September 20, 2015

Twenty Again Episode 5

Twenty Again Episode 5


Dengan senyum lebar, Hyun Suk merangkul No Ra dan memperkenalkan, “Ini teman wanitaku.” Tak hanya No Ra, Woo Chul juga terbelalak mendengarnya. Hyun Suk menyadari kesalahannya dan nyengir, “Ah.. mungkin harusnya kukatakan temanku yang wanita. Tsk.. memang kacau bahasa kita ini.” Ia menatap No Ra dan minta maaf, “Kalau suamimu ada di sini, ia pasti akan salah paham.”

Hahaha… pinter banget nih ngomongnya. No Ra kelabakan melirik suaminya, takut kena marah, eh ia malah keceplosan memanggil Woo Chul dengan Min Soo appa. Gantian Hyun Suk yang pura-pura kaget dan langsung melepaskan rangkulannya. Ia minta maaf pada Woo Chul dan memberitahu No Ra, kalau ia sekarang sedang bekerja sama dengan Woo Chul. “Aku kan juga mengajar di Universitas Woocheon.”



No Ra menggertakka giginya dan menatap Hyun Suk, mengirimkan telepati : Aku juga tahu itu, dasar gila. Tapi kayaknya pesan itu tak sampai karena cengiran Hyun Suk makin lebar dan Hyun Suk malah sok akrab menyikut No Ra, membuat Woo Chul mendelik. Hyun Suk menebak kalau No Ra pasti tak pernah menceritakan perihal dirinya pada Woo Chul. Ia akhirnya memperkenalkan diri sebagai teman SMA. “Kami adalah teman. Teman dekat.”

Hahaha… sumpah kalau saya jadi No Ra bisa saya jitak habis-habisan. Apalagi Hyun Suk menggunakan kesempatan ini untuk meminta Woo Chul mengijinkan No Ra untuk membantunya mensortir cerita-cerita yang akan dipilih dalam proyek You and Now. No Ra tak punya kesempatan menjelaskan dari versinya karena Hyun Suk sudah menggiringnya dengan manis ke meja lainnya dan meminta untuk meneruskan membaca.


Woo Chul mencoba menghalangi niat Hyun Suk dengan menjawab kalau No Ra hanyalah seorang ibu rumah tangga, tapi segera dibantah oleh Hyun Suk. Walau No Ra hanya seorang ibu rumah tangga, tapi No Ra memiliki kemampuan lebih daripada itu. Ia mengenal No Ra sebagai penari dan untuk menjadi penari, seseorang harus memiliki indra dan emosi yang luar biasa.

Woo Chul mengakui hal itu. Maka Hyun Suk cepat-cepat berasumsi kalau Woo Chul menyetujui pendapatnya berarti Woo Chul  telah mengijinkan No Ra membantunya. Tak hanya itu, ia juga minta Woo Chul mengijinkan istrinya untuk pulang telat nanti malam. Hahaha..


Hyun Suk usil dan nyebelin. Mungkin itu yang ada di pikiran No Ra. Jadi saat Woo Chul akan pulang (Hyun Suk sangat sigap dan cekatan loh, membuka pintu mobil Woo Chul dan langsung menutupnya) ia berbisik geram, bertanya apa sebenarnya maksud Hyun Suk.

Sadar kalau Woo Chul terus memperhatikan mereka, dengan senyum terus tersungging, Hyun Suk meminta No Ra sabar. Mereka akan bicara nanti. Dan ia pun memegang kedua bahu No Ra dengan akrabnya, kembali menggiringnya masuk kantor.


Di kantor, No Ra memukuli lengan Hyun Suk. Tapi Hyun Suk punya alasan sendiri. “Jadi jika kau tak sengaja bertemu dengan suamimu di kampus, kau bisa menjawab kalau kau sedang disuruh olehku.”

Aww… ternyata Hyun Suk memikirkan kekhawatiran No Ra yang takut ketahuan kuliah di universitas yang sama. Gak jadi deh No Ra marahnya, ia malah bingung, kok tumben Hyun Suk baik?


Hyun Suk menjawab kalau ia punya hutang yang harus dibayar. No Ra masih tak mengerti dan minta Hyun Suk menjelaskan jawaban anehnya itu. Hyun Suk mau menjawab setelah No Ra menyelesaikan pekerjaannya. Tapi No Ra sedang tidak mood membaca cerita-cerita itu. Hyun Suk langsung menebak kalau No Ra sedang khawatir dengan perkembangan kasus video Prof. Sung dan memintanya untuk tak terlalu khawatir. Semakin dipikirkan, waktu akan berjalan semakin lambat.


Sementara Woo Chul mulai panik dengan kenyataan yang baru saja ia temukan. Saat makan malam, bukannya mendengarkan ucapan Yi Jin, tapi ia malah memikirkan kemungkinan istrinya menceritakan perceraian mereka dan Hyun Suk langsung mencurigainya berselingkuh. Ia pun buru-buru pulang dengan alasan sedang tak enak badan.


No Ra sudah kelaparan dan menatap Hyun Suk, kembali mengirim telepati agar ia bisa rehat sejenak. Hyun Suk, tanpa melepaskan pandangannya dari laptop, berkata, “Kau pasti sekarang sedang bertanya-tanya, ‘kenapa aku baru sadar ya kalau Cha Hyun Suk itu ternyata tampan?”

Hahaha.. No Ra gondok karena lapar, ia malah disangka yang tidak-tidak. Hyun Suk menjelaskan kalau ia  sedang menunggu kedatangan Sang Ye.


Sang Ye muncul dan dan dengan pandangan penuh arti, ia menyerahkan sebuah amplop pada Hyun Suk. Ia tidak bisa tinggal lebih lama karena harus menunggui ibunya di rumah sakit dan meminta No Ra menggantikannya.


Ternyata No Ra harus menggantikan Sang Ye untuk nonton film, yang kata Hyun Suk, film itu untuk referensi proyeknya. Ia tertawa dan menangis menonton film, tak menyadari kalau Hyun Suk sebenarnya sedang mewujudkan keinginannya yang ingin nonton tengah malam dan makan popcorn di mangkuk paling besar.


No Ra mengakui kalau ia tak pernah nonton film, teater bahkan performance tari –Massa Marren yang terkenal dan sekarang sedang pentas di Seoul- karena ia adalah ibu yang sedang membesarkan anak, jadi tak punya waktu. Pengakuan itu membuat Hyun Suk speechless.

Woo Chul tak menemukan No Ra di rumah. Ia terus menunggu dan terus berpikiran macam-macam. Yang pulang duluan malah Min Soo, yang juga merasa aneh ibunya belum pulang. Apakah ayah dan ibunya sedang bertengkar? Woo Chul berkata kalau anaknya tak perlu mencemaskan mereka dan meminta Min Soo untuk menjaga dirinya sendiri karena ia sudah dewasa.


Pulang nonton, dengan alasan lapar, Hyun Suk mengajaknya untuk jajan di kaki lima. No Ra melahap sate sosis dengan lahap, tak menyadari kalau Hyun Suk sedang mewujudka wish list-nya. Hyun Suk heran mendengar No Ra tak pernah jajan di kaki lima. No Ra seperti wanita era Joseon saat bersama suaminya.

Karena itulah Hyun Suk tak mau menikah karena takut bertemu dengan wanita seperti No Ra, yang berubah ketika menikah. No Ra mengakui kalau ia banyak berubah. Tapi menurut Hyun Suk, hal itu tak masalah selama No Ra bahagia.


Woo Chul mengintip istrinya yang pulang. Ia penasaran pada percakapan mereka, apalagi dilihatnya Hyun Suk memandangi No Ra dari belakang. Saat No Ra masuk rumah, ia langsung menginterogasi istrinya. Apakah No Ra cerita tentang perceraian dan perjanjian mereka? No Ra bertanya, bolehkah ia cerita? Woo Chul langsung melarangnya dengan nada tinggi. Pokoknya tidak boleh.

Walau Hyun Suk adalah teman No Ra, tapi Hyun Suk juga dosen di universitas. Kalau Hyun Suk cerita, maka posisinya sebagai dosen baru akan terancam dan Min Soo mungkin akan mendengar perceraian mereka dari gosip. No Ra tak ingin hal itu terjadi, kan? No Ra menggeleng patuh.


Tapi No Ra juga mematuhi ucapan Hyun Suk yang melarangnya cerita tentang pekerjaan. Jadi ketika Woo Chul bertanya-tanya, No Ra menyuruh Woo Chul untuk bertanya langsung pada Woo Chul, karena ia hanya membantunya sebagai teman.

Woo Chul terus bertanya-tanya, ini itu tentang hubungannya dengan Hyun Suk, membuat No Ra merasa aneh. Seingatnya, Woo Chul tak pernah bertanya-tanya kecuali masalah Min Soo padanya. Woo Chul menjawab kalau mereka bukan tipe pasangan yang senang ngobrol. No Ra  jadi ingin tahu, yang sedang mereka lakukan sekarang apa bukan ngobrol? Woo Chul tak menjawab dan pura-pura menguap, menyuruh No Ra tidur.


Sebelum tidur, ia memikirkan pertanyaan suaminya, dan mengakui kalau ia dulu memang pernah dekat dengan Hyun Suk. Mereka bahkan pernah merencanakan bolos bersama untuk melakukan pementasan dengan grup tari mereka.  Setelah pentas, seluruh anggota grup tari piknik ke pantai.


Hyun Suk kembali ke kantor dan melihat Sang Ye ketiduran di meja. Ternyata mereka memang merencanakan semua dan sekarang Sang Ye penasaran dengan acara nontonnya. Apalagi Hyun Suk terlihat kekanak-kanakkan jika ada di dekat No Ra.


Hari Senin tiba dan pagi-pagi No Ra sudah dihadang Seung Hyun dengan kabar gembira. Prof Sung telah mengundurkan diri dengan alasan kesehatan. Tak terkira kebahagiaan No Ra. No Ra berterima kasih pada Seung Hyun yang mau memberikan video rekaman itu padanya bahkan memberitahu caranya.

Tapi Seung Hyun berkata kalau seseorang menganjurkannya untuk memberikan video itu pada No Ra dan memberi No Ra kesempatan untuk memilih, mau melakukannya atau tidak. No Ra ingin tahu siapa orang itu, tapi Seung Hyun hanya tersenyum rahasia dan berkata kalau orang itu adalah orang yang keren dan sangat ia kagumi.


Mereka pun pergi bersama seperti teman dekat, tak melihat Hyun Suk yang tersenyum karena satu masalah No Ra telah selesai. Masalah lain? Ia mengambil bolpen I love W dan memikirkan sesuatu.

Tak hanya Seung Hyun, tapi Hye Mi cs juga memberitahukan kabar itu, menduga kalau No Ra yang membuat Prof Sung resign. Mereka sangat gembira dengan berita itu. Tapi No Ra tak mengakui telah melakukannya dan berkata kalau lain kali ia akan berhati-hati dalam bersikap.  Ia juga berterima kasih pada Hye Mi yang memberitahukan perubahan jadwal kuliah.
Horee… No Ra punya semakin banyak teman


Hyun Suk menemui Yi Jin dan tanpa basa-basi langsung menembak, “Yi Jin-ssi, kau diam-diam sedang pacaran?” Yi Jin sedikit kaget tapi pura-pura tak tahu. Hyun Suk memberikan buktinya, pensil I love W. Yi Jin menjawab taktis kalau itu singkatan dari I love Universitas Woocheon.


Ganti Hyun Suk yang pura-pura kaget melihat kecintaann Yi Jin pada Woo Cheon. Berarti Yi Jin akan melajang seumur hidup? Hahaha.. Yi Jin memaksakan tawanya. Ia akan menikah jika bertemua dengan pria yang sesuai dengan kriterianya.

Hyun Suk merasa kalau dengan kualifikasi yang dimiliki Yi Jin, sangatlah sulit mencari orang yang selevel dengan Yi Jin. Jadi kalau Yi Jin sekarang sedang pacaran dengan seseorang, orang itu pasti memiliki latar belakang dan kondisi yang beda dengan Yi Jin. “Yang berarti kualitas orang itu sangatlah jelek.”

Yi Jin terbelalak dan menyebut Hyun Suk berimajinasi tinggi. Ia tertawa mendengar pertanyaan Hyun Suk tentang kriteria pria yang diinginkan Yi Jin karena Hyun Suk ingin mencomblangkannya. Ia menolak karena ia tak merasa kesepian.


“Kau tak kesepian tapi kau menggambar hati untuk Univ. Woocheon?” tanya Hyun Suk tersenyum lebar karena Yi Jin terperangkap oleh kata-katanya sendiri. Ia mengingatkan “Banyak pria yang mungkin akan mendekatimu dengan pura-pura tak mengetahui latar belakangmu dan kau bisa salah mengira pria itu adalah jodohmu.”

Yi Jin tak menjawab malah bertanya, kenapa Hyun Suk mengganggunya dengan pertanyaan seperti itu. Hyun Suk membantah hal itu dan menghela nafas. “Kurasa tak semua pria bisa bersanding denganmu.” Dengan suara lebih pelan, ia melanjutkan, “Bahkan bermimpi pun, aku tak berani.”

Walau hanya gumaman, tapi Yi Jin mendengarnya. Ia terpana, apalagi sebelum pergi Hyun Suk memintanya untuk pacaran dengan benar, dan jangan pacaran yang membuatnya tak bisa memeluk atau mencium pria itu di depan publik.  Kenapa Hyun Suk tiba-tiba tertarik padanya, ya?



Soon Nam mendapat pesan dari juniornya kalau ia menemukan gadis si penari itu. Buru-buru ia ke ruangan dan menemukan seorang gadis sedang dites. Gerakannya luwes sekali. Soon Nam tersenyum gembira. Akhirnya ia menemukan gadis itu!

Ia terbelalak saat gadis itu berbalik membalas sapaannya. Si ahjumma! No Ra juga kaget melihatnya dan langsung membela diri. Bukan ia yang memaksa jadi anggota, tapi junior Soon Nam yang langsung memasukkannya ke Bounce.

Jaga gengsi, Soon Nam mengatakan kalau ia sudah bukan ketua lagi, dan ketua Bounce yang baru adalah So Won, junior yang memberitahunya tadi, dan karena So Won sudah menerimanya, maka ia tak bisa berkata apa-apa.

Aww… Hanya saja Soon Nam memberi syarat, kalau No Ra harus memanggil semua senior dengan sebutan Sunbae. No Ra malah senang, karena ia sejak dulu memang ingin dipanggil No Ra yaa… Hahaha… Soon Nam agak terkejut mendengar No Ra malah antusias dengan syaratnya.


Soon Nam mengajak No Ra makan di kantin perpus, tempat makan yang katanya jauh lebih enak dari kantin sekolah. No Ra mulanya khawatir bertemu Min Soo, tapi ia luluh juga karena penasaran. Di sana mereka makan sekaligus foto-foto selfie untuk tugas kuliah Perkawinan dan Keluarga. No Ra bahkan selalu mengakhiri dengan Sunbae-nim dalam setiap percapakan, membuat Soon Nam senang.

Untungnya pula, tak ada Min Soo di sana. Walau ada yang cemberut yaitu Hye Mi, yang lagi-lagi tak kesampaian berdua dengan Min Soo karena Min Soo ada rapat di klub inggrisnya.


Sang Ye yang juga ada di sana, ikut merasa senang melihat No Ra dan Soon Nam bisa akrab. Ia buru-buru melaporkan pada Hyun Suk yang juga berhasil mendapatkan tiket tambahan Masse Maran yang katanya sudah habis. Sang Ye bersyukur, berkat Hyun Suk, No Ra berhasil menyelesaikan masalah dengan Prof. Sung, dengan Soon Nam dan sudah mulai mendapat banyak teman di kampus.


Tapi Sang Ye merasa tak enak melihat No Ra belum menceritakan penyakitnya pada Woo Chul. Bukankah No Ra lebih senang kalau ia melakukan semua wish list-nya dengan suaminya. Hyun Suk berkata kalau semua itu adalah hal-hal yang biasanya dilakukan dengan teman.

Sang Ye merasa lebih baik kenangan terakhir harusnya dengan suaminya dan paham maksud Hyun Suk yang berkata kalau ia hanya ingin melakukan apa yang No Ra inginkan. Tapi biasanya wanita ingin melakukan semua dengan orang yang mereka cintai.


Min Soo kaget melihat Hye Mi selfie dengan seorang pria, bahkan sampai tidur-tiduran di pangkuannya. Ia tak dapat menahan perasaannya dan segera berteriak memanggil Hye Mi. Ia tak suka kelakuan Hye Mi, walau Hye Mi berdalih kalau itu hanya untuk tugas kuliah. Apa Hye Mi mau jadi artis, pegangan dan tidur-tiduran dengan pria lain padahal Hye Mi sudah pacaran dengannya?


Hye Mi melakukan itu karena tak bisa melakukannya dengan Min Soo. Mereka itu pacaran, tapi tak pernah terlihat pacaran di kampus. Ia tak mau saat Min Soo menyuruhnya membatalkan kelas Perkawinan. Ia akan melakukan semua yang ia ingin lakukan saat kuliah. Kencan, clubbing, Hongdae, Kyungridan, jalan-jalan, minum-minum. “Aku sudah bekerja keras saat SMA agar aku bisa bersenang-senang saat kuliah. Aku tak ingin hanya menjadi bagian dari rencanamu.” Dan Hye Mi berlalu pergi.


Min Soo tak menyadari kalau mereka sudah menjadi tontonan anak-anak lainnya, termasuk No Ra yang baru saja selesai makan dengan Soon Nam. Ia berteriak, menghentikan pacarnya. “Aku bisa melakukan itu semua! Semuanya itu.. lakukan semuanya denganku.” Dan Min Soo pun menarik tangan Hye Mi pergi.


No Ra tersenyum, memuji anaknya yang sudah dewasa.


Sang Ye berpapasan dengan Woo Chul dan merasa iba padanya yang tak tahu kalau No Ra sedang sekarat. Ia memberikan tiket Masse Maran yang sedianya untuk ia pakai, kepada Woo Chul.

Soon Nam memperkenalkan No Ra pada semua anggota Bounce. Dan Soon Nam diam-diam tersenyum melihat No Ra bisa mengikuti latihan klubnya.


Min Soo mendapat kejutan kedua. Matanya melebar melihat sosok ibunya ada di kampus, sedang membungkuk pada anak-anak kampus lain. Ia segera bersembunyi, tak ingin terlihat oleh ibunya dan buru-buru menelepon ayahnya, memberitahu, “Ayah, aku melihat ibu. Ia ternyata tetap kuliah!”


Woo Chul yang sedang bersama Yi Jin kaget dan tanpa memberi penjelasan apapun pada Yi Jin, ia langsung kembali ke rumah. Membayangkan kalau ia akan berada di antara 2 wanita itu, ia langsung menelepon No Ra memintanya segera pulang ke rumah.


Tanpa basa-basi ia langsung menembak, “Kau tetap kuliah Woocheon? Min Soo melihatmu.” No Ra mengakuinya, membuat Woo Chul meledak. Kalau No Ra melakukan ini, kenapa No Ra ingin menunda perceraiannya hingga 3 bulan? No Ra menjawab bukan ia yang menuliskan perjanjian itu, tapi Woo Chul. Heheh..

Tapi No Ra tetap tak mau drop out. Ia sudah susah payah diterima, jadi ia tetap ingin kuliah. Kenapa juga Woo Chul seperti tak suka kalau ia sekolah lagi. Ia juga mengusulkan kalau mereka tak usah bercerai saja. Karena sejak 2 tahun yang lalu pun mereka tetap hidup bersama walau sudah bercerai. Ia mencontohkan Sartre dan Beauvoir dan ia membebaskan Woo Chul.

Woo Chul terkejut No Ra mencontohkan pasangan suami istri itu. Pertikaian mereka berhenti karena Min Soo datang.


Yang berikutnya pun juga tak mudah bagi No Ra karena Min Soo tahu kalau No Ra bahkan ikut klub. No Ra mencoba menjelaskan kalau ia masuk Univ Woocheon karena ia pikir Min Soo diterima masuk ke Universitas Yeonshin. Ia tak menyangka Woo Chul juga pindah, sehingga semuanya malah masuk ke Univ. Woocheon.


No Ra minta maaf, tapi ia menolak untuk keluar. Ia mengusulkan pura-pura tak mengenal Min Soo. Ia bahkan tak pernah mengatakan pada teman-temannya kalau ia sudah menikah. Maka dari itu, Min Soo bisa tetap menikmati masa kuliahnya. “Ini adalah hal yang sangat penting bagi hidup Ibu. Ibu minta maaf, tapi Ibu pikir Ibu tak melakukan kesalahan.”


Tapi Min Soo tetap tak mau, bahkan mengancam untuk drop out saja. No Ra hanya tersenyum dan meninggalkan putranya untuk masuk kamar. Woo Chul menyusul No Ra tapi pintu kamar sudah terkunci.


Keesokan paginya, ayah dan anak itu sudah menunggu di ruang tengah. Tapi si Ibu keluar sudah rapi dan bersiap untuk kuliah, menyuruh Min Soo agar tak terlambat masuk kuliah.


Hyun Suk melihat No Ra yang nampak kusut. Ia memberikan upah karena No Ra membantu proyeknya, dank arena ia sungkan memberikan uang pada istri professor, sebagai gantinya adalah tiket Massa Maren. “Tiketnya sudah habis, tapi aku berhasil mendapatkannya. Tontonlah karena sangat jarang mereka kemari.”


No Ra keluar gedung dan berpapasan dengan Min Soo yang baru saja diantar Woo Chul. Tapi memegang ucapannya, ia pura-pura tak mengenal putranya. Hal itu tak hanya membuat Min Soo kaget, tapi juga Woo Chul yang tak menyangka istrinya akan melakukan hal sedrastis itu.


Woo Chul juga melihat Hyun Suk memperhatikan No Ra dari jauh. Ia mengkonfrontasi Hyun Suk. Apakah ini berarti Hyun Suk sudah tahu kalau No Ra kuliah di Univ. Woocheon? Kenapa Hyun Suk tak memberitahukan padanya?


Woo Chul bertanya balik, “Kenapa juga aku harus memberitahukan padamu? No Ra itu temanku. Aku membantu temanku. Katanya suaminya melarangnya kuliah lagi.” Hyun Suk tersenyum. “Ah, kudengar kau tak ingin ia bersusah payah di luar rumahnya yang sudah nyaman, ya? Tapi ia memang ingin bersusah payah.”

“Ini adalah masalahku dengan No Ra,” jawab Woo Chul memperingatkan.

“Aku tak tertarik dengan masalah perkawinanmu dengan No Ra. Yang membuatku tertarik adalah No Ra,” ujar Hyun Suk. Waaa…. Woo Chul tercengang mendengarnya.


Belum kelar masalah No Ra, Woo Chul sudah dihadapkan pada Yi Jin yang mulai merasa curiga pada Woo Chul yang selalu terburu-buru beberapa hari terakhir ini. Woo Chul panik. Ia tak mungkin menceritakan masalah terbarunya pada Yi Jin.

Tak sengaja ia memandang undangan Masse Maran yang diberikan Sang Ye dan ia mendapatkan ide. Ia tersenyum rahasia dan meminta Yi Jin menemuinya di tempat biasa jam 6 sore.


No Ra memberikan tiket Masse Maran pada Yoon Young karena ia dan Woo Chul akan melanjutkan pembicaraan mereka semalam. Mendadak ada SMS dari Woo Chul memberitahukan kalau Woo Chul belum bisa pulang jam 6 nanti karena ada rapat. Maka No Ra memutuskan untuk nonton bersama Yoon Young.

Hyun Suk terkejut melihat Sang Ye ada di kantor, padahal rencananya Sang Ye akan menonton Masse Maran. Sang Ye berkata kalau ia memberikan tiketnya pada Prof. Kim Woo Chul agar bisa nonton dengan No Ra.


Betapa paniknya Hyun Suk karena ia tahu Woo Chul tak mungkin mengajak No Ra. Ia menelepon No Ra tapi tak diangkat. Ia pun menelepon Yi Jin yang dijawab kalau ia akan makan malam dengan seseorang.


Tahu siapa yang dimaksud dengan seseorang itu, maka ia buru-buru melarikan mobilnya ke gedung teater. Ia geram melihat Woo Chul berjalan bukan dengan No Ra. Tapi ia membiarkan kedua orang itu. Pikirannya hanyalah No Ra. Ia harus mencegah No Ra melihat kedua orang itu.


Terlambat karena No Ra sudah ada di gedung. Mulanya No Ra tak melihat kehadiran suaminya saat Woo Chul dan Yi Jin melewatinya. Tapi saat hendak masuk, ia melihat Woo Chul di hadapannya. Dengan membawa tas wanita.


Seorang wanita keluar dari toilet dan Woo Chul tersenyum hangat dan merapikan syal wanita itu dengan sayang.


Komentar :

Benar-benar menyebalkan. Saya tahu kalau secara hokum, Woo Chul dan No Ra sudah bercerai. Dan Woo Chul berniat menutupi perceraian itu hingga titik akhir. Kenapa? Karena ia ingin ‘bersih’. Ia bercerai bukan karena orang ketiga, tapi memang karena ketidakcocokkan dalam pernikahan. Ia ingin No Ra memiliki anggapan seperti itu.

Dan sekarang No Ra melihat dengan mata kepala sendiri kalau suaminya berselingkuh. No Ra selama 20 tahun dihadapkan rasa rendah diri, ditekan oleh suaminya. Kalau Woo Chul maunya A, No Ra juga harus A. Setiap saat didikte terus. No Ra sudah menuruti kehendak suaminya, menyesuaikan dirinya dengan Woo Chul.

Saat jajan di kaki lima, Hyun Suk berkata kalau ia tak ingin menikah karena takut ia bertemu dengan istri seperti No Ra. Menurut Hyun Suk, setiap orang memiliki ciri khas sendiri karena setiap orang lahir dengan DNA manusia. Tapi mengapa mereka berubah untuk menyesuaikan kehidupan suaminya? 

Padahal dalam pernikahan, tak hanya satu orang yang menyesuaikan diri melainkan kedua belah pihak. Itu yang harus diingat. 

2 comments :

  1. oke, ahjumma^^
    hihihi emang beda usia beda pengalaman juga...
    oh ya dari sini terkonfirmasi ya kalau yang ngasih tau perpindahan kelas bukan seung hyun (di sinopsisnya mbak poet), tapi hye mi

    ReplyDelete