May 11, 2015

The Girl Who Sees Smells Episode 12 - 2

Sinopsis The Girl Who Sees Smells Episode 12 – 2



Walau dadanya berdebar setelah mengetahui Jae Hee mengincar nyawanya,Cho Rim menghampiri Jae Hee dan menyapanya. Jae Hee tersenyum melihat Cho Rim dan memuji penampilannya. Jae Hee juga memberitahu kalau mulai minggu depan, ada satu segmen dimana mereka akan tampil dalam satu frame. Cho Rim merasa tersanjung karenanya.



Jae Hee diminta PD untuk latihan segmen baru. Memasak dalam 5 menit dan akan ada timer untuk mengukur waktu memasak Jae Hee. PD meminta Jae Hee latihan dengan timer berjalan mundur. Jae Hee bercanda, bagaimana jika ia tak menyelesaikan masakannya dalam waktu 5 menit itu?

Cho Rim berbalik dan menatap buku tebal di tasnya. Ia menyadari kalau ia punya waktu 5 menit untuk menyelinap ke perpustakaan saat Jae Hee latihan. Ia terlonjak kaget ketika Jae Hee memanggilnya. Ternyata Jae Hee ingin Cho Rim menyemangatinya agar ia tak membuat kesalahan.


Cho Rim tersenyum lega dan mengacungkan tangannya, “Hwaiting!”Jae Hee tersenyum gembira dan mulai latihan dan memasang waktu 5 menit. Cho Rim memasang earpiece-nya dan bicara pada Moo Gak yang memasang waktu 5 menit dan menyuruhnya untuk segera ke perpustakaan.

Cho Rim segera naik lift untuk masuk ke perpustakaan dan memasang buku berkamera itu di rak yang mengarah ke meja Jae Hee.


Tak dinyana, ternyata waktu yang digunakan Jae Hee untuk memasak kurang dari 5 menit. Sisa waktu 1 menit 45 detik dan sutradara menghentikan latihan untuk berlatih segmen berikutnya, segmen Cho Rim. Haduhh… sutradara memanggil Cho Rim, tapi gadis itu tak nampak sedikitpun. Asisten sutradara mulai mencari-cari Cho Rim.


Jae Hee curiga dan menuju ke lift dan memencet tombol ke atas. Pintu terbuka dan ia terkejut melihat Cho Rim sedang mengangkat roknya. Cho Rim juga tak kalah terkejut dan buru-buru menurunkan roknya dan berkata kalau tadi banyak staf pria di kamar mandi, padahal ia harus memperbaiki stokingnya. Jae Hee mengingatkan kalau syuting sudah hampir dimulai.

Untung.. Cho Rim bisa memberikan alibi. Tapi apakah Jae Hee benar-benar percaya?

Cho Rim pergi ke kamar mandi dan melaksanakan instruksi Yeom Mi yang menyuruhnya untuk menaruh dompet di kamar mandi agar punya alasan untuk mengambil kembali kameranya.


Setelah acara syuting selesai, Cho Rim menemui Moo Gak yang berada di mobil pengintai. Kamera sudah terpasang dengan baik sehingga polisi bisa memata-matai aktivitas Jae Hee. Cho Rim kelihatan lega sekali dan minum air banyak-banyak. Moo Gak mengamati Cho Rim yang masih menyisakan bekas-bekas kecemasan tingkat tinggi. Ia pun mengajak Cho Rim untuk makan.


Moo Gak mengajaknya ke restoran dan membakar kulit babi. Ia bercerita setelah menyelesaikan tugas lapangan pertamanya sebagai polisi, atasannya mengajaknya makan kulit babi.


Cho Rim bertanya apakah itu berarti ia baru saja menyelesaikan tugas lapangan pertamanya? Moo Gak mengiyakan dan bertanya mengapa harus makan kulit babi? Cho Rim menggeleng, maka Moo Gak menunjuk ke kulit babi yang makin lama mengkerut. Tapi Cho Rim masih tetap tak mengerti.


Moo Gak berkata kalau kulit itu lama kelamaan menyusut. Cho Rim pun mengerti. Ketakutannya akan menyusut setelah tugas pertamanya. Moo Gak pun memotong kulit itu kecil-kecil dan menyuruhnya makan agar Cho Rim tak akan mengkeret lagi di kesempatan berikutnya. Cho Rim langsung berniat makan banyak-banyak karena tadi ia benar-benar ketakutan.


Tapi Moo Gak sudah mendahuluinya dengan mengambil satu potong kulit yang matang dan menyuapkannya ke mulut Cho Rim. Cho Rim agak ragu, tapi ia membuka mulutnya juga. Moo Gak tersenyum senang.


Selesai makan,mereka berjalan-jalan di taman. Cho Rim tahu kalau Moo Gak menjad detektif karena kasus adiknya, padahal sebelumnya Moo Gak bermain-main dengan ikan di akuarium. Apakah Moo Gak menyukai pekerjaan ini?

Moo Gak tak tahu. Yang ia tahu, ia memang harus melakukannya. Moo Gak bertanya balik pada Cho Rim. Cho Rim harusnya juga melawak di panggung, tapi sekarang Cho Rim malah melakukan tugas berbahaya. Apa Cho Rim tak ingin manggung lagi? Kalau Cho Rim sih yakin bisa manggung lagi.Tapi bagaimana dengan Moo Gak sendiri?


Moo Gak tersenyum. Ia sendiri tak yakin bisa kembali lagi. Cho Rim yakin kalau Moo Gak pasti bisa kembali. Moo Gak sebenarnya ingin kembali bermain dengan ikan-ikan di Jeju lagi. Tiba-tiba ia menghentikan langkahnya dan bertanya, “Saat aku kembali nanti, maukah kau ikut denganku?” Cho Rim diam tak menjawab. Tapi Moo Gak tak menyerah. Ia akan terus meminta Cho Rim untuk ikut dengannya, jadi Cho Rim harus bersiap-siap.


Cho Rim berbalik. Matanya berkaca-kaca saat menjawab, “Ketika kau pergi menemui adikmu, aku ingin ikut denganmu. Aku ingin meminta maaf padanya.”


Moo Gak menghampiri Cho Rim dan menghapus air matanya. “Baiklah, kita akan pergi bersama. Eun Seol akan bicara pada Eun Seol.” Dan ia meraih gadis itu dalam pelukannya.


 Detektif Yeh yang bertugas mengawasi perpustakaan akhirnya menemukan titik terang. Jae Hee menelepon seseorang dan memberi tugas untuk mencari orang yang bernama Eun Seol dari Jeju yang mungkin sekarang sudah berganti nama. Jae Hee akan memberikan foto gadis itu di besok jam 4 sore. Ia menyelipkan foto itu di dompetnya.


Moo Gak mengantarkan Cho Rim pulang ke rumahnya. Kali ini Moo Gak tidak bolak-balik lagi dan tidak stalking Cho Rim dari mobil. Mungkin ia sudah kecapekan karena stalking Cho Rim semalaman. Ia malah tertidur lelap di dalam mobil.


Hingga sebuah ketukan beruntun di kaca mobil membangunkannya. Ia kaget melihat Cho Rim sudah berada di samping mobil dengan melipat tangan. Haha.. o oh.. kamu ketahuan.. Moo Gak buru-buru keluar dan bertanya mengapa Cho Rim keluar rumah?


“Apa mobil ini adalah rumah temanmu? Apa semalam kau juga tidur seperti ini?” Moo Gak beralasan kalau ia sudah terbiasa melakukan ini saat bertugas. Cho Rim menyuruh Moo Gak untuk kembali ke rumah. Tapi Moo Gak tak mau karena tak ada tempat lain untuk Cho Rim.

Hellow.. bukannya di kepolisian itu ada yang namanya rumah untuk perlindungan saksi, ya?


“Kita dapat tinggal bersama,” usul Cho Rim. Moo Gak terkejut. Beneran? Cho Rim tersenyum menggoda dan tersipu-sipu. Hihihi… Moo Gak pun mencoba menyembunyikan senyumnya.


Cho Rim tidur di tempat tidur sementara Moo Gak tidur di sofa. Tapi karena apartemen Moo Gak tipenya studio, rasanya masih sekamar karena mereka masih bisa ngobrol. Cho Rim memberitahu kalau air mineral dan pasta gigi sudah habis. Mata Moo Gak sudah 5 watt saat menjawab kalau mereka akan belanja besok.


Moo Gak menyuruh Cho Rim tidur dulu, tapi Cho Rim malah menyuruh Moo Gak tidur dulu. Heheh.. kaya SMS-an waktu di rumah Cho Rim. Mereka sama-sama tak mau tidur, ngakunya nggak ngantuk, tapi akhirnya sama-sama tidur juga.


Inspektur Sa membantu mem-photoshop foto digital Cho Rim. Alis diambil dari satu gadis, mata dari gadis lain, mulut-hidung-pipi-bentuk wajah diambil dari gadis yang berbeda-beda sehingga tak menyerupai satu gadis pun. Weitss.. ternyata Inspektur Sa ini melek teknologi. Inspektur Kang merasa hal ini kurang efektif. Lebih baik mereka langsung merebut kembali foto itu. Beres, kan?

Tapi yang lainnya tak setuju karena Jae Hee bisa mengambil gambar lain dan Jae Hee akan menyuruh orang untuk mencari saksi berdasarkan foto tersebut. Jae Hee tak akan menemukan Cho Rim jika mereka merubah foto gadis itu dengan foto gadis lain.


Inspektur Kang menggerutu, mengapa hanya dia sendiri yang tak memikirkan hal itu, ya. Detektif Ki berkata kalau Inspektur Kang hanya pura-pura tak tahu saja, kan. Inspektur Kang semakin menggerutu karena Inspektur Sa pun mendapat pujian dari yang lain karena berhasil mengubah wajah Cho Rim menjadi wajah lain.


Inspektur Sa tak menyia-siakan kesempatan ini dan berkata, “Inspektur Kang, kudengar kau masih mengetik dengan dua jari.” Inspektur Kang kesal sekali mendengarnya.


Moo Gak menyerahkan foto palsu itu kepada Cho Rim untuk ditukar dengan foto asli di dompet Jae Hee. Jae Hee akan meninggalkan restoran sekitar jam 3 sore dan bertemu dengan detektif sewaannya jam 4 sore, yang berarti Cho Rim harus bisa menukar foto itu sebelumnya. Ia meminta Cho Rim untuk berhati-hati. Ia akan selalu menyertai Cho Rim, sehingga Cho Rim tak perlu khawatir.


Cho Rim main-main memberi hormat dan berlalu pergi. Tapi kenapa wajah Moo Gak yang kelihatan khawatir, ya?


Restoran Jae Hee penuh complain dari pengunjung restoran. Jae Hee yang baru datang, masuk dapur dan mengetahui kalau pesanan pengunjung tertukar-tukar sehingga semuanya jadi kacau. Jae Hee pun melepas jasnya di samping Cho Rim dan turun tangan.

Diam-diam Cho Rim mengambil dompet kemudian keluar dapur untuk mengganti foto itu dan mengembalikan dompet itu kembali. Jae Hee terlalu sibuk untuk memperhatikan.


Ketika restoran tutup untuk istirahat, pk. 15.00 – 17.00, Cho Rim menghentikan Jae Hee yang akan pergi. Ia minta ijin untuk mengambil dompetnya yang ketinggalan di rumah Jae Hee saat syuting kemarin. Jae Hee mengijinkan dan memberikan kunci rumahnya.


Wihh.. semuanya lancar. Cho Rim menelepon Moo Gak untuk memberitahukan hasilnya. Moo Gak memujinya dan menyuruh Cho Rim untuk segera pergi ke rumah Jae Hee untuk mengambil kamera sebelum ketahuan.


Cho Rim mengiyakan. Tapi belum sempat ia pergi, temannya menyuruh memindahkan beberapa barang ke gudang. Terburu-buru, Cho Rim meletakkan handphone di meja dan mengambil barang-barang tersebut.


Jae Hee sedang menuju ke tempat pertemuan ketika detektif sewaannya menelepon dan memberitahukan kalau banyak sekali polisi yang berjaga di tempat pertemuan mereka. Pertemuan mereka pun dibatalkan.
Jae Hee yang curiga mengambil foto itu dari dompet dan membalik fotonya. Tak ada tanda di foto itu. Ia pun berbalik pulang ke rumah, Ooh..


Begitu masuk ke perpustakaan, Jae Hee mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru. Sepertinya ia hafal pada seluruh bukunya karena mendadak matanya terantuk ke sebuah buku.

Moo Gak terkesiap melihat Jae Hee menatapnya, menatap bukunya. Ia segera menelepon Cho Rim, tapi Cho Rim tak mendengarnya karena handphone itu tertinggal di restoran.


Ia memanggil Cho Rim melalui earpiece, tapi Cho Rim tak memakainya. Kepanikan melanda Moo Gak. Cho Rim harus segera diberitahu. Mendadak layar monitornya bergerak, membuat Moo Gak membeku.


Jae Hee telah mengambil buku itu dan menemukan kamera di dalamnya. Ia mendesis, “Kenapa.. kau sangat ingin tahu?” Dan gambar Jae Hee hilang.


Moo Gak segera keluar dari mobil dan berlari secepat-cepatnya menuju ke rumah Jae Hee.


Haduhh.. dimana Cho Rim? Setelah mengambil dompet di kamar mandi, Cho Rim menuju lift dan menekan tombol turun. Lift terbuka dan ia pun masuk.


Jae Hee yang hendak memencet tombol heran melihat pergerakan lift yang naik. Ia menunggu di depan lift dan saat lift terbuka, ia menatap tajam pada Cho Rim yang tak kalah terkejut melihatnya.


Komentar :



Haduhhh… kenapa juga sih Cho Rim bisa gak prepare sama sekali? Lupa bawa handphone dan tidak memakai alat komunikasi. Coba kalau salah satu ada, Cho Rim kan sudah selamat. Karena inilah makanya Moo Gak tak mengijinkan Cho Rim untuk melakukan penyelidikan.

Coba deh, Cho Rim dan Moo Gak disuruh nonton Healer dulu, biar mereka belajar dulu pada Jung Hoo dan Young Shin, pasti semuanya gak akan begini.

Ini kenapa endingnya selalu Jae Hee ketemuan sama Cho Rim melulu, ya? Ending episode 10, Cho Rim hampir kepergok nyimpen surat pengakuan si dokter. Ending episode 11, Cho Rim hampir ketahuan kalau ia anaknya Oh Jae Pyo, dan sekarang… Third time’s the charm, gak ya..

Atau itu berarti sebenarnya Cho Rim itu berjodoh sama Jae Hee? Hiiyy… amit-amit deh kalau berjodoh buat di-barcode-in.

Sebenarnya menarik untuk mengulik penyebab Jae Hee menjadi seperti ini. Prosopagnosia atau face blindness, mulai dikenal pada tahun 1940-an, setelah beberapa tentara yang terluka parah di kepalanya tak dapat mengenali keluarganya. Bukan amnesia, ya.

Kita mungkin mengenal kata proposagnosia pertama kali di Nice Guy, saat Eun Gi muncul pertama kali setelah kecelakaan, alih-alih mengalami amnesia, Eun Gi dikatakan mengalami proposagnosia. Orang yang mengalami proposagnosia bisa melakukan semua seperti orang lain, hanya saja tak bisa mengenali wajah.

Proposagnosia bisa muncul karena genetis, bisa pula karena kerusakan otak. Lalu bagaimana dengan Jae Hee? Mungkinkah Jae Hee memiliki orang tua angkat yang abusive seperti yang diduga oleh Yeom Mi? Bagaimana sebenarnya masa lalu Jae Hee yang membuatnya menjadi monster seperti ini?

Semoga 4 episode terakhir bisa menjelaskan latar belakang Jae Hee. 




11 comments :

  1. Jae hee tuh wkt kecil makan nya apa yah? kok ya pinter pake bgt.. teliti..semua kerjaan nya rapi. Bicara nya sedikit tp bikin degdegan nya banyak. Senyum dan pembawaan nya yg tenang makin buat kesan dia sadis. Btw.. Nam Gong Min curhat di satu wawancara kalau dia sebenarnya pengen punya love line di drama ini, karena moo-rim selalu punya sweet moment yg bikin iri, sementara dia sendirian dan di sisi lain di kejar2 polisi.
    Yaah salah nya mas knp gk jatuh cinta aja sm chorim? *diomelin moogak karena membahayakan chorim* ๐Ÿ˜
    Setuju sama mbak dee semoga di 4 eps terakhir bsa menjelaskan latar belakang jaehee knp jd pembunuh dan alasan'a menggunakan barcode pd korban..
    Aku sdh nonton tp klo gk sambil baca sinop kaya'a gk afdol ๐Ÿ˜„ thanks mbak dee ๐Ÿ˜‰

    ReplyDelete
  2. Iya mbak dee.....semoga 4 episode terakhir mulai menguak jae hee bisa evil kayak gitu.meski dia evil bgt tapi ttp ada alasannya kan gak mungkin bawaan dari orok tetiba dia juahat gitu......
    Ending selalu cho rim ketemu jae hee...biar jae hee gak kesepian itu mbak dee (chie...)
    Kan NGM sempat bercanda tuh kalo dia cemburu banget mesti akting dg SSK dan uchun yg loveline sweetu bgt....sementara dia kesepianan tanpa loveline dg siapapun....(katanya apa seorang pembunuh barkode gak boleh jatuh cinta gitu?????)
    Jd biar ketemu ketemuannya di ending episode jd obat buat Sik NGM oppa...(wuah)
    Sudah waktunya sih ...cho rim ketahuan, udah tinggal 4 episode juga.
    Btw ...belum move on aja dari healer nih mbak dee...entuh masih nyebut2 jung hoo sama yeong shin.....^_^
    Kamsahamnida bak dee......
    Komen....tolonglah dirimu jangan masuk lautan spam...okeh?
    Masuk daftar tunggu buat dibaca yah...meluncur.........

    ReplyDelete
  3. astaga...wajah jae hee lebih serem dari hantu
    *tutupmata
    tapi mo gak unyu bgt sich,tidur sambil meluk boneka singa laut
    he

    ReplyDelete
  4. ya ampun, baca ini aja udah bikin dag dig dug >.<
    emang patut dipertanyakan kenapa endingnya selalu ketemuan di rumah jae hee sih kayak ga ada tempat lain aja yang lebih aman *digetok jae hee
    btw thank you buat info prosopagnosianya ya mbak dee^^
    keren euy! semoga memang ada alasan jae hee bisa 'sekeren' ini...
    btw ditunggu unkind ladies 14-nya mbak :)

    ReplyDelete
  5. Ko aq gรค ngrasa serem ya liat tatapan jae hee mlah meleleh yg Ada hihihihi salah fokus.
    Nam gong min sarangeee

    ReplyDelete
  6. Deg degan bgt baca nya, btw mksh mba dee sinopsis ny ga sabar nungguin episode selanjutnyaa semangat mba dee

    ReplyDelete
  7. Owh...jadi ini drama hanya sampe 16 epidode...
    oke deh... makasih mbak Dee...

    ReplyDelete
  8. Hihihi... jadi ketawa2 gaje baca komen2 diatas saya.
    Abang jae hee.... moga di ep. Akhir tobat yak... biar dapet soulmate... hehe
    Btw, boneka singa laut si uchun itu koleksi pribadi atau properti yak? Boleh minta nda? :D
    SSK aktingnya okeh lah... daripada pas di iron man... hehe

    Kamsahamnida trio ahjumma yang kakooooiiiiiii..... *acung 10 jempol

    ReplyDelete
  9. Ditunggu eps 13nya ya Min. Gumawo :)

    ReplyDelete
  10. Senyum mahalnya nagomin...bikin cintaku klepeks2 ama dia...malah ngefans ma oppa nagomin

    ReplyDelete
  11. apartemennya Moo Gak tuh sama persis sama apartemennya detektif seo di you're all surrounded ya?

    ReplyDelete