November 25, 2015

Secret Door Episode 8 - 2


Sebelumnya Secret Door Episode 8 – 1

Pangeran berjalan pelan sambil mengingat kenangannya bersama Menteri Park. Ia berakhir terduduk di tempat kenangannya ketika kecil. Namun ia tidak tahan. Ia pun masuk ke kediamannya masih dengan memikirkan perkataan sang guru bahwa jika Pangeran memang ingin tahu kebenaran kasus Heung Bok, jangan percaya pada siapapun termasuk dirinya.




Memandangi novel Heung Bok, peninggalan terakhir sahabatnya itu, pertahanannya runtuh... Pangeran tersedu T.T



Dayang Choi pergi ke kediaman Pangeran. Ia tahu Pangeran sedang bersedih sekarang. Karena itu ia melarang Puteri untuk masuk ke dalam.


Puteri dibuat geram melihatnya bersimpuh di hadapannya, memohon dengan sangat agar Puteri tidak masuk. Ketika ditanya alasannya mengapa, Dayang Choi malah bercerita. Ia sudah merawat Pangeran sejak Pangeran berusia 4 hari karena Pangeran tidak bisa dirawat oleh ibunya sendiri. Mungkin dari sanalah Pangeran bisa dewasa dengan cepat, dia tidak pernah sekalipun menyebabkan masalah atau menangis. Begitulah seterusnya hingga Pangeran berusia 9 tahun. Namun tak lama setelahnya, Dayang Choi menemukan istana Pangeran ini.


“Dia baru berumur 9 tahun, tapi tidak ingin ada yang melihatnya menangis. Tidak. Dia tidak bisa membiarkan orang lain melihatnya, sehingga ia bersembunyi di sini untuk menangis. Tempat ini Istana Heewoojung,” jelas Dayang Choi menutup ceritanya.


Puteri terkejut, “Apakah kau mengatakan padaku kalau Pangeran sedang menangis? Lalu seharusnya kau tidak malah mencoba menghentikanku. Apa tugas Dayang istana? Bukankah sudah kewajibanku untuk bersamanya ketika dia sedih?”

Namun jawaban Dayang Choi sangat menyentuh. Ia harap hari itu akan tiba. Hari di mana Pangeran bisa membuka pintu Heewoojung sendiri untuk memegang tangan sang Puteri, mengajaknya masuk dan berbagi kesedihan yang sama. Dia akan senang. Itu adalah keinginannya sepanjang hidupnya. Tapi hari ini bukanlah waktunya. Jadi Dayang Choi ingin membiarkan Pangeran sendiri sekarang.


Puteri hanya bisa diam sambil menatap Pangeran dari balik tembok istana Heewoojung. Ia memilih berbalik pergi.


Menteri Park Moon Soo membuka lembaran maenge, sementara Pangeran membuka lembar novel Heung Bok.


Pangeran berhasil menemukan petunjuk Heung Bok yang sengaja disembunyikan di balik penceritaan ‘saat mengasah pisaunya’. Ia terbelalak.

Ah, dua orang ini melihat dokumen yang sama mengenai kesepakatan untuk mengangkat Raja baru: Maenge...

 

Menteri Park meraba tanda tangan yang dikenalnya dalam dokumen tersebut.

Chook Pa adalah nama pemberiannya pada Raja Yeongjo yang mengandung harapan Raja kelak bisa menjadi tempat di mana keadilan bisa mengalir seperti air. Betapa mirisnya Menteri Park melihat nama tersebut. Tidak butuh waktu lama bagi Menteri Park mengonfirmasi temuan ini kepada Raja.


Namun saat diminta menyerahkan maenge pada Raja, sang Menteri tegas menyatakan ketidaksediaannya. Ia ingin meluruskan kembali semuanya dengan menghukum orang-orang yang menandatangani maenge karena mereka telah melakukan tindakan ilegal.

Termasuk Raja...


Raja Yeongjo tidak terima. Ia mengambil pedangnya, diarahkan pada Menteri Park. Menteri Park lantas bersimpuh. Ia tahu tidak layak baginya secara tidak langsung membujuk Raja turun tahta. Tapi menurutnya dengan ini ia bisa membetulkan sejarah. Apalagi Pangeran sudah berusia 20 tahun. Menteri Park percaya Pangeran bisa memimpin Joseon.


Raja meragukan perkataan Menteri ini. Ia mengira Menteri Park hanya ingin menjadi pemain utama saja dengan kenaikan Pangeran. Hhhh rasanya percuma mengobrol terus dengan Raja. Menteri Park mengakhiri pembicaraan. Ia memberi waktu bagi Raja untuk memutuskan bagaimana membetulkan sejarah dan bagaimana menghukum orang-orang itu.


Raja sudah mengangkat pedangnya berlagak seperti hendak menebas Menteri Park kala Menteri Park berbalik pergi. Tapi Menteri yang mengetahui sikap Raja kemudian mengatakan...

“Jangan mencoba untuk melukai saya atau menggeledah rumah saya. Apabila Paduka melakukannya salinan Maenge akan tersebar ke mana-mana.”


Raja terduduk sepeninggal Menteri Park (yang rupanya telah mengerahkan banyak tenaga untuk berhadapan dengan Raja). Menatap singgasananya.


Kepala Jo menanyakan Hasil otopsi shadow/pengawal Kang. Pengawal tersebut sempat disiksa sebelum dibunuh dengan memotong nadi lehernya.


Perdana Menteri menyapa Menteri Park. Menanyakan apakah Menteri Park menemukan dokumen menarik tadi malam. Perdana Menteri senang karena jika demikian, pertarungan yang sebenarnya baru akan dimulai.  


Kabar mengenai Pangeran yang memanggil gurunya, Menteri Park Moon Soo membuat Raja tertawa miris. Apa alasannya? Dan sesegera apa mereka bisa mengetahuinya? Sampai Menteri Park mengatakan kepada Pangeran semuanya tentang maenge??? Ia mendorong Kepala Kasim gemas.

Kemudian Kepala Jo datang. Raja memerintahkan kepala polisi ibukota tersebut melaksanakan sesuai hukum yang berlaku. Kepala Jo tampak bingung membisu tapi tetap pergi melakukan yang diperintahkan Raja.


Di kediamannya, Pangeran menginterogasi Menteri Park dengan hati-hati. Ia bertanya mengapa novel Heung Bok bisa ada di ruangannya. Apakah orang yang di hadapannya ini gurunya atau penjahat. Menteri Park mengaku bersalah. Dengan tangannya sendiri ia melemparkan mayat Heung Bok ke sumur kerajaan.


Pangeran gusar, sangat kecewa terhadap gurunya. Ia tampak menahan emsosi dan kepalan tangannya yang mengeras. Ia berdiri bersamaan dengan kedatangan Kepala Jo ke sana.


“Saya ke sini untuk menangkap pelakunya.”

Pangeran menyuruh kepala Jo membawa Menteri Park. Padahal yang dimaksud Kepala Jo bukan Menteri Park melainkan Pangeran.

Ya, Pangeran ditahan sebagai tersangka pembunuhan pengawal Kang Pil Je.

“Selalu ada jalan.”
Bersambung ke Secret Door Episode 9

Kalimat penutupnya bagus, tapi kalau itu diucapkan Raja sekarang... "Ha? Selalu ada jalan agar Raja tidak bisa turun tahta maksudnya?"

Kejadian ini mungkin akan mengubah pemikiran Menteri Park atau setidaknya menyadarkannya bagaimana musuh yang harus ia lawan. Kok bisa Pangeran ditahan akan dijawab di episode selanjutnya (meski banyak juga yang sudah tahu alasannya heheeee).

Ngomong-ngomong episode ini penuh haru T.T

Waktu Chul Joo sampai lemah hanya demi mendapatkan maenge yang katanya sebagai balasan atas makanan yang pernah diberikan Menteri Park dulu padanya. Waktu Pangeran tahu Menteri Park menyembunyikan buku yang ia cari-cari sebagai petunjuk kematian Heung Bok. Waktu Dayang Choi membiarkan Pangeran menyendiri untuk menangis. Ia bahkan memohon pada Puteri agar tidak mengganggunya kali ini.

Begitu beruntungnya Pangeran...ia bahkan memiliki Penasihat Chae yang banyak memberikan pelajaran buat dengan cara yang bijak >.<


Semoga Pangeran bisa terbantu lagi kali ini. 

No comments :

Post a Comment