won mendekatkan wajahnya pada Boon Yi, memintanya untuk melihat wajahnya baik-baik. “Aku bukan pria seperti itu. Setidaknya aku mencoba untuk tidak seperti itu.”


Bang Won ingin bicara lagi tapi perhatiannya teralih pada boneka kayu yang ada di leher Boon Yi. Ia begitu terpana hingga tak melakukan apa-apa saat Boon Yi pergi meninggalkannya. Ia heran bagaimana Boon Yi bisa memiliki boneka kayu itu?


Choi Young marah mendengar Hong In Bang menaikkan pajak hingga 90%. Tapi Poeun Jung Mong Joo berkata kalau sedikit banyak ini adalah salah Choi Young juga yang memberi wewenang pada Lee In Gyeom yang kemudian mendukung Hong In Bang bertindak semena-mena. Dan sekarang, dengan kematian Baek Yoon, Lee In Gyeom semakin semena-mena.


Bang Ji, yang ternyata menyamar menjadi seniman, terkejut mendengar kondisi malah semakin buruk dengan meninggalnya Baek Yoon. Apakah yang ia lakukan ini salah?


Choi Young melabrak Lee In Gyeom yang membiarkan anak buahnyayang bertindak semena-mena pada rakyat, apalagi Hong In Bang yang menaikkan pajak hingga 90%. Ia masih membawahi tentara terlatih di seluruh Goryeo dan ia sudah bersabar selama 8 tahun ini. Ia mengancam jika Lee In Gyeom tak memperbaiki kebrutalan Hong In Bang dan Gil Tae Mi, kerja sama mereka akan berakhir.


Jukryeong memberitahu Hong In Bang kalau Lee Eun Chang, orang dekat Sambong, sekarang menjadi pedagang di Pasar Sogam. Bang Won juga mendapat informasi dari pemilik warung kalau Boon Yi pergi menuju Pasar Sogam. Sementara Boon Yi pergi ke Pasar Sogam tanpa menyadari ada bahaya di sana.


Anak buah Jukreong ternyata sudah menemui Lee Eun Chang lebih dulu. Mereka berhasil melukai  Lee Eun Chang, tapi Lee Eun Chang berhasil kabur. Mereka hampir berhasil menangkap Lee Eun Chang jika saja Bang Ji tak muncul dan melumpuhkan mereka.



Ternyata kedatangan Bang Ji ke Pasar Sogam juga untuk menemui Lee Eun Chang. Tapi Lee Eun Chang sudah keburu melarikan diri saat Bang Ji melawan anak buah Jukryeong.


Sepertinya semua orang pergi ke Pasar Sogam untuk mencari Lee Eun Chang, kecuali Moo Hyul. Entah kenapa Moo Hyul bisa nyasar ke sana. Bukan untuk menemui gadis yang memanggilnya pendekar, aka Boon Yi, tapi mencari reputasi dan ketenaran di dunia ini.  Kata-kata itu yang selalu ia tegaskan dalam hati.


Tapi tak disangka ia malah melihat sekelebat Boon Yi. Ia langsung melupakan tekadnya dan mengikuti gadis itu yang masuk ke sebuah toko. Ia gugup, mencoba mengucapkan satu kalimat pembuka, lalu kalimat lain. Sok ramah, sok kalem, semua gaya ia coba. Akhirnya ia memberanikan diri masuk ke dalam toko. Ternyata toko itu kosong. Kemana gadis itu?


Boon Yi ternyata ditangkap oleh anak buah Jukryeong yang masih ada di toko. Mereka melumpuhkan Boon Yi dan menandunya dengan menutupi tubuh Boon Yi dengan selimut. Tubuh Boon Yi berhasil dibawa keluar dari Pasar Sogam dengan berteriak, “Minggir ada mayat!”


Semua orang menutup mulut dan memalingkan muka. Bang Won yang sebelumnya juga memalingkan muka, tertarik melihat tangan mayat itu memiliki bekas gigitan. Seperti bekas gigitannya pada Boon Yi.  Ia menjadi yakin kalau Boon Yi telah diculik. Young Kyu mengenali orang-orang itu dari Kuil Biguk.

Gab Boon pun juga mengenali orang-orang itu dari Kuil Biguk dan memberitahukan Bang Ji.


Jukreyong menginterogasi Boon Yi dan tahu kalau gadis itu ada hubungan dengan Lee Eun Chang. Ia mengeluarkan sebuah pita kulit yang ditemukan di toko Lee Eun Chang. Boon Yi akan tahu akibatnya jika tak mau memberitahu pesan rahasia yang terdapat dalam pita itu. Boon Yi membaca tulisan di pita tersebut, tapi tulisan itu hanya kata-kata yang artinya tak penting.


Bang Won dan Young Kyu menyamar sebagai biksu, tapi ketahuan oleh Jukryeong. Hampir saja mereka ditangkap jika Hong In Bang tak muncul. Bang Won dan Hong In Bang pun bicara berdua dan mulanya mereka bicara dengan ramah. Basa basi.


Kedatangan Hong In Bang kali ini juga sama dengan maksud Bang Won. Menemui Boon Yi. Dulu pun juga begitu. Sama-sama ingin membunuh anak buah Gil Yoo. Ia selalu menawarkan Boon Yi agar menerima uluran tangannya.


Sejak 6 tahun yang lalu, Bang Won selalu diajak Hong In Bang untuk pindah haluan. Tapi karena Bang Won tak mau, ia difitnah Hong In Bang. Poster-poster yang tersebar dan menyudutkan sahabat-sahabatnya ditandai dengan namanya, padahal ia tak menulis. Siapa lagi kalau bukan Hong In Bang pelakunya. Bang Won kemudian dipukuli oleh teman-temannya sendiri karena membuat poster itu.


Hong In Bang malah menghukum teman-teman Bang Won itu, membuat Bang Won semakin dikucilkan. Kejadian ini terjadi berulang kali hingga Bang Won dewasa. Hong In Bang ingin memberi pelajaran kalau yang diperlukan Bang Won untuk selamat bukanlah keadilan, tapi kekuasaan. “Aku akan memberimu kekuasaan. Terimalah uluran tanganku.”


Dulu dan kini, jawaban Bang Won tetap sama. Ia menolak uluran tangan Hong In Bang  yang membenarkan kelemahannya dengan menyalahkan dunia yang jahat dan bukannya diri Hong In Bang sendiri. Ia tak sudi membagi kekuasaan dengan orang macam Hong In Bang, ia tak akan pernah mempercayai Hong In Bang.


Hong In Bang mencemooh Bang Won yang sekarang tak bisa apa-apa. Tapi Bang Won yakin kalau kali ini ia sudah menemukan jalannya. “Dan kita pasti akan bertemu. Saat jalan kita bersimpangan, aku akan menghancurkanmu!”


Saat Bang Won dan Hong In Bang bicara, terjadi pertempuran antara Lee Bang Ji dan anak buah Jukryeong yang tak seimbang. Tapi begitu ia melihat kalau tawanan itu sudah berhasil menyelamatkan diri, maka ia pun juga pergi. Tapi Jukryeong sudah menunggunya di luar gedung. Bang Ji tak memberi kesempatan sedikitpun pada Jukryeong dan menebas leher Jukryeong. Jukryeong tak mati dan Bang Ji pun pergi.


Bang Ji meninggalkan Jukryeong yang geram melihat kalung dan pedangnya putus. Namun itu juga membuat Jukryeong bingung. Ada ahli pedang yang tak diketahuinya dan itu tak masuk akal.


Boon Yi berhasil kabur? Ternyata yang menyelamatkannya adalah Moo Hyul yang langsung berbinar-binar saat Boon Yi memanggilnya, “Pendekar..!”  Ia pun langsung membawa Boon Yi lari setelah mengalahkan dua biksu dengan mudah.

 
Bang Won dan Young Kyu mendengar rebut-ribut di luar dan setelah mengetahui identitas penyelemat Boon Yi –pria tinggi dengan pedang unik, ada gambar naga emas dan sarungnya terbuat dari kulit ikan-, ia yakin kalau penyelamat itu adalah si pencari kayu bakar.


Bang Won terngiang-ngiang tawaran/ancaman Hong In Bang. Ia harus menemukan jalan itu. Harus menemukan jalan itu secepatnya. Jika tidak.. Ia tak berani menyuarakan pikiran gelapnya. Mereka kembali ke toko Lee Eun Chang di Pasar Sogam.


Ternyata Lee Eun Chang memang menunggu seseorang. Saat ia melihat Bang Won dengan boneka kayu di leher, ia memberikan pita kulit yang sama dengan yang dibawa Boon Yi dan meninggal di tempat saat itu juga.


Bang Won tak tahu apa maksud pita itu. Tapi ia tahu kalau Lee Eun Chang memberikan pita itu setelah melihat boneka kayu, berarti jawabannya di boneka kayu itu. Young Kyu tak sengaja melihat ada penutup di dasar boneka.


Saat isinya dikeluarkan, ada tiang segienam yang ukuran sisinya sama dengan lebar pita kulit.Bang Won melilitkan pita itu dan nampaklah tulisan yang dibaca dari samping.


Boon Yi dan Moo Hyul berhasil melarikan diri (walau tak menyangka ada orang Jukryeong yang diam-diam membuntuti mereka). Boon Yi memisahkan diri sebentar untuk memecahkan rahasia pita kulit itu. Jung Do Jeon dulu berpesan saat meninggalkan boneka itu. Ia diminta untuk menemui Lee Eun Chang di pasar Sogam dan Eun Chang akan memberikan pesan rahasia yang bisa dipecahkan dengan melilitkan pita itu di tiang dalam boneka.


Boon Yi melilitkan pita itu dan membaca tulisan yang juga dibaca oleh Bang Won, “Tutup tujuh pangkalan, berkumpullah di Hamju dan menjadi orangnya Lee Seong Gye.”



Boon Yi mengajak Moo Hyul untuk pergi menemaninya di Hamju. Sedangkan Bang Won sudah pasti akan pergi. Kembali ke ayahnya, Yi Seong Gye. 

No comments :

Post a Comment