November 9, 2015

Review She Was Pretty Episode 15


Siapa yang sudah nonton She Was Pretty Episode 15?

Ternyata Shin Hyuk adalah Ten. Haduhh.. saya bener-bener gak kepikiran sama sekali, loh.. Mungkin di kepala saya gambaran chaebol itu pasti tinggi, cakep dan badboy kayak Shin Hyuk, jadi mengesampingkan Shin Hyuk sebagai Ten dan mengesampingkan Poong Ho sebagai keponakan Tante Mamamia.

Apalagi gosipnya, Ten itu ahjumma umur 40-an. Berarti Kim Rara dong, ya.. 


Eh ternyataa.... 
Padahal kalau mau jeli, sebenarnya fakta Ten itu Shin Hyuk itu sudah di depan mata. Shin Hyuk tuh kan nulisnya jago banget. Banyak yang ia liput jadi ngehits berkat tulisannya. 


Sung Joon juga terkejut melihat siapa Ten sebenarnya. Pas liat ekspresi Sung Joon yang terkejut dan tak kelihatan senang saat mengetahui Ten adalah Shin Hyuk, saya sudah merasa gak enak. Jangan-jangan Sung Joon tak akan membuat artikel Ten itu yang akan menyelamatkan The Most.

Dan ternyata benar. Sung Joon menelepon bagian percetakan untuk meneruskan penjilidan majalah. Agak-agak gimana rasanya saat mengetahui keputusan Sung Joon. Berarti dia menempatkan egonya di atas kepentingan orang banyak. 

Memang jika majalah itu bisa menjadi nomor 1 tanpa artikel Ten, maka The Most menjadi majalah yang memang digemari dan tak hanya sesaat. Jika penjualan The Most paling tinggi, berarti The Most akan terus menjadi nomor 1 di edisi-edisi berikutnya. Tapi itu pertaruhan yang sangat besar. Karena jika tidak, penerbitan The Most akan dihentikan saat itu juga.

Poong Ho yang menjadi Wakil Presdir Grup Jinhang juga tak bisa membantu. Ia sudah pernah membujuk ayahnya tapi ditolak.


Keesokan harinya, kejutan menanti. Memahami karakter Sung Joon, Shin Hyuk diam-diam memasukkan artikel Ten yang ia tulis sendiri, sebelum The Most dijilid. Dan hasilnya, The Most menduduki peringkat 1.


Seluruh tim redaksi kaget karena Ten adalah anggota tim mereka. Mereka senang The Most ada di posisi 1, tapi mereka merasa sedih karena kehilangan anggota mereka. Tak hanya satu tapi dua, eh.. tiga jika Poong Ho juga dihitung. Karena sudah 3 bulan dan tiba waktunya Hye Jin untuk kembali ke manajemen. 


Hye Jin ditawari pekerjaan oleh pengarang buku anak-anak, menjadi timnya, yang akan menulis buku anak bersama-sama. Hye Jin senang sekali, tapi sayangnya ia akan menolak tawaran itu karena ia akan pergi ke Amerika bersama Sung Joon.

Sung Joon dan Hye Jin menyadari kalau mereka belum siap menikah. Sung Joon ingin menikahi Hye Jin jika ia benar-benar mendapat kesuksesan dengan usahanya sendiri, sedangkan Hye Jin ingin menjadi bagian dari tim penulis buku anak, karena menjadi pengarang buku anak adalah impiannya sejak kecil. 


Malam itu Sung Joon sebenarnya ingin melamar Hye Jin, tapi keduluan Hye Jin yang melamarnya dengan cincin yang sudah siap. Padahal Sung Joon juga sudah menyiapkan cincin. Mereka berdua akhirnya memakai dua cincin dan berjanji akan menikah 1 tahun lagi.


Menjadi tim penulis buku anak berarti Hye Jin harus pindah rumah ke rumah tim penulis buku anak itu. Ha Ri merasa sangat sedih dan tak bisa menahan airmatanya menyadari kalau Hye Jin akan pindah rumah. Padahal mereka kan masih satu kota, tapi Ha Ri tak pernah berpisah dengan Hye Jin selain saat  ia pindah ke Jepang. 


Sepanjang malam, setelah menangis bareng, mereka pun karaoke dan menari gila-gilaan untuk terakhir kalinya. Dalam sejarah kdrama, saya paling suka dengan persahabatan Hye Jin dan Ha Ri. Saya nggak menangis saat adegan sedih Hye Jin dan Sung Joon. Tapi saya selalu menangis kalau salah satu atau kedua cewek ini sedih.


Di akhir episode, Hye Jin yang berpenampilan polos tanpa make up dan rambut lurus, bersepeda dengan riang. Ia akan menemui seseorang setelah lama tak bertemu.

Hmm.. kira-kira siapa, ya?

Shin Hyuk. Pasti Shin Hyuk. Hahaha... boleh dong ngarep mereka ketemuan lagi sebelum Hye Jin bener-bener jadian sama Sung Joon. Peace :p

1 comment :