June 26, 2015

Secret Door Episode 7 - 1


Biar nyambung, baca Secret Door episode 6 dulu ya :)

Secret Door episode 7 - 1

Pangeran tahu Jung Woon memakai Googyul (karakter Cina untuk grammar)sebagai pesan kematian karena Jung Woon, rekan dan sahabatnya juga sering menggunakannya.

“Karena itu, ia mengirim pesan kematiannya kepadaku seperti yang akan dilakukan Heung Bok.”

Melalui pesan kematiannya, Jung Woon meminta mereka menemukan Ban Chado (gambar dalam dokumen perekam perayaan keluarga kerajaan) yang digambar Heung Bok.

Pangeran yang bisa menemukannya dengan mudah pun langsung tahu siapa yang dimaksud Heung Bok. Dia menunjuk gambar salah seorang pengawal, kemudian menghubungkannya dengan petunjuk yang disampaikan Seung Sae sebelum meninggal.

“Ka…”
Pangeran menyebutkan nama pengawal yang biasanya berada di posisi yang ditunjukkan Ban Chado Heung Bok, sekaligus yang pernah menguntitnya tempo hari adalah pengawal Kang Seo Won. Tapi saat ditanya Kasim Jang apakah pengawal Kang penjahatnya, Pangeran mengaku belum bisa memastikannya. Ia belum punya bukti.

Ji Dam lantas mengusulkan pengawal Kang dicari dan dikurung saja agar mereka bisa mencari buku Saechaek yang dibawa Heung Bok.

Pangeran membenarkan, orang yang membawanya pastilah si penjahat. Penjahat ini berniat menyembunyikan petunjuk lain yang disimpan Heung Bok di dalam novel Ji Dam berjudul pembunuhan di Moon Yeso tersebut. Seperti pesan yang Heung Bok titipkan pada Kasim Jang untuk diberikan kepada dirinya,

“Pangeran, ‘Pembunuhan di Moon Yeso’ sangat menarik dibaca.
Terutama bagian di mana Woo Yuk Choon menajamkan sabitnya.
Aku hampir merinding.”

Tidak biasanya Heung Bok membaca kisah misteri. Jadi harusnya ada maksud lain mengapa Heung Bok berkata demikian. Apalagi menurut Ji Dam (penulis novel itu^^) bagian cerita yang disebutkan Heung Bok hanyalah pengenalan dan tidak memiliki ketegangan. Pangeran akhirnya menyimpulkan Heung Bok meninggalkan sesuatu di “tempat” Woo Yuk Choon muncul dan dia harus menemukannya.


Sayang, pengawal Kang tidak ada di rumahnya sekarang.


Saat ditanya Shadow mengapa mereka perlu mencari pengawal Kang, Kasim Jang yang memimpin pencarian ini menimpali,

“Jangan coba mencari tahu semuanya. Kau mungkin terluka.”

Awww, maknanya ngena! Mungkin itu juga alasan mengapa manusia tidak perlu tahu tentang semua hal.


Mendengar pengawal Kang pergi sejak semalam dan tak kembali, Pangeran dan Penasihat Chae makin curiga. Buku saechaeck juga tidak ditemukan. Pangeran kemudian memerintahkan Kasim Jang untuk mencari orang-orang terdekatnya dan mengecek siapa saja yang keluar masuk istana. Penasihat Chae bahkan menyarankan agar memasukkannya di daftar buronan.

Pangeran setuju. Mereka perlu menawarkan hadiah pula bagi siapa yang menemukannya supaya mereka bisa mendapatkannya lebih cepat.


Siapa sangka rupanya Raja yang menyembunyikan pengawal Kang. Perdana Menteri Kim Taek yang mengetahuinya dari informasi Shadow kalau ada pihak penyewa pendekar tradisional yang menyembunyikan pengawal Kang, langsung menanyakannya pada Raja.


Raja tidak menyangkal. Ia awalnya mengira pengawal Kang orang yang pengecut karena bermain dengan maenge dan Perdana Menteri. Namun melihat reaksi Perdana Menteri yang penasaran mengapa Pangeran mencari pengawal Kang, menyadarkan Raja bahwa pengawal Kang bukanlah si pelaku kaki tangan Perdana Menteri. Perdana Menteri tidak perlu bertanya jika benar pengawal Kang adalah orang suruhannya.

Raja yang ternyata tak kalah cerdik lalu berkata, anggap saja Raja melakukannya agar Pangeran berpikir pengawal Kang merupakan pelaku yang dicarinya. Sehingga pelaku sebenarnya, Shadow, bisa “dibereskan” terlebih dulu oleh Perdana Menteri sebelum buka suara tentang maenge.


Pagi itu, Seo Gyun, ayah Ji Dam kaget baru tahu putri satu-satunya hampir celaka tadi malam. Ia kesal pada Woon Shim yang tidak mengabarinya. Woon Shim beralasan Ji Dam yang tidak ingin membuat ayahnya tambah khawatir. Dan masih dengan tatapan menusuk Ayah, Woon Shim berujar dia sudah mengungsikan Ji Dam  ke tempat yang lebih aman.


Tempat pendekar maksudnya hehe. Kalau tempat yang dipenuhi wanita (gibang) tidak aman, di mana lagi tempat paling aman selain tempatnya pemimpin dari para pendekar, Na Chul Joo. Tidak ada yang tahu Ji Dam sembunyi di sini.

Ji Dam sendiri ternyata juga memang ingin ke sana untuk menanyakan langsung apa kaitannya kelompok pendekar barat Na Chul Joo dan kelompok pendekar timur yang dicurigainya terlibat. Tetapi Chul Joo yang sedang khusyuk membaca sama sekali tidak menghiraukannya.


Sampai Ji Dam merenggut buku yang dibaca Chul Joo dan melihat…


Air mata yang hendak jatuh? LOL

Chul Joo bercerita kalau Lee Mong Ryong baru saja melihat Chun Hyang di penjara. Ia menangis saat membaca bagian Chun Hyang yang sedih melihat keadaan Mong Ryong. Hihihi ini toh yang dibilangin pihak produksi tentang karakter Na Chul Joo (baca di sini). Kok nggak sering diliatin o.O


“Kembalikan! Ayolah! Aku belum menandainya (halaman terakhir yang dibaca),” bujuk Chul Joo.


Ji Dam memanfaatkan situasi ini untuk menginterogasi Chul Joo. Ia mengancam akan memindahkan jarinya dari halaman yang tadi Chul Joo baca jika pimpinan pendekar Timur tersebut tidak menjawab pertanyaannya.

“Mengapa kau di sana kemarin? Chun Seung Sae ada kaitannya dengan pendekar Barat, bukan?” Ji Dam mulai bertanya.

Chul Joo membenarkan. Mereka juga mencoba menuduh pendekar Timur dengan meninggalkan salah satu pisau milik bawahan Chul Joo. Chul Joo menambahkan pula bahwa dia dan kelompoknya akan membalas apa yang sudah mereka lakukan.


Kemudian ia perlahan mengambil kembali novelnya ketika Ji Dam lengah haha.

Tetapi Ji Dam tidak lantas berhenti bertanya. Ia ingin tahu apa lagi yang diketahui Chul Joo tentang pendekar Barat.

“Pemimpin mereka tidak terkenal. Mereka hanya memanggilnya Shadow,” jelas Chul Joo sambil tetap membaca.

Chul Joo juga langsung mengiyakan begitu diminta Ji Dam untuk memberikan informasi lebih jika Chul Joo mendapatkannya lagi. Menurut Chul Joo, info tersebut tidak akan berguna bagi Ji Dam karena dirinya tidak akan membiarkan Ji Dam keluyuran. Ia menyuruh Ji Dam membaca novelnya saja dan berpikir lagi untuk menulis kisah cinta. 


“Jangan pergi ke tempat yang berbahaya dan menulis cerita action,” katanya setengah memerintah.


Di istana Penasihat Chae sedang memberitahu agenda Pangeran hari ini. Namun meski Pangeran tidak memperhatikannya dan malah menanyakan perihal pengawal Kang (yang diduga merupakan pelaku pembunuhan Shin Heung Bok dan Heo Jung Woon), ia tidak kesal dan mengikuti arah perbincangan Pangeran.


Menanggapi Pangeran yang penasaran apakah pengawal Kang sudah mati atau belum dan siapa yang mungkin membunuhnya, Penasihat Chae beropini bahwa seseorang dengan kekuasaan lebihlah yang bisa melakukannya. Dan untuk sekarang penasihat Chae mencurigai partai Noron, “Nama-nama dari buku Shin Heung Bok semuanya berasal dari partai yang sama. Kepala polisi Hong Gye Hee juga menjadikan kematian Heung Bok seperti bunuh diri demi memenuhi keinginan partai Noron.” 

Penasihat Chae menyarankan Pangeran menyelidiki partai Noron lebih lanjut.


Pangeran setuju. Ia melipat tangannya, berasumsi jika pengawal Kang masih hidup ia pasti berada di tangan partai Noron.

Untuk itu, penasihat Chae berujar lagi kalau mereka perlu melacak siapa tepatnya yang terlibat dari pihak Noron. Mereka bisa menggunakan umpan, “Umpannya adalah putra Min Baek Sang, Min Woo Seob. Kepala Deputi Kepolisian Kiri.”


Cieee, enaknya punya penasihat cerdas seperti Penasihat Chae ini. Ia tahu Min Baek Sang yang seorang menteri Noron memiliki putra di kepolisian yang menerima langsung surat pengakuan dari Ji Dam sebagai saksi mata kematian Heung Bok di jembatan Seopogyo.


Min Woo Seob ini pula yang meyakinkan kepala polisi Hong untuk mengadakan investigasi ulang karena saksi sudah berani bicara.

Tetapi ketika ia mengirimkan surat tersebut bersama bukti yang lain pada Pangeran, sang ayah membuatnya kaget karena surat itu kini berada di tangannya.


Dengan ini, Menteri Min memintanya dengan tegas agar tak ikut campur kasus Heung Bok. Ia bahkan tidak segan memberikan putranya sebilah pisau, “Bila kau ingin tahu kebenarannya, kau harus membunuhku dulu.”

Skak-mat. Min Woo Seob, si anak penurut memutuskan mengajukan surat pengunduran diri dan meninggalkan ibukota.


Sang Ayah tidak ingin kebenaran terungkap, tetapi putranya menginginkan kebenaran. Jadi penasihat Chae berpendapat, tidaklah mustahil menggunakan Min Woo Seob sebagai umpan (mengorek informasi lebih jauh). Mereka perlu mengundang Menteri Min berpartisipasi dalam Yoonde (berkumpulnya para Menteri untuk menjawab pertanyaan Raja) hari ini.

“Mengapa Kepala Deputi Min Woo Seob mengundurkan diri?”

Pangeran mengungkap ingin memberhentikan Menteri Min Baek Sang. Ia merasa Menteri Min kurang peduli dengan putranya, kepala deputi Min Woo Seob karena sibuk dengan promosi (naik jabatan)nya.


Menteri Hong sebagai kepala polisi kala itu menanggapi kalau ia hanya tahu Min Woo Seob memiliki alasan pribadi.

Pangeran lantas menggunakan pernyataan Menteri Perang Hong ini. Ia berkata jika alasan pribadi tersebut bukanlah penyakit yang bisa menyulitkannya bekerja, maka ia memerintahkan Min Woo Seob kembali. Pangeran tidak ingin kehilangan seorang yang berbakat di bidang militer seperti Min Woo Seob. Apalagi mereka juga kekurangan orang karena Gyunyeokbeob, sistem pajak yang mewajibkan membayar untuk pembebasan wajib militer. Putra bangsawan dapat dengan mudah membebaskan diri dari kewajiban wajib militer hanya dengan membayar pajak tersebut. Akibatnya tentu berimbas pada jumlah bangsawan yang kompeten dalam bidang ini.



Meski Menteri Min kemudian mengatakan bahwa putranya keras kepala, Pangeran tetap menyuruh Menteri Min meyakinkan dan bahkan memohon kepada putranya itu, “Dan katakan padanya, kau bisa didesak mengundurkan diri.”


Menteri Min terdiam. Ia hanya bisa menerima perintah Pangeran yang rupanya menginginkan Min Woo Seob menjadi pengawalnya. Sebab demi mengisi tempat kosong yang ditinggalkan Min Woo Seob sebelumnya (di bawah Menteri Perang Hong), Pangeran mengirimkan pengawalnya sendiri. Sehingga ia berharap Min Woo Seob tidak membuatnya lama menunggu pengawal baru.


Tidak lama sejak Yoonde berlalu, Penasihat Chae mengabarkan pada Pangeran bahwa di rumah Perdana Menteri Kim Taek, Menteri Min, Menteri Hong, dan Menteri Kim Sang Ro berkumpul. Pangeran mencurigai mereka berempatlah otaknya.


“Jadi ada kemungkinan Pangeran mengetahui Shin Heung Bok dibunuh dan investigasinya dimanipulasi?” ucap Menteri Hong menyimpulkan permintaan Pangeran yang menginginkan Min Woo Seob kembali.


Perdana Menteri Kim sependapat. Pangeran serius berniat menemukan penjahat yang sesungguhnya. Dari Min Woo Seob yang mendapatkan surat pengakuan Ji Dam sebagai saksi mata, mereka mampu menggali informasi lebih banyak terkait kematian Heung Bok. Artinya, keempat menteri dalam posisi yang mengkhawatirkan.


Malam itu setelah berlatih menembak, Pangeran mengenang Heung Bok yang pernah melukis potret dirinya di kediamannya.

 

Heung Bok versi imajinasi Pangeran menoleh padanya dan tersenyum. Ia seperti mendukung Pangeran dengan anggukannya. Pangeran balas tersenyum.

Ahhh...i miss their bromance :(


Tidak jauh berbeda dengan putranya, Raja juga belum tidur karena sibuk mengamati berlembar-lembar Ban Chado guna menemukan petunjuk Heung Bok. Namun walau dia melihatnya dengan kaca pembesar sekalipun, semua gambar tersebut terlihat sama baginya. Tidak seperti Pangeran yang dapat mengenali tanda dari Heung Bok dengan cepat.

Raja jadi merasa tidak enak baru menyadari sang putra tidak memiliki siapapun untuk berbagi perasaannya, sehingga ia bisa sangat dekat dengan pelukis dari kelas rendah.


Raja Yeongjo lalu meminta Kepala Kasim mengembalikan lukisan Euigye ke tempatnya di Dohwaseo (kantor pelukis kerajaan). Ia memiliki firasat akan ada orang yang mencari dokumen ini.


Benar saja, Perdana Menteri Kim menyuruh Shadow menemukan dokumen yang dimaksud. Dokumen perekam perayaan keluarga kerajaan di sumur makam kerajaan pada bulan Juni tahun lalu, waktu Heung Bok ditemukan terbunuh.     

Tetapi Perdana Menteri Kim bingung mengapa Heung Bok menandai pengawal Kang bukannya Shadow.


Shadow tidak berpikir demikian. Pangeran sudah berada di jalur yang benar. Pangeran hanya belum menyadari bahwa yang ditunjuk bukanlah pengawal Kang melainkan Shadow. Shadow pun meminta Perdana Menteri Kim agar menghentikan investigasi Pangeran. Jika tidak bisa, ia dengan berani menyarankan Pangeran dibunuh saja.

Namun Perdana Menteri Kim tidak langsung menerima usul Shadow. Ia balik menyalahkan bawahan Shadow yang tidak dapat ‘mengurus’ Ji Dam hingga menjadi seperti sekarang. Dan mendengarnya, Shadow tidak mau kalah mengancam Perdana Menteri Kim. 


Tapi Perdana Menteri Kim tertawa ketika Shadow berkata ia belajar demikian dari Perdana Menteri Kim sendiri. Mereka lalu sepakat melakukan tugas masing-masing untuk saat ini. 


Shadow pergi ke Dohwaseo. Di sana sudah ada Han Ji Chang (sepertinya orang suruhan Raja untuk mengembalikan Ban Chado). Namun bukannya mengambil Ban Chado, Shadow malah mengambil daftar Dohwaseo yang menyebutkan Kang Pil Jae, salah satu pengawal Pangeran.

 

Menteri Lee Jong Sun memberi tanda di pintunya sesuai permintaan Shadow. Sesaat kemudian, sebuah anak panah melesat membawa pesan untuk membayar 10.000 nyang ke Gwang Jin sebagai harga maenge. Shadow akan menemuinya di Gwang Jin.


Sebelum hari berganti, Shadow menyelesaikan tugasnya dengan membakar catatan yang diambilnya dari Dohwaseo. Ia tersenyum licik sambil memandangi Maenge di hadapannya.


Para menteri Soron berkumpul keesokan paginya untuk mendiskusikan Maenge. Mereka berencana menerima penawaran Shadow, membayar 10.000 nyang sebagai kompensasi Maenge sampai di tangan mereka. Sehingga mereka bisa meluruskan sejarah mengenai Raja Gyunjong sebelumnya yang tidaklah meninggal secara wajar, melainkan dibunuh oleh Raja Yeongjo dan partai Noron.

Daftar nama pada Maenge merupakan bukti yang kuat untuk membongkar konspirasi itu.

 

Partai Soron meminta Menteri Park mendukung mereka bila ingin terus menjadi bagian partai Soron.


Melalui mata-matanya, Perdana Menteri juga mendengar diskusi Soron tersebut dan mengetahui Kang Pil Jae-lah yang menawarkan maenge pada mereka.


Kepala Kasim melaporkan pada Raja tidak ada yang pergi ke Dohwaseo (mengambil Ban Chado) tadi malam. Artinya, Perdana Menteri Kim tidak memakan umpan yang disiapkan Raja. Raja pun melempar umpan yang lain,


Pengawal Kang yang dicari Pangeran. Pengawal yang salah dicurigai Pangeran…

Mungkin Raja ingin Pangeran segera bisa menemukan panjahat yang sebenarnya merupakan kaki tangan Perdana Menteri. Kang Pil Jae alias Shadow.

Bersambung Secret Door Episode 7 - 2


Sinopsis saya jelas nggak sih buat yang belum nonton drama ini? Soalnya menurut saya drama ini menarik. Perbincangannya berbobot sesuai dengan kelas mereka yang memang pinter-pinter. Tapi saya sendiri mengaku kesulitan menjelaskan panjang lebar. Takutnya malah makin bingung.

Jadi buat yang tertarik seperti saya dan masih susah mencerna ceritanya, tulis komentar saja ya!^^
Saya belum berniat meringkas sinopsis nih. Terlanjur gemes mau nyeritain detailnya (padahal susah ngumpulin mood buat nulis cerita yang cukup berat ini):P

Miaaaaaaan.. 

1 comment :