April 11, 2015

Unkind Women Episode 9

Sinopsis Unkind Women Episode 9


Adik Hyun Ae menelepon, meminta Hyun Ae keluar sekarang juga karena ia melihat orang yang mirip dengan Choong Gil. Han Choong Gil. Hyun Ae langsung keluar, bersamaan dengan Mo Ran keluar rumah. Tak ada siapapun di sana.




Hyun Sook dan Jong Mi sedikit curiga melihat kedua pria dihadapannya diam. Mereka mengira kalau Moon Hak dan Doo Jin mengenal Guru Na yang mendapat penghargaan dan sempat muncul di koran. Moon Hak berhasil menguasai kekagetannya dan membenarkan dugaan Hyun Sook.

Ia berjanji untuk membantu Hyun Sook memperoleh impiannya. Menarik keputusan dikeluarkan dari sekolah dan menerima permintaan maaf dari Guru Na.


Adik Hyun Ae berhasil mengejar mobil Manager Han dan Hyun Ae melihat kalau pria itu memang benar-benar Han Choong Gil-nya. Tapi Manager Han kebetulan juga menoleh ke samping dan mengenali wanita itu. Tak hanya Hyun Ae yang shock, Manager Han pun juga shock.

Hyun Sook sangat bahagia. Dunia sekarang tampak indah sekali. Ia merasa bersyukur telah memasukkan petisi ke skolh. Semua menjadi berbeda saat ia menunjukkan keberanian. Sekarang ia akan berusaha untuk memperoleh pekerjaan dan belajar untuk mempersiapkan ujian.


Jong Mi sangat senang melihat semangat sahabatnya. Ia pun mengajak Hyun Sook selfie untuk merekam saat-saat bersejarah ini.


Sementara kedua wanita itu sangat berbahagia, Doo Jin dan Moon Hak sakit kepala, frustasi akan perkembangan yang tak terduga ini. Tapi Moon Hak sudah tahu dimana ia akan berpihak. Ia berpihak di pihak orang yang terluka. Doo Jin tetap berpihak pada ibunya, karena ia merasa pasti ada kesalahpahaman. Dan jika ibunya memang bersalah, ia akan membuat ibunya minta maaf dengan ikhlas.


Di rumah, Doo Jin terus memikirkan ucapan Hyun Sook dan mencocokkan dengan wawancara Ibunya dulu. Semuanya nampak cocok. Ia mencoba mencegah terjadinya kericuhan lebih lanjut dengan meminta ibunya mengundurkan niat untuk kursus masak. Tentu saja Hyun Ae tak mau.

Doo Jin pun membuat pengandaian. Jika Hyun Ae bertemu dengan murid yang pernah ia marahi dulu, apakah Hyun Ae mau memperbaiki hubungan mereka? Hyun Ae merasa tak perlu. Salah murid itu sendiri kalau mereka gagal, jadi kenapa mereka harus membencinya? Doo Jin terkejut mendengar jawaban ibunya.


Moon Hak muncul dengan membawa pie apel kesukaan almarhum suami Hyun Ae. Tapi tak hanya itu saja. Ia merencanakan untuk menerbitkan buku berisi artikel tahun 80-an. Hyun Ae sangat antusias mendengar artikel suaminya akan dipublikasikan kembali, sementara Doo Jin menatap kakek kecilnya dengan was-was.

Benar saja. Senyum Hyun Ae menghilang saat mendengar rencana Moon Hak yang akan menerbitkan artikel opini Moon Soo yang salah satunya adalah ‘Seseorang melempar batu kepada gadis ini. Gadis ini tak bersalah.’ Moon Hak ingat kalau Moon Soo melindungi gadis yang diskors karena menonton konser Leif Garret.


Setelah Moon Hak pulang, Hyun Ae menuduh Moon Hak pasti melakukan hal ini karena mengincar tanah waris suaminya yang menjadi haknya. Moon Hak pasti sedang berencana untuk mengambil uang darinya. Doo Jin heran dengan pikiran ibunya. Kakek kecilnya itu sedang membicarakan buku, kenapa bisa berbelok ke masalah uang?


Doo Jin meminta ibunya untuk tak berpikir aneh-aneh. Kalau ada orang yang memberi sesuatu dengan cuma-cuma, jangan mengira orang itu mengharapkan pamrih. Hyun Ae merasa Doo Jin tak pernah hidup susah, jadi tak tahu bagaimana dunia ini bekerja. Doo Jin pun bertanya, apakah Hyun Ae menerapkan sistem ini pada murid-muridnya?

Hyun Ae marah karena Doo Jin menceramahinya. Tapi Doo Jin tak berniat seperti itu. “Ini sudah saatnya ibu melepas pola pikir merasa sebagai korban dan perasaan inferior Ibu.” Hyun Ae menatap tajam pada tuduhan anaknya. Ia tak pernah merasa inferior sama sekali. Doo Jin minta ibunya untuk menghilangkan perasaan minder yang ia miliki sejak dulu.

“Apakah kau ingin mengatakan keluarga ibumu ini berbeda?!” bentak Hyun Ae. “Ibu kandungmu adalah anak keluarga terhormat. Itukah yang ingin kau katakan?”

Doo Jin terkejut mendengar jeritan ibunya. Hyun Ae tersadar dan minta maaf. Ia beralasan kalau sedang tak enak badan dan masuk ke kamar tidurnya.


Malam itu, seluruh keluarga menikmati buah yang diantarkan ibu Doo Jin. Hyun Sook sangat senang mendengar cerita Asisten Park tentang penampilan ibu Doo Jin yang keren.


Hyun Sook sendiri membuat target untuk masa depannya. Kesehatan (latihan)! Uang! Ujian! Hal pertama yang ia lakukan adalah berbaikan dengan putrinya dan menceritakan dengan terbuka apa yang terjadi di masa lalunya.

Ia menunjukkan petisi yang ia tulis sekaligus meminta Ma Ri untuk menulis ulang petisi itu sehingga nampak masuk akal. Ada orang yang akan membantunya jadi ia berniat untuk memasukkan kembali petisi itu. Orang itu adalah paman dan anak dari Reporter Lee Moon Soo. Walau nantinya usaha ini tak berhasil, tapi proses ini sangatlah penting baginya.

Ma Ri menatap ibunya khawatir, tapi Hyun Sook menggenggam tangannya, meminta bantuannya sebagai lulusan S3 Sastra Korea.  Ma Ri bertanya apakah karena malu, maka ibunya tak pernah menceritakan hali ni padanya?


Hyun Sook mengangguk, membuat mata Ma Ri berkaca-kaca saat memeluk ibunya, “Ibu, kalau saja aku mengetahui hal ini sejak lama, aku tak akan pernah merasa malu. Anakmu ini tak sepicik itu. Aku benar-benar akan menginjak-injak guru jahat itu, Bu.”


Roo Oh pulang ke apartemen dan melepas dasi merahnya. Tapi ia tak melepas ikatannya, malah ia gantung, lengkap dengan ikatan dari Ma Ri. Ia tersenyum melihat dasi itu.


Ma Ri menerima SMS dari Roo Oh yang berterima kasih pada Ma Ri. Dasinya adalah yang paling bagus dan ia akan mentraktir Ma Ri makan siang besok. Ma Ri menggerutu membacanya. Orang yang sudah punya pacar tak seharusnya seperti ini. Ia meng-sms balik, menolak dengan halus. Ia akan berada di perpustaan Jongro seharian dan sangat sibuk.


Tapi pesan implisit Ma Ri tak sampai pada Roo Oh. Roo Oh malah tersenyum membaca pesan itu dan berkata sendiri, “Ayuh kita ketemuan besok.”


Mo Ran terbangun karena mendengar suara ketukan pintu. Betapa terkejutnya ia melihat Chul Hee masuk ke kamar dengan kedinginan dan tidur di samping istrinya. Belum pulih dari kaget, Chul Hee berbalik menatapnya dan berkata, “Aku belum mati.”


Mo Ran menjerit histeris ketakutan, membangunkan seisi rumah. Mo Ran ternyata bermimpi dan terus berteriak ketakutan. Hyun Sook akhirnya berhasil menyadarkannya. Soon Ok bertanya tentang mimpi Mo Ran, dan Mo Ran pun bercerita.

Mendengar cerita itu, Hyun Sook dan Soon Ok senang mendengarnya. Itu berarti mimpi bagus. Tapi kenapa Mo Ran malah menjerit? Mo Ran tak menjawab, maka Ibu yang sedang bahagia mendengar mimpi itu, menyimpulkan. “Kau menjerit karena kau cemburu ia naik ke tempat tidurku.”


Bwahahaha… Ibu ini, naluri saingannya masih aja tetep kuat.


Keesokan harinya, Roo Oh mencari-cari Ma Ri di perpustakaan. Ia tersenyum saat menemukan sosok Ma Ri yang menunduk dan sedang mewarnai bunga-bunga. Ditepuknya bahu Ma Ri, membuat Ma Ri menoleh.


Ternyata itu bukan Ma Ri, tapi muridnya yang berpotongan sama dengan Ma Ri. Hahaha.. ini kali kedua Roo Oh salah sangka. Roo Oh langsung menyuruh muridnya untuk potong rambut. Jiahh.. yang siwer Roo Oh, yang kena batunya orang lain.


Akhirnya Roo Oh menemukan Ma Ri duduk sendirian di sebuah meja, sedang tekun mengerjakan sesuatu.


Isengnya kumat. Ia mengambil koran dan duduk tepat di hadapan Ma Ri. Kakinya sengaja mendorong-dorong kaki Ma Ri hingga terjatuh dari sandaran kaki.


Ma Ri yang sedari tadi tekun mengetik akhirnya mendongak, hendak marah pada orang di hadapannya itu. Tapi ia tak melihat wajah orang di hadapannya karena tertutup koran. Ia pun mendorong balik kaki itu.


Roo Oh geli, ia kembali mendorong kaki Ma Ri yang dibalas dengan tendangan lebih keras. Akhirnya ia melipat koran dan berkata, “Aku harus bagaimana dong kalau kakiku ini memang panjang?” Ma Ri terkesiap kaget. Ssstt…


Ma Ri heran melihat Roo Oh ada di hadapannya. Mengapa Roo Oh kemari? Roo Oh berbisik, kan Ma Ri yang ingin bertemu di perpustakaan. Ma Ri mendelik dan berkata keras, “Sejak kapan..”

Roo Oh ganti mendelik, mengisyaratkan Ma Ri memelankan suaranya dan kembali berbisik, “Aku datang untuk makan siang denganmu nanti. Kau sendiri bilang kalau kau tak dapat makan sendirian.” Ia mengisyaratkan Ma Ri untuk meneruskan ketikannya sementara ia akan tidur.


Hahaha.. Ma Ri bengong melihat Roo Oh. Ia tak melihat kalau diam-diam Roo Oh tersenyum senang.
Ibu mengajak Hyun Sook dan Hyun Jung ke pasar ikan. Selain membeli ikan, mereka juga makan di salah satu restoran. Mimpi Mo Ran menjadi topic mereka hari ini. Walau Ibu tak mengakui, tapi ia nampa senang sekali karena Chul Hee tidur di sampingnya. Ibu berkata kalau ia bisa bertemu dengan ayah mereka lagi, ia akan memaafkan suaminya bahkan minta maaf padanya.


Hyun Jung yang tak terima dengan sikap Ibu. Namun Hyun Sook membela Ibu. Ayah mereka itu bukan orang jahat, hanya kurang dewasa. Ibu tersenyum, meminta Hyun Sook untuk segera menikah dan melarang Hyun Sook untuk bercerai dengan Goo Min.

Bagaimana watak Asisten Park yang sebenarnya?



Merasa tak ada orang di rumah, Asisten Park menyalin catatan resep gurunya diam-diam. Mo Ran melihat hal itu dan mengingatkan kalau Soon Ok tak suka ada orang yang melihat catatan resep itu.


Asisten Park panik karena tertangkap basah. Namun Mo Ran sepertinya tak mempermasalahkan lebih lanjut. Mengetahui kalau mereka hanya berdua saja, ia mengajak Asisten Park untuk makan siang di luar.


Hyun Ae mencoba sekali lagi, meminta Moon Hak untuk membatalkan penerbitan artikel itu. Ia meraa hukuman skorsing bagi murid yang kabur untuk menonton penyanyi luar itu sudah pantas. Tapi Moon Hak menolak dan hal itu didukung oleh Doo Jin. Dari sekian banyak wartawan yang melempar bat pada gadis itu, hanya ayahnyalah satu-satunya orang yang menghalangi pelemparan batu itu.

Moon Hak bertanya pada Hyun Ae. Bukankah Hyun Ae adalah guru si murid tadi? Seingatnya dulu,  Moon Soo dan Hyun Ae bertemu pertama kali untuk membicarakan masalah tentang skorsing murid tadi. Dengan gugup, Hyun Ae membenarkan hal itu. Tapi perasaan cinta yang tumbuh di antara dia dan Moon Soo tak ada hubungannya dengan artikel itu.



Moon Hak tersenyum menenangkan. Hyun Ae pun memilih untuk menyibukkan diri di tempat lain.


Karena semua sudah separuh mabuk, Ibu melarang Hyun Jung untuk menyetir dan menyuruhnya untuk telepon supir sewaan saja. Setelah menelepon, Hyun Jung berdiri untuk membayar makanan mereka. Ia menyuruh Hyun Sook untuk mengangkat teleponnya kalau ada panggilan dari supir sewaan yang sebentar lagi akan tiba.



Ada telepon masuk dari Moon Hak. Hyun Ae yang setengah mabuk, mengira telepon itu dari supir sewaan kakaknya. Ia pun memberitahu posisi mereka sekarang. Moon Hak bingung mendengarnya, tapi ia mengiyakan saja dan mengarahkan mobilnya ke sana.

Ketiga wanita yang menunggu supir sewaan, terkejut melihat sebuah mobil mewah berhenti di hadapan mereka. Moon Hak muncul, membuat Hyun Jung mengerutkan kening. Bagaimana Moon Hak bisa menemukannya? Moon Hak menjawab kalau tadi ada yang memberitahu posisi mereka. Ha. Hyun Jung melirik sadis pada Hyun Sook yang mengkeret.



Moon Hak memperkenalkan dirinya pada Ibu dan pura-pura tak mengenali Hyun Sook. Ibu langsung berbinar-binar karena tak melihat cincin di jari Moon Hak. Pria bujangan yang mengaku fans lama Penyiar Kim Hyun Jung.

Moon Hak menawarkan diri untuk mengantarkan mereka bertiga. Tapi Hyun Jung menolak tawaran itu dengan sopan. Ia menarik ibu dan adiknya pergi, walau keduanya terlihat enggan. Ia mencoba mencegat taksi tapi tak ada taksi yang lewat.


Muncullah Moon Hak lagi dengan membuka atap mobil di hadapan mereka. Ibu sangat senang melihat hal baru dan langsung naik tanpa menunggu persetujuan Hyun Jung. Hyun Sook juga mengikuti langkah ibunya. Tinggal Hyun Jung yang berdiri sendirian.


Kali ini Moon Hak berkata kalau mereka akan pergi dulu. Hahaha.. Hyun Jung menatap kesal pada semuanya. Masa iya ia ditinggal sendiri?


Akhirnya, Hyun Jung pun ikut dalam perjalanan itu. Ibu nampak senang sekali dan bertanya tentang keluarga Moon Hak. Berapa anak Moon Hak dan berapa umurnya? Moon Hak menjawab ia belum menikah jadi tak punya anak.

Ah.. senangnya Ibu mendengar jawaban itu. ia tersenyum dan melirik ke belakang, pada Hyun Jung yang langsung pura-pura tak mendengarkan percakapannya.


Ma Ri dan Roo Oh makan siang bersama. Ma Ri bengong dengan nafsu makan Roo Oh yang seperti orang tak makan 4 hari. Bahkan Roo Oh sampai tambah seporsi nasi lagi. Roo Oh berkata kalau hal itu tak aneh bagi pria hidup sendiri. Ia jarang makan makanan seperti ini, jadi ia harus makan sebanyak yang ia bisa.



Ma Ri bertanya apakah pacar Roo Oh sibuk? Kenapa Roo Oh tak ke rumah pacarnya saja dan minta dimasakkan sesuatu. Roo Oh mengerutkan kening, “Pacar apa?” Ma Ri menjelaskan tentang paket makanan yang dikirim ke studio. Roo Oh menjelaskan kalau makanan itu dari ibunya. Tapi hubungannya dengan ibunya tak begitu baik. “Aku tak punya pacar”


Ma Ri pura-pura tak peduli dengan penjelasan Roo Oh. Tapi dengan ia membiarkan Roo Oh menemaninya memasukkan petisi, tentu ada maksudnya, kan? Tahu kalau Roo Oh tak suka kopi, ia membelikan coklat panas untuk pemuda itu.

Gantinya, Roo Oh meminta Ma Ri membuka tangannya dan menyuruhnya menerima pemberiannya. Ma Ri membuka telapak tangannya dan sebuah bunga foristia kuning jatuh dari tangan Roo Oh. “Ini adalah bunga foristia pertama yang kulihat di tahun ini. Bunga ini akan membawakan keberuntungan bagimu.”


Ma Ri bengong melihat bunga itu dan terkikik geli. Tanpa senyum, Roo Oh menatap Ma Ri dan berkata, “Aku serius.” Haha.. haduh.. Kali ini Ma Ri tersipu malu menerima bunga itu. Roo Oh membalas senyum Ma Ri dan menatap langit, “Ah.. cuacanya benar-benar bagus.”


Iya..iya.. Kalau lagi seneng, semua jadi indah, kok..


Dengan ditemani aktor gaek dan Manjaer Han, Kakek mencari tempat jual mie soba yang enak. Tapi ia melihat kalau Manager Han tak fokus dan kelihatan seperti orang jatuh cinta.  Mereka sampai di sebuah restoran dan Kakek yakin kalau restoran itu menjual mie soba. Ia mencoba melihat isi restoran dari luar jendela.


Ternyata Mo Ran dan Asisten Park sedang makan di restoran itu. Melihat kakek itu, membuat Mo Ran seperti melihat Chul Hee kembali.


Mo Ran segera mengejar kakek itu dan bertanya siapa namanya. Kakek itu memberitahu namanya adalah Yang Min Nam. Mendengar nama yang berbeda, Mo Ran minta maaf tapi kembali memandang Kakek itu. Antara yakin dan tak yakin, ia merasa seperti mengenal Kakek itu.


Moon Hak mengantarkan ketiga wanita itu sampai ke rumah. Di rumah, Ibu memperkenalkan Goo Min yang langsung mengenalinya karena Goo Min adalah fans Moon Hak. Waahhh.. Ibu senang mendengarnya dan menawarinya makan siang dulu, tak peduli pada Hyun Jung yang terus menjawil-jawil untuk melarangnya.

Moon Hak menolak tawaran itu, beralasan kalau ia masih ada meeting nanti sore. Tapi ia tak menampik tawaran Ibu untuk makan siang di hari Minggu.

Hyun Jung yang mengantarkannya keluar, meminta Moon Hak untuk tak sungkan jika tak bisa datang hari Minggu nanti. Moon Hak malah mengajaknya pergi karena ada sesuatu yang ingin ia bicarakan.


Ia membawa Hyun Jung ke toko buku dan memberitahukan rencananya membuat klub buku untuk pembeli loyal mereka. Klub itu sangat eksklusif dan meminta Hyun Jung untuk memoderasi klub itu, bersamanya. Hyun Jung merasa tak percaya diri untuk menerima pekerjaan itu.


Moon Hak membelikan beberapa buku terbitannya dan meminta Hyun Jung untuk membaca buku-buku tersebut. Ia mengharap bisa bicara dengan Hyun Jung  lagi di kantornya.


Hyun Jung menceritakan hal itu pada Ma Ri yang membawakan titipan masakan dari Ibu. Ma Ri malah meminta bibinya untuk menerima tawaran itu karena buku-buku terbitan Lee Moon Hak banyak yang mendapat nobel sastra. Moon Hak juga sangat sukses dalam investasi real estate. Sangat baik jika Hyun Jung bisa menjalin networking dengan Moon Hak.

Tanpa kentara, Ma Ri menawarkan diri untuk mengambil sebagian masakan Neneknya. Hyun Jung sih senang-senang saja karena ia memang tak pernah menghabiskan makanan itu, yang akhirnya malah masuk ke tempat sampah.


Rupanya masakan itu Ma Ri kirimkan ke apartemen tetangga, alias rumah Roo Oh. Mari sepertinya ingat ucapan Roo Oh yang jarang makan masakan rumahan. Roo Oh senang sekali mendapat kiriman tak terduga itu. Tapi Ma Ri meminta wadahnya untuk dikembalikan.


Oya? Wadah harus dikembalikan sekarang juga? Ha.. jangan-jangan Ma Ri juga modus, nih. Karena sekarang ia ada di dalam rumah dan memandangi isi rumah Roo Oh. Ia jadi tahu kalau Roo Oh suka membaca dan banyak piagam penghargaan yang diterima Roo Oh.


Roo Oh langsung mencuci wadah itu setelah memindahkan isinya. Ma Ri menerima wadah itu dan pamit pulang. Tapi baru saja ia membuka pintu, ia langsung menutupnya lagi karena di luar ia melihat tiga murid wanita judes muncul bersama beberapa murid pria lainnya. Bahaya!





Merasa sudah tak terdengar suara berisik lagi, pelan-pelan Ma Ri membuka pintu itu. Tak ada siapapun di sana.


Tiba-tiba pintu itu ditarik keluar. Ma Ri tersentak kaget, melihat murid-murid itu menatapnya marah.


O oh..


Manager Han terus memikirkan pertemuan singkatnya dengan mantan pacarnya dulu. Ia teringat saat Mal Nyeon memutuskannya karena akan menikah dan pergi ke Amerika setelah itu. Tak ada yang bisa ia lakukan selain menghabiskan malam-malam setelahnya dengan air mata. Tapi sekarang ia merasa ikut bahagia melihat mantan pacarnya terlihat sangat sejahtera.


Sementara Kakek juga tak bisa mengenyahkan wajah Mo Ran dari pikirannya. Sepertinya wanita itu mengenali dirinya. Ia merasa kalau wanita itu dulunya adalah istrinya.


Mo Ran pun juga masih memikirkan kakek itu. Pada Hyun Sook, ia bertanya apakah Hyun Sook punya kerabat yang wajahnya mirip dengan Chul Hee. Hyun Sook menjawab tidak dan memberitau kalau ayahnya sering dipanggil tampan (Mi Nam).


Mo Ran juga memberitahukan hal itu pada Ibu. Ibu merasa tak ada gunanya jika melihat pria yang mirip dengan suaminya, karena pria itu tetap bukan  suaminya.

Bersambung ke Unkind Women Episode 10

Paling sedih melihat kisah cinta Ibu. Sepertinya takdir seperti tak mengijinkan Ibu untuk melihat suaminya, malah mengantarkan Kakek untuk melihat Mo Ran dengan jelas untuk pertama kalinya.

Btw, maaf ya kalau saya berubah-ubah dalam penyebutan Ibu/Soon Ok dan Kakek/Chul Hee. Saya merasa kurang hormat kalau langsung menyebutkan nama, tapi ada saatnya menulis Ibu atau Kakek juga tidak cocok. Ada saran?

6 comments :

  1. ibu dan kakek aja mbak dee.............

    tapi, kalo soon ok dipanggil ibu, kenapa cheol hee disebut kakek...
    kan pasangan ibu adalah bapak....kekekke
    just kidding mbak

    ReplyDelete
  2. aku sangaaattt menikmati percakapan ibu dan 2 putrinya,
    entah kenapa seperti aku sangat mengerti apa yg mereka rasakan dan katakan, dan juga gurauan antara hyun suk dan hyun jung.........
    jadi sepeti itu kalau hati ibu lagi senang.... :)

    ReplyDelete
  3. Iya bak dee.....apalagi setelah nonton episode terbaru ....
    Jadi makin sedih dengan nasib ibu....begitu cintanya dia ke suaminya....kalo aku mah ,udah ditinggal dg perempuan lain, gak dikasih penjelasan ,tau2 kecelakaan dan dikabarkan meninggal, ketemu lagi ...tp yg diingat justru bukan aku(istrinya)...mungkin gak sekuat ibu kali yah??????
    Baru ngerti...makanya Mari selalu nyebut chul hee itu minami haraboji, rupanya artinya kakek ganteng (hehehe)
    Hingga saat ini saya belum mengerti Unkind women itu buat siapa yah?apa buat n A mal nyeon atau buat para perempuan di keluarga ibu?????
    Btw...buat aku. Bak Dee nyebut apapun utk ibu atau kakek, ngerti2 aja sih, mmg sesuai dg latar ceritanya kali yah...so apa2 aja gpp bak Dee
    Gumapshimnida
    From Madura with saranghae
    Keep healty and writing!

    ReplyDelete
  4. Mba dee makasi sinopsisnya buaaaguus...saya sedang menunggu episode selanjutnya...hoooo...ga sabaran...

    ReplyDelete
  5. mba dee infonya dong biar ga nunggu terus drama ini mau di lanjutin ga mba dee? penasaran sama cerita selanjutnya sumpah

    ReplyDelete