September 12, 2015

Twenty Again Episode 3

Twenty Again Episode 3


Dicecar oleh Hyun Suk, No Ra malah marah-marah. Ia menuduh Hyun Suk membully-lah, cari mati lah, selalu menyusahkannya lah. Tapi Hyun Suk bergeming, tak peduli omelan No Ra. Ia hanya butuh dijawab, mengapa No Ra bersembunyi dari suaminya. Kalau tidak, ia akan bertanya langsung pada Woo Chul.

Terpojok akan ancaman Hyun Suk (Hyun Suk sih menganggap ini negosiasi dan bukan ancaman), No Ra akhirnya menjawab kalau suaminya mengatakan kalau dunia perkuliahan itu tak cocok baginya yang sudah tua dan menyuruhnya untuk hidup tenang sebagai Ibu Rumah Tangga saja.

Hyun Suk heran mengetahui No Ra sangat ingin kuliah, sementara dulu No Ra begitu mudahnya drop out dari sekolah. No Ra tak mau menjawab karena perjanjiannya tadi, ia akan menjawab 1 pertanyaan saja.

Dengan baik-baik, No Ra minta maaf, pada Hyun Suk karena sepertinya ia pernah bersalah padanya 20 tahun yang lalu, walaupun sebenarnya ia tak ingat apa kesalahannya.



Hyun Suk malah heran pada No Ra. Hyun Suk ingat bagaimana dulu No Ra remaja melarangnya untuk minta maaf jika ia tak bersalah. “Kau tak tahu apa kesalahanmu, jadi kenapa kau harus minta maaf?”

Saat itu Hyun Suk mengusulkan No Ra dan Yoon Young untuk menggabungkan balet dan dance modern mereka dengan musip pop yang sedang ngetrend saat itu. Ia buru-buru minta maaf saat Yoon Young menolak saran yang aneh itu. No Ra melarang Hyun Suk minta maaf karena Hyun Suk tak bersalah. No Ra bahkan berhasil membujuk Yoon Young untuk menuruti Hyun Suk, bahkan dengan koreografi yang diusulkan oleh Hyun Suk. 

Dan Hyun Suk sekarang mengembalikan kata-kata yang pernah diucapkan No Ra dua puluh tahun yang lalu. Yang dihadapannya seperti bukan No Ra yang ia kenal dulu.

No Ra kembali minta maaf karena ia tak ingat kesalahannya. Lagipula, sesuai permintaan Hyun Suk, ia sudah membatalkan kelas Teater, jadi mereka tak akan pernah bertemu lagi.


Hyun Suk kaget mendengarnya. Kapan ia pernah menyuruh No Ra keluar dari kelasnya? No Ra mengingatkan saat mereka bicara di luar kelas. Ia langsung minta maaf lagi, membuat Hyun Suk kesal. “Kenapa kau selalu minta maaf? Ini seperti bukan dirimu!”


“Karena kau sangat menakutkan!” No Ra keceplosan. Hyun Suk kaget mendengar No Ra yang bisa merasa takut.  No Ra buru-buru melanjutkan bukannya ia takut pada Hyun Suk, tapi karena Hyun Suk kelihatan sangat tak menyukainya.

Melihat Hyun Suk mau mengomelinya lagi, No Ra buru-buru pergi, membuat Hyun Suk heran. No Ra itu benar-benar berubah atau hanya pura-pura? Kenapa pura-pura bodoh? Teringat ucapan asistennya yang mengatakan kalau No Ra butuh mengambil pelajaran Pengantar Psikologi, Hyun Suk segera mengejar si ahjumma.


Ia mengancam akan membatalkan kelas Teaternya jika No Ra tetap tak mau masuk kelas Teaternya. Tapi jika No Ra bersedia masuk kelasnya, ia akan memasukkan No Ra ke kelas Pengantar Psikologi yang No Ra inginkan. Ia tak bercanda karena ia langsung menghubungi dosen Lee Chang Ho dan minta koleganya untuk memasukkan nama No Ra ke dalam kelas Pengantar Psikologi yang sebenarnya sudah full.


Selesai mengajar, Woo Chul berkencan dengan Yi Jin di taman. Tapi namanya juga main belakang, mereka pun duduk saling membelakangi. Satu pura-pura baca, satu lagi pura-pura menelepon. Woo Chul menceritakan tentang pertemuannya dengan Hyun Suk yang tak sukses dan menganggap Hyun Suk bukan orang penting.

Yi Jin malah mengatakan kalau Hyun Suk itu orang yang sangat penting sekali di Univ. Woocheon. Mereka yang mengundang Hyun Suk kemari dan sangat sulit sekali untuk mendapatkan Hyun Suk. Ia memuji Hyun Suk yang tampan dan punya banyak fans. Saat Woo Chul mengatai Hyun Suk angkuh, Yi Jin malah menyebutnya itu sebagai daya tarik Hyun Suk, membuat Woo Chul cemburu.


Woo Chul langsung berbalik dan mulai berdebat face to face. Tapi setelah beberapa saat, mereka baru sadar kalau mereka seharusnya diam-diam tak mengenal. Mereka langsung balik badan lagi dan sibuk dengan kegiatannya masing-masing.


Akhirnya nama No Ra masuk kembali ke kelas Teater. Tapi No Ra baru menyadari sesuatu. Hyun Suk sudah tahu kalau Woo Chul adalah suaminya. Bagaimana Hyun Suk bisa tahu, ya? Ia langsung mengejar Hyun Suk dan menanyainya.

Hyun Suk mau menjawab kalau No Ra juga mau jawab pertanyaannya. No Ra setuju dan minta Hyun Suk menjawab pertanyaannya dulu. Tapi Hyun Suk malah minta No Ra menjawab dulu, membuat No Ra kesal. “Kau ini.. apa kau adalah Hyun Suk yang dulu kukenal?”

“Dan apa kau ini No Ra yang dulu kukenal?” balas Hyun Suk

No Ra cemberut walau akhirnya mau menjawab. Ia ingin kuliah Humaniora karena ingin bisa selevel dengan suaminya. Lagi pula anaknya sekarang juga sudah kuliah. “Dan aku akan memiliki kejutan untuknya di bulan Juni nanti. Jadi suamiku tak pernah boleh tahu hingga saat itu tiba,” jawab No Ra tegas, walau kemudian dengan suara lirih ia meneruskan, “bisa, kan?”

Hyun Suk tertawa dan kemudian menjawab pertanyaan No Ra. Ia tahu nama Kim Woo Chul dari teman sekelas mereka dan nama itu gampang diingat. Jawaban selesai. Woo Chul pun berlalu pergi.
Ha.. sederhana banget ya jawabannya.. Kayaknya No Ra harus belajar ‘negosiasi’ deh dengan Hyun Suk.


Sang Ye heran melihat nama No Ra yang tadinya hilang dari daftar murid, sekarang muncul lagi. Ia tahu kalau Hyun Suk tak pernah mau berdekatan dengan orang yang Hyun Suk benci. Tapi sekarang nama No Ra ada, hilang dan ada lagi. Ia ingin tahu, apakah No Ra adalah gadis jahat dan menyebalkan yang merupakan cinta pertama Hyun Suk. Hyun Suk mengiyakan, “Dan ternyata ia juga gadis bodoh.”


Di rumah, Woo Chul sudah menyiapkan surat perjanjian yang menyatakan No Ra setuju untuk bercerai pada tanggal 2 Maret dan jika ingkar janji, maka No Ra bersedia memberikan toko yang ia miliki. Woo Chul sudah bersiap untuk berdebat, tapi tak disangka, ternyata No Ra langsung membubuhkan cap jempolnya. No Ra hanya berkata, “Asal kau jangan menyesal setelah 6 bulan nanti.”


Hari Sabtu, No Ra menyiapkan sarapan untuk Min Soo. Tapi Min Soo menolak sarapan karena ia harus pergi ke perpustakaan. No Ra memaksa, tapi Woo Chul keluar kamar dan menyuruh anaknya untuk pergi ke perpustakaan sekarang. Ia akan menyusul Min Soo siang nanti.

Min Soo terbelalak mendengar ucapan ayahnya. Padahal sebenarnya ia kan mau berkencan dengan Hye Mi. Terpaksalah kencan mereka diundur. Hye Mi hanya bisa  melahap kimbabnya dengan gondok, sambil melihat Min Soo makan siang dengan ayahnya.

 

Woo Chul memberikan uang saku pada Min Soo, yang di antara lembaran uang itu, ‘terselip’ kartu nama Woo Chul yang baru, dosen di Universitas Woocheon.  Melihat anaknya terkejut dan tak merasa gembira, Woo Chul menghibur anaknya kalau ia beda dengan No Ra. Walau seuniversitas, tapi ia adalah dosen. Lagipula dengan Woo Chul menjadi dosen, maka Min Soo memiliki kesempatan lebih besar untuk diterima kerja di perusahaan besar.


Min Soo mengakui hal itu. Tapi itu berarti dia tak bisa terlihat pacaran dengan Hye Mi. Hye Mi marah mendengarnya. Kenapa juga Min Soo menandatangani kontrak dengan ayahnya untuk tak pacaran dulu saat kuliah. Jika ketahuan pacaran, maka hukumannya Min Soo harus wamil saat itu juga. Apa Min Soo ini bodoh?


“Kau pikir aku mau menandatanganinya jika aku tahu kalau aku akan bertemu denganmu?” sergah Min Soo. Ucapan itu membuat Hye Mi tak jadi marah, apalagi saat Min Soo memegang pipinya dan berkata, “Aku tak menyangka kalau aku akan bertemu denganmu.”

Akhirnya mereka setuju untuk pacaran diam-diam.


No Ra menemui teman-teman almarhum neneknya di panti jompo, membawakan banyak makanan untuk mereka. Ia juga berkata kalau ini pertemuan terakhirnya, karena ia akan pergi jauuuh sekali. Ia akan mengikuti suaminya yang pergi ke Jerman. Nini-nini itu menyayangkan kepergian No Ra walau juga menyelamatinya.

Sepertinya No Ra sudah terbiasa di panti jompo itu karena ia mengerjakan cucian para manula itu. Sambil menjemur, ia mendengarkan radio yang kali ini menyiarkan talkshow dengan Produser Cha Hyun Suk seputar project yang sedang Hyun Suk garap, You and Now.

You and Now adalah drama teater tentang kisah orang-orang yang merasa kehilangan. Respon dari masyarakat sangatlah besar. Ia telah menerima 3500 surat, dengan 70% diantaranya membicarakan tentang kematian.


No Ra mulanya mencibir mendengar Hyun Suk berkata kalau kematian adalah hal yang lumrah. Hanya orang-orang yang tak pernah mengidap penyakit mematikanlah yang mengatakan hal itu. Tapi kalimat Hyun Suk berikutnya yang membuat ia tercenung.

Hyun Suk berkata semua orang pasti akan mati. Jika semua orang sudah bisa menerima kenyataan itu, maka orang itu akan mencoba hidup dengan lebih baik. Well Dying. “Untuk mati dengan baik, maka seseorang harus hidup dengan baik.” Jadi kematian dapat menjadi inspirasi untuk hidup. Seperti yang Mozart pernah ucapkan. Kematian adalah kunci untuk membuka kebahagiaan kita yang sebenarnya.


Maka No Ra pun mencoba apa yang pernah Hyun Suk lakukan. Menulis biografi, surat wasiat dan wish list. Dalam bukunya ia menceritakan dirinya, yang ditinggal ayahnya yang meninggal karena kanker pancreas saat ia berusia dua tahun. Saat ia berumur 4 tahun, Ibunya pergi dan tak pernah kembali setelah menikah lagi, sehingga ia dibesarkan oleh neneknya.

Setelah itu Min Soo hadir dan aku membesarkannya. Dan membesarkannya.. dan membesarkannya… Dan sekarang aku akan mati 6 bulan lagi.


No Ra tercenung, menyadari kehidupannya dan merobek kertas yang baru saja ia tulis. Ia teringat ketika ia berusia 15 tahun, ia mencoba mewujudkan mimpinya sebagai penari. Tapi mimpinya berhenti di usia 18 tahun, saat ia masuk ke sekolah seni di Seoul dan bertemu dengan Woo Chul yang menontonnya sedang manggung. 


Mereka jatuh cinta dan hadirlah Min Soo. Ia ikut suaminya yang belajar ke Jerman dan melahirkan di sana. Ia membesarkan Min Soo dan kelelahan karena mengurus kehidupan rumah tangganya sendiri.


Dadanya terasa sesak dan ia menelepon Yoon Young. Ia telah menghitung hidupnya. Ia telah hidup selama 333.000 jam dan ia sekarang hanya punya waktu 4320 jam saja. Ia merasa tak adil. Ia merasa belum melakukan apa-apa dan berjanji pada dirinya sendiri kalau ia akan mencoba semuanya.


Maka No Ra memotong rambutnya, menulis wishlist dan mempersiapkan semua bahan kuliahnya. Lucunya, karena ia tak punya kamar untuk menyimpan semua perlengkapan kuliahnya, ia menyimpan di daerah kekuasaannya, dapur. Sebagian buku ia letakkan di dalam lemari bahan makanan, sebagian yang lain ia selipkan ke laci tempat peralatan makan.

Ia berdiri di depan pintu Min Soo, berjanji akan memberikan waktu pada putranya 3 bulan. Ia akan membiarkan Min Soo untuk berbuat apa yang Min Soo mau selama 3 bulan. Hal yang pertama yang masuk dalam wish list-nya adalah berbaikan dengan Min Soo. Ia juga ingin melakukan semua yang belum pernah ia lakukan sebelumnya.


Ia pun mendaftar ekskul dance di kampusnya. Soon Nam, yang menjadi ketua grup Bounce, langsung menolak pendaftaran No Ra dan malah menyebut No Ra sebagai penguntitnya. Soon Nam tak peduli dengan umur No Ra. Di sini, ia adalah kakak kelas dan akan bicara informal pada No Ra.


Padahal sebelumnya, Soon Nam menyuruh anggotanya untuk mencari gadis yang membuat kehebohan di grup musik di hari pendaftaran ekskul. Gara-gara gadis yang menari saat konser kecil, grup music itu mendapat 27 anggota baru.

No Ra berdalih di pengumuman tertulis kalau grup Bounce akan menerima siapapun, tak peduli jenis kelamin atau pun umur. Bahkan alien pun diterima. Tapi Soon Nam tetap bersikeras. No Ra pun bersikeras akan datang lagi nanti.


Karena lama di ruang dance, mereka telat datang untuk kuliah Teater. Bertiga dengan Park Seung Hyun (gadis kereta api/gadis perpus) yang juga telat, mereka pun dikelompokkan menjadi satu grup. Soon Nam yang sudah kesal karena 4LA (Lu lagi, lu lagi ahjumma), berkata kalau ia akan membatalkan ikut kelas Teater.


No Ra hadir di pesta penyambutan mahasiswa baru. Tapi orang dewasa yang hadir tak hanya dia, tapi juga Prof. Sung, dosen yang suka grepe-grepe para mahasiswi. No Ra mengernyit tak suka saat Prof. Sung mulai merangkul bahu teman kuliahnya bahkan menarik baju hingga pundak terlihat. Ia menunggu tindakan yang lain, tapi para senior hanya diam saja melihat aksi kurang ajar itu.

Di toilet, ia mendengar bagaimana  teman-temannya mengeluhkan kelakuan dosen tak diundang itu dan bahkan memilih diam di toilet lebih lama untuk menghindari tangan gatel Prof. Sung. Dan sekarang tak ada gadis yang ada di samping Prof. Sung. No Ra memutuskan untuk pulang.


Kehilangan mangsa, Prof. Sung memanggil Hye Mi yang duduk agak jauh, dan menyuruhnya untuk duduk di sampingnya. No Ra mengernyit jijik melihat Prof Sung yang tak hanya memegang  pundak tapi juga paha Hye Mi. Salah seorang senior mengajak Prof. Sung untuk meninggalkan restoran untuk karaokean, tapi ditolak oleh Prof. Sung. Para mahasiswa tak dapat berbuat apa-apa lagi untuk menolong Hye Mi.


Tapi ini bukan gaya No Ra. Saat remaja ia dan teman-teman sekolahnya pernah membuat kapok eksibisionis di daerahnya, dan sekarang ia pun juga akan melakukan hal yang sama. 


Dengan lantang ia menyuruh Prof. Sung untuk menyingkirkan tangannya dari pundak Hye Mi. “Wanita sangat sangat sangat benci ketika pria memegang-megang tanpa ijin. Saya sudah menghitung kalau Anda telah memegang paha 5 kali, bahu 9 kali dan tangan sebanyak 11 kali. Anda berbisik di telinga dan memegang-megang pipi. Semua itu dikategorikan sebagai pelecehan seksual.”


Prof. Sung malah marah karena dituduh melecehkan padahal ia hanya menyemangati mahasiswinya. Ia pun meninggalkan restoran, diikuti oleh beberapa senior yang membujuk Prof. Sung agar tidak marah.

Tapi teman-teman sekelas No Ra malah bertepuk tangan, memuji keberaniannya. Bahkan teman-teman ceweknya langsung memanggilnya eonni dan bukan ahjumma lagi. Ia tak menyadari kalau ada Hyun Suk yang memperhatikan semua kejadian tadi dari jauh.


Hyun Suk sedang ada pertemuan dengan Yi Jin yang mencoba membujuknya untuk mau bekerja sama dengan Woo Chul. Hyun Suk tak mau bahkan memilih untuk membatalkan dana bantuan yang ia terima daripada harus menerima campur tangan dari pihak lain. Yi Jin merasa Hyun Suk meremehkannya yang notabene adalah putri Rektor.

Hyun Suk malah bertanya kenapa putri rektor malah ikut campur dalam kegiatan kampus. Yi Jin merasa tersinggung dan langsung pergi. Tak sengaja ia menjatuhkan bolpennya, bolpen yang ada grafir I S2 (love) W. Hyun Suk memungut bolpen itu dan menyimpannya.


Diam-diam No Ra mengawasi putranya yang sibuk belajar di perpustakaan. Saat Min Soo meninggalkan mejanya, ia buru-buru menaruh minuman berenergi ke atas meja Min Soo.

Tapi malah Hye Mi yang menemukannya dan kesal, mengira ada orang yang naksir pacarnya.


No Ra mengikuti kuliah Perkawinan dan Keluarga. Yi Jin membicarakan tentang langgengnya sebuah perkawinan adalah karena suami istri itu memiliki intelegensia yang sepadan. Jadi sangatlah penting untuk menemukan pasangan hidup yang sehati.


No Ra mulai merasakan akibat tindakan yang ia lakukan kemarin malam. Para senior menyuruh No Ra untuk minta maaf pada Prof. Sung atas kekurangajarannya. Akibat tindakan No Ra, mereka semua terancam tak mendapat referensi dan nilai baik dari Prof. Sung, yang artinya mereka akan susah mencari kerja. Beda dengan No Ra yang hanya kuliah bukan untuk mencari pekerjaan.


No Ra semakin merasa terkucil karena teman-temannya mulai menjauhinya. Bahkan teman-teman yang kemarin ia selamatkan juga terpaksa mengucilkan karena disuruh oleh para senior. Berita tentang kejadian kemarin menyebar dengan cepat. Bahkan Soon Nam yang bukan anak Humaniora, juga mendengar cerita ini.

Karena tak tahan dikucilkan, No Ra akhirnya memilih makan siang tidak di kafetaria. Ia juga menelepon Hyun Suk untuk konsultasi akan hal ini. Hyun Suk menyuruh No Ra untuk menemuinya di kantor.


Tapi di kantor No Ra malah diomeli karena selalu membuat masalah, padahal No Ra sudah mempunyai segudang masalah.  Bahkan anjing juga akan tertawa melihat No Ra yang mengambil jurusan humaniora (tapi tak mengerti sama sekali tentang manusia). No Ra heran melihat teman-temannya malah marah padanya karena hal yang normalnya orang akan lakukan jika melihat pelecehan seksual.

Hyun Suk malah tambah memarahi No Ra. “Jangan menghina anak-anak itu. Generasi mereka berbeda denganmu. Mereka mempersiapkan untuk masuk kuliah selama 6 tahun dan sekarang 4 tahun untuk bekerja. Apa kau mengerti bagaimana perasaan mereka? Kau boleh mati dan hidup kembali, tapi kau tetap tak akan mengerti. Kau tak punya hak untuk menghina mereka.”


No Ra tak tahu apa yang harus ia lakukan selanjutnya dan meminta pendapat Hyun Suk. Hyun Suk menolak menjawab. Kenapa juga No Ra malah bertanya padanya. Bukankah No Ra bisa bertanya pada suaminya? “Ahh.. aku lupa. Kau tak bisa memberitahukannya. Kejutan, kan?” ejeknya.

No Ra kesal. Kalau Hyun Suk tak mau menjawab, kenapa juga Hyun Suk menyuruhnya kemari? “Kau benar-benar orang dewasa yang aneh. Kau dulu kan temanku.”


Hyun Suk menghampiri No Ra dan menatap matanya, “Aku menyuruhmu datang agar aku bisa memberitahukanmu langsung kalau aku bukan orang yang tepat untuk kau mintai saran. Sebagian darimulah yang menjadikan bagaimana anak-anak itu sekarang. Jangan curhat padaku tentang masalah hubungan atau hal semacamnya. Dan jangan ganggu aku lagi.”


No Ra menatap temannya berapi-api, “Aku janji tak akan mengganggumu lagi. Dasar manusia jelek jahat dan menyebalkan!” Ia pun lari keluar, tak menyadari kalau buku catatannya terjatuh dari tasnya. 

Di luar, handphonenya berbunyi, mengingatkannya kalau ia harus ke rumah sakit dan bertemu dengan dokternya.


Hyun Suk memungut buku catatan No Ra yang terbuka dan membaca isinya. Anakku.. sudah lama sekali sejak aku memanggilmu dengan sebutan itu. Anakku.. Mungkinkah aku bisa memanggilmu lagi seperti itu sebelum aku mati? Tinggal 5 bulan lagi. Aku mengidap kanker pancreas seperti kakekmu. Ia terkesiap membaca tulisan No Ra. Lima bulan lagi?


Sementara itu No Ra mendapat kejutan yang menyenangkan. Dokternya memberitahu kalau ia salah memberikan diagnosa, yang seharusnya ia berikan pada pasien yang bernama Han Oh Ra. Ia tak mengidap kanker ganas.

Komentar :


Haha.. ternyata menye-menyenya gak lama. Tapi gantian sekarang, episode berikutnya Hyun Suk pasti jadi lembek banget sama No Ra. Dasarnya juga si No Ra adalah cinta pertamanya. Terus sekarang dia mau mati? Tidaaakk… *ikutan lebay*

Seneng aja lihat Hyun Suk jadi knight in shining armor. Sama kaya dulu Woo Jin yang terus merhatiin Soo Young setelah tahu kalau Soo Young itu menderita. Saya udah nonton episode 4, dan aww… rasanya seneng melihat sosok Woo Jin di MDSY muncul lagi. Walaupun kalau Woo Jin, mana pernah sih dia ngejutekin Soo Young.

Min Soo tanda tangan kontrak kalau ketahuan pacaran dia akan dikirim wamil? Wow.. Woo Chul ini seneng banget ya nulis surat kontrak. Nggak anaknya, nggak istrinya.. semua diikat dengan kontrak. Walaupun saya ngerti sih alasan Min Soo diikat kontrak. Mungkin Woo Chul menyesal telah nikah muda. Tak hanya No Ra, Woo Chul pun pasti juga kehilangan masa mudanya. Jadi Woo Chul tak ingin pengalamannya dengan No Ra terulang kembali pada Min Soo.



Mungkin yang dikatakan oleh Hyun Suk benar adanya. Generasi sekarang berbeda dengan generasi mereka. Persaingan yang dialami anak-anak sekarang jauh lebih sengit daripada jaman dulu. Kalau ini saya juga menyetujuinya, karena jaman saya SD itu beda banget dengan jaman anak saya sekarang. Dulu nilai rata-rata UN = 8 koma sekian saja sudah termasuk tinggi. Tapi sekarang? Nilai 9 aja masih ketar-ketir bisa masuk ke sekolah favorit atau nggak.


Tapi, apakah normal jika kita melihat teman kita dilecehkan dan kita diam saja? Dan jika kita sendiri dilecehkan, apakah kita diam saja karena takut tak diberi nilai bagus atau referensi? 

Mungkin sekarang kita bisa berkata, 'yang penting sekarang aku diterima kerja, nanti jika aku melihat hal itu, aku akan ambil tindakan'. Tapi bagaimana jika atasan di tempat kerja juga melakukan itu? Kita berarti harus diam juga kan ya agar bisa mendapat promosi dan tidak dikucilkan. 

Jika semua berpikir seperti itu, maka generasi sekarang akan menjadi generasi yang sakit.

Entah saya kurang bisa menterjemahkan atau bagaimana. Saat Hyun Suk menyalahkan No Ra. “Aku menyuruhmu datang agar aku bisa memberitahukanmu langsung kalau aku bukan orang yang tepat untuk kau mintai saran. Sebagian darimulah yang menjadikan bagaimana anak-anak itu sekarang. Jangan curhat padaku tentang masalah hubungan atau hal semacamnya. Dan jangan ganggu aku lagi.”

Saya rasa dosen-dosen seperti Hyun Suk lah yang menjadikan bagaimana anak-anak itu sekarang. Hyun Suk tahu Prof. Sung itu dosen yang kurang ajar. Tapi dia diam saja melihat kejadian itu. Entah karena senioritas atau karena Hyun Suk mungkin memang tak peduli. Ia malah membela sikap anak-anak itu yang membela Prof. Sung.

Sebagai orang dewasa, Hyun Suk-lah yang harusnya memberi contoh. Tak ada wilayah abu-abu dalam masalah ini. Jika bibit ketidakpedulian bersemi, anak-anak itu akan menjadi generasi yang egois dan hanya peduli pada diri sendiri.

6 comments :

  1. Menye-menye.....grepe grepe.....wkwkwkwk....bahasa generasi 90an ya mbak.....xixixi....
    Thx ya mbak dee......fighting.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha... iyaaa... ga bisa ngeluarin kosakata anak skrg. Entah.. ga bisa aja keluar kata2 itu. Jadi, anggep aja ini yg nyeritain temennya no ra. :D

      Delete
    2. Emang temennyaaaaaa hahaha *kabur

      Delete
  2. Yang di mdsy woo jin atau woo jae mbak? ;)
    Saya pikir hyun suk bakal nyebelin sampe akhir,untungnya nggak ya
    No ra yang mau mati,hyun suk jg berubah LOL
    Bahasa anak sekarang keluar kok
    Ada 4L hihihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya tuh^
      Bahasa kekinian^
      4L-A* Lo Lagi Lo Lagi, Ajumma^
      *makasih mbak Dee^

      Delete
  3. Btw mbak,woo jae pernah kok jutekin soo young waktu tau sooyoung bohong soal ayahnya yang gs ada...
    Tapi terbayar sebelnya sama woo jae saat itu karena ngeluit dia nangis setelah diceritain ayah lee betapa tegarnya sooyoung dulu T.T

    ReplyDelete