June 30, 2015

The Producers Episode 12


Sinopsis The Producers Episode 12 – 2


 Hari berganti pagi. Sudah tak terhitung jumlah kaset yang Ye Jin masukkan untuk mencari video Pink4. Namun akhirnya video itu ketemu juga. Buru-buru Ye Jin mengambil headphone dan mendengarkan wawancara yang membuat Cindy bercucuran air mata.



Da Jung datang pagi dan melihat Ye Jin menyenderkan kepalanya di meja. Ia menebak kalau Ye Jin pasti tak pulang kemarin malam karena Ye Jin masih memakai baju yang sama dari kemarin. Ia tersenyum mendengar alasan Ye Jin yang mengatakan ada hal yang harus ia kerjakan padahal sebelumnya Ye Jin kelihatan banyak pikiran. Pasti sesuatu yang bagus sudah terjadi.

Ye Jin terbelalak menyadari Da Jung berpikiran aneh-aneh. Ia buru-buru menjelaskan kalau semalaman ia menonton semua kaset video yang ada di mejanya itu. Da Jung berkata kalau memahami alasan itu dan pergi. Ye Jin berkata sendiri, “Apa aku ini kelihatan banyak masalah?”


Sudah saatnya bintang 1N2D untuk meninggalkan para nenek pemilik rumah. Cindy membisikkan sesuatu membuat Nenek Lee mengangguk-angguk dan tersenyum. Kemudian mereka berpelukan lama sekali. Seung Chan meminta cameraman untuk terus merekam dari jauh hingga Cindy masuk mobil, karena ekspresi Cindy sangat bagus sekali.


Saat Seung Chan sedang mengedit adegan Cindy, Joon Mo menyuruh Seung Chan untuk pergi ke kantor Song Hae Young, MC National Singing Contest karena Nenek Lee fans berat Song Hae Young. Song Hae Young sudah bersedia untuk mengirim pesan pada Nenek Lee yang rencananya akan ditayangkan di akhir episode.


Seung Chan pun berangkat, meninggalkan Joon Mo dan yang lain yang tertawa licik.


Setelah merekam pesan yang pasti membuat Nenek Lee bahagia, Song Hae Young baru sadar kalau Seung Chan adalah PD baru karena tak tahu kapan meneriakkan cut! Saat ia selesai merekam pesan. Entah kenapa ia tersenyum senang dan mengajak Seung Chan minum walau Seung Chan berkata kalau ia gampang mabuk. Ia toh juga tak akan minum banyak, kok. “Hanya satu gelas saja, kok. Bagaimana?”






Haha.. kayaknya ini rencana Joon Mo cs yang tertawa licik itu. Alih-alih segelas, Seung Chan malah sudah minum berbotol-botol membuat Seung Chan mabuk dan berani berkata banmal dan memanggil Hae Young yang sudah pantas jadi kakeknya dengan sebutan, “Hae Hyung!” Hae Young hanya bisa geleng-geleng kepala dengan kelakukan mabuknya Seung Chan ini.
Karena mabuk, Seung Chan malah curhat mengenai acaranya yang sudah 7 tahun mengudara akan dihapus padahal ia baru masuk menjadi PD. Hae Young berkata 7 tahun itu belum ada apa-apanya dibanding umur acaranya yang sudah 35 tahun. Seung Chan berseru, “Hae Hyung kita ini benar-benar hebat! Kau ini memang jagoan!”
Pada tim documenter Hae Young menjelaskan kalau menjaga kelangsungan acara hingga 35 tahun itu tak semudah orang pikirkan. Ia kadang sudah merasa kesulitan berkata lantang. Tapi walau sulit ia tetap melakukannya. Kenapa? Karena ia menikmatinya. “Aku telah melakukannya selama 35 tahun karena aku menikmatinya.  Seharusnya kau juga tahu hal itu.“
Kok bisa Hae Young diwawancara tim documenter? Karena Seung Chan sudah tertidur karena mabuk. Ia sempat bangun dan berkata, “Hae Hyung! Aku mencintaimu!” Hahaha.. Hae Young malah terkekeh melihatnya.


CEO Byun datang ke rumah Cindy bersama Jini dan Manajer Kim. Saham perusahaannya anjlok dan rugi banyak, tapi manajemen masih mau bersusah payah demi Cindy. Oleh karena itu ia mengadakan wawancara untuk minta maaf atas kesalahan yang dilakukan Cindy. Manajer Kim menyalakan TV yang akan menayangkan acara Entertainment Weekly.


CEO Byun melirik penuh kemenangan pada Cindy yang tetap menjaga ekspresi dinginnya, sementara Jini terlihat khawatir dan tak suka walau ia di atas angin.

Penyiar Entertainment Weekly menceritakan kronologis skandal yang menimpa Cindy. Cindy dicap pembohong karena jika kebohongan Cindy ini memang diatur oleh pihak manajemen, tapi Cindy juga tak pernah membantah kebohongan itu. Penyiar EW mengatakan kalau beberapa saat sebelum EW mengudara, ia mendapatkan rekaman video saat Cindy memulai debutnya.


CEO Byun terbelalak melihat EW menayangkan rekaman lama. Saat Cindy menangis tersedu-sedu dan menceritakan asal usul keluarganya yang dari Chunchun dan sebenarnya orang tuanya sudah meninggal. Saat itu ia muncul dan memarahi Cindy yang harusnya menyebut orang tuanya ada di Amerika. Ia kemudian minta untuk wawancara ulang.

Manajer Kim tersenyum kecil melihat CEO Byun histeris dan menyuruhnya untuk menelepon Kadep karena ia akan menuntut KBS. Cindy tetap dengan ekspresi dinginnya. Ia sebenarnya sudah mengetahui hal ini sebelumnya. Ye Jin memberitahu kalau ia telah menemukan rekaman asli Pink4 dan telah memberikan rekaman itu pada seniornya di Entertainment Weekly.


Cindy bertanya bagaimana Ye Jin bisa menemukannya? Bukankah hal itu sangat susah? Ye Jin berkata kalau salah satu cameraman ingat pernah merekam wawancara itu. “Aku kan PD, tentu saja sangat mudah bagiku untuk langsung menemukannya.”

Melihat Cindy diam, Ye Jin menenangkan gadis itu kalau semua akan kembali seperti semula. Cindy akan baik-baik saja dan menitip pesan pada CEO Byun yang harus segera mencari perusahaan cleaning service.


Joon Mo menonton hal yang sama di kantor bersama Ye Jin dan tak bisa menyembunyikan kekagumannya karena Ye Jin bisa menemukan kaset rekaman itu. Jika pada Cindy ia berkata gampang-gampang, tapi pada Joon Mo ia mengeluh kalau kantung matanya semakin lebar karena ia begadang semalaman.

Walau Joon Mo tak pernah menceritakan padanya, ia tahu kalau Joon Mo sebenarnya tak pernah suka dengan CEO Byun dan Joon Mo sebenarnya mencemaskan Cindy. Karena itulah Cindy masih tetap ikut syuting di Morisoo.


Joon Mo berkata jika bukan karena video yang ditemukan Cindy, ia dan Cindy sudah dipangkas sejak lama. Berkat video yang ditemukan Ye Jin, mereka berdua bisa hidup. Melihat Ye Jin yang sudah amat sangat ngantuk, ia menawarkan Ye Jin untuk menginap di rumahnya. Bahaya bagi Cindy yang sudah capek dan masih harus menyetir ke rumah barunya yang sangat jauh. Lagian Ye Joon juga sering menginap di rumahnya.

Hahaha.. kayaknya rumah Ye Jin itu seperti di Bekasi dan rumah Joon Mo itu di kebayoran kali, ya dan kantor mereka di Senayan.

Kedua anak buah Joon Mo yang tadi ikut mengerjai Seung Chan khawatir karena Seung Chan belum pulang juga. Joon Mo meminta mereka untuk tak usah cemas karena Seung Chan pasti akan kembali.


Dan benar saja. Seung Chan pulang dengan masih mabuk. Ia sekarang memanggil Joon Mo dengan panggilan namanya saja dan setengah berlari untuk memeluk Ye Jin. Tapi ia malah jatuh tersungkur karena Joon Mo menjulurkan kaki untuk menjegalnya. Hahaha.. kejam, ih.


Tapi ia bangkit kembali dan mulai mengumumkan rahasia Joon Mo. Tapi Ye Jin keburu menutup mulutnya, mencegahnya bicara. Seung Chan berhasil melepaskan diri, tapi ganti Joon Mo yang membekap mulutnya. Ia melihat Tae Ho muncul dan memanggilnya, “Tae Ho-ya..!”


Haha.. Tae Ho bengong melihat kekurangajaran Seung Chan dan mendelik saat Seung Chan menghampirinya untuk mengelus rambutnya, “Tae Ho kita yang manis.. Sekarang aku akan mengumumkan sesuatu yang penting untuk kalian semua. Joon Bal dan siputnya..”

Joon Mo dan si siput kemudian menarik Seung Chan dan menyeretnya keluar agar tak membocorkan rahasia mereka. Mereka membawa Seung Chan pulang yang terhuyung-huyung berjalan mundur dan malah mengeluh kalau Joon Mo dan Ye Jin yang berjalan tidak stabil. Ye Jin pun menyamakan langkah dengan Seung Chan, membuat Seung Chan tenang kembali.


Namun keduanya bengong saat Seung Chan berkata, “Sunbae, Seung Chan-ee pingin banget untuk minum yang kedua kali! Akyu pingin banget maem guritaaaa…”

Hahaha.. Ye Jin terbelalak melihat Seung Chan yang sok imut,”Astaga.. dia itu meniru seseorang kan?” Joon Mo mendesah pasrah, “Apa kau sudah ingat?” Ye Jin berkata kalau ia hanya mendengar bagaimana ia mabuk dari orang lain dan ia belum perah melihatnya. Ia baru menyadari betapa mengerikannya saat ia mabuk. Joon Mo berkata kalau ia selama ini adalah Gandhi.


Seung Chan berbalik dan melompat-lompat seperti ayam dan berkata kalau ia ingin makan ayam kukus. Ye Jin panik tak tahu harus melakukan apa, tapi Joon Mo malah menyamakan tingkah Seung Chan, ikut melompat-lompat.

Mendadak Seung Chan berhenti melompat dan menatap Joon Mo tajam. Matanya berbinar saat berseru, “Ahh.. ayam kukus!!” Sepersekian detik kemudian ia menarik Joon Mo dan mencium bibirnya.


Hahahaha…. LOL. Joon Mo berteriak jijik sedangkan Ye Jin cekikikan tak henti-henti. Seung Chan? Berlari puas karena telah ‘makan’ ayam kukus. Hahaha.. eww..


Keesokan paginya Seung Chan bangun di apartemen. Ye Joon muncul dan heran melihat kehadiran Seung Chan. Joon Mo keluar kamar dan menatap kecut pada Seung Chan yang menyapa penuh kesopanan. Tapi tak mengatakan apapun, ia langsung masuk kamar mandi. Seung Chan heran melihat Ye Jin juga menginap di rumah Joon Mo.


Ye Jin tersenyum dan bertanya apakah Seung Chan ingat apa yang terjadi kemarin. Namun ia mencegah Seung Chan mengingat-ingat kejadian kemarin,”Lebih baik jika kau tak mengingatnya. Jangan mencoba terlalu keras mengingatnya.”


Joon Mo keluar dari kamar mandi dan menatap Seung Chan yang polos. Ia menyentuh bibirnya tapi hanya bisa mendesah kesal, masuk kamar lagi. Hahaha.. pasti susah hilang dari ingatan tuh..

Ye Jin memberitahukan Seung Chan kalau nama Cindy sudah baik kembali.


CEO Byun membaca berita-berita yang sekarang berbalik menghujatnya. Di kantornya pun sekarang penuh coretan-coretan kebencian yang ditujukan khusus padanya. Cindy muncul dan bertanya apa CEO Byun butuh nomor telepon cleaning service yang handal. “Mobilku sering dikotori seperti ini beberapa kali, jadi aku tahu mana perusahaan cleaning service yang bagus. Mungkin mereka akan memberikan diskon untukmu.”


CEO Byun mengajak Cindy makan dan memberikan surat pemutusan kontrak, meminta Cindy untuk segera men-stempelnya. Tanpa berkata-kata, Cindy mengeluarkan stempelnya  untuk dibubuhkan di kontrak tersebut. Tapi CEO Byun mencegahnya, “Cindy-ah.. lain kali, baca dulu isi kontraknya sebelum kau tandatangani. Cari apa ada yang tidak sesuai sebelum kau keluarkan stempel. Mengerti?”


Cindy berkata, “Aku mengerti,” dan mulai membaca kontrak tersebut sambil mendengarkan ucapan CEO Byun. CEO Byun berkata kalau ia memutuskan kerja sama ini bukan karena ia takut pada pandangan orang padanya. (“Aku mengerti”). Ia akan bangkit kembali. (“Aku mengerti.”).

Selama 10 tahun terakhir, Cindy adalah kebahagiaannya. Ia ingin Cindy tampak lebih bersinar dari yang lain dan ia mengusir semua ancaman yang membahayakan Cindy. “Aku memburu dan menghancurkan semuanya demimu. Sebelum kau membalikkan punggungmu, aku ingin mengatakan kalau aku benar-benar .. menganggapmu sebagai anakku sendiri.”


“Aku mengerti,” CEO Byun terkejut mendengar jawaban Cindy. Cindy meletakkan kontrak itu dan berkata, “Walau dengan cara yang salah, tapi aku tahu.. kalau Ibu menyayangiku. Bukannya aku tak menyadari, tapi aku sangat menyadarinya. Karena itulah aku mencoba meninggalkan Ibu. Ibu jangan khawatir ditinggalkan. Jangan memaksa dengan kontrak yang tak adil dan mengeksploitasi kelemahan mereka. Semua ada batasnya. Orang tak akan mau berada di samping Ibu untuk hal seperti itu.”

Cindy tahu kalau CEO Byun tak akan berubah secepat itu. Tapi ia ingin agar CEO Byun memikirkan ucapannya sekali saja. “Aku tak ingin hidup seperti Ibu, karena itulah aku pergi.”

CEO Byun tercenung mendengar ucapan Cindy. Tapi ia tak menjawab apapun kecuali mengajak Cindy untuk mulai makan.


Seung Chan bertemu dengan Tae Ho yang langsung menyodorkan kepalanya untuk dibelai. Haha.. Seung Chan buru-buru berkata kalau sejak saat ini ia akan berhenti minum. Tapi Tae Ho malah menyuruh untuk Seung Chan untuk terus membuat kesalahan dan terus belajar untuk minta maaf. Seung Chan buru-buru minta maaf dan Tae Ho pun tersenyum.

Saat akan keluar lift, Tae Ho memberitahukan kalau preview yang dibuat Seung Chan itu memang amatir tapi sangat lucu. Putrinya tertawa melihat preview itu dan berkomentar, “Heol, apa-apaan ini?!”

Pada tim documenter, Seung Chan tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya mendengar pujian anak Tae Ho. Saat di sekolah, leluconnya selalu garing seberapa keras ia mencoba. Jadi sekarang saat ada orang yang bisa tertawa terbahak-bahak melihat preview-nya, perasaannya amat sangat senang.


PD teman Seung Chan menilai kalau Seung Chan sekarang kecanduan untuk membuat orang tertawa dan bahagia. Seung Chan setuju. Ia merasa bangga karena walau hanya 30 detik tapi ia berhasil membuat seseorang tertawa. PD itu menyelamatinya, tapi ia mengingatkan kalau hal itu tak sehat karena seperti kata-katanya tadi, rasanya seperti candu. “Semuanya akan berakhir setelah semua energimu tersedot habis.”


PD itu menunjukkan kalau semua barang di ruangan ini dulunya sangat populer, tapi sekarang hanya menjadi barang antik. Popularitas akan hilang sejalan dengan waktu. Karena itulah ia selalu berhati-hati dengan semua barang yang ada di ruangan ini karena semua ini membuanya merasa sentimentil.


Seung Chan heran, mengapa PD itu tak pernah ikut rapat? PD itu tersipu dan meletakkan kedua tangan di pipinya. Senior Seung Chan muncul dan bertanya apa yang dilakukan Seung Chan di ruangan ini. Seung Chan menjawab kalau ia sedang berbicara dengan PD lapangan sekarang. Ia menoleh ke arah unicorn. Tak ada siapapun di sana.
Hahaha.. merinding saya. Pantes kok adegan terakhir ini si PD pake baju putih dan tampak soft banget.


Di rapat semua membicarakan tentang PD itu. Salah satu menyalahkan Seung Chan yang kebanyakan minum, tapi yang lain mengatakan kalau memang ada orang yang berpura-pura kerja di stasiun TV. Memakai ID palsu dan berjalan-jalan ke sekeliling gedung. Seniornya memberikan alternatif lain, “Apa mungkinnn.. hantu?”


Seung Chan langsung merinding dan menatap ke langit-langit, meminta mereka menghentikan perbincangan ini. Tapi Joon Mo tersenyum usil. Apa Seung Chan berbicara banyak dengannya? Ya. Makan bersama? Ya. Pergi meliput acara bersamanya? Ya.

“Tapi tak pernah ada orang ketiga? Hanya kau dan dia saja yang bicara?” tanya Joon Mo pada Seung Chan yang menggigit bibir cemas. Semua orang merasa merinding dan berteriak kaget saat Joon Mo berseru, “Hei!! Kau akan sukses besar.” Ia naik ke atas meja untuk menyelamati Seung Chan. “Kau baru saja bertemu hantu penunggu yang terkenal itu. Wow!”


Semuanya tertawa dan bertepuk tangan. Tapi Seung Chan tak merasa senang sama sekali. Ia membuka-buka catatannya, melihat semua petuah dan nasihat yang diberikan oleh PD itu, err.. hantu PD?


Kepada tim documenter ia berkata kalau ia adalah orang yang lebih percaya pada sains dan ia bersumpah kalau ia tak melihat hantu. Saat ditanya siapakah orang itu, Seung Chan berpikir sejenak sebelum menjawab, “Seorang peri. Peri TV. Kedengarannya lebih baik, kan? Peri. Tinkerbell.”

Haha.. terserahlah, Dik. Apalah-apalah yang bisa membuatmu tidur nyenyak nanti malam.


Hong Soon menjadi stalker abadi Yang Mi. Tapi Yang Mi terus cuek walau sadar dikuntit terus menerus oleh Hong Soon. Tae Ho yang tak sadar apa yang sedang dialami anak buahnya, memberi kesempatan yang tak terduga. Makan malam bersama Presdir KBS. Tentu saja Hong Soon tak menyia-nyiakan kesempatan itu.


Kadep memperingatkan kalau mood Presdir sedang tak bagus, dan ia selalu memendam kekesalan jika seseorang melakukan kesalahan padanya. Sekarang ia mengajak mereka minum-minum dan meminta Hong Soon untuk tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Hong Soon berjanji akan melakukan yang terbaik malam ini.


Hong Soon terlihat kaku dan menurut Tae Ho kekakuan Hong Soon disebabkan oleh tubuh Tae Ho yang gempal sehingga kelihatan kaku. Hong Soon langsung menunjukkan lengannya yang berotot, membuat Presdir berkomentar, “Wow, kau pasti sering nge-gym. Kau tak bisa menciptakan otot dengan hanya latihan beberapa hari. Departemen Variety pasti sangat santai akhir-akhir ini.”

Doeng.. Kadep dan Tae Ho berhenti tertawa mendengar sindiran Presdir. Hong Soon langsung mengambil alih saat daging barbeque datang. Ia membakar daging dengan kematangan sempurna dan menyajikan ala chef bintang lima. Presdir terkesan dan semakin terkesan saat Hong Soon membuat aurora cocktail. Ia memuji Hong Soon yang sangat luar biasa.


Semuanya berjalan mulus hingga Hong Soon mendapat pesan dari Yang Mi. Aku akan memberimu 30 menit. Jodoh 30 menit. Jika kau tak muncul dalam waktu 30 menit, hubungan kita benar-benar akan berakhir. Tempatnya di restoran ddeokboki yang pernah kita datangi.


Hong Soon terkejut. Sejenak ia ragu, namun akhirnya ia memutuskan. Tapi keraguannya muncul lagi saat Presdir berniat menuangkan minum untuknya. Berarti Presdir sudah menyukainya. “Pak Presdir, mungkin sekarang saya sudah gila. Tapi maafkan saya!”


Hong Soon meninggalkan semuanya yang hanya bisa bengong melihatnya lari terbirit-birit. Ia terengah-engah saat sampai di restoran. Yang Mi berkata kalau ia baru sampai 1 jam kemudian, sangat terlambat dari tenggat waktu. Hong Soon menjawab, “Merupakan keajaiban aku sampai secepat ini dari Gangnam. Jika kau tahu apa yang baru saja aku tinggalkan, kau tak mungkin mengatakan hal seperti itu padaku.”


Yang Mi ingin tahu apa yang baru saja Hong Soon tinggalkan. Hong Soon tak mau menjawab karena tahu Yang Mi pasti akan menyesal jika mendengarnya. Saat makanan datang, ia mencampurnya dengan penuh gaya dan menyajikan nasi yang dibentuk hati. Aww.. jika Presdir saja terkesan, Yang Mi amat sangat terkesan.

Pada tim documenter, ia merasa menyesal. Ia pasti sudah gila malam itu. Saat kesadarannya muncul, Kadep sudah pergi, begitu pula dengan Presdir. Dan Kadep sekarang tak mau menerima teleponnya lagi. “Walau benar, aku sekarang telah pacaran dengan Go Yang Mi. Tapi dia kan bukan anak Presdir,”tangisnya.


Ye Jin bertemu dengan penjaga taman dan berterima kasih karena telah memperbaiki lampu taman. Penjaga taman itu bercerita kalau mereka menerima keluhan yang terus- menerus menelepon divisi mereka dari pagi hingga malam. Padahal orang itu bukan penghuni daerah itu. Penjaga taman tak tahu alasannya, tapi orang itu mengaku sebagai PD dan mengancam akan membuat liputan mengenai hal ini jika mereka tak memperbaiki lampu daerah sini.


Berpikir kalau Seung Chan yang melakukannya, Ye Jin pun mengkonfrontasikan hal itu pada Seung Chan. Ia memarahi Seung Chan yang menggunakan jabatan PD-nya untuk memaksa orang melakukan apa yang Seung Chan inginkan. Apalagi dengan ancaman membawa cameraman segala. “Memang kau mau apa? Apa mau selfie dengan kamera itu?”


Seung Chan malah bingung dan bertanya apa Ye Jin sedang membicarakan tentang lampu jalan? Apa orang itu mengajukan complain? Apa lampu itu sekarang sudah menyala? Apa orang itu mengaku seorang PD? Ye Jin mengiyakan semuanya.


Seung Chan terdiam sejenak sebelum mengaku kalau bukan ia yang melakukan semua itu. Ia sekarang melihat Joon Mo dengan sebuah pandangan baru.


Joon Mo yang akhirnya menyadari kalau Seung Chan terus memandanginya. Ia memberitahukan sebuah kabar baik. Program mereka masih akan tetap berjalan. Rating sedikit meningkat. Berkat Cindy juga preview yang dibuat Seung Chan. Kali ini Joon Mo akan menyerahkan sepenuhnya pembuatan preview episode berikutnya pada Seung Chan.


Walau Seung Chan merasa senang mendapat tanggung jawab sebesar itu, ia bertanya tentang suatu hal yang terus menghantui pikirannya. “Bagaimana kau bisa mempertahankan hubungan dengan Ye Jin hingga sekian lama?” 

Joon Mo tak menjawab. Tapi kita mendengar jawaban dari Song Hae Young, yang menjawab pertanyaan apakah ia sudah menduga kalau acaranya akan menjadi acara yang akan terus berlangsung? Ia tak pernah menyangka saat ia memulai acara itu.  Pada awalnya ia hanya memulai dengan tidak serius. Ia berpikir ia akan meninggalkannya jika tak berhasil. Banyak kejadian yang mirip seperti ini, yang akhirnya program itu malah berumur panjang.


Dulu acara itu berawal untuk menghibur para tentara wamil. Saat itu ada 230 kesatuan, dan ia berpikir acaranya akan berakhir dalam 2 tahun. Tapi ternyata masih banyak tempat yang harus mereka kunjungi. “Bukankah itu sama dengan sebuah hubungan? Kau tak pernah bisa menduga bagaimana akhirnya. Lakukan saja dan itu akan berumur panjang.”


Seung Chan juga ia tak tahu kalau semuanya akan menjadi seperti ini. Ia teringat di hari pertamanya, di hari hujan, ia merasa putus asa. Merasa semua ilmu yang ia dapatkan di kampus tak ada gunanya dan sebuah kesalahan besar karena masuk ke KBS. Saat itu ia selalu merasa cemas dan selalu mengatakan pada dirinya sendiri. Ayo coba lakukan saja hari ini dan jika tak berhasil, maka aku akan keluar.Lakukan saja besok dan jika tak berhasil, aku akan kabur.

Dan saat ia menjalani hari demi hari, musim semi juga berlalu bagi semua orang.


Bagi orang yang merasa kalau keberadaannya adalah hal yang seharusnya, ia diberi kesempatan kedua untuk memulainya lagi. Dan kita melihat bagaimana Joon Mo bersikap lebih perhatian pada Ye Jin saat menonton 1N2D.


Bagi orang yang ingin terlahir kembali, ia harus melepaskan semua kenyamanan yang selama ini ia nikmati. Dan kita melihat Cindy yang meninggalkan penthouse mewahnya ditemani oleh Oppa Manajer dengan mobil sedan, bukan mobil besar yang biasanya ia pakai.

Beberapa orang merubah perasaan benci menjadi cinta. Tentu saja ini berlaku untuk Hong Soon dan Yang Mi yang diam-diam berpegangan tangan di lift.


Dan bagi orang lain, untuk melindungi sebuah pusaka, ia bekerja keras setiap hari.Dan kita melihat Song Hae Young mempelajari naskah National Singing Contest yang sebenarnya prosesinya sudah ia hapal luar kepala.

Di atas meja, terbuka bab 12. Memahami Program yang Berumur Panjang. Jangan pernah lupa awalnya.


Dan Seung Chan berkata walau musim terus berganti, ia mencoba untuk tak pernah melupakan bagaimana ia memulai semua ini. Merasa menjadi orang yang paling tak berguna dan harus terus bertahan untuk hari ini saja. Aku tak akan pernah melupakan perasaan itu.



Saat Seung Chan menatap ayunan di taman, teringat waktu-waktu bersama Ye Jin, ia berkata, Dan awal dari sebuah hubungan yang tak terduga. Dengannya, aku merasa bahagia di musim semi ini. Aku tak akan pernah melupakan perasaan itu.



Ye Jin berjalan di taman yang tak lagi gelap dan ia tersenyum. Joon Mo yang sudah terlelap, terbangun karena ada telepon dari Ye Jin yang mengeluh kalau ada nyamuk besar di kamarnya dan meminta Joon Mo untuk menangkapnya. Tentu saja Joon Mo yang sudah terlelap tak mau pergi ke Kyuido yang jauh. ”Biarkan saja mereka menggigitmu. Mereka kan juga perlu hidup.” Dan ia menutup telepon.


Tapi hanya beberapa detik, karena ia bangun dan memakai kaos kakinya sambil menggerutu. Aww.. Dan sepanjang perjalanan ia terus menggerutu, menyesali kenapa juga Ye Jin harus pindah. Karena tetap saja ia yang paling menderita. Melewati taman, ia malah menemukan Ye Jin berdiri di sana, yakin kalau Joon Mo pasti akan datang.


Ye Jin menunjukkan lampu-lampu taman yang sudah menyala berkat seseorang yang mengajukan complain. Joon Mo pura-pura tak tahu, tapi tak bisa mengelak setelah Ye Jin mengatakan kalau orang itu adalah seorang PD yang bahkan mengancam untuk menggunakan kekuasaannya. Ye Jin tersenyum mendengarnya.


Ia tahu kalau Joon Mo itu pemalas, suka tidur dan egois, tapi Joon Mo mau jauh-jauh datang demi dirinya. “Kenapa kau datang kemari? Kenapa kau mengajukan complain seperti orang gila?” Joon Mo tak kunjung menjawab, membuat Ye Jin kesal dan berbalik pergi. “Kalau kau memang tak mau bicara, aku akan pergi saja!”


Joon Mo buru-buru menghentikan Ye Jin. Ia menarik nafas dan berkata, “Tak Ye Jin, dengarkan baik-baik. Saat kita di SMA, kau murid yang pintar. Sulit sekali bagiku karena aku ingin satu kampus denganmu. Saat kau tiba-tiba berkata ingin menjadi PD, itu juga menyebalkan karena aku ikut harus ikut ujian penyiaran. Walaupun sulit dan menyebalkan, tapi .. aku mengikutimu.

Tapi walaupun aku menghabiskan separuh hidupku dengan mengejarmu, aku tak tahu kalau itu bukanlah karena sebuah kebiasaan, tapi karena cinta.” Ye Jin terpana mendengarnya dan terus mendengarkan ucapan Joon Mo. “Jika kita memulai hubungan kita dengan kata-kata itu, aku khawatir kalau kita akan putus karena sifat pemalasku. Karena itulah aku ragu sekian lama. Tapi kau tak pergi meninggalkanku dan terus berada di sampingku seperti permen karet… Terima kasih.”


Ye Jin tersenyum walau matanya berkaca-kaca. Joon Mo meraihnya dan memeluknya erat.

Cindy mengendarai mobilnya sendiri dan menghela nafas melihat barang-barang yang harus ia bawa. Ia melihat sekelebat  bayangan Seung Chan dan wajahnya berbinar senang. Ia segera memanggil Seung Chan dan mereka berbasa-basi. Cindy datang sendirian karena manajernya naik bis dan sekarang kena macet. Ia sedang membiasakan diri karena ia menjadi manajer dirinya sendiri.

Seung Chan mengangguk-angguk canggung. Ia menyemangati Cindy dengan Fighting! dan berlalu pergi jika Cindy tak menghentikannya, “Apa kau ingin bermain Batu-kertas-gunting?” Tanpa menunggu persetujuan Seung Chan, Cindy mengulurkan tangannya. Seung Chan reflek juga mengeluarkan tangannya.

Sama seperti sebelumnya, Cindy kembali kalah. Mendesah kecewa, Cindy melepaskan Seung Chan pergi. Suatu saat nanti ia pasti akan menang dan sambil menggerutu Cindy mulai mengangkati koper-kopernya. Seung Chan tak dapat menahan tawa geli mendengar gerutuan Cindy. Tanpa ba bi bu, ia mengambil kedua koper Cindy dan membawanya pergi.


Sejenak terpana, Cindy tersenyum lebar dan setelah menutup pintu mobil, ia berseru, “Tunggu aku!” Dan mereka pun berjalan bersama menuju gedung.

Epilog


Joon Mo berkata ia diberi kesempatan 3 bulan lagi dan ia yakin ia akan menang di musim gugur ini. Ia bahkan mendengar orang-orang berkomentar kalau ia telah sedikit berubah. Kenyataannya Joon Mo masih berteriak frustasi dan menyuruh anak buahnya untuk sumbang ide untuk episode berikutnya. Pada tim documenter ia berkata kalau sekarang ia bukan peragu lagi dan ia berpegang teguh pada keputusannya. Ia merasa seluruh anak buahnya lebih percaya padanya.

Wajah Joon Mo berbinar saat ditanyai tentang Ye Jin. Hubungan mereka baik-baik saja. Tapi ia kemudian berkata kalau ia ingin lebih berhati-hati. “Bicara on the record untuk masalah ini sepertinya terlalu jauh, kan?”


Saat Ye Jin diwawancarai, ia berkata kalau tak ada yang tahu apa yang terjadi di masa depan. Dulu ia heran mengapa orang selalu membicarakan tentang rumah mereka, tapi ia sekarang memahami alasannya sejak punya rumah sendiri. Ia merasa hidupnya sedikit berubah.

Mungkin perubahan yang dimaksud adalah kemacetan yang dialami setiap pagi, yang dulu tak pernah ia alami. Ia juga berkata kalau ia sejak punya pacar yang notabene adalah teman sendiri, ia merasa lebih tenang. Jika ia menghadapi masalah, refleksnya sekarang bukanlah langsung melawan, tapi menerima seperti air yang mengalir.

Ada telepon masuk dan Ye Jin langsung darah tinggi saat mendengar perintah atasannya yang tak masuk akal. Ia tak mau membuat pertunjukkan yang murahan walau itu perintah dari bos besar. Ia terus marah-marah hingga ia sadar kalau ia masih on camera. Ia langsung menutup telepon dan mengangkat bahu sambil tersenyum lebar.


Sedangkan Cindy, yang memanajeri aktivitasnya sendiri, mengaku kalau tak banyak perubahan yang ia alami. Mungkin banyak kesulitan yang muncul jika ia adalah pendatang baru, “Tapi aku kan Cindy.” Ia tersenyum manis, namun sedetik kemudian berseru pada manajernya, “Oppa, kau kan tahu kalau mobil ini sedang diparkir sehingga aku bisa diwawancarai, bagaimana mungkin mobil masih kau nyalakan? Bensin ini tidak gratis, tauk?!”

Sadar kalau ia masih diwawancarai, Cindy berkata, “Karena aku semua-muanya sendiri.. dunia ternyata tak semudah yang kukira.” Ia memandang jauh dan separuh menggumam, “Dan yang paling susah adalah Baek Seung Chan.”


Aww… sementara Baek Seung Chan sekarang merasa gembira karena preview yang ia buat menjadi topic ke-8 di daftar pencarian. Sementara minggu lalu masuk ke peringkat 6. “Aku tak bermaksud mengukur popularitasku. Tapi karena banyak orang menyukainya, mereka mengatakan aku seperti Bong Joon Ho atau Park Chan Wook-nya dunia variety.” Ia tersipu malu. “Tentu saja aku tak layak mendapat pujian itu.”

Tiba-tiba Joon Mo menyela, menanyakan kwitansi yang hilang. Seung Chan berkilah kalau ia sudah memasukkan semua pengeluaran lengkap dengan kwitansi. Tapi Joon Mo terus mengomel, “Apa kau akan terus mengurus bon dan kwitansi seperti ini? Dan kau menyebut dirimu itu seorang PD?!”

Komentar :


Dan itulah ending-nya. Open ending? Kayaknya sih enggak. Joon Mo pada akhirnya jadian dengan Ye Jin. Pacaran setelah 25 tahun berteman. Hmm.. mungkin menikah setelah 10 tahun pacaran. Hahaha.. tuwir dong, ya.. Nggak, lah.

Dengan orang tua yang sudah pengen menimang cucu, pernikahan mereka paling lama adalah 2 tahun. Apalagi dengan Ye Joon yang sudah menjadi penghuni kos di rumah Joon Mo. Calon adik ipar saja sudah hidup di rumahnya, masa iya calon istrinya belum?

Mungkin yang open ending adalah Seung Chan. Cindy merasa sulit sekali untuk bisa dekat dengan Seung Chan. Tapi mungkiiinn.. mungkin Seung Chan masih mengharapkan Ye Jin. Jadi selama janur kuning belum melengkung, Seung Chan masih merasa memiliki harapan.

Dan setelah Ye Jin menikah, Seung Chan mungkin akan memperhatikan Cindy. Asal belum terlambat aja, sih..


Menurut saya, yang paling menarik untuk dibicarakan dalam drama ini adalah Cindy atau IU. Mulanya saya heran melihat sikap Cindy yang kaku dan sejenak saya teringat pada akting Suzy yang kaku banget di Dream High. Apakah ini parodi dari Suzy?

Ternyata tidak. Cindy memang dingin karena ia tak peduli. Tapi ia mulai berubah, dan akting IU jempol banget. Perubahan Cindy sangat terasa sekali. Dari keempat aktor, menurut saya akting Cindy yang layak diapresiasi. Mungkin karena kita memang sudah mengharap akting Cha Tae Hyun, Gong Hyo Jin dan Kim Soo Hyun memang bagus. Tapi IU? Ia hebat sebagai penyanyi tapi sebagai aktris, ia masih belum bisa disandingkan dengan ketiganya.

Tapi perubahan Cindy yang kaku, yang terluka, menutupi rasa sakit hatinya, berani adu mulut dengan Ye Jin, bahagia dengan sedikit perhatian dari ketiga ‘sahabatnya’, tampak sekali diperlihatkan oleh IU. Mungkin dengan partner kerja aktor-aktor berpengalaman membuat Cindy bisa menunjukkan totalitas aktingnya.

Good job, IU!


9 comments :

  1. sedikit re-type mbak dee,
    kalimat terakhir, maksudnya IU khan mbak bukan cindy,

    kalo diingat2 bener sich kata mbak dee, akting IU di drama ini jempolan,
    tapi kalo aku cukup terkejut juga sama akting soo hyun,
    dan aslinya juga ternyata rada2 juga kalo ngeliat NG-nya,

    ReplyDelete
  2. dress terbaik gong hyo jin (menurutku)
    long dress biru ... :) cantik deh unnie

    ReplyDelete
  3. sama mbk,,,
    sy wktu lht adegan seung chan dg tman PD nya it, jga mrasa sdkit aneh,,
    kx tumben, it PD pke bju serba putih dan kelihatan bersinar,,,
    eehhh trnyata dia ha*tu hiiiiiii
    tp tetep ganteng sich hhhh #salah fokus

    ReplyDelete
  4. alhamdulillah sinopsis ending producer udah keluar.. thanks ya mba dee :-)

    maaf nih sinopsis unkind womennya ko ga dilanjutin.. :-(

    ReplyDelete
  5. Udah ditungguin lama bener... akhirnya keluar jg... lucu bener sih seung chan yg lg niruin ye jin mabok... ngakak...
    Ada yg blg drama ini ttg seung chan's kiss... soalnya dia nyium ke 3 pemeran utama... hahaha...

    ReplyDelete
  6. Hihihihi...
    Adegan mabuk nya itu lho....
    Yang beneran bikin lol..

    Apalagi suara seung chan
    saat ingin kan minum lagi
    Aegyo banget :bwahahahaha

    Makasih mbak Dee

    ReplyDelete
  7. Waahh ending nya, buat hati berbunga-bunga, mata berbinar-binar dan blushing ☺
    Baby hyun memang pantas kalau akting jd seorang yg pendiam/ tidak banyak bicara. Karna aku pertama kali kenal baby hyun di My Love From The Star jadi otakku secara otomatis berpikir mungkin memang dia seseorang yg pendiam & gak banyak bicara.
    Pokoknya untuk drama ini, aku suka banget. Semua artisnya keren, dan juga mengesankan banget.

    Thank for kdramatized for the sipnosis, aku selalu baca sipnosis kdrama disini karena rapi dan bahasanya bagus. Sukses untuk kedepan nya 😉

    ReplyDelete
  8. And.......good joob bak Dee....
    And for trio ahjuma tto......
    Jeongmal...kaamsaishimnida.....

    ReplyDelete
  9. hahahaha, saya udah curiga karena si pd teman seung chan itu nggak punya nama, betah di tempat itu, dan cuma bicara sama seung chan aja
    masa iya, kemampuannya tae yang (gong hyo jin) juga nular ke seung chan? atau memang seung chan saja yang berhalusinasi?
    pokoknya thank you lah sama swnim dengan karakter 'peri' ini
    mengganti hantu dengan peri tidak akan membuat kita takut bukan? padahal itu hanya mengganti nama subjeknya
    sama seperti mengganti nama ceo dan ibu, terasa berbeda...
    drama antik nan padat ini menarik dengan caranya :)
    tidak hanya menampilkan bagaimana produsernya, tapi bagaimana produser dan artisnya
    so, peace ^^v
    and good joob trio ahjumma! so cool merekap drama ini >.<
    kerasa banget keunikan analisis dari ketiganya
    tidak ketinggalan saya juga setuju tentang IU, sampai jumpa di next story~

    ReplyDelete