November 29, 2015

Six Flying Dragons Episode 11



Lee In Gyeom melakukan serangannya dengan cara mengirim surat kaleng yang diterima oleh Poeun. Isi surat itu membuat gempar seluruh Dodang. Pajak yang terkumpul di Hamju akan dibagi antara Hong In Bang, Gil Tae Mi dan Yi Seong Gye.




Surat yang tak bertuan tapi menjelaskan mengapa Hong In Bang dan Gil Tae Mi menyetujui usulan itu. Apalagi muncul berita pengangkatan Gil Yoo, anak Gil Tae Mi, sebagai kepala dinas pajak daerah Hamju. Sia-sia saja Gil Tae Mi membantah tak tahu, karena Choi Young yang melemparkan tuduhan itu setelah melihat dokumen pengangkatan itu  dari salah satu pejabat antek Lee In Gyeom.

Lee In Gyeom bersikap ‘bijak’ dengan tak mempercayai surat kaleng itu dan menyelidiki kasus ini. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Walau Poeun berusaha menyatakan kalau semua adalah gosip, tapi banyak pejabat yang tak percaya pada Yi Seong Gye lagi. Misi Lee In Gyeom untuk menyerang reputasi Yi Seong Gye telah berhasil.

Bang Woo akhirnya mendengar tentang pemalsuan stempel dari Bang Gyu yang datang ke Gaegyeong dan memutuskan untuk melakukan perintah ayahnya,walau Bang Gyu membujuknya untuk mempertimbangkan kembali. Menurut Bang Woo, ayah mereka bukan hanya sekedar kepala keluarga, tapi juga kepala militer mereka. Tentu saja mereka harus mengikuti perintah sesuai aturan militer.


Boon Yi bingung melihat Bang Won berkemas-kemas untuk kembali ke Hamju. Dengan wajah yang tak seceria pertemuan terakhir mereka, Bang Won berkata kalau ia akan kembali ke Hamju untuk bertanggung jawab. “Kan katamu menjadi dewasa berarti bisa bertanggung jawab.”


Young Kyu muncul untuk menjemput Bang Won dan memberi kabar tentang niat Yi Seong Gye untuk menarik usulan itu. Bang Won segera menemui kakaknya dan memohon untuk menahan niatan itu. Ia akan kembali ke Hamju dan bersedia dihukum. “Tapi kau tak boleh menarik usulan itu, hyungnim!”


Bang Woo marah padanya dan menyuruhnya pulang ke Hamju. Usulan itu tetap ditarik. Bang Won beralih membujuk Bang Gyu tapi walau Bang Gyu terlihat ragu, Bang Gyu kelihatan akan menuruti perintah ayah mereka. Putus asa, Bang Won pun merebut dokumen penarikan dari tangan Bang Gyu.

Tapi belum sempat lari jauh, ada pasukan dari pengadilan yang masuk ke rumah mereka. Mereka diperintahkan untuk menahan Bang Won. Bang Won didakwa melakukan perjanjian illegal dengan Hong In Bang untuk meloloskan Rencana Stabilisasi Perbatasan.


Cho Young menyelamati Lee In Gyeom yang berhasil men-skak Hong In Bang dan memancing Yi Seong Gye keluar. Lee In Gyeom berkata kalau targetnya bukanlah Hong In Bang. Bukan pula Yi Seong Gye. Ia tahu kalau ada seseorang yang membayangi mereka berdua. “Aku ingin memancing Jenderal Yi agar bayangan itu keluar.”

Jung Do Jeon yang mendengar dari Lee Jin Seok, kalau Bang Woo diperintah Yi Seong Gye untuk menarik usulan rencana itu, segera menuju rumah Bang Woo untuk mencegahnya. Jika memang Yi Seong Gye ingin menarik usulan itu, harus ada tahapan yang benar agar mereka bisa melangkah berikutnya dengan benar.


Tapi di perjalanan menuju rumah Bang Woo, ia melihat Bang Won digiring oleh tentara pengadilan.


Kembali ke gua, Yeon Hee berkata kalau ada empat burung yang akan mati dengan sekali melempar batu. Pertama, jika hal buruk terjadi pada Bang Won (alias mati), kasus pemalsuan stempel dan penarikan usulan itu akan terkubur. Kedua, jika hal itu terjadi, maka hubungan Yi Seong Gye dan Lee In Gyeom akan memburuk dan tak akan pernah membaik. Yi Seong Gye akan berada di posisi yang diinginkan oleh Jung Do Jeon. Ketiga, masalah tentang preman pasar yang tak bisa diatur akan terselesaikan dengan sendirinya.

Yeon Hee belum menyebutkan alasan keempat karena Jin Seok sudah marah dan menyelanya. Ia tak setuju mereka membiarkan Bang Won yang tak bersalah hingga mati. Yeon Hee berbalik dan berkata dingin, “Kejahatan dan kematian.. tak ada hubungannya sama sekali. Orang hidup atau mati bukan karena mereka melakukan kejahatan atau tidak. Apa kematian di negara ini berhubungan dengan kejahatan?

Bagi Jin Seok, Yeon Hee sudah keterlaluan. Sedangkan mereka bekerja sama dengan tujuan untuk merubah negara ini. Ia tahu kalau Bang Won memang bersalah, tapi ia minta Jung Do Jeon agar tak mengorbankan Bang Won untuk rencana mereka. Yeon Hee berkata kalau ia akan mematuhi apapun perintah Jung Do Jeon.


Jung Do Jeon menyadari kalau cacing (membiarkan Bang Won disiksa di penjara) sudah mulai menggerogoti hatinya. Ia menyadari rencana Yeon Hee akan memuluskan rencananya. Ia hanya perlu untuk melihat ke arah lain untuk sementara waktu.

Ia ingat kalau di goa, Bang Won pernah berkata kalau dalam proses untuk sebuah tujuan besar, pengorbanan itu diperlukan. Dan bukankah Bang Won juga berjanji untuk bertanggung jawab? Semua itu seperti membenarkan pendapat Yeon Hee. Tapi benarkah bisikan cacing itu? Jung Do Jeon masih tetap ragu. “Tapi…”


Setelah mempertimbangkan, Bang Woo meminta dokumen penarikan dari Bang Gyu. Ia memutuskan untuk tak memberikan dokumen ini ke pemerintahan. “Penahanan Bang Won berarti Lee In Gyeom telah menyatakan perang dengan keluarga kita. Kita tak pernah menghindari perang!”

Ia memerintahkan Bang Gyu untuk mempersiapkan tentara mereka yang ada di Gaegyeong dan bersiap untuk yang terburuk. Bang Gyu tersenyum senang dan mematuhi perintah kakaknya. Begitu pula dengan Young Kyu. Bang Woo akan pergi ke Hamju untuk melaporkan situasi ini dan keputusan yang telah ia ambil ini.


Menanggapi tuduhan adanya perjanjian illegal antara dirinya dan Bang Won, Hong In Bang menegaskan kalau ia memang bertemu dengan Bang Won tapi mereka tak pernah berjanji apa-apa. Gil Tae Mi khawatir kalau Bang Won tak kuat disiksa dan memberi pengakuan palsu. Ia pun menyarankan untuk membunuh anak itu. Hong In Bang nampak ragu dengan usul Gil Tae Mi.

Boon Yi yang mengkhawatirkan keselamatan Bang Won, menggedor rumah Hong In Bang. Ia terkejut melihat orang yang membuka gerbang adalah orang yang dulu menghancurkan desanya.


Orang itu juga masih ingat Boon Yi dan menarik rambutnya. Walau kesakitan, Boon Yi tak takut dan meminta untuk dipertemukan dengan Hong In Bang. Ia mengaku disuruh Bang Won menemui Hong In Bang dan ia tahu apa yang terjadi malam itu.



Hong In Bang pun mau menemuinya dan mendengar Boon Yi. Boon Yi mengaku kalau ia tak pernah disuruh Bang Won, tapi ia memang tahu apa yang terjadi malam itu. Ia minta agar Hong In Bang membantu melepaskan Bang Won.

Hong In Bang menatap Boon Yi dan bertanya, “Kau putus asa. Apa hubunganmu dengannya yang membuatmu lari kemari padahal kau beresiko tertangkap dan terbunuh di sini?” Boon Yi terlihat bingung dan ragu. Hong In Bang kembali bertanya. “Aku bertanya alasan yang membuatmu putus asa mencoba menyelamatkan Bang Won. Mungkinkah.. Bang Won dan kau …”



“Ia membelikan sepatu untuk saya..” jawab Boon Yi. Tapi suaranya kembali tenang saat menjelaskan, “Para bangsawan membunuh kami, tapi Tuan Muda membelikan saya sepatu.”


Hong In Bang tertawa mendengar ucapan Boon Yi tapi ia akan membantu Boon Yi. Ia menyuruh Boon Yi untuk menemui Bang Won dan menyampaikan pesannya. “Sesaat setelah aku masuk ruang interogasi, aku langsung berubah. Bang Won selalu berkata kalau ia berbeda denganku, jadi ia tak pernah boleh menyebutkan namaku dan namanya. Jika nama kami terucap, maka semua yang kau khawatirkan akan terjadi.”


Seperti yang dikhawatirkan semuanya, Bang Won memang mendapat siksaan di ruang interogasi. Ia disiksa terus menerus. Tapi ia sudah mendapat bekal. Ucapan Hong In Bang dulu yang berkata kalau seorang burung baru tahu kalau ia adalah ayam atau elang setelah mencoba terbang dan bagaimana dulu ia terpaksa membakar buku Laotzu karena diancam oleh tiga anak buah Gil Yoo. Kali ini ia tak mau menjadi pengecut lagi.


Berkat ijin dari Hong In Bang, Boon Yi berhasil menemui Bang Won. Matanya berkaca-kaca melihat kondisi Bang Won yang mengenaskan. Bang Won terkejut melihat kehadirannya dan tanpa bertanya, menerima suapan telur dan minum yang sempat ia selundupkan di tangannya. Ia menyampaikan pesan Hong In Bang dan meminta Bang Won sabar menunggu. Jung Do Jeon pasti memiliki cara sendiri untuk membebaskan Bang Won.


Tapi Bang Won tahu kalau Jung Do Jeon akan membiarkannya mati, karena dengan begitu semua masalah akan terpecahkan setelah ia mati. Boon Yi tak percaya Sambong akan melakukan hal itu. Sambong pasti akan mencari cara untuk menyelamatkan Bang Won sekaligus menyelesaikan masalah ini.


Waktu berkunjung sudah selesai, Boon Yi beranjak untuk pergi. Ia meminta Bang Won untuk tidak putus asa dan tersenyum. Bang Won meminta Boon Yi untuk tersenyum lebih dulu. Boon Yi akhirnya tersenyum kecil dan berkata, “Apa kau tahu mengapa aku menyukaimu? Karena kupikir kau tak akan mati. Aku merasa kalau kau tak akan pernah meninggalkanmu.”


“Apa? Kau menyukaiku?” tanya Bang Won terkejut. Boon Yi terlihat salah tingkah, tapi Bang Won meneruskan, “Aku tak akan mati. Aku akan keluar dari sini hidup-hidup. Tunggulah aku.”


Dalam hati Boon Yi meminta Bang Won untuk tak mati. “Aku tak pernah bertemu lagi dengan orang yang meninggalkanku. Aku bahkan tak pernah memikirkan mereka lagi. Kakakku, ibuku.. aku melupakan mereka semua. Jadi kau jangan pergi."


Rupanya, Shin Jeok pun mengkhawatirkan Bang Won. Diam-diam ia menarik Boon Yi dan bertanya bagaimana keadaan Bang Won. Walau menyadari ia ikut bersalah, Boon Yi meminta agar bisa dipertemukan dengan Jung Do Jeon untuk yang terakhir kalinya.


Moo Hyul pulang ke rumah dan disambut gembira oleh keluarganya. Neneknya bertanya apa ia berhasil menangkap Gagak Beracun? Moo Hyul menjawab, “Aku menangkap lebih baik dari itu. Aku berhasil menangkap Yi Seong Gye!”


Hahaha.. Nenek langsung mengambil sapu, “Dasar anak gila! Kau bilang kau membunuh Jenderal Yi Seong Gye, pahlawan Goryeo?” Moo Hyul buru-buru menjelaskan kalau ia berhasil menyelamatkan putra Yi Seong Gye dua kali dan ia sekarang menjadi pengawal Bukdu golongan dua.


Tak hanya Nenek yang bingung mendengar jabatan baru itu, gurunya muncul dan bertanya tentang itu juga. Moo Hyul bengong melihat gurunya ada di sini, dan membawa kayu bakar pula.Saudaranya menjelaskan kalau sekarang Guru Hong adalah pelayan di rumah mereka.

Rupanya setelah tahu Guru Hong menipu, Nenek menemui Guru Hong dan menyuruhnya untuk memuntahkah semua yang pernah ia makan dari haril keringat keluarganya. Karena tak bisa, maka Guru Hong menjadi pelayan mereka setiap hari. Hahaha.. cuman nenek yang bisa melakukan hal ini. Bahkan Guru Hong pun memanggil Nenek dengan Noonim.


Moo Hyul mengumumkan kalau ia akan membawa seluruh anggota keluarga ke Gaegyeong untuk mengabdi ke Jenderal Yi. Semua orang bersorak sorai, termasuk Guru Hong yang membujuk muridnya agar boleh ikut.


Sejak Nenek menyebarkan berita di desa kalau ia penipu, Guru Hong tak bisa bekerja lagi. Jadi Moo Hyul harus bertanggung jawab. Moo Hyul tak mau, maka Guru Hong mendekati Nenek dan mengiba, “Noonim, aku ini sakit. Kau bertanggung jawablah untukku.” Hahaha.. ga ada serem-seremnya deh kalau begini.

Di pasar, Jung Do Jeon mendengarkan Ddang Sae menyanyi lagu yang menyayat hati dan seperti semua orang yang sedih mendengar nyanyian itu, ia pun ikut terharu. Teringat semua ucapan Ddang Sae di goa, ia merasa seperti berada di persimpangan, haruskah ia mendengarkan cacing yang ada di hatinya atau tidak.


Yeon Hee yang juga mendengarkan nyanyian itu, membujuk Jung Do Jeon untuk tak goyah dengan keputusannya yang akan membiarkan Bang Won mati. Ia menceritakan tentang latar belakang Gagak Beracun yang marah karena kehilangan ibu dan kekasihnya. “Sepertinya ia bukan tipe yang tunduk dengan perintah Anda, Anda harus memutuskan hubungan dengan orang itu di sini.”

Walau terdengar jahat, tapi sebenarnya Yeon Hee melakukan ini agar Ddang Sae tak terseret di organisasi mereka. Kepada Jung Do Jeon, ia meminta agar pria itu segera memutuskan  dan mengusulkan untuk membunuh Yi Bang Won. Jika Yi Bang Won tak tahan siksaan, dan nama Yi  Seong Gye , Hong In Bang atau bahkan nama Jung Do Jeon muncul, maka semua rencana Jung Do Jeon akan sia-sia. ”Anda tak perlu memikirkannya. Anda hanya perlu sejenak memalingkan ke arah lain.”



Shin Jeok melaporkan kalau gadis dari Yiseo meminta bertemu dengan Jung Do Jeon. Yeon Hee kaget mendengar Boon Yi datang ke Gaegyeong. Shin Jeok menjelaskan kalau Bang Won pernah menolong Boon Yi yang membuat gadis itu mengikuti Bang Won hingga kemari. Yeon Hee meminta Jung Do Jeon untuk mengeluarkan Boon Yi dari organisasi mereka.


Jung Do Jeon menatap Yeon Hee, bertanya, “Apa aku pernah menyebut nama anak itu? Aku pernah bercerita tentang dia, tapi kurasa aku tak pernah menyebut namanya.”


Yeon Hee menunduk dan akhirnya mengaku kalau ia mengenal Boon Yi karena mereka teman sedesa. Walau begitu, ia mohon pada Jung Do Jeon untuk tak menyebutkan namanya pada Boon Yi.

Jung Do Jeon ingat saat Boon Yi menceritakan kisah hidupnya dan menyebutkan nama Yeon Hee. Ia tak menyangka kalau Yeon Hee yang diceritakan adalah orang yang sama.


Karena desakan dari banyak pihak, maka Lee In Gyeom memutuskan untuk menyelidiki kasus ini. Gil Tae Mi dan Hong In Bang mencoba mencegahnya. Tapi Lee In Gyeom tetap memutuskan seperti itu. Poeun menengahi dan berkata kalau mereka akan menyelidiki tapi dengan penyelidik yang obyektif. Ia menyebut Nam Eun.

Julukan Nam Eun adalah Si Bodoh Nam Eun karena terkenal obyektif dan tak mau disogok. Bahkan Name Eun pernah meminta Lee In Gyeom mundur. Sepertinya semua setuju dengan Nam Eun yang memimpin penyelidikan itu.


Jung Do Jeon menemui Boon Yi yang langsung berlutut dan bertanya mengapa Boon Yi menyetujui tindakan Bang Won dan bahkan membantu tanpa berkonsultasi dengannya atau Shin Jeok? Ia tak hanya bertanya, tapi juga memarahi gadis itu.


Boon Yi menjawab kalau Bang Won sama sepertinya. Sama seperti orang desanya yang tak sabar, tak bisa melihat bahaya di depan mata mereka untuk mencapai tujuan, karena itulah mereka mati. “Tapi kami melakukannya karena sangat tertindas oleh harapan. “Kami berharap, kemudian gagal. Berharap lagi, gagal lagi. Karena terus berulang, kami jadi tak sabar dan tak bisa melihat situasi. Kami tak bisa membedakan tujuan dengan caranya. Itulah yang terjadi.”


Boon Yi minta maaf karena telah bersalah. Tapi sama sepertinya, Bang Won kembali Hamju untuk mencari Jung Do Jeon. Jung Do Jeon berkata kalau Boon Yi beda dengan Bang Won.

“Tidak. Kami tak berbeda,” jawab Boon Yi. Ia bertemu dengan Bang Won saat ia kecil dan mencari ibunya. Bang Won menolongnya di saat kondisi yag sulit. Dan mereka bertemu lagi setelah dewasa dan Bang Won masih membahayakan diri sendiri untuk menolongnya.


“Dari sekian banyak orang berkuasa yang pernah saya lihat, mereka semua merampok kami. Tapi dialah bangsawan pertama yang menolong kami. Dan lebih dari siapapun, lebih dari saya, dialah yang paling berharap rencana Anda dapat menjadi kenyataan. Karena itulah Bang Won terus menunggu kedatangan Guru di goa itu. Ia menunggu agar Anda segera datang.”


Jung Do Jeon tercenung mendengar ucapan Boon Yi. Ucapan itu mengingatkannya pada anak-anak yang menunggunya dengan sabar di goa itu. Boon Yi menyadari kalau ia dan Bang Won telah bersalah, tapi ia memohon agar Jung Do Jeon menyelamatkan Bang Won.


Yi Seong Gye sedang mengadakan rapat perang melawan Hobaldo saat Bang Woo muncul. Mulanya Yi Seong Gye akan marah mendengar putranya tak menarik Rencana Stabilisasi Perbatasan. Tapi Bang Woo menceritakan alasannya. Bang Won ditangkap karena dituduh melakukan perjanjian illegal yang membagi pajak Hamju rata untuk Yi Seong Gye dan Hong In Bang.


“Lee In Gyeom telah menyatakan perang pada keluarga kita. Karena itu, sebagai anak tertua keluarga Yi, aku membuat keputusan itu. Keluarga kita tak pernya menghindari peperangan yang menyerang kita, Ayah. Kita harus menyelamatkan Bang Won! Jika Bang Won berbuat salah dan harus dibunuh, harus tangan kita yang melakukannya bukan Lee In Gyeom.”


Bang Woo minta maaf karena memberitahukan hal ini sebelum ayahnya maju perang. Tapi Yi Seong Gye berkata kalau sekarang ia punya satu alasan lagi untuk memenangkan perang. Ia mengambil panahnya dan berkata, “Dengan aku memegang kepala Hobaldo, kita akan bicara lagi nanti.”


Jukryeong merapal mantra untuk melepaskan talinya. Abrakadabra, setelah beberapa kali berusaha, akhirnya tali itu putus. Wahh hebat.. Jukryeong hampir tak percaya mantranya berhasil. Tapi Jukryeong buru-buru menaruh tali itu kembali ketika Bang Woo muncul dan melepaskannya. Bang Woo mengajak Jukryeong kembali ke Gaegyeong karena ada yang ingin ia bicarakan dengan Hong In Bang.


Hahaha.. Jukryeong kaget mendengarnya dan kayaknya terharu deh kalau saya tidak saya lihat.  


Jung Do Jeon memutuskan untuk menolak rencana Yeon Hee (yang ingin membunuh Bang Won). Ia menyuruh Yeon Hee untuk mengawasi langkah Lee In Gyeom berikutnya. Tuduhan pada Bang Won kurang kuat jika hanya berpegang pada surat kaleng saja. Ia menduga Lee In Gyeom pasti melakukan hal lainnya dan menciptakan bukti baru.


Dugaan Jung Do Jeon benar. Dengan bantuan Cho Young yang punya ahli pemalsu tulisan tangan, Lee In Geom berhasil menciptakan surat Hong In Bang yang menjanjikan pembagian pajak di daerah Tenggara. Lee In Gyeom menyuruh Cho Young menaruh surat itu di kamar Bang Won karena pengadilan akan menggeledah rumah Bang Won besok.


Malam itu, orang suruhan Cho Young menyelusup masuk ke kamar Bang Won dan menaruh ‘surat Hong In Bang’ ke dalam lemari. Yeon Hee yang sudah mengawasi, segera masuk ke dalam rumah setelah orang itu pergi dan mengambil surat itu.


Ia menyerahkan pada Jung Do Jeon dan Jung Do Jeon memberikan selembar surat yang isinya membuat Yeon Hee terkejut. Jung Do Jeon berkata ia akan membalikkan situasi dengan menggunakan surat ini.


Keesokan harinya, pasukan dari pengadilan datang menggeledah rumah Bang Won. Dan dapat diduga kalau surat itu ditemukan.

Kubu Hong In Bang sudah menunggu di ruang rapat, khawatir atas apa yang akan terjadi. Hong In Bang menenangkan rekan-rekannya. Yang bertugas adalah si dungu Nam Eun yang terkenal tegas dan objektif. Mereka tak punya pilihan lain selain percaya pada Nam Eun.


Lee In Gyeom muncul dan rapat dimulai. Ia berkata kalau Nam Eun menemukan bukti di rumah Bang Won dan ia telah menyuruh Nam Eun untuk langsung datang kemari. Ia memanggil Nam Eun yang datang dengan membawa surat beramplop merah. Lee In Gyeom menyuruh Nam Eun untuk membacakan surat itu.

Sekian lama aku menunggu, tapi kau tak datang juga. Karena itu aku mengikuti rencanamu dan lebih dulu membunuh Baek Yoon. Siapa yang berikutnya?

Yeon Hee bertanya jika Jung Do Jeon ingin menyelamatkan Bang Won, kenapa malah memberi tuduhan membunuh Baek Hyun? Jung Do Jeon menjawab kalau ular yang pintar tak akan berani menelan beruang karena malah bisa mati. Dan Lee In Gyeom adalah ular pintar itu. Rencana ini bisa terjadi karena Yi Bang Won adalah putra Yi Seong Gye (beruang). Sekarang Lee In Gyeom pasti tak tahu harus bertindak apa.


Isi surat itu membuat seisi Dodang gempar. Gil Tae Mi percaya kalau Lee In Gyeom memalsu surat itu, tapi heran mengapa Lee In Gyeom memalsu hal seperti itu karena hal itu berarti Bang Won mengikuti perintah ayahnya untuk membunuh Baek Yoon. Choi Young juga yakin kalau surat itu palsu. Tapi banyak pejabat lainnya ragu dan takut kalau Yi Seong Gye akan membawa pasukannya ke Gaegyeong karena tak terima dengan tuduhan ini.


Hanya Hong In Bang dan Poeun yang saling pandang, menduga kalau ini bukan ulah Lee In Gyeom dan yakin kalau mereka tahu siapa yang ada di balik semua ini. Jung Do Jeon.


Dalam kepanikan seperti ini, salah satu pejabat masuk dan menyampaikan kabar, “Jenderal Yi Seong Gye memenangkan pepeperangan! Dan musuh kita sekarang melarikan diri!”


Jenderal Yi Seong Gye kembali ke markas disambut oleh semua orang yang bersoak sorai merayakan kemenangannya. Ji Ran memeluk Jenderal Yi dan berkata, “Sekarang mari kita pergi untuk menyelamatkan Bang Won!”

Lee In Gyeom tak percaya kalau tipuannya malah menjadi boomerang. Siapa yang melakukan hal ini? Ia mulai berpikir dan terkejut saat menyadari, “Mungkinkah.. mungkinkah ini kau, Bayangan?”


Jung Do Jeon tersenyum dan menaruh boneka kayu, seolah bidak catur, dan berkata menantang, “Tuan Lee In Gyeom, akankah anda menerima langkah saya sekarang?”

Bersambung ke Six Flying Dragon Episode 12

3 comments :

  1. Waaaaaaaaaa...….semakin seruuu mbakk dee.....:)) seneng banget pas tau mbak dee bikin sinopsis sfd,,ga nyangka jg soalnya banyak bnget kan ya,episodenyaaah :)) salam kenal yah mbk..ak pembaca setia blog nya mbak dan selalu mjd silent reader,,tp kali ini ga tahan buat komentarrr :)) kamsahamidah unnie...selalu semangat bikin sinop yaahhh :*

    ReplyDelete
  2. halo mba dee.. makasih ya sinop-nya.. seru banget ceritanya n seneng banget mba dee mau bikin sinopnya.. selama ini saya silent reader.. selalu setia ngikuti blog-nya.. diterusin ya sinop six flying dragon-nya.. saya selalu menunguu.. hehehehe

    ReplyDelete
  3. Hai mbk salam kenal ya,, awalnya mls mau baca soalnya aku gak terlalau sk drama yg trlalu bnyk episodnya,, tp ternyata setelah bc sinopsis nya di episode ini,, trnyata jalan ceritanya memang bagus,, semangat buat nulis ya mbk,,,

    ReplyDelete