October 9, 2015

Twenty Again Episode 11

Twenty Again Episode 11


Woo Chul terkejut melihat istrinya mengeluarkan surat cerai yang sudah ditandatangani. No Ra ingin ia menandatangani surat itu dan bersama-sama pergi ke pengadilan untuk mengesahkan perceraian mereka. Ia hanya bisa melongo mendengar pengakuan No Ra kalau No Ra lah yang melihatnya di teater dan bukannya Yoon Young.

No Ra mengaku tak melihat wajah wanita yang bersama Woo Chul. Ia terkejut, tapi ia tak merasa sedih. Ia merasa terpuruk tapi tak penasaran pada wanita itu. “Aku .. hanya merasa sedih akan hidupku.”

Woo Chul mencoba bergurau mendengar No Ra bisa bicara selancar itu. Apa No Ra menghafal semua kalimat itu sebelumnya? Tapi ia tercenung mendengar kalau No Ra menganggap sebenarnya hubungan mereka sudah berakhir dan perpanjangan waktu yang diminta karena No Ra ingin mempersiapkan diri untuk hidup mandiri.



Mereka telah menandatangani perjanjian perceraian di depan Notaris. Hal itu membuat mereka bukanlah suami istri lagi. “Orang asing. Kita adalah orang asing.”

Woo Chul ingat kalau itu adalah kata-katanya, dan sekarang No Ra melemparkan kata-kata itu balik padanya. Ia mencoba menghentikan niat No Ra dengan membawa anak mereka. Bagaimana dengan Min Soo.

No Ra sudah mengatakan hal ini pada Min Soo, dan ia yakin kalau Min Soo akan mengerti. Jangan jadikan Min Soo sebagai alasan penundaan karena Woo Chul-lah yang ingin perceraian ini sejak Min Soo SMA. 

Woo Chul bersedia melakukannya, tapi tidak hari ini karena ia ada janji lain hari ini. Ia berjanj besok, tapi tak bisa memberikan waktu pastinya. No Ra pun terpaksa menyetujui. Saat No Ra menerima telepon dari Yoon Young, Woo Chul diam-diam beranjak dari kursi dan pergi.


Seperti orang linglung, Woo Chul masuk ke mobilnya dan terkejut melihat No Ra naik mobil Hyun Suk. Ia menduga kalau Hyun Suk memang menunggui No Ra dari tadi.


Padahal yang sebenarnya terjadi adalah Hyun Suk kebetulan lewat dan melihat No Ra dan Woo Chul keluar restoran berdua. Ia menduga hubungan mereka sudah membaik dan melihat No Ra tak ikut nebeng mobil suaminya, ia menawari tumpangan karena ia juga mau ke kampus.

Hyun Suk mengira No Ra sudah mengalami kemajuan dengan Woo Chul, karena mereka sudah makan siang bersama. Tak menanggapi, No Ra malah tersenyum menggoda, “Kalau kau merasa iri, kau juga boleh menikah, kok.”

Hyun Suk merasa senang melihat wajah ceria No Ra. “Iya, hiduplah dengan baik sehingga membuatku cukup iri dan ingin menikah,” sahutnya.


Yoon Young terkejut melihat No Ra dan Hyun Suk datang bersama dan berkomentar kalau Hyun Suk ini sering banget ada di dalam hidup No Ra. Hyun Suk tersenyum santai dan berkata hal itu malah patut disyukuri.

Melihat Hyun Suk yang menjauh, No Ra masih penasaran akan hubungan Hyun Suk dan neneknya. Tapi Yoon Young malah penasaran tentang No Ra yang sekarang ingin benar-benar bercerai dengan Woo Chul.  Maka No Ra pun bercerita tentang kegalauannya saat berdiri di panggung yang sepi.


Ia telah kehilangan impiannya untuk jadi penari. Saat ia divonis kanker, ia tak memberitahu Woo Chul karena ia takut menghadapi kenyataan jika Woo Chul ternyata tak peduli dengan penyakitnya. Ia takut Woo Chul tak menangisinya, dan tetap ingin bercerai walau tahu kalau ia akan mati. Malah mungkin Woo Chul merasa senang karena bebas.”Saat itu aku bertanya-tanya, apa aku benar menganggap ia sebagai suamiku? Rasanya aku benar-benar bodoh sekali.”

Yoon Young merasa kalau No Ra cepat atau lambat akan menyadari hal itu setelah No Ra bicara mengenai well dying. No Ra berkata kalau pikiran itu muncul setelah mendengar talk show Hyun Suk di radio, bahkan ia berani naik di atas panggung juga karena Hyun Suk. Yoon Young bersyukur No Ra bertemu dengan Hyun Suk dan bertanya apa yang akan No Ra lakukan setelah bercerai.

No Ra akan tinggal dengan Min Soo sampai Min Soo lulus atau masuk wamil, sementara Woo Chul bisa pindah dan tinggal dengan selingkuhannya. Yoon Young penasaran, siapa sebenarnya selingkuhan Woo Chul. No Ra tak tahu dan tak mau tahu.

Sementara Woo Chul masih penasaran, tentang No Ra yang katanya melihatnya di teater. Teringat kalau Hyun Suk juga melihatnya di teater, ia langsung berasumsi kalau No Ra pergi ke teater berdua dengan Hyun Suk.


Hyun Suk didapuk Sang Ye untuk memberikan gaji No Ra, karena Sang Ye merasa tak enak memberi upah pada orang yang lebih tua.  Melihat upah No Ra yang tak seberapa, Hyun Suk pergi ke bank, khusus untuk menukarkan semua uangnya dengan lembaran uang baru, termasuk koin-koinnya.


Sambil menunggu bis, No Ra melingkari semua Things To Do. Berbaikan dengan Min Soo, hidup seperti mahasiswa yang sebenarnya dan menari lagi. Ia pun menulis yang keempat. Hidup dan mati seperti Ha No Ra.


Seorang pengantar bunga mengirimkan karangan bunga kepada Yi Jin, membuat Yi Jin tersipu malu di depan para mahasiswanya. Tapi ia tak menemukan kartu ucapan karena sebelumnya Min Soo tak sengaja menabrak si pengantar bunga hingga kartunya terjatuh. Yi Jin langsung mengira kalau bunga itu dikirim oleh Hyun Suk (kenapa bukan Woo Chul, ya?) dan pergi ke kantor Hyun Suk.


Ia melihat Hyun Suk yang sedang bersepeda menuju kantornya. Ia hampir menyapa saat Hyun Suk memanggil No Ra yang sedang belanja buah. Dan betapa terkejutnya ia melihat keduanya bicara dengan akrab, tidak seperti dosen dan mahasiswa.

Hyun Suk mengingatkan No Ra yang ceroboh dan meninggalkan dompet di toko buah. Ia membawakan kantong apel yang dibeli No Ra dan bukannya melanjutkan bersepeda, ia malah berjalan menjajari No Ra.

Semua itu tak luput dari pengamatan Yi Jin yang ingat kalau Hyun Suk adalah teman dari istri Woo Chul, bahkan wanita idealnya adalah istri Woo Chul itu. Teringat kalau No Ra dulunya adalah penari dan Woo Chul juga di sekolah seni, ia mulai menduga-duga.


Hyun Suk heran melihat No Ra membeli apel. Tumben. No Ra mengingatkan Hyun Suk saat mereka SMA dulu. Kata apel dan maaf adalah sama-sama sagwa. Kesemek dan terima kasih adalah sama-sama gam. Jadi ia memberikan apel untuk permintaan maaf. Hyun Suk heran melihat No Ra masih seperti anak kecil saja. No Ra mengiyakan dan merasa kelakuan Hyun Suk pun demikian kalau sedang bersamanya.

Ngomong-ngomong jaman dulu, No Ra jadi ingat apa yang membuatnya penasaran. Kenapa dulu Hyun Suk melanjutkan ke Rusia? Hyun Suk menjawab pendek kalau ia ingin keluar dari Korea. Tapi saat ditanya alasannya, Hyun Suk tak menjawab jelas, membuat No Ra tambah penasaran.


Ia memegang lengan Hyun Suk, menghentikannya, “Kita semua berencana masuk ke Universitas Seni Korea dan senior yang kau kagumi juga kuliah di sana. Jadi, kenapa kau malah pergi?”

Hyun Suk menatap No Ra beberapa saat sebelum melepaskan lengannya dan berjalan pergi. “Jangan usil mengurusi kehidupan pribadiku. Lebih baik urus dirimu sendiri. Bagaimana hubunganmu dengan suamimu?”

“Tuh kan.. kau sekarang juga melakukannya. Mulai sekarang jangan tanya-tanya kehidupan pribadiku,” jawab No Ra ketus. Hyun Suk pun menjawab kalau ia juga malas mengurusi masalah No Ra. Ia pun menaiki sepedanya dan meninggalkan No Ra menuju kantor yang jaraknya cuman seuprit.



Yang berarti mereka masuk kantor hampir bersamaan. Apel itu ternyata untuk Sang Ye sebagai ucapan maaf No Ra yang memakai jaket Sang Ye. Mereka berdua menuju dapur, tapi segera dihentikan Hyun Suk yang menyuruh mereka untuk segera bekerja.


Hyun Suk terlihat tegas dan dingin. Tapi Sang Ye melihat mata Hyun Suk yang terus mengikuti kemana No Ra pergi. Setelah beberapa waktu yang lalu ia sempat mendengar Woo Chul dan Hyun Suk bertengkar di kantor, ia akhirnya tahu kalau Yi Jin adalah selingkuhan Woo Chul. Ia merasa bersalah telah meminta No Ra menggantikannya di rapat kemarin. Tapi Hyun Suk malah bersyukur karena hal itu mengembalikan akal sehatnya.


Selesai kerja, Hyun Suk memberikan gaji No Ra dan menolak tawaran No Ra untuk mentraktirnya. Dengan tegas ia memberi batasan kalau ia tak pernah mempekerjakan orang kemudian makan gratis dari pegawainya dan menyuruhnya pulang ke rumah.


Kegembiraan No Ra hilang setelah mendengar ucapan dingin Hyun Suk. Ia heran, kenapa Hyun Suk tiba-tiba memisahkan pekerjaan dan kehidupan pribadinya? Ia berbalik menoleh ke lantai 2 kantor Hyun Suk. Ada Hyun Suk memandanginya di sana yang langsung berbalik pergi menjauhi jendela. Ia menetapkan hatinya hanya untuk bekerja di kantor Hyun Suk.


Sesampainya di rumah, Woo Chul sudah menunggu. Dengan sok jual mahal Woo Chul mengingatkan No Ra tentang perjanjian yang pernah No Ra tandatangani dan ia telah bersedia menunggu 3 bulan lagi untuk bercerai.

Tapi No Ra malah merobek perjanjian itu. Ia tak bodoh. Woo Chul menulis kontrak itu karena takut ia tak mau diceraikan 3 bulan kemudian. Sekarang ia sudah bersedia bercerai berarti kontrak ini tak berlaku. “Kalau kau tak suka sekampus denganku, kau saja yang pindah. Kau kan sangat hebat, kenapa  kau tidak pindah universitas saja?”

No Ra mengancam akan maju ke pengadilan dengan membawa perjanjian Notaris itu jika Woo Chul tak mau. Woo Chul tak mau, beralasan kalau ia ada penilaian dari Universitas bulan Juli ini dan membujuk No Ra untuk mau menangguhkan perceraian mereka sampai akhir bulan Juli. Perceraian sangat buruk bagi citra dirinya yang baru menjadi dosen selama 1 semester. No Ra pun terpaksa menyetujuinya.


No Ra menghitung-hitung penghasilannya yang bisa ia simpan untuk membayar uang kuliah, dan ternyata masih kurang 45 juta won. Ia merasa pusing harus mencari darimana uang itu. Tapi senyumnya terkembang melihat gaji yang diberikan Hyun Suk padanya. Bukan jumlah uangnya, tapi setiap lembarnya adalah uang baru. Ia tahu kalau Hyun Suk pasti yang melakukannya.

Min Soo datang dan No Ra memberikan sebagian uang gajinya pada putranya, sebagai uang jajan. Min Soo merasa terharu melihat ibunya memberikan gaji yang tak seberapa pada dirinya.


Yi Jin akhirnya menyelidiki keluarga Woo Chul dan mengetahui kalau No Ra adalah istri Woo Chul. Ia langsung mengkonfrontasi hal itu pada Woo Chul di rumah mereka. Walau sempat terkejut, Woo Chul bisa ngeles dan berkata kalau No Ra benar-benar tak ingin menceraikannya hingga mengikutinya kuliah di Woo Cheon.


“Karena itu aku tak tega memberitahukanmu karena kau sangat berhati lembut pasti tak tega jika mengetahui hal ini. Apalagi ia adalah kawan lama Cha Hyun Suk, jadi aku berusaha untuk tak ikut dalam project-nya dan mencoba menawarkannya pada Grup Sungsang.” Woo Chul merasa jijik dengan mantan istrinya yang terus nempel tapi meyakinkan Yi Jin kalau No Ra tak mengetahui sama sekali tentang Yi Jin.

Tapi hal itu tak membuat Yi Jin tenang, karena ia baru menyadari kalau Hyun Suk mengetahui semuanya. Ia merasa pusing. Bukannya menghibur, Woo Chul malah kabur dengan alasan ada kuliah satu jam lagi.


Di tengah kesibukan belajar, Min Soo memutuskan pergi sejenak dengan Hye Mi. Saat keluar dari perpustakaan, ia melihat ibunya sedang kebingungan menghadapi powerpoint. Ia menyuruh Hye Mi keluar perpus lebih dulu dan diam-diam mendekati ibunya, memberikan beberapa tips untuk membuat presentasi yang menarik.

Hore untuk No Ra! Ia punya satu teman baru lagi, teman yang paling ia harapkan.


Di antara kegalauannya, Yi Jin merasa penasaran pada No Ra yang bisa menjadi istri Woo Chul dan merupakan wanita ideal Hyun Suk. Wanita seperti apakah No Ra itu? Di depan kampus, ia melihat Woo Chul memunguti kertas-kertas yang tak sengaja No Ra jatuhkan dan menyelipkan kertas itu ke dalam buku No Ra.


Melihat Woo Chul begitu perhatian pada No Ra, membuatnya heran  dan  memutuskan untuk menguntit No Ra.


Tapi Yi Jin masih amatir, karena No Ra menyadari ada yang menguntitnya. No Ra heran, mengapa Yi Jin bersikap seaneh itu? Di toilet, Yi Jin menyapanya dan mengajaknya berbincang-bincang di café. Tapi niat itu terputus karena Yi Jin mendapat telepon. No Ra yang melihat nama si penelepon di handphone, berkomentar kalau Yi Jin pasti sangat dekat dengan sepupunya karena sering menelepon.


No Ra ke kantor karena Sang Ye memintanya untuk memilah-milah data yang ada di atas meja. Ia mendadak harus menghadiri rapat. No Ra pun melakukan perintah itu. Tapi dasar emak-emak, tangannya gatal melihat kantor yang tak rapi. Ia pun merapikan sekaligus melepas sarung bantal yang kotor untuk ia cuci. Bahkan baju-baju Hyun Suk yang tergeletak sembarangan di lantai atas pun juga ia bereskan.


Ia tak menyadari kalau Hyun Suk sudah kembali. Hyun Suk heran melihat kantor yang sekarang sudah rapi, mengira Sang Ye yang telah membererskan sebelum pergi. Saat naik, ia terkejut melihat No Ra ada di kamarnya. 


No Ra pun terkejut dan hampir terjatuh jika ia tak buru-buru menarik Nora. Reflek No Ra terjatuh di pelukannya,


Mereka membeku, beberapa saat tak bergerak hingga No Ra menjauh dan minta maaf. Hyun Suk menutupi rasa gugupnya dengan memarahi No Ra yang berani masuk ke kamarnya dan mengurusi cuciannya. No Ra ia gaji untuk bekerja di kantor bukan jadi pembantu.


Tak hanya Hyun Suk yang berdebar-debar, jantung No Ra pun juga berdebar-debar. Tapi ia masih bisa menutupi kegugupannya saat Hyun Suk turun dan memarahinya karena menghilangkan catatan di atas meja. Merasa tak membuang satu kertas pun, ia mencari dan ketemu. Hyun Suk menyuruh No Ra pulang karena ia akan menelepon dan butuh privasi sendiri.


Walau bingung dengan sikap jutek Hyun Suk, No Ra pun pulang. Tapi Seung Hyun meneleponnya, panik karena teralis jendela kamarnya dirusak orang. No Ra buru-buru pergi ke tempat Seung Hyun. Untung tak ada barang yang hilang, walau No Ra akhirnya melihat kamar kos-kosan mahasiswa yang sebenarnya. Sempit sekali.

Seung Hyun berniat menelepon Hyun Suk untuk membantu memperbaiki teralis. Ingat kejutekan Hyun Suk tadi, No Ra mencegahnya. Ia akan mencoba memperbaikinya. Tapi karena Seung Hyun tak punya alat-alat tukang, ia mengusulkan lebih baik memanggil Soon Nam saja.


Soon Nam datang, tapi teralis itu tak bisa diperbaiki hanya dengan palu, harus dilas dan itu baru bisa dilakukan besok. Seung Hyun tak berani tidur sendirian. Soon Nam tak bisa menampung Seung Hyun karena ia tinggal bersama adiknya, sedangkan No Ra juga tak mungkin membawa Seung Hyun ke rumahnya.

Min Soo menerima SMS dari ibunya yang tak pulang malam ini karena menemani temannya yang kemalingan. Min Soo tersenyum membaca SMS ibunya yang sangat setia kawan.


Woo Chul baru saja mengirimkan proposal project You and Now ke koleganya di Jerman. Iya, proposal milik Hyun Suk yang ia plagiat dan sebelumnya dikirimkan ke Grup Sungsang. Ia mulai was-was karena No Ra belum pulang dan tak memberi kabar.

Ia langsung berpikiran macam-macam. Jangan-jangan..


Terbayang olehnya, No Ra dan Hyun Suk makan malam romantis di kantor dan mereka.. mereka berciuman?!!


Panik oleh bayangannya sendiri, Woo Chul langsung melabrak, menggedor-gedor pintu kantor Hyun Suk. Tuh kan bener, Hyun Suk belum tidur jam segini. Bajunya sama pula dengan bayangannya. Pasti No Ra sedang bersama Hyun Suk.

Hyun Suk terbelalak mendengar No Ra belum pulang dan bertambah satu orang yang khawatir akan hilangnya No Ra. Hyun Suk segera menelepon Yoon Young, mencari tahu mungkin No Ra menginap di rumah Yoon Young. Tapi nihil.

Melihat No Ra benar-benar tak ada di kantor Hyun Suk, Woo Chul pun pergi walau ia sempat melihat kekhawatiran Hyun Suk yang jauh melebihi kekhawatirannya.

Hyun Suk mencoba menelepon handphone No Ra, tapi tetap nihil. Dimana No Ra sekarang? Ia mulai khawatir kalau No Ra mabuk di suatu tempat.


Tidak. No Ra hanya banyak minum karena panasnya sauna. Handphonenya juga ditinggal di loker. Soon Nam dan No Ra menemani Seung Hyun tidur di sauna yang buka 24 jam. Soon Nam curhat tentang kegalauannya yang ingin berkarir di bidang tari tapi profesi itu tak menjanjikan. Sedangkan Seung Hyun juga galau karena, beda dengan Soon Nam yang sudah tahu minatnya apa, ia tak tahu apa minat dan bakatnya.

No Ra melihat Seung Hyun suka membaca dan menyuruhnya bekerja di area itu. Seung Hyun mengakui kalau ia ingin membaca 1000 buku karena katanya permintaannya akan terpenuhi jika berhasil membaca 1000 buku.

Seung Hyun dan Soon Nam iri pada No Ra yang kuliah tanpa memikirkan jenjang karir. No Ra berkata kalau ia sebenarnya juga mencemaskan karirnya. Ucapan itu membuat keduanya penasaran dan berusaha mengorek kehidupan No Ra. Tapi lagi-lagi No Ra main rahasia-rahasiaan, membuat kedua temannya kesal.


No Ra kehabisan minum dan Seung Hyun menawarkan diri untuk mengambilkan. Saat itu handphone-nya berbunyi. Siapa lagi kalau bukan Cha Hyun Suk.


Seung Hyun bertanya-tanya tentang Cha Hyun Suk saat SMA. Apa dulu Hyun Suk itu cakep? Terkenal? No Ra mengaku tak ingat seperti apa Hyun Suk dulu.

“Apa kau ini pikun?!”


No Ra tersentak mendengar suara yang familiar itu. Ia menoleh dan melihat Hyun Suk cemberut menatapnya. Lengkap dengan topi handuk di kepala. Hahaha.. why you so cute?

Seung Hyun hanya cengengesan melihat Hyun Suk duduk di samping No Ra. Katanya Hyun Suk datang karena ada yang ingin Hyun Suk tanyakan pada No Ra.

“Kenapa kau mengatakan kalau aku ada di sini?” bisik No Ra keras.


“Aku menyuruhnya untuk tak memberitahukanmu,” sahut Hyun Suk gemas. Ia mengambil sebutir telur rebus dan memecahkannya di kepala No Ra. “Sudah kuduga kau akan kabur.” Ia tak peduli melihat No Ra mengusap kepalanya kesakitan dan terus mengomelinya. “Kau kan sudah kusuruh untuk mengemail daftar aktor yang lolos seleksi untuk mengirimkannya kembali.


Soon Nam merasa bersyukur akan kehadiran Hyun Suk yang bisa menggantikannya menjagai Seung Hyun dan No Ra karena besok ia harus kerja pagi. Saat Seung Hyun mengantarkan Soon Nam, Hyun Suk memberitahu kalau sebenarnya email itu sudah Hyun Suk terima. Ia hanya membuat alasan itu agar No Ra bisa pulang. Ia akan menjagai Seung Hyun sampai besok pagi. 


Tapi No Ra tak mau. “Apa kau bisa dipercaya? Dan meninggalkan gadis cantik dan masih muda di sini sendirian?”

“Hei.. dia itu mahasiswaku!” jawab Hyun Suk sengit.

“Dia kan bukan mahasiswi jurusanmu,” cibir No Ra. “Dan juga, apa kau ini bukan lak-laki?”


Hyun Suk mendelik mendengar cara bicara No Ra, tapi belum sempat ia membalas, Seung Hyun sudah kembali. No Ra pun mengajak Seung Hyun tidur, mengacuhkan Hyun Suk.


Woo Chul masih penasaran dengan keberadaan istrinya yang sekarang suka main rahasia-rahasiaan. Sesampainya di rumah, ia membuat Min Soo terbangun. Min Soo mengira ibunya tak jadi menginap. Woo Chul mendelik mendengarnya. “Kenapa kau tak memberitahukanku sebelumnya?”

Min Soo menatap heran, “Sejak kapan Ayah ingin tahu pada hal yang Ibu lakukan?” Woo Chul tak tahu menjawab apa.


Hyun Suk menunggui kedua wanita yang sudah terlelap. Melihat banyak pria yang berkeliaran, ia merasa cemas dan merasa kalau seharusnya ia paksa No Ra untuk pulang ke rumah. Ia memandangi No Ra yang terlelap dan tersenyum melihat cara tidur No Ra yang lucu. Tak kuasa menahan kantuk, ia pun tidur di samping Seung Hyun.


Haha.. kayak ayah bunda yang tidur di samping anaknya, ya?


Seung Hyun tiba-tiba terbangun karena kebelet pipis. No Ra yang hampir terlelap, mencari-cari bantal dan mengambil bantal Seung Hyun. Selimut Seung Hyun mengganjal tubuhnya, membuatnya bergerak-gerak mencari tempat yang pas, beringsut mendekati Hyun Suk.

Ia membuka mata dan kaget melihat Hyun Suk yang ada di hadapannya. Tapi melihat Hyun Suk sudah terlelap, ia malah jadi asyik mengagumi wajah Hyun Suk.


Hingga ia tersadar. Dan jantungnya berdebar-debar.

Komentar :

Ecieee… yang baru nyadar…

Ayo dong jadian..





`



2 comments :

  1. Suit...ssuuiiit.....
    Kalo kita mah sadarnya udah lama ya mbak dee.....klo jatuh cinta ama lee sang yoon....xixixixi.....

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete