June 4, 2015

The Producer Episode 5

The Producers Episode 5 – 1


Cindy terpesona melihat betapa gentleman-nya Seung Chan padanya. Untuk sesaat ia tak bisa berkata apa-apa.

Tapi hanya sesaat, karena saat Seung Chan menoleh pada kameraman yang menyembunyikan kamera di dalam jaketnya, Seung Chan langsung berlari memayungi si kameraman. Cindy mengerutkan kening, kesal.


Hehe… Seung Chan kira dirinya itu ojek payung, kali ya..


Ketika diwawancarai, Seung Chan menjelaskan alasannya menggunakan payung itu adalah siapa yang paling terpengaruh oleh basahnya hujan. Seakan menemukan jawaban tepat dalam ujian, matanya berbinar saat memnjawab kalau ia memutuskan kalau kameraman-lah yang paling terpengaruh jika kameranya basah.

Matanya berubah bingung saat kameraman bertanya apa Cindy tidak kesal dengan keputusan Seung Chan. Mungkin baru sadar dia,


Atau mungkin juga tidak. Saat Cindy minta untuk merekam ulang adegannya membantu membuat tenda (yang sebenarnya didirikan oleh Seung  Chan) dan nanti Seung Chan akan membuat caption di layar dengan warna pink, Seung Chan menolak. Apa susahnya menulis caption dalam warna pink? Seung Chan menjawab, “Bukan warna pink-nya yang tidak bisa. Tapi berbohongnya .”

“Apa kau itu sedang syuting film documenter?” sindir Cindy. “Kalau kau mau syuting documenter, pergi saja ke gunung dan ambil gambar rakun. Ini adalah variety show yang menghibur. Harus menghibur.”

“Tapi ini adalah variey show yang sebenarnya. Tepatnya ‘variety show yang sebenarnya di lapangan’”, jawab Seung Chan memberitahukan jargon 1N2D. Cindy menghela nafas.


Di tempat lain, para staf melaporkan aktivitas Cindy ke Joon Mo. Mereka kagum pada kemampuan Seung Chan berani menyuruh Cindymau melakukan semua kegiatan 1N2D yang ala-ala itu. Padahal aktris yang dulu-dulu pernah tampil, selalu menolak dengan berbagai alasan.

Semuanya tertawa-tawa hingga salah satu dari mereka bertanya, “Kalian tak akan berharap Seung Chan akan melakukan permainan ‘beruntung atau dihukum’ untuk makan malamnya, kan?” Semua terdiam dan Joon Mo menyuruh stafnya untuk menelepon Seung Chan untuk membatalkannya.


Tapi terlambat. Seung Chan sudah melakukannya. Cindy disuruh berputar-putar kemudian menembakkan air. Dan Cindy gagal. Cindy mengeluh kalau permainan ini terlalu sulit baginya, apalagi ia belum makan sama sekali. Ia mengerjapkan mata, berharap Seung Chan memberikan kelonggaran baginya.

Seung Chan memberinya kesempatan sekali lagi dengan cara mendapat semangat dari  teman. Jika Cindy menelepon teman dan teman itu menyemangati Cindy yang sedang syuting 1N2D, maka Cindy akan mendapat makan malam.


Cindy nampak enggan melakukannya. Khawatir tepatnya. Ia menelepon salah satu anggota Pinky4, tapi tak diangkat. Satu lagi menerima teleponnya. Saat Cindy berkata kalau ia sedang ada di depan kamera untuk 1N2D, temannya itu malah menjawab ketus, “Jadi kau mau apa? Kau ingin aku menyemangatimu, gitu? Kau itu benar-benar, ya.. Jangan pernah meneleponku lagi!”

Seung Chan dan kameraman berpandang-pandangan sebelum Seung Chan berkata lirih, “Gagal!”


Berarti Cindy tak dapat makan malam. Cindy tertunduk lesu di dalam tenda saat Seung Chan masuk memberitahukan kalau ia akan memasang kamera di dalam tenda. Walau Cindy menyahut, Seung Chan tetap bicara..

Ia tahu kalau ini pertama kalinya Cindy tidur di luar, jadi ia tak tahu apakah Cindy mengalami kesulitan tidur atau tidak. Karena itu ia membawakan headphone dan buku bacaan miliknya agar Cindy bisa cepat tertidur.  Ia juga memberikan topi miliknya jika rambut Cindy besok berantakan. Cindy menerima semua pemberian itu dengan malas.


Cindy meminta agar Seung Chan memotong adegan saat ia menelepon temannya. Seung Chan merasa kesulitan karena ia tak berwenang dalam editing.  Seolah membela diri, Cindy berkata kalau ia tak terkucilkan dan benar-benar punya teman. Ia tak mengada-ada. Hanya saja semua temannya sibuk. 

“Tapi jika hal itu ditayangkan, semuanya akan berpikir kalau aku tak punya teman. Dan image Christine pun juga akan jelek.” Cindy tertunduk dan berkata lirih, “Kumohon hapuslah bagian itu.”
Seung Chan tak bisa menjawabnya, maka ia mundur perlahan.

Episode 5 : Memahami Editing


Cindy akhirnya bergabung dengan anggota lainnya. Dan ia kembali melakukan permainan tebak kata. Dengan Seung Chan yang menjadi partner-nya dan memberi petunjuk-petunjuk ilmiah, Cindy tak kunjung menemukan kata-kata yang dimaksud. Sebenarnya tak hanya Cindy yang bingung, semua anggota 1N2D dan rekan Seung Chan pun juga terlihat kebingungan mendengar petunjuk-petunjuk yang hanya ada di National Geographic.

Akhirnya Cindy berhasil menjawab satu pertanyaan walau petunjuknya tetap tidak umum. Yay! Tapi sayangnya rol kamera pas habis dan syuting harus berhenti untuk pasang ulang. Bertepatan dengan itu, muncul CEO Byun yang datang menghardik Joon Mo, membuat Cindy malu.


Tak hanya Joon Mo yang kena semprot, tapi Seung Chan juga yang dianggapnya memberi petunjuk-petunjuk yang payah.


Secara terpisah, CEO Byun memarahi Joon Mo yang tak menghargai Cindy yang sangat bernilai. Setiap tindakannya menyebabkan saham perusahaannya naik turun. Bahkan saham perusahaannya jatuh sampai titik terendah yang pernah dicapai saat ia mengumumkan kalau Cindy bergabung di acara ini. “Apa kau mau sahamku lebih jeblok setelah tayang perdana?”

CEO Byun mengatakan kalau Joon Mo harus tahu kalau harga Cindy sebesar itu. Beraninya Joon Mo mempercayakan Cindy pada anak baru yang masih pakai popok.


Joon Mo balik marah mendengar ucapan CEO Byun yang memberi harga pada Cindy. “Apakah Cindy akan berakhir seperti itu juga? Seperti anak itu?” CEO Byun marah karena Joon Mo mengungkit masa lalu. Ia menghabiskan seluruh hidupnya untuk memupuk dan membesarkan anak-anaknya menjadi bintang.

Joon Mo menjawab, “Pupuk?  Apa kau pikir semua orang dapat menjadi pupuk? Sampah tak bisa berubah menjadi pupuk. Sampah tetaplah sampah. Saham di posisi paling bawah? Kalau Anda ingin bicara angka, pergi saja ke pacuan kuda.”


Ceo Byun membalas sinis,“Kau juga melakukan semua ini demi rating.”


Joon Mo kembali dengan kesal. Tapi saat ia melihat Cindy yang diam dan terduduk lesu, terpisah dengan anggota lain dan tak bisa makan karena kalah permainan, ucapan CEO Byun kembali terngiang. Ia dikatai telah membiarkan gadis dengan berat 45 kg kelaparan sepanjang hari dan menyuruhnya tidur di luar. Setelah itu Cindy diharuskan ikut permainan sehingga gadis itu tak boleh sarapan.

Mereka semua bahagia menyuruh ini dan itu untuk menaikkan rating. “Jika angka-angkaku itu kelas rendah dan kampungan, apa kau pikir angka-angkamu itu kelas atas dan elegan?!”


Ia pun mencari Seung Chan dan melabraknya. Harusnya Seung Chan memberi kelonggaran pada Cindy karena kehujanan dan tersesat. “Kalian sudah berjam-jam di luar dan jika kau memutuskan untuk bermalam,, setidaknya kau tak usah melakukan permainan untuk makan malam. Apa kau benar-benar membiarkannya kelaparan sepanjang waktu? Apa kau ingin membuatnya sakit?!”
Seung Chan minta maaf, tapi Joon Mo terus mengomelinya.


Hong Soon menceritakan semua peristiwa pagi antara Joon Mo dan CEO Byun pada Ye Jin, juga Joon Mo yang memarahi Seung Chan. Mendengar semua cerita itu malah membuat Ye Jin heran. Bagaimana Hong Soon bisa tahu semua kabar itu padahal kru 1n2D belum ada yang pulang. Hong Soon menjawab kalau ia diberitahu oleh Kadep yang ia temani ke gereja.

Ye Jin masih terheran-heran. Ke gereja? Bukannya Hong Soon pernah ke kuil bersama Kadep sebelumnya? Bahkan sampai menginap lagi. Hong Soon menjawab kalau kejadian itu sudah lama sekali. Rezim berubah, maka banyak sekali yang harus dirubah.


Handphone Hong Soon berbunyi dan Hong Soon menjawab sigap, “Baik, Pak. Ini saya, Stefano. Apakah misanya sudah selesai? Baik, Pak. Saya akan segera tiba di sana.”

Ye Jin hanya bisa geleng-geleng mendengar nama baptis Hong Soon yang pasti baru. Tapi ia memikirkan Joon Mo, yang ia dapat tebak, 10 menit kemudian pasti akan menyesal telah marah-marah.


Benar saja. Kameraman yang bersama Seung Chan memberitahu Joon Mo kalau malam itu Seung Chan juga tak makan untuk menemani Cindy. Ia merasa kasihan pada Seung Chan yang disemprot habis-habisan oleh Joon Mo. Joon Mo terlihat menyesal, tapi ia juga mengomeli anak buahnya yang tahu situasi seperti itu malah tak meneleponnya.

Seung Chan masuk ke bis dan mencari tempat duduk. Tapi sebagai anak paling junior, ia harus mundur dan mundur untuk memberikan tempat duduk pada senior-seniornya. Hingga ia duduk bersebalahan dengan Joon Mo. Mereka tetap diam-diaman.

Saat bis berjalan, mereka terlelap dan badan mereka terayun-ayun hingga Seung Chan menyandarkan kepalanya ke bahu Joon Mo, yang membuat Joon Mo juga bisa bersandar di kepalanya.


Aww… so sweet. Eh.. bukan ini ya couple-nya?

Lay out panggung Music Bank akan dirubah, yang membuat para penyanyi juga harus merubah koreografinya . Tak disangka, Da Jung, anak baru yang jutek pada Ye Jin, mengirim SMS langsung pada Seung Ri untuk memberitahukan perubahan itu. Dan Seung Ri langsung setuju, membuat semuanya melongo heran.

Mau tak mau Ye Jin memuji keahlian Da Jung.


Tim 1N2D tiba di kantor dan Ye Jin langsung mencari Joon Mo. Tapi tak ada. Ia menginterogasi Seung Chan yang menjawab kalau Joon Mo ada di restoran untuk makan malam bersama nanti. Ye Jin menjadi was-was karena Seung Chan gampang mabuk dan melarangnya minum sedikitpun. Seung Chan mencoba membantah kalau ini adalah makan malam pertama mereka jadi ia tak enak jika tak minum.

Tapi Ye Jin yang takut rahasianya terbongkar, tetap melarangnya minum dan ia bertanya dimana restoran itu.


Si Manajer bertanya apa Cindy benar-benar ingin pergi ke acara makan malam itu walau CEO Byun melarangnya? Dinama muka CEO Byun harus ditaruh, setelah tadi pagi bertengkar hebat dengan Joon Mo tapi sekarang Cindy malah mau datang. Cindy menjawab kalau karena alasan itu pulalah ia harus datang.

Ia berkata kalau seorang PD sering mengucapkan kata ‘cut’ yang berarti memotong. Pisau digunakan untuk memotong. Yang artinya PD itu adalah orang yang membawa pisau. “Ketika PD sudah melakukan editing, maka ia akan mulai mengayunkan pisaunya. Dan di saat seperti ini CEO malah berkelahi dentgan PD. Maka setidaknya aku yang harus melakukan perdamaian. Jika tidak, ia akan membuatku kelihatan jelek.

Si Manajer mengakui kebenaran ucapan Cindy dan bersiap untuk ngebut agar cepat datang. Tapi Cindy mengatakan sebaliknya. “Aku ini Cindy. Lebih baik kau parkir di tempat yang agak jauh, dan kita akan datang setelah semuanya datang.“

Haha..


Semua sudah ada di restoran. Bahkan Tae Ho juga sudah datang. Dengan istri dan anaknya pula, walau ia mempersiapkan kehadiran mereka seperti tak direncanakan.  


Cindy menunggu sementara manajerny mengintip-intip dan melaporkan semua sudah datang, berarti Cindy sudah bisa masuk. Mendadak muncul Ye Jin dan timnya yang langsung menyapa Cindy. 


Cindy tak mengenali Ye Jin dan setelah tahu Ye Jin adalah PD Music Bank, ia berkomentar, “Ah.. Aku tak mengenalimu karena kau tak memakai make up.”

Hahaha… Nyelekit banget, tapi komentar itu membuat Ye Jin masuk ke toilet untuk menebalkan make up di wajahnya.

Joon Mo heran melihat tim Ye Jin masih kerja di hari Minggu. Di depan Cindy yang sudah makan Ye Jin menjawab kalau mereka harus bekerja. Karena salah satu penyanyi yang berulah minggu lalu, jadi ia harus mendatangi KCC. Ia juga menolak tawaran makan Joon Mo karena mereka adalah ‘tim yan dihukum’.

Ye Jin mengajak anak buahnya menyingkir, tapi para stafnya malah duduk di meja para artis untuk networking, samoai Ye Jin berdehem dan melotot pada mereka. Mereka kembali ke meja Ye Jin.


Ye Jin mulai menjelek-jelekkan Cindy yang berpura-pura manis saat berfoto dengan Tae Ho dan keluarga. Joon Mo mulai gerah dengan ucapan pedas Ye Jin yang mengatakan Cindy bermuka dua, apalagi tahu apa yang terjadi pada Cindy sebelumnya. Ia bertanya apakah selebriti itu harus 24 jam selalu tersenyum.

Ye Jin malah tak terima Joon Mo memihak Cindy. Secara terpisah, ia menginterogasi Seung Chan, untuk mencari tahu apakah Cindy bersikap bossy dan minta disyuting seperti ini dan itu? Apakah Cindy marah-marah saat Seung Chan menyuruhnya melakukan ini dan itu?


Seung Chan menjawab tidak pada semuanya, walau mengiyakan pertanyaan Ye Jin tentang Cindy yang pernah kecewa atau hilang kesabaran akan dirinya. Tapi Ye Jin sendiri juga terlihat kecewa saat melihat Joon Mo berakrab-akrab dengan Cindy dan bahkan membuat Cindy tertawa.

Ia cemburu. Seung Chan memperhatikan ekspresi tersebut.


Mereka minum bersama dan Ye Jin kembali mengungkit KCC yang harus ditemuinya besok. Baju apa yang harus dipakainya besok? Ia benar-benar tak tahu harus memakai apa karena ini pertama kali untuknya.

 

Cindy akhirnya buka suara. Ia minta maaf jika Ye Jin harus dipanggil KCC karenanya. Tapi ia tak mengerti bukankah bajunya sangat cantik pada hari itu? Bahkan Seung Chan saat itu juga setuju kalau bajunya cantik. Seung Chan pura-pura tak ingat.


Mereka kembali membahas masalah itu dengan Ye Jin menjawab kalau baju Cindy tak tepat untuk penampilan di TV. Tak disangka Dara menjawab kalau grupnya selalu harus merubah penampilan dan koreografi khusus bagi KBS. Da Jung menimpali kalau berarti Cindy juga tak tahu kondisi KBS dengan jelas. Padahal ia selama ini mengira kalau Cindy melakukan hal itu karena kesal pada Ye Jin yang memarahi Cindy.

Ye Jin terbelalak mendengar anak buahnya mengatakan kalau ia memarahi Cindy. Ia membantah kalau ia memarahi Cindy, tapi Da Jung malah mengingatkan apa yang pernah diucapkan Ye Jin saat itu pada anak buahnya. Kalau Ye Jin memarah-marahi Cindy di ruang ganti.


Ye Jin langsung berubah 180 derajat, dan berkata kalau pergi ke KCC adalah pengalaman yang cukup baik untuknya dan ia tak mempermasalahkannya. Ia mengajak Cindy bersulang, tapi Cindy menolak karena ia tak bisa minum bir.


Joon Mo akhirnya yang mendentingkan gelas ke gelas Ye Jin. Tapi Ye Jin sudah gondok dan meminum segelas bir yang dipegangnya.

Pada kamera, ia berkata kalau ia tak pernah bisa merasa mabuk. Sambil tersenyum lebar, ia berkata kalau ia percaya pada kemampuan minumnya.


Seung Chan berpapasan dengan Ye Jin yang melarangnya untuk minum terlalu banyak agar tak membocorkan rahasianya. Seung Chan malah merasa Ye Jin yang minum terlalu banyak. Ye Jin menegaskan kalau bukan ia yang harus dikhawatirkan, tapi Seung Chan.

Benarkah?


Ye Jin kembali lagi ke toilet restoran dengan melepas sepatu di luar. Dengan hanya memakai kaoskaki, ia ia kembali menegaskan di depan kamera kalau ia tak begitu mabuk. “Tapi kenapa kau bisa masuk ke dalam toilet wanita? Aku ini tak mabuk dan aku bisa berpikir jernih.”

Tapi Joon Mo memberikan keterangan yang sebaliknya. Ye Jin akan mengatakan kalau ia tak mabuk saat ia mabuk. Dan semua orang punya kebiasaan buruk jika sudah mabuk.

 

Benar saja, Ye Jin mulai bicara keras, menuduh Seung Chan membocorkan rahasianya dan meminta Joon Mo untuk segera pulang ke rumah. Untung yang lain juga cukup mabuk sehingga tak memperhatikan ucapan Ye Jin. Seung Chan dan Joon Mo buru-buru membawa Ye Jin pergi.


Dan seperti yang diucapkan Joon Mo tentang kebiasaan Ye Jin saat mabuk, Ye Jin bertingkah sok imut kalau sedang mabuk, padahal tidak imut sama sekali. Ia merengek dengan suara  anak-anak, mengajak Joon Mo dan Seung Chan minum lagi di ronde kedua, makan gurita dan jeroan bakar.


Cindy yang ada di dalam mobil dan melewati mereka bertiga, menatap kebersamaan tiga orang itu dengan iri. Kasihan saat melihat Cindy yang berada di atas sendirian. Manajernya juga tak paham situasi hatinya dan bertanya bagaimana dengan kelanjutan merebut hati PD payung yang katanya bisa dilakukan Cindy hanya dalam waktu 2 hari.

Cindy ngeles dengan berkata kalau ia berkata bisa melakukanya. Tapi ia tak berkata kalau ia akan melakukannya. Bisa dan akan adalah dua hal yang berbeda. Ia meminta agar jangan terllalu berisik. Manajernya menawarkan untuk mematikan musiknya. Ha. Cindy gemas dan berkata kalau ia hanya ingin mendengarkan musik. Maka manajernya semakin mengeraskan volume musik

 
Ayah dan Ibu Seung Chan menonton tayangan Cindy yang memakai baju tak pantas dan menganggap kalau sebentar lagi dunia akan kiamat. Adik Seung Chan berkata kalau penyanyi itu bernama Ciindy dan bermain di variety show yang dikerjakan Seung Chan.

Mereka langsung panik. Bagaimana jika Cindy jatuh cinta pada Seung Chan? Seung Chan kan cakep.  Apalagi sebentar lagi Ayah akan mencalonkan diri jadi walikota Yeouido. Adik Seung Chan hanya bisa geleng-geleng melihat kepedean orang tuanya.


Joon Mo gembira melihat ahjumma membawakan sepiring  gurita. Tapi Ye Jin malah mewek dan marah melihat Joon Mo mulai membakar gurita. Manusia itu kejam. Gurita itu kan juga makhluk hidup. Bagaimana perasaan gurita itu jika tahu akan dibakar? Joon Mo berteriak frustasi, “Kau kan yang memesannya. Kau ini selalu begitu. Pesan sashimi terus menangisi ikan yang mati.”


“Diamlah. Kau ini kejam.”

“Aku kejam apanya?”


Ye Jin mendengus, “Apa? Kau ingin kencan buta dengan jaksa? Apa ia cantik?” Ye Jin menyalak.

“Iya. Dia cantik. Katanya ibuku dia cantik,” salak Joon Mo balik.

“Kalau begitu kenapa kau menciumku?” tanya Ye Jin mendadak, bahkan membuat Seung Chan menoleh. “Aku baik-baik saja hingga kau melakukan itu dan sekarang kau melakukan apapun yang engkau inginkan. Pacaran, kencan buta dan mau saja dijodohkan oleh teman. Karena itulah kau itu kejam. Sadar, nggak?”

Joon Mo tak menjawab dan malah minum lagi. Ye Jin pun juga begitu. Tapi Seung Chan menangkap tangannya, menghentikannya. Ye Jin menoleh pada Seung Chan, tapi ia kembali menatap Joon Mo dan berkata pedih, “Kau tahu apa yang berat untukku? Ketika aku menyukai seseorang, aku selalu menceritakannya padamu. Tapi ketika sekarang aku menyukaimu, aku tak punya siapapun yang bisa aku ceritai.”

Seung Chan melepaskan tangan Ye Jin. Tapi Ye Jin tak menyadarinya. Ia terus berkata kalau semua ini terasa berat untukknya. Ia menenggak minumannya dan ia terkapar di atas meja. Kepalanya terantuk meja.


Ye Jin terbangun kaget. Mimpinya semalam benar-benar aneh. Tapi ia baru menyadari kalau ia mungkin tak mimpi karena jidatnya terasa sakit. Ia juga masih memakai baju lengkap.

Diam-diam ia keluar kamar dan terlonjak kaget melihat Joon Mo juga keluar dari kamarnya. Tapi sepertinya Joon Mo juga tak ingat akan peristiwa kemarin malam. Ia bersyukur pada Joon Mo yang biasanya tak pernah ingat apapun saat mabuk. “Terima kasih, Joon Mo-ya..”

Ia berbalik dan terperanjat kaget melihat Seung Chan tertidur di sofa lagi dan menyenggol pria itu dengan kakinya. Seung Chan terbangun dan berkata kalau ia membawa Ye Jin dan Joon Mo semalam. Tapi kenapa Seung Chan malah bermalam di rumah ini?


Joon Mo muncul dan juga kaget meliha Seung Chan ada di rumahnya. “Apa rumahku ini motel atau kos-kosan? Apa ini ruang tidur kantor?” Joon Mo mulai mengomel, “Tahu tidak.. agar aku bisa hidup bebas sebagai pria single, aku harus bekerja keras untuk membeli rumah ini dari orang tuaku. Tap rasanya, semakin banyak dan banyak orang saja yang tinggal di sini.”


Terdengar suara password dibuka dan semua melihat Ye Joon, adik Ye Jin, muncul dari pintu depan.

“Lihatlah! Bertambah lagi!” sindir Joon Mo.

Selanjutnya : Bagian 2

9 comments :

  1. aku kira ne yang puanjang banget ini komen,
    seneng aja komen mbak dee buanyak,
    eh ternyata emg gak ada gambarnya toch...

    gak papa mbak dee, fan nya mbak dee maklum-semaklum-maklumnya
    semoga semua urusan dilancarkan, amin

    ReplyDelete
  2. hmmmmm..... masih mikir soal ceritanya nih.... hehe

    ReplyDelete
  3. Gak imut sih...tp akting gak imutnya Nona gong malah bikin ketawa....kalau beneran Nona gong benturin kepapa sekeras itu ke meja....wuah pasti beneran sakit....
    Loloslah komen...please.....sudah berbiji biji komenku mungkin masuk lautan spam ...(tear)....

    ReplyDelete
  4. Aku baru saja mendengar lagu- lagu dalam drama Produser, mantap dan sesuai suasananya dengan membaca sinopsis ini.

    ReplyDelete
  5. Aku baru saja mendengar lagu- lagu dalam drama Produser, mantap dan sesuai suasananya dengan membaca sinopsis ini.

    ReplyDelete
  6. joon mo menyalak mbak? haha
    btw ada chun hee ahjussi >.< hehe emang yang udah punya pasangan siapa? chun hee atau ngong hyo jin? :P
    itu chun hee juga main di masters sun mbak, haha kok bukan so ji sub ya yang diundang? atau jo in sung gitu? #takut geger mah ntar wkwkwk
    jun ji hyun disimpen buat ending mungkin, biar tetep ngikutin producer karena nungguin ji hyun *digetok PDnim

    ReplyDelete
  7. Gambarnya mana

    ReplyDelete
  8. bro sist, mau tanya dan mhn bantuan.A dnk ..
    tlng cariin drama korea yg cerita.A begini: (atau agak mirip lah)
    jd ada seorang cowok biasa dan wanita biasa, biasalah ketemua trz saling sayang dan pacaran..
    udah cukup lama berhubungan, sampai akhirnya orang tua si cewek mau anak.A segera menikah, awal.A c karna berfikir udah cukup lama pacaran jd nikah aja, namun si cowok.A kan blm siap masih sama2 muda, cowok.A blm punya uang gtu, kedua.A dari keluarga sangat sederhana..
    sampai akhir.A permintaan nikah semakin mendesak, karna adik.A si cewek yg emang cewek juga udah mau nikah ama pacar.A, karna budaya di keluarga.A adik.A ga boleh dilangkahin, arti.A hrs makin2 cepet menikah dnk, dan bingung lah si cowok itu. yg akhr.A memilih untuk meninggalkan si cewek biar dia dpt yg lbh baik dan segera menikah, walaupun kedua.A masih sangat cinta..
    akhr.A putuslah dan lama ga ada kabar.
    tp trnyata si cewek pun blm dpt pasangan jg, si cowo pun akhr.A kembali lagi mencoba berharap lg sambil mencari uang untuk bisa menikahi.A ..
    namun hanya sebentar ia kembali, karna masih belum dpt kerjaan.A juga, tp ia masih saling ngabarin lwt sms tw telpon, tp udh ga ketemu..
    semakin lama semakin jarang mengabari, karna si cowok merasa blm waktu.A, ia menunggu dpt kerja dan langsung akan menemui.A ..
    sampai akhr.A dpt kerjaanlah si cowok tersebut, dan kembali memberi kabar si cewek kalau sdh dpt kerja, namun kata si cewek sekarang sudah tak lagi sama ..
    beberapa hari kemudian bertemu, dan ceritalah si cewek ..
    “sekarang sudah berbeda keadaan.A, ayah dan ibu.A sakit, adik2.A mash sekolah dan kakak.A tdk bisa diharapkan, kemudian datang pria kaya kerja pelayaran berumur 48tahun melamar.A, dan akhir.A si cewek itu harus memilih antara si cowok yg dia cintai yg sdh kembali atau menolong keluarga.A dgn menikahi pria kaya walupn hidup menderita, karna si cowok yg dia cintai juga baru saja kerja jd belum bisa segera menikahi, membiayai adik2.A dan pengobatan orang tua.A ..
    akhir.A orang tua si cewek itupun menyetujui pernikahan anak.A dengan pria tsbt.

    ReplyDelete