April 30, 2015

The Girl Who Sees Smells Episode 9

Sinopsis The Girl Who Sees Smells Episode 9


Moo Gak heran melihat Cho Rim menangis, dan menjadi khawatir saat Cho Rim berkata kalau ia ingat akan rasa sup ini. Apakah Cho Rim ingat sesuatu?



Cho Rim menggeleng, karena ia pun tak tahu mengapa ia menjadi seperti sekarang ini. Tapi ia mengingat wajah seseorang. Wajah seorang wanita yang berusia 40-an. Ia ingin tahu siapa wanita itu dan penasaran apa yang sebenarnya terjadi padanya karena ia merasa kosong tanpa kenangan masa lalu. “Kadang aku takut karena tak dapat mengingat masa laluku.”

Entah apa yang dipikirkan Moo Gak saat menatap Cho Rim. Ia mengalihkan pandangannya dan menatap ke depan, tapi tangannya terulur untuk meraih tangan Cho Rim. Cho Rim terkejut merasakan tangan itu sekarang menggenggamnya.


“Ayo kita pergi,” ujar Moo Gak dan berdiri diikuti oleh Cho Rim. “Mari kita mencoba mengingat sebanyak mungkin. Semuanya akan hilang ketika kau lupa.” Cho Rim meresapi ucapan Moo Gak dan mengakui kalau ucapan itu benar. Semua akan hilang jika ia melupakannya.


Jae Hee mengambil label nama Choi Eun Seol dan mengingat kejadian yang lalu. Ia sempat melihat wajah Eun Seol, bahkan meraba wajah itu. Tapi karena penyakit prosopagnosia-nya, wajah Eun Seol berubah-ubah.


Dan sekarang ia mengingat perstiwa itu kembali dengan lebih teliti. Raut wajah itu, apakah Jae Hee berhasil mengidentifikasi wajah Eun Seol yang asli? Entahlah.. hanya Jae Hee yang tahu.


Moo Gak dan Cho Rim tetap bergandengan tangan hingga depan rumah. Cho Rim berkata kalau mereka sudah sampai di rumahnya. Moo Gak memandang rumah itu sambil berkomentar, “Kita di sini lagi?”


Saya pikir Moo Gak ingat rumah itu saat mengantar pulang Cho Rim yang mabuk. Tapi ternyataaa..  mereka sudah memutari komplek rumah Cho Rim sebanyak 5 kali. Hahaha… Bukannya malu, Moo Gak malah mengeluh, “Lingkungan rumahmu kok kecil sekali, sih!”


Karena sudah larut, saatnya Cho Rim masuk rumah. Moo Gak menyuruh Cho Rim untuk masuk rumah sekarang. Tangannya masih menggenggam tangan  Cho Rim. Cho Rim mengucapkan selamat malam. Dengan tangan belum melepaskan tangan Moo Gak. Lahh.. kapan pisahnya kalau tangannya belum lepas?

*Melirik penonton yang sudah gemes misahin tangan mereka. Iyaa…, kamu, kamu dan kamu. Oh.. dan kamu juga.*


Akhirnya Moo Gak melepaskan tangan Cho Rim dan memintanya masuk ke rumah. Tersipu-sipu, Cho Rim mengucapkan selamat malam lagi. Keduanya enggan beranjak, hanya diam di tempat.


Tak tahan, Moo Gak akhirnya meraih kembali tangan itu dan bertanya apakah Cho Rim akan baik-baik saja semalaman ini? Ia merasa perasaan Cho Rim sekarang pasti sedang galau karena kejadian di meja makan itu. Dengan wajah serius, Cho Rim membenarkan perasaan itu.

Maka Moo Gak pun memberi jalan keluar untuk masalah pelik itu. “Aku akan pergi setelah kau tertidur.” Hahaha… modus banget! Cho Rim merasa tak perlu, tapi Moo Gak merasa perlu karena Cho Rim bisa tidur tenang jika merasa ada Moo Gak di sampingnya.

Buset dah.. Moo Gak ini baik hati banget, sih… Baiikk.. banget.


Cho Rim memberikan tenda ayahnya untuk dipasang di ruang tengah. Hawa masih terlalu dingin di ruang tengah yang tanpa pemanas. Moo Gak bertanya kalau di kamar Cho Rim apakah juga dingin? Cho Rim menjawab kamarnya sih hangat dan ia akan baik-baik saja.

Tatapan mata Moo Gak saat mendengar kamar Cho Rim hangat itu loh.. Jangan-jangan, anak ini punya pikiran aneh-aneh lagi.


Cho Rim pamit masuk kamar dan akan mengirim SMS jika dia mau tidur. Moo Gak berjanji akan melakukan hal yang sama juga. Cho Rim masuk kamar dan mengunci kamarnya. Beberapa kali.
Moo Gak mengerutkan kening mendengarnya dan ia langsung mengirim SMS. Apa itu? Kenapa kau mengunci pintu?

Cho Rim yang sudah meringkuk di bawah selimut, menjawabnya. Kau kan mau pergi setelah aku tidur. Jadi aku harus menguncinya.

Baguslah.

Buatlah tendanya dan tidurlah di sana.


Moo Gak sudah membuatnya dan mengirim SMS lagi. Apa kau sudah tidur?


Belum. Tak ada jawaban dari Moo Gak, membuat Cho Rim cemas. Ia mengirim SMS yang sama, menanyakan apakah Moo Gak sudah tidur. Moo Gak yang sudah menguap, menjawab belum. Begitu seterusnya hingga pagi datang.


 Moo Gak membawa Cho Rim ke kantor polisi untuk membuat rekaan wajah wanita yang dilihat Cho Rim. Tapi Moo Gak sedikit bertanya, membuat wajah yang dibuat tak mirip sama sekali dengan wajah yang diingat Cho Rim. Cho Rim mengeluh, dulu ia pernah menjadi saksi dan polisi itu bertanya macam-macam hingga mendapat gambar yang tepat. Moo Gak saja yang tak pandai melakukannya.


Moo Gak hampir mengungkapkan kekesalannya kalau rekan sekerjanya tak masuk karena ingin memakai ruangan itu. Mereka keluar dan meneruskan debatnya, tak menyadari kalau Letnan Yeom melihat mereka berdua.


Yeom Mi heran melihat Moo Gak bersama Cho Rim keluar dari ruangan identifikasi. Detektif yang tadi masuk ke ruang identifikasi wajah, mengatakan kalau Moo Gak minta ijin untuk menggunakan program sketsa wajah. Walau heran, tapi Yeom Mi tak mencari tahu lebih lanjut.


Detektif Ki melaporkan kalau no polisi kedua truk yang mengangkut mobil Ma Ri dan dr. Chun adalah palsu. Dengan jutaan truk yang beredar di Seoul, mustahil mereka bisa mencari truk yang dimaksud. Penyelidikan mereka mengalami jalan buntu. Pembunuh itu benar-benar sangat pintar.


Yeom Mi meminta semua untuk berhati-hati dengan keselamatan mereka karena pembunuh itu mengetahui siapa mereka, tapi mereka tak tahu siapa pembunuh itu. Lantas bagaimana mereka bisa menangkap penjahat itu? Moo Gak mengusulkan untuk membuat pembunuh itu menemui mereka.


Kesempatan itu datang saat ada seorang pria yang meminta data rekam medis Choi Eun Seol di Rumah Sakit Baekrog Jeju. Melalui staf rumah sakit, polisi memberi informasi palsu pada pria itu kalau Choi Eun Seol dipindahkan ke RS Daemin di Seoul.

Dan benar. Pria yang sama mendapat informasi pribadi Eun Sol dari RS Daemin yang sudah bekerja sama dengan polisi, salah satunya adalah alamat palsu Choi Eun Seol. Hal itu berarti pembunuh yakin kalau Choi Eun Seol masih hidup, sama seperti dugaan Moo Gak dan Yeom Mi. Namun sekarang adalah waktunya mereka menjebak si pembunuh.


Salah satu polisi menyamar menjadi Eun Seol dan tinggal di alamat palsu itu. Mobil Detektif Ki ada dikat TKP, sedangkan Yeom Mi dan Inspektur Kang menunggu agak jauh.


Tak ada kejadian yang mencurigakan yang terjadi. Hanya dering telepon yang Detektif Ki kira ia mendapat telepon dari Elena. Ternyata itu dering handphone Moo Gak, dari Cho Rim. Moo Gak langsung menyapa Cho Rim dengan suara aegyo-nya, “Oppa akan meneleponmu lagi. Tidur yang nyenyak ya.. He ehm, spokoyoy nochi (selamat malam-Rusia).” Moo Gak melirik pada Detektif Ki yang hanya bisa mendumel kesal.

Hahaha.. dan setelah itu loh, muka Moo Gak polos tanpa ekspresi apapun.


Mobil mereka yang mangkal malah dicurigai polisi yang berpatroli. Setelah menunjukkan lencana polisi, bukannya langsung pergi, polisi patroli itu malah memberi hormat dulu pada mereka. Haduh, bisa ketahuan Jae Hee ini, mah.


Setelah sekian lama tak ada pergerakan, umpan dilempar. Detektif yang menyamar menjadi Eun Seol keluar rumah. Benar saja. Ada sosok berpakaian hitam-hitam membuntuti wanita itu dan memanggilnya, “Choi Eun Seol?”

Umpan termakan, sekarang saatnya menangkap ikan. Para detektif segera mengepung pria itu setelah dilumpuhkan oleh ‘Eun Seol’.


Saat mereka sibuk memborgol pria itu, Moo Gak melihat sosok hitam-hitam memandangi mereka dari kejauhan dan pergi. Ia langsung sadar kalau orang itulah pembunuh berantai yang sebenarnya. Ia segera berlari mengejar pria itu.


Hampir saja Moo Gak kehilangan sosok itu jika tak terdengar gonggongan anjing yang memberitahu keberadaan orang itu. Moo Gak langsung mengejar ke arah gonggongan anjing dan memasuki sebuah bangunan kosong.
Sosok itu mengendap-endap dan melompat dari jendela yang terbuka. Tangannya tersangkut potongan besi dan berdarah. Tapi sosok itu terus berlari. Moo Gak mengejarnya.


Sosok yang menyamar menjadi Jae Hee ternyata hanya suruhan yang disuruh memanggil gadis yang keluar dari rumah itu dan memanggilnya Choi Eun Seol. Dan orang itu tak tahu wajah orang yang menyuruhnya karena orang itu ada di belakangnya. Bahkan orang itu juga memberikan uang dari belakang.

Detektif Ki dan Detektif Yeh mengejar ke arah perginya Moo Gak. Sementara Moo Gak terus mengejar sosok itu hingga ke jalan raya. Saat ia menyeberang, sebuah mobil menabraknya. Sosok itu berhasil lolos.


Seperti biasa, Moo Gak tak merasa sakit. Ia terus mengejar jika saja Yeom Mi dan Inspektur Kang muncul dengan mobil mereka yang kemudian menyebarkan ciri-ciri pembunuh itu. Tapi Moo Gak teringat akan luka di lengan sosok itu. Ia segera berlari menuju TKP, diikuti oleh Detektif Ki dan Yeh. Di sana ia menemukan darah dan sobekan kain.

Bingo! Mereka akhirnya menemukan jejak untuk menangkap pembunuh berantai itu.


Darah itu dibawa ke laboratorium dan disimpan untuk untuk tes DNA lanjutan. Sekarang mereka tinggal mencari tersangkanya. Yeom Mi mencurigai Jae Hee dan meminta agar mereka mulai memproses surat perintah untuk Jae Hee. Inspektur Kang mengingatkan agar mereka tak gegabah, karena jika surat perintah ini tak berhasil, maka akan susah mendapatkan surat berikutnya.

Yeom Mi bersikeras kalau Jae Hee adalah tersangka utama mereka karena berhubungan dekat dengan 2 korban. Inspektur Kang yang ingin berhati-hati, berdebat dengan Yeom Mi yang yakin kalau Jae Hee adalah pembunuhnya walaupun memiliki alibi yang kuat.


Yeom Mi menemui Jae Hee untuk bertanya-tanya. Dari percakapan mereka kita tahu kalau Jae Hee adalah anak angkat dari keluarga Amerika, tapi Jae Hee tak berniat mencari orang tua kandungnya yang mungkin ada di Seoul.  Jae Hee kembali ke Korea 6 tahun yang lalu dan Jae Hee tak tahu alasan pasti mengapa ia ingin kembali ke Korea. Ia mendadak punya keinginan kuat untuk kembali ke Korea setelah orang tua angkatnya meninggal dunia.

Yeom Mii bertanya tentang penyebab kematian Jae Hee. Jae Hee menjawab orang tuanya meninggal bebarengan karena kecelakaan. Tanpa basa-basi, Yeom Mi bertanya, “Apakah mereka dibunuh?”


Jae Hee diam sejenak, tak marah ataupun meluap. Ia menjawab kalau orangtua angkatnya ditemukan meninggal karena kebakaran di mobil. Polisi menyimpulkan kalau api dipicu oleh cerutu yang menyala. Ayah angkatnya suku merokok cerutu.

Saat Yeom Mi bertanya tentang kemungkinan orang tua angkat Jae Hee suka menganiaya, Jae hee tersinggung karena prasangka itu melukai hati semua anak angkat dan orang tua angkat di dunia ini. Dan seperti yang pernah ia ceritakan, ia tak memiliki sakit hati pada orang tua angkatnya.




Tak hanya Yeom Mi yang menganalisa Jae Hee. Jae Hee pun menganalisa Yeom Mi yang menjadi polisi karena pernah kehilangan salah satu anggota keluarganya. Yeom Mi menjawab ayahnya. Pria itu menebak kalau Yeom Mi pasti merasa tak nyaman jika ada orang yang berdiri di belakangnya, sehingga membuatnya suka duduk di belakang.


Yeom Mi mengalihkan arah pembicaraan mereka dengan bertanya tentang ayah angkat Jae Hee. Tapi hal itu membuat Jae Hee menduga kalau Yeom Mi ikut andil dalam kematian ayahnya. Yeom Mi tak menjawab, malah bertanya mengapa Jae Hee terus memakai jas padahal hawanya sangat panas. "Apakah ada yang kau sembunyikan di balik jaket itu?”


Tanpa takut, Jae Hee membuka jasnya. Dan memang lengan kanan Jae Hee terluka, Jae Hee beralasan panjang lebar tenang lengannya yang tergores benda tajam di dapur.

Yeom Mi berkata jika orang menjelaskan panjang lebar, biasanya orang itu sedang mencari alasan . Tapi hal itu sudah merupakan bukti yang cukup. Ia pun pamit pergi.

Sesampainya di kantor, ia memerintahkan anak buahnya untuk menerbitkan surat perintah pengambilan DNA Jae Hee dengan adanya bukti luka di lengan kanan.


Mereka pun bergerak cepat, mendatangi rumah Jae Hee dengan membawa surat perintah dari kejaksaan. Mulanya Jae Hee menolak bahkan mengancam Moo Gak yang nantinya harus minta maaf akan ketidaksopanan yang dilakukan para detektif ini. Tapi karena para detektif itu memaksa dengan surat perintah kejaksaan, ia akhirnya mau memberikan air liurnya.

Sample DNA sudah didapat, tapi mereka belum bisa bersantai. Yeom Mi menyuruh anak buahnya mengawasi Jae Hee di rumah ataupun di restoran dan menerbitkan surat pencekalan agar Jae Hee tak keluar negeri. 

Moo Gak bertanya, sejak kapan Yeom Mi mulai mencurigai Jae Hee? Yeom Mi menjawab sejak pertemuan mereka hari ini.


Pemimpin grup Kodok heran melihat kehadiran Cho Rim padahal kemarin sudah minta ijin untuk tak masuk. Cho Rim berkata kalau hari ini sebenarnya ia akan camera test, tapi ia merasa tak cocok. Makanya ia memilih datang untuk bersih-bersih saja.

Cho Rim dikatai gila karena menolak tawaran casting dari program memasak, tanpa mecobanya lebih dulu. Semua orang di kelompok kodok sangat bermimpi bisa tampil di TV, tak masalah walau muncul di acara memasak. Memang apa sih nama acaranya?

Cho Rim menjawab Resep Emas Kwon Jae Hee. Wol Ya yang baru masuk dan mendengarnya pun shock, tak percaya Cho Rim mendapat kesempatan besar ini.


Akhirnya Cho Rim pun mengikuti casting, dan lulus. Cho Rim bisa mulai syuting 2 hari lagi. Cho Rim berjanji akan mentraktir Jae Hee makan di restoran. Jae Hee nanti akan duduk sebagai pengunjung restoran dan bukannya juru masak. Jae Hee tersenyum dan mengiyakan.

Hasil tes DNA sudah keluar. Dan mencengangkan hasilnya karena sample darah Jae Hee tak cocok dengan DNA milik penjahat yang dikejar Moo Gak malam itu. Eih? Dimana letak kesalahannya? Apakah Jae Hee mempunya kekuasaan yang cukup besar untuk memalsu hasil lab?


Semua tak percaya membaca hasil ini. Jadi siapa pembunuh yang sebenarnya? Yeom Mi tak bisa berkata-kata. Mereka memutuskan untuk mencabut pencekalan Jae Hee dan meminta maaf padanya. Moo Gak menawarkan diri untuk melakukannya. Yeom Mi meminta maaf pada semuanya.


Moo Gak pun menemui Jae Hee untuk minta maaf atas kesalahan mereka. Jae Hee mempersilakan Moo Gak duduk dan mencari-cari handphone-nya. Ia meminjam HP Moo Gak agar bisa menelepon HP-nya. Tanpa banyak kata, Moo Gak menyerahan handphone itu.

Jae Hee menjauh dari Moo Gak dan pura-pura menelepon handphone-nya, padahal ia memasang aplikasi untuk memata-matai, Spyapp. Untuk menunggu handphone Moo Gak terinstall sempurna, Jae Hee menaruh handphone itu tertutup di meja dan mengajak Moo Gak bicara sambil minum anggur.


Jae Hee memahami alasan polisi mencurigainya karena 2 orang terdekatnya tewas dibunuh. Dia pun juga curiga pada dirinya sendiri jika ia menjadi Moo Gak. Tapi tak seharusnya detektif berpikir seperti orang kebanyakan, karena jika seperti itu, semua orang bisa menjadi detektif. Moo Gak hanya bisa minta maaf.

Dan Jae Hee pun memaafkan. Tapi ia tak akan semudah ini memaafkan jika hal ini terulang lagi. Moo Gak mengerti dan mengambil handphonenya. Pas sekali, karena spyapp berhasil terinstall sempurna. O ohh.


Di ruang ganti, Jae Hee membuka perban lukanya. Luka itu memang nyata. Tapi ia mendapatkan luka itu bukan saat dikejar Moo Gak, karena orang yang tersangkut kawat besi itu adalah orang lain yang bertugas mengacaukan perhatian Moo Gak. Luka itu ia buat sendiri di dapur, menggunakan pisau garpu.

Dan eww.. bagaimana mungkin Jae Hee tak merasa sakit sedikitpun saat mengoyak kulit lengannya sendiri?

Cho Rim mengajak Ae Ri untuk belanja baju untuk syuting besok. Ae Ri menyuruh Cho Rim mengajak pacarnya saja. Cho Rim langsung membantah, hubungan mereka tak seperti itu. Ae Ri menyebut Moo Gak jahat. Melihat Cho Rim yang acuh-acuh butuh, ia menawarkan untuk menginstal aplikasi dimana si pria bisa otomatis menelepon kita.

Cho Rim terbelalak, memang ada ya aplikasi seperti itu? Tanpa ba bi bu, Ae Ri langsung menginstall aplikasi itu dan menelepon Moo Gak. Cho Rim panik dan merebut handphone untuk mematikan panggilannya. Tapi itu bukan masalah. Menurut Ae Ri, karena aplikasi itu handphone Moo Gak akan otomatis menelepon Cho Rim dalam tiga.. dua .. satu.

Ada panggilan dari Moo Gak. Cho Rim terbelalak menatap handphonenya. Ae Ri tersenyum dan berkata, “Terima kasih kembali, bodoh.” Dan ia melanjutkan pekerjaannya. Cho Rim pun menyiapkan suara terbaiknya sebelum menerima panggilan.



Moo Gak ngomel karena Cho Rim datangnya kelamaan. Cho Rim buru-buru memeriksa jam dan berkata kalau Moo Gak yang kecepetan. Hahah.. Moo Gak pura-pura tak tahu itu dan mengajak Cho Rim untuk hunting baju.


Duh, si Moo Gak ini lucu banget sih. Di depan ia bersikap manis dan mempersilakan Cho Rim untuk memilih baju, tapi diam-diam ia cemberut karena harus menemani cari-cari baju. Ia menggeleng melihat baju petama yang dicoba Cho Rim. Untuk baju kedua,ia menyukainya, tapi tidak dengan Cho Rim. Saat baju ketiga, keduanya sepakat kalau baju itu oke. Bahkan Moo Gak mengatakan kalau Cho Rim cantik memakai baju itu. Aww.. Cho Rim tersipu-sipu mendengarnya.


Dan Moo Gak yang membelikan ketiga baju tadi. Waahh.. Cho Rim senang sekali. Tapi kesenangannya hilang saat Moo Gak memintanya untuk tak menjadi pembawa acara memasak itu. Ia bertanya alasan Moo Gak melarangnya, tapi Moo Gak tak mau menjelaskan. Ia hanya memohon agar Cho Rim tak menerima pekerjaan itu.

Cho Rim tak mau kalau Moo Gak tak menjelaskan alasannya. Moo Gak pun bertanya, “Apakah kau tak percaya pada hubungan kita?”



“Hubungan apa yang kita punyai?” Cho Rim bertanya dengan nada tinggi. Moo Gak tergagap, tak bisa menjawab, membuat Cho Rim semakin kesal,”Memang kau itu siapa, berani-beraninya menyuruh-nyuruh atau melarang-larang aku? Acara TV ini benar-benar penting untuk hidup dan karirku. Jadi jangan kau melarangku tanpa memberi alasan yang jelas!”

“Jadi kau bilang kalau aku tak pantas untuk memintamu seperti itu?”

“Ini bukan tentang pantas atau tak pantas, tapi tentang hubungan, hubungan yang bisa mengijinkanmu melakukan hal seperti itu.”


“Kenapa itu jadi penting banget?” tanya Moo Gak tak mengerti.”Aku bersikap seperti ini karena peduli padamu, dan sekarang kau malah marah padaku?”

Cho Rim tak tahan lagi. Sekarang Moo Gak jadi semakin sulit untuk diajak bicara. Ia memilih untuk pulang,meninggalkan Moo Gak sendiri.


Tapi Cho Rim tak pulang, malah pergi ke kantor polisi. Di lobi ia bertemu dengan Yeom Mi yang menebak kalau ia akan menemui Moo Gak. Cho Rim langsung membantah, apa ia selalu ke sini untuk mencari Moo Gak? Yeom Mi menahan tawanya. Bukankah memang selalu seperti itu? Tentu saja Cho Rim membantah hal itu,”Saya.. saya ingin bertemu dengan Anda. Saya ingin mengajak Anda makan malam.


Yeom Mi tersenyum dan alih-alih makan malam, ia mengajak Cho Rim minum-minum. Dan setelah segelas soju, akhirnya Cho Rim mengakui kalau ia datang ke kantor polisi memang untuk menemui Moo Gak. Tepatnya ia ingin mengembalikan semua baju-baju di tas itu pada Moo Gak. Yeom Mi bertanya, sebenarnya apa yang membuat mereka berkelahi?

“Ia ikut campur dalam urusanku walaupun ia bukan pacarku!” jawab Cho Rim kesal.

Yeom Mi malah tersenyum melihat sikap Cho Rim. “Kau marah karena ia ikut campur atau karena ia bukan pacarmu?”

“Tentu saja karena ia bukan pacarku..” ucapan Cho Rim yang menggebu-gebu berhenti seketika itu juga dan ia bersungut-sungut, “Pertanyaan yang menjebak, ya? Aku tak sadar kalau sudah jatuh dalam perangkap.”

Yeom Mi tersenyum kecil dan berkata kalau semua ini memang salah Moo Gak. Ia kemudian bertanya mengapa Cho Rim keluar dari ruang sketsa sebelumnya. Cho Rim pun menceritakan kalau ia sedang mecari orang.


Mereka kembali ke kantor polisi dan Yeom Mi membantu Cho Rim untuk membuat wajah yang ada di ingatan Cho Rim. Yeom Mi berharap sketsanya berhasil membantu Cho Rim untuk mengingat kembali kenangan masa lalunya. Yeom Mi sebenarnya terkejut mendengar tentang kecelakaan yang menimpa Cho Rim, karena Cho Rim selalu terlihat bahagia dan tak pernah khawatir.

Cho Rim mengakui kalau ia ingin membuat diri sendiri dan orang lain tertawa untuk menyembunyikan kesedihannya. Melihat sketsa yang digambar Yeom Mi, Cho Rim mengakui kalau gambar itu sudah mulai mirip. Hanya saja masih ada yang kurang. Matanya selalu terlihat bahagia walau kelelahan bekerja. Yeom Mi berkata kalau kekurangan itu biasanya karena tatapan mata.
Hari sudah mulai larut dan mereka pun memutuskan untuk melanjutkan esok hari.
Spyapp Jae Hee mulai bekerja. Ia tahu kalau Moo Gak baru saja memesan alat-alat tulis untuk divisinya. Taktiknya berhasil.


Cho Rim mulai bersiap-siap untuk syuting. Ia mendapat hadiah baju yang sangat cantik dari Jae Hee. Tapi ia mendapat SMS dari Moo Gak yang memberitahu kalau gaun kuning yang mereka beli adalah gaun yang paling tidak terlihat aneh. Hahaha… Cho Rim menimbang-nimbang gaun mana yang akan ia pakai. Pilihan Jae Hee ataukah Moo Gak?


Jae Hee menerima SMS yang dikirimkan Moo Gak untuk Cho Rim. Moo Gak memilih gaun kuning. Dan sekarang Cho Rim keluar dari ruang rias dengan gaun kuning. Jae Hee menatap Cho Rim tanpa menunjukkan ekspresi apapun. Ia hanya tersenyum saat Cho Rim meminta maaf padanya karena tak memakai gaun pembelian Jae Heed an berjanji akan memakai gaun itu setelah menjadi pembawa acara yang baik.


Siangnya, Cho Rim makan di rumah, terus menggerutu karena telah meninggalkan makan malam dengan tim TV-nya dan meneleponMoo Gak. Tapi apa yang ia dapat? Moo Gak malah menutup telepon. “Petugas Choi, kau out sekarang juga.”

Handphone Cho Rim berbunyi, ternyata yang out adalah SMS dari Moo Gak yang sekarang ada di depan rumah Cho Rim dan memintanya untuk keluar rumah.

Cho Rim tertawa sinis membaca pesan itu. Ia memutuskan untuk tak mempedulikan SMS itu dan meneruskan makannya. Apa Moo Gak pikir ia akan terbirit-birit keluar sesaat setelah Moo GAk menyuruhnya? Tak mungkin, lah.

Dan membutuhkan satu kali suapan mie bagi Cho Rim untuk berubah pikiran. Ha. Cho Rim memutuskan untuk setidaknya mendengarkan apa yang akan diucapkan Moo Gak. Tapi untuk menunjukkan ia tak peduli lagi dengan Moo Gak, ia tetap memakai baju rumah. Toh Moo Gak bukan pacarnya ini.

Moo Gak menunggunya di taman dan bertanya tentang syuting tadi. Cho Rim ogah-ogahan mengangguk. Moo Gak bertanya apakah Cho Rim sudah makan? Cho Rim menjawab pendek. Ramen. Moo Gak terdengar khawatir karena Cho Rim hanya makan ramen. Ia menjelaskan kalau ia tadi tak dapat menerima telepon Cho Rim karena ada rapat penting.


Cho Rim menjelaskan kalau ia sebenarnya tak sengaja menelepon. Jarinya kepleset. Jadi Moo Gak tak perlu merasa khawatir.


Mendapat perlakukan dingin, Moo Gak bertanya apakah Cho Rim marah padanya? Cho Rim menjawab tidak. Kalau memang tak marah, Moo Gak meminta agar Cho Rim bicara sambil menatapnya.

Ragu, Cho Rim menatap wajah Moo Gak dan bertanya, “Kenapa?”

“Bagaimana aku harus memanggilmu?”

Cho Rim merasa heran, “Ya seperti biasa. Sebut saja namaku.”

“Kalau orang pacaran, biasanya mereka mempunyai panggilan sayang untuk memanggil satu sama lain.”

Cho Rim cemberut, “Kita kan..” suaranya terhenti saat menyadari apa maksud Moo Gak.

“Oh Cho Rim,” ujar Moo Gak serius. “Pilih salah satu di antaranya. ‘Cinta, sayang,kasih, pacar’”


Cho Rim terpana memandang Moo Gak. Dan ia menyadari kalau ia salah kostum dan salah dandanan. Ia menutup wajahnya, berkata kalau ia akan pulang dulu dan ganti baju. Setelah itu ia akan kembali lagi menemui Moo Gak. “Bisaah kita mulai lagi setelah aku datang?”


Moo Gak tersenyum dan menurunkan kedua tangan Cho Rim dari wajah dan menggenggamnya. “Aku sudah pernah melihatnya.” Ia pun menarik tangan Cho Rim. Sambil terus menutupi wajahnya, Cho Rim bertanya kemana Moo Gak akan membawanya? Moo Gak menjawab ,”Aku ingin memamerkan pacarku ke seluruh dunia.”

Hahay.. Cho Rim menolak karena ia sudah berjanji untuk menemui Yeom Mi untuk mengerjakan sketsa gambar dan ia harus berganti baju. Moo Gak tak mempermasalahkan. Ia akan menemani Cho Rim ke kantor polisi.


Yeom Mi mengerjakan wajah yang dicari Cho Rim. Ia mulai mencari tatapan mata yang mirip dengan deskripsi Cho Rim. Setelah selesai, ia menatap hasil cetakan gambar itu dan teringat sesuatu.


Buru-buru ia kembali ke mejanya dan membuka file foto korban pembunuh barcode. Dan benar. Sketsa gambar itu mirip dengan foto istri nelayan.


Moo Gak dan Cho Rim tetap berdebat walau mereka sudah menyandang status pacar. Kali ini tentang apa yang diperlukan untuk mendapatkan sketsa wajah yang baik.


Mereka bertemu dengan Yeom Mi yang sedang sibuk di depan komputer, memandang mereka dengan penuh emosi.

Komentar :

Untung Cho Rim sekarang jadi pacar Moo Gak, jadi kemungkinan ada cita segitiga sangat minimal. Nggak kebayang kalau Jae Hee naksir Cho Rim dan ditolak. Cinta ditolak, barcode bertindak. Hiiyy..
Saat rapat, saya heran dengan tampilan ini. Dua wajah korban, orang tua Cho Rim, ditunjukkan. Tapi kenapa wajah saksi yang ada kemungkinan masih hidup malah dikasih tanda tanya. Lah? Sudahlah..

Rasanya aneh melihat episode ini. Cho Rim tak pernah melihat warna lagi. Padahal sebelumnya warna-warna terus berkeliaran di sekitar Cho Rim.

Jae Hee ini benar-benar cerdik. Ia tahu bagaimana mempermainkan polisi dan tak mengenal rasa sakit. Mungkin benar juga yang komentar kalau nomor 00 di buku terbitannya adalah nomor orang tua angkatnya. 

32 comments :

  1. Postingan tengah malam...jreng jreng jrenggg.... menjawab pertanyaan mbk dee soal wajah saksi yg dikasih tanda tanya, mungkin krn statusnya msh blm jelas, antara ada n tiada. Ato krn mrk mau nempatkan orang lain sbg Eun Seol.

    Oh ya sekalian saya mau tanya, Moo Gak ini pramuka siaga dari gugus berapa? Kempingnya gg keren bgt sih, mana b2 sama yg bukan muhrimnya lagi, mau sekalian sya panggilin penghulu ta?

    Ih lagian sok co cuit bgt sih Moo Gak pake acara panggilan sayang segala...padahal biasanya juga manggilnya endog hihihi

    Semoga komen ini lulus sensor, kalo gg, mbk dee...malam nnt tunggu kedatangan Jae Hee, di blog mbk fanny kkkkk

    ReplyDelete
    Replies
    1. untung manggilnya gitu. Bukan, cyinn...yuk yak yukk..

      Delete
    2. hanya dugaan kalau mereka belum menebak wajah dewasanya eun sol
      toh waktu yeom mi ketemu cho rim yang mirip eun sol, moo gak malah jawab dia cho rim...
      2 orang berbeda berwajah sama
      gatau lagi sih kalo ada maksud lain wkwkwkwk

      Delete
    3. eeeeeeeeeh, mbak poetri juga lagi begadang ya? atau emang sengaja nemenin mbak dee??? hihihihi
      monggo dimarahin aja tuh endog mbak poet
      masa ngekiss-ngekiss ga pake pernyataan cinta dulu
      padahal cowok baik-baik (dulu-dulu jadi sarjana joseon kelas atas, chaebol kelas atas, bahkan putra mahkota) -.-
      gara-gara ga perasa sih di sini jadi seenaknya aja *kabur

      Delete
    4. Kl katakan cintanya ke aku trs kiss nya ke cho rim boleh gag? /trs di barcode sma jae hee/

      Delete
  2. orang tua kakeknya Jae Hee? maksudnya apa ya mb Dee?

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha.. postingan super ngantuk. beneran ngantuk banget. tq ya udah dikoreksi. :)

      Delete
  3. Jae hee sadeeeesss.. tatapannya aja mematikan... tentang efek warna katanya untuk membuat efek spt itu sulit dan butuh banyak orang makanya sekarang agak dikurangi mungkin.. moogak lucu suka sm karakternya...

    ReplyDelete
  4. moo gak sama cho rim nya romantis.
    jae hee nya cerdik.. polisi nya dari kemarin kalah terus.. makin penasaran setiap ep nya.
    mba dee.. unkind women yang ep 12 nya mana.. ga sabar.. udah nnton tp belum lengkap kalo belum baca sinopsisnya dari mba dee.. di tunggu ya.. thank you mba dee

    ReplyDelete
  5. akhrnya sinopsis ep 9 udah keluar.. thank you mba dee..
    oiya unkind women nya yang ep 12 di tunggu ya.. :-)

    ReplyDelete
  6. akhrnya sinopsis ep 9 udah keluar.. thank you mba dee..
    oiya unkind women nya yang ep 12 di tunggu ya.. :-)

    ReplyDelete
  7. Bagaimana aku harus memanggilmu? Kyakk. Dih moo gak ini....... gemes sama kelakuannya ke cho rim di ep ini, tapi manis bgt sih, bikin senyum2 sendiri. Hehehe... Jae hee beneran psyco, dan seperti biasa psyco selalu pinter. Pengennya sih moo gak cuma pake hpnya buat ayang2an geli sama cho rim terus jae hee jadi ilfill sendiri #plak

    ReplyDelete
  8. selain cho rim yang sama sekali tidak melihat bau di episode ini,

    yang aku anehkan lagi adalah ekspresio moo gak,
    saat beli baju untuk cho rim ............
    apa maksudnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin karna mo gak gak setuju cho rim ikut acra jae he

      Delete
  9. hiiiiii, kenapa dengan orang tuanya???
    tapi emang bingung juga sih, kenapa kok dr. chun disuruh nulis pesan kematiannya di halaman 5, bukannya dia korban keenam? atau saya yang salah? hmmm...

    ReplyDelete
  10. Kyaaaaaa....aku sebenernya udah nonton tapi ga afdol klo ga baca sinopsisnya.. suka bgt ama episode !!!!!!!,,,,,lanjut ke episode 10 mba dee..!!!

    ReplyDelete
  11. Kyaaaaaaa!!!!! Cieee yg jadiann, moo gak dijaga tu cho rim jgn ampe lecet ,,,,,,,*di kira apa an* ...makasih mba dee!!! Lanjut ke episode 10 mbaa...FIGHTING!!!

    ReplyDelete
  12. cuit..cuit yg jadian co cuiiit..
    baca sambil senyum-senyum...gemes liat moo gak

    ReplyDelete
  13. Wuah...itu hpnya S6 edge bukan??????
    Wuah bakalan gampang bgt yah buat mata2 in org kalopunya hp ini, gak boleh sembarangan naruh hp tuh (hehehe gak mungkin sembarangan naruh sih kalo beneran punya, 12 jt lebih....)
    Mian bak Dee, saking senengnya baca sinop sama baca komen....ampe lupa tadi mau komen apa???lha ini malah salah fokus...
    Gumapshimnida bak Dee.....

    ReplyDelete
  14. Shin Se Kyung disini kelihatan cantik, aktingnya jg keren...

    ReplyDelete
  15. betul.. eps ini aneh. padahal kan sebelumnya fotonya eunsol ada di kompi insp. Yeom. Dan dia sempat membandingkan foto eun sol dengan cho rim (pas cho rim ke kantor polisi dlm keadaan mabuk).

    tapi pas di rapat koq ya pake tanda tanya. kan klo moo gak liat, udah pasti tau itu cho rim.

    yang bikin penasaran, kenapa kepala polisi Oh (ayah cho rim) pake resign segala?

    dan betul juga mbak dee.. kesini-kesini, intensitas Cho Rim bisa melihat smells, berkurang. mari lanjut ep 10 :D

    ReplyDelete
  16. Mbak dee... aplikasi spyapp yg di ep 9 itu cuma fiksi ya...hihihi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. coba digoogle: spy apps. dan ternyataaa... banyak banget! hihihi..

      Delete
  17. Mbak, bantuin cari ost waktu mereka lg d rumah chorim itu nah...... Yg lagi smsan di tenda ama di kamar. Itu judul lagunya apa yah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama. aku juga lagi nyari ost itu. cuman belum nemu juga.

      Delete
    2. Dengerin liriknya aja mbak. Aku gk tw bhasa korea sih. Jd gk tw.....

      Delete
    3. Aku sudah dapat mba dee kelima ost nya ..
      1. Ost. Part 1JuBi (SunnyHill-Jang Yi Jeong) Confusing. Ost The Girl Who Can Sees Smells
      2. Ost 2 Sensory Couple- Yuju G-Friend & Loco- Spring Is Gone By Chance
      3. Ost Part 3 Sensory Couple- Kye Bum Zu- First Time
      4. Ost Part 4 Sensory Couple- Gemini- Again Today
      5. Ost Part 5 M.C the Max-Because Of You

      Semoga membantu :D

      Delete
    4. Aku sudah dapat semua ost mba :D

      Delete