April 6, 2015

Unkind Women Episode 7

Sinopsis Unkind Women Episode 7



Angin benar-benar mempermainkan kedua orang tua itu. Setelah angin menerbangkan koran sehingga menutupi wajah Soon Ok, angin menerbangkan debu hingga masuk ke mata Kakek. Dengan mata tertutup, Kakek bertanya dimana tempat penggilingan beras.




Manager Han menghampiri Kakek, sehingga Soon Ok memilih pergi. Tahu kakek kelilipan, Manager Han memegang wajah Kakek dan meniup debu di matanya. Soon Ok yang sudah meninggalkan mereka, tiba-tiba teringat kalau dulu memang ada tempat penggilingan beras.


Ia berbalik untuk memberitahukan lokasinya, tapi ia urungkan karena melihat kedua pria paruh baya itu berdekatan dan kelihatan seperti berciuman. Hahaha… Soon Ok kaget dan buru-buru pergi setelah melihat pemandangan yang ‘menarik’ itu.


Sambil menunggu belanjaannya dibungkus, Ibu minum teh. Ia tersenyum melihat kilau berlian di cincinnya itu. Ia tertawa geli mengingat bagaimana ia mendapatkan cincin itu. Cincin itu dulu ia temukan di laci kerja suaminya dan ia bahagia karena tahu kalau ia akan ulang tahun.


Tapi saat ulang tahun, suaminya memberi banyak hadiah. Celemek, sendok the dari perak. Apa itu berarti Ayah hanya menginginkan Ibu berkutat di dapur saja? Ayah tersenyum bangga, karena ia sudah mempersiapkan hadiah untuk tangan cantik Ibu. Mulanya Ibu berbinar-binar, tapi melihat Ayah menyodorkan sarung tangan, ibu hanya bisa memakai sarung tangan itu dengan geram. Ck.. keterlaluan kok memang si Ayah.


Ibu pun membalas dengan membawa cincin di laci ke toko perhiasan yang membuatnya. Ia minta dibuatkan cincin yang sama persis, tapi berliannya diganti batu biasa.

Puas? Puas banget. Walau Ibu tak menyangka kalau Mo Ran akan membawa cincin itu ke hadapannya.


Hyun Sook masih heran akan maksud Ayahnya yang membelikan cincin tiruan pada Mo Ran. Tapi Mo Ran sekarang malah merasa lega karenanya dan memberi cincin asli pada ibu Hyun Sook. Walau ia memang tak mengerti apa maksud memberi dua cincin sama tapi beda kualitas itu.


Hyun Sook akhirnya menceritakan kalau tahun ketika ayahnya meninggal adalah tahun yang suram baginya. Ia dikeluarkan dari sekolah dengan semena-mena. Hatinya masih terluka karenanya dan ia mengirimkan petisi untuk menarik keputusan itu. Walau petisi itu gagal, tapi ia berhasil membuat gurunya kesal. Baginya itu sebuah kemajuan.

Cerita itu membuat Mo Ran lega dan ia memuji Hyun Sook. Hyun Sook mengeluarkan tiket VIP dari Ma Ri dan mengajak Mo Ran untuk pergi melihat pameran lukisan. Mo Ran bersedia dan mengajak makan malam setelah itu.



Roo Oh menggedor pintu apartemen Ma Ri, mengajaknya latihan Kendo. Ia kaget saat melihat sosok yang muncul bukanlah Ma Ri melainkan Hyun Jung.


Ternyata Ma Ri malah sudah ada di studio, sedang menyetrika seragamnya. Roo Oh bercerita pada Ma Ri kalau ia tadi mampir di apartemen dan hanya bertemu dengan bibi Ma Ri. Apa Ma Ri tak akan tinggal di apartemen itu lagi? Ma Ri heran, karena sepertinya Roo Oh kecewa. Roo Oh berkelit dan menjawab kalau itu karena ia tak cuci muka tadi pagi.


Roo Oh membuka surat dari gurunya di Jepang.  Mungkin banyak yang belum kita ketahui tentang Roo Oh, karena ternyata ia bisa berbahasa jepang dan membaca huruf kanji pula.


Asisten Roo Oh melapor kalau Jin Kang Ho kembali mengirim orang dari studio dan niatnya pasti bukan untuk belajar. Apalagi orang ini sangat kasar sekali. Roo Oh meminta asistennya untuk tak curiga, tapi melarang Ma Ri untuk tak berlatih dulu.  Ma Ri tentu saja tak mau. Akhirnya Ma Ri diperbolehkan berlatih dengan syarat harus waspada dengan orang yang memiliki luka di kaki kiri.


Latihan bersama dimulai, dengan partner berlatih yang bergantian. Benar saja. Saat partner-ya adalah pria dengan luka di kaki kiri, Ma Ri dipukul mundur hingga terjengkang.


Roo Oh berteriak panik, memanggil nama Ma Ri. Ma Ri yang sempat pingsan melihat Roo Oh menatapnya khawatir dan bertanya apakah Ma Ri bisa menggerakkan badannya? Ma Ri menjawab tidak.


Tanpa diundang, Mo Ran ikut Ibu yang sedang memasak di dapur. Melihat cincin masih di tangan Ibu, Mo Ran berkomentar sambil lalu. Apa enak memasak dengan memakai cincin. Hanya Ibu satu-satunya chef yang memasak sambil memakai cincin. Ibu meletakkan cincin itu di atas meja dan berkata kalau ia sebenarnya berniat memberikan cincin itu kepada Mo Ran.

Mo Ran tak mau menerimanya karena ia sudah punya yang sama persis dengan itu. Tapi Ibu berkata kalau cincin itu adalah pengganti uang yang diberikan oleh Mo Ran pada Hyun Sook. Saat di rumah Mo Ran, ia telah memberikan uang itu di sana. Tapi Mo Ran mentransfer uang itu ke Hyun Sook lagi, yang kemudian ditransfer ke rekeningnya. Oleh karena itu ia akan memberikan cincin itu pada Mo Ran.


Mo Ran tetap tak mau. Anggap saja ia sedang membayar dosanya karena saat gagal bertunangan, ia terus bersama Chul Hee untuk mengobati perasaannya. Ibu akhirnya tahu kalau Chul Hee meninggalkannya karena Mo Ran terus memberinya harapan dan ia berseru, “Kalau begitu, aku minta 10 milyar won!”


Tuntutan itu tentu saja mengagetkan Mo Ran. Tapi Mo Ran menjawab dengan senyum manis, “Apa kau tak merasa kalau Chul Hee oppa itu bosan denganmu?” Ha. Ibu kaget dengan sindirian Mo Ran yang mengena. Ternyata memang benar kalau rumah tradisional Korea itu membuat orang kembali hidup. Mo Ran menjawab kalau ia bisa kembali hidup karena Soon Ok memasakkan sesuatu yang sangat istimewa setiap harinya. “Seharusnya kau meninggalkanku agar aku mati. Kenapa kau membawaku kemari dan memberiku makanan yang enak?


Hahaha.. Soon Ok sampai speechless dan merasa kalau semua kesinisan Mo Ran ini adalah awalnya saja. Tapi Mo Ran mengakui kalau semua sudah ia keluarkan. Tapi ia tak membutuhkan cincin itu dan ia tak menyesal telah memberikan uang kepada Soon Ok. Dan dengan itu, ia pergi meninggalkan dapur.

Duh.. mereka berdua ini. Soon Ok kembali memakai cincin itu lagi.


Roo Oh membawa Ma Ri ke UGD. Untung tak ada tulang yang patah atau retak. Roo Oh kesal pada Ma Ri yang tadi mengatakan tak bisa bergerak, sehingga membuatnya panik. Ma Ri hanya nyengir dan berkata kalau ia tadi kaget dan panik, sehingga ia berkata seperti itu.


Tapi Roo Oh tetap ingin memeriksa sendiri. Ia menyuruh Ma Ri untuk menutup mata dan mulai memeriksa. Di cubitnya punggung tangan Ma Ri dan bertanya tangan mana yang dicubit. Tangan kiri. Ia mencubit tangan satunya, membuat Ma Ri berteriak dan mendelik. Roo Oh sengaja ya, mencubitnya dengan keras?


Ganti Roo Oh yang mendelik, menyuruh Ma Ri menutup mata lagi. Ma Ri pun memejamkan mata. Ia berpindah menggelitiki kaki kiri Ma Ri dan sedikit panik karena Ma Ri diam saja. Berkali-kali ia gelitiki, tapi Ma Ri terus memejamkan mata. Apa tak terasa sedikitpun? Kerasa, sih. Tapi Ma Ri berkata kalau kaki kirinya memang tak sensitif.


Roo Oh berpindah ke kaki kanan tapi Ma Ri menolak digeltiki karena kaki kanannya dua kali lebih sensitif. Roo Oh menyalak, “Memang siapa yang ingin mengelitiki kamu? Aku ini sedang memeriksa apakah ada saraf yang tak berfungsi!”


Ma Ri menenangkan Roo Oh kalau semua sarafnya baik-baik saja dan ia kembali memejamkan mata. Entah Roo Oh tak percaya atau iseng, diam-diam ia menggelitiki kaki kanan Ma Ri.

Ma Ri membuka mata dan reflek kaki kirinya bergerak untuk.. plak!!


Roo Oh terjatuh karena tendangan Ma Ri. Hahahaha.. setidaknya saraf Ma Ri memang normal, kan?


Ma Ri akhirnya keluar menemui Roo Oh. Ia baru sadar kalau ia tak memakai sandal. Terus bagaimana? Roo Oh mendumel, kalau ia hari ini baru saja menyelamatkan orang yang hampir tenggelam dan orang itu sekarang meminta barang-barangnya. Ma Ri mengacuhkan ocehan Roo Oh dan bertanya apakah Roo Oh akan membiarkannya tanpa alas kaki?


Roo Oh melepas sandalnya dan meletakkan sandal itu ke dekat kaki Ma Ri. Aww… tapi Ma Ri pura-pura menolak karena sandalnya kebesaran. Roo Oh pun memakai sandal itu kembali. Hahaha… Ma Ri yang tahan gengsi, akhirnya mengikuti Roo Oh dengan kaki telanjang.


Di rumah sakit sih, enak. Tapi Ma Ri baru kena batunya saat di jalan beraspal. Benar-benar kena batunya, karena kakinya menginjak batu yang cukup tajam. Roo Oh berbalik dan walau sambil ngomel ia berlutut dan menyuruh Ma Ri naik ke punggungnya. Ma Ri kembali jual mahal dan berjalan meninggalkan Roo Oh.


Roo Oh berdecak kesal. Ia mengejar Ma Ri dan mengangkat tubuh  Ma Ri untuk menggendongnya. Ma Ri berteriak kaget, menyuruhnya melepaskannya. Malu tauk diliatin banyak orang.


Tapi Roo Oh tetap menggendong Ma Rid an berkata, “Seorang guru yang baik dapat mengubah nasib 1000 murid. Jadi kau ini sangat berharga! Kau ini harus mendengarkan kalau ada orang yang memberimu nasihat.”


Aww…


Hyun Sook gembira saat Lee Doo Jin meneleponnya dan ingin menemuinya. Ia mengira akan bertemu dengan Lee Moon Soo, ayah Doo Jin. Ia kaget saat mendengar kalau ayah Doo Jin telah meninggal 2 tahun yang lalu. Setelah mendengar cerita Hyun Sook, Doo Jin berjanji akan membantu Hyun Sook .


Ucapan Roo Oh yang mengatakan kalau ia begitu berharga terus terbayang di benak Ma Ri. Saat akan pulang, Ma Ri melihat kalau Roo Oh menggunakan musik instrumental untuk bermeditasi. Ia juga punya musik-musik seperti itu. Ma Ri kemudian memperdengarkan salah satu lagu yang ia simpan di handphone. Roo Oh menyukai lagu Ma Ri dan minta agar Ma Ri mengirimkan file lagu itu untuknya. Juga yang lain, kalau ada.


Asisten Roo Oh diam tapi mendengarkan pembicaraan mereka. Pembicaraan Ma Ri dan Roo Oh terputus karena ada pengantar makanan. Asisten Roo Oh langsung membuka kotak itu dan berseru memuji pacar Roo Oh yang mengirimi makanan itu. Ia meminta Roo Oh untuk membawa pacarnya ke studio.


Sekarang ganti Ma Ri yang diam mendengarkan pembicaraan mereka. Ia menolak saat Roo Oh menawari salah satu kotak makanan itu.


Di perjalanan, Ma Ri terus memikirkan ucapan si asisten yang membujuk Roo Oh untuk membawa pacarnya ke studio. Saat melewati lonceng angin yang berbunyi sangat merdu dan, Ma Ri pun mengeluarkan handphone dan merekam suara indah itu. Cukup lama juga ia merekam suara itu hingga terdengar suara Doo Jin yang memanggilnya.


Ma Ri buru-buru mematikan handphone-nya. Doo Jin bertanya apa yang sedang Ma Ri lakukan saat itu. Doo Jin tertawa, sedikit tak percaya saat mendengar kalau Ma Ri sedang merekam bunyi lonceng angin.Tak cocok dengan kepribadian Ma Ri. Ha.

Ma Ri mengajak Doo Jin untuk pergi ke pameran lukisan yang ia pernah dapatkan undangan VIPnya.


Hyun Sook dan Mo Ran sedang melihat-lihat lukisan dengan menggunakan undangan VIP dari Ma Ri. Saat mengambil snack, Mo Ran bertemu dengan Hyun Ae yang mulai menghinanya. Ia sudah tak tahan dan hampir menangis saat Hyun Ae mengata-katainya dengan nadanya yang lembut tapi menusuk.


Hyun Ae menyuruh Hyun Sook untuk mengambil plastik sampah dan membawa pulang makanan-makanan itu. Hyun Sook merasa terhina karena ucapan itu tapi ia hanya menunduk, tak berani melakukan apa-apa.


Tapi mendadak terdengar jerit kesakitan Hyun Ae. Hyun Sook terbelalak saat melihat rambut ditarik oleh Mo Ran. Hyun Ae berteriak-teriak, minta dipanggilkan polisi.


Doo Jin dan Ma Ri masuk gedung pameran. Tapi Ma Ri minta Doo JIn untk menunggu karena ia akan membelikan bunga  untuk pelukis pameran itu.


Fiuhh .. untung mereka tak jadi masuk, karena adegan menjambak itu masih belum selesai. Akhirnya Mo Ran melepaskan jambakannya dan minta Hyun Ae untuk minta maaf pada Hyun Sook. Jelas saja Hyun Ae menolak dan segera mundur saat Mo Ran mengangkat tangan, mulai menjambak rambut. Mo Ran segera ditarik ke luar gedung. Tapi Mo Ran masih belum puas dan melembar sebaskom kacang ke arah Hyun Ae.


Walau diusir, tapi bagi Hyun Sook, hal itu merupakan kebahagiaan tersendiri. Ia pun berjanji akan mencari pekerjaan baru dan berusaha untuk menjalani hidup yang lebih baik selama ia hidup. Mo Ran mengangguk bahagia dan mengajaknya bersulang.


Hyun Ae masih merasa sakit dan mengusap-usap kepalanya yang dijambak tadi. Tapi sakitnya terobati ketika Doo Jin datang bersama Ma Ri. Ma Ri melakukan acupressure di telapak tangannya, membuat Hyun Ae merasa agak enakan. Ia sangat terkesan pada Ma Ri, apalagi mendengar Ma Ri adalah keponakan dari penyiar berita Kim Hyun Jung dan cucu dari guru masak terkenal dari Ahnguk-dong, yang untuk menjadi muridnya saja harus antri selama 6 bulan.


Hyun Ae bertanya apakah ia bisa ikut kursus masak tanpa antri, yang langsung dicegah Doo Jin karena tak ingin ibunya bisa kursus tanpa antri. Ibu berkata kalau ia hanya bercanda. Ia tersenyum menatap Ma Ri, sepertinya kagum dan jatuh hati pada bibit, bebet dan bobot Mari.


Hyun Sook pulang dengan hati senang. Tapi kesenangannya hilang saat Goo Min sudah menunggunya di kamar mengajaknya untuk belajar. Hyun Sook tak mu. Goo Min, yang sudah membaca petisi Hyun Sook dan tahu kalau petisi itu gagal, malah berkeras untuk membuat Hyun Sook belajar lebih giat lagi.


Hyun Sook tetap tak mau. Maka Goo Min pun mengancam akan memberitahukan rahasia Hyun Sook yang selama ini ia simpan kepada semua orang. Hyun Sook tak mengerti apa maksud suaminya itu.
Maka Goo Min pun mulai menari genit, membuat mata Hyun Sook melebar dan panik, memohonnya untuk tak menyebarkan rahasia itu.Terdengar suara ibunya, membuat Hyun Sook terus memohon. Tapi Goo Min malah terus menari.


Buru-buru Hyun Sook mendorong suaminya ke dinding, memepetnya. Ibu yang membuka pintu terbelalak namun nampak bahagia melihat Hyun Sook berpelukan dengan GooMin. Ia pun menutup pintu lagi setelah mematikan lampu.


Dalam gelap, Hyun Sook berpandangan dengan Goo Min. Rahasia itu adalah Hyun Sook dan Jong Mi ikut kontes menari walau sudah dilarang oleh Goo Min. Goo Min tahu kalau di kontes-kontes itu banyak sekali penipuan yang membahayakan mereka. Goo Min berkata, “Dan kalian terjebak oleh manager abal-abal yang hampir menjualmu ke night club.”

Hyun Sook cemberut dan minta agar Goo Min tak menyebarkan rahasia itu. Melihat wajah Hyun Sook seperti itu, Goo Min tak tahan dan mencium istrinya. Dan pukulan yang ia dapat sampai ia terampun-ampun.


Ingatan Kakek perlahan mulai muncul satu per satu. Manajer Han merasa hal itu bagus sekali karena Kakek mungkin akan ingat keluarga Kakek lagi. Tapi Kakek malah ragu. Bagaimana jika ia adalah penjahat yang kabur? Manager Han menjawab kalau tak penjahat yang sebaik dan setampan Kakek. Kakek tertawa mendengarnya.


Ma Ri bangun dengan badan pegal linu. Tak disangka, Young Soo muncul di depan rumah Ma Ri untuk membawakan titipan Roo Oh, yaitu koyo dan ramuan herbal. Ma Ri membaca pesan dari Roo Oh yang sudah bisa menebak kalau pagi ini badan Ma Ri pasti sakit semua. Ia menyuruh Ma Ri untuk menempelkan koyo ke seluruh badan dan minum banyak teh panas. ‘Beristirahatlah di kamar yang hangat selama seharian, dan kau akan merasa lebih baik.”

Aww…


Perhatian Roo Oh yang begitu besar itu membuat Young Soo yakin kalau Roo Oh menyukai Ma Ri. Tentu saja Ma Ri tak percaya. Young Soo menyuruh Ma Ri untuk membuktikan ucapannya dengan bertanya pada orang-orang.


Sekarang ini orang dapat merekam curhatannya dan mengupload ke internet untuk mendengar pendapat para netizen.  Young Soo menebak kalau pendapat para netizen itu pasti sama dengannya.


Moon Gak melakukan pemotretan untuk konser buku dan mengirimkan beberapa foto kepada Hyun Jung. Ia meminta saran Hyun Jung memilih foto terbaiknya. Hahaha.. modus banget, nih.


Tapi Hyun Jung tak mendengar notifikasi pesan itu karena sedang ada di kamar mandi. Hanya ada Asisten Park yang membawakan titipan makanan dari Soon Ok. Asisten Park menggerutu, merasa dirinya seperti budak keluarga itu, disuruh-suruh tanpa dibayar. Melihat dompet Hyun Jung, membuat ia tergerak untuk mengambil beberapa lembar uang di dalamnya.


Tak disangka, Hyun Jung malah memberikan uang dari dompet itu. Asisten Park menerimanya dengan senang hati.


Doo Jin yang hadir dalam pemotretan Moon Gak, memilih salah satu foto kakek kecilnya itu. Tapi Moon Gak memilih foto lain, dengan alasan Hyun Jung menyukainya. Haha.. Ingat pada Hyun Jung, membuat Doo Jin menceritakan tentang persoalan Hyun Sook. Moon Gak berjanji akan membantu Hyun Sook untuk meneruskan apa yang telah diperjuangkan oleh Lee Moon Soo. Ia minta agar Doo Jin mempertemukannya dengan Hyun Sook.


Hyun Jung memandangi foto Moon Gak dan memikirkan kembali tawaran Moon Gak yang akan mengontraknya selama setahun dengan janji akan mengembalikan karirnya yang hilang. Ia melempar handphone merasa kalau Moon Gak itu sedang merayunya.


Ibu memanggill seluruh anggota keluarganya untuk makan malam dengan menu mie soba dingin. Mo Ran muncul dengan memakai semua cincinnya. Haha.. Mo Ran ternyata pengen pamer juga. Ibu bertanya manis, mengapa juga Mo Ran memakai semua cincin padahal mereka hanya makan mie di rumah. Sambil meregangkan tangannya, Mo Ran menjawab kalau memakai banyak cincin itu sedang tren. Haha.. untung bukan akik. “Hanya ingin memberitahukan padamu yang memakai cincin dengan cara lama.”


Hyun Sook memuji cincin-cincin itu. Hyun Jung menyuruh ibunya untuk memakai cincin berliannya. Tapi Ibu menolak karena cincinnya itu berlian asli.


Sementara itu di sebuah motel, Kakek sedang ngidam makan mie soba dengan kimchi lobak yang pasti rasanya nyam nyam banget.


Alasan lain Ibu mengumpulkan semua orang adalah untuk mengutarakan niatnya yang ingin menjual cincin berlian itu. Hyun Sook dan Mo Ran menolak sementara Hyun Jung dan Ma Ri setuju. Ibu juga ingin menjodohkan Hyun Jung dengan anak salah satu muridnya. Hyun Jung menolak karena ia sudah melihat perkawinan Ibu dan Hyun Sook semuanya gagal. Sudah tak ada lagi pria baik di dunia ini.


Ibu menyebut kalau Jung Goo Min itu salah satu pria baik. Ma Ri mengingatkan neneknya kalau ayahnya akan menikah lagi. Tapi Ibu tersenyum rahasia dan melirik Hyun Sook, meragukan kalau Goo Min akan menikah lagi.


Goo Min muncul dan Ibu menyambutnya dengan sangat hangat. Dan Ibu semakin bahagia mendengar kalau Goo Min menjawab pertanyaan Mo Ran tentang kapan menikah lagi. Goo Min akan menikah lagi setelah Hyun Sook diterima di universitas. Ibu menyarankan agar Hyun Sook tak kuliah saja.


Ibu melihat Ma Ri yang sibuk dengan handphone-nya dan bertanya apakah Ma Ri sedang pacaran? Ma Ri membantah karena ia hanya sedang mengirim file ke teman. Goo Min bertanya curiga, apakah Ma Ri mengirim file ke pria itu? Hyun Sook langsung menoleh dan bertanya siapa yang sedang Goo Min bicarakan. Goo Min menjelaskan singkat tentang Roo Oh, dan menyebutnya pria bodoh.


Ibu melarang Ma Ri untuk menikah sebelum Hyun Jung, membuat Ma Ri mengangguk-angguk, konsentrasinya terpecah. Ma Ri tiba-tiba berteriak kaget, menyadari sesuatu yang salah. Ia berdiri bingung dan langsung lari keluar rumah.


Roo Oh sedang menutup latihannya dengan meditasi. Pada seluruh muridnya, ia mengatakan kalau ia akan memutarkan suara alam yang dikirimkan oleh Ma Ri padanya. Ia memutarkan suara lonceng angin dan mulai bermeditasi.
Roo Oh membuka mata saat mendengar suara pria memanggil, “MaRi-ssi..” Ia buru-buru mematikan rekaman itu,minta maaf pada muridnya dan melanjutkan ke file berikutnya.

Ma Ri berlari sekencang mungkin menuju studio kendo.


Roo Oh tersentak saat mendengar suara Ma Ri di rekaman itu, “Halo, saya wanita single berumur30 tahun dan sedikit pengalaman akan pacaran..”

Ma Ri berlari masuk ke dalam studio dan berteriak saat mendengar suaranya menggema di studio, “..Baru-baru ini, ada pria yang sangat baik kepadaku. Aku tak benar-benar suka padanya, tapi masalahnya adalah ia itu sudah punya pacar.”

Mencoba merebut handphone itu, Ma Ri terpeleset dan jatuh menimpa Roo Oh.



Komentar:

Haduhh…  Ma Ri pasti sudah mempraktekkan saran Young Soo, deh. Merekam curhatannya untuk diupload ke internet.

Hmm.. Apa ya yang akan dipikirkan Roo Oh? Saat rekaman lonceng angin, terdengar suara pria yang memanggil Ma Ri. Apa Roo Oh cemburu? Haha…

Spoiler dari episode 6 yang mengatakan kalau Roo Oh adalah saudara tiri Doo Jin memang benar. Hyun Ae yang sudah jatuh hati pada Ma Ri sepertinya akan tetap jadi ibu mertua Ma Ri, entah siapapun yang dipilih oleh Ma Ri. Tapi saat mengetahui kalau Hyun Sook adalah ibu Ma Ri, apakah niat Hyun Ae masih tetap sama?

Bener-bener Romeo and Juliet 2.0, nih..

17 comments :

  1. siapa mbak dee...siapa????? (romeo and juliet)

    ReplyDelete
  2. pengen nya ma ri sma roo oh aja. :)

    ReplyDelete
  3. bentar... aku koq kelewat yah, sama hal ini..
    roo oh sodara tiri doo jin????

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukan kelewat, tapi emang belum dijelaskan :)
      bahkan aku udah sampe nonton ep 9 aja belum tau pasti seperti apa hubungan doo jin dan roo oh.....
      hanya kemarin liat koreandrama.org, lee doo jin itu hyung-nya roo oh

      Delete
  4. Episode kali ini bener2 kocak..thanks a lot mbak Dee

    ReplyDelete
  5. Aahhh mbak dee aku akhirnya dl drama ini... Gara2 penasaran sama kelanjutannya.. Ga ada yg ngerekap selain mbak dee....
    Dikebut nonton ampe ep 12..ottoke... Jd lebih galau... 😭😭😭

    ReplyDelete
    Replies
    1. B E N E Rr....... kalo nonton ep mgu lalu jadi galau, aku aja galau meski gak nonton full dan gak pake sub indo, jadi ngeliat nya aja udah bikin galau,
      jadi meski episode 2 mgu sebelumnya itu sweet..sweet,
      tetep aja nontonnya sambil nahan perih....duh... ke-lebay-an

      **mian mbak dee
      gak spoilerkan aku,

      Delete
    2. hahahaha kbs lagi-lagi sukses bikin drama keluarga meskipun tayangnya di jam prime time keren euy^^
      teteh aja sampe ketagihan dl padahal belakangan lebih sering baca rekapnya :P
      mbak dee ga salah milih drama nih...

      Delete
  6. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  7. jadi yang biasanya nongkrong diblognya mbak dee, atau sekedar numpang lewat dan yang belum nonton bahkan yang belum tau drama ini,
    ber-segera-lah kemah diblognya mbak dee ....

    dramanya keluarga banget........
    sejauh ini aku udah nonton sampe ep 9, dan gak mengecewakan sama sekali,

    ReplyDelete
  8. tapi aku jadi bertanya-tanya, kenapa si penulis gak merahasiakan jati diri cheol hee........
    kenapa penulis memeberitahu penonton kalo cheol hee masih hidup ?????!!!!

    drama ini memang masih banyak rahasia-nya,
    tapi bukankah kenyataan bahwa cheol hee masih hidup itu adalah hal yang luar biasa jika seandainya penonton tidak tau .....

    ReplyDelete
  9. untung pipi kanan abang roo oh gak ada cap kaki tiga... eiiitttt cap kaki mari maksudnya..................

    ReplyDelete
  10. Mari jual mahal............ roo oh lebih mahal lagi...........

    ReplyDelete
  11. Mana yang kemahalan aku beliii mba Dee, gemes banget aku sama mereka Mari-Roo Oh sampe garuk garuk tembok haha....

    Mba Dee salam kenal ;-)

    ReplyDelete