September 27, 2015

Twenty Again Episode 9

Twenty Again Episode 9


Melihat No Ra menari, mengingatkan Hyun Suk pada musim panas tahun 1995, saat ia dan kelompok tari No Ra bolos sekolah untuk manggung. Di sana mereka menginap di rumah lama No Ra yang sederhana dan berlatih dengan arahan Hyun Suk.




Dengan malu-malu, Hyun Suk mengajak No Ra untuk melakukan surprise party setelah pentas. “Yang perlu kau lakukan adalah.. “ sepertinya Hyun Suk ingin mengatakan sesuatu tapi ia urungkan, malah berkata, “.. pergi ke toko untuk belanja bersama.”

Di tempat itu pulalah No Ra meramal kalau 20 tahun lagi Hyun Suk akan menjadi produser yang hebat. Hyun Suk tertawa tak percaya, maka No Ra mengajak bertaruh. Mereka akan mengubur time capsule yang berisi ramalan mereka 20 tahun lagi. Jika benar, orang yang kalah harus mau melakukan apa yang dimaui si pemenang.


Sayangnya, saat No Ra cs akan pentas, Hyun Suk mendapat kabar kalau ayahnya masuk rumah sakit. Ia harus buru-buru pergi dan tak bisa melihat No Ra menari. Hyun Suk hanya sempat melihat No Ra cs naik panggung, tapi hanya sampai di situ. Ia kecewa dan matanya sedikit berkaca-kaca, tak sengaja menabrak Woo Chul yang malam itu datang untuk menemui temannya sebelum ia berangkat ke Jerman.


Di situ pulalah Woo Chul jatuh cinta pada No Ra. Dan perasaan itu muncul kembali saat Woo Chul melihat No Ra tampil dengan grup Bounce-nya.


Tepuk tangan meriah diberikan pada Bounce, tapi No Ra hanya ingin mengetahui pendapat Hyun Suk. Ia mencari-cari sosok temannya dan tersenyum setelah menemukan Hyun Suk. Tapi Hyun Suk buru-buru meninggalkan tempat itu, tak menyahut bahkan saat Sang Ye berteriak memanggil.


Bounce pecah saat mereka kembali ke tenda. Soon Nam bahkan memeluk No Ra dan berjanji mentraktir semua anggota. Saat ditanya kemana, ia menyerahkan pada No Ra untuk memilih. No Ra tersenyum dan menjawab, “Yuk, ke tenda Sastra.”

Wahh.. pinter juga nih No Ra, uang Bounce masuk ke kas Sastra. *note : baru tahu kalau humaniora itu adalah sastra. Hahaha…


Ternyata anggota senat juga ingin makan di tenda mahasiswa. Woo Chul yang melihat No Ra sibuk melayani teman-teman Bounce-nya, dan betapa akrabnya No Ra dengan semua temannya. Ia tak memperhatikan percakapan, membuat Yi Jin dan anggota Senat memperhatikan kalau Woo Chul tampak melamun.

Min Soo juga tampak melamun, menyadari darimana bakat narinya berasal. Karena Hye Mi harus membantu di tenda sastra, ia akan pergi ke perpustakaan.

Di saat sibuk memasak, No Ra masih sempat mengirimkan pesan pada Hyun Suk. Cha Hyun Suk, terima kasih karena kau telah memberiku keberanian.


Sementara Hyun Suk masih terpesona, bahkan saat ia pulang ke rumah dan menerima SMS No Ra. Ia membuka kotak yang ia simpan di lemar. Kotak yang berisi barang-barang kenangannya. Di dalamnya terdapat satu kotak kecil, yang berisi kaset dan kartu ucapan yang sebenarnya ingin ia berikan pada No Ra. Tapi kartu itu tak sampai pada No Ra. Sebenarnya ia ingin memberikan kartu itu saat surprise party, tapi takdir berkata lain karena Hyun Suk harus pulang lebih dulu.

Dan kartu itu masih tersimpan dengan baik. Hyun Suk membaca kartu itu lagi, menyuarakan kata hati yang ia rasakan sekarng. “Awalnya, aku menyukaimu sebagai teman, tapi sekarang tidak lagi. Ha No Ra, aku menyukaimu.”


No Ra berdiri di pinggir panggung tempat ia menari tadi. Ia seperti melihat dirinya 20 tahun yang lalu, yang giat berlatih untuk meraih impiannya menjadi penari.


Dan sekarang? Ia seperti penari yang berdiri di pentas yang sudah sepi. Menari di atas pentas tanpa penonton. No Ra menangis pilu. Ia telah melewatkan masanya. Dan masa itu tak akan pernah kembali.


Woo Chul tak bisa tidur karena memikirkan No Ra yang menari tepat seperti 20 tahun yang lalu. Ia kesiangan bangun dan melihat No Ra sedang sibuk menyiapkan bekal lagi. Kali ini untuk diakah? No Ra menjawab pendek, “Ini untuk Cha Hyun Suk. Aku membuatkannya bekal karena ingin berterima kasih padanya.

Woo Chul kesal, tapi teringat ucapan Hyun Suk kalau No Ra sangat mencintainya, ia mengira yang No Ra lakukan adalah untuk membuatnya cemburu. Bahkan ia menuduh No Ra menari khusus untuk dirinya. Haa.. you wish, deh..

No Ra menawari Min Soo bekal, yang kali ini diiyakan oleh Min Soo. Woo Chul pun mencoba mengambil satu kotak untuknya. Sayangnya ketahuan. Hihihi..


Woo Chul melewati jembatan tempat dulu No Ra berterima kasih secara tulus padanya. Eh, ingat No Ra, malah No Ra muncul di bawahnya, menyapanya dengan riang. Ia salah tingkah dan buru-buru pergi.


Tapi tak di sangka, No Ra berhasil menghadangnya. “Baaaa!!” Hyun Suk kaget. Bagaimana No Ra bisa tahu kalau ia pergi ke sini? No Ra nyengir, “Aku kenal sekolah ini sama seperti telapak tanganku.”

Hyun Suk pura-pura sibuk dan tak ada waktu untuk No Ra. Tapi No Ra ingin memberikan makan siang, sebagai ucapan terima kasih karena Hyun Suk, No Ra berana tampil. Tanpa memandang, Hyun Suk berkilah kalau ia tak melakukan apapun.  “Kau sendiri yang tampil di panggung.”


“Dan kau sendiri yang menyuruhku untuk berani tampil ke panggung,” balas No Ra ceria dan menyodokan tas makanan. Hyun Suk segera mengambil tas itu dan buru-buru pergi. Tapi No Ra menghentikannya. Ia ingin tahu pendapat Hyun Suk akan penampilannya. “Aku menari untukmu karena kau tak dapat melihatku menari 20 tahun yang lalu.”


Masih tak memandang No Ra, Hyun Suk menjawab, “Aku sekarang mengerti bagaimana perasaanmu saat menari 20 tahun yang lalu. Apa kau merasa senang?” No Ra mengangguk dan mengatakan semua  ini adalah berkat Hyun Suk.

Saking senangnya, No Ra menepuk bahu Hyun Suk. Tapi Hyun Suk menjauh dan berkata kalau ia sibuk jadi harus pergi sekarang. Setengah berteriak, No Ra menyuruhnya untuk memakan bekal itu bersama Sang Ye.


Apa Hyun Suk menuruti saran No Ra? Tentu tidak. Ia memakan satu demi satu bola-bola nasi buatan No Ra dan mengomel, “Apa dia hanya memasak seumur hidupnya? Kenapa rasanya enak sekali?” Dan ia menghabiskan tiga kotak makan sendirian. Semuanya licin tandas dimakan Hyun Suk yang memakannya dengan penuh senyum. Aww..


Tak hanya Hyun Suk, tapi Yoon Young juga ia buatkan makan siang. Mereka makan siang bersama dan beberapa mahasiswa menyapa No Ra, memuji penampilannya tadi malam. Yoon Young terkejut mendengar temannya menari lagi dan bertanya bagaimana rasanya.

No Ra menjawab kalau ia telah melewatkan kesempatan menjadi penari. Tapi ia tak menyesal karena telah mendapatkan Min Soo. “Menjadi seorang ibu bukanlah sesuatu yang untuk disesali.”


Min Soo melihat ibunya makan bersama Yoon Young dan teringat bagaimana Yoon Young memuji ibunya sebagai penari yang hebat. Saat makan siang dengan Hye Mi, ia mengetahui kalau ibunya pernah mengalami masa-masa sulit karena dikucilkan oleh teman satu jurusan, walau sekarang sudah tidak lagi. Dan ia merasa sedih mendengarnya.


Waktu berpasangan dengan Soon Nam di kelas Keluarga dan Perkawinan sudah berakhir dan masing-masing partner harus memberikan pendapatnya berupa pujian dan kritik. Soon Nam dinilai No Ra sebagai orang yang memiliki perasaan yang dalam, berani, pemimpin yang hebat, senang bergurau dan memiliki passion yang tinggi. Sedangkan kekurangannya adalah penilaian pertamanya pada Soon Nam tak begitu baik.

Sedangkan No Ra dinilai Soon Nam sebagai perempuan yang memiliki semangat tinggi, naif, punya jiwa keadilan yang tinggil, memiliki karisma tersendiri dan… sangat cantik. Aww… No Ra tersipu mendengarnya. Tapi ia tersenyum rahasia saat Soon Nam menilai kalau No Ra tak mau menceritakan tentang diri sendiri.

Mereka pun dipilihkan partner berikutnya dengan Yi Jin memilih secara acak. Dan partner No Ra berikutnya adalah mantan partner Hye Mi, yang bernama Dan. Ha.. kayaknya asyik kalau si cakep ini bisa membuat Hyun Suk cemburu.


Woo Chul membawa proyeknya ke perusahaan Sungsam Group. Ia menjanjikan dengan proyeknya yang memfokuskan pada tragedi-tragedi nasional, masyarakat akan menilai kalau Grup Sungsam tak pernah melupakan keluarga korban. Apalagi Grup Sungsam akan merayakan ulang tahun yang ke-20. Pertunjukkannya akan menjadi publisitas yang bagus untuk meningkatkan citra perusahaan. Grup Sungsam tampak puas dengan presentasi Woo Chul dan berjanji akan menghubungi Woo Chul lagi.


Hyun Suk kesal saat Yi Jin memberitahu kalau ia harus rapat di villa bersama beberapa anggota senat, salah satunya adalah Kim Woo Chul. Dan sebenarnya, itu pulalah yang dirasakan Woo Chul saat diberitahu oleh Yi Jin. Menurut Yi Jin, rapat ini bisa memberikan kesempatan bagi Woo Chul karena mereka tak hanya sekedar rapat, tapi juga berlibur.

Hyun Suk tak bisa mundur lagi dan menyuruh Sang Ye untuk ikut. Tapi Sang Ye tak bisa karena masih ada pekerjaan yang harus ia selesaikan. Ia mengusulkan agar No Ra saja yang pergi. Tentu saja Hyun Suk menolak mentah-mentah. Biarkan saja No Ra jaga kandang dan mengerjakan apa yang Sang Ye suruh. Toh Sang Ye adalah atasan No Ra.

Sang Ye merasa heran melihat emosi Hyun Suk yang meluap saat nama No Ra disebut. Kontras dengan saat Hyun Suk mengemasi kotak-kotak kosong dengan senyum di bibir.


No Ra mendapatkan gaji pertamanya. Tapi ia terkejut karena gajinya tak full, hanya 80% saja, di bawah UMR pula. Tapi si boss berkata kalau semua pegawai paruh waktu yang baru juga sama seperti No Ra. Boleh dicek, kok.

No Ra akhirnya menerima uang itu. Di taman, ia tersenyum karena ia mendapat gaji pertamanya di usianya yang sudah dewasa, dan seharusnya ia membelikan baju hangat untuk nenek. Sekarang ia akan gunakan uang itu untuk siapa, ya?


Hyun Suk memperhatikannya dari jauh. Ia ingin mendekati No Ra untuk mengembalikan kotak makan. Tapi ia ingat ucapan Yoon Young kalau bagi No Ra, Woo Chul adalah dunianya. Woo Chul dan Min Soo adalah satu paket bahkan hingga sekarang. Ia merasa sudah gila (karena mendekati perempuan yang bersuami) dan pergi tanpa menyapa No Ra.


Hari ini bukan harinya Min Soo. Ia baru saja mendapat nilai TOEIC hasilnya tak memuaskan. Ia juga dikeluarkan dari klub Inggris karena ketahuan pacaran. Dan sekarang, Hye Mi malah mengajaknya untuk ikut kompetisi menari agar bisa memenangkan hadiah jalan-jalan ke Jeju.


Min Soo menolak ajakan Hye Mi karena ia harus lebih banyak belajar dan tidak bermain. Jika nilainya masih seperti sekarang ini, pacaran atau tak pacaran ia bisa masuk wamil segera. Ternyata satu klausul lain yang harus dipenuhi Min Soo adalah IP-nya harus bagus. Padahal hasil ujian mid semesternya juga tak begitu bagus.

Gubrak. Hye Mi kaget mendengarnya. Memang berapa IP yang disyaratkan? Min Soo tak menjawab karena ia juga lupa. Tapi ayahnya bukan tipe orang yang ingkar janji.


No Ra dan Sang Ye sedang mensortir CV saat Hyun Suk datang. Saat tahu Hyun Suk belum makan malam, No Ra berinisiatif untuk menyiapkan makanan. Tapi Hyun Suk langsung melarangnya. “Jangan bertingkah seperti ibu-ibu. Kau ke sini bukan untuk memasakkan makanan untukku.”

No Ra sedikit kaget karena Hyun Suk membentaknya. Tapi ia kembali tersenyum dan berkata kalau ia ini memang sudah jadi ibu-ibu. “Dan aku juga tukang masak yang handal. Kau juga sudah merasakannya, kan?” Ia menoleh pada Sang Ye dan bertanya bagaimana rasanya. Sang Ye bengong ditanyai seperti itu, membuat No Ra bertanya pada Hyun Suk, “Kau tak membaginya dengan Sang Ye?”

Hyun Suk berkilah kalau masakan No Ra itu tak enak dan ia tak mau memberi makanan itu ke Sang Ye. Saat ditanya sisa makanannya diapakan, Hyun Suk tak menjawab, membuat No Ra mendelik, “Tak mungkin.. masa kau buang semuanya?”


Haha… ngomong sama ibu-ibu kalau makanan dibuang? Tentu saja No Ra marah mendengar Hyun Suk mengiyakan tuduhannya. Ia langsung ngomel, membuntuti Hyun Suk yang keluar ruangan, “Kau buang?! Aku tuh bangun subuh hanya untuk membuatkan itu! Hei! Cha Hyun Suk, kau ini apa-apaan sih?”


Hyun Suk akhirnya berhenti, walau masih membelakangi No Ra. No Ra heran, ada apa dengan Hyun Suk? Kenapa Hyun Suk bersikap seperti ini? Ia menarik lengan Hyun Suk, tapi Hyun Suk cepat-cepat melepaskan diri, membuat No Ra sadar kalau sudah beberapa kali Hyun Suk tak mau memandangnya.

“Kau ini seperti anak sekolah.” No Ra menyelidik wajah Hyun Suk yang masih buang muka dan tersenyum. “Tapi aku baru sadar kalau jaman dulu kau persis seperti ini. Sudah lama sekali aku tak pernah melihatmu seperti ini.”


Hyun Suk semakin salah tingkah dan berkelit kalau ini adalah kebiasaannya jika ia sibuk memikirkan sesuatu. Setengah menggoda, No Ra berkata kalau kebiasaan Hyun Suk ini aneh. Ia minta maaf kalau makanannya enak, mungkin seleranya berberbeda karena Min Soo sangat menyukainya. Hyun Suk berkelit lagi kalau ia tak membuangnya. Ia memaksa diri makan semuanya hingga ia sakit perut.

Penjelasan Hyun Suk itu membuat No Ra tersenyum dan menurut saat Hyun Suk menyuruhnya masuk.

Keesokan harinya, saat Hyun Suk akan berangkat rapat, Sang Ye bertanya apa yang harus No Ra kerjakan karena mereka berdua sama-sama keluar kantor? Hyun Suk menjawab Sang Ye bisa menyuruh No Ra apa saja karena toh No Ra adalah asisten Sang Ye. Dan karena Sang Ye akan menyusul belakangan, ia membawakan jaket Sang Ye agar Sang Ye tak kerepotan.

Sang Ye terus memikirkan sikap Hyun Suk yang aneh pada No Ra. Ia sempat melihat Hyun Suk membawa kotak makanan kosong. Hyun Suk juga bersikap ketus pada No Ra saat pulang. Ia juga pernah kena semprot saat mengusulkan agar No Ra yang menemani Hyun Suk pergi rapat. Hmmm…



No Ra mengerjakan tugas kelompok di tempat kerja Seung Hyun yang baru. Dari Seung Hyun ia mendapat informasi kalau semua pekerjaan paruh waktu itu tak akan menutupi uang kuliah, jadi mahasiswa biasanya mengambil pinjaman pendidikan.

Dan untuk tugas kelompok, mereka memutuskan untuk melakukan adegan Hamlet ‘To be or not to be’ tapi mereka akan menterjemahkan dengan problem mereka sekarang. Seperti Soon Nam, To be or not to be-nya adalah ‘Jadi koreografer atau tidak jadi koreografer.’ Seperti itulah.


Saat No Ra sedang membersihkan kantor, Sang Ye pulang. Katanya ada barang yang ketinggalan. Mereka sempat berbincang-bincang tentang Sang Ye yang belum menikah. Sang Ye bertanya apakah menikah itu enak? No Ra menjawab, “Kadang-kadang. Tiap orang bisa memiliki pendapat yang berbeda.”

Sang Ye berkata kalau ia akan menikah dengan pria yang mencintainya. Dan suatu hari nanti ia akan bertemu dengannya. Ia mengambil sebuah dokumen dan pamit pergi. Ia pura-pura mendapat telepon dan buru-buru kembali lagi. “Aduh, bagaimana ini? Apakah kau bisa membantuku? Bisakah kau membawakan ini untuk Sunbae-nim?”

Waahhh… apa ya yang dipikirkan Sang Ye?


Min Soo pulang dan mendapati rumah sepi. Ia mengambil kesempatan ini untuk mencari surat kontraknya dan mengerang saat membaca isi kontrak itu. IP-nya minimal harus 3,8! Saat mengembalikan kontrak itu, ia menemukan sebuah dokumen lain. Dokumen perceraian yang sudah ditandatangani oleh ayah dan ibunya.


No Ra merasa senang sekali naik bis menuju tempat rapat Hyun Suk. Rasanya seperti jaman dulu. Ia membuka jendela dan menikmati hawa segar di luar sana.


Ia sampai ke hotel Hyun Suk saat semua sedang makan malam. Hyun Suk kaget apalagi mendengar Sang Ye yang menyuruh No Ra datang karena ibu Sang Ye sedang sakit. Yi Jin juga terkejut tapi lebih ramah, ia mempersilakan No Ra makan malam terlebih dulu sebelum pulang. Ia bahkan setengah memaksa.

Woo Chul mencoba menutupi rasa kagetnya apalagi saat tahu kalau No Ra bekerja lagi di kantor Hyun Suk. Tapi ia hampir tak bisa menutupi rasa kesalnya saat Hyun Suk membantu No Ra duduk.


No Ra merasa canggung duduk semeja dengan suaminya. Ia tahu kalau kehidupan kampus sangatlah penting bagi suaminya. Maka ia makan dengan terburu-buru. Hyun Suk bahkan memintanya untuk makan pelan-pelan saja.


Yi Jin memuji penampilan No Ra saat menari di panggung. No Ra menjawab kalau sebenarnya ia bisa menari di atas panggung karena kebetulan. Ia menggantikan seniornya yang batal pentas. Woo Chul terkejut, menyadari kalau No Ra tak menari untuk dirinya. Yi Jin menyayangkan No Ra yang tak mengejar profesi menarinya padahal No Ra bagus sekali. Hyun Suk, No Ra dan Woo Chul hanya bisa berpandang-pandangan. No Ra akhirnya menjawab kalau ia sendiri juga tak tahu. Hyun Suk yang menyelamatkan No Ra. Dengan nada bercanda, Hyun Suk mengatakan kalau Yi Jin sepertinya tertarik dengan No Ra karena terus bertanya.


Setelah selesai makan malam, No Ra malah sakit perut. Yi Jin meminta No Ra untuk menginap di kamar yang dipersiapkan untuk Sang Ye. Mulanya No Ra menolak tapi ia tak berkata apa-apa lagi karena ia merasa ingin muntah. Hyun Suk menepuk-nepuk punggung No Ra dan meminta Woo Chul untuk menemani yang lain masuk ke rumah.

Woo Chul tak suka mendengarnya, tapi tak bisa berkata apa-apa karena tak ingin menarik perhatian. Ia mengirim SMS ke Yi Jin kalau ia akan telat 5 menit dari jadwal mereka bertemu diam-diam. Ternyata ia ingin menemui No Ra dengan membawa obat yang ia dapatkan dari hotel.  Ia dibakar cemburu saat melihat Hyun Suk memegang tangan No Ra.


Hyun Suk memijat, melakukan acupressure di tangan dan punggung No Ra agar lebih enakkan. Ia merasa bersalah karena membuat No Ra melakukan perjalanan jauh untuknya. Tapi No Ra merasa ini bukan salah Hyun Suk karena ia sendiri yang makan terburu-buru sehingga sakit perut. Hyun Suk heran, kenapa No Ra terburu-buru makan dan kesal mendengar No Ra melakukan itu agar Woo Chul tak canggung. Kenapa juga No Ra kuliah di Univ. Woocheon kalau begitu?

“Ia dulu bekerja di Universitas Youngjin saat aku diterima,” jawab No Ra.


Hyun Suk berkata-kata lagi dan mulai menggosok punggung No Ra. Ia terus menggosok berkali-kali hingga No Ra bersendawa. Ups.. No Ra malu, tapi memang rasanya jauh lebih baik. Hyun Suk ikut senang melihat No Ra sudah baikan. Ia membuatkan No Ra teh dari bungkusan yang selalu ia bawa dan memintanya masuk kamar setelah meminumnya.

No Ra menolak untuk menginap, tapi Hyun Suk memaksa. Kalau No Ra tak mau menginap, maka ia yang akan mengantar No Ra pulang. Tapi No Ra tak mau karena Hyun Suk masih harus menghadiri seminar besok. Tapi memang kondisi No Ra masih belum memungkinkan karena No Ra masih lemah. Hyun Suk menyuruh No Ra menghabiskan teh itu dan ia akan pergi ke kamar No Ra untuk menyalakan pemanas ruangan.


Tanpa menuju persetujuan No Ra, ia langsung pergi. No Ra pun akhirnya menurut. Ia duduk dan minum teh itu. Ia kaget saat lidahnya mencecap rasa teh putih dan menoleh, memandangi punggung Hyun Suk yang menjauhinya.


Woo Chul muncul dan menghadang Hyun Suk, “Apa sebenarnya niatmu pada istriku? Berani sekali kau menyentuhnya!”

“Apa kau tadi baru saja menyebut ‘istri’?”


“Iya, istriku. Aku tahu kalau tak keren mengatakan ini. Tapi Ha No Ra adalah istriku. Jadi kau pikir siapa dirimu berani menyentuh istriku?!”

Dengan tenang Hyun Suk menjawab kalau ia hanya membantu temannya yang sakit. Dan kalau Woo Chul merasa terganggu, maka harusnya Woo Chul yang melakukannya sendiri.

Woo Chul mengacungkan obat ke hadapan Hyun Suk. Ia memang berniat melakukannya. “Prof. Cha, apa kau menyukai istriku?”


“Memang kenapa kalau aku menyukainya?” tantang Hyun Suk.

“Apa?” Woo Chul maju selangkah. Tapi Hyun Suk juga maju selangkah, “Memang apa yang bisa kau lakukan jika aku menyukainya?”

Komentar :

Aww… semua CLBK, nih..

Kira-kira apa jawaban Woo Chul? Apa ia benar-benar cemburu sampai melupakan Yi Jin? Saya masih kesal pada Woo Chul karena untuk mengakui No Ra istrinya saja ia masih mengatakan, “Aku tahu kalau tak keren mengatakan ini. Tapi Ha No Ra adalah istriku. Jadi kau pikir siapa dirimu berani menyentuh istriku?!”

Kalau Woo Chul merasa tak keren, berarti ia minder dengan kondisi No Ra. Ia tak bangga memiliki istri seperti No Ra. No Ra yang hanya lulus SMA. Yi Jin ia nilai berkali-kali lipat daripada No Ra.

Walaupun saya penasaran dengan reaksi Yi Jin jika ia mengetahui siapa No Ra sebenarnya. Dari ceritanya, tampak kalau ia menyukai No Ra. Ia pernah memuji No Ra sebagai perempuan yang lembut dan cantik. Ia pun menduga No Ra belum menikah dan kuliah lagi karena sibuk mengurus keluarga. Ia tak menilai rendah. Ia bahkan kagum dengan tarian No Ra dan merasa sayang karena No Ra tak meneruskan impiannya itu.

Jadi entah bagaimana penilaian Yi Jin pada Woo Chul jika tahu Woo Chullah yang membuat impian No Ra berhenti. Sekali melihat Yi Jin, dia adalah feminis sejati. Pria dan wanita adalah sejajar. Dengan Woo Chul memperlakukan No Ra tak sejajar, apa ia tak berpikir Woo Chul juga akan memperlakukannya seperti itu?

Mungkin ia pikir istri No Ra tak keren, ahjumma banget, jadi wajar jika Woo Chul berniat cerai. Tapi jika ia menghargai No Ra setinggi ini, apa pendapatnya masih sama?

Menurut saya, Yi Jin bukan sosok evil. Ia hanya wanita lajang yang tak kunjung ketemu jodohnya. Melihat Woo Chul yang katanya memiliki istri yang tak bisa mengimbanginya, ia pikir jodohnya adalah pria beristri yang salah saat menikah dulu. Tapi itu kan cerita dari sisi Woo Chul. Sekarang setelah ia melihat dari sisi yang berbeda, apakah ia masih berpikirkan yang sama?

Saya nggak ada komentar deh untuk No Ra dan Hyun Suk. Biarlah mereka bertengkar dan berbaikan, bertengkar lagi dan berbaikan lagi. Karena di tengah-tengah itu semua, ada rasa peduli di antara mereka.

6 comments :

  1. Setujuuuu ma pendapat mbak dee...saya jg senang melihat hyun suk n nora bertengkar lg n baikan lg..pdhl udah sama2 dewasa tp msh kekanakan..tp lucu aja ngeliatnya...tiap minggunya mkin tambah sebel deh ma karakternya woo chul...merasa diperluin slalu..pdhal ga da yg bsa dibanggain drnya...laki2 yg ga bsa menghargai wanita mending jauh2 deh..hhee

    ReplyDelete
  2. hihihi rekor ya mbak, recap tercepatnya twenty again ^^
    baru nyadar ga perhatian ma yi jin...
    yi jin udah jatuh cinta ma woo chul yang gombalnya kayak gitu ya
    curiga nih ada sisi woo chul yang lain yang belum dibongkar
    inget sama ayah lee-nya my daughter seo young, in jungnya 49 days...
    makasih mbak deeeeeeee^^

    ReplyDelete
  3. Sebel sama Woo Chul, ia merasa seluruh dunia hanya berputar disekelilingnya. kisah no ra mungkin saja terjadi di sekitar kita. mungkin banyak ahjumma yang menyerah dalam meraih mimpinya demi keluarga. Kesempatan kedua bagi No Ra untuk merasakan kehidupan selama 18 tahun yang hilang datang ketika ia dihadapkan pada penyakit mematikan dan perceraian yang diajukan oleh seorang suami egois yang tak menghargai pengorbanan istrinya. saatnya bagi No Ra untuk hidup bagi dirinya sendiri.

    ReplyDelete
  4. Thanks mbak dee recapnya.....mau nya sih ending nya ntar si woo chul ga jadi sama sapa2....hihihi...
    Klo hyun suk sih....sama sapa aja...yg penting dia bahagia....halaaahh....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha.. bener bener bener.. woo chulnya ga sama sapa2 aja. biar dia dipojokan aja sambil makan bunga pinggir jalan yang pernah ia kasih ke nora.

      Kalo hyun suk, dia bahagianya cuman sama no ra. hahaha

      Delete