November 1, 2015

Six Flying Dragon Episode 2

Six Flying Dragon Episode 2




Lee In Gyeom meminta Yi Seong Gye untuk setia padanya dan Goryeo. Ia menyuruh Yi Seong Gye pergi tapi sebelumnya menyuruhnya menunjukkan kesetiaan padanya. Yi Seong Gye berbalik dan kembali memberi hormat.



Bang Won, yang melihat ayahnya mundur, menghadang Lee In Gyeom. Lee In Gyeom menganggap remeh, bahkan tertawa saat Bang Won menyebutnya jahat. Apakah itu berarti ayah Bang Won pria baik? Separuh berteriak, Bang Won menyebut ayahnya memang orang baik.


Dengan nada kebapakan, Lee In Gyeom membelai kepala Bang Won dan memegang tangannya. “Kau dan ayahmu harus tetap menjadi orang baik. Membunuh Jo Sa Saeng dan membuka pintu untuk Goryeo. Apakah manusia dari lahir sudah langsung jadi baik atau jahat?”


Bang Won bertemu dengan ayahnya yang menyuruhnya berkemas karena mereka akan pulang ke Hamjo besok. Tapi Bang Won yang masih terpengaruh ucapan Lee In Gyeom berteriak pada ayahnya. Kenapa ayah tak menyelamatkan teman-temannya? Dan ia pun lari pergi.


Ddang Sae dan Boon Yi bersembunyi di kereta alat seni milik kelompok seniman yang tadi pentas. Akhirnya mereka bisa keluar dari wisma.



Walau berhasil menghalau Yi Seong Gye, Lee In Gyeom tak tenang.  Pada Gil Tae Mi ia mengatakan kalau ada orang yang mengirimkan surat dan menceritakan tentang pengkhianatan Yi Seong Gye itu. Jadi walau ia yang bertindak, tapi kemenangan ini adalah kemenangan orang lain, buka kemenangannya.


Sama seperti di tahun 1374. Ada yang mengirim pesan yang mengatakan kalau Hong Ryun telah membunuh Raja Gong Min, lengkap dengan lambang merah. Lee In Gyeom langsung memerintahkan Gil Tae Mi dan Baek Yoon untuk mengerahkan pasukan menyerang Hong Ryun. Baek Yoon membawa pasukan ke istana dan Gil Tae Mi berhasil membunuh Hong Ryun yang membuatnya menjadi ahli pedang terbaik di Goryeo.


Tapi Lee In Gyeom tak tahu siapa yang mengirimkan surat itu. Dan sekarang surat yang sama dikirim kepadanya. Siapa orang itu?


Sementara di ruangannya Jung Do Jeon berpikir kalau mereka tak boleh hanya bergantung pada Yi Seong Gye. Mereka harus mencegah perang. Tapi ia menolak ajakan muridnya untuk bergabung dalam mengajukan petisi menolak perang. Ia malah minta muridnya untuk meneriakkan hal yang sama dengan yang akan ia teriakkan besok di Gerbang Jangpyung.

Di gerbang Jangpyung rencananya akan terjadi penyambutan utusan Yuan oleh pihak Goryeo. Gil Tae Mi penasaran, siapa orang yang akan Lee In Gyeom tunjuk sebagai penyambut utusan Yuan itu?
Jung Mung Jo terkejut mendengar Yi Seong Gye menolak posisi di Gaegyong dan memilih pulang ke Hamju. Apa ini berarti Jung Do Jeon benar? Mereka tak seharusnya percaya dengan Yi Seong Gye? Ia tak percaya dan berniat menemui Yi Seong Gye. Sementara Hong In Bang akan menemui Jung Do Jeon.


Kelompok Sadaebu juga panik mendengar hal ini karena berarti tak ada lagi orang kuat yang akan melawan Yuan. Woo Hak Ju dan Han Gu Yeong memutuskan pergi ke Lee In Gyeom dan menantang (separuh berharap untuk ditunjuk) Lee In Gyeom yang belum juga mengirimkan surat undangan pada Sadaebu (sebagai kaum terpelajar) untuk menjadi penyambut Yuan. Tak mungkin kan Lee in Gyeom menunjuk pendekar (aka Gil Tae Mi) sebagai penyambut?


Tapi Lee In Gyeom sudah memiliki penyambut itu, membuat kedua Sadaebu kaget. Sambong Jung Do Jeon!

Keduanya terkejut. Begitu pula Hong In Bang yang bertamu ke rumah Jung Do Jeon. Ia menemukan surat penunjukkan yang disembunyikan Jung Do Jeon di bawah meja.


Ia pun menemui Jung Do Jeon di dekat kereta seniman (yang ada Ddang Sae dan Boon Yi) dan bertanya bagaimana Jung Do Jeon bisa mencegah hubungan dengan Yuan dan menolak perang jika malah menjadi penyambut? Apakah Jung Do Jeon berniat membunuh utusan itu?

Jung Do Jeon meminta Hong In Bang untuk menanyakan hal yang sama besok di gerbang Jangpyung dan ia akan menjawabnya di sana. Ia mencegah keinginan Hong In Bang yang ingin terang-terangan memihak padanya karena ia tak tahu bagaimana nasibnya besok. Ia ingin Hong In Bang tetap melaksanakan rencananya.


Walau persekutuan Lee In Gyeom, Baek Yoon dan Gyun Book Heon terlihat kuat, tapi mereka bersatu demi kepentingan yang menguntungkan diri sendiri. Persekutuan mereka akan pecah. Jika saatnya tepat, maka Baek Yoon harus dibunuh. Maka antara Lee In Gyeom dan Gyun Book Heon akan saling curiga sebagai pembunuhnya.

Begitu kecurigaan terjadi, maka tak terelakkan lagi terjadi keretakkan di antara mereka. Akan ada pemberontakan besar-besaran. Ia mengibaratkan membunuh Baek Yoon dengan ‘mengambil batu untuk memukul batu.”Kita bisa akhiri Goryeo yang sudah membusuk ini. Dengan kata lain, ini adalah rencana untuk membawa perdamaian dunia.”


Ddang Sae mendengarkan semua ucapan Jung Do Jeon, dan diam-diam keluar membuntuti Jung Do Jeon yang pergi ke sebuah tebing dan menghilang di dalamnya. Ia kembali untuk memberitahukan hal ini pada Boon Yi, tapi tiba-tiba ada seseorang berbaju hitam menangkapnya. Orang itu adalah Lee Eung Chang, orang kepercayaan Jung Do Jeon.

Walau Ddang Sae mengaku tak tahu apa-apa, Lee Eun Chang tetap menyekapnya hingga pagi tiba dan nanti ada pemburu yang akan melepaskannya.


Jung Do Jeon mengumpulkan para sadaebu yang setia padanya dan bersulang untuk Goryeo yang setelah ini akan berubah setelah ini.


Hong In Bang melaporkan rencana Jung Do Jeon –yang ia kira adalah membunuh utusan Yuan- kepada Jung Mung Jo. Tapi Jung Mung Joo yang sudah menebak pikiran Lee In Gyeom malah khawatir. Penunjukkan Jung Do Jeon ini adalah jebakan Lee In Gyeom yang akan membahayakan Sadaebu.


Jung Mong Joo benar. Ini adalah jebakan Lee In Gyeom yang menyuruh Gil Tae Mi untuk menyamar menjadi utusan Yuan. Utusan Yuan yang sebenarnya masih tetap berada di perbatasan. Saat Jung Do Jeon bergerak membunuh utusan Yuan, maka Gil Tae Mi akan menangkap Jung Da Jeon, Jung Mong Joo, Hong In Bak, Lee Saek dan semua pengikutnya atas dasar pemberontakan.

Golongan Sadaebu mulai panik mendengar rencana Jung Do Jeon yang bisa membahayakan mereka. Mereka sepakat untuk menghentikan Jung Do Jeon agar tak terjatuh dalam perangkap Lee In Gyeom.


Boon Yi yang terbangun mendengar teriakan Ddang Sae, mencari bantuan ke  markas pengemis. Tapi kepala pengemis tak sanggup dan menyuruh Boon Yi untuk minta bantuan Bang Won yang sedari tadi tak mau bergerak dari markasnya. Boon Yi berlari ke Bang Won, minta Bang Won melapor pada ayahnya agar bisa membebaskan kakaknya. Bukankah katanya ayah Bang Won adalah orang hebat yang punya kekuasaan?


Mendengar nama ayahnya disebut, membuat Bang Won bertambah murung dan menolak permintaan Boon Yi. Boon Yi langsung menuduhnya berbohong. Ia sudah menolong Bang Won menyusup ke  Wisma Dohwa (rumah Lee In Gyeom). Bahkan Bang Won juga sesumbar ayahnya akan memberi pelajaran pada orang-orang jahat itu. “Berarti kau ini bohong.”


Boon Yi membuntuti Bang Won dan terus menyebutnya berbohong. Menurutnya ayah Bang Won itu pengecut yang bahkan tak bisa menyelamatkan anak kecil. Bang Won Bang Won yang memendam kecewa pada ayahnya, akhirnya tak tahan diejek seperti itu. Ia mendorong Boon Yi hingga terjatuh.


Boon Yi marah dan mendorongnya balik. “Kau memukulku? Kau ini sama dengan ayahmu!” Mereka berguling, saling mencekik mencoba mengalahkan satu sama lain. Akhirnya Bang Won yang berhasil menduduki Boon Yi. Tapi Bang Won juga mengakui ucapan Boon Yi. Ia menangis dan berkata kalau ayahnya bukanlah orang yang paling kuat.

Bang Won meninggalkan Boon Yi, tapi Boon Yi melemparinya kerikil. Ia pun juga menangis putus asa, “Lalu aku bagaimana? Aku butuh kekuatan ayahmu. Aku harus menyelamatkan kakakku. Apa yang bisa kulakukan jika ayahmu tak punya kekuatan?”


Bang Won berbalik menatap Boon Yi. Tangisnya yang tadi sudah berhenti, sekarang kembali lagi. Mereka menangis karena sama-sama tidak berdaya.


Tapi tentu saja ada orang kuat yang dikenal Bang Won setelah ayahnya dan kakaknya di Hamju yaitu Young Kyu. Hahaha.. Young Kyu mulanya menolak karena kata Boon Yi ada 10 orang yang menangkap Ddang Sae dan mengusulkan untuk minta tolong ayah Bang Won. Bang Won tak mau dan malah menantang Young Kyu, “Kau tak bisa? Kalau kau tak bisa menyelamatkan anak kecil, berhenti saja sekarang!” Ia menggenggam tangan Boon Yi dan mengajaknya pergi.


Woo Hak Ju dan Han Gu Young mengerahkan pengawalnya untuk menangkap Jung Do Jeon dan Lee Eun Chang. Mereka disekap di rumah pemburu, tempat Ddang Sae diikat.


Hahaha… sekarang Lee Eun Chang pasti menyesal karena mengikat Ddang Sae terlalu erat.


Poeun datang dan walau iba melihat temannya diikat, ia tak mau membebaskan keduanya karena tindakan Jung Do Jeon itu akan membahayakan kelompok Sadaebu, bahkan membahayakan nyama Jung Do Jeon sendiri. Oleh karena itu ia akan menyelamatkan Jung Do Jeon (dengan tidak membebaskannya).


Young Kyu lega karena ternyata yang berjaga hanya dua orang dan dengan mudah ia kalahkan. Boon Yi yang menyerbu masuk dan melepas ikat mulut Ddang Sae. Ddang Sae langsung berseru, “Dia yang menangkapku!”


Boon Yi marah dan langsung mencekik Jung Do Jeon, “Kenapa kau melakukannya? Kenapa?!” Ddang Sae langsung mengkoreksi kalau yang menangkapnya adalah yang satunya. Boon Yi berhenti dan bergeser, untuk kemudian mencekik Lee Eun Chang. “Kenapa kau melakukannya? Kenapa?!”


Jung Do Jeon memohon agar mereka dilepaskan, Ddang Sae dan Boon Yi serempak menjawab, “Kalian bercanda?!” Tapi Jung Do Jeon terus memohon agar dilepaskan agar ia bisa menghentikan perang yang ditimbulkan Lee In Gyeom. Bagi Lee Eun Chang tak ada gunanya Jung Do Jeon berkata seperti itu karena mereka hanya anak-anak yang tak mungkin mengerti. Ia pun menawarkan Boon Yi untuk membelikan mereka manisan setelah mereka dilepaskan.


Tapi Bang Won menatap Jung Do Jeon serius dan bertanya, “Apakah benar? Apa kau yakin bisa menghentikan Lee In Gyeom? Aku bertanya padamu, apa kau benar-benar bisa mengalahkan Lee In Gyeom dan mencegah perang?”


Jung Do Jeon kaget melihat tatapan serius anak yang tak ia kenal itu. Tapi ia berkata yakin, “Iya, aku bisa. Lepaskanlah aku.”

Bang Won heran mendengar keyakinan itu. Ayahnya yang kuat saja tak bisa. Apakah orang ini bisa? “Dari pria untuk pria, aku minta kau berjanji padaku.” Jung Do Jeon mengangguk berjanji.


Kericuhan terjadi di Sadaebu karena mengetahui Sambong lenyap. Mereka harus menemukan secepatnya. Dimana lagi kalau bukan Gerbang Jangpyung. Tapi sosok Sambong tak kelihatan. Yang terlihat adalah para murid Sungkyunkwan yang berkumpul di sana dan mengajukan petisi untuk menolak perang dan tak membuka hubungan diplomatic dengan Yuan.


Utusan Yuan muncul dan seniman mulai memainkan alat musiknya. Kita tahu kalau utusan Yuan itu adalah Gil Tae Mi yang menyamar. Tapi tak ada yang tahu karena ia memakai cadar. Dari kejauhan terlihat Jugn Do Jeon datang untuk menyambut Utusan Yuan.


Saat Jung Do Jeon dan Utusan Yuan naik ke panggung, Jung Do Jeon mencabut sebilah pisau dan menikam utusan itu. Gil Tae Mi dengan mudah mematahkan serangan itu dan menjatuhkan Jung Do Jeon. Lee In Gyeom dan Gil Tae Mi yang membuka topinya tersenyum puas, sedangkan Bang Won dan Young Kyu menjadi cemas. Kenapa kalah?


Gil Tae Mi mengumumkan kalau ia mendengar kabar kalau akan ada percobaan pembunuhan Utusan Yuan sehingga ia menyamar menjadi utusan Yuan dan menangkap pengkhianat itu. “Aku Gil Tae Mi sebagai Komandan Militer Goryeo, berdiri di sini untuk melenyapkan akar busuk yang mencoba mengganggu ketentraman negara..”


Ia tersenyum jumawa, tapi terkejut mendengar tawa Jung Do Jeon. Ia lebih terkejut lagi saat melihat yang dipegang Jung Do Jeon bukanlah pisau melainkan sebatang permen. Ia menatap Lee In Gyeom sadar kalau mereka yang masuk perangkap Sambong.


Jung Do Jeon tertawa terbahak-bahak sehingga Young Kyu menyimpulkan kalau orang itu sudah gila. Tapi tidak, karena setelah itu Jung Do Jeon berseru, “Aku, Jung Do Jeon..” para seniman yang tadi menabuh musik segera berlari mengelilingi Jung Do Jeon untuk melindungi Jung Do Jeon yang mengumumkan,

“Mempertaruhkan nyawaku untuk menunjukkan pada seluruh dunia kemarahan kami dan ambisi untuk membunuh utusan Yuan jika ia muncul di sini. Jika kita membuka hubungan diplomatis dengan Yuan sekarang, kita harus berperang melawan Ming tahun depan. Tapi para penguasa termasuk Perdana Menteri Lee In Gyeom malah menggandeng Yuan untuk keselamatan mereka. Perang tak seharusnya ditentukan oleh kalangan atas karena yang akan mati dalam perang adalah kalangan bawah.”


Ia menunjuk Lee In Gyeom yang duduk di panggung, “Jangan dengarkan mereka, orang-orang tua. Karena hanya yang mudalah yang akan mati! Apakah benar seorang ayah memakamkan anaknya? Sudah terlalu banyak pemakaman anak oleh orang tua! Aku, generasi ke-5 keluarga Jung dari Bonghwa, Jung Do Jeon. Selama aku masih hidup, aku akan memastikan memenggal kepala utusan Yuan yang datang kemari!”


Jung Do Jeon berhasil mengobarkan semangatnya, menularkan patriotism ke seluruh rakyat, siswa Sungkyunkwan bahkan rekan Sadaebu yang menangkapnya.


Utusan Yuan yang ternyata datang karena menerima surat undangan yang tak pernah dikirimkan Lee In Gyeom (Sambong yang kirim), ketakutan melihat tekad rakyat Goryeo yang berapi-api. Ia pergi dan memastikan akan melapor semua yang ia lihat barusan kepada atasannya di perbatasan.


Bang Won terpana, hampir tak percaya, melihat kobaran patriotisme yang menjalar bagai api di gerbang Jangpyung. Tapi Lee In Gyeom tak tinggal diam dan memerintahkan tentara untuk memukuli semua orang yang menentangnya.

Suasana menjadi ricuh dan tak terkendali. Orang tua melindungi yang muda agar tak dipukuli. Anak menangis dan banyak ibu-ibu yang berjatuhan. Siswa Sungkyungwan melawan tentara. Sambong menangis melihat sesama Goryeo saling hantam.


Dan ia pun bernyanyi. Nyanyian tentang menderitanya rakyat sekarang ini. Seluruh siswa dan sarjana mengikuti Sambong, ikut menyanyikan lagu itu.


Ddang Sae terkejut mendengar nyanyian Jung Do Jeon karena menyadari lagu itu adalah nyanyian ibunya!


Bang Won pun juga menyadari sesuatu. Ia menatap Jung Do Jeon penuh tekad dan kekaguman, “Pria itulah yang paling kuat!”


Naga kedua : Jung Do Jeon, Perancang Joseon. 

Selanjutnya : Six Flying Dragon Episode 3

No comments :

Post a Comment