October 22, 2015

Twenty Again Episode 15

Twenty Again Episode 15


“Kalau aku juga menyukaimu, apakah kau masih menganggap cinta itu konyol?” No Ra terbelalak mendengar pengakuan Hyun Suk. Dan ditembak seperti itu malah membuat No Ra cegukan. Hyun Suk tersenyum melihatnya. “Apa kau tak menyadarinya? Aku menyukaimu dan kau menyukaiku.”

Tapi No Ra terus cegukan, membuat Hyun Suk khawatir. Ia berniat mengambilkan air putih tapi melihat ada Dong Chul yang mengintip mereka. Ia langsung menyuruh temannya untuk mengambilkan air putih.



Dong Chul dengan sigap mengambilkan air putih dan langsung meninggalkan mereka sambil menelepon Yoon Young. Apalagi kalau bukan untuk memberitahu gosip paling anyar.


Akhirnya cegukan No Ra hilang. Tapi pengakuan itu tak bisa hilang dari benak No Ra. Ia langsung mengomeli Hyun Suk yang menembaknya hingga ia cegukan. Bagaimana Hyun Suk tahu kalau ia barusan cerai? Apa dari Yoon Young? Dan setelah tahu mengapa Hyun Suk diam saja? “Kau ini benar-benar ahli dalam mempermalukan orang.”


Hyun Suk mengerti kalau No Ra butuh waktu setelah bercerai, tapi ia tak akan membiarkan No Ra untuk lari darinya. “Janganlah sembunyi di balik stigma klise seperti baru saja bercerai dan sudah punya anak. Ini bukanlah diri


No Ra terus bersikukuh kalau ia tak menyukai Hyun Suk, “Apa kau pikir semua orang itu tertarik padamu?” Tanpa menunggu jawaban Hyun Suk, ia pergi. Walau sepanjang jalan ia masih tak percaya akan pengakuan cinta Hyun Suk itu benar-benar terjadi.

Belum juga reda debaran jantungnya, Yoon Young meneleponnya. “Kudengar kau tadi main drama romance dengan Cha Hyun Suk.” Hahaha.. rupanya kabar itu sudah tersiar hingga ke Yoon Young yang sekarang sudah di jalan untuk menemuinya.


Yoon Young kegirangan mendengar No Ra ternyata juga suka pada Hyun Suk. No Ra tak bisa membantah karena Yoon Young mengutip kata-kata Hyun Suk yang tadi didengar Dong Chul, membuat No Ra malu. Ia senang karena No Ra sudah seperti manusia pada umumnya dan meminta No Ra untuk tak menolak perasaan itu.

No Ra mengakui kalau ia senang bisa merasakan berbunga-bunga, berdebar-debar, dan selalu memikirkan orang itu. Tapi No Ra merasa tak ada gunanya karena sudah bukan saatnya lagi ia main-main karena ia memiliki banyak masalah yang lebih berat. Mau jadi apa setelah ia lulus, cari rumah baru, dan kerja paruh waktu. Yoon Young pikir No Ra sedang menghukum dirinya sendiri tapi tidak. No Ra hanya menerima kenyataan.


Apapun yang dirasakan No Ra, membuatnya tak bisa tidur semalaman. Kalau Hyun Suk? Tentu saja juga tak tidur semalaman, pasti sedang memikirkan cara agar No Ra tak membohongi perasaan hatinya sendiri.


Keesokan harinya, No Ra heran membaca SMS Hyun Suk yang menyuruhnya No Ra keluar rumah sekarang. Tapi ia keluar juga dan mencoba bersikap tenang di hadapan Hyun Suk yang menyapanya ‘teman’.


Hyun Suk menyelidiki wajah No Ra, “Teman, kurasa kau juga tak bisa tidur. Matamu merah, tuh. Memang kau memikirkan apa semalaman?” No Ra berbohong, ia tidur nyenyak semalaman. Tapi Hyun Suk tak percaya. Ia saja tak bisa tidur karena tak bisa menerima jawaban No Ra yang mengatakan tak menyukainya dan merasa kalau No Ra membohonginya.


No Ra meyakinkan kalau Hyun Suk itu hanyalah ia anggap sebagai teman. Teman lama yang sangat baik padanya.

Maka Hyun Suk pun memintanya untuk membuktikan. “Tunjukkan padaku kalau kau memang menganggapku hanya sebagai teman agar aku bisa melepaskanmu. Bisakah kau setidaknya melakukan hal ini? Sebagai teman? Pikirkan apa yang telah kulakukan untukmu dan nenekmu.”


Walaupun ragu, No Ra pun menyetujuinya dan bertanya apa yang harus ia lakukan. Hyun Suk tersenyum dan berkata, “Aku akan melakukan semua hal yang selalu ingin aku lakukan bersamamu. Saat kita melakukannya, kau harus bisa membuktikan padaku kalau kau tak menyukaiku.” No Ra tampak semakin ragu, membuat Hyun Suk menantang, “Tak mau? Kalau begitu kau harus mengakuinya sekarang.”

Hahaha.. Hyun Suk memberinya pilihan sulit. Tentu saja No Ra langsung mau melakukannya. Yang pertama adalah sarapan. Mereka pergi ke taman untuk makan sandwich yang Hyun Suk beli. Melihat No Ra berjalan di belakangnya, Hyun Suk menyuruhnya berjalan di sisinya. Teman macam apa itu yang jalan kok berjauhan.


No Ra pun maju agar bisa mendekat pada Hyun Suk. Dikiit.. Mendadak ada sepeda yang melaju kencang ke arah mereka. Hyun Suk segera menarik No Ra ke pelukannya. Deg.. 


No Ra terpaku dalam pelukan Hyun Suk, sebelum kemudian memaki pengendara sepeda yang nyelonong ke area pejalan kaki, pura-pura tak merasakan jantungnya yang berdebar kencang. Hyun Suk tersenyum kecil melihatnya.


Saat melihat sandwich yang isinya penuh saus, No Ra hanya menggigit ujung rotinya sedikit, membuat Hyun Suk harus mengajarinya makan yang benar, makan dengan mulut terbuka lebar dan .. haapp! No Ra pun mengikuti cara itu tapi langsung mencari tisu karena mulutnya kotor. Ia kembali makan dengan caranya sendiri, tapi setelah Hyun Suk melirik tajam, ia kembali makan dengan cara Hyun Suk.


Sesampainya di kampus, ia mencegah Hyun Suk untuk melepas seatbelt-nya. Ia bisa melepas seatbelt sendiri. Hyun Suk pun menjawab, “Kau pikir aku melakukannya karena kau tak bisa?” Hahaha.. No Ra pun mengijinkannya dan harus menahan debaran jantungnya saat Hyun Suk melepaskan seatbelt itu dengan perlahan. Buru-buru ia kabur dari mobil, membuat Hyun Suk lagi-lagi tersenyum.


No Ra dan Seung Hyun ke administrasi kampus untuk mengetahui syarat-syarat untuk mendapatkan pinjaman pendidikan. Mengambil minimal 12 SKS dan nilai C untuk setiap mata kuliah. No Ra diam cukup lama mendengar syarat itu.

Dan saat mengikuti kuliah Bahasa Inggris, ia tidak konsentrasi saat mengerjakan tes listening. Ia malah mengedarkan pandangan ke teman sekelasnya yang serius mendengarkan.


Jadinya, ia keluar paling akhir, membuat Hyun Suk yang sudah menunggu di depan kelas menggodanya. “Kau pikir dengan kalau kau mengerjakan lebih lama akan meningkatkan nilainya?” No Ra mencibir dan bertanya apa sekarang Hyun Suk ingin membuktikan lagi, membuat Hyun Suk menjawab, “Apa kau pikir semua orang tertarik padamu?”

Hahaha… No Ra gondok mendengar ucapannya saat menolak Hyun Suk dikembalikan padanya. Hyun Suk menemui No Ra karena butuh asisten untuk menemaninya melihat teater yang akan digunakan untuk pentas You and Now.


Mereka pun pergi ke sebuah gedung yang tak begitu besar dan Hyun Suk meminta pendapat No Ra tentang gedung itu. No Ra merasa gedung itu menampung tak banyak penonton dan itu bagus karena dengan sedikit penonton, pesan akan tersampaikan dengan baik.

Hyun Suk menyetujui pendapat No Ra, membuat manajer Gedung heran melihat Hyun Suk meminta pendapat seorang wanita. Siapa wanita ini? Hyun Suk menjawab, “Ia adalah wanita yang kusuka. Tapi sayang ia tak begitu menyukaiku.”

Hahaha… No Ra benar-benar malu mendengarnya dan ia buru-buru pergi.


Selanjutnya Hyun Suk membawa No Ra ke taman. Taman yang sama saat kencan dengan Danny. No Ra menuduhnya mencontoh gaya pacaran Danny. Tapi menurut Hyun Suk, semua pacaran itu pasti sama tapi ia membawa sesuatu yang beda. Apa itu?


Hyun Suk menggelar kain dan beberapa komik. Dari komik romance, action hingga komedi. Mulanya No Ra ragu, tapi karena Hyun Suk mengeluarkan kartu ‘kenapa? Nggak bisa?’ ia pun mengambil satu komik komedi.


Tak lama, No Ra pun larut dalam bacaannya. Terkekeh-kekeh membaca komik itu, membuat Hyun Suk bertanya, “Kenapa? Lucu? Ayo kita baca sama-sama.” Dan Hyun Suk mendekat, dekaaat sekali membuat No Ra jengah. Dengan bahunya, ia mendorong Hyun Suk agar menjauh.


Tapi Hyun Suk malah semakin dekat, ikut membaca komik No Ra. Saat No Ra menawarinya untuk membaca sendiri, Hyun Suk malah menyuruhnya membalik halaman dan minta No Ra meneruskan baca. Tapi No Ra sudah tak bisa tertawa-tawa lagi karena panik berdekatan dengan Hyun Suk seperti ini.

Hyun Suk pun akhirnya menjauh, “Haduhh.. lenganku capek,” membuat No Ra menghela nafas lega. Hanya sedetik karena Hyun Suk kemudian berkata, “Kamu kujadikan bantal, ya..”


Rasanya jantungnya berhenti dan berdebar lebih kencang saat mengetahui Hyun Suk menyandarkan kepalanya ke punggungnya. Hahaha.. ia tak melihat Hyun Suk tersenyum jahil di belakangnya.




Hyun Suk kemudian mengajak No Ra naik kereta. Mulanya mereka duduk bersebelahan. Saat kereta mulai sepi, Hyun Suk pindah tempat duduk ke depan No Ra. Haduhh.. kalau begini mana bisa No Ra melihat depan. Kan malu kalau melihat Hyun Suk terus-terusan apalagi Hyun Suk terus memandanginya.


Tapi teringat bagaimana ia harus membuktikan kalau ia tak punya perasaan pada Hyun Suk, ia pun balik memandangi Hyun Suk. Hyun Suk tersenyum dan seperti tahu sama tahu, mereka ‘berperang’ tak boleh kedip sedikitpun. No Ra mencoba untuk tak berkedip sedikitpun dan setelah berapa lama matanya mulai pedih tapi ia terus bertahan.


Hyun Suk tersenyum dan akhirnya mengalah, memandang ke tempat lain. No Ra buru-buru mengerjapkan matanya dan kembali memandangi Hyun Suk yang beberapa saat kemudian kembali menatapnya.



Hyun Suk mengantarkan No Ra pulang dan bertemu dengan Min Soo yang juga baru pulang. Ia mengenali Min Soo sebagai pasangan yang bertengkar. No Ra terkejut mendengar Hyun Suk juga mengetahui kalau Min Soo pacaran dengan Hye Mi. Ia memperkenalkan Hyun Suk sebagai teman sekaligus atasan pada Min Soo.

Melihat Min Soo membawa bir, ia bertanya apakah hubungan Min Soo dan Hye Mi belum membaik? Min Soo menjawab kalau ia ingin minum bir ini dengan ibunya. No Ra nampak senang mendengarnya, begitu pula Hyun Suk. Ia pamit pulang dan menepuk bahu Min Soo, “Sampai ketemu lagi.”


No Ra senang karena ia bisa minum bir dengan putranya untuk pertama kali tapi tahu kalau ada yang meresahkan pikiran Min Soo. Min Soo pun bercerita. Ia sudah tak ingat lagi mengapa ia bercita-cita ingin kerja di perusahaan besar. Ia hanya tahu kalau Ayah yang menyuruhnya seperti ini. Ia tak pernah memikirkan apa yang sebenarnya ia inginkan. Dan jika ia sudah lulus dan bekerja, rasanya sulit menentukan arah hidupnya.

No Ra mendengarkan keluh kesah putranya dengan penuh perhatian. Ia tahu kalau Min Soo tak pernah memikirkannya karena sibuk belajar dan memintanya untuk mulai memikirkannya mulai dari sekarang.


Keesokan harinya, Hyun Suk datang lagi. Tapi kali ini No Ra menolak menghabiskan waktu bersama Hyun Suk hanya untuk membuktikan ia tak punya perasaan apapun karena ia memang tak punya perasaan apapun.


Tapi Hyun Suk tahu kalau No Ra berbohong. Sikap No Ra kemarin telah membuktikannya. “Saat makan sandwich, kau malu kalau sausnya mengotori wajahmu. Saat kau ada di dalam pelukanku dan aku melepas seatbelt-mu, kau jadi gugup. Saat aku berada di dekatmu, kau tak bisa bernafas bahkan tak berani menatap mataku. Apa begitu caramu menghadapi temanmu?”

No Ra mendebat walau mereka teman, tapi Hyun Suk tetaplah seorang pria dan ia merasa canggung karenanya. Tapi Hyun Suk masih ingat bagaimana sikap No Ra saat mereka masih bersekolah. No Ra tak canggung memeluknya saat bisa melakukan sebuah gerakan tari. “Kau bahkan selalu mengunci kepalaku dan menggodaku. Saat itu kau benar-benar menganggapku sebagai teman. Tapi sekarang kau begitu jaim makan di hadapanku dan salah tingkah setiap aku menyentuhmu. Kau bahkan tak dapat berbaring dengan santai.”

No Ra menjawab kalau semua sikapnya itu akibat pengakuan suka Hyun Suk. Tapi Hyun Suk malah kembali menegaskan, “Benar! Aku menyukaimu. Banget.” No Ra meminta Hyun Suk untuk menghentikan mengucapkan hal itu.

Tapi Hyun Suk tak mau. “Aku menyimpan perasaan itu selama 20 tahun. Butuh 20 tahun bagiku untuk  bisa mengatakan aku menyukaimu. Kenapa kau sekarang melarangku untuk mengatakannya?”


“Karena perasaan itu sudah 20 tahun,” No Ra membalas dengan jawaban yang sama. “Kau terus terjebak di masa lalu, 20 tahun yang lalu. Karena itulah kau terus melihatku sebagai gadis cantik dan sangat berarti. Aku berterima kasih karenanya. Tapi kau harus menghentikannya.”

“Apa aku memintamu untuk menikahiku? Kita bisa makan bersama, minum kopi, marah, bertengkar dan berbaikan. Aku hanya ingin menghabiskan waktu bersamamu,” balas Hyun Suk. No Ra merasa semua keinginan Hyun Suk bisa terlaksana dengan hubungan pertemanan mereka. Tapi Hyun Suk tak mau berteman lagi. “Kita adalah pria dan wanita yang saling menyukai. Kenapa juga kita masih berteman?”

“Berhentilah menyebut kita saling suka. Sudah kukatakan kalau aku tak suka padamu. Aku tak suka semuanya disodorkan ke mulutku. Jika aku bisa melepas seatbelt sendiri, aku tak suka kalau orang lain melakukannya untukku. Aku juga tak suka orang menyentuh pinggangku!” Suara No Ra meninggi saat Hyun Suk mencoba menyelanya. “Dan yang paling penting, kau itu bukan tipeku. Aku tak suka pria berwajah kecil, tanpa lipatan mata dan memiliki lesung pipit, jadi hentikanlah semuanya.”


Hyun Suk menyebutnya pembohong. Tapi No Ra bersikeras kalau begitulah perasaannya yang sebenarnya. Hyun Suk pun berkata kalau ia akan mengikuti kemauan No Ra. No Ra malah menyuruhnya pergi. Setelah beberapa kali menegaskan, akhirnya Hyun Suk pergi tanpa menoleh kembali.


No Ra terus memandangi punggung Hyun Suk yang menjauhinya. Kalau tak suka, lantas kenapa wajah No Ra terlihat murung?


Tanpa Hye Mi sangka, Min Soo mengajaknya untuk bolos dan jalan-jalan menyeberang pulau. Walau heran, Hye Mi mengiyakan. Di sana mereka main sepeda, makan, dan melakukan segala kesenangan yang pernah diinginkan Hye Mi.

Walau bahagia, Hye Mi merasa kalau kencan mereka ini rasanya seperti perpisahan. Min Soo membenarkan dan mengakui kalau saat ini tak bisa memberikan apa yang Hye Mi inginkan. Perpisahan ini bukan karena ia tak menyukai Hye Mi tapi jalan mereka berbeda. Ia butuh waktu, begitu pula Hye Mi yang ingin menghabiskan waktu dengan cara yang berbeda dengannya.

Hye Mi mengakui kalaupun mereka terus bersama, maka mereka akan terus bertengkar. Mereka pun setuju untuk berpisah setelah mereka kembali di Seoul.


Saat di kampus, Hyun Suk melihat Woo Chul dan Yi Jin berpapasan tanpa memperlihatkan kemesraan sama sekali. Ingat ucapan Woo Chul yang ingin mendapatkan No Ra kembali, ia menduga kalau keduanya sudah berpisah. Dan pasti hal ini sangat membuat Yi Jin trauma.


Di kantor, No Ra melihat Sang Ye berdandan sangat cantik. Tumben. Sang Ye berkata kalau hari ini ia akan memberi tahu Hyun Suk tentang perasaannya. Ia akhirnya ingat apa yang telah ia akui saat mabuk dulu dan karena ia sudah mengakui pada No Ra, ia akan memberanikan diri mengakui pada Hyun Suk sekarang.


Senyum No Ra hilang mendengarnya walau kemudian ia tersenyum terpaksa saat Sang Ye minta doanya. Senyumnya hilang saat Hyun Suk datang dan memuji Sang Ye yang dandan cantik. Tak hanya itu, Hyun Suk sekarang menganggap seolah No Ra tak ada dan memberi perintah untuknya, tidak secara langsung, tapi melalui Sang Ye. Ia hanya bisa menatap Hyun Suk kesal.

Sang Ye menatap interaksi kedua rekannya dengan geli. Ia tak merasa cemburu lagi. Sehari setelah ia mabuk, ia memberitahu Hyun Suk kalau ia tidur di rumah No Ra dan memutuskan untuk mengubur peraaan sukanya itu. Ia tahu sampai kapanpun Hyun Suk tak akan menyukainya. Sebagai gantinya, ia minta Hyun Suk mencarikan pacar untuknya.


Keanehan perilaku Yi Jin dan Woo Chul tadi terus mengganggu pikiran Hyun Suk. Saking sibuknya berpikir, ia tak melihat kalau No Ra menemuinya untuk memberikan kopi dan dokumen yang ia suruh buat. Ia juga tak melihat betapa kesalnya No Ra karena diacuhkan olehnya. Saat sadar, ia malah bingung melihat ada kopi dan dokumen yang sudah ada dimejanya. Kapan No Ra datang dan pergi?




No Ra semakin kesal. Setelah diacuhkan saat kasih kopi, sekarang Hyun Suk kembali memberi perintah melalui Sang Ye. Ia pun memandang Sang Ye dan berkata, “Katakan pada Prof. Cha Hyun Suk kalau saya akan melakukannya.


Sang Ye geli melihat kelakuan keduanya yang seperti anak SMA lagi. Dan ternyata Sang Ye pergi dengan Hyun Suk untuk Hyun Suk kenalkan pada temannya. 


Ia menceritakan rencananya yang menggunakan kesempatan ini untuk membuat No Ra cemburu. Tapi Hyun Suk khawatir kalau rencana Sang Ye akan menghasilkan efek yang sebaliknya. Sang Ye berkata kalau Hyun Suk pasti tak tahu tentang wanita.


Sang Ye benar. No Ra merasa dadanya sesak karena terus memikirkan rencana Sang Ye. Yoon Young meneleponnya, mengajak untuk pergi ke Yeongyo, tempat ruko Neneknya. Ia dan Yoon Young terkejut saat mengunjungi ruko itu dan bertemu dengan penyewa yang mengatakan kalau ruko itu telah dijual.


Ia langsung menelepon Woo Chul dan terkejut saat Woo Chul membenarkan. Yoon Young merasa aneh karena sebagai gantinya, Woo Chul akan memberikan uang sewa rumah mereka jika sudah disewa, yang nilainya jauh lebih besar dari uang penjualan ruko.


No Ra bertemu dengan Sang Ye yang seperti tak patah hati saat menceritakan kalau kepergiannya tadi berhasil lebih dari yang ia harapkan. Ia berhasil menutupi perasaannya, membuat Sang Ye heran melihat reaksi No Ra tak sesuai yang diharapkan.


Woo Chul sudah bersiap mengajukan pengunduran dirinya saat mendapat amplop berisi foto-fotonya yang sedang memberi uang suap pada si pemeras. Apalagi temannya menelepon kalau Universitas Jacheon tak jadi mempekerjakannya karena mendengar Univ. Woocheon akan memecatnya. Woo  Chul sangat terkejut mendengarnya. Ia langsung memikirkan tentang semua kejadian ini dan menduga kalau semua ini adalah ulah Yi Jin.

Yi Jin tak membantah tuduhan Woo Chul. Ini adalah hukuman bagi orang yang mengkhianatinya dan membuatnya jadi bahan tertawaan. Ia tak peduli dengan uang suap itu, karena itu hanya umpan untuk mendapatkan foto suap.

Woo Chul terkejut mendengarnya. Berarti Yi Jin juga yang mengatur skandal penyuapan Prof. Choi Kyu Won dulu. Ia mempersilakan Woo Chul untuk mencoba mengadukannya ke polisi, karena itu berarti Woo Chul mengakui telah menyuap mahasiswi itu.


Serangan telak bagi Woo Chul. Tapi serangan itu belum berakhir karena Yi Jin akan melakukan serangan terakhir besok. Woo Chul sangat shock. Ia bahkan tak mempedulikan Hyun Suk yang menyapanya.

Hal itu malah nampak aneh. Hyun Suk merasakannya, apalagi setelah ia bertemu dengan Yi Jin yang mengira dirinya Woo Chul yang kembali lagi ke ruangan. Saat kembali ke kantor, ia mulai menduga masalah yang timbul di antara kedua orang itu. Sang Ye menunjukkan berita di spacehost tentang seorang professor berinisial K yang menjadi dosen karena nepotisme, dan salah satu nama tersangkanya adalah Kim Woo Chul.


Ingat akan kejadian setengah tahun yang lalu yang sama dengan kasus ini, membuat Hyun Suk memiliki dugaan tersendiri. Ia minta Sang Ye mencari foto dan video dari kasus setengah tahun yang lalu. Yoon Young meneleponnya untuk menanyakan tentang Woo Chul yang mendadak teruburu-buru menjual ruko.

Ia pun memanggil Soon Nam dan Seung Hyun dan menyewa mereka secara paruh waktu untuk melakukan sesuatu.


Yi Jin akan pulang tapi ditahan oleh Hyun Suk yang kembali mendatanginya. Ia sudah menyuruh pria itu untuk menemuinya besok, tapi Hyun Suk berkata kalau besok sudah terlambat.

Tanpa basa-basi Hyun Suk menjelaskan kalau ia baru saja melihat berita di Spacehost dan ia merasa déjà vu karena mengingatkannya akan skandal Prof. Choi  Kyu Won. Ia menunjukkan foto skandal Choi dan berkata semua orang tahu Prof. Choi mata duitan, tapi yang terasa aneh adalah foto mahasiswa. Mereka bisa selfie persis di dekat Prof. Choi yang kebetulan mendapat suap dan langsung tahu ada uang di dalam kotak itu.




Yi Jin pura-pura tak mengerti arah ucapan Hyun Suk, tapi terhenyak saat Hyun Suk menuduh ia adalah dalang dari penyuapan Prof. Choi. Apalagi saat Hyun Suk bisa menyebutkan kedua mahasiswi di foto itu jugalah yang menyebarkan daftar Prof. K di Spacehost.

Dan sekarang kedua mahasiswa itu menghilang dengan orang tua mereka mengetahui kalau anak mereka sedang PKL di desa. Hyun Suk bisa mencari tahu kemana dua orang itu pergi tapi ia tak mau repot melakukannya. Ia hanya akan melakukan satu hal jika Yi Jin akan terus menjalankan rencananya. Ia akan menyebarkan tentang perselingkuhan Yi Jin dengan Woo Chul.


Yi Jin berusaha tenang dan bertanya apakah Hyun Suk punya bukti? Hyun Suk punya Ia punya rekaman CCTV dari teater Massa Maren. “Jika kau ingin menjatuhkan Woo Chul karena mangkhianatimu, jatuhkanlah dia sendiri. Jangan lukai No Ra dan putranya. Anak pria yang pernah kau cintai itu kuliah di Universitas Woocheon. Apakah kau pernah memikirkannya?”

Yi Jin terdiam. Tapi Hyun Suk terus mencecarnya, apa untungnya bagi Yi Jin jika berhasil menghancurkan Kim Woo Chul dan bisa membalas penderitaan yang selama ini Yi Jin rasakan? Dari semua orang yang terlibat, Yi Jin adalah orang yang paling tak menderita.

“Cabut postingan itu sebelum No Ra dan Min Soo melihatnya. Kalau terlambat dan terjadi sesuatu pada Kim Woo Chul, kau tahu kan apa yang akan kulakukan?” ancam Hyun Suk. Yi Jin membuang muka. Dengan nada lebih lunak Hyun Suk berkata, “Kau dulu pernah mencintainya. Jika kau berhasil menghancurkanya, kau akan bahagia berapa lama? Tiga hari? Dua? Satu?”


No Ra menelepon calon bos di teater anak-anak dan minta maaf karena ia membatalkan bekerja di teater tersebut.  Ia menghela nafas. Pikirannya kembali pada keceriaan Sang Ye yang memberitahukan kalau hasilnya lebih baik dari apa yang diharapkan. Ia kembali menghela nafas, kali ini lebih sedih. Agen rumahnya menelepon, memberitahu kalau rumahnya sudah laku disewa.


Yi Jin berjalan di halaman kampus, membayangkan dirinya dan Woo Chul bergandengan dengan bahagia dan penuh cinta. Yi Jin menangis. Hal sederhana seperti berjalan di kampus dengan bergandengan tanganlah yang ia inginkan. Ia pun mengirim SMS pada Woo Chul, memintanya datang ke tempat rahasia mereka.

Begitu Woo Chul datang, ia malah memukuli pria itu. Yang ia inginkan hanya mendengar permintaan maaf dari Woo Chul. Tapi sebenarnya memang itulah niat Woo Chul sebelum Yi Jin melakukan semua rencana ini. Yi Jin duduk kesal dan membanting sebuah amplop yang tadi ia pakai untuk memukuli pria itu.

Woo Chul membuka amplop itu dan mengambil isinya. Ia terkejut melihat akte jual beli ruko.  


Ia mendatangi Hyun Suk dan tanpa basa-basi bertanya, “Kau ini! Kau pikir kau ini siapa? Ada apa denganmu?! Kita adalah musuh dalam memperebutkan cinta. Jadi kenapa kau membantuku?”


Hyun Suk berkata kalau ia tak melakukan untuk Woo Chul. “Jika sesuatu terjadi padamu, maka anakmu tak akan bahagia. Jika Min Soo tak bahagia, maka No Ra juga tak akan merasa bahagia.”

Woo Chul terhenyak mendengar nama mantan istri dan anaknya disebut-sebut. Apalagi ketika Hyun Suk memintanya untuk hidup dengan baik agar No Ra juga bisa hidup dengan baik. Sepanjang perjalanan ia terus memikirkan permintaan Hyun Suk kepadanya.


Ia menemui No Ra yang sedang mengemasi perabotan rumahnya.

No Ra terkejut melihat penampilan suaminya yang biasanya rapi sekarang berantakan. Woo Chul berkata kalau ia seperti ini karena ia sudah kalah oleh Hyun Suk. Hyun Suk telah menyelamatkannya.


Hyun Suk senang melihat postingan tentang Woo Chul telah hilang. Ia terkejut saat mendapati No Ra datang ke kantornya pagi-pagi sekali untuk berterima kasih padanya. No Ra mendengar kalau ia telah menolong Woo Chul bahkan menyelamatkannya.


“Tapi Hyun Suk-ah, semua ini terasa berat bagiku. Terima kasih. Terima kasih dan terima kasih. Aku selalu mengucap terima kasih padamu berkali-kali sejak aku bertemu denganmu lagi dan selain itu tak ada lagi yang aku ingin katakan. Jadi rasanya berat sekali,” No Ra memaksakan senyumnya yang terlihat sedih.


Hyun Suk tak mengerti, kenapa No Ra merasa berat? Ia melakukan itu tanpa maksud apapun, ia tak berniat pamer atau yang lain. hanya ingin menolong No Ra, tak lebih dari itu. Ia menjadi khawatir saat No Ra bercerita betapa senangnya ia saat tahu ada Hyun Suk di samping Nenek pada hari-hai terakhir. Apa yang sebenarnya No Ra ingin katakan?


“Lepaskanlah aku. Berhentilah melakukan segalanya untukku,” jawab No Ra lirih. “Rasanya berat sekali.

Hati Hyun Suk mencelos mendengarnya. “Berat sekali?” tanya Hyun Suk ragu. Ia tak percaya mendengar No Ra terbebani untuk bisa terus berdiri di samping Hyun Suk. Berat sekali  “Apakah berat sekali untuk menjadi berani?”

No Ra berkaca-kaca. Suaranya gemetar menahan air mata saat meminta Hyun Suk untuk tak berada di sisinya lagi.

Sepeninggal No Ra, Hyun Suk terus termenung memikirkan ucapan No Ra. Ia kemudian menelepon No Ra, memintanya untuk bertemu.


Di restoran, Hyun Suk bertanya sekali lagi. Apakah yang dibutuhkan No Ra adalah waktu? No Ra menggeleng. Apakah No Ra tak membutuhkannya lagi? No Ra mengangguk. Hyun Suk menegaskan kalau keinginannya bersama dengan No Ra bukan karena No Ra adalah cinta pertamanya tapi ia mencintai No Ra yang 20 tahun kemudian dan sekarang ia mencintai No Ra.


“Alasan mencintaimu? Aku tak punya. Mulanya aku menjahatimu karena aku marah padamu. Beberapa kali aku bersimpati saat kau mengalami masalah. Tapi.. seiring dengan aku melihatmu berubah, cinta itu terjadi begitu saja. Itulah yang aku rasakan.”


No Ra menunduk, tapi Hyun Suk memintanya untuk menatapnya. Hyun Suk menyadari mengapa No Ra menarik diri. Tapi ia minta No Ra juga berusaha untuk mempersempit jarak antara mereka. Apakah itu juga tak bisa No Ra lakukan?

No Ra berkata kalau ia ingin hidup mandiri tanpa bantuan orang lain. Hyun Suk berkata kalau ia tak bisa seperti ini selamanya dan jika No Ra tak bisa, maka ia akan move on. “Aku tak bisa terus bergantung selamanya pada impian cinta pertamaku.Aku tak bisa hidup seperti itu.” No Ra berkata seharusnya Hyun Suk melakukannya lebih awal.


Hyun Suk membenarkan dan menatap No Ra untuk terakhir kali. “Aku akan pergi.” Ia pun pergi, meninggalkan No Ra yang menahan air matanya agar tidak jatuh.


Dengan penuh tekad, No Ra masuk ke ruang administrasi kampus dan menyerahkan surat pengunduran dirinya. Ia memutuskan tak melanjutkan kuliah.

Komentar :

Yah.. kenapa No Ra drop out? Tapi kalau melihat gelagat No Ra di episode ini, bisa dimengerti sih. Saat mengerjakan tes listening, ia melihat sekeliling, seperti bertanya-tanya, ‘apa yang sedang kulakukan? Apa bisa aku bersaing dengan anak-anak ini?’

No Ra mencoba realistis. Uang kuliahnya mahal berarti ia harus pinjam uang. Setelah lulus, ia masih harus bersaing dengan pelamar yang masih muda untuk mencari pekerjaan. Dan jika diterima, ia masih harus membayar hutang uang kuliah ke bank. Bukannya terlepas dari masalah malah cari masalah. Maka ia memutuskan untuk keluar. 

Yang saya sayangkan adalah saat No Ra menolak tawaran dari teater anak-anak. Kalau saja No Ra tak tahu kalau Hyun Suk adalah teman calon bos-nya, maka mungkin ia sudah bekerja di sana. Tapi sama dengan Woo Chul, No Ra tak mau dibantu, apalagi oleh Hyun Suk.


Ia ingin punya harga diri di depan Hyun Suk. Selama 20 tahun ia didikte, di’rendah’kan oleh Woo Chul dan tak dianggap sama sekali. Begitu lepas dari Woo Chul, ada Hyun Suk yang menemaninya. Walau tak direndahkan dan tak didikte, semua masalahnya diselesaikan oleh Hyun Suk dengan mudahnya. Bahkan masalah suaminya pun juga diselesaikan Hyun Suk. Ia semakin merasa tak yakin akan kemampuannya.

Apakah semua pencapaian ini dilakukan sendiri olehnya atau karena Hyun Suk dan dorongannya? Maka ia ingin lepas dari Hyun Suk.

Tapi kenapa harus minta pisah? Kenapa saat Hyun Suk bertanya apa No Ra butuh waktu lebih banyak lagi, No Ra malah menggeleng?

Kenapa ekstrim sekali, No Ra? Mungkin Hyun Suk berpikir seperti itu. Ia telah melangkah maju untuk menipiskan jarak antara mereka. Ia hanya ingin No Ra juga maju, dengan langkah sekecil apapun ia akan menerima. Namanya juga cowok, Hyun Suk rela melangkah jauh dan menghampiri No Ra. Bahkan jika No Ra diam di tempat pun ia yang akan maju. Tapi sekarang No Ra malah berbalik pergi.

Tapi apa memang itu keinginan No Ra? When you don't want me to move but you tell me to go. What do you mean? Benarkah itu yang No Ra inginkan?



2 comments :

  1. iya mbak, saya juga menyayangkan keputusan No Ra menolak sebagai guru tari anak-anak. ia memang tak bisa lagi menggapai impiannya sebagai penari, menjadi guru tari rasanya lebih dekat dengan impiannya. kalau soal Hyun Suk, memang No Ra butuh waktu agar ia bisa kembali percaya diri dan berdiri tegak disamping Hyun Suk.

    ReplyDelete