November 1, 2015

Six Flying Dragon Episode 1

Six Flying Dragon Episode 1


Seorang yang berpakaian jelata berjalan menuju bukit. Ia adalah Jung Do Jeon (Kim Myung Min) yang juga dikenal dengan nama Sambong. Di sebuah dinding batu yang tertutup tanaman merambat, ia menarik sebuah tuas dan voila.. dinding itu terbuka.




Di dalamnya ternyata sebuah goa yang digunakan sebagai perpustakaan. Ruangan itu gelap dan berdebu. Jung Do Jeon menyalakan api dan terkejut. Ada seorang pemuda yang duduk di jendela yang memanggilnya dengan Guru. Dan ia merasakan ada orang lain dibelakangnya. Seorang pemuda lain  (Byun Yo Han) yang memanggilnya dengan Sambong dan menuduhnya telah menipu pemuda itu.

Pemuda di jendela itu terkejut melihat keberadaan orang lain di dalam goa. Tapi ia senang karena ia mengenal keduanya, membuat mereka heran. Memang siapa dia? Pemuda itu tersenyum dan memperkenalkan diri dengan nama : Yi Bang Won (Yoo Ah In).

Cerita kembali ke 8 tahun yang lalu di Hamju, tempat Yi Seong Gye Seong Gye (Chun Ho Jin) bermarkas. Ia adalah jenderal perang yang menjaga Hamju. Kedua anaknya sedang mengejar seorang penyusup, tapi dengan panah dari jarak jauh, Yi Seong Gye berhasil melukai penyusup tersebut. Yi Bang Gwa (putra ke-2) dan Yi Bang Wong (putra ke-5) kagum dengan kemampuan ayah mereka. Bagi mereka Ayah adalah pendekar sejati.


Bang Won sangat mengagumi ayahnya yang lurus. Ayahnya dulu pernah dikhianati oleh teman baiknya, Jo Sa Saeng, sehingga sekarang Yi Seong Gye benci akan pengkhianatan. Jika besar nanti, ia ingin menjadi seperti ayahnya.

Yi Seong Gye menerima mandat untuk menduduki jabatan menteri di pemerintahan. Hal ini berarti Yi Seong Gye akan kembali ke istana. Bang Won yang bermukim di Hamju (hingga bicaranya menggunakan dialek Mongolia) memohon ayahnya agar membawanya ke ibukota dengan janji akan belajar bahasa Korea dengan baik dan benar. Young Kyu, anak buah Yi Seong Gye, bersedia untuk menemani Bang Won. Maka Yi Seong Gye pun mengijinkan.


Yi Seong Gye mengirimkan kurir untuk menyampaikan kesediaannya. Dengan alasan ingin mempelajari dialek Korea lebih dulu, Bang Won dan Young Kyu berangkat lebih dulu bersama kurir. Rombongan ayahnya akan menyusul.


Kabar kedatangan Yi Seong Gye ini tak disambut baik oleh Lee In Gyeom, perdana menteri Goryeo. Lee In Gyeom merasa terancam dengan Yi Seong Gye. Pengkhianat yang ditangkap Yi Seong Gye adalah anak buahnya. Ia harus mencari cara untuk mencegahnya, tapi bagaimana?



Sebaliknya, kabar kedatangan Yi Seong Gye ini disambut baik oleh kelompok Saedabu (golongan Sarjana). Merekalah yang mengusulkan memanggil Yi Seong Gye di istana untuk mengisi posisi di departemen pertahanan. Mereka mengharap dengan adanya Yi Seong Gye bisa mencegah perang antara Korea dan Yuan.

Tapi salah satu rekan mereka, Jung Do Jeon, meminta mereka untuk tak benar-benar percaya pada Yi Seong Gye. Tentu saja pesan itu membuat mereka heran dan mengira Jung Do Jeon seperti itu karena belum pernah bertemu dengan Yi Seong Gye.

Sementara Jung Do Jeon berniat menghentikan perang dengan caranya sendiri. Ia menyuruh anak buahnya untuk mengirimkan surat ke perbatasan.


Di ibukota Gaegyong, Bang Won menjadi sasaran empuk bagi kelompok pengemis cilik. Dandanannya yang seperti OKB dari pelosok (baju bling-bling dan selalu tolah-toleh terpana). Mereka berniat mencopet bangsawan kampung yang baru masuk kota.


Gab Boon, salah satu anak dari kelompok pengemis yang ibunya menghilang, melihat Bang Won dan segera mengenali sasaran mereka. Ddang Sae (nanti akan menjadi Yi Bang Ji) dan adiknya Boon Yi bersiap-siap untuk menangkap Bang Woon.


Tapi Ddang Sae malah ngiler melihat manisan yang dimakan ketiga orang itu. Saat kurir pamit pergi, Ddang Sae membuntutinya dan senang karena kurir itu menjatuhkan manisan. Ia juga melihat si kurir menyembunyikan surat di sebuah tiang, dengan lambang yang selama ini ia cari!

Ddang Sae dan Boon Yi sebenernaya bukan pengemis. Mereka datang ke Gaegyong karena mencari ibu mereka yang hilang ditangkap oleh orang yang bertato lambang itu. Ddang Sae hanya ingat ibu mereka sering menyanyi lagu yang tak pernah mereka dengar.


Kemilau ibukota menjadi horror saat Bang Woon menyusuri sebuah gang dan menemukan banyak mayat tergeletak, seperti sampah yang dibuang sembarangan. Belum pulih rasa shock-nya, tiba-tiba ia diberangus hingga pingsan.


Saat sadar ia sudah ditelanjangi oleh kelompok pengemis kecil. Untungnya Young Kyu dan kurir berhasil menemukannya. Tapi mereka dihalangi oleh Ddang Sae dan Boon Yi yang menuntut si kurir mengembalikan ibu mereka.

Bang Woon dan Young Kyu terbelalak melihat surat itu. Berarti si kurir itu adalah mata-mata teman si penyusup itu! Young Kyu menyerang si kurir, tapi kurir itu berhasil kabur dengan membawa surat itu kembali.


Boon Yi menyuruh kakaknya untuk mengejar kurir itu tapi Bang Woon tahu kemana surat itu akan dituju. Rumah Lee In Gyeom. Mereka pun menyusup ke sana. Saat itu Lee In Gyeom sedang menyambut tamu, Gil Tae Mi, dan banyak makanan yang disiapkan. Boon Yi yang kelaparan mengambil makanan di setiap piring yang tersaji.





Bang Woon memarahi Boon Yi yang seperti tak pernah makan saja. Tapi begitu Boon Yi menyuapkan satu potongan daging babi ke mulutnya, ia terbelalak. Daging itu nikmat sekali! Ketiganya langsung melahap daging goreng itu banyak-banyak.


Tapi mereka langsung mual saat melihat di sebuah ruangan, banyak ibu-ibu yang sedang menyusui bayi babi. Eww… bayi babi itu disusui oleh ASI sebelum disembelih. Dan ibu Gab Boon ternyata ada di antara para wanita itu. Siapa orang yang tega menculik wanita yang sedang menyusui. Yang berarti bayi para wanita itu ditinggal di rumah tanpa mendapat ASI sama sekali.


Mereka ketahuan! Bang Woon pun berpencar dengan Ddang Sae dan Boon Yi. Ddang Sae dan Boon Yi berhasil sembunyi di gudang tempat menyimpan alat-alat seni. Sayangnya gudang itu kemudian dikunci dari luar. Mereka terperangkap di dalam gudang.


Lee In Gyeom mendapat surat tak bernama yang isinya membuat ia bertanya pada anak buahnya tentang Yi Seong Gye dan Jo Sa Saeng.


Bang Woon berhasil ditangkap, tapi setelah diberi hukuman, Bang Won dibebaskan. Bang Won geram pada Lee In Gyeom yang tadi dilihatnya. Benar-benar bajingan. Ia kembali ke markas pengemis untuk memberitahukan kalau ibu Gap Boon telah ketemu.


Tapi tak ada gunanya. Adik Gap Boon yang masih bayi baru saja meninggal karena tak mendapat asupan. Teringat semua daging babi yang tadi dimakannya, Bang Won menangis tersedu-sedu dan muntah karena mual merasakan semua daging babi yang tadi ia makan.

Yi Seong Gye datang ke Gaegyeong disambut oleh Gil Tae Mi. Walaupun penampilan Gil Tae Mi sangat cantik, orang ini tersohor kemampuan pedangnya karena berhasil mengalahkan Hong Ryun yang membunuh Raja Gong Min. Dengan gaya centilnya, Gil Tae Mi menyampaikan undangan Lee In Gyeom yang ingin menjamu Yi Seong Gye.


Bang Woon menyambut ayahnya dengan cerita mengerikan yang ia saksikan kemarin di rumah Lee In Gyeom dan meminta ayahnya untuk mengambil tindakan. Belum sempat Yi Seong Gye memberi tanggapan, ada tamu yang mencari Yi Seung Gye.


Poeun Jung Mung Jo adalah salah satu Sadaebu yang mengusahakan kedatangan Yi Seong Gye untuk mencegah terjadinya perang. Lee In Gyeom ingin terus memihak Yuan dan berperang dengan Ming sedangkan sadaebu tak menginginkannya karena akan memperburuk kondisi negara yang sudah kacau balau. Yi Seong Gye berkata kalau ia sependapat dengan Jung Mung Jo dan akan sekuat tenaga mencegah terjadinya perang.


Yi Seong Gye memuhi undangan Lee In Gyeom. Bang Won memastikan Lee In Gyeom mengenalinya dan menuduhnya dengan semua yang dulu dilihatnya. Tapi Lee In Gyeom membantah semua tuduhan itu. Lee In Gyeom menjamu mereka dengan daging babi yang langsung dibuang oleh Bang Won.


Di rumah Lee In Gyeom, para tamu disuguhi pertunjukkan yang menghibur. Tapi pertunjukkan itu malah membuat Yi Seong Gye tak nyaman. Hanya Bang Won dan  Yi Ji Ran, orang kepercayaan Yi Seong Gye, yang melihat ketidaknyamanan itu. Sedangkan Lee In Gyeom diam-diam tersenyum puas.


Pertunjukan itu menceritakan tentang bagaimana seekor anjing yang digigit oleh domba yang dijagainya dan diceritakan dengan penuh humor dan adegan slapstick. Tapi Yi Seong Gye tahu kalau cerita itu adalah tentang dirinya, karena tulisan ‘domba’ di kostum si domba sama dengan tulisan Yi yang melambangkan nama keluarganya.


Yang berarti Lee In Gyeom tahu tentang rahasianya yang selama ini ia tutup rapat-rapat. Tahun 1936, mereka bekerja di kemiliteran Yuan. Dengan mulai jatuhnya Yuan, ayah Yi Seong Gye menyuruhnya untuk menyerang teman seperjuangan yang sudah ia anggap saudara, Jo Sa Saeng dan membantu Goryeo agar bisa menyerang Yuan. Ayahnya menyebut Jo Sa Saeng sebagai pengkhianat Goryeo dan dengan menghabisinya mereka dapat mengambil semua harta Jo Sa Saeng.

Sia-sia Lee In Gyeom menolaknya. Dengan berat hati Yi Seong Gye akhirnya menuruti permintaan ayahnya. Ia membuka gerbang, membiarkan pasukan Goryeo menyerang benteng mereka dan memanah Jo Sa Saeng.


Sebelum mati, Jo Sa Saeng menyebut Yi Seong Gye sebagai anjing yang menggigit tuannya dan bersumpah kalau Yi Seong Gye dan keturunannya nanti akan mengkhianati tuannya yang baru, Goryeo. Itu adalah takdir anjing yang mengkhianati tuannya.


Bang Won melihat betapa ayahnya pucat menahan marah. Ia tahu kalau cerita ini tentang ayahnya walau ia tak tahu apa yang terjadi. Ia menguntit ayahnya yang bertemu dengan Lee Seong Gye di tempat terpisah.


Lee In Gyeom menenangkan Yi Seong Gye kalau ia mengerti, tapi ia tak tahu dengan Choi Young dan sadaebu yang mengagungkan kesetiaan. Ia akhirnya mengerti kenapa Yi Seong Gye seperti tak berambisi dalam politik. “Mungkin karena kau tak dapat memaafkan dirimu sendiri.  Tapi apa sekarang kau ingin memaafkan dirimu sendiri? Kenapa kau mau melakukannya sekarang? Kenapa kau menghalangi jalanku sekarang?!”


Lee In Gyeom menenangkan kalau tak ada orang yang tahu selain dirinya. Tapi apa yang akan dilakukan oleh Yi Seong Gye sekarang?

Yi Seong Gye diam dan berkata, “Untuk sekali ini saja, tolong lihatlah dari sisi yang berbeda. Saya mohon.”


Bang Won tak percaya melihat apa yang ia lihat selanjutnya. Ayahnya memberi hormat pada Lee In Gyeom yang tersenyum puas.


Naga Pertama, Pendiri Joseon, Yi Seong Gye.

Selanjutnya : Six Flying Dragon Episode 2

2 comments :

  1. Whoaa nggak nyangka mbak dee ambil project Naga Terbang yg 50 eps ini.. fighting mbak!

    baca aja di sini deh.. gk jd donlot hehe

    ReplyDelete
  2. Gumawo mbak dee...Lanjut truz ya...Semangat.. ;))))

    ReplyDelete