October 29, 2015

Review She Was Pretty Episode 12


Ga nyangka kalau setengah episode awal dibuat senyum lebar, ketawa bahkan cekikikan liat tingkah konyol mereka. Dan setengah sisanya dibuat mewek. Best episode for me.
Ternyata Ha Ri tidak ikut mamanya ke Jepang. Dia hanya mengantarkan saja. Duh.. betapa leganya Hye Jin mendengarnya. Saya senang melihat Hye Jin yang benar-benar tak ingin kehilangan Ha Ri. Ia terus menangis dari mewek memohon Ha Ri untuk tak meninggalkannya dan kembali menangis karena lega. 

Begitu pula dengan Ha Ri yang tak akan mau menyakiti Hye Jin lagi. "Bagaimana mungkin aku pergi? Aku akan terus menempel padamu seperti permen karet untuk seumur hidupku. Aku akan minta maaf untuk waktu yang sangat lama."


Ha Ri memutuskan untuk melepas semua kemudahan yang diberikan ayahnya. Ia resign dari hotel, memotong kartu kreditnya, dan menjual semua barang  bermereknya. Ia sadar kalau berbagai kemudahan itu membuatnya serakah dan ingin mengambil apa yang bukan haknya. Ia benar-benar minta maaf dan menyesal telah melakukannya.

Ah.. akhirnya Ha Ri memberikan alasan akan perbuatannya. Tentu saja Hye Jin menerima alasan itu. Apapun alasan yang diberikan sahabatnya, tentu akan ia terima. Dan ia ingin menjaga perasaan Ha Ri, maka saat Sung Joon ada di depan rumah untuk menemuinya, ia beralasan ingin beli sesuatu di minimarket agar bisa keluar.


Sung Joon bekerja terlalu keras dan benar-benar capek sekali. Ia menemui Hye Jin untuk menyuruh Hye Jin berdiri diam selama 10 detik. Ia menghitung sampai 10 dan kemudian berkata, "Sudah. Aku pergi dulu." Hye Jin bingung. Sung Joon ngapain? Sung Joon datang untuk mendapatkan energi lagi.

Ealah.. dikata Hye Jin ini charger apa, ya? Hye Jin khawatir melihat betapa lelahnya Sung Joon dan memberinya saran untuk memberitahukan yang lain jika terasa terlalu berat. Dengan nada bercanda Sung Joon menyahut, "Kalau menurutmu ini berat, mungkin sebaiknya kau memelukku. Rasanya pelukanmu bisa membantu banyak."

Aww.. kedengerannya sih becanda, tapi Sung Joon sepertinya juga serius. Ia pergi dengan lebih ceria walau tak mendapat pelukan.

Dan Shin Hyuk kembali! Horee.. 

Liat Shin Hyuk balik sih mulanya saya cuman senyum lebar karena lega. Tapi jadi cekikikan liat Shin Hyuk balik bukannya ke kantor tapi di apartemen Sung Joon. Duh.. kocak banget deh liat Sung Joon jatuh karena shock melihat Shin Hyuk tiba-tiba ada dibelakangnya. Pake acara setengah telanjang lagi karena Shin Hyuk barusan mandi. Shin Hyuk juga dengan cueknya pesen pizza delivery ke apartemen Sung Joon.

Haha.. bener-bener serasa rumah sendiri. Kartu apartemen Sung Joon itu ga pernah dibalikin ya? Sung Joon semakin shock saat handuk yang melilit di pinggang Shin Hyuk melorot jatuh dan Shin Hyuk berbalik dengan polosnya. Wajahnya, maksud saya. Dan juga itu.


Ahhh!! Sung Joon menjerit horor. Hahaha...

Shin Hyuk ternyata menghilang untuk cari bahan artikel. Ia memutuskan untuk kembali, "Karena Wakil Pimred begitu putus asa menahanku, aku memutuskan untuk tinggal. Setelah mendengar majalah mungkin akan dihentikan, anehnya aku malah termotivasi. Daripada menyerah tanpa mencoba, aku ingin berusaha hingga akhir." 


Aww.. Shin Hyuk mengaku jenius karena berhasil mengumpulkan bahan yang keren-keren. Tapi dengan kalem Sung Joon mengkoreksi semua artikel Shin Hyuk dan memberinya beberapa saran. Shin Hyuk terkejut melihat Sung Joon begitu menguasai materi yang telah ia persiapkan hanya dengan melihatnya sekilas. "Apa kau ini jenius?"

Gaya Shin Hyuk itu sok iya banget. Walau jika sendiri, ia terlihat serius. 


Setelah berbaikan, Hye Jin dan Ha Ri sudah seperti biasa lagi. Ha Ri yang sekarang nganggur, mendandani Hye Jin dan dipamiti Hye Jin dengan ucapan, "Aku menyayangimu." Aww..  Ha Ri bahagia dan berseru, "Hati-hati. Jangan lari dan dapatkan uang sebanyak mungkin yaa...!"


Pagi itu kebahagiaan Hye Jin semakin bertambah saat melihat Shin Hyuk ternyata kembali! Horeee!! Rasanya pengen senyum terus melihat Hye Jin begitu senang melihat Shin Hyuk lagi. Saat ditanya kenapa Shin Hyuk balik, Shin Hyuk menjawab, "Semua tak akan berakhir kalau belum berakhir."

Jika dihubungkan dengan pekerjaan mereka, Shin Hyuk memang terlihat memperjuangkan The Most. Tapi kenapa saya merasa ungkapan itu sama seperti Selama janur kuning belum melelngkung, ya?


Seluruh tim redaksi juga sangat senang dan memukuli Shin Hyuk karena membuat mereka cemas. Tapi mereka juga heran melihat Shin Hyuk sekarang mulai serius dan bisa nyambung dengan setiap ucapan Sung Joon ketika rapat. Sejak kapan Shin Hyuk jadi dekat dengan Sung Joon? 

Sejak ada underwear di antara mereka, kalau saya boleh ikutan jawab.


Kelelahan Sung Joon mulai terasa efeknya karena Sung Joon tiba-tiba mimisan. Semua panik, Semua mendekat kecuali Shin Hyuk yang kabur. Hahaha.. adegan yang mencemaskan malah membuat saya ketawa-tawa liatnya. Hye Jin juga khawatir. Saking khawatirnya, ia tak sadar mengetik ngawur, membuat Poong Ho berkata kalau Hye Jin menulis bahasa alien.


Poong Ho mengangkat telunjuknya, mengisaratkan Hye Jin untuk menirukannya. Pelan-pelan Poong Ho mendekatkan telunjuk mereka .. dan.. ting... ''ET.. pulanglah!" serunya.

Hahaha... Hye Jin emosi disamakan dengan ET. Tapi ia cukup lega melihat Sung Joon tersenyum penuh semangat padanya. Lha iya.. wong Sung Joon baru aja di-charge walau sedikiitt.. aja karena kehadiran Hye Jin ke ruangannya walau hanya untuk memberikan notulen rapat. Baterai Sung Joon bertambah lagi saat menyadari gelas kopinya sekarang sudah diganti Hye Jin dengan teh yang menurut Hye Jin bisa menyembuhkan mimisan.


Shin Hyuk menawarkan diri menggantikan Redaktur Cha untuk membimbing artikel Hye Jin. Hye Jin sebenarnya enggan karena tak enak, seperti memberi harapan pada Shin Hyuk. Tapi Shin Hyuk memang ingin memperjuangkan cintanya. 

Hye Jin mencoba memberi pengertian, tapi ucapannya selalu dipelintir oleh Shin Hyuk. Ia berkata, "Sebenarnya aku itu sangat-sangat menyukaimu." Tapi belum sempat Hye Jin melanjutkan dengan kata tapi, Shin Hyuk langsung menyambar, "Tuh kan.. aku tahu kalau kau memang menyukaiku." Hye Jin jadi serba salah mau ngomong apa. 

Apalagi kalau Shin Hyuk sudah seperti ini.


Dan ini. 


Hye Jin jadi ketawa-tawa dan lupa mau ngomong apa.


Selain Shin Hyuk, Hye Jin juga berusaha menjaga perasaan Hye Jin. Saat ada Hye Ri menemui mereka, ia terus menutup mulut Hye Ri agar tidak menceritakan tentang kedatangan Sung Joon ke rumah keluarganya. 


Ha Ri melihat betapa kerasnya usaha Hye Jin agar tak melukai perasaannya dengan tidak menyebut-nyebut nama Sung Joon. Ia pun memberi hadiah sepatu cantik untuk Hye Jin. Hye Jin senang menerima hadiah itu, tapi baginya sepatu itu terlalu cantik baginya. Ia meminta Ha Ri untuk menukar sepatu itu sesuai dengan ukuran kaki Ha Ri.

Ada ungkapan Pakailah sepatu yang bagus agar bisa membawamu ke tempat-tempat yang indah, kemanapun kau ingin pergi."Mulanya memang tak nyaman. Kau akan menarik perhatian saat kau berjalan. Tapi setelah itu kau akan terbiasa. Sangat terbiasa sehingga membuatmu tak akan memperhatikan ketidaknyamanan itu."


Ha Ri meminta Hye Jin untuk memakai sepatu itu untuk pergi ke tempat yang indah. Sepatu itu sebenarnya caranya untuk memberitahu Hye Jin kalau ia sudah rela jika Hye Jin pergi tempat yang indah a.k.a Sung Joon. Kasihan Sung Joon jika Hye Jin seperti ini karena Sung Joon tak akan melihat ke arah lain kecuali pada Hye Jin.


Hye Jin tak mau. Ia sudah cukup puas dengan hanya seperti ini, berteman dengan Sung Joon. Ha Ri pun berkata, "Jika dulu aku berbohong dengan mengatakan aku baik-baik saja, sekarang aku berkata jujur. Aku sekarang baik-baik saja. Jadi Hye Jin ah, pergilah. Jangan khawatirkan yang lain. Ya?"


Malam-malam, Sung Joon pergi ke rumah Hye Jin untuk mengisi baterai-nya. Tapi chargernya tak kunjung muncul. Kali ini Sung Joon tak menelepon, hanya menunggu di bawah.

Melihat Sung Joon bolak-balik seperti ini, membuat saya ingat dengan Jang Dong Gun yang juga mondar mandir di depan rumah Chae Rim muncul di All About Eve. Jang Dong Gun tak mau menelepon, berharap Chae Rim muncul menemuinya.

Baik Chae Rim dan Hye Jin sama-sama tak tidur. Satu sedang membuat laporan, satu lagi memandangi sepatu sambil terus mempertimbangkan. Sedangkan Jang Dong Gun dan Sung Joon sama-sama menunggu dengan sabar. Tapi karena yang ditunggu tak kunjung datang, mereka pun pergi.

Dan setelah itu, sama seperti Chae Rim yang turun ke luar rumah, Hye Jin pun juga membuka jendelanya.


Saat itu Chae Rim melihat ada mawar yang terselip di pagarnya dan tersenyum, "pantas saja aku seperti merasa dipanggil." Tapi ia tak tahu siapa pengirim mawar itu.


Berbeda dengan Hye Jin yang akhirnya tahu kalau Sung Joon sempat mampir malam itu, karena anjing tetangga memakai scarf milik Sung Joon. Ia tak sabar untuk menemui Sung Joon karena ia memutuskan untuk memakai sepatu itu.

 
Ia diantar Ha Ri dengan mobil untuk terakhir kali karena Ha Ri akan menjual mobilnya. Ha Ri menyemangati sahabatnya saat melihat sepatu pemberiannya sekarang ada di kaki Hye Jin.


Hye Jin pun juga tak sabar untuk menemui Sung Joon. Tapi sepertinya ia sedang tak berjodoh bertemu dengan Sung Joon hari ini karena Sung Joon sibuk dan hampir tak pernah ada di kantor. Bahkan Sung Joon juga pergi ke Jeju siang ini dan baru pulang nanti sore. Hye Jin tak sengaja melihat buku gambar Sung Joon yang penuh dengan lukisan wajahnya. 


Ha Ri benar. Sung Joon selalu melihatnya dari dulu, Hye Jin memutuskan pergi ke bandara dengan membawa buku gambar yang ia gambari Sung Joon dan ia bergandengan tangan. Tapi Hye Jin kelewatan. Ia tak melihat Sung Joon melintas, melewatinya.

Haduhh.. saat ini adalah saat dimana saya selalu terheran-heran dengan orang-orang di kdramaland yang tiba-tiba melupakan kalau handphone itu adalah alat komunikasi dan bukannya mp3 player..  


Baterai Sung Joon benar-benar habis. Di depan pintu bandara, ia pingsan. Orang di sekitarnya langsung menghubungi ambulans.

Hye Jin, yang akhirnya kembali ke kantor setelah tak bertemu dengan Sung Joon, panik saat Redaktur Cha memberitahukan kalau Sung Joon pingsan dan sekarang ada di rumah sakit. Tapi malam itu tak ada taksi kosong. Shin Hyuk yang melihat kepanikan Hye Jin, segera menyuruhnya naik mobilnya. Tapi Hye Jin tak mau. Ia tak mau terus memberi harapan pada Shin Hyuk.


Shin Hyuk akhirnya berhasil membawa Hye Jin ke rumah sakit. Tapi Hye Jin tahu jika ia masuk ke dalam, ia akan melukai Shin Hyuk yang selama ini baik padanya. Shin Hyuk mengerti keraguan Hye Jin. Oleh karena itu ia mengeluarkan koin dan bertaruh, jika kepala, ia akan melepas Hye Jin, dan jika ekor, ia tak memperbolehkan Hye Jin untuk meninggalkannya.


Shin Hyuk melempar koin itu, tapi tak membuka tangkapannya dan malah berkata, "Kepala. Kau bisa pergi. Terima kasih karena pernah merasa ragu." 

Walau berkaca-kaca, kali ini Hye Jin tak protes dan masuk rumah sakit. Shin Hyuk membuka genggamannya dan angka 100 yang keluar. Err... angka 100 itu kepala atau ekor? Kok saya juga lupa ya?

Sung Joon terbangun saat menyadari tangan Hye Jin membelai rambutnya. Ia menarik Hye Jin hingga berbaring di sampingnya dan bertanya apakah Hye Jin datang karena mengkhawatirkannya. Hye Jin menggeleng, "Tidak. Aku datang untuk memelukmu."


Aww... Baterai Sung Joon hampir full saat merasakan pelukan Hye Jin. Dan setelah itu Sung Joon menciumnya.

Komentar :


Kelar deh ngecharge-nya. Full 100%. 

Nyiumnya jangan kelamaan, ya.. nanti overload. Hehehe...

Note. Kalau mau tahu edisi lengkapnya, buka aja di tempat Mumu. Saya tak menulis sinopsisnya karena sudah ada Mumu yang merecap dengan bagus.

Mumu sudah update episode 9 bagian 2. Itu adalah saat-saat dimana Sung Joon mulai memperhatikan Hye Jin. Mulai care dengan Hye Jin. Dan saat-saat dimana dia akhirnya sadar kalau ia suka dengan Hye Jin yang ini.

Update Sinopsis She Was Pretty Episode 9 - 2

2 comments :

  1. Biarpun cuman review tapi energi saya (yg terkuras akibat kepo banget ma ni drama) tercharge full :) Thanks mbak dee 😍😍😍

    ReplyDelete
  2. Nadu.....berasa dicharger penasarannya meski gak 100%. (fullnya di bak mumu entar ))....coz review bak dee mmg sukses membuat senyum senyum Geje....padahl saya nonton, tp meliat pictnya shin hyuk kaya gt gak tahan Banget nahan ngakak......
    Siwon berhasil membuat scene memoriable yah Sebelum wamil.....
    Kamsahamnida bak Dee......dan buat bak Mumu...semangat buat sinop lengkapnya.....
    Dan buat yg namanya sama kayak aku diatas.....HIM......! ("_")

    ReplyDelete