September 4, 2015

Twenty Again Episode 1

Twenty Again - Episode 1



Sepasang remaja berdansa di tepi pantai di bawah matahari sore. Kim Woo Chul dan Ha No Ra. Saat itu tatapan mereka penuh dengan cinta.



Sekarang mereka sudah dewasa dan duduk bersama di kantor pengacara untuk mengurus perceraian mereka. Menurut pernyataan yang dibacakan Woo Chul, Ha No Ra yang meminta perceraian itu dan Kim Woo Chul bersedia memberikan toko Mapodong sebagai harta gono-gini. Perceraian itu masih sebatas perjanjian bercerai dan belum masuk ke pengadilan, menuggu sampai anak mereka duduk di bangku kuliah.


Tapi dari ekspresi No Ra yang muram dan Woo Chul yang tak bisa menyembunyikan ekspresi bahagianya, terlihat kalau bukan No Ra yang ingin bercerai. No Ra malah berlaku seperti biasa, mengingatkan ‘mantan suaminya’ untuk makan sosis yang ia taruh dalam mobil jika Woo Chul lapar dan menyuruhnya segera pergi agar tidak telat mengajar.


Di mobil, Woo Chul memakan sosisnya sambil menggerutu, mengkoreksi ejaan yang salah dari kalimat-kalimat yang tadi No Ra ucapkan. Memasuki kampus, ia buru-buru membuang bungkus sosis.

Gengsi tauk dosen sukanya makan sosis.


Sementara No Ra mulai ikut bimbel agar bisa lolos ujian masuk perguruan tinggi. Sahabatnya, Yoon Young, yang membantu mendaftarkannya ke bimbel itu karena No Ra melakukan semuanya ini secara rahasia. Yoon Young mencela No Ra. “Demi Woo Chul yang tak memberi apapun -rumah, toko, tabungan bahkan anakmu, semua atas namanya. Dan sekarang kau mau ngapain di usiamu sekarang ini?”

“Aku akan kuliah,” jawab No Ra yakin. Ia masih ingin mempertahankan pernikahannya. Karena suaminya ingin memiliki pasangan yang bisa diajak bicara mengenai teori Freud dan Jung, dan hal-hal semacam itu, maka ia akan kuliah lagi. No Ra heran mendengar No Ra yang sangat keras kepala.

Tapi sejak kecil No Ra memang kalau sudah punya pendirian, ia akan melakukannya. Mungkin bisa dibilang keras kepala. Young Young sudah membuktikannya.


Saat remaja, Youn Young yang diet, selalu tak bisa menahan nafsunya untuk menghabiskan tteokbokki yang dijual nenek No Ra. Ia menemui No Ra dan menyuruh No Ra menempelkan fotonya di restoran Nenek agar Nenek memberikannya 5 potong tteokbokki saja dalam piringnya. No Ra tak mau.


Walau disiksa sampai rambut rontok pun, No Ra tak mau. Ia malah menyuruh Yoon Young untuk berhenti makan di potongan kelima. Hingga Yoon Young kecapean sendiri menyiksa No Ra dan akhirnya menyerah. Sepertinya, dari situlah mereka menjadi sahabat baik.


Yoon Young menatap sahabatnya dan bertanya, “Apa yang akan kau lakukan jika Woo Chul tetap ingin bercerai? Apa kau masih ingin kuliah?”

No Ra menggeleng lesu. Untuk apa? Lalu No Ra ingin melakukan apa? Setelah berpikir sejenak, No Ra berkata, “Mungkin jualan tteokbokki.”


Di rumah, Min Soo, anak No Ra, pun hanya menganggap ibunya sebelah mata. Saat ditawari makan malam, Min Soo hanya diam. Dia hanya membungkuk hormat pada ayahnya yang menyuruhnya segera tidur setelah seharian capek sekolah dan bimbel. Duh.. pengen ngegetok kepala Min Soo nih yang ga sopan sama ibunya.


Sementara Woo Chul juga memisahkan kedua tempat tidur mereka dan melepas cincin kawinnya. No Ra akhirnya ikut melepas cincin kawinnya dengan enggan.


Tapi rencananya tetap harus berjalan. Sementara Min Soo belajar untuk mempersiapkan diri untuk ujian, begitu pula dengan No Ra. Begitu terus setiap hari, hingga hari H. Setelah Min Soo diantar ayahnya untuk ujian, ia juga diantar Yoon Young ke tempat ujian. 


Hasilnya? No Ra mengerang melihat hasilnya yang tak begitu bagus. Ia akhirnya memilih Universitas Woocheon tempat suaminya mengajar. Begitu pula dengan Min Soo yang menjadikan universitas Woochen sebagai pilihan keduanya.


Namun betapa kecewanya ia melihat hasilnya. Ia tak diterima di Universita Woocheon. Begitu juga dengan universitas Youngjoo. Ia menangis saat Yoon Young meneleponnya. Bahkan ia menangis sepanjang perjalanannya pulang.

Sesampainya di rumah, ia menghapus air matanya dan tersenyum sambil menyelamati Min Soo. Min Soo malah membentak ibunya, kesal. “Apa sekarang saatnya untuk menyelamatiku?”


Min Soo ternyata kecewa karena ia tak diterima di universitas Yeonshin, pilihan pertamanya. Ia masuk ke Universitas Woocheon.


Melihat No Ra muram, Woo Chul mengira No Ra sebenarnya sedih karena anak mereka tak masuk di pilihan pertama, Woo Chul meminta No Ra untuk tak terlalu sedih. Dan ia mengingatkan No Ra agar mereka harus menjaga rumah tangga mereka kelihatan harmonis sampai hari pertama Min Soo masuk kuliah.


Walau ternyata nasib baik menyertai No Ra. Salah seorang petinggi Univ. Woocheon ditangkap karena ketahuan menerima suap saat penerimaan mahasiswa baru. Dan tiba-tiba No Ra mendapt telepon dari Univ. Woocheon yang mengabarkan kalau ia diterima.

Yay..! Eh tapi.. berarti hasi ujiannya adalah hasil terendah di universitas itu, ya?


Betapa bahagianya No Ra. Ia langsung ke bank untuk mengambil semua uang tabungannya dan menuju ke kampus Woocheon. Tapi ia tak tahu jalan menuju ke bagian administrasi dan memanggil pria yang ada di depannya.


Tapi pria itu hanya memandang No Ra dan meninggalkannya tanpa menjawab sepatah katapun. No Ra memanggilnya lagi dan bertanya seakan mengenalnya, “Apa mungkin.. kau adalah Hyun Suk? Cha Hyun Suk?”


Pria itu, Hyun Suk, mengiyakan dengan judes dan tak menanggapi basa-basi No Ra. No Ra memanggilnya lagi, dan kali ini Hyun Suk membentaknya, membuat No Ra kaget. Apa Hyun Suk tak mengenalnya? Hyun Suk menjawab, “Aku tak mengenalmu. Walau kau mengenaliku bukan berarti aku harus mengenalimu. Mungkin aku pernah melihat wajahmu. Mungkin saat di SMA. Tapi aku tak mau tahu siapa dirimu. Jadi pergilah! Buat apa ibu rumah tangga ke sini? Bukankah kau harusnya masak di rumah?”



No Ra hanya bengong melihat Hyun Suk pergi dengan mobilnya. Dan yang terlintas di pikirannya adalah Apa aku sudah berubah banyak, ya? Sambil ia memegang wajahnya. Haha.. emak-emak banget ini mah yang merasa wajahnya sudah tak seimut dulu.


Sementara Hyun Suk juga mengutuki dirinya sendiri yang bersikap judes dan nggak nyantai banget dalam menghadapi teman lamanya.


Setelah membayar uang muka ke kampus, ia memberitahukan kabar gembira ini pada suami dan anaknya saat makan malam. Min Soo langsung marah-marah dan mengatai ibunya gila. “Apa Ibu melahirkanku hanya untuk mempermalukanku?”


Woo Chul memarahi anaknya yang berkata tak sopan pada ibunya. Tapi Min Soo memilih mundur kuliah setahun daripada satu universitas dengan ibunya. Woo Chul akhirnya menyuruh anaknya untuk masuk kamar.


Di kamar kerjanya, Woo Chul menguliahi No Ra yang berbohong dan diam-diam ikut ujian. No Ra memberikan alasannya. Ia ingin memberi kejutan untuk Woo Chul. Woo Chul berkata kalau gelar itu bukanlah masalah mereka. Tapi menghabiskan waktu untuk hal-hal yang absurd dan pandangan No Ra yang naif-lah yang membuatnya seperti merasa tercekik. 


“Aku sekarang sudah berumur 43 tahun. Kumohon biarkan aku hidup. Aku tak ingin memiliki hidup yang tak berarti di sisa umurku ini. Bebaskanlah aku. Kumohon.” No Ra menangis mendengar permintaan suaminya.


Sebulan telah berlalu dan No Ra terlihat semakin murung. Woo Chul mengingatkan No Ra untuk ke  rumah sakit karena harus medical check up. Walau No Ra hanya mengeluh sembelit, tapi Woo Chul mendaftarkan untuk pemeriksaan menyeluruh karena setelah bercerai, No Ra akan sendirian saja.


No Ra bicara sendiri, mengeluh pada almarhmum neneknya. Ia tak tahu harus melakukan apa setelah ini. Akan lebih baik jika ia ketahuan memiliki penyakit mematikan saja. Haha.. jangan-jangan kebanyakan nonton Winter Sonata, nih si No Ra.


Tapi ternyata harapannya itu jadi kenyataan. Karena menurut dokter, No Ra baru ketahuan mengidak kanker pancreas, kanker yang biasanya ketahuan di stadium akhir. Umur No Ra diprediksi hanya 6 bulan saja.

Walau ternyata, entah suster yang salah panggil atau No Ra salah dengar, pasien yang mengidap kanker pancreas itu adalah Han Oh Ra.


Tapi No Ra tak mengetahui hal itu. Ia terus menangis di halte, tak menyadari kalau handphone yang tergeletak di samping, diambil orang.

 

Ia pulang ke rumah dan dunia masih sama memperlakukannya. Min Soo, si abg, enggan digerecokin ibunya. Woo Chul cuek, karena mereka akan berpura-pura masih menikah hingga hari pertama Min Soo masuk kuliah, karena saat itulah tugas mereka sebagai orang tua Min Soo akan berakhir.


Saat ia menanyai Woo Chul tentang bagaimana jika ia sekarang sedang sekarat, Woo Chul menjawab, “Semua orang pasti akan mati. Pada dasarnya manusia adalah makhluk yang kesepian.”

Whoaa… kejamnyaa... No Ra terus termenung semalaman.


Hari terakhir pendaftaran masuk Universitas Woocheon telah tiba. Pihak administrasi menelepon No Ra untuk memastikan apakah No Ra akan membayar sisa uang kuliah. No Ra yang tadinya kalem, menjadi darah tinggi saat si penelepon mengungkit-ungkit umurnya. Ia langsung mengomel, menuduh si penelepon merendahkan dirinya yang sudah 38 tahun tapi masih ingin kuliah. “Apa aku tak dibolehkan kuliah kalau aku sudah berumur? Jadi apa aku bolehnya hanya untuk mati?”

No Ra terus mengomel dan memutuskan untuk minta uangnya kembali karena ia memutuskan untuk tidak kuliah. Ia lebih butuh uang daripada kuliah. Dan ia pun pergi ke kampus sekarang juga.


Sesampainya di sana, ia dikagetkan oleh pertunjukkan Fakutas Teater dan Seni yang lulus tahun 2015. Ia seperti melihat dirinya yang melakukan pertunjukkan bersama dengan teman-temannya untuk menyatakan kalau Masuk sekolah seni bukan hanya untuk kuliah.


Hmmm.. si pemegang papan pernyataan itu, apakah itu Cha Hyun Suk?


Tenggelam dalam ingatannya, No Ra terkejut melihat sebagian penari membuka jaketnya dan membalikkan punggung hingga terlihat tulisan Kami kuliah bukan hanya untuk mendapat pekerjaan. Kuliah hanya sekali dan hidup juga hanya sekali. No Ra tersenyum sedih dan menggumam, “Apa kalian pikir aku tak tahu hal itu?”



Ia berbalik, namun ekor matanya sempat melihat pernyataan terakhir mereka. Pilihan ada di tanganmu. Ia segera berlari menuju ruang administrasi. Ia tak menyadari kalau Hyun Suk yang juga menonton penampilan mahasiswanya melihat punggungnya dan teringat dengan sosok No Ra remaja yang berlari di sekolah.

 

No Ra memutuskan untuk daftar ulang dan bukannya menarik uangnya. Tapi masalahnya, jika ia ingin daftar ulang, ia harus membayar uang kuliah yang harus dilunasi sore ini juga. Ia akhirnya ingat tentang bantal nenek. Kata nenek, uang kuliah No Ra ada di dalam bantal itu. Sambil berlinang air mata, ia mengumpulkan gulungan uang itu. Nenek pasti merasa bangga padanya sekarang.


Sementara Min Soo mulai mengenal teman-teman satu jurusan. Teman-teman satu jurusannya memulai game sederhana, dengan hukuman minum soju. Karena kalah bermain, ia diharuskan minum. Gelas demi gelas ia tenggak karena ia tak bisa konsentrasi karena ia cepat mabuk. Min Soo yang sudah tak kuat, ingin berhenti.

Tapi teman-temannya malah menggenapinya menjadi 8 gelas yang ada di hadapannya. Kalau Min Soo ingin menjadi Ketua Angkatan, maka ia harus berani minum.


Mendadak ada suara manis di depan pintu, “Maaf, saya terlambat.” Semua cowok yang masih bangun terpana melihat ada gadis cantik yang mengacungkan tangannya, “Aku bersedia kok menggantikannya.” 


Tanpa ba bi bu, gadis itu menenggak segelas soju. Satu gelas dan satu lagi. Dan satu gelas lagi, membuat semua bengong. Para cowok-cowok itu bertanya separuh berharap apakah gadis itu adalah teman mereka di jurusan politik?

Gadis itu kaget dan berkata kalau ia salah ruangan. Ia pun pamit namun meminta pada semuanya untuk tak menghukum Min Soo lagi karena tadi ia sudah menggantikannya. Semuanya terpesona dan mengangguk-angguk.


Melihat 4 gelas kosong di hadapannya, Min Soo pun menyusul gadis itu. Ternyata gadis itu sedang memuntahkan soju yang tadi diminumnya. Sambil masih terpesona, Min Soo berterima kasih pada gadis itu.


“Kalau kau ingin berterima kasih padaku, kau harus mau memberikan handphone-mu padaku,” kata gadis itu. Seakan tersihir, Min Soo menyerahkan handphone-nya. Gadis itu memperingatkannya, “Kalau kau menyerahkan handphone itu, itu artinya kita pacaran.” Min Soo mematung tak menjawab, antara ragu dan masih terpesona. Gadis itu tersenyum sambil meraih handphone Min Soo. Kedua tangan mereka pun bersentuhan.


Yoon Young memarahi No Ra yang menyimpan rahasia tentang penyakitnya itu sendiri. Jika tak mau memberitahu Woo Chul, kenapa No Ra tak mau memberitahu Min Soo? No Ra tak mau membebani putranya yang masih remaja berusia 20 tahun. Yoon Young kesal mendengar alasan No Ra, “Hei! Kau itu jadi ibu ketika berumur 19 tahun.”

Tapi karena itulah ia tak mau memberitahu Min Soo. Anaknya sudah belajar giat saat di SMA dan baru mengalami awal-awal kuliah. Bagaimana mungkin ia tega memberitahu Min Soo kalau ia sekarat. Tapi ia berjanji akan memberitahu Min Soo 3 bulan lagi. Dalam 3 bulan itu, ia akan memberikan masa muda yang bahagia bagi Min Soo.

Yoon Young menatap kasihan pada temannya yang tak pernah tahu arti masa muda. Ia bertanya apa yang akan dilakukan No Ra sekarang. No Ra mengaku kalau ia akan kuliah lagi. Karena tak ada kegiatan lagi dan ia sekarang sekarat, ia akan mencoba melakukan sesuatu yang ia ingin lakukan selama ini. “Aku tak akan memberitahu Min Soo kalau aku akan kuliah lagi.”


Bagaimana caranya? Berbekal jadwal mata kuliah anaknya, ia mencari rute kampus yang tak dilewati Min Soo. 


Ia mengambil mata kuliah Perkawinan dan Keluarga, dan tak sengaja mengambil mata kuliah yang diajar oleh Kim Woo Chul dan mata kuliah Teater. Ia juga tak menyadari kalau mata kuliah terakhir yang itu diajar oleh dosen Cha Hyun Suk.


Cha Hyun Suk mengerutkan kening saat melihat nama yang sudah dua kali muncul di hadapannya. Ha No Ra. Nama itu sekarang ada di dalam daftar mahasiswanya.


Entah apa yang dilakukan mahasiswa Korea. Waktu Min Soo di bangku SMA saja, ia selalu pulang malam karena bimbel. Sekarang di hari pertamanya, Min Soo harus berangkat subuh. Ha No Ra minta Min Sook untuk istirahat sebulan di rumah. Tapi Woo Chul menyela dan berkata kalau 4 tahun ini akan menentukan 80 tahun hidup Min Soo berikutnya dan menyuruh Min Soo berangkat saja.


Woo Chul ingin mengajak istrinya bicara. Tapi No Ra minta agar mereka bicara besok karena hari ini Woo Chul ada kuliah pagi dan ia ada kelas bisnis. Woo Chul bengong dan mencoba mengartikan kelas bisnis yang No Ra maksud.


Pagi datang, No Ra berangkat ke kampus dengan kepercayaan diri yang tinggi. Tapi kepercayaan dirinya itu mulai turun saat ia masuk kelas, semua mahasiswanya langsung diam karena menganggap dosen sudah hadir. Teman-temannya mulai berbisik-bisik mengetawainya. 


Saat kerja kelompok, karena jadwal mengerjakan tugas kelompok bentrok dengan jadwal kuliahnya, teman sekelompoknya meminta No Ra tak perlu repot dan hanya perlu hadir saat presentasi saja.


Mereka terlihat sopan, tapi sebenarnya saat itu mereka membicarakan No Ra melalui grup chatting di handphone mereka. Mereka mengeluhkan harus bekerja dengan orang tua yang bahkan handphone saja tidak punya.


No Ra pun pergi ke kelas berikutnya yang beda gedung dan terkaget-kaget melihat banyak hal baru yang belum pernah ia lihat selama ini. Tak ingin menarik perhatian mahasiswa lain, kali ini ia sudah mempersiapkan diri dengan hadir di kelas lebih awal dan duduk paling belakang dengan memakai topi sehingga tak menarik perhatian.

Tapi ia malah yang kaget melihat siapa yang mengajar. Cha Hyun Suk. Ia menyesal saat itu telah membentak Hyun Suk. Seharusnya ia juga harus memperkenalkan namanya agar Hyun Suk tak terkejut melihatnya. Ia mengacungkan tangan saat Hyun Suk memanggilnya. Tapi Hyun Suk tak terlihat terkejut dan malah meneruskan mengabsen.


No Ra pikir ia sudah selamat. Tapi ternyata Hyun Suk malah mengumumkan kalau ia akan membagi kelasnya menjadi 3 kelompok dan ia berharap semua orang sudah tahu cara mengajarnya. Ia memanggil No Ra dan bertanya, “Apa kau juga sudah tahu gaya mengajarku, mahasiswa bertopi?”

No Ra memperkenalkan namanya tapi Hyun Suk tak menganggap itu penting dan terus memanggilnya mahasiswa bertopi. Ia tak pernah mengijinkan mahasiswanya memakai topi di dalam kelas. No Ra mencoba bertelepati dengan Hyun Suk, mengingatkannya kalau ia adalah teman sekolah Hyun Suk dulu, tapi Hyun Suk tetap menyuruhnya untuk melepas topi itu.


Walau enggan, No Ra akhirnya melepas topi itu dan semua mahasiswa terkesiap karena Ha No Ra ternyata adalah seorang ahjumma. Hyun Suk pun langsung memasang sikap hormat dan meminta maaf karena mengira No Ra adalah mahasiswanya. “Apakah anda salah satu orang tua murid saya? Apakah anda salah masuk ruangan, ahjummoni?”

Mendengar pertanyaan pertanyaan Hyun Suk yang seakan mengejeknya, No Ra akhirnya sadar kalau Hyun Suk sebenarnya telah mengenalinya sebagai Ha No Ra. Beberapa mahasiswa berbisik-bisik melihat No Ra tak kunjung menjawab.


No Ra menatap marah pada Hyun Suk. Tapi begitu pula dengan Hyun Suk. Ia akhirnya mengultimatum, “Kalau kau tak mau menjawabku, kau harus keluar dari kelasku. SEKARANG JUGA!”


Komentar :


Haduhh.. kalau saya gak akan pede deh kuliah lagi di umur segitu. Apalagi S1 reguler. Sendirian pula. Kalau bareng beberapa temen yang seumuran sih mungkin masih mau. Tapi sendiri? Haduh.. benar-benar harus berpikir 10 kali deh. Kalau 10 kali masih iya, tambah lagi 20 kali.

Tapi itu mungkin yang terjadi di otak No Ra. Ia sudah berpikir ribuan kali untuk memutuskan kuliah atau nggak. Demi mempertahankan rumah tangganya, ia bersedia meng-upgrade dirinya dengan cara yang mungkin tak mau orang lain lakukan. Demi cinta, demi anak. Apapun ia lakukan untuk keluarganya.

Tentu saja No Ra bingung dengan bahasa anak jaman sekarang. Nggak di Korea, nggak di Indonesia, banyak kata-kata slank yang kita harus selalu update. Contohnya saja baper. Saya ngerti kata caper. Tapi kalo baper? Dipikir ribuan kali pun saya ga bisa ngartiin kata itu. Baru setelah ngegoogle, baru ngarti itu kata. Jangan sampe ada kata daper ya.. Mungkin saya langsung ngartiin sebagai popok.

Di episode pertama ini, saya masih merasa simpati dengan Woo Chul. Sepertinya pernikahan mereka karena cinta satu malam. Mungkiiinnn.. Susah juga untuk pasangan muda yang baru mengenal dan langsung ada si kecil. 

Ingat dengan Hyun Sook di Unkind Woman, yang btw juga dimainkan oleh No Ra remaja-? Rumah tangga Hyun Sook dan suaminya saja juga tak mulus. Dan lagi-lagi kurang pendidikanlah yang merupakan faktor rendah diri Hyun Sook. Namun bedanya, suami Hyun Sook terus mencintai Hyun Sook. Sedangkan Woo Chul?

Entah kenapa, kok saya merasa sedikit ada gelagat aneh dari Woo Chul ya? Saya ga cerita sih di dalam sinopsisnya. Tapi saat Woo Chul mendengar berita tentang kasus suap mahasiswa baru di mobil, ia sedang merapikan penampilannya, seperti ingin tampak keren di hadapan seseorang.

Ia juga tak ingin No Ra melihat dokumen proyek yang ia sedang garap di komputer, yang kebetulan mirip dengan healing project yang sedang dikerjakan oleh Hyun Suk. Dan yang mendapat dana bantuan proyek adalah Woo Chul. CMIIW, ya.. kalau saya salah paham dengan subs-nya. Sepertinya perseteruan Hyun Suk dan Woo Chul nanti tak akan seputar No Ra saja.

Saya suka dengan cara SW-nim yang memberitahu di awal kalau No Ra tak mengidap kanker pancreas. Kalau ternyata dikasih taunya di pertengahan cerita, saya mungkin merasa.. ah.. ini pasti terjadi perubahan script nih.. Walau mungkin efek nangis bombaynya sedikit berkurang, saat nanti Min Soo (dan mungkin Woo Chul) mengetahui No Ra mengidap penyakit yang mematikan.


Btw, kalau ada yang ngerasa sinopsisnya kurang panjang, maaf ya.. Kayaknya mulai sekarang sinopsis yang saya tulis ga akan panjang-panjang. Nulis sependek ini aja seminggu, apalagi yang berpart-part. Bisa ga kelar tuh seminggu. 

7 comments :

  1. makasih ya mba sinopsisnya... btw, CMIIW itu apaan yah.. ?
    salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. CMIIW = Correct Me If I'm Wrong
      *Moga dirimuh dah!^
      Googling juga deh sob^

      Delete
  2. makasih ya mba sinopsisnya... btw, CMIIW itu apaan yah.. ?
    salam

    ReplyDelete
  3. Oke deh mbak Dee^
    Karna episode 3 - end
    Tampak na ga DL videos drama ini^
    *Karna Kuota Data menipis^

    Tetap semangat nulis sinopsis
    Mbak Dee#

    ReplyDelete
  4. yang rambut rontok itu ngocok perut wkwk
    nggak nyangka aja, no ra segitunya waktu muda^^ (termasuk kotoran sapi itu)
    neneknya hwan (briliant legacy) dan sunbaenim (49 days) di sini juga hihihi
    ohya uang di sana berapa tahun ganti ya? nenek nyimpennya sejak 20 tahun lebih bukan? :P
    di rumah sakit kayaknya yang namanya han oh ra itu yang ditolong di kamar mandi bukan? karena yang ngaku han oh ra cuma satu, jadilah nggak bingung
    kalau yang ngaku 2 kan jadi bisa dikonfimasi pake tulisan nama...
    dengan tahu kematiannya sebentar lagi, no ra akhirnya membuat keputusan untuk mantap kuliah
    sekarang tujuannya bukan lagi untuk mempertahankan pernikahan karena dia tahu hidup saja belum tentu lama, jadi harapan pernikahan yang bahagia untuknya biarlah sudah
    yang penting putra dan suaminya yang bahagia
    apalagi liat keluarganya kayak gitu
    mending saa yoon young dan hyun suk yang perhatian :)
    denger omongan hyun suk tentang manusia makhluk penyendiri, jadi inget gong ki tae wkwkwkwk sok banget ngomongnya, padahal nggak gitu kenyataanya

    ReplyDelete
  5. Keren sinopsis nya gak ribet dan mudah dibaca, keep going mba!

    ReplyDelete
  6. keren nih mbak dee, serasa ngerasain gimana ahjumma pengen banget kuliah ^^

    ReplyDelete