October 14, 2015

Twenty Again Episode 13


No Ra kaget melihat Hyun Suk ada di depannya, mengatakan kalimat yang sama persis dengan kalimat terakhir di kartu ucapan itu. “Ha No Ra, aku menyukaimu.”

Hyun Suk sudah menebak kalau No Ra pasti penasaran dan membuka kotak itu walau belum sampai rumah. Ia menjelaskan maksud kartu itu. No Ra adalah cinta pertamanya. Dimatanya, No Ra terlihat sangat ceria, cantik dan bersinar. Bahkan No Ra juga yakin kalau ia akan menjadi produser terkenal.



No Ra berkilah kalau semua orang juga bisa melihat masa depan Hyun Suk. Tapi tidak. Hanya No Ra saja yang melihat anak cupu sepertinya memiliki bakat itu. “Hanya kau yang percaya padaku. Kaulah yang membantuku menjadi siapa aku hari ini.”

No Ra tak ingat pernah mengatakan hal seperti itu, membuat Hyun Suk kesal. Bagaimana mungkin No Ra yang sudah mengubah hidupnya malah tak ingat sama sekali? Ia tak mau menceritakan lebih jauh lagi dan meminta No Ra untuk kembali bekerja untuknya. Tapi ia mau menjelaskan alasannya memberikan kotak ini pada No Ra.


“Kotak ini adalah alasan betapa kau sangat berarti untukku. Mungkin kau tak ingat, tapi kau adalah satu-satunya supporter dan temanku. Kau adalah alasan untukku terus maju. Karenamu, aku bisa menjalani mimpiku.” Hyun Suk melihat No Ra menunduk mendengar kalimat terakhirnya, maka ia meneruskan, “Karena itulah aku sangat peduli padamu. Dan semua ini tak ada hubungannya dengan kasihan.”

Hyun Suk meminta agar No Ra tak pernah melupakan diri No Ra yang sebenarnya. Dan Hyun Suk pun berjalan tanpa menoleh sekalipun pada No Ra. Walau sebenarnya ia ingin berbalik, kembali pada No Ra, tapi ia terus mengingatkan dirinya sendiri untuk tidak goyah.

No Ra sekarang memahami apa yang selalu Hyun Suk katakan padanya. Hyun Suk ingin No Ra kembali ke No Ra yang dulu.


Woo Chul sudah menunggu di rumah dan mengultimatum No Ra untuk membatalkan perceraian mereka karena dua alasan. Woo Chul menduga No Ra akan marah-marah melihat kontraknya yang sudah disobek dan akan membawakan kontrak milik No Ra (yang telah ia ambil dan sembunyikan sebelumnya). Tapi dengan tenang No Ra malah ingin mendengar alasan Woo Chul.


Woo Chul pun menjelaskan. Yang pertama adalah ia tak mau bercerai dengan anggapan ia memiliki gangguan kepribadian narsistik, yang ia yakini kalau No Ra tak memahami arti sebenarnya tentang penyakit itu. Tapi No Ra menjelaskan secara detail ciri-ciri narsis –tak peduli perasaan orang lain, menganggap diri paling benar- dan berkata kalau itulah yang dilakukan Woo Chul sekarang. “Kau ingin bercerai dan sekarang membatalkan perceraian tanpa mempertimbangkan perasaannku.”

Woo Chul buru-buru melanjutkan alasan keduanya. Dulu No Ra susah diajak komunikasi. Tapi dengan No Ra kuliah lagi, No Ra menjadi orang yang bisa ia ajak bicara. “Itu kemajuan, dan coba dengarkan kata hatimu baik-baik. Kau  masih mencintaiku dan karena itulah aku akan memberi kesempatan lagi padamu.”

No Ra menghela nafas, “Bahkan sampai akhirpun, semuanya masih tentang dirimu.” Tapi Woo Chul berkata kalau seperti itulah mereka bertemu pertama kali.


No Ra ingat bagaimana pertemuan pertama mereka adalah saat No Ra manggung di pentas dan Woo Chul mengobati luka kakinya. Woo Chul sangat perhatian padanya dan mereka berdansa hingga matahari terbenam.

Woo Chul meminta No Ra mengingat saat pertama mereka bertemu. No Ra menatap nanar pada Woo Chul. Apakah Woo Chul tahu apa yang No Ra sukai dari Woo Chul? “Punggungmu. Seperti melihat punggung ayahku yang meninggal saat aku masih 2 tahun. Kau mengobatiku sebelum aku menyadari lukai itu. Aku merasa kau adalah pelindungku yang sangat tegar.”


Tapi itu Woo Chul yang dulu. Karena setelah mereka pindah ke Jerman, Woo Chul membiarkannya sendirian tanpa teman, walau No Ra sudah minta Woo Chul mencari komunitas orang-orang Korea. Ia bahkan tak bisa minta pertolongan dan hanya berbaring di tempat tidur saat kandungannya bermasalah. “Kau malu karena punya istri yang masih muda, sehingga menyembunyikanku agar tak bicara dengan orang Korea lainnya. Aku harus bertanya padamu dan tak dapat melakukan apapun tanpa bantuanmu, sehingga membuatmu kesal dan jadinya malah menganggapku rendah. Aku terkungkung dalam kamar bersama Min Soo selama 4 tahun.”

Woo Chul mencoba membela diri, tapi No Ra memberitahu alasan kenapa ia menceraikan Woo . “Karena aku menemukan penyebab aku kehilangan kepribadianku yang dulu dan menjadi orang bodoh. Kau yang membuatku seperti ini. Aku memang salah karena mengikutimu pergi ke Jerman. Tapi saat itu kupikir aku merasa tak mampu membesarkan Min Soo sendirian.”

Mendengar nama Min Soo, Woo Chul mencoba membujuk No Ra untuk tak bercerai demi Min Soo. No Ra akhirnya berjanji akan mendengarkan keinginan Min Soo untuk memutuskan akan bercerai atau tidak.


Mereka tak menyadari kalau Min Soo ada di balik pintu dan wajahnya pias mendengar semuanya.


Keesokan harinya, Hyun Suk menunggu-nunggu kedatangan No Ra. Betapa leganya ia melihat No Ra berjalan kaki seperti biasanya. Ia sudah mengayuh sepedanya untuk menghampiri No Ra, tapi ternyata ada suara yang mendahuluinya. Yoon Young. Tak ingin ketahuan, ia buru-buru mengarahkan sepedanya ke arah yang berlawanan.

Yoon Young mencegat No Ra untuk memberitahukan berita besar. Ternyata Hyun Suk menyukai No Ra! Harusnya No Ra mendengar betapa khawatirnya Hyun Suk saat No Ra menghilang malam itu yang akhirnya ketemu di sauna.


No Ra tersipu-sipu mendengarnya. Hyun Suk mengakui kalau ia adalah cinta pertama Hyun Suk. Tapi ia membantah kalau Hyun Suk masih menyukainya. “Apa ia sudah gila? Aku ini sudah 38 tahun dan ibu dari satu anak. Ia sudah tak punya perasaan apapun padaku. Karena itulah ia memberiku kotak itu.”

Yoon Young bertanya kenapa No Ra tak memberitahukan kalau ia akan bercerai? No Ra menjawab kalau Hyun Suk tak bertanya padanya. Percakapan mereka terhenti karena ada SMS dari Min Soo yang ingin bicara dengannya nanti malam di rumah.


Setelah menginterogasi No Ra, Yoon Young ke ruangan Hyun Suk untuk menginterogasinya. Tapi Hyun Suk mendahuluinya dan bertanya apa No Ra sedang ada masalah? Yoon Young menggoda Hyun Suk yang bisa membohongi No Ra kalau perasaan suka itu sudah lampau tapi ia tahu  kalau Hyun Suk masih menyukai No Ra sampai sekarang.

Hyun Suk gelagapan karena tertangkap basah, tapi bukan itu yang penting sekarang. Ia khawatir pada No Ra. Apa yang dilakukan No Ra setelah ini? Yoon Young terkejut menyadari kalau Hyun Suk sudah tahu tentang perceraian No Ra.


Yi Jin memberanikan diri untuk mengajar mata kuliah Perkawinan dan Keluarga. Tapi teringat No Ra akan hadir di kelas dan ucapan No Ra yang menyuruhnya memiliki Woo Chul terus terngiang di telinganya, membuat kakinya terpaku tak bisa bergerak. Akhirnya Yi Jin menyerah dan balik badan.

Yang berarti jam kosong untuk mata kuliah itu. Soon Nam mengajak No Ra untuk mengisi jam kosong itu. Tak hanya Yi Jin yang bolos mengajar, Hye Mi pun begitu. Min Soo yang tak mendapat jawaban SMS dari Hye Mi, terkejut mendengar Hye Mi membolos karena jalan-jalan ke pulau dengan teman klub travelnya.


Yi Jin pergi menemui Woo Chul, akar kegalauannya. Ia penasaran, sebenarnya bagaimana Woo Chul yang sebenarnya hingga membuat No Ra menyuruhnya untuk memiliki suaminya. Apa benar No Ra masih punya perasaan pada Woo Chul?

Rupanya Yi Jin merasa tertampar harga dirinya karena No Ra mengetahui ia adalah selingkuhan Woo Chul dan No Ra malah menyuruhnya untuk memiliki Woo Chul. “Ia menyuruhku untuk mengambilmu. Itu berarti ia yang membuangmu. Dan berarti aku memungut sampah orang lain. Rasanya aku seperti dihantam tsunami.”
Diiihh.. lebay deh..


Woo Chul sendiri juga tak percaya mendengar kalau No Ra mengatakan hal itu. “Perceraian itu tak akan terjadi. Dia salah.”

Upss… Yi Jin melirik tajam mendengar ucapan Woo Chul. Apa maksudnya? Woo Chul pun meminta Yi Jin duduk dan menjelaskan kalau rencana mereka tak akan berhasil dan sepertinya mereka butuh waktu untuk sendiri. Yi Jin mendengus mendengarnya. Ia tak percaya semua ini bisa terjadi. “Aku bahkan telah menjadikanmu professor di Universitas Woocheon.”


Upps lagi.. Kali ini Woo Chul yang mendelik mendengarnya. Apalagi saat Yi Jin berkata kalau prestasi Woo Chul memang bagus, tapi banyak orang yang mempunyai prestasi yang sama seperti Woo Chul. Ia merasa harga dirinya terinjak mendengar ia masuk ke Woocheon karena koneksi bukan karena kemampuannya.


Soon Nam dan No Ra menikmati jam kosong bersama Seung Hyun yang ikut nimbrung, menikmati bir dingin di rumput halaman kampus. No Ra dan Seung Hyun senang bisa menikmati hal ini, tapi Soon Nam berkata asyiknya jam kosong itu sebenarnya merugikan mereka, karena biaya kuliah mereka per jam mata kuliah adalah 50 ribu won (500 ribu rupiah) yang berarti mereka membuang 50 ribu won percuma.

Seung Hyun dan No Ra melongo mendengar hal itu. Sekarang jam kosong rasanya tak semenyenangkan sebelumnya. Seung Hyun bertanya apa yang akan No Ra lakukan setelah lulus nanti. No Ra belum tahu mau jadi apa ia nanti.


Ada telepon masuk ke handphone No Ra, yang begitu dilihat nama penelepon, No Ra tak segera angkat. Seung Hyun yang melihat nama itu langsung menggoda No Ra kalau pasti ada apa-apa diantara No Ra dan Hyun Suk. Tentu saja No Ra membantah, dan untuk membuktikannya, ia menerima telepon itu.


Tapi Hyun Suk sudah ada di belakang mereka dan menyuruh No Ra untuk ikut dengannya. No Ra tak mau, membuat Hyun Suk menghela nafas. Karena No Ra tak mau menghampirinya, maka ia yang menghampiri No Ra dan menarik tangannya.


No Ra tetap menolak karena ia sedang bersama teman-temannya. tapi Seung Hyun dan Soon Nam malah memihak Hyun Suk dengan pura-pura mereka ada kerjaan lain jadi harus segera pergi. Hehe.. Hyun Suk berterimakasih pada kedua muridnya yang pengertian itu.

No Ra akhirnya menuruti kemauan Hyun Suk. Ia tetap akan bekerja di kantor Hyun Suk. Ucapan No Ra membuat wajah Hyun Suk seperti tersiram matahari. Teraaanng dan cerah banget. Tapi No Ra tak bisa ke kantor sekarang karena ia harus pulang karena ada janji dengan anaknya. Mendengar kata anak, wajah Hyun Suk meredup, seakan baru menyadari kalau No Ra adalah ibu satu anak. No Ra berjanji akan datang hari Minggu.


Hyun Suk mengantarkan No Ra ke halte bis, padahal No Ra sudah berkata tak usah. Tapi Hyun Suknya memang mau kok. Ia bertanya apakah No Ra sudah mendengarkan lagu-lagu di kaset pemberiannya? Belum, karena ia tak punya alat pemutarnya.


Dan tadaa… Hyun Suk mengeluarkan walkman jadulnya dan memasangkan satu earphone ke telinga No Ra dan satunya ke telinganya sendiri. Mereka bernostalgia mendengarkan lagu itu bersama-sama dan saling mencuri pandang. No Ra bertanya sejak kapan Hyun Suk menyukainya. Tapi Hyun Suk tak mau menjawabnya. Ia tahu kalau No Ra sudah lupa semuanya. “Kalau kau sedang bosan, cobalah ingat saat-saat kita dulu.”


No Ra menunggu kedatangan Min Soo di rumah, tapi Min Soo mengirim SMS kalau ia pulang telat. Ia sedang menunggu Hye Mi di depan rumahnya. Larut malam, Hye Mi baru pulang dan Min Soo langsung memarahinya karena khawatir. Hye Mi tak menghubunginya 2 hari terakhir. Tapi Hye Mi memang sengaja. Ia ingin tahu apakah Min Soo khawatir padanya dan keluar dari goa.


Min Soo marah karena ia sedang frustasi dengan masalah yang ia hadapi. Hye Mi meminta Min Soo untuk menceritakan masalahnya atau kalau tidak, kembali saja ke goa lagi untuk menyendiri. Akhirnya Min Soo pun cerita.


No Ra khawatir karena Min Soo tak kunjung pulang dan Hyun Suk menyalahkan No Ra yang masih ingin bercerai membuat anak mereka jadi pemberontak.  Tapi Min Soo akhirnya pulang juga dan minta bicara dengan kedua orang tuanya.


Ia meletakkan kertas perjanjian perceraian di meja. Woo Chul kaget karena kertas itu ada di tangan Min Soo padahal ia sudah sembunyikan. Min Soo meminta ayahnya untuk menepati janjinya. Ia menyadari kalau ia sekarang menjadi beban dan ia tak mungkin kuliah tanpa biaya orang tua. “Tapi setelah lulus, aku akan bekerja dan mengembalikan uang itu.”


Woo Chul tercenung mendengar ucapan putranya. Tak ada cara lain dan Woo Chul berkata kalau mereka akan mengesahkan perceraian mereka akhir minggu ini setelah semester berakhir.


No Ra masuk kantor dan melihat Hyun Suk sedang diwawancara. Penasaran, ia mendengarkan interview yang menanyakan tentang kehidupan pribadi Hyun Suk. Hyun Suk menjawab berputar-putar, dan saat melihat No Ra, Hyun Suk menyapanya dan memperkenalkan No Ra sebagai karyawannya.


No Ra sedikit kecewa mendengar hal itu, dan perasaannya sedikit terusik melihat Sang Ye membantu Hyun Suk memakaikan jas untuk keperluan photoshoot.


Woo Chul mulai melebarkan sayap dengan berkenalan dengan Prof. Cha yang katanya akan pensiun dari Universitas Jacheon. Prof. Cha sangat tertarik dengan Woo Chul apalagi mendengar kalau Woo Chul adalah kolega junior Prof. Linddeman dari Jerman dan suka dengan karya bukunya.

Sementara Yi Jin minum anggur terus-terusan untuk meredakan keresahan hatinya


Sang Ye pulang kerja lebih dulu karena ia harus mengurusi produksi teater yang akan jadi debut pertamanya. Tak ada hujan tak ada angina, Hyun Suk tiba-tiba memberikan buku TOEIC untuk No Ra pelajari dan bertanya-tanya tentang apa yang akan No Ra lakukan setelah lulus nanti. Menurut Hyun Suk, No Ra bisa menjadi apa saja, bahkan jadi barista pun bisa.

No Ra heran mendengar ucapan Hyun Suk yang tak seperti biasanya. Sebenarnya Hyun Suk khawatir karena Yoon Young pernah memberitahu kalau setelah bercerai, No Ra akan tinggal bersama Min Soo dan membiayai kuliah sendiri.


Tapi ia tak memberitahukan hal ini, ia malah beralasan kalau ia sedang memberi saran sebagai senior yang sudah kenyang makan asam garam kehidupan. “Aku sudah pernah kuliah, sudah hidup bermasyararakt, dan bahkan ulang tahunku juga sebelum ulang tahunmu. Dan kau juga muridku, kan?”


No Ra meminta Hyun Suk tak usah ikut campur dan mengkhawatirkan dirinya. Hyun Suk menangkap nada kesal dari ucapan No Ra. Apa No Ra sedang marah padanya? Aishh.. makanya pas wawancara jangan aneh-aneh.. Tuh kan dijutekin sama No Ra. Tapi No Ra langsung membantah. Ngapain juga ia marah?  Ia sudah mengerjakan semua tugas Hyun Suk dan mau pulang sekarang.

Tapi ternyata masih ada satu tugas lagi. Mencarikan jas untuk Hyun Suk untuk peluncuran buku karya seniornya. Ia tak pintar memilih baju. Tapi No Ra pun juga tak pernah benar-benar memilihkan baju sebelum ini.



Maka mereka pun melakukan hal yang pertama kali mereka lakukanm, bersama-sama. Hyun Suk pun menurut saat No Ra memilihkan jas abu-abu tua. Ia tampak keren, dan No Ra terpesona melihatnya. Tapi wajah terpesona itu langsung hilang saat Hyun Suk membuka mulut, “Kau menatapku seperti itu karena aku terlihat tampan, kan? Terlihat jelas di wajahmu kalau kau sedang mengagumiku.”

“Aku tuh hanya ingin melihat bagaimana bentuknya karena aku yang memilihnya,” bantah No Ra. “Mimpi kamu, ya?”


Hyun Suk mematut-matut dirinya di cermin. Apa ia memang lagi mimpi? “Wajahku tampan dan aku keren dengan baju ini. Aku benar-benar keren, kan?” godanya.


No Ra tak dapat menyembunyikan tawanya mendengar kenarsisan Hyun Suk. Hyun Suk ikut tertawa karena akhirnya ia bisa melihat tawa No Ra juga. “Sekarang, kau pilih satu lagi untukku.”


No Ra pun menuruti permintaan Hyun Suk. Salah satu pegawai toko menebak kalau No Ra adalah pacar Hyun Suk, yang segera dijawab oleh Hyun Suk. “Apa ia kelihatan seperti pacarku? Ayolah.. Dia ini adikku.”Hyun Suk tersenyum senang saat pegawai itu menyatakan mereka mirip. “Sampai umur segini, ia masih terus mengikuti kakaknya terus.”


Aishh.. No Ra langsung jutek mendengar ucapan Hyun Suk. Apalagi saat keluar toko, Hyun Suk berkata kalau ia tak akan membelikan baju untuk No Ra karena No Ra bukan pacarnya. Sebagai gantinya, ia akan mengajak No Ra makan.

Dengan pedas No Ra menjawab, “Kenapa juga kau mentraktirku makan nasi? Aku kan bukan pacarmu.”


“Kau kau pacarku, aku akan mengajakmu makan pasta atau steak,” jawab Hyun Suk santai. Ia menyuruh No Ra melihat-lihat sekitar untuk mencari restoran yang menjual nasi.


Walau gondok, No Ra tetap melihat-lihat sekeliling. Bukannya restoran nasi yang ia temukan, tapi malah lowongan kerja yang mencari asisten untuk pertunjukkan teater anak-anak. Hyun Suk berkata kalau lowongan itu membutuhkan orang yang bisa menangani anak-anak. No Ra tahu itu karena ia sering membawa Min Soo ke tempat-tempat seperti ini.

Hyun Suk merasa No Ra sangat cocok untuk pekerjaan itu karena No Ra punya pengalaman membesarkan seorang anak, bisa menari, dan hanya bisa bekerja di weekend saja. Pekerjaan ini untuk 6 bulan ke depan dan biasanya gajinya juga cukup tinggi.


No Ra masih tak percaya diri karena ia bukan dari jurusan tari. Tapi Hyun Suk membujuk No Ra untuk mencoba. No Ra berkata ia akan memikirkannya dan berlalu pergi. Hyun Suk malah yang kelihatan kecewa mendengarnya.


Hyun Suk terus membujuk No Ra hingga di dalam mobil. No Ra akhirnya berjanji untuk melamar posisi itu setelah selesai bekerja di proyek Hyun Suk karena merasa tak lagi yang bisa dikerjakan setelah audisi selesai. Hyun Suk yang sewot mendengarnya. Proyek teaternya itu proyek jangka panjang, dan yang memutuskan No Ra bisa bekerja atau tidak itu adalah dia. “Aku. The Owner.”

Hyun Suk bahkan mengiming-imingi dengan menjadi asistennya, No Ra bisa memiliki pengalaman yang bisa digunakan jika No Ra tertarik bekerja di teater. No Ra

No Ra merasa Hyun Suk sudah banyak memberikan petuah. Bahkan jika Hyun Suk memang tahu masalahnya, ia minta Hyun Suk tak ikut campur lebih jauh. Ia bisa mengurus masalahnya sendiri. “Apa aku ini kelihatan seperti anak kecil? Kenapa kau cerewet sekali?”


“Ini karena aku merasa khawatir,” Hyun Suk mendesah dramatis. Ia harusnya tak memproklamirkan diri menjadi oppa No Ra. “Jadinya aku tak akan cerewet lagi.”

No Ra kesal mendengarnya.

Ha.. bukan pacar, sekarang bukan oppa. Jangan-jangan besok bukan teman. Mungkin itu pikiran No Ra saat ini.

Di rumah, Woo Chul sudah menunggunya. Ia memutuskan untuk pindah ke Universitas Jacheon, demi No Ra dan Min Soo. Dan untuk membuktikan kalau ia tak memiliki hubungan apapun dengan Universitas Woocheon. Tapi untuk pindah, ia membutuhkan bantuan No Ra.







Dan keesokan harinya, No Ra masuk kerja dengan gaun cantik, membuat Hyun Suk dan Sang Ye mengernyitkan kening heran. No Ra mengaku kalau ada yang akan ia kerjakan selesai kerja nanti. Sementara itu Woo Chul mencari-cari kalung dan membeli kalung yang paling mahal.


No Ra bekerja dengan diam dan setelah menyelesaikan pekerjaannya, ia pulang dijemput oleh Woo Chul. Tak seperti biasanya No Ra melihat Woo Chul membukakan pintu untuknya. 


Ia menoleh ke atas sebelum masuk mobil, menatap Hyun Suk yang kali ini terus memandanginya hingga mobil berlalu pergi.


Sang Ye menduga kalau No Ra kembali lagi pada Woo Chul. Tapi Hyun Suk merasa tak mungkin. No Ra pasti punya alasannya sendiri. Tapi tak tak disangkal, ia merasa cemas sepanjang malam memikirkan No Ra.


Woo Chul ternyata membawanya makan malam dengan Prof. Lindemann yang datang dari Jerman. Dari teman Woo Chul yang menjadi penterjemah (kenapa juga bukan Woo Chul yang menterjemahkan?) ia mengikuti pembicaraan mereka. Prof. Lindemann merasa kasihan karena No Ra tak bisa ikut suaminya ke Jerman. Haa?? No Ra bingung mendengarnya. Tapi Woo Chul berbisik kalau ia akan menjelaskan nanti.


Kebingungan itu menjadi kemarahan saat mendengar kalau Prof. Lindemann berhutang pada Woo Chul karena mau menemaninya saat Konferensi Millenium di Washington pada tahun 2000. Ia marah karena tahu saat itu bertepatan dengan saat Neneknya meninggal.


Saat itu ia memohon Woo Chul agar menemaninya pulang ke Korea. Tapi Woo Chul harus berangkat konferensi di Washington dan semua tiket langsung ke Korea sudah habis dan hanya ada penerbangan harus transit ke Moskwo. Saat itu, sudah terlambat dan Nenek pasti sudah dikuburkan.


No Ra tetap ingin pulang dan bahkan akan berangkat sendiri jika Woo Chul tak bisa. Tapi Woo Chul mengingatkan kalau Min Soo sedang demam, meminta No Ra mengurungkan niatnya dan meminta Yoon Young mengurus pemakaman Nenek. Kepergiannya ke Washington ini sangat penting karena apa yang ia lakukan ini bisa membawa mereka kembali Ke Korea.


Woo Chul akan mengeluarkan kalung yang tadi ia beli dan memberikannya di hadapan koleganya. Pasti romantis sekali. Tapi No Ra tiba-tiba bangkit dari kursinya dan pergi. Woo Chul mengejarnya tapi No Ra malah menamparnya, dua kali, membuatnya terkejut. Ia salah apa?


“Bajingan kau!” jerit No Ra geram pada Woo Chul, tak terasa air mata mengalir di pipinya. “Bagimu karirmu jauh lebih penting daripada orang yang sudah kuanggap ayahku atau ibuku. Kau pkir kau lebih penting daripada nenekku.”


No Ra tak bisa berkata apa-apa lagi dan hanya menatap Woo Chul berapi-api sebelum meninggalkan Woo Chul sendiri, larut dalam penyesalan. Woo Chul mengambil kotak dari jasnya. Kotak kalung berlian yang ingin ia berikan itu seakan terasa berat di sakunya.


No Ra pergi ke warung ddukboki milik Dong Chul, menangis memanggil neneknya. Tapi warung itu sudah tutup dan gelap. Tak akan terbuka dan menyala walau No Ra terus menangis dan minta maaf pada neneknya.

Ia hanya bisa membayangkan saat-saat bahagianya bersama Nenek, bercanda saat warung sudah tutup. Tak ada yang bisa ia lakukan lagi selain pergi meninggalkannya.


Dan kita melihat No Ra dan Woo Chul berjalan Kali ini No Ra berada di depan, tanpa menoleh sedikitpun pada mantan suaminya, berjalan meninggalkannya. Woo Chul menatap No Ra dan berkata perlahan, “Maafkan aku.”

Komentar:

Apakah mereka bercerai? Iya banget. Pasti bercerai.


Jika No Ra bisa memaafkan perselingkuhan Woo Chul, ia tak akan bisa memaafkan Woo Chul yang membuatnya tak bisa mengucapkan perpisahan terakhir pada neneknya. Sebelum Woo Chul menjadi segalanya untuk No Ra, Nenek lebih dulu menjadi segalanya untuk No Ra.


Woo Chul mungkin menyadari kesalahannya, hingga ia membatalkan mengejar No Ra dengan memberikan kalung. Bagus juga sih kalau Woo Chul menyadarinya. 


Rasanya gemes sama Hyun Suk yang kayak plin plan dan php sama penonton. Di akhir episode 12, kedengarannya Hyun Suk mengaku suka. Tapi ternyata pengakuan itu hanya untuk mengakui kalau Hyun Suk dulu suka dengan No Ra dan semua yang ia lakukan bukan karena kasihan, tapi karena No Ra sangat berarti baginya. 

Hyun Suk pernah mengatakan hal ini, dan sekarang ia tegaskan sekali lagi. Kenapa ya? Menurut saya, Hyun Suk tahu kalau No Ra mempunyai kepercayaan diri di bawah level normal. Level minus 1 kalau levelnya Maicih. Cuman manis aja tanpa perjuangan pedes.  Ia ingin menaikkan pede-nya No Ra sehingga No Ra bisa menjadi No Ra yang dulu.

Terus kenapa Hyun Suk tak maju aja? Kejar aja No Ra, toh No Ra sudah bercerai. 


Tapi perceraian itu masih perjanjian notaris, dan belum diajukan ke pengadilan. Mungkin kalau kita masih talak 1 yang masih bisa kembali, apalagi mereka masih tinggal satu rumah. Hyun Suk itu anaknya baik dan berbudi luhur. Makanya ia tak mau merusak rumah tangga orang. Biarkan No Ra memutuskan sendiri. 

Makanya ia terkesan menghindar. Saat wawancara, ia menegaskan kalau No Ra adalah karyawannya. Ia juga menegaskan pada No Ra kalau No Ra adalah dongsaeng-nya dan bukan pacar. Ia ingin No Ra memutuskan tanpa ada gangguan pria lain. Yang pasti ia selalu akan ada di sisi No Ra, apapun keputusan yang No Ra ambil.

So sweet ga sih.. Sayang No Ra belum nyadar juga. Padahal kalau No Ra balikan sama Woo Chul, Hyun Suk juga yang akan manyun sebulan di pojokan. 

Coba deh di episode berikutnya, saat Hyun Suk tahu kalau No Ra bener-bener sudah cerai. Apa yang akan Hyun Suk lakukan, ya? Hyun Suk pasti akan membuat pede(s)nya No Ra melompat sampai level 10, sehingga No Ra mau terus maju dan percaya diri walau ia sudah 38 tahun dan punya 1 orang anak.

"You're so hot, babe!!"

4 comments :

  1. Hahahaha meski gitu dia sampe narik-narik no ra coba mbak...
    Siapa lagi yang mau inget ultah first love.nya?
    tapi dia waktu itu ngaku jadi oppa sih,jadi biarlah
    Lee sang yoon masih tetep kayak woo jae ya? Kebiasaannya godain wanitanya itu loh ckckck
    Kalau penontonnya mah seneng-seneng aja
    Btw ga pernah bayangin min soo ketemu ma prof cha kalau bener nanti no ra sama hyun suk
    Lucu eh di sini gurunya yang ga masuk karena malu sama siswanya :p
    Perumpamaannya tsunaminya lebay mungkin karena terpengaruh siswanya juga hehe kalo ga lebay ga dikomen...
    Kasian sebenernya ma yi jin,ditinggal woo chul ma hyun suk sekaligus *peace
    Hhhh,hyun suk,hyun suk...suka dia di sini cuma waktu dia bilang maaf
    Syukurlah dia sadar.

    Mbak dee tinggal 1 episode!!!
    Habis itu pindah drama mbak>.<
    Semangat...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Typo nah,woo chul tuh maksudnya yang di kalimat terakhir -.-

      Delete
  2. adegan terakhirkan memang mereka keluar dari gedung pengadilan, gedungnya sama dengan yang di Mask waktu Jo Ji Hoon cerai ama Soo Ae. Aku yakin mereka benaran cerai kali ini karena Woo Chul gak punya alasan lagi. cuma aku gak yakin Woo Chul nyadar atas perlakuan buruknya pada No Ra selama pernikahan mereka. kok bisa selama 4 tahun dia memutus hubungan No Ra dari dunia luar waktu di jerman. pantas aja No Ra dulu gak Pe De ketika dulu Woo Chul minta cerai.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak,makanya woo chul bisa jadi dunianya no ra ya?
      Imej woo chul udah terlalu parah nih kayaknya sampe susah dipercaya

      Delete