November 12, 2015

Review She Was Pretty Episode 16 (Final)


Sung Joon dan Hye Jin melakukan LDR selama beberapa bulan. Tapi karena Sung Joon tak tahan LDR, Sung Joon pulang ke Korea tanpa pemberitahuan sama sekali. Hye Jin senang bukan main.



Ternyata Sung Joon keluar dari kantornya di Amerika. "Mulai sekarang, kau harus membiayaiku." Hye Jin langsung menghitung biaya bulanannya dan mulai memotong biaya-biaya yang tak perlu agar uangnya cukup untuk hidup berdua.


Sung Joon tertawa karena ia sebenarnya hanya bergurau. Ia sudah mendapat pekerjaan dan tempat tinggal. Dimana lagi kalau bukan sebagai Editor in Chief-nya The Most. La terus Tante Mamamia mau kemana?





Tentu saja menikah. Semua orang kaget mendengar calon suami Kim Rara adalah cowok Italia yang jadi model majalah mereka. Wahh.. Tante Mamamia bisa menggaet cowok cakep. Tapi ternyata si cowok itu sama lebay dan dramatisnya. Pantas saja cocok dengan Tante Mamamia.


Hal ini membuat Han Seol ingin Jun Woo menikahinya juga. Jung Woo mengajaknya menikah dalam tahun ini, membuat Han Seol sangat senang. Ia masih agresif, tapi sekarang Han Seol berubah menjadi cewek yang suka ngirit dan tak matre lagi. Ia bahkan merencanakan perkawinan yang sederhana saja.


Ha Ri sekarang giat kuliah. Tapi dimanapun dia berada pasti ada yang naksir. Di kampus ada adik kelas yang secara agresif terus mendekatinya, membuat Ha Ri speechless.


Hye Jin kembali ke rumah dan kaget saat melihat ayahnya pulang dengan Sung Joon. Jadi rumahnya adalah tempat tinggal Sung Joon sekarang? Ia mulai ngomel tapi orang tuanya, bahkan Hye Rin, membela Sung Joon. Karena tahukalau Hye Jin pasti akan mengomel, maka mereka merahasiakan hal ini dari Hye Jin.

Hye Jin pulang untuk mewujudkan cita-citanya. Dari dulu ia bercita-cita untuk membelikan mesin percetakan untuk Ayah dan akhirnya sekarang kesampaian. Ia menyerahkan buku tabungan yang sudah berjumlah 80 juta won. 


Ayah menolak. Ia merasa tak perlu. Lebih baik Hye Jin menyimpan uang itu untuk pernikahannya nanti. Sung Joon menyela, Hye Jin tak perlu membawa apapun untuk menikah dengannya. Akhirnya Ayah menerima buku tabungan itu.


Keesokan harinya saat Hye Jin berangkat kerja bersama Sung Joon, ia menemukan buku tabungan terselip di dalam tasnya. Buku tabungan ayahnya. Ayahnya meminta Hye Jin untuk menerima uang tabungan yang selama ini disimpan untuk pernikahannya kelak.


Mata Hye Jin berkaca-kaca saat melihat baris demi baris di buku tabungan itu. Ayahnya setiap bulan menyisihkan penghasilannya untuknya, menyisihkan uang yang sebenarnya bisa digunakan untuk membeli mesin cetak.


Sung Joon menatap Hye Jin dan mengusap kepalanya. "Aku benar-benar senang bisa menjadi bagian dari keluargamu."

Sung Joon masih tetap Sung Joon yang dulu. Yang masih bermulut tajam dan tega membuang hasil kerja anak buanhya yang tak maksimal. Tapi ia juga masih tetap tak memperhatikan sekitarnya. Sekarang ia adalah Pemimpin Redaksi lagi dan bukan Wakil. Tapi ia selalu salah masuk ke ruangannya yang lama sehingga harus ditegur berkali-kali oleh Editor Cha.


Editor Cha yang sekarang menjadi Wapimred hanya bergumam, "Hhh.. pantas saja anak-anak memanggilmu si bodoh Ji."


Mendadak Sung Joon membagikan sebuah undangan, seperti undangan rapat. Tapi bukan. Ia mengacungkan tangan kanannya dan berkata, "Aku akan menikah. Jika kalian punya waktu, sempatkanlah untuk datang, setidaknya untuk makan."


Tentu saja seluruh tim heboh mendengar Sung Joon yang tak pernah kelihatan pacaran, sekarang malah akan menikah. Mereka semakin heboh saat melihat foto Hye Jin ada dalam undangan itu.


Ha Ri mengajak Hye Jin makan di sebuah rumah kaca yang sangat indah. Ia menyelamati Hye Jin yang besok akan menikah dan meminta Hye Jin untuk menyelamatinya karena ia diterima kerja di sebuah hotel. Hye Jin berteriak senang mendengarnya. Ha Ri akhirnya bisa diterima di perusahaan atas usahanya sendiri.

Ha Ri melamar pekerjaan tanpa mencantumkan riwayat pekerjaannya yang lama. Tapi salah satu interviewer mengenali Ha Ri karena kinerjanya yang bagus di hotel tempat dulu ia bekerja.


Ha Ri memberikan mahkota dan buket bunga yang khusus ia buat untuk pernikahan Hye Jin besok. Ia bahkan khusus les merangkai bunga untuk membuatkan accessoris itu. Hye Jin terharu dan sudah mulai berkaca-kaca tapi Ha Ri meminta hari itu tak ada yang menangis. Ia sangat bahagia melihat sahabatnya akan menikah dan mendoakan agar Hye Jin selalu hidup bahagia.


Tapi Ha Ri sendiri yang tak bisa menahan air matanya. Ia menatap sahabatnya dan dengan suara tercekat ia berkata, "Hye Jin, kau benar-benar sangat cantik."


Sung Joon dan Hye Jin pun menikah.


Di akhir cerita, seorang ayah dan anaknya berjalan pulang menembus hujan. Saat lampu hijau, anak perempuan yang berambut keriting dan berpipi merah itu berseru, "Ayo jalan!"


Sung Joon tersenyum menatap putrinya dan berkata, "Yeon Woo, ayo kita pergi. Ibu sudah menunggu."

The End.


Nggak ada Shin Hyeok? Ada.. tapi Shin Hyeok tak pernah muncul menemui satupun yang kita kenal. Bahkan sosmed-nya juga sudah tak aktif lagi, membuat seluruh tim redaksi kangen padanya.

Hye Jin juga terus mengingat Shin Hyeok. Shin Hyeok selalu memintanya untuk melemparinya acar saat makan bersama. Saat perpisahannya yang terakhir kali, Shin Hyuk meminta Hye Jin untuk mengingatnya saat makan acar kuning. Shin Hyuk hanya meminta Hye Jin mengingatnya dalam sebagian kecil kehidupannya. Berapa kali sih Hye Jin makan acar kuning dalam seminggu? Belum tentu juga seminggu sekali. 


Ia terus mengembara dari satu negara ke negara lain, menjadi backpacker atau mungkin traveling dengan gaya. Dan ia terus menulis. Saat Novel terbarunya terbit, ia mempersembahkan buku itu untuk sahabat baiknya, Jackson.

Aww.. di sini tak ada karakter yang jahat, ya? Bahkan Han Seol pun sekarang menjadi hemat dan bahkan mau memperbaiki kursi Ah Reum yang rusak dengan menggunakan papan nama Poong Ho. Hahaha.. padahal papan nama Wakil Presiden itu baru saja Poong Ho bersihkan agar mengkilap. Eh.. malah dijadikan palu. 


Lagi-lagi saya terharu saat adegan buku tabungan dan di rumah kaca. Pantas saja drama ini nggak diperpanjang. Konfliknya sudah selesai. Semua orang mendapat endingnya. Kalau diibaratkan buat roti, rotinya sudah matang, keluar dari oven dan sudah dilapis krim. Tinggal menaruh hiasannya saja.

8 comments :

  1. Awwwww.....
    Sweet banget siiihhhh....
    Duuhhh... jadi baper kan sayaaa.... >.<

    ReplyDelete
  2. tapi aku mah berasa, ending drama ini sudah di episode 15.. hehe
    apa krn efek tayang nya keselip 1 eps. jadi kurang greget pas ending ya?

    ReplyDelete
  3. ini salah satu ending yg paling sempura di drama tahun ini selain ending drama Mask jga tentunya f...gak cuma menikah smapai mereka punya anak

    ReplyDelete
  4. Banyak adegan di episode ini yg buat aku terharu.. Bener jg kt mba dee.. aku rasa di episode 15 semua masalah sudah terselesaikan.. jd di episode akhir benar2 kebahagiaan yg didapat stlh semua masalah.. ^^ Bener2 puas deh sama drama ini..
    Pengennya jg ada anak cowok sung joon-hye jin yg mirip sung joon waktu kecil.. biar lengkap gt..
    hehehe ^_^ yg satu mirip mamanya yg satu mirip papanya..

    -JJ-

    ReplyDelete
  5. Dan sukseslah Siwon di drama. Terakhirnya Sebelum wamil ....semoga entar drama kambeknya juga sukses....
    Saya suka drama ini....manyi manyi chua.....hwang jung eum aktingnya total bgt.bahkan ligatnya dan aegyonya dia ketika jd hye jin begitu melekat....daebak.....
    Kamsahamnida bak Dee sdh mmbuat reviewnya.
    Semangat yah bak dee utk project selanjutnya, oh my Venus, bareng bak fanny dan ratna....
    HIMniseyo.....!

    ReplyDelete
  6. akhirnya selesai juga cerita she was pretty, pengen banget nonton subtittle indonesianya....kpn ya?

    ReplyDelete
  7. hiks ... aku sedih ama cerita Siwon ... tapi ya gimana lagi

    ReplyDelete
  8. thank you reviewnya min, bagus banget cerita she was pretty ini

    ReplyDelete