August 19, 2015

Secret Door Episode 7 - 2




Secret Door Episode 7 – 2

Sebuah karung yang terikat lemah dijatuhkan ke tengah jalan oleh seorang pria berkuda. Siapa yang menyangka pengawal Kang yang selama ini dicari Pangeran justru keluar dari dalam sana. Ia terkejut melihat pengumuman pencariannya dengan imbalan 100 nyang tertempel di papan terdekat.


 

Pangeran menginterogasi Pengawal Kang. Bertanya apakah di hari kematian Heung Bok, Pengawal Kang menemui Heung Bok secara pribadi. Namun Pengawal Kang malah langsung menyatakan kalau dirinya tidak membunuh Heung Bok. Ia lebih lanjut bercerita dirinya baru saja bebas setelah diculik di malam hari. Bukan bebas dengan melarikan diri, tapi dibebaskan oleh sang penculik sendiri.



Penasihat Chae seolah terpancing mendengar jawaban Pengawal Kang mengenai penculikan itu. Ia kemudian ikut menanyakan pada Pengawal Kang, penasaran di mana si pengawal berada saat Heung Bok terbunuh.

Pengawal Kang menatap lurus pada Penasihat Chae, dengan yakin menjawab dia sedang berada di istana karena kebagian tugas jaga malam. Ia tidak berbohong. Bagaimanalah ia bisa melakukannya pada Pangeran.


 

Putri Hyegyeong bersama ayahnya, Menteri Hong melihat Penasihat Chae keluar bersama Pangeran usai menginterogasi pengawal Kang. Ia mencium sesuatu dari pergerakan mereka yang mencurigakan.



Tidak lama kemudian, Menteri Hong menghampiri Pengawal Kang dan mengatakan akan memberi 100 nyang yang tidak diberikan pihak Pangeran. Pangeran memang mengumumkan akan memberi imbalan tersebut pada siapapun yang menemukan Pengawal Kang.



Dari Pengawal Kang, Menteri Hong mendapatkan informasi bahwa Pangeran tengah mencari pembunuh Shin Heung Bok. Ia menceritakannya pada Putri yang ditanggapi dengan nasihat agar tidak mendekati pihak Noron untuk saat ini. Putri tahu kasus pembunuhan Heung Bok bukanlah urusan yang perlu mereka pikirkan, namun ada baiknya bila Menteri Hong menjaga jarak dengan partai Noron dulu. Menjaga jarak tidak selalu berarti meninggalkan partai dalam artian sebenarnya, hanya buat saja Pangeran percaya anda melakukan hal itu. Sehingga Pangeran mungkin bisa berbagi info yang justru dapat membantu partai Noron.


“Anda sebaiknya meraih kepercayaan dari sisi yang lain (Pangeran) dan mengontrol keduanya (Pangeran dan Noron). Begitulah bagaimana orang-orang seperti kita harusnya berpolitik…untuk membuat tempat menetap bagi kita,” Putri mengungkapkan pemikirannya.



Dia memang cerdas sampai Menteri Hong menyesalkannya yang tidak terlahir sebagai putra. Tetapi Putri Hyegyeong beranggapan karena ia terlahir sebagai puterilah, dia bisa bersama ayahnya sekarang. Haha, kalau jadi putera mungkin nggak bisa sesantai gini ya ngomongnya? Kerjaannya berkutat di pemerintahan kalau nggak di kemiliteran yang bikin otot tegang :P



Sementara itu Pangeran mendapat kabar dari Penasihat Chae mengenai kebenaran alibi pengawal Kang Seo Won. Malam di mana Heung Bok meninggal memang waktunya berjaga. Dengan demikian, bisa dibilang dia tidak ada sangkut pautnya dengan kasus Heung Bok.



“Lalu mengapa Heung Bok menandainya (Pengawal Kang) dalam gambarnya?” Pangeran heran.



Menteri Park juga bingung apa yang harus dilakukannya. Ia mengingat kembali apa yang dikatakan Raja terkait maenge. Kemunculannya maenge dapat menggoyahkan kepemimpinan Raja Yeongjo dan membuat mimpi-mimpi mereka bagi kebahagiaan rakyat sulit terwujud.



Menteri Park kemudian menemui teman lamanya yang menjadi makelar perumahan. Sambil mentraktir makan, ia minta tolong pada mereka untuk menemukan penyewa rumah yang ia curigai dari catatan pembayaran pajak. Ia tahu ada yang menggunakan nama palsu untuk mendaftarkan rumah. Ia pikir bisa menemukan pelakunya dari temuan tersebut.



Raja penasaran mengapa Menteri Park belum menemukan maenge. Menteri Park mengatakan dia sudah mengirim orang-orang terpercaya untuk menyelidikinya, jadi harusnya mereka bisa mendengar kabar secepatnya.

Raja mengerti. Ia hanya cemas terhadap pergerakan partai Noron, juga Menteri Hong dan Puteri. Namun menurut Menteri Park sendiri, yang lebih mengganggu adalah pergerakan pihak Pangeran. Ia khawatir pula bila Pangeran menelusuri jalan yang berbahaya.


Raja pun menenangkan Menteri Park, dialah yang akan mengurusnya.



Setelah Raja berbasa-basi mengenai keadaan Pangeran dalam pertemuan sore itu, Raja to the point menyarankan Pangeran agar berhenti dari penyelidikannya sekarang. Raja ingin Pangeran fokus dengan pekerjaannya supaya kesehatan Pangeran tidak terganggu. Ia tidak mengatakan untuk berhenti sepenuhnya dari kasus ini. Cukup temukan orang yang bisa dipercaya dan biarkan mereka yang mengambil alih.



“Bagaimana dengan gurumu, Park Moon Soo?” usul Raja.

Raja juga menganggap Menteri Park bisa menjadi ayah kedua selain dirinya. Sebab dibanding siapapun, bukankah Menteri Park yang paling mengerti dirinya?



Mendengar ini, tampaknya Pangeran agak ragu. Tetapi dengan tetap bersikap sopan, ia mengatakan akan mencobanya sedikit lagi. Raja tidak bisa berbuat apa-apa. Puteranya sungguh keras kepala. Lalu Raja menuangkan minum untuk puteranya itu sambil menanyakan perkembangan penyelidikan kasus Heung Bok.


 
Pangeran menjawab bijak jika dia menemukan sesuatu yang lebih pasti, dia akan memberitahukannya pada Raja. Sang Ayah mengangguk-angguk paham. Ia selalu ada di pihak Pangeran. Jadi apabila Pangeran membutuhkan bantuan, katakan saja padanya. Pangeran mengiyakan dan mereka berdua  sama-sama minum mengakhiri percakapan itu.



Menteri Park mengunjungi Na Chul Joo yang berlatih memanjat tebing. Ia meminta maaf, kalau Chul Joo terlahir di keluarga yang lebih baik dengan bakatnya ini ia bisa menjadi panglima. Menyedihkan melihatnya hanya hidup sebagai pendekar yang melakukan kejahatan politik paling berbahaya bersamanya. Ia menyesalinya.

Namun Chul Joo berkata itu bukanlah kesalahan Menteri Park. Chul Joo hanya membalas apa yang diberikan Menteri Park: makanan yang sangat berarti baginya di tengah kelaparan. Ia mungkin bisa melupakan bantuan Menteri Park, tapi ia tidak akan pernah lupa makanan tersebut. Jadi, jangan terlalu mengkhawatirkannya.





Di tempat lain, Perdana Menteri Kim mengunjungi seorang pria yang selesai berburu dan memberi makan gagaknya dengan daging yang sudah ia potong. Perdana Menteri mengajak si pria ke makam seorang wanita penghibur yang ia cintai. Ibu dari si pria yang ia sengaja makamkan di tempat yang indah.



Si pria tertegun memandangi makam di depannya kala Perdana menteri Kim menyuruhnya menuangkan minum untuk membuat ibunya bahagia.



“Jika aku mati, aku akan tinggal di sini, di sampingnya. Kalau kasus ini berjalan baik, aku akan memenuhi permintaan ibumu. Aku akan membersihkan catatanmu dan secara resmi mengadopsimu menjadi puteraku,” demikianlah kata Perdana Menteri Kim. Janji di hadapan satu-satunya orang yang ia cintai? Atau rayuan agar puteranya membantunya menutup kasus yang dimaksud?


Apapun alasannya, saya bisa melihat paras seorang Ayah di raut wajah Perdana Menteri Kim yang sama seperti paras Raja saat ia bertanya, “Tidakkah kau ingin memanggilku, Ayah?”




Menteri Park akhirnya mendapat berita. Dari ketiga nama yang diberikan Menteri untuk dicari tahu, ada seorang pengawal istana bernama Kang Pil Jae yang bisa membeli rumah dengan gajinya yang tidak luar biasa sebagai bawahan Pangeran. 



Menteri Park lantas mengikutinya sampai ke tempat menjual cerutu joseon. Dari penjual cerutu, Menteri tahu Pil Jae tidak biasa merokok dari tangannya yang tidak hitam dan memesan pipa yang cukup panjang. Hmmm, nggak biasa merokok tapi pesan pipa yang panjang?


Malam kembali datang dan tidak terasa waktu yang dipilihkan bagi Pangeran dan Puteri telah tiba. Pangeran sebenarnya tidak ingin pergi ke istana Puteri karena masih ada yang hendak diselesaikannya. Namun perkataan Dayang Choi membuatnya urung melanjutkan rencana.



“Anda sebaiknya mengunjungi Puteri lebih sering. Anda mungkin berpikir Puteri sudah melewati batas, tetapi Puteri mungkin melakukannya untuk menarik perhatian Anda, Pangeran. Anda sebaiknya memperhatikan Puteri. (Sebab) Sekalipun Anda melakukannya, kehidupan di istana tidaklah mudah bagi Puteri.”


 

Tapi dasar Pangeran. Belum sempat ia melakukan apa yang dianjurkan dalam kamar Puteri, mendadak ia terpikir mengenai Ban Chado yang digambar sebelum hari upacara. Ia menyadari kalau pengawal Kang yang ditugaskan berjaga malam sebelumnya digantikan orang lain. Dengan cepat ia meminta maaf pada Puteri karena harus pergi. Jelas Puteri sedih, panggilannya tidak bisa menghentikan langkah sang suami. Ckckck…seorang Pangeran tidak boleh hanya meninggalkan Puteri seperti itu, kata Kasim Jang.



Pangeran sepertinya tahu jika mereka tidak bergegas sekarang, mereka akan tertinggal lebih jauh. Catatan pengawal yang bertugas pada saat perayaan (hari jenazah Heung Bok ditemukan) saja menghilang ketika dia ingin mengetahui pengganti pengawal Kang.


“Shadow adalah masa lalu dan kau akan menjadi (kepala pendekar Barat) masa depan. Bagaimana pendapatmu? Bukankah sekarang waktunya membuka kunci masa depan?”

 

Dan Pangeran harus lebih cepat lagi sebelum Shadow alias Kang Pil Jae yang mencurinya ‘dibereskan’ atas suruhan Perdana Menteri Kim >.<

 

Ji Dam yang berada di markas pendekar Timur menemukan Choonwol dikurung dalam suatu kamar. Choonwol tidak mau berhenti menangis karena tidak dibebaskan oleh bawahan Chul Joo tersebut. Kekasih Jung Woon itu bahkan meneriakkan ia tahu Menteri Park dan pimpinan mereka-lah yang membunuh kekasihnya. Ji Dam yang mendengarnya bingung, siapa yang membunuh siapa?



Pangeran langsung menemui pengawal Kang setelah tahu catatan pengawal yang bertugas ketika perayaan menghilang. Sebab ia tahu orang yang bisa ia tanyai terkait hal ini adalah pengawal Kang. Benar saja pengawal Kang tengah diburu. Untungnya Pangeran berhasil menyelamatkannya dan mendapat jawaban siapa pelaku sebenarnya.



Pengawal Kang Pil Jae yang disebutkan pengawal Kang Seo Won sedang mengemas maenge ke dalam pipa yang tadi dibelinya. 





Pihak Soron juga selesai menyiapkan uang 10.000 nyang yang diminta Pil Jae sebagai harga maenge. 



Sayang, Menteri Park dari Soron sendiri malah menyuruh Chul Joo membunuh Pil Jae. Duh, Ji Dam ngeliat lagi…



Kasim Jang buru-buru ke istana minta tolong kepala kasim untuk membawakan pasukan. Situasi genting!



Raja yang mendengarnya tentu menyetujui. Ia senang akhirnya bisa mendapatkan maenge.



Pangeran sampai di rumah Pil Jae. Jeritan wanita dari sana mengundang Byung Joong In yang sedang berpatroli ikut masuk ke dalamnya. Ia bertemu Pangeran yang lemas melangkah keluar rumah, bertanya ada apa pada Pangeran.



Pangeran tidak menjawab dan hanya memandangi tangannya yang berlumuran darah.



Sama dengan Raja yang juga mengangkat tangannya di istana. Tidak sabar menggenggam dokumen yang selama ini membuatnya resah.

Bersambung ke Secret Door Episode 8

Salah satu alasan Pangeran Lee Sun atau biasa dikenal dengan Sado dikurung dalam peti beras selama 8 hari adalah karena ia mengalami masalah mental yang cukup menganggu istana. Di akhir episode 4 kita bisa melihatnya berhayal berbuat kasar pada Kepala Polisi Hong dan di akhir episode ini ia tampil mencurigakan dengan tangan berlumuran darah. Ketidakwarasan itulah yang sebenarnya ingin dilihat penonton dalam drama ini. Tapi apakah penulis juga sependapat? 

No comments :

Post a Comment