October 25, 2015

Twenty Again Episode 17 (Special)



Q : Twenty Again Episode 17? Loh.. kemarin tayang ya mba Dee?

A : Hm mmh..

Q : Emang belum tamat, ya? Atau ini Thirty Again yang katanya sequel Twenty Again?

A : Nggak sih. Emang ada time jump sih di awal cerita. Dibaca aja kalau penasaran. :p

Twenty Again Episode 17



“Kau ingin aku mengemasi bajumu? Untuk apa? Kau akan berangkat lagi?” No Ra mengerutkan kening tak suka.

Baru kemarin Hyun Suk datang dari Singapura. Pementasan Teater You and Now sangat sukses di Korea dan banyak negara mulai melirik You and Now, meminta dipentaskan di negara mereka. Mulai dari Jepang yang pertama kali meminta, berlanjut ke Hong Kong, China dan Taiwan.

You and Now yang sedianya hanya proyek panjang dalam negeri, berubah menjadi proyek super panjang Asian Tour. Hyun Suk benar-benar super sibuk. Korea sekarang hanya menjadi tempat transitnya. Seminggu adalah waktu terlama Hyun Suk untuk bisa tinggal di Korea.

Yang berarti hanya seminggu dalam dua bulan No Ra bisa bersama dengan Hyun Suk. Itupun tak bisa eksklusif. Kedatangan Hyun Suk di Seoul tak khusus untuknya. Banyak yang menunggu Hyun Suk. Jadwal pertemuan dengan senat universitas, sponsor, dan wartawan sudah bederet panjang.

Alhasil, No Ralah yang mengalah dan menyelipkan waktu pacaran mereka di jadwal Hyun Suk yang super singkat. Rencananya Hyun Suk akan stay di Seoul selama satu bulan sebelum lanjut ke Australia.


“Bukan bajuku, tapi bajumu,” koreksi Hyun Suk. Matanya tak lepas dari monitor dan tangannya terus mengetik. Ia akan menjangkau cangkir kopi, tapi cangkir itu sudah melayang di sampingnya. Ia mendongak dan melihat kalau No Ra sudah mengangsurkan cangkir yang sekarang sudah penuh lagi. Ia tersenyum lebar, “Thank you..”

“Kenapa aku harus berkemas?”

“Karena kau harus membantuku mempersiapkan pementasan di Bangkok. Kita berangkat besok.”

“Bangkok?! Pergi lagi?!”

“Kami baru saja dapat kabar kalau You and Now dinominasikan sebagai The Best Foreign Language Performance di Mouliere Award dan diminta menjadi pertunjukkan pembuka di Festival Teater Asia di Bangkok,” jawab Hyun Suk tenang, tangannya terus bergerak lincah di laptopnya. “Padahal Sang Ye sudah cuti dari minggu lalu untuk mempersiapkan pernikahannya. Kami kekurangan orang, No Ra.”

No Ra menggeleng. Ia sudah tak pernah lagi membantu pekerjaan Hyun Suk. Sejak Hyun Suk mengajak Dong Chul untuk menggantikan satu pemain yang mengundurkan diri, praktis hanya No Ra yang meng-handle kedai ddeokboki Nenek. Selain nanti ia malah menjadi beban Hyun Suk, No Ra tak ingin menutup restoran itu.

“Kan ada Seung Hyun yang menggantikanmu di kedai Neneik,” bujuk Hyun Suk. No Ra telah meminta Seung Hyun untuk bekerja part-time padanya. Bahkan No Ra sudah mengajarkan resep rahasia Nenek setelah meminta Seung Hyun bersumpah tak akan membocorkannya seumur hidup dan mati. Jadi penjaga alam baka tak akan bisa merasakan enaknya ddeokboki Nenek.

No Ra tetap menggeleng. Hyun Suk menghentikan ketikannya, ia sekarang konsentrasi membujuk No Ra. "Kau tahu Prof. Kim Woo Chul kemarin menemuiku di Singapura. Dia tak henti-hentinya mengolokku karena sendirian di negara orang. Ia bahkan menyombongkan diri tak pernah merasa kesepian karena ada Yi Jin di sampingnya.”

No Ra mendelik mendengarnya. Woo Chul dan Yi Jin sekarang pindah ke Singapura dan mengajar di sana. Keduanya hidup bahagia, walaupun masih backstreet. Mereka bahagia bisa pacaran di depan umum tanpa ketahuan ayah Yi Jin. “Jadi kau minta aku ikut karena kau diejek Woo Chul? Begitu?!”

Ups... Hyun Suk rasanya ingin tepok jidat, menyadari kebodohonnya. No Ra tak suka jika ia hanya menjadi piala pajangan. Dan kalau No Ra marah, alamat gagal dia mendapatkan asisten pengganti. Ia tak akan memberitahukan kalau Woo Chul dan Yi Jin akan menonton You and Now di Bangkok. Bisa ngamuk No Ra nanti.


“Bukan begitu.. Aku hanya ingin cerita kalau di sana aku sempat ketemu dengan Prof. Kim Woo Chul.” No Ra kembali mengerutkan kening. Jawaban yang nggak nyambung. Ia sudah ingin mendebat, tapi tertahan karena Hyun Suk berkata, “Min Soo juga akan menonton kami di  hari pertama.”


“Min Soo?” No Ra menggigit bibirnya. Min Soo akan datang? Ia bisa bertemu Min Soo-nya? Sudah lama sekali ia tak melihat Min Soo selain melalui Skype. Ia benar-benar kangen dengan putranya, ingin memeluknya. Hampir 2 tahun Min Soo pergi untuk pertukaran pelajar.

Hyun Suk tersenyum, matanya memohon. Ia meraih tangan No Ra dan bertanya, “Jadi kau mau ya kembali menjadi asistenku?”

Kali ini No Ra mengangguk.

***


“Kemana yang lain?” No Ra menoleh kiri kanan, mencari anggota rombongan Hyun Suk. Tak satupun wajah yang ia kenal ada di sana.

“Entahlah,” jawab Hyun Suk cuek. “Mungkin belum datang.”

Selama hampir setengah jam mereka duduk di salah satu cafe dan menunggu, tapi ia tak melihat satu pun dari rombongan Hyun Suk. Bahkan Eun Ji yang biasa datang paling awal juga belum nampak batang hidungnya. 

“Ini sudah kurang dari dua jam dan tak satupun dari mereka muncul,” No Ra malahan yang panik. 

“Mereka  sudah check in massal dari kemarin. Dan aku sudah meminta mereka tak membawa bagasi karena kepulangan kemarin ini hanya short trip. Jadi aman. Tenang saja, “ jawab Hyun Suk membuka handphonenya dan kemudian serius bermain games.

No Ra menatap Hyun Suk kesal. Cuek banget sih. Kalau ternyata ada anggota yang ketinggalan, bagaimana coba? No Ra tak tahu kalau Hyun Suk menyibukkan diri dengan handphone karena ia tak berani menatap mata No Ra.

Sebenarnya ia berbohong. Mereka sebenarnya sudah datang. Tapi ia sudah minta seluruh kru untuk menjauhinya dalam radius 50 meter selama satu jam ke depan. Ia benar-benar hanya ingin berdua dengan No Ra selama mungkin. Karena begitu No Ra bertemu dengan anggota timnya, No Ra pasti menjadi milik bersama. Keramahan dan kebaikan No Ra membuat timnya betah berlama-lama dengan wanita itu. Apalagi kalau No Ra sudah mengeluarkan bekal masakannya. Kelar deh..

“Hyun Suk ah,” panggil No Ra. Ia mendongak dan.. klik! No Ra ternyata mengambil fotonya candid. Duh, lagi-lagi No Ra mengambil gambarnya saat ia tak siap. Ia mengerutkan kening melihat No Ra tertawa-tawa sambil memencet-mencet handphonenya. “Sedang apa?”


“Aku sedang memposting fotomu di Instagram,” No Ra terkekeh. Siapa suruh Hyun Suk cuek padanya. “Agar seluruh dunia tahu kalau kau itu tak sempurna.” Ia menunjukkan foto Hyun Suk di Instagram dengan tulisan. Prof. Cha, berhenti main games dong.. 

Hyun Suk terbelalak melihat fotonya. Tapi ia jadi teringat, “Hei.. kau punya Instagram?”

No Ra mengangguk bangga. Ia sekarang telah menjadi anggota dunia maya! Yay! “Baru sebulan. Aku sudah follow Min Soo dan selalu like foto-fotonya.”

“Kau bisa menggunakannya?” goda Hyun Suk.

No Ra cemberut. Ia mengibaskan rambutnya gaya. “Tentu saja bisa. Aku ini classy and funky ahjumma,”  Sampai mati pun ia tak akan menceritakan betapa tololnya ia saat pergi ke toko elektronik dan meminta pelayan memberikannya oven merek Instagram. Akhir-akhir ini ia selalu gagal membuat cake. Entah kenapa cake-nya selalu gosong sehingga ia selalu gagal memenuhi permintaan Hyun Suk yang sedang craving makan cake .

Kemudian Seung Hyun menyarankan untuk memakai Instagram dan mengirimkan hasilnya pada Hyun Suk. Ia tak akan percaya lagi pada Seung Hyun. Eonni, pake Instagram aja. Roti yang gak enak pasti terlihat enak di sana, begitu katanya.


Hyun Suk meraih handphone No Ra dan mengangkatnya ke atas. “Ayo kita selfie dulu,” ajak Hyun Suk. Ia kemudian menggeser kursinya dan merangkul No Ra, kembali selfie. Setelah beberapa kali ambil, Hyun Suk mengembalikan handphone itu pada No Ra.


No Ra menggeser badannya agar bisa menyandar pada Hyun Suk. Ia tersenyum-senyum sendiri saat memposting satu foto yang ia anggap terbaik. Hyun Suk kaget karena No Ra tiba-tiba menepuk lengannya dan berteriak.“Ahh.. lihat! Lihat! Min Soo me-like foto kita,”  seru No Ra antusias. "Eh, Seung Hyun juga!"

Hyun Suk tersenyum mendengar celotehan No Ra dan berjanji pada dirinya sendiri untuk membuat akun Instagram agar bisa me-like setiap postingan pacarnya. Ia membayangkan senyum No Ra di setiap like yang akan ia berikan, dimanapun ia nanti berada. 



Rombongan Hyun Suk tiba di bandara Suvarnabhumi jam 11 siang, tepat sesuai jadwal. Karena yang pulang hanya sebagian, rombongan dijemput dengan bis kecil. Tapi sepertinya jumlah anggota rombongan mereka masih terlalu besar untuk bisa satu kali antar.

Hyun Suk mulai menunjuk setiap kepala, menghitung jumlah anggota mereka. Satu dua tiga empat lima.. Lima belas. “Pas. Kita bisa kembali ke hotel bersama-sama.”

No Ra yang tak merasa ditunjuk dan  dihitung mulai protes. “Kok hanya lima belas? Kita kan datang ber-enambelas.”

“Kau nanti duduk di pangkuanku,” jawab Hyun Suk singkat yang langsung ditimpali oleh seruan ‘aww..’ serempak dari semuanya. No Ra mendelik malu dan mencubit lengan Hyun Suk keras-keras, sehingga Hyun Suk mengaduh, “Bercanda, No Ra. Bercanda. Kita akan naik taksi ke tempat Min Soo dulu. Kau pasti sudah kangen dengannya.”

***

No Ra tersenyum-senyum mengingat pertemuannya dengan Min Soo tadi. Ia tak menyangka betapa manjanya Min Soo padanya. Waktu dan jarak ribuan kilometer telah mengubah putranya kembali seperti SD lagi. 

Taksi yang ditumpangi No Ra dan Hyun Suk berhenti, membuat No Ra sadar kalau mereka tidak ke hotel. Ia sekarang berada di depan taman luas yang hijau. "Kenapa kita ke sini? Bukankah seharusnya kita harus ke hotel?"

"Anak-anak sekarang sedang ke pantai di Phuket," jawab Hyun Suk asal sambil menggelar selimut di rerumputan. Ditariknya No Ra agar duduk dan ia pun berbaring di pangkuan No Ra. 

"Phuket? Aku kan juga mau ke pantai, "keluh No Ra. 


"Kayak di Korea nggak ada pantai aja," gumam Hyun Suk. Ia menutup mata, tapi No Ra mentowel-towel pipinya, mengajaknya untuk pergi ke pantai. "Phuket itu jauh sekali."

No Ra tiba-tiba teringat, "Eih? Bukannya kalau ke Phuket itu harus naik pesawat lagi, ya? Dan baru besok kan kita akan pergi ke sana."

Hyun Suk merutuki mulutnya yang asal bicara. Ia cepat-cepat mengalihkan perhatian. "Perutku sakit, No Ra. Sepertinya aku tidak cocok makan makanan Thailand."

"Benarkah?" No Ra menarik tangan Hyun Suk dan mulai memijatnya telapak tangannya. "Dulu kau juga pernah sakit perut saat di Jakarta. Kau harusnya bisa pilih-pilih makanan. Jangan buat aku mengkhawatirkanmu."

"Hmmhmm..," Hyun Suk terpejam keenakan karena tangannya dipijat No Ra. "Kalau kau khwatir, ikutlah denganku, No Ra. Teruslah di sampingku."

No Ra berhenti memijat. Ia tahu Hyun Suk sekarang sedang kelimpungan karena tak ada Sang Ye. Setelah Sang Ye menikah, kemungkinan Sang Ye tak akan mengikuti Tur Asia. Suami mana yang mau melepaskan pengantin barnya untuk pergi? 

Pelan-pelan No Ra mengangkat kepala Hyun Suk dan meletakkannya ke samping. Hyun Suk reflek bangun dan menatapnya heran. Ia berkata, "Aku tahu kalau kau membutuhkan pengganti Sang Ye. Tapi aku tak bisa terus-terusan menemanimu. Mengikuti kemanapun kau pergi.”

Hyun Suk hampir angkat bicara tapi No Ra menyelanya, “Aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk tidak menjadi ekor orang lain dan tak menjadi bayangan orang lain. Aku ingin menjadi diriku sendiri.”

No Ra berjalan menjauhi Hyun Suk yang terpana mendengar ucapannya. Tapi Hyun Suk kemudian berseru. “Aku yang ingin mengekorimu. Aku yang ingin membayangimu, No Ra.”

“Aku tak memaksamu untuk ikut denganku,” ucapan Hyun Suk membuat No Ra berhenti. Dadanya berdegup kencang saat Hyun Suk meneruskan, “Cukup jika kau selalu ada untukku sampai kita tua nanti. Aku tak memaksamu untuk terus berada di dapur, memasak untukku. Aku merasa cukup jika kau selalu menemaniku makan, entah engkau yang buat atau kita beli. Aku tak memaksamu untuk ikut mengurusi pekerjaanku. Cukup jika aku bisa bersandar padamu saat aku lelah.”

No Ra berbalik dan kakinya terpaku saat Hyun Suk berjalan perlahan menghamprinya. “Sebelum tidur, aku hanya ingin suara terakhir yang kudengar adalah suaramu. Aku hanya ingin sentuhan yang terakhir kurasa adalah tanganmu. Aku ingin wangi terakhir yang kuhirup adalah wangi rambutmu.” Hyun Suk sudah ada di hadapannya dan bertanya,  “Maukah kau menikahiku?”

No Ra menggigit bibirnya. Sedetik kemudian senyumnya terkembang lebar dan ia melompat memeluk Hyun Suk. “Aku mau aku mau aku mau!” membuat Hyun Suk tertawa lega dan mempererat pelukannya. Tapi No Ra kemudian menjauh dari pelukan Hyun Suk karena ada yang membuatnya penasaran, “Kenapa kata-katamu sepertinya familiar sekali, ya?”


Hyun Suk tertawa semakin keras. Ia meraih No Ra kembali dalam pelukannya dan menjawab, “Tak sia-sia aku menemanimu nonton drama Korea setiap malam.”

Komentar :

And hopefully they live happily ever after.

Hehehe.. maaf ya kalau merasa php. Twenty Again episode 17 itu nggak ada, ini cuman tulisan abal-abal saya yang tiba-tiba pengen nulis mereka karena ngeliat foto keduanya saat di airport. Selfie bareng lagi kayak ga ada canggung-canggungnya.

Kru dan bintang Twenty Again bareng-bareng berangkat ke Phuket, Thailand untuk berlibur setelah bekerja keras selama lebih dari 3 bulan agar bisa menyajikan drama keren ini.

Kerja keras mereka terbayar karena rating Twenty Again sangat tinggi setiap minggunya. Kalau pengen tau foto-foto yang sebenarnya, klik saja link Last BTS Twenty Again

Credit picture : susah saya tulis satu persatu. Tapi semua gambar yang bukan dari screencap saya dapatkan di forum soompi. Nanti di postingan BTS akan muncul semua gambar yang tidak saya potong, ya..

21 comments :

  1. Huwaaa.. kirain beneran.. :D Tapi sumpahh keren abis,, mungkin akhir yang seperti ini yang diinginkan hampir semua penonton. Daebak mb Dee !!

    ReplyDelete
  2. Kirain beneran ad lanjutannya haha
    Karna setau aq ufah final di 16 ep, di dramabe**ns jg gitu. Tapi makasih lo, ceritanya menghibur bangett hhe

    ReplyDelete
  3. huwaaaa.... aq udah seneng bgt kirain beneran.. aq bolak balik cek dramania ko blm d upload jg. walah ternyata karangane mb dee doang to. tp apik tenan e mb. berasa asli nya wkakakakkk

    ReplyDelete
  4. Kirain beneran ada episode 17 nya..hehe

    ReplyDelete
  5. Ckckck...eon bisa aje bwat orang kelimpungan aq nyari dmna2 eps 17 kaga ada lah ternyta abis dibaca cma ciptaanmu hehe... .. Kena zonk cma liat judulny doank langsung nyari harusnya dbca dolo yeth...tp gomawo eon sneng bget sesuai hrapan smua orang happy ending....

    ReplyDelete
  6. Mbak deee...daebak....hrsnya kirim script nya ke PDnim nya nih....biar dibikin beneran mbak....hehehehe.....


    ReplyDelete
  7. auwww nyebelin..php beneran nie..tpi keren jga sih..enakan klo endingnya dbikin gni ya mb..tpi tetep sebel sebel sebel dah kna tipu..hu hu hu

    ReplyDelete
  8. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  9. Ya Allah, mba dee ku sayang kirain beneran smpe kaget. Tpi keren bgt mba, mantap

    ReplyDelete
  10. jiah....ternyata gak beneran.
    tp happy ending. like this

    ReplyDelete
  11. jiah....ternyata gak beneran.
    tp happy ending. like this

    ReplyDelete
  12. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  13. Yah....kirain benerean... :(
    Tapi bener sih mba,baru aja drama nya tamat kemaren tapi rasanya kangeeeen bgt liat mereka lagi,kayanya ada jadwal re-run drama korea nih...miss them so much soalnya....
    Thanks ya mba buat tulisan nya...entertaining...

    ReplyDelete
  14. hahahaha..saya suka eps. 17 kok..romantisnya...jd berasa kembali ke masa muda,,indahnya jatuh cinta..skrg emak2 mah apa2 beda hahaha..trmkash banyak rcapsnya..ditunggu project lain yang romantis juga ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha... tos dulu dong kita :D
      prioritasnya sekarang beda ya..

      Delete
  15. Haha.... awalnya smpt percaya. Tp pas ad fotonya,aq udah ngira kl mbk dee yg ngarang. Bgs bgt tulisannya.... seneng bacanya. Kyk drama betulan. Slm kenal..

    ReplyDelete
  16. jempol deh,,,,,,
    sumpah kirain beneran,,,,,
    bikin fanfic aja mbak,,,,,
    kerreeeen,,,,kerreeeennnn,,,,,

    ReplyDelete
  17. Keren abis mba deee! Walaupun gak beneran, tapi aku akan mempercayai ending nya seperti ini hehe, makasih mba dee

    ReplyDelete
  18. wahhh... keren, keren abis. endingnya menghibur... tq Mba Dee

    ReplyDelete
  19. Kirain beneran..keren super daebak mba dee
    .gomawo

    ReplyDelete
  20. Kirain beneran..keren super daebak mba dee
    .gomawo

    ReplyDelete