April 23, 2015

Unkind Women Episode 10

Sinopsis Unkind Women Episode 10


Karena kejadian itu, diadakanlah rapat khusus. Roo Oh minta maaf. Ia tak sengaja melakukanhal ini sehingga membuat orang lain salah paham. Ialah yang harus disalahkan. Salah satu murid senior mengatakan kalau hal ini tak boleh terjadi.

Roo Oh terdiam.Kemudian ia berkata, “Jung Ma Ri-ssi. Mulai besok, jangan datang lagi ke studio ini.” Ma Ri terbelalak mendengar ia dikeluarkan, sementara beberapa murid wanita tersenyum kesenangan. Ma Ri mencoba berargumen, tapi Roo Oh memotongya tegas. “Kau juga tahu kalau guru dan murid tak diperbolehkan pacaran. Aku menyukai Jung Ma Ri-ssi.”




Ma Ri menoleh pada Roo Oh yang sekarang menatapnya dalam-dalam, “Aku ingin berkencan denganmu. Jadi pergilah ke studio lain.” Terdengar suara jerit tertahan dari para murid wanita. Tapi Roo Oh seperti tak mendengar dan meneruskan pengakuannya. “Aku sudah menyukai sejak dulu.”


Roo Oh menunggu reaksi Ma Ri. Tapi Ma Ri hanya diam, nafasnya memburu, tak siap mendengar semuanya. Apalagi semua mata di ruangan itu memandangnya, menuduh. Tak tahan, ia pun lari meninggalkan studio.


Roo Oh mengejarnya. Ma Ri tergagap-gagap, malah membicarakan tentang kotak makanan yang tertinggal di rumah, tak berani menatap Roo Oh. Tapi Roo Oh meraih gadis itu dalam pelukannya dan berkata, “Kau pasti terkejut. Lupakan pria jahat yang punya pacar dan bersikap manis padamu.”


Ia melepas pelukannya dan meminta Ma Ri menatapnya. Tapi Ma Ri masih terdiam, membuat Roo Oh menjadi ikut gugup. “Kenapa kau tak mau menjawabku?” Perlahan, masih tak berani menatap Roo Oh, Ma Ri menganggukkan kepalanya perlahan, membuat Roo Oh tersenyum lebar, bahagia akan jawaban Ma Ri. Ia berjanji akan membawakan kotak makan itu ke rumah Ma Ri besok.


Ma Ri buru-buru meminta Roo Oh tak usah repot-repot mengantarkan kotak itu. Roo Oh bisa menyuruh orang untuk mengembalikan. Kali ini Roo Oh yang tak menatap Ma Ri dan bergumam keras. “Apa aku hanya ingin mengantarkan kotak itu? Aku pergi karena aku ingin bertemu denganmu.”


Aww…


Kakek merasa kalau Mo Ran itu pasti adalah istrinya. Manajer Han mengusulkan untuk mencari wanita itu dan menjelaskan kalau Kakek hilang ingatan saat kecelakaan.  Jika wanita itu menangis, maka wanita itu adalah istri Kakek.


Walau terlihat cuek, tapi Ibu terus menanyai Mo Ran tentang pria yang mirip dengan suaminya dan lokasi persisnya tempat Mo Ran melihat pria itu. Tanpa curiga, Mo Ran menjelaskan semuanya dengan rinci.


Keesokan harinya, Ibu berdandan cantik dan pergi ke tempat itu. Begitu pula Kakek. Walau hawa dingin menggigit, Kakek tetap berdiri di depan toko, yakin pada firasatnya yang mengatakan kalau istrinya akan datang.


Aww.. tapi lagi-lagi mereka tetap belum bisa berjodoh. Manager Han yang datang dari membeli bunga, berdiri menggantikan Kakek yang sudah mulai kedinginan dan bersin-bersin.


Ibu menunggu di tempat itu, dengan perasaan yang sama seperti 30 tahun yang lalu, mencari sosok suaminya. Ia teringat masa lalu ketika Chul Hee mengajaknya dan anak-anak untuk main batang yut di suatu malam. Saat itu Chul Hee berjanji tak akan pergi menemui wanita itu. Tapi tiba-tiba ada telepon masuk, dan Chul Hee berbisik panik di telepon, bertanya dimana lokasi pertemuan mereka.

Ibu kesal bukan main dan melempar batang-batang kayu itu, mengenai wajah suaminya. Dan sekarang, ibu terkikik-kikik mengingat peristiwa itu. Karena yang menelepon bukanlah Mo Ran, melainkan kakak Chul Hee yang ingin pinjam uang.




Manager Han yang ada di tempat yang sama, menatap heran pada wanita tua yang kelihatan aneh. Ibu buru-buru menghentikan tawanya.


Hyun Sook bersemangat nge-gym sementara Jong Mi sudah kelelahan. Tapi ia terus membakar semangat sahabatnya itu, bahkan menularkan semangat pada member lainnya. Semangat Hyun Sook ini menarik perhatian trainer di gym. Hasilnya adalah Hyun Sook mendapat gratis member selama 3 bulan.


Menurut trainer itu, banyak anggota gym yang datang kembali untuk nge-gym di setiap latihan yang dihadiri oleh Hyun Sook. Trainer itu berjanji akan memberikan free member 6 bulan berikutnya jika Hyun Sook selalu datang selama 3 bulan ke depan. Hyun Sook benar-benar gembira mendengarnya. Jong Mi turut bahagia dan menyebutnya asisten humas di gym ini. Benar-benar pencapaian besar bagi Hyun Sook.

Manager Han menelepon Kakek, yang beristirahat di restoran, kalau wanita yang diduga istri Kakek tak kunjung datang. Hanya ada seorang nyonya kaya. Ia pergi menyusul Kakek, tak berpapasan dengan Hyun Sook yang baru pulang dari nge-gym.


Hyun Sook melihat ibunya berdiri di tengah hawa dingin. Tak ingin ketahuan apa motifnya berada di sana, Ibu berpura-pura sedang membeli tanaman obat. Hyun Sook yang sangat senang, menceritakan pencapaian yang ia lakukan di gym. Ibu yang merasa sangat kedinginan hanya mengangguk-angguk saja, membuat Hyun Sook kecewa.




Di kamar, Hyun Sook bertemu dengan Ma Ri yang berpesan untuk tak mengatakan betapa miripnya Doo Jin dengan ibunya jika bertemu dengan ibu Doo Jin besok, karena wanita itu bukan ibu kandung Doo Jin. Hyun Sook merasa kasihan pada Doo Jin dan ingin mengajaknya makan siang bersama. “Karena aku tahu bagaimana rasanya hidup dengan ibu tiri.”

Hahh?


Ma Ri heran melihat ibunya yang bersikap aneh. Tapi Hyun Sook sudah merasa kalau Ibu sebenarnya adalah ibu tirinya karena hanya menyayangi Hyun Jung. “Selama ini, ia mungkin memang bukan ibu kandungku.”

Ma Ri meminta ibunya untuk tak berpikir macam-macam. Nenek bersikap seperti itu mungkin karena ibunya selalu menimbulkan masalah.

Kesedihan Hyun Sook hilang saat mendapat undangan dari Lee Moon Hak yang memintanya datang untuk sebuah Jumpa Pengarang dari luar negeri. Moon Hak memberikan undangan khusus untuk Hyun Sook. Hyun Sook berjanji akan datang dengan membawa Jong Mi.


Sementara Hyun Ae terus memikirkan sikap Moon Hak yang sok kuasa. Ia melihat undangan Jumpa Pengarang dari Moon Hak. Dan melihat adiknya yang makan lahap setelah memperbaiki kompor, membuatnya muak. Ia benar-benar kesal dengan semuanya, hingga ia melihat ada foto di surat kabar tentang perkumpulan sosialita yang melakukan pekerjaan relawan. Ia memutuskan untuk membuat sebuah perkumpulan juga.


Ia mengumpulkan murid-muridnya dan mengungkapkan maksudnya itu. Mulanya para ibu muda itu menolak halus karena sibuk atau sudah mengikuti perkumpulan lainnya. Tapi begitu Hyun Ae menyebut kalau dirinya mengenal banyak orang dalam Ivy League yang dulu adalah muridnya saat bekerja di Amerika dan Inggris, ibu-ibu itu langsung antusias untuk ikut bergabung.
Ha, mereka benar-benar penjilat, berharap Hyun Ae mau memuluskan jalan anak-anak mereka akan disekolahkan ke luar negeri.


Di perjalanan, Ma Ri mengirim SMS pada Roo Oh.

Ma Ri : Apakah ada penurunan jumlah murid di studio? Bagaimana jika terjadi penurunan drastis?

Roo Oh: Aku akan bekerja lebih keras. Mengapa harus khawatir?

Apakah kau tahu kalau aku lebih tua 2 tahun darimu?


Ma Ri-ah, aku tak akan memanggilmu noona.
Aku akan mengijinkanmu memanggilku Oppa. Dan aku akan memanggilmu Ma Ri-ssi
Dan ketika kita sudah lebih dekat lagi, aku akan memanggilmu Ma Ri-ah.
Sampai bertemu nanti malam, Ma Ri-ssi.

Aww…


Badan Kakek tak sanggup menghadapi hawa dingin yang dirasakan seharian kemarin. Akhirnya Kakek jatuh sakit. Doo Jin yang berangkat untuk menjenguk Kakek, bertemu dengan Ma Ri di lobi kantor, dan mengajaknya.



Ma Ri tak mengenali kakeknya sama sekali. Begitu pula dengan Kakek, yang malah mengira Ma Ri adalah calon istri Doo Jin dan menyebut mereka pasangan serasi. Ma Ri buru-buru membantah pernyataan itu. Mereka hanya teman sekerja.

Doo Jin ternyata membawa Ma Ri untuk mencatat semua hal-hal kecil yang disampaikan Kakek tentang ingatannya yang sedikit demi sedikit muncul. Doo Jin ingin menampilkan sosok Kakek di televisi untuk mencari keluarganya yang hilang.



Di perjalanan pulang, Doo Jin meminta Ma Ri untuk memundurkan jadwal memasak ibunya ke bulan September. Ma Ri tak mau, bahkan ia menceramahi Doo Jin kalau keinginan ibunya itu mirip dengan apa yang dilakukan neneknya. Saat kakeknya meninggal, Nenek bahkan akhirnya menjadi guru masak.


Doo Jin masih mencoba membujuk dan mengijinkan Ma Ri untuk bertemu ibunya. Tapi rencananya malah berbalik senjata makan tuan. Ia juga terkejut saat mendengar Hyun Ae telah mengunjungi rumah Ma Ri dan memberikan bingkisan buah untuk keluarga Ma Ri.

Saat ibunya menegur karena ia jarang bicara lagi pada Hyun Ae, Ma Ri membela Doo Jin yang katanya sangat sibuk sekali. Hal ini membuat Hyun Ae memuji Ma Ri yang sangat perhatian sekali padanya dan merasa senang jika punya anak perempuan seperti Ma Ri.

Dan sekarang mereka berdua sedang jalan-jalan di pasar Hongdae untuk melihat-lihat baju.


Doo Jin sakit kepala menghadapi masalah ini. Untung Moon Hak memberi ide brilian.  Pada hari Hyun Ae les masak, ajak Hyun Sook dan Ma Ri keluar dari rumah. Benar-benar brilian. Tapi tak butuh otak brilian bagi Moon Hak untuk mengetahui kalau Doo Jin suka pada Ma Ri. Ha. Doo Jin hanya bisa membantah dengan muka merah.


Hyun Sook menceritakan apa yang terjadi padanya hari ini pada Mo Ran. Berbeda dengan ibunya, Mo Ran sangat antusias mendengar cerita Hyun Sook.

Rasa anak tiri terus menghantui Hyun Sook. Apalagi melihat ibunya sedang ngobrol dengan Hyun Jung. Ia pun bertanya, “Apakah aku sebenarnya anak kandung Jang Mo Ran?” Hyun Jung menatap adiknya kesal. Tapi Hyun Sook tak peduli. Ia malah merasa ibunya selama ini berbohong karena tangan Ibu sekarang gemetar.


Hyun Jung buru-buru membuatkan teh hangat untuk ibunya. Hyun Sook pun menceramahi kakaknya agar bersikap baik pada Mo Ran yang hanya merasakan kasih sayang keluarga di rumah ini. Ceramahnya terhenti karena mendengar suara batuk pilek Ibu. Hyun Sook segera menyadari kalau ibunya sedang sakit. Hyun Jung langsung menyalak, “Katamu ibu kandungmu di kamar itu.”

Ha. Hyun Sook mendelik pada kakaknya. Dibalas juga oleh Hyun Jung dengan mengacungkan sendok. Ah.. kerasa banget kasih sayang mereka di rumah itu.


Roo Oh menemui Ma Ri di luar rumah untuk mengembalikan wadah makan. Tak terduga, Ma Ri membelikan couple shirt untuk mereka berdua. Aww… Walau Roo Oh merasa harusnya ia yang lebih dulu membelikan hadiah untuk Ma Ri, ia sangat tersentuh dengan pemberian itu dan berjanji akan memakainya di pertemuan mereka berikutnya.

Dan..


Hahaha.. betapa shock-nya Roo Oh saat ia mencoba kaos itu di rumah . Kaosnya kekecilan. Ia seperti penari India yang pusarnya nampak saat kaos itu sudah menempel di badannya.


Dan ia hanya bisa tepok jidat menyadari keberaniannya mengajak Ma Ri untuk memakai kaos itu di akhir pekan nanti. “Kenapa aku tadi mengatakannya?”


Goo Min juga sedang menghadapi masalah dengan lembar kerja Hyun Sook. Dari 10 soal, Hyun Sook hanya bisa menjawab 2 yang benar. Sebenarnya ia berharap Hyun Sook bisa memperoleh nilai 40.



Hyun Sook menggerutu, “Apa aku ini jenius? Bisa dapat nilai 40 sekaligus?” Hahaha.. Goo Min menggunakan nada tutornya, “Kim Hyun Sook, siap grak!” Tapi Hyun Sook menyalak, “Aku sedang memasak sekarang! Aku sedang buat bubur untuk Ibu.”


Mo Ran menengok Ibu dan bertanya apakah sakitnya Ibu karena berkeliling kota untuk mencari pria yang mirip dengan Chul Hee? Dengan wajah tertutup selimut, Ibu membantah keras. Tapi Mo Ran tahu perasaan Ibu dan mengajaknya untuk pergi bersama-sama besok untuk mencari pria itu. “Janganlah bersedih.”


Terdengar isak tangis dari balik selimut, membuat hati Mo Ran ikut tersayat mendengarnya. Ia menghibur Ibu dengan mengatakan kalau Chul Hee sangat mencintai Ibu. Tapi malah tendangan kaki Ibu yang ia terima. Ibu terus menendang-nendang seperti anak kecil dan terus terisak-isak.


Jong Mi ini punya banyak usaha yang berhasil deh. Toko bunga, toko perhiasan, butik dan sekarang toko baju olahraga. Goo Min datang melihat kedua muridnya itu dan tertarik untuk ikut pergi ke Jumpa Pengarang yang diadakan oleh Moon Hak. Melihat wajah Hyun Sook yang cemberut, ia berjanji untuk menunggu di luar saja.



Hyun Jung mengunjungi Moon Hak untuk membicarakan tentang pekerjaannya nanti. Moon Hak menyemangati Hyun Jung dan ia memperhatikan kalau Hyun Jung memakai baju yang sama dengan yang dipakai Hyun Sook tempo hari. Ia tersenyum saat Hyun Jung mengatakan kalau ia dan adiknya memiliki hubungan benci tapi cinta.


Di luar, ia bertemu Hyun Sook cs yang akan menghadiri Jumpa Pengarang. Hyun Sook sedikit cemas melihat kakaknya memakai baju itu apalagi mendengar Hyun Jung baru saja menemui Moon Hak. Melihat pandangan adiknya, ia sedikit bingung.

Tapi ia tak menanyakan hal itu karena ia harus buru-buru ke kantor untuk menemui Ma Ri. Ma Ri membutuhkan bantuan akan sebuah cerita Kakek hilang ingatan yang ingin mencari keluarganya.


Sesiangan, Roo Oh berkeliling di pasar Hongdae untuk mencari toko yang menjual kaos yang kekecilan itu. Haha.. bayangin saja kalau kita ngubek-ubek seisi ITC untuk cari satu kaos. Tapi Roo Oh tak menyerah. Power of love gitu loh..


Untung ketemu. Betapa lebar senyum Roo Oh saat menemukannya. Leganya..


Junior Roo Oh sedang membersihkan studio saat Doo Jin masuk. Doo Jin berkata kalau ia ingin belajar kendo di sini dan bertanya tentang Roo Oh. Ia ingin belajar Kendo dari guru yang paling ahli se-Korea ini.

Aih.. lebay, deh. Tapi lebay-nya Doo Jin adalah lebay bangga. Doo Jin tak bisa menunggu, tapi berjanji akan datang kembali.

Saat Roo Oh kembali, juniornya memberitahu kalau ada orang yang mencarinya. Orang yang sering muncul di TV. Mendengar hal itu, Roo Oh melempar kaos yang baru saja dibelinya dan segera berlari keluar.


Ia menoleh kiri kanan dan berteriak memanggil, “Hyung! Lee Doo Jin!” Tapi Doo Jin memang sudah pergi. Senyum lebar Roo Oh kembali lagi, kali ini untuk hyung-nya.


Sambil menunggui Hyun Sook, Goo Min membaca buku yang diterbitkan Moon Ha, yang berjudul Beneath the Wheel. Jong Mi dan Hyun Sook, yang sudah duduk di dalam, terkejut saat melihat Guru Mal Nyeon muncul dengan membawa sepasukan muridnya yang tampak sok. Hyun Sook ingin pergi, tapi Jong Mi menahannya.



Kejadian ini hampir sama dengan kejadian 30 tahun yang lalu saat Hyun Sook dan Jong Mi sedang makan di restoran tteokpoki. Guru Na muncul di restoran itu untuk mentraktir murid-murid terpintarnya. Hyun Sook ingin pergi, tapi Jong Mi menahannya. Saat Guru Na melihat mereka, Hyun Sook memberi salam.

Guru Na mengingat Jong Mi sebagai teman lain sekolah yang menyiramkan air pada wajah Hyun Sook saat Hyun Sook pingsan di konser. Saat diminta Jong Mi untuk mentraktir mereka, Guru Na tak mau karena ia hanya mentraktir murid-murid pintarnya yang sudah bekerja keras.

Iyuhh..

Hyun Sook tak mau ribut dan mengajak Jong Mi untuk pulang. Tapi Jong Mi yang kesal berkata keras, “Anak-anak, makan yang banyak ya. Jika nilai kalian turun, kalian akan seperti Hyun Sook.”


Haha.. daebak. Entah apa yang terjadi setelahnya, karena kita dibawa ke masa sekarang dengan Hyun Ae yang minta disediakan tempat duduk untuk ia dan murid-muridnya. Hyun Ae juga menemui Moon Hak memberi tahu kalau ia ingin bergabung. Moon Hak nampak keberatan, Moon Hak mengijinkan.

Teman jaksa Hyun Sook langsung mengenali Hyun Sook saat ia duduk di sebelahnya. Hyun Ae menyindir Hyun Sook yang tak pantas duduk di ruangan itu.


Acara dimulai. Melihat Goo Min di luar, Moon Hak mengundang Goo Min untuk duduk mengikuti perbincangan ini. Moon Hak memanggil Doo Jin yang akan memandu perbincangan ini.



Doo Jin muncul dengan sang pengarang, William Simonton. Ia tersenyum melihat ibunya di sana, tapi terbelalak saat melihat Hyun Sook duduk tak jauh di sana. Ia melirik Moon Hak yang hanya tersenyum menenangkan.


Ibu sedang makan bubur dan memuji Asisten Park karena membuat bubur yang sangat lezat. Melihat ekspresi kaget Asisten Park, Mo Ran menduga kalau bukan Asisten Park yang membuatnya, melainkan Hyun Sook. Ibu kaget mendengarnya, dan memuji kalau bubur itu benar-benar enak, jauh lebih enak dari buatannya.


Asisten Park tak percaya mendengarnya dan diam-diam merasakan bubur itu. Ia terbelalak merasakan lezatnya bubur itu. Tapi bukan ekspresi senang yang muncul dari wajahnya, melainkan dengki.


Ibu dan Mo Ran kemudian pergi ke tempat Mo Ran menemui pria yang bernama Yang Mi Nam. Tapi pria itu tak nampak sama sekali.

William ternyata menulis novel tentang pengalamannya saat ia bermasalah dengan guru di sekolahnya tapi ia kemudian mendapatkan guru yang tepat. Karyanya itu akan dinominasikan untuk mendapatkan nobel. Pada saat sesi tanya jawab, Hyun Sook mengacungkan tangan pertama kali untuk berkata, “Dalam buku Beneath the Wheel karya Hermann Hesse,  ada bagian dimana kepala sekolah secara aktif mengajak seluruh siswa untuk melenyapkan satu murid yang berbeda di sebuat sekolah asrama.”


Goo Min memandang istrinya. Buku itu tak asing bagi mereka. Saat ia menjadi tutor Hyun Sook remaja, ia, Jong Mi dan Hyun Sook membacanya bergantian untuk mengkaji buku itu. Tapi saat gilirannya, Hyun Sook tak membaca malah menangis.


“Saya ingat, saat membaca buku itu, saya berulang kali menangis. Menulis untuk menyembuhkan luka masa kecil saat dirinya tak bisa melindungi dirinya sendiri. Saya harap Anda menulis banyak cerita seperti ini.”


Sambil Doo Jin menterjemahkan, Simonton tak pernah lepas menatap wajah Hyun Sook yang berkaca-kaca. Ia berbisik pada Doo Jin yang kemudian menterjemahkan pertanyaan itu untuk Hyun Sook, “Ia ingin bertanya apakah Anda masih merasakan luka itu?”



Semua menunggu jawaban Hyun Sook. “Saya masih merasakannya,” jawab Hyun Sook. Dan berbagai ekspresi meluap dari Goo Min, Jong Mi, Hyun Ae dan beberapa muridnya. Saat Simonton minta untuk menceritakannya, Hyun Sook berkata, “Saat saya berusia 16 tahun..” sejenak Hyun Sook diam untuk menekan perasaannya. Namun ia melanjutkan, “Saya mengalami masa-masa sulit..”

“Saya berada di kelas yang sama dengannya,” tiba-tiba salah satu murid Hyun Ae (yang menjilat Hyun Ae agar anaknya bisa diterima di Cornell Uni) angkat bicara. “Saat itu dia adaah murid biang onar. Dia layak untuk dilenyapkan.”

Hyun Sook terpana mendengar ucapan frontal itu. Tak ada seorangpun di dunia ini yang layak untuk dilenyapkan. Tapi satu murid lagi berdiri dan mengutip ucapan Hyun Ae, yang mengatakan kalau seorang yang bermasalah harus dilenyapkan untuk melindungi murid-murid lainnya, “Batang yang busuk harus dipotong.”


Jong Mi tak tahan dan akhirnya berdiri, menunjuk Hyun Ae, meminta semua orang menyelidiki Hyun Ae. “Ia sangat kejam pada murid yang tak pintar. Bagaimana Anda, sebagai guru, bisa mengajak murid-murid Anda untuk melenyapkan seorang murid?” Jong Mi menatap Simonton dan berkata, “Ialah yang tahu bagaimana melakukan semua ini. Benar sebenar-benarnya.”

Hyun Ae langsung mengenali Jong Mi sebagai pemilik toko bunga. Murid Hyun Ae pun mengenali Jong Mi sebagai teman Hyun Sook dan berkata, “Aku benar-benar tak mengenalimu. Sudah berapa kali kau operasi plastik?”

Jong Mi marah dikatai seperti itu. Ia hanya melakukan facial! Dengan bahasa Inggris terpatah-patah, ia memberitahu Simonton kalau Hyun Ae adalah guru yang jahat yang membuat temannya sedih dan menangis.

Murid Hyun Ae langsung menyerang Jong Mi, tak terima gurunya dikatai seperti itu. Sama seperti jaman dulu, setelah Jong Mi ‘menasihati’ teman-teman Hyun Sook, salah satu teman malah menghina Jong Mi yang bersekolah malam jadi tak punya tata krama.

Jong Mi pun melempar sebaskom sayuran ke arah Guru Mal Nyeon dan muridnya.


Kali ini Hyun Sook yang mendorong teman sekelasnya yang tadi menyerang Jong Mi. Perkelahian pun terjadi. Goo Min langsung memisahkan mereka dan Hyun Ae menghentikan pertengkaran itu. Ia meminta maaf pada panelis, berkata kalau murid-muridnya sangat menghormati dia, karena itulah semua ini bisa terjadi. Ia minta agar Simonton mau memaafkan tindakan murid-muridnya.


Simonton berbisik pada Moon Hak yang menterjemahkan,”Melihat murid-murid Anda tak ragu untuk bertindak seperti itu, menurut beliau, kelihatannya murid-murid Anda tak mendapat penddikan yang layak.”

Duhh.. ucapan itu benar-benar memukul telak dan mencoreng wajah Hyun Ae. Jong Mi langsung berteriak, “William, I love you!” Tapi Hyun Ae meminta agar Simonton menarik ucapannya, karena murid-muridnya tak salah.



Hyun Sook menatap gurunya tak percaya. “Guru yang membuat mereka melakukan hal-hal salah seperti ini.”


Hyun Ae menatap terluka pada Hyun Sook, “Tak masala kalau kau memakiku.” (Dan Moon Hak literally roll his eyes Hyun Ae’s lebayness) “Tapi jangan sentuh murid-muridku.” Ia menunjuk satu per satu muridnya. “Di lingkungan pendidikan Korea yang sangat keras, mereka telah bekerja keras dan mampu bertahan! Dan orang sepertimu berani menyalahkan murid-muridku.. Ohh!!” Hyun Ae mengernyit pusing dan terduduk, membuat semua muridnya panik.


Doo Jin juga ikut panik tapi Moon Hak mencegahnya karena tahu kalau Hyun Ae hanya pura-pura saja. Tapi Doo Jin benar-benar anak yang berbakti dan percaya kalau ibunya sedang sakit. Ia buru-buru turun panggung dan menyuruh orang memanggil ambulan untuk ibunya. Ia tak melihat Hyun Ae tersenyum karena taktiknya berhasil.


Setelah acara selesai, Moon Hak menemui Hyun Sook cs. Ia memuji Hyun Sook yang berhasil memenangkan pertempuran ini sendirian. Simonton hanya memberi tanda tangan pada Hyun Sook saja. Ia juga memuji Jong Mi yang sangat loyal.


Mata Hyun Sook berkaca-kaca dan sedikit terisak ia berkata kalau nasib buruknya sepertinya berakhir dengan kejadian ini. Tak ada lagi perlunya menemui Guru Na Mal Nyeon lagi.


Hyun Jung menemui team Ma Ri dan menceritakan kisahnya dulu yang 7 tahun yang lalu berhasil menemukan keluarga seorang wanita tua yang kasusnya sama seperti Kakek. Ia juga menceritakan apa yang dilakukan team-nya saat itu. Produser berterima kasih atas saran-saran Hyun Jung.

Hyun Jung keluar ruangan, berpapasan dengan Manager Han dan Kakek yang masuk belakangan. Tapi Hyun Jung tak menyadari siapa Kakek itu.


Mendadak Hyun Jung kembali lagi, “Oh, aku lupa mengatakan pada kalian. Lakukan tes darah dan rambut sehingga..,“ tak sengaja Hyun Jung menatap mata Kakek dan terpana.

Komentar :

Semakin dekat dan semakin dekat. Dari preview, Kakek mengenali Hyun Jung. Tapi rasanya Hyun Jung yang dikenal Kakek adalah Hyun Jung sang penyiar TV, bukanlah anaknya.

Roo Oh dan Doo Jin. Inilah pertemuan pertama mereka. Bukan pertemuan sih sebenarnya, tapi kita tahu kalau mereka memiliki hubungan. Dan dari ekspresi wajah mereka yang bahagia saat membicarakan satu sama lain, saya malah merasa kasihan pada keduanya yang mencintai gadis yang sama.

Dan yay untuk Hyun Sook!


11 comments :

  1. Wohoooo .. makin seru makin seruuuu.. tapi kesian nasib roo oh + ma ri , kakanya jg suka sama ma ri dan lagi masalah ibunya roo oh .. UH!

    semangat yaa mba buat sinopsisnyaaa :) aku tunggu kelanjutannya hehe makasih ah:D

    ReplyDelete
  2. yeayyy akhirnya di post, aku ini penggemar Ma Ri - Roo Oh, agak disayangkan adegan mereka makin kesini makin dikit, tapi aku tetep sukaa drama ini..
    terimakasih mba dee, tetep semangat yaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya makin dikit. Mungkin karena masalah yang muncul bukan cuman 1 couple aja kali, ya..

      Delete
  3. Horeeee....ditggu2 lm bgt kluarny...song jae rim mang kereeennn....

    ReplyDelete
  4. Makin seruu aja,, sehat selalu mbak Dee. Ditunggu klanjutannya. Gomawo.

    ReplyDelete
  5. sangat sulit menulis komen untuk episode ini,
    padahal ini termasuk episode yg sweet2

    mengingat episode2 yg sudah .....................

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya.. aku juga bingung mau komen apa, soalnya udah ketinggalan jauh dan tau apa yang terjadi di epi2 berikutnya. hehe..

      Delete
  6. Mbak dee aku lagi galau.. Mau lanjut atau nggak nonton drama ini.. :-(
    Padahal udh dl ampe ep 16... Tp malah ga berani2 nih nonton ep yg ke 13, berasa kasian aja ngeliat neneknya ma ri... Dan juga kisah cintanya. Ma ri.. :'(

    ReplyDelete
    Replies
    1. saranku sih nonton terus. karena yang berikutnya, malah yang kesian si kakeknya. T.T Kalo yang untuk Ma Ri, sih selanjutny juga membaik. Tapi ga tau juga ya di minggu ini. aku belum sempat nonton.

      Delete
  7. Jeongmal khamsahamnida eon,sdh mau melanjutknny lg.
    Kutunggu slanjutny eon,dan smw sinop" yg di buat mb dee yg sndiri,tau yg duet sm mb fanny n yg lainy..akn kutunggu slalu..^_~.
    Untuk mb dee dan yg lainny FIGHTING.d^^b
    Salam
    Nindia.

    ReplyDelete
  8. Lanjutin sampai episode 18 . ada adegan kiss dan lovely dovely oh roo dan mari .
    moran ngasih tau kalo dia yang sudah buat kakek kecelakaan dan juga kakek ngelamar dia .dan moran marah karena kakek ngasih tau kalo si kakek yang udah ngasih surat ke tunangan moran .jadi si moran gak bisa tunangan .dan gara gara hal itu moran balik ke rumahnya dan nenek ngejadiin kakek pembantu... dan lee mon hak dan kim hyun jung kayanya bakal menikah deh .cerita nih film bagus juga sih gua demen pas waktu si nenek ngejadiin kakek pembantu dan adengan manis oh roo dan mari .dan adengan lee moon hak dan kim hyun jung .
    walaupun kendala mereka tetap ibu oh roo dan do jin . Di episode 16 mereka sudah tau kalo lee oh ro dan do jin anak na mal yeon .

    ReplyDelete