May 3, 2015

Unkind Women Episode 12

Sinopsis Unkind Women Episode 12



Hyun Jung menangis karena hasil tes DNA itu menunjukkan si Kakek adalah ayahnya yang sudah meninggal. Tapi ia tak mau menjelaskan, membuat semua orang salah paham. Goo Min mengangkat gelasnya dan bersulang dan menyelamati Moon Hak.




Tentu saja Moon Hak hanya bisa terbengong-bengong tapi tak membantah apapun yang membuat Goo Min bersulang. Hyun Sook tak senang mendengar kabar ini. Ia menceramahi kakaknya yang harusnya tak berbuat seperti dirinya. Ibu langsung membela Hyun Jung yang umurnya beda jauh saat Hyun Sook melakukannya.

Haha… rasanya aneh banget mendengar semua percakapan ini. Apalagi Moon Hak yang diselamati banyak orang. Hati-hati ia bertanya, apakah Hyun Jung hamil? Hyun Jung berdiri dan berkata, “Sudah kubilang bukan karena itu!” dan ia berlari masuk kamar.


Hyun Sook mengejar Hyun Jung dan mendengarnya berkata kalau semua ini terjadi karena ia membenci Ayah mereka. Hyun Sook tertawa geli, mendengar semua ini. Saat itu Goo Min masuk dan Hyun Jung menjelaskan kalau ia dan Lee Moon Hak tak berhubungan seperti itu. Bahkan berpegangan tangan saja belum pernah.

Hyun Sook melongo dan bertanya, “Kalau begitu, ini bayi siapa?”


Hahaha.. Hyun Jung mendadak merasa lelah karena semua kesalahpahaman ini dan ia memilih tidur saja, tak meladeni ucapan adik dan iparnya. Ibu masuk dan bertanya hal yang sama. Saat Hyun Jung lagi-lagi menjawab kalau ia tak hamil, Ibu malah terlihat kecewa. “Kenapa? Dia kan orang baik.”


Saat melepas Moon Hak dan Doo Jin, Hyun Sook memberitahukan kalau Ibu Doo Jin sepertinya sangat senang dengan kursus memasak ini dan berencana untuk datang lagi. Doo Jin hampir tersedak karenanya. Ia mengajak Ma Ri untuk pergi keluar sebentar. Hyun Sook langsung menyikut Ma Ri, memberi isyarat padanya.

Duh.. si Ibu satu ini punya khayalan yang tinggi nih. Tadi kakaknya, sekarang anaknya.


Doo Jin bertanya mengapa Ma Ri belum memberitahukan ibunya tentang Hyun Ae yang adalah ibu Doo Jin? Ma Ri menjawab kalau ia tak ingin terburu-buru dan ingin berpikir masak-masak lebih dulu. Doo Jin menyetujui hal ini dan meminta agar Ma Ri tetap mau berteman baik dengannya walau ada kejadian ini.


Ma Ri meng-SMS Roo Oh, mengajaknya nonton film di bioskop. Tapi Roo Oh tak menjawab karena kejadian malam itu terus terbayang di matanya. Ia mengira pria itu adalah gebetan Ma Ri yang sudah punya pacar.


Mo Ran sekarang siap untuk menghadapi Hyun Ae. Oleh karena itu ia menghadap Ibu, bahkan ia minta Ibu mengangkatnya menjadi ketua kelas. Hahaha.. Ibu geli mendengar usul yang kekanak-kanakkan itu, tapi ia memperbolehkan.


Dari Hyun Sook, Mo Ran mengetahui betapa linglungnya Ibu saat Chul Hee meninggal. Jadi ketika Hyun Sook mengalami masalah di sekolah dengan Guru Mal Nyeon, walau Ibu datang ke sekolah, tapi Ibu tak mengingat wajah guru itu. Mo Ran tampak sedih dan menyesal karena sedikit banyak hal itu disebabkan olehnya.

Tapi ia merasa gembira karena Hyun Sook berjanji untuk mencoba mendalami keahlian memasak dan akan mengikuti ujian persamaan. Menurutnya, Hyun Sook sekarang sudah menang karena sudah mulai merubah hidupnya.



Ma Ri mulai khawatir karena tak mendapat SMS dari Roo Oh. Ada SMS masuk. Ma Ri mengira SMS itu dari Roo Oh. Ternyata dari Doo Jin yang mengirimkan lagu yang ia mainkan di piano. Aww… so sweet.


Ma Ri mendengarkan musik instrumental itu sambil menunggu Roo Oh di depan studionya. Ternyata Roo Oh baik-baik saja. Ma Ri yang bersembunyi, menatap punggung Roo Oh dengan kecewa.


Doo Jin mendapat SMS balasan dari Ma Ri yang bertanya harus berapa kali ia harus mendengarkan musk itu agar hatinya menjadi lebih baik? Sudah belasan kali ia mendengarkan lagu itu, tapi tetap tak berhasil. Doo Jin membalas kalau Ma Ri bisa mendengarkan berkali-kali hingga perasaannya terasa lebih baik.

Hyun Jung memutuskan untuk mengubur hasil tes DNA itu  rapat-rapat.


 Tapi hal itu sepertinya kurang berhasil karena rasa penasaran Hyun Sook. Hyun Sook mengunjungi Hyun Jung di apartemennya. Saat beberes apartemen yang seperti biasa berantakan, Hyun Sook menemukan dokumen tes DNA itu. Ia mendelik melihat hasil tes itu.



Hyun Jung menemui Moon Hak untuk minta maaf atas kejadian kemarin. Tapi Moon Hak ingin tahu alasan Hyun Jung sebenarnya seperti itu. Semua tahu kalau ia menyukai Hyun Jung. Tapi jika Hyun Jung bereaksi seperti kemarin hanya untuk menolak perasaannya, ia mengusulkan untuk membatalkan tawaran kerja samanya.


Hyun Jung merasa tersinggung karenanya. Tapi Moon Hak mengatakan itu karena ia merasa Hyun Jung seperti membangun tembok di sekitar untuk mengawasinya. Dan ia merasa tembok itu dibangun karena Hyun Jung tak menyukainya.

Ia mengakui kalau ia menyukai Hyun Jung sejak lama dan merasa sangat senang sekali beberapa minggu terakhir. Thanks but no, thanks. Moon Hak mempersilakan Hyun Jung untuk pulang sekarang.

Hyun Jung diam, mencoba memendam semua luka di hatinya. Tapi ia tak tahan dan berkata, “Ayahku yang sudah meninggal, ternyata masih hidup. Aku baru mengetahuinya hari itu.”


Moon Hak terbelalak dan berlutut di depan Hyun Jung, mencoba menguatkan Hyun Jung yang sekarang terisak pelan. Mereka tak menyadari kalau Hyun Ae datang dan melihat keduanya.


Hyun Ae mengetuk pintu dan langsung masuk. Dengan alasan memberikan kue buatannya dari kursus memasak, Hyun Ae melihat siapa wanita yang menjadi pusat perhatian Moon Hak.

Moon Hak tak secara halus meminta Hyun Ae untuk pergi. Dan Hyun Ae sudah cukup dengan mengetahui kalau wanita itu adalah penyiar Hyun Jung, maka iapun pergi. Ia tampak tak nyaman mengetahui Moon Hak mempunyai hubungan dengan seorang wanita.





Gemetar dan hampir menangis, Hyun Sook mencari-cari Hyun Jung. Hyun Jung akhirnya kembali ke kantor dan menemukan Hyun Sook pucat dengan mata kosong, menanyakan isi dokumen itu, “Eonni, apakah aku adalah anak Jang Mo Ran?”

Doengg… hahaha.. Hyun Sook ini pengen banget jadi anak Mo Ran kali ya sampai-sampai salah baca dokumen.

Hyun Jung menyuruh Hyun Sook membaca lebih teliti lagi, di situ tertulis ‘ayah-anak’. Dan Hyun Sook lebih terbelalak lagi mengetahui kalau ternyata ayah mereka masih hidup. Mulanya ia tak percaya, membuat Hyun Jung merobek dokumen itu dan meminta Hyun Sook untuk tak mempercayai isi dokumen ini.


Tapi itu malah membuat Hyun Sook meminta agar Hyun Jung mempertemukannya dengan Ayah. Tapi Hyun Jung tak mau. Hyun Jung ingin hidup mereka sama seperti sekarang dan tak ada yang berubah. Biarkan Ayah mereka ‘mati’ sehingga tak membuat luka lagi.

Hyun Sook menangis dan minta agar ia bisa melihat ayah mereka walau secara diam-diam. Ia juga berjanji tak akan memberitahu ibu. Hyun Jung tetap tak mau, karena ayah mereka sudah meninggal sejak dulu.


Ia meninggalkan Hyun Sook dan meeting dengan tim Doo Jin. Kali ini ia menentang rencana Doo Jin untuk menayangkan cerita si Kakek, dan kita tahu alasannya. Tapi team itu tak tahu dan Hyun Jung tak mau menjelaskan alasannya. Ia tak mau menjadi penyiar berita si Kakek itu. titik.


Hyun Sook turun ke lobi kantor dan melihat seorang Kakek sedang berbincang-bincang dengan Manajer Han yang mengatakan akan pensiun dari panti jompo. Ia terkejut melihat kemiripan Kakek itu dengan ayahnya. Apalagi ketika Manajer Han mengajak makan mie soba yang pernah dibawa oleh Hyun Jung.


Saat melihat Hyun Jung menatap mereka dengan mata basah, ia tahu siapa ‘ayah’ yang dimaksud Hyun Jung.


Air matanya merebak saat bertanya pada Kakek, “Apakah Bapak ingat siapa saya?” Suaranya bergetar menahan tangis saat meminta Kakek untuk mengingatnya. “Tidakkah Bapak ingat aku?”


Hyun Jung membawa Manajer Han dan Hyun Sook ke samping gedung. Hyun Sook terus menangis tersedu-sedu seperti anak kecil. Tapi ia memang masih anak-anak saat ditinggal ayahnya. Ia berterima kasih pada Manajer Han karena menyelamatkan Ayahnya.


Manajer Han cukup shock dengan berita ini. Ia pernah mengalami kasus seperti ini dan meminta Hyun Sook untuk tak langsung frontal bertanya seperti itu pada Kakek. Ia takut kalau Kakek akan stress dan menolak hal itu. Hyun Jung ingin mengubur hal ini, tapi Hyun Sook membentaknya, menolak mentah-mentah.

Hyun Ae mendapt kejutan saat ikut kursus memasak. Si pasien yang pernah menjambak rambutnya ada di hadapannya dan memproklamirkan dirinya sebagai ketua kelas. Ia mencoba mengais informasi dari Asisten Park tentang siapa si ketua kelas.


Tapi tentu saja Asisten Park sudah diberi uang oleh Mo Ran dan memberi tahu kalau Mo Ran adalah importer barang-barang antik dari Eropa. Hyun Ae langsung bersikap manis pada Mo Ran.


Ma Ri mengambil seragam Kendonya dan bertemu dengan Roo Oh yang bersikap sangat dingin padanya, minta maaf kalau kelas Kendonya kemarin sampai larut malam, membuat ia tak bisa nonton dengan Ma Ri.


Ma Ri tahu kalau ucapan itu bohong, dan ia tahu kalau ternyata Roo Oh bisa mengikat dasinya sendiri. Ia termenung saat Doo Jin masuk ke ruangan. Entah apa yang dipikirkan Ma Ri saat mengajak Doo Jin untuk nonton film.


Mereka nonton film di drive thru. Ma Ri menonton sambil menangis tersedu-sedu, padahal film-nya nggak sedih-sedih amat. Ma Ri bercerita kalau ia mepunyai pria yang disukai yang tiba-tiba mengacuhkannya. Ia merasa pria itu hanya mempermainkannya.


Doo Jin mengajak Ma Ri untuk menonton film komedi besok. Tapi Ma Ri tak mau. Mendadak Doo Jin mencium pipi Ma Ri. Err.. Ma Ri hanya diam, tak bereaksi. Doo Jin jadi salah tingkah dan pura-pura polos.


Seusai nonton, Doo Jin mengantarkan Ma Ri pulang. Ia tak menyadari kalau ada seseorang yang menunggu Ma Ri, sedih melihat Ma Ri diantar pulang oleh seorang pria.

Aww.. kasihan Roo Oh.


Hati Mo Ran sedang senang sekali karena kejadian di kelas memasak. Ia mengajak Ibu untuk menginap di hotel, berdua dengannya. Di sana mereka bisa makan di restoran, spa dan berenang bersama-sama. Asisten Park juga bisa libur sehari.  


Ibu mengiyakan walau pura-pura tak antusias mendapat tawaran itu. Padahal.. Ibu senaaang sekali, bahkan memakai topi berenangnya. Aww.. cute banget si Nenek. Seperti itu ya, topi berenang jaman dulu.


Hyun Sook mengetahui rencana itu, dan mendorong ibunya untuk benar-benar pergi. Ia punya rencana sendiri dengan kepergian Ibu. Ia ingin membawa Kakek alias ayahnya untuk berkunjung ke rumah. Mungkin saja Ayah akan pulih kembali.

Hyun Jung tak melihat hal itu ada gunanya bagi mereka. Tapi Hyun Sook mengatakan ada. Dari dulu Ibu selalu ingin berkata sesuatu untuk Ayah. Mereka terus berdebat, hingga Goo Min melerai mereka. Hal itu tak perlu diributkan sekarang. Mumpung sekarang ada kesempatan, lebih baik digunakan.

Jong Mi menawarkan diri membawa Ibu dan Mo Ran ke hotel dan memastikan mereka benar-benar sudah check in.
Hari jalan-jalan itu tiba dan Ibu terpesona dengan kemewahan yang diberikan pada Mo Ran. Ia terpesona dengan high technya kamar hotel dan makanan yang lezat sekali. Tapi semua berubah menjadi masam saat spa.


Ibu tak nyaman dengan ia harus spa bersama dan menunjukkan tubuhnya dengan Mo Ran yang selingkuhan suaminya. Ia menolak untuk spa dan menyebut Mo Ran aneh. Bagaimana mungkin Mo Ran dengan pede berpikir bisa mandi bersama dengannya.

Mo Ran tergeragap mendengar ucapan Ibu. Ia hanya ingin mengaja Ibu ke tempat spa terbaik dan tak pernah berpikir macam-macam. Tapi Ibu malah menganggap Mo Ran sombong. “Kau ingin memamerkan kulitmu yang lebih kencang daripadaku.” Ibu menutup loker dan beranjak pergi.


“Karena itulah Chul Hee Oppa mungkin menyukaiku,” Ibu menoleh kaget mendengarnya. Tapi Mo Ran terus berkata, “Kalau eonni tak mau melihat tubuh yang kencang, pergi saja sekarang juga.”



Ibu tak bisa berkata apa-apa, separuh marah separuh tak percaya mendengar Mo Ran berkata seperti itu. Ia meninggalkan Mo Ran yang akhirnya menangis.

Ibu juga menangis di taksi. Ia memaki, tak seharusnya ia membawa Mo Ran pulang ke rumah. Harusnya ia menendang Mo Ran lebih keras dan membunuhnya. Dan ia menyalahkan suaminya atas apa yang terjadi selama ini. “Aku tak akan melakukan upacara kematian tahun depan!”


Apakah ucapan Ibu akan terbukti? Entahlah. Tapi Ayah memasuki rumah di Ahnguk-dong dengan beberapa memori yang muncul sedikit demi sedikit. Hyun Sook menawari Ayah untuk makan babi panggang di bale tempat mereka dulu makan babi panggang.

Betapa terkejutnya Hyun Sook melihat Ibunya kembali ke rumah. Ia mencoba mencegah Ibu, tapi tak berhasil juga. Akhirnya Ibu mau seteah Hyun Sook berkata kalau ada yang ingin Hyun Sook sampaikan.


Hyun Sook menceritakan kalau Ayah sudah pulang ke rumah tapi kehilangan ingatan. Ibu tak percaya dan malah mengira Hyun Sook baru saja kembali dari dukun. Ia ingin pulang sekarang juga. Tapi Hyun Sook mencoba mencegahnya dengan mengatakan kalau Ayah benar-benar kembali.

Ibu mengira Hyun Sook sudah bertemu dengan pria yang Mo Ran bilang mirip dengan suaminya. Ia ingin melihatnya. Ibu teringat saat ia menerima telepon tentang Chul Hee yang menikah karena kebakaran. Dalam hati ia berjanji; jika orang itu mirip dengan Chul Hee, ia akan mengajaknya makan siang sebelum orang itu pulang.


Tapi betapa terkejutnya ia melihat suaminya muncul di hadapannya. Ibu berteriak histeris dan melempar garam (penghilang hawa jahat) kepada roh suaminya. 


5 comments :

  1. ep 12 nya udah keluar.. smga sinopsis selnjutnya cpat keluarnya.. hehe
    maksih ya mba dee

    ReplyDelete
  2. Kasian moon hak.. wkwkwk.
    Ga masalah ma ri jadinya sm siapa .. tp hyun jung sama moon hak :D

    ReplyDelete
  3. Mari harus sama roo o kalau hyun jung mau sama Mon hak, coz yg punya hubungan darah dg monhak kan do jin, kalo entar Mari sama do jin , jd nya paman sama bibi (hyun jung) dan ponaakan dg ponakan , hubungan darah donk!
    Yeay...saya kok serius bgt yah??????(bingung)
    Roo o.....jgn sedih....cup cup cup....
    Gumapshimnida bak dee....

    ReplyDelete
  4. Semangat nulisnya. jangab berhenti ditengah jalan yh

    ReplyDelete
  5. Hahaha ibu salah paham dg mksd baik mooran ahjumma yg mengajak spa bareng(konteskulitterbaik) tepokjidat. Mba dee tq sinopsisnya

    ReplyDelete