October 23, 2015

Review She Was Pretty Episode 11

Review She Was Pretty Episode 11


Ha Ri menjelaskan kalau penyamarannya atas permintaan Hye Jin. Sung Joon bertanya apakah Hye Jin-nya adalah Hye Jin yang selama ini ada di pikirannya? Ha Ri mengiyakan. Tapi ternyata tak diacuhkan lebih menyakitkan daripada dimarahi. Begitulah perasaan Hye Jin karena saat Hye Jin minta maaf, Sung Joon malah langsung pergi meninggalkannya.



Shin Hyuk meminta Hye Jin memberinya kesempatan. Jika Hye Jin ragu dan tak dapat pergi, maka Hye Jin bisa kembali padanya.

Belum sempat Hye Jin memikirkan akan mengabulkan permintaannya, Sung Joon meneleponnya dan berkata, “Lama tak bertemu, Hye Jin-ah. Aku merindukanmu, Kim Hye Jin.

Shin Hyuk tahu kesempatannya hilang saat melihat mata Hye Jin berkaca-kaca. Ia meminta Hye Jin agar jangan pergi, tapi Hye Jin malah minta maaf karena ia harus pergi. Poor Shin Hyuk..

Saat melihat Hye Jin di penyeberangan, saya teringat Ma Ru Nice Guy yang mencari-cari Eun Gi dan berakhir dengan penusukan. Pas nonton itu, saya sempat khawatir kalau-kalau Hye Jin kecelakaan atau apalah yang membuat ia tak bisa ketemu dengan Sung Joon.

Tapi tidak. Karena Sung Joon ternyata berjalan dari arah yang sama dengannya dan menarik Hye Jin sambil berkata, “Chajatta.” Aku menemukanmu.


Jadi inget Sungkyunkwan Scandal. Jadi inget Yoo Chun. Hahaha.. *maaf oot*

Sepanjang malam, mereka berjalan-jalan dengan bahagia. Tak dapat dipungkiri kalau love is in the air.  Kalau ada yang complain, kenapa mereka nggak kissing? Hmm.. let me tell you something. Pertama, ini baru episode ke 11. Kedua, mereka baru bertemu sebagai teman lama yang baru ketemu. Mereka belum pacaran. Penjajagan aja belum, masa harus sudah ciuman?

Namun perasaan bahagia yang dialami Hye Jin lenyap saat mengetahui kalau Sung Joon belum mendengar cerita dari Ha Ri. Sung Joon sudah mengetahui identitas Hye Jin sebenarnya satu jam sebelum pertemuan dengan Ha Ri. Ia buru-buru pulang ke rumah dan menemukan Ha Ri yang tampak ceria dan akan kencan.


Di tempat sampah, Hye Jin menemukan surat yang terobek-robek. Begitu ia menyatukan robikn itu lagi, ia mengetahui isi hati Ha Ri.

Ha Ri tak bermaksud melakuan penyamaran ini. Tapi setiap Hye Jin mengalami masalah, Sung Joon selalu ada untuknya. Ia menjadi serakah dan ingin terus berada di dekat Sung Joon. Tapi karena Sung Joon sudah menyatakan kalau Sung Joon bersamanya karena ia adalah Hye Jin, maka ia memutuskan tetap menjadi Hye Jin.


Hye Jin segera keluar mencari sahabatnya dan menemukannya menangis sendirian.

Ha Ri pura-pura ceria tapi tampak linglung, dan terlihat menghindari Hye Jin. Hye Jin tak suka melihatnya. Sedangkan Sung Joon menghadapi hari dengan ceria. Shin Hyuk? Bad mood tapi tetep aneh.


Sung Joon mengharapkan Hye Jin bersikap mesra seperti kemarin malam. Tapi Hye Jin yang sekarang bersamanya malah memperlakukan tak seperti kemarin, seperti mengajak reunian dengan teman-teman SD-nya. Sung Joon langsung mengkonfrontasi Hye Jin. Kenapa Hye Jin bersikap seperti ini?

Hye Jin berkilah kalau ia ingin memisahkan hubungan kerja dan hubungan pribadi. Sung Joon adalah atasan dan teman sekelasnya. Sung Joon semakin tak mengerti. Hubungan pribadi mereka hanyalah teman sekelas? Kenapa tiba-tiba seperti ini?

Hye Jin berkata dalam hati. Karena Ha Ri sangat menyukaimu. Tapi ia hanya diam saja. Sung Joon mencoba melakukan apa yang dilakukan Hye Jin. Ia akan menjadi atasan dan teman sekelas.


Shin Hyuk tertawa garing melihat Hye Jin memberikan uang 10 ribu won sebagai ganti uang berobat. Ia tak mau menerimanya dan berlalu pergi.  Poong Ho yang kebetulan melihatnya heran melihat keduanya tak seakrab biasanya. Ia menduga Hye Jin dan Shin Hyuk pacaran dan mereka sedang bertengkar.


Kebetulan Sung Joon lewat dan mendengar. Moodnya jadi jelek. Tapi semakin ia memperlakukan Hye Jin seperti yang diminta, ia semakin tak tahan. Ia tak bisa menjadi hanya teman sekelasnya. Ia tak mau dan tak bisa mengerti kenapa ia harus melakukannya.

Siapa sebenarnya Shin Hyuk? Makhluk rahasia. Ia adalah wartawan yang handal, dandan seperti gembel (tapi keren) namun tinggal di hotel. Ia menelepon seseorang dengan bahasa Inggris dan berkata kalau ia akan pergi menemui orang itu. Ia kemudian berkata sendiri, “Mungkin sekarang saatnya bagiku untuk pergi.”


Hye Jin khawatir melihat Hye Jin yang memaksakan ceria. Hye Jin tak tahan. Ia meminta Ha Ri mengeluarkan perasaannya bukannya malah pura-pura biasa. Tapi menurut Ha Ri, seharusnya Hye Jin yang mengeluarkan perasaan, marah padanya karena menelikungnya.

Hye Jin memang marah, tapi ia marah bukan karena Sung Joon. Ia menyadari masalah mereka ini terjadi karena salahnya. Ia yang bertanggung jawab karena meminta Ha Ri berbohong. Tapi ia marah karena sikap Hye Jin sekarang ini. “Jangan terus menghindariku. Carilah alasan atau apa, tapi jangan menghindariku seperti anak kecil.

Ha Ri menelan air matanya dan berkata kalau hanya ini yang bisa ia lakukan. “Aku capek. Yuk kita akhiri saja. Aku akan pergi.”

Tapi Hye Jin yang akan pergi karena rumah ini adalah rumah Ha Ri. Dan Hye Jin pun kembali ke rumah orang tuanya.


Sung Joon memikirkan perubahan sikap Hye Jin dan memutuskan untuk bicara pada Hye Jin lagi. Ia menelepon tapi yang mengangkat adalah adiknya. Dan voila.. Sung Joon sekrang ada di rumah Hye Jin membuat orang rumah terkejut tapi juga senang.

Mendengar kalau Sung Joon sepertinya pdkt pada Hye Jin, ayah Hye Jin mengajak Sung Joon minum. Eihh.. kan Sung Joon gak bisa minum? Tapi Sung Joon memaksa. Benar saja, belum nyampe 1 menit, Sung Joon pingsan. Hahaha..

Tengah malam, Sung Joon bangun saat Hye Jin memandanginya. Upss.. Tapi Sung Joon tak mau melepaskan Hye Jin dan mengajaknya bicara. Akhirnya Hye Jin mengatakan alasannya. Karena Ha Ri sangat menyukai Sung Joon. Baginya, Ha Ri lebih dari seorang sahabat. Ia tak bisa menerima perasaan Sung Joon karena ia tak bisa mengabaikan perasaan Ha Ri. Ia tak ingin melukai perasaan Ha Ri.


Sung Joon berlutut di hadapan Hye Jin. Orang yang ia suka adalah Hye Jin. Dulu, sekarang dan besok pun juga tetap Hye Jin. “Aku tak akan memaksamu. Aku tak ingin lebih yang lain darimu. Tapi kumohon jangan lari dariku.”

Dan keesokan harinya mereka kembali seperti biasa. Seperti akhir episode 10. Bukan pacar, bukan pula teman. Hmm.. TTM kali, ya?

Kantor dilanda kepanikan karena ada gosip kalau Shin Hyuk akan pindah ke majalah saingan mereka. New Look. Dan Shin Hyuk pun tak memberi klarifikasi malah cengar-cengir dan pergi lagi. Hye Jin mencoba menggali informasi, tapi nihil.


Eih.. kalau pindah ke New Look, berarti dia bukan anak Presdir Jinsung dong, ya? Masa anak pemilik pindah ke majalah saingan?

Ada kabar gembira. Penjualan The Most bulan ini mencapai rekor penjualan terbaru. Bahkan terjadi kenaikan jumlah iklan. Horeee… walau posisi nomor 1 masih dipegang oleh New Look. Chief Editor Mamamia juga sangat senang. Ia akan mentraktir anak buahnya tapi mengharap kerja keras mereka agar bulan depan The Most bisa menempati posisi pertama.



Hye Jin tahu kalau bulan depan adalah penentuan. Melihat beban yang dihadapi Sung Joon, ia mengusulkan agar Sung Joon menceritakan masalah 3 bulan itu pada anak buahnya. Tapi Sung Joon tak mau. Ia khawatir hal itu malah membuat anak buahnya tidak berjuang dan malah mencari pekerjaan baru.

Ibu kandung Ha Ri baru pulang dari Jepang. Saya pikir ibu Ha Ri sudah meninggal ternyata masih hidup dan malah menjadi desain perhiasan yang terkenal. Pada sahabatnya, ibu Hye Jin, ia berniat mengajak Hye JIn pindah, ikut dengannya. Hal yang selama ini selalu ditolak Ha Ri. Ia akan kembali ke Jepang beberapa hari lagi.


Sung Joon ternyata mendengar gosip tentang pindahnya Shin Hyuk ke New Look. Ia pun mencari tempat tinggal Shin Hyuk dan kaget mengentahui Shin Hyuk tinggal di hotel. Tapi ia tak mencari tahu lebih jauh. Ia menemui Shin Hyuk untuk tetap tinggal di The Most. Walaupun ia tak menyukai Shin Hyuk (suka pinjem celana terus sih..) tapi ia mengakui kalau Shin Hyuk hebat dalam menulis artikel. Ia meminta Shin Hyuk untuk memikirkan kembali tawaran New Look.

Tapi keesokan harinya Shin Hyuk tak masuk kantor. Ia menghilang. Apa itu berarti Shin Hyuk sudah pindah?


Yang menghilang tak hanya Shin Hyuk. Tapi Ha Ri juga menghilang. Ia menemukan kamar Ha Ri telah bersih. Ia segera pergi ke bandara, tempat dimana Ha Ri mungkin berada. Tapi tak ada Ha Ri di sana. Hye Jin menangis, “Jika kau pergi seperti ini.. aku harus bagaimana?”


Review

Saya bisa mengerti sikap Hye Jin. Seperti yang Sung Joon bilang, tindakan Hye Jin ini benar-benar karakter Hye Jin. Dari kecil Hye Jin seperti ini dan ia senang Hye Jin masih seperti ini.

Hye Jin adalah tipe orang yang tak mau melukai orang lain. Ia ingin membuat semua orang bahagia. Lihat saja, ia mau saja disuruh-suruh oleh teman satu ruangannya, bahkan sampai lembur pula. Kenapa? Ya karena memang itu sifat Hye Jin. Dan Ha Ri sangat berarti bagi Hye Jin. Mungkin bahkan Ha Ri lebih berarti daripada Sung Joon.

Coba tonton episode 1. Hye Jin senang bertemu Sung Joon lagi. Tapi ia tak pernah mencari-cari seperti yang Sung Joon lakukan. Perasaan Sung Joon jauh lebih dalam daripada perasaan Hye Jin padanya. Coba kita bayangkan kalau kita menjadi Hye Jin. Sanggupkah bergembira di atas penderitaan sahabat sendiri?

Sung Joon mengerti hal itu. Maka dari itu ia mau menunggu. Ia mau menunggu luka hati Ha Ri sembuh. Ia akan menunggu Ha Ri kembali bahagia agar Hye Jin menjadi bahagia.

Kalau ada yang menonton Twenty Again pasti dejavu dengan tindakan Sung Joon. Yang dilakukan Sung Joon sama seperti yang dilakukan Hyun Suk. Ia menyelesaikan masalah Woo Chul, berharap Woo Chul hidup dengan baik agar No Ra juga bisa hidup dengan baik.

Permintaan Sung Joon pun sama dengan keinginan Hyun Suk. Sung Joon dan Hyun Suk akan memberi waktu berapapun pada Hye Jin dan No Ra, asal mereka tidak lari. Mereka tidak mundur dari hubungan yang baru akan terjalin.

No Ra terbukti mundur dan menolak Hyun Suk. Walau 3 bulan kemudian mereka akhirnya jadian. No Ra akhirnya menyadari. Let’s meet at the halfway.

Masalah No Ra dan Hye Jin berbeda. Hingga akhir episode, Hye Jin tetap di tempatnya. Time will heal. Ia akan menunggu Ha Ri. Tapi sekarang? Entah. “Jika kau meninggalkanku seperti ini, aku harus bagaimana?” Haruskah Hye Jin maju ke pelukan Sung Joon, karena Ha Ri sudah tak ada? Ataukah ia akan menunggu Ha Ri kembali? Jika Ha Ri kembali, berarti luka Ha Ri telah sembuh. Apakah ia harus menunggu waktu yang tak tentu itu?

Dua orang menghilang bersamaan dengan Shin Hyuk. Apakah mereka pergi bersama? Atau Ha Ri pergi bersama ibunya ke Jepang?

Entahlah. Tapi kehilangan Ha Ri jauh lebih dalam daripada kehilangan Shin Hyuk. Dan kalo boleh menebak, kayaknya saya tahu deh kemana Shin Hyuk pergi.

Waktu Hye Jin mengucap New Look, saya mengernyit mendengar pengucapannya menjadi Nuruk. Tapi orang Korea kan emang susah ngomong huruf eL. Kalau gak jadi huruf eR (kayak orang Jepang) atau jadi y. Lee Gak aja jadi Yi Gak.


Jadi sudah bisa dikira-kira kan kemana Shin Hyuk pergi? 

8 comments :

  1. Thanks mba dee reviewnya hilang rasa penasaran dihati...
    bener mba dee sikapnya Sung joon sama kayak Hyun Suk...mau menunggu ...

    ReplyDelete
  2. Wahh asik mba Dee bikin review episode 11 nya .. Kebetulan sy lagi penasaran sm kelanjutan nya nunggu sub indo nya belum keluar juga .. Jadi mending baca dulu aja review ya lumanyan jadi berkurang penasarannya ..

    Maksud mba Dee , Shin Hyuk pergi ke New Yoork ??

    ReplyDelete
  3. asik, udah nunggu dr kmrn ehhhhh mba dee buat reviewnyaaaa. senaaaang.

    ohya, krn disinggung di atas, soal pengucapan nuruk sih krn org korea ga mengenal huruf L dan R mbak. mereka kenalnya huruf ㄹ yg pengucapannya bs berbunyi r atau l tergantung letaknya sama tergantung berlekatan sm konsonan atau huruf vokal tertentu. makanya lidah org korea itu susah sekali menyesuaikan bhs asing.
    nah, kalau Lee, itu romanisasi sebenernya, bkn pengucapannya yg salah krn penulisannya hangeul-nya 이 alias itu huruf vokal i. makanya kedengerannya yi. kekekekeke...

    ReplyDelete
  4. Aarrrggghhhh...... jadi makin penasaraaaannn....
    Sy sukaaaa scene di ep 10 pas hye jin duduk di kursi tinggi di depan sung joon, haghaghag.... lebih apalah apalah daripada scene sung joon yg berlutut di depan hye jin di ep 11 ini :D

    ReplyDelete
  5. Loh, mba dee bikin review She Was Pretty eps 11??? ya ampun! akhirnya... rasanya gak enak banget nonton sendirian, banyak scene2 yang bikin ganjel ati tanpa bisa berbagi pikiran. Nah, kalau kaya gini kan jadi tau.. bener mba! Identitas Shin Hyuk masih misteri, gak mau nebak2 ah, takut salah juga ntar malu hihi... Sisa 5 eps, buat bongkar siapa Shin Hyuk apa ada hubungannya sama penulis Novel Tem itu kah????

    ReplyDelete
  6. adegan waktu Seong Jun akhirnya inget Hye Jin itu sahabat masa lalunya, trus dia ngomong "Aku rindu" sambil nangis, plus ada flashback2... so very much feeeeels!!! Right in the heart!!! haha. Puas banget nih sama scene ini soalnya saya ada di tim Seung Joon-Hye Jin. ^^

    ReplyDelete
  7. Maaf oot juga , yoo chun ngomong "chajatta" bukan nya di drama I miss you yah? Ato di sungkyunkwan scandal juga? He he.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, yoochun kayaknya pernah ngomong di I Miss You. Tapi Chajatta kan lagunya JYJ paling fenomenal di Sungkyunkwan Scandal. Hehe..

      Delete