April 18, 2015

The Girl Who Sees Smells Episode 6

Sinopsis The Girl Who Sees Smells Eisode 6



Cho Rim terbelalak melihat Moo Gak membuka mata dan menoleh menatapnya. Tak tahu harus beralasan apa, maka ia pura-pura polos. Tak terduga, Moo Gak yang baru bangun malah memeluknya lembut. Walau terkejut, Cho Rim tak dapat menyembunyikan perasaan bahagianya saat membalas pelukan Moo Gak dan berkata, “Aku juga menyukaimu.”

Aww…


Eh.. tapi tunggu. Sejak kapan Moo Gak menyatakan suka pada Cho Rim?




Ahh.. ternyata itu hanya mimpi yang bahkan menghampiri Cho Rim saat dia tak tidur. Yaa… Poor, Cho Rim. Moo Gak yang tidur, malah Cho Rim yang ngimpi.

Cho Rim terkejut melihat dirinya yang memeluk udara kosong dan segera tersadar dari lamunannya karena tetes hujan mulai mengenai wajahnya. Ia segera membangunkan Moo Gak.


Moo Gak terbangun dan seperti linglung bertanya, dimana mereka sekarang. Menyadari mereka sudah di taman, Moo Gak minta maaf karena ia ketiduran dan serentet pertanyaan muncul. Bagaimana Cho Rim membawanya ke taman? Apa tak capek? Bagaimana bentuknya kalau ia sedang tidur? Apa ia benar-benar pingsan atau setengah tidur setengah bangun?


“Benar-benar kayak zombie,” jawab Cho Rim pura-pura cuek, sambil memandangi langit yang sebentar lagi akan menurunkan hujan. “Ayo kita pergi!”

 
Moo Gak menatap heran pada Cho Rim yang berjalan tertatih-tatih meninggalkannya. Ia menjajari Cho Rim dan terus memperhatikan langkah gadis itu. “Apa kakimu tak apa-apa? Ada masalah? Apa sangat sakit?”

Haduhh.. gak sensitif nih Moo Gak kalau badannya tuh berat. Tapi Cho Rim sepertinya masih malu mengingat lamunannya dan menjawab kalau peredaran darahnya akhir-akhir ini memang sedang tak bagus. Ia buru-buru meninggalkan Moo Gak yang masih tetap clueless.


Ketika sudah di atas bis, Cho Rim memberi isyarat kepalan tangan diletakkan di bahu. Polos banget si Moo Gak, salah mengartikan isyarat Cho Rim dengan fighting. Cho Rim akhirnya mengangkat tudung jaketnya dan Moo Gak yang masih bingung, ikut mengangkat tudungnya.


Dan ia merasakan ada benda di dalam tudungnya. Boneka yang tadi ia berikan pada Cho Rim.


Ia buru-buru masuk ke dalam bis yang hampir berangkat dan duduk di samping Cho Rim. Kenapa dikembalikan? Karena Cho Rim bukan tipe orang yang suka gratisan. Beli 1 gratis 1.

“Memang darimana kau tahu kalau ini yang gratisan? Keduanya tuh sama,” kata Moo Gak. Tapi Cho Rim bisa tahu mana barang yang dibeli Moo Gak dan mana yang gratisannya. Moo Gak tak mau tahu.Tadi Cho Rim sudah menerimanya. Ia meraih tangan Cho Rim dan meletakkan boneka itu ke tangan gadis itu, “Buang saja.”

Cho rim terbelalak, bagaimana mungkin ia bisa membuangnya. Ia mengembalikan boneka itu lagi dan berkata kalau ia tersinggung karena diberi barang gratisan.Makanya Moo Gak saja yang menyimpan boneka itu. Tanpa menunggu jawaban, Cho Rim bangkit dan keluar bis.


Moo Gak mencoba mengejarnya, tak sengaja memencet boneka itu hingga terdengar suaranya menyapa adiknya. Ia terpaku, terlambat menyadari kalau bis sudah berjalan lagi. Ia hanya bisa memandangi Cho Rim lewat jendela.

Stupid Moo Gak, gak ngertiin perasaan cewek,ih..


Dr.Chun akan menjadi relawan medis di Senegaal dan akan berangkat beberapa hari lagi. Saat sedang berkemas, ia menemukan medical record Choi Eun Sol dan teringat amukan Moo Gak tadi.


Ia menghubungkan keduanya. “Membunuh saksi yang salah.. berarti saksi yang sebenarnya masihhidup. Choi Eun Sol masih hidup sebagai Oh Cho Rim.” Ia tersentak saat menyadari, “Oh Cho Rim adalah saksi itu.”

Keesokan paginya, dr. Chun sedang menelepon perusahaan kurir untuk mencari kotak anggur saat Jae Hee muncul di ruangannya. Kotak anggur itu milik Jae Hee yang disembunyikan dr. Chun saat Jae Hee ditahan di kantor polisi dan tak sengaja ikut terkirim dengan barang-barang dr. Chun.


Jae Hee tak meributkan hal itu, ia malah mengungkapkan kekecewaannya karena dr. Chun akan pergi dua hari lagi dan baru akan bertemu lagi dua tahun yang akan datang.


Cho Rim menghadap kepala grup lawak dan minta agar ia akan melawak sendirian saja tanpa melibatkan Petugas Choi. Ia bersedia melakukan apa saja, asal tak keluar dari grup Kodok. Mulanya pemimpin grup menolak karena Cho Rim tak cukup bagus untuk melawak sendirian. Tapi melihat keteguhan Cho Rim, ia pun luluh.

Pada Woo Ya, ia minta agar Woo Ya mau mencarikan partner bagi Cho Rim dan memberi ide-ide lawak bagi Cho Rim untuk bisa naik pentas.


Cho Rim mulai bekerja sebagai pelayan di restoran Jae Hee. Saat membuang sampah, ia menyapa dr. Chun yang kantornya satu gedung dengan restoran Jae Hee.

Dr. Chun hanya bisa menatap Cho Rim yang sekarang sudah ia ketahui identitasnya. Tak ada tatapan membunuh di sana, malah tatapan sesal. Ia menulis surat, “Kepada Ms. Choi Eun Sol, bukan.. sekarang Ms. Oh Cho Rim..”


Dalam suratnya, dr. Chun mengungkapkan niatnya yang sejak pertama kali bertemu, ingin minta maaf pada Cho Rim. Saat di rumah sakit Jeju, ia mengharapkan kematian Cho Rim yang sudah tipis kemungkinannya untuk hidup untuk mendapatkan donor untuk transplantasi jantung istrinya. Ia bahkan sudah hampir memasukkan cairan kematian di infus Cho Rim.


Walau akhirya ia mengurungkan niatnya, tapi ia tetap merasa bersalah karena perniah berniat jahat. “Melihatmu bahagia seperti sekarang ini, aku tak ingin menghancurkan kebahagiaan dengan menceritakan kisah yang tak pernah kau ingat ini. Kurasa aku tak akan bisa mengirim surat ini padamu. Maafkan dokter yang penuh dosa ini yang hanya bisa minta maaf dengan cara seperti ini.”



Dr. Chun melipat surat itu untuk hanya ditaruh di atas meja. Kebetulan perawat datang membawakan buku-buku yang akan dikembalikan oleh dr. Chun dan tak sengaja memasukkan amplop itu ke dalam kotak beserta buku-buku itu.


Cho Rim mulai melakukan tugasnya sebagai pelayan restoran. Dan tak ada tantangan kalau tak ada pelanggan yang menjengkelkan. Siapa lagi pelanggan itu kalau bukan Moo Gak yang memesan anggur yang sedang promo beli 1 gratis 1.


Moo Gak menyuruh Cho Rim memberitahu mana anggur gratisan mana yang bukan. Katanya Cho Rim kan bisa membedakan.


Haha.. Cho Rim sudah bisa menduga Moo Gak akan seperti itu. Benar-benar pelanggan yang menjengkelkan.



Jae Hee muncul dan separuh menegur Cho Rim karena gerutuannya pada Moo Gak. Cho Rim buru-buru berkata kalau ia hanya bercanda dan kabur masuk ke dalam dapur.


Kedatangan Moo Gak kemari untuk mewakili kepolisian meminta maaf pada Jae Hee. Tapi Jae Hee malah berterima kasih karena Moo Gak banyak membantu untuk membuktikannya tak bersalah. Saat sedang bercakap-cakap, Moo Gak menerima telepon dari dr. Chun yang ingin bertemu dan berjanji menemuinya di gereja Ilgodong jam 8 malam.


Di rumah Jae Hee, dr. Chun menerima kotak anggur yang kurir salah kirim. Kurirr meminta dr. Chun untuk memeriksa isi kotak lebih dulu. Saat Dr. Chun membuka kotak itu, tak sengaja jempolnya tergores hingga berdarah.



Jae Hee pulang dan melihat mobil kurir yang akan pergi. Ia menemukan dr. Chun yang menyambutnya di depan pintu dengan senyum. Dr. Chun ingin mengembalikan kotak anggur Jae Hee.


Jae Hee mengajak dr. Chun untuk masuk dulu, tapi dr. Chun menolak. Ia tetap menolak masuk saat Jae Hee melihat jarinya yang berdarah dan berniat mengobatinya lebih dulu. Tapi ia menerima ajakan makan bersama besok malam.


Sepeninggal dr. Chun, Jae Hee membuka kotak itu dan mengambil setumpuk buku, yang kita tahu adalah buku harian Ma Ri. Tak ada ekspresi sedih sama sekali saat Jae Hee membuka buku itu.

Ia membuka lembar demi lembar hingga di akhir halaman, ada foto dengan tulisan Joo Ma Ri: 11/9/1089 – 2/11/2014 dan goresan barcode di sebuah tangan.


Tangan Mari. Dan di ujung foto itu menempel sedikit darah. Bukan darah yang mengering, tapi darah segar. Wajah Jae Hee berubah dingin dan kejam.


Di mobil, dr. Chun tampak tak tenang, bahkan terlihat ketakutan. Masih terekam jelas apa yang ia lihat dalam kotak anggur itu. Ia segera menyadari kalau Jae Hee adalah pembunuh berantai itu dan ia harus melindungi saksi, Oh Cho Rim.






Oh.. benar-benar mengerikan saat melihat dr. Chun duduk di gereja, menunggu Moo Gak yang sudah berjanji untuk menemuinya. Apalagi saat melihat sebuah sosok laki-laki muncul dari pintu masuk.


Saya tahu itu bukan punggung Moo Gak. Dan dr. Chun juga tahu. Ia menatap horror melihat Jae Hee menghampirinya. Suaranya gemetar saat menyapa Jae Hee, kenapa bisa ada di sini?


Jae Hee duduk di sebelah dr. Chun dan bertanya hal yang sama. Tapi ia menduga kalau dr. Chun ingin berdoa. Ia pun juga ingin berdoa. Jae Hee menangkupkan tangannya dan memejamkan mata, sementara tangan dr. Chun gemetar.


Tak ingin lebih lama lagi di sana, dr. Chun pun berdiri. Tapi Jae Hee langsung menangkap tangannya.

Kita tak tahu apa yang terjadi setelah itu. Hanya saja, Moo Gak tak menemukan siapapun di dalam gereja saat ia datang.


Inspektur Kang diangkat menjadi kepala bagian departemen pembunuhan berkat usahanya berhasil menangkap kartel narkoba. Pengangkatan itu disaksikan oleh rekan-rekannya termasuk saingannya yang memberikan karangan bunga dengan senyum terpaksa.


Inspektur Kang senang sekali. Ia menyuruh anak buahnya untuk cuti sehari karena mereka semua memang mendapat cuti. Detektif Ki dan Detektif Yeh senang sekali dan mengajak bosnya makan-makan dengan bonus uang yang Inspektur Kang dapatkan. Tapi Inspektur Kang menjawab kalau negara mereka ini sedang krisis ekonomi, maka tak ada bonus. Haha.. boongan banget karena tadi bos besar memberikan amplop uang, untuk makan-makan. Detektif Ki dan Detektif Yeh tau itu, tapi tak bisa berkata apa-apa lagi.


Mereka bertemu dengan Cho Rim yang meminjam seragam polisi pada Moo Gak. Btw, Cho Rim juga memberitahu Moo Gak kalau Moo Gak tak perlu menjadi partner sketsanya. InspekturKang mengira kedatangan Cho Rim untuk mengucapkan selamat padanya, maka ia yang sedang berada di langit ketujuh berterima kasih pada gadis itu.


Cho Rim pamit pergi dan tak sengaja bertabrakan dengan Inspektur Kang. Semua barang yang dipegang Inspektur Kang dan Cho Rim sama-sama jatuh, menyebabkan topi-topi tertukar. Cho Rim yang menyadari hal ini.

Bagaimana ia tahu? Karena baunya, kah? Bukan. Karena di dalam topi ada amplop uangnya.


Bwahahaha… Detektif Ki langsung menyambar uang itu. Horee… makan-makan kita. Begitu Moo Gak mengusulkan makan di restoran ayam kampung, Detektif Ki dan Detektif Yeh berteriak, “Call!”


Ha. Ha. Ha. Inspektur Kang terpaksa tertawa dan karena sudah terlanjur, ia pun mengajak Cho Rim untuk ikut makan-makan juga. Mulanya Cho Rim menolak. Tapi Moo Gak membisiknya, kalau berkat Cho Rim-lah makan-makan ini bisa terjadi, membuat Cho Rim memakai topi Inspektur Kang dan berterima kasih.



Mereka pun tiba di sebuah restoran ayam kampung. Inspektur Kang senang mencium bau ayam rebus, tapi Cho Rim malah melihat banyak bau ramen. Moo Gak berkata kalau pemilik restoran pasti bosan dengan hidangan ayam terus menerus dan memilih akan ramen.


Sementara menunggu masakan datang, mereka bermain Go Stop. Inspektur Kang juga mewanti-wanti semua untuk tidak memanggil dengan jabatan di kepolisian, karena mereka mereka sedang di luar dinas. Cho Rim mengiyakan dan memanggil Inspektur dengan Bang, membuat Moo Gak berbisik pada gadis itu, “Jangan keterlaluan.”

Permainan kartu yang akan mereka lakukan untuk 3 kelompok saja. Inspektur Kang menawarkan diri untuk bermain sendiri. Detektif Yeh memilih Detektif Ki sebagai sekutunya, meninggalkan Moo Gak dan Cho Rim menjadi satu kubu. Yang kalah akan mendapat sentilan keras di jidat.


Inspektur Kang terus-terusan menang melawan Moo Gak dan Detektif Ki. Tapi tentu saja yang dihukum keempat-empatnya. Walau yang merasa kesakitan hanya 3 orang, karena Moo Gak tak merasa sakit sedikitpun.

Walau gondok tak bisa menyakiti Moo Gak, Inspektur Kang senang sekali dan ingin menaikkan level hukuman. Setiap kalah 10 poin, mendapat 1 tonjokan. Mau tak mau semua setuju. Cho Rim bersedia asal ganti ia yang main.


Moo Gak terkejut, tapi Cho Rim tak memberikan kesempatan. Ia mengikat rambutnya dan.. game on! Wajah Moo Gak menjadi cerah saat melihat Cho Rim sangat mahir bermain. Tentu saja Cho Rim mengetahui level stress lawan dari bau keringat yang muncul saat ia melemparkan pertanyaan pancingan yang mengarahkannya pada kemenangan.


Cho Rim menghitung kemenangan mereka. 288 point! Hahaha… Semua tak menyangka Cho Rim sangat mahir main kartu. Moo Gak berbaik hati untuk membulatkan poin ke bawah menjadi 280 poin saja. Jadi cuman 28 pukulan untuk masing-masing orang.

LOL. Yang mukul Moo Gak lagi. Gak pake sungkan lagi. Hasilnya, jidat ketiga orang itu merah semua. Untung gak babak belur, ya..


Mereka menikmati ayam kampung yang sudah matang. Detektif Yeh merasa semua ini lebih baik kalau Letnan Yeom juga ikut makan-makan. Detektif Ki sendiri merasa Letnan Yeom tak ingin bergaul dengan rekan-rekannya, seolah-olah hidupnya hanya untuk menyelidiki kejahatan saja.
Inspektur Kang menjelaskan kalau sikap Letnan Yeom seperti itu karena wanita itu punya alasan. Saat Letnan Yeom masih kecil,  ayahnya, yang juga polisi, tewas saat bertugas menangangi kasus perampokan.  


Di Korea dan di Indonesia ternyata sama saja. Setelah makan-makan pasti lanjut dengan foto-foto. Detektif Ki melihat-lihat restoran itu dan heran melihat bangunan sebesar itu tapi saat mereka masuk ke dalam restoran, terasa sempit sekali. Ia langsung menduga-duga kalau pasti di dalam bangungan itu ada ruangan rahasia. Seperti di novel-novel.

Detektif Yeh merasa hal itu hanya ada di cerita-cerita saja. Detektif Ki membenarkan. Ia menjadi polisi karena suka gerakan para polisi saat beraksi. Detektif Yeh sendiri suka saat-saat dimana ia menunjukkan lencana polisi. Sedangkan Moo Gaksuka ketika ia memborgol. Ha.. pantas saja borgol selalu ada di saku celananya.


Inspektur Kang? Tak mengikuti pembicaraan mereka karena asyik foto-foto dengan Cho Rim.


Seorang nenek muncul dengan membawa baskom tertutup. Cho Rim melihat bau baskom itu dan berkata pada Moo Gak kalau nenek itu pasti sangat kaya raya karena bau uangnya sangat mencolok sekali.

Detektif Yeh berkata kalau hal itu tak mungkin karena restoran ini sangat sepi. Inspektur Kang juga membenarkan. Bahkan main kartu yang mereka lakukan pun juga tak boleh menggunakan uang,karena bisa menjadi judi.


Moo Gak berpikir sejenak, dan kemudian meminta Inspektur Kang untuk meminta bantuan polisi dari satuan terdekat. Ia menduga ada rumah judi illegal di dalam restoran. Inspektur Kang merasa tak mungkin. Tapi Moo Gak mengungkapkan dugaan Detektif Ki yang mengatakan ada ruang rahasia di dalam bangunan.

Waahh.. keren…! Dari dugaan Detektif Ki yang sederhana bisa menjadi seperti ini. Ketiga detektif itu mulai menyelidiki dalam restoran. Dan seperti dugaan Detektif Ki, ada ruang rahasia di balik lemari.


Mereka menggerebek ruangan itu, membuat semua orang kocar-kacir keluar restoran. Di luar para polisi sudah siaga menangkap para penjudi itu. Kericuhan terjadi, Orang-orang berlarian,saling tabrak, membuat Cho Rim yang berada di tengah kericuhan itu terjatuh karenanya.


Moo Gak yang ikut menangkap orang-orang itu, mendengar teriakan Cho Rim dan langsung lari menghambur menyelamatkannya. Setelah memastikan kalau Cho Rim baik-baik saja, ia menyaksikan semua orang sudah tertangkap.


Inspektur Kang, Detektif Ki dan Detektif Yeh mengacungkan jempol kepada Moo Gak dan Cho Rim. Mereka berdua pun membalasnya. Daebak!


Nenek dan anaknya, sebagai bandar judi, menyatakan keheranannya saat diinterogasi. Bagaimana bisa polisi menemukan mereka? Mendapat lirikan dari rekan-rekannya, Moo Gak menjelaskan kalau saat masuk ke dalam restoran mereka mencium bau ramen yang menyengat.


Ramen itu pasti untuk para penjudi yang tak ingin membuang waktu padahal harus mengisi perut. Dan ketika para penjudi itu kehabisan uang, mereka meminjam uang dari Nenek. “Semua itu..” Moo Gak menunjuk pada Inspektur Kang, “Adalah dugaan atasan saya.”

Inspektur terkejut, tapi tersenyum dan mengedipkan mata pada Moo Gak.


Saat Cho Rim pulang ke rumah,dari kejauhan ia melihat Moo Gak sedang berdiri menunggunya. Buru-buru ia menyemprotkan parfum ke seluruh badannya. Aww… segitunya mau ketemu gebetan.



Kedatangan Moo Gak adalah untuk memberikan titipan Inspektur Kang. Kue kacang merah sebagai ucapan terima kasih. Ia sedikit terpaku melihat Cho Rim memuji kebaikan hati Inspektur Kang, dan sepertinya tak ikhlas mendengar pujian itu.

Hihi..kenapa, ya? Jangan-jangan, Moo Gak yang sebenarnya membelinya untuk Cho Rim. Tapi sepertinya tidak, karena Moo Gak berkata kalau Inspektur Kang membelikan kue itu dengan sisa uang di amplop.

Cho Rim mengajak Moo Gak untuk makan kue ini sama-sama.Tapi Moo Gak malah menyuruhnya duduk karena ada yang ingin ia bicarakan.

Untuk kesekian kalinya, Moo Gak meminta Cho Rim untuk tak terlibat dalam penyelidikan lagi. Ia tak mau Cho Rim menyelidiki bebauan apapun di TKP. Tapi Cho Rim menyelanya.


“Apa kau tahu bagaimana perasaanku akhir-akhir ini? Mataku, mata warna setanku yang tak bisa aku tunjukkan pada semua orang dan harus kusembunyikan dengan soft lens hitamku... Aku senang akhirnya bisa berbuat sesuatu yang berguna dengan mataku ini,” Cho Rim tersenyum. “Aku selalu ingin menyembunyikannya. Tapi aku sekarang menyadari betapa bergunanya hal ini. Kurasa kau tak tahu betapa senangnya aku akan hal ini.”


Moo Gak menarik nafas. “Tapi semua ini berbahaya. Apa kau tahu betapa bahayanya saat-saat di rumah judi hari ini?”


“Aku selalu berada di sampingmu selama investigasi,” Cho Rim menatap Moo Gak, sejenak terdiam, sedikit ragu. Tapi ia melanjutkan, “Kau dapat melindungiku saat aku berada dalam bahaya.”


Ahh.. Pabo! Pabo-lah si Moo Gak kalau masih belum paham juga.


Moo Gak mendatangi kantor dr. Chun dan terkejut saat diberitahu kalau hari ini dr. Chun akan berangkat ke luar negeri. Ia meminta atasannya untuk menerbitkan surat pencekalan untuk dr. Chun. Tapi menurut laporan, dr. Chun tak muncul di penerbangan yang dijadwalkan dan tak ada laporan kepergian dr. Chun ke luar negeri manapun.



Jae Hee memasak makananuntuk dihidangkan dalam 2 piring. Namun ia hanya makan satu piring saja. Saat sedang makan, Moo Gak muncul untuk bertanya tentang keberadaan dr. Chun. Jae Hee menjelaskan kalau ia terakhir bertemu dengan dr. Chun dua hari yang lalu dan tahu kalau dr. Chun akan berangkat hari ini.


Jae Hee terkejut mendengar ucapan Moo Gak kalau tak ada data tentang penerbangan dr.Chun. Jae Hee berkata kalau dr. Chun bahkan mengembalikan buku-buku miliknya lewat pos.
Ooh.. kenapa malah saya yang jadi panik ya melihat kotak buku dari dr. Chun? Surat permintaan maaf dr. Chun kan ada di sana.. Aihh… Bukannya tadi katanya buku itu milik dr. Lim?


Moo Gak kembali ke kantor dan melapor pada Yeom Mi kalau informasi dari Jae Hee juga sama seperti informasi yang mereka miliki. Tapi Moo Gak merasa aneh dengan semuanya. Kalau dr. Chun ingin melarikan diri, seharusnya ia tak memberitahukan pada banyak orang kalau ia akan keluar negeri. Yeom Mi berkata kalau ia akan memasukkan dr. Chun ke daftar pencarian orang.


Di meja, Moo Gak menerima sebuah paket. Ia pun menemui Cho Rim. Ternyata Cho Rim sedang sibuk meminta tanda tangan seorang selebritis yang datang ke restoran.


Hahaha.. mata Moo Gak itu loh.. Sirik banget. Apa cemburu? Pura-pura tak peduli, ia tetap bertanya siapa pria yang ditemui Cho Rim barusan tadi. Masih hyper akan pertemuannya dengan seleb itu, Cho Rim menjelaskan panjang lebar siapa idola baru itu dan betapa unik tanda-tangan seleb itu. Untuk membaca tandatangan itu, tulisan itu harus dibalik dulu.


Moo Gak tak mau peduli. Tanpa menoleh pada Cho Rim, ia melempar paket yang baru saja ia terima. Itu untuk Cho Rim yang tak mau barang gratisan. “Seleramu itu aneh. Jadi susah untuk memilih sesuatu untukmu.”


Cho Rim membuka paket itu dan terbelalak. “Apa seleramu seperti ini?” Dengan wajah bangga, Moo Gak mengatakan kalau seleranya memang  bagus. Namun wajahnya berubah saat Cho Rim mengacungkan bra, cd dan borgol warna merah dan berkata, “Tak kusangka kau ternate seperti ini.”


Hahaha… Moo Gak buru-buru memasukkan semuanya ke dalam kotak lagi. Pasti kurir salah kirim. Cho Rim segera menelepon jasa kurir untuk complain tentang paket salah kirim itu. Cho Rim segera membacakan kode barcode yang tertera di bungkusnya.


Melihat Cho Rim sedang sibuk membacakan barcode, ia akhirnya melihat tanda tangan si seleb dan mengerutkan kening karena harus membalik tulisan agar tanda tangannya bisa dibaca. Dari situ ia mendapat ide.



Jae Hee kembali memasak, dan lagi-lagi ia memasak untuk dua orang. Dan anehnya,ia selalu selesai memasakn di waktu yang tepat. Tadi siang jam 12 tepat. Sekarang jam 7 tepat.

Moo Gak memperhatikan semua irisan barcode dari sekian mayat itu dan mulai mengkonversinya menjadi kode barcode yang sebenarnya. Kombinasi tebal tipisnya garis menunjukkan angka yang dimaksud.


Pada rapat yang membahas pembunuhan berantai, Yeom Mi menjelaskan kalau barcode yang mereka dapatkan tak memiliki arti, tapi dapat disimpulkan kalau barcode tersebut adalah pola. Tapi pola yang bagaimana, sampai sekarang mereka belum tahu. Dan ia meminta Moo Gak untuk melanjutkan.



Moo Gak menjelaskan kalau ia membalik barcode itu secara horizontal dan menyadari kalau barcode itu adalah barcode yang biasa mereka gunakan. Barcode yang memiliki arti tertentu.


Ada 13 angka dalam satu barcode. Semuanya diawai dengan 978 yang digunakan untuk mengidentifikasi buku. Angka berikutnya adalah 89 yang berarti asal negara yaitu Korea Selatan. Sedangkan 86755 menunjukkan kode penerbit. Jadi semua barcode itu menunjukkan ISBN buku yang diterbitkan sebuah penerbit di Korea Selatan. Angka berikutnya adalah kode buku dan nomor identifikasi. Kode buku cocok dengan urutan pembunuhan.


Semua terkejut dengan penemuan ini. Penjahat ini benar-benar psikopat dan tahu banyak tentang buku.  Dan pembunuh menyamakan korban sebagai buku. Moo Gak berkata kalau ada korban berikutnya, maka yang akan muncul adalah barcode berikut ini.


Jae Hee keluar dari lift menuju perpustaan yang menyimpan banyak buku.  Dan seperti dugaan Moo Gak, ia mengeluarka buku coklat dari laci dan mencetak barcode yang kemudian ditempel di buku itu.


9788986755060. Nomor barcode yang sama dengan barcode yang Jae Hee tempel di buku bertuliskan Chun Baek Gyung 1980.12.23 – 2015.03.07.

Jae Hee tersenyum manis menatap buku itu. Ia menaruh buku itu di lemari, sejajar dengan buku-buku lainnya.


Bersama korban-korban lainnya.


Komentar :

Uhh.. merinding saya melihat Jae Hee. Senyum manis, tenang, bisa menyembunyikan perasaan. Persis kaya psikopat yang ada di film-film.


Ingat Ryan yang heboh bebarapa waktu yang lalu? Kita pasti tak menyangka kalau melihat wajah kalem seperti itu ternyata sangat berdarah dingin.

Ughh.. saya gak suka kalo ngomongin hal beginian. Tapi tetap saja, show must go on. And I must continue recap. Yoo Chun gitu loh..

Di salah satu sinopsis Fanny, saya pernah mengutarakan dugaan saya kalau kesalahan dr. Chun hanyalah membunuh Eun Sol, sedangkan yang lain dibunuh oleh Jae Hee. Tapi dari episode 6 ini, saya merasa kok dr. Chun tak bersalah sama sekali, ya. Kesalahannya adalah memiliki niat buruk membunuh Cho Rim untuk mendapatkan donor jantung bagi istrinya.

Apakah dokter yang merasa berdosa karena memiliki niat jahat bisa membunuh orang? Saya rasa tidak. Lalu siapa yang membunuh Eun Sol? Jae Hee, kah? Tapi pembunuhan ini bukan ciri khas pembunuhan Jae Hee. Membunuh tanpa membuat barcode. Sementara psikopat biasanya sangat teratur.


Entah apa yang memicu Jae Hee melakukan serangkaian pembunuhan ini. Apakah sakit hati? Atau karena kesal karena ada orang yang menghalangi niatnya? Kalau Detektif Ki bisa menduga-duga (dan benar lagi..!)tentang ruang rahasia di restoran, saya juga mau menduga-duga, ah..

Saya rasa, awal mula Jae Hee melakukan pembunuhan ini adalah karena ia terobsesi menerbitkan buku. Ia membawa karyanya ke salah satu profesor untuk diterbitkan, tapi profesor itu malah mentertawakan karyanya. Sakit hati, maka ia pun membunuh sang profesor dan menjadikannya buku. Kedua nelayan itu, orang tua Cho Rim, dibunuh karena tak mau menjual ikan tangkapannya pada Jae Hee. Ketiga, saya lupa. Keempat, kalau tidak shaman. Mungkin shaman itu menebak masa depan Jae Hee yang akan mendekam di dalam penjara. Bunuh lagi dan menjadi buku selanjutnya. Kelima, Mari. Kesal kali, pada Mari yang selalu membuat masalah di agency.

Yang keenam… duh, semoga dr. Chun masih hidup. Saya melihat Jae Hee masih memasak makanan untuk 2 orang, berarti masih hidup, kan? Ini sudah hari keberapa ya dari waktu hilangnya dr. Chun? Tapi kenapa Jae Hee sudah memasang ‘buku terbitannya’ itu di samping buku-buku lainnya? Moga-moga surat permintaan maaf dr. Chun tidak dibaca Jae Hee. Cho Rim bisa dalam bahaya besar kalau ketahuan.

Apa yang disimpan oleh drama ini? Baru episode 6, kita sudah mengetahui siapa pembunuh berantainya. Kalau semua kejutan muncul di awal, apa lagi yang akan muncul di episode-episode berikutnya?

Tapi jangan khawatir. Moo Gak will safe the world. Moo Gak rules!!


Jjjiiaaaaoohhhhh….

Selanjutnya : Preview Episode 7

38 comments :

  1. Anyeong haseoo..
    Eonnie,mau tany,sinop unkind womenny kok ga di buat" lg..pdhl sya penggmr berat tulisan eonnie,trkhusus sinop unkind women,..lau eonnie berkenan maukah melanjutkanny lg. Trimakshh byk sblmny krn sdh menulis unkind women. Dan untuk sinop TGWSS y trimakshh,..^_~
    Salam kenal
    Nindia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nindia, salam kenal.

      Unkind women masih dibuat kok. Sebenernya mmmhh.. seminggu ini masih nonton jae rim, tapi ga di unkind women aja, tapi di wgm. hehehe...

      Baru sekalinya nonton wgm, sekarang overdosis sama sorim couple. :p

      Lanjut kok, nindia. Tq yaa...

      Delete
    2. Owhh..haha,trnyata eonn jg overdosis sorim couple,..mrk cocok y eonn..

      Ok eonn..ditunggu sinopny..^_~
      Jeongmal khamsahamnida
      nindia

      Delete
  2. Mba Dee bener bgt nih blm ada setengah jalan pembunuhnya sudah ketahuan pasti ada misteri yg lebih besar di episode episode berikutnya. Mkin ga sih mba Moo Gak hatinya ikut mati rasa juga masa udh di gombalin di ngambekin segitunya masih ga nyadar juga.. Hehehe... Dan ternyata Nam GuMing cocok jadi psikopat dengan senyum tipisnya itu.

    ReplyDelete
  3. aawww....
    menikmati sabtu pagi with sinopsis mbak dee..
    blom sarapan udah kenyang duluan..
    gumapta mba dee...

    ReplyDelete
  4. Mba dee.. eps ini greget sm sikap polosnya mo gak, ga ngerti2 sinyal yg diksh cho rim. Oya dan ga ush khawatir keselamatan cho rim, kan ada mo gak gitu lohh. Yahh ikut2an mba. Hhee semangat mba dan terimakasih.

    ReplyDelete
  5. 안녕, coba dilihat deh, itu nomor bukunya dari 00-06, berarti udah 7 org yg dibunuh, kl dilihat dari urutan sih 01: Professor, 02: Ortunya Chorim, 03: Pendaki Gunung, 04: Peramal, 05: Joo Mari, 06: Dr.Cheon, mungkin yg 00 itu ayahnya Letnan Yeom

    ReplyDelete
  6. Mba dee peratiin ju mari meninggal th 2014,sdgkn dr.chun th 2015 apa selama 6eps ini uda lewat 1th yah?kog terlalu lama perasaan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin emang sudah lewat 1 tahun karena kita ga dikasih tau timeline-nya dengan jelas. Walau aku juga ngerasa kayaknya sih emang dari hari ke hari juga. hehe..

      Delete
    2. Sory ya mba dee aku pake anonymous soale gada gugel acc hehe,gaptek. Tapi mba dee wkt ortu chorim meninggal 2012 dan 3th stlh kclakaan chorim 2015 brati belom 1th mugak sm chorim ketemu musti nya dan kejadian meninggalnya ju mari n dr.chun brati blm 1th jg,ni sutradara yg miss atau aku yg terlalu detil haha *biarkan*
      Iyah det.Ki itu pinter selalu dpt menerka2 dan terkaan nya selalu jadi clue utk kasus2nya. Dan hipotesa si mugak jg selalu tepat kl ud dpt clue dari chorim n det.Ki tapi lalu dilimpahkan ke chief detektif,kaya conan sama kogoro mouri hihihi
      Mba dee Salam kenal ya,seneng bgt baca blog mba dee terutama all about yc

      Delete
    3. Kl diliat ortu chorim th 2012 meninggal,pas chorim kecelakaan 3th kmdian 2015 brati benar kog.brati CR dan MG ketemu blom 1th kan,Ju mari meninggal 2014.mgkn sutradara/PDnim yg kurang teliti?ah sudahla biarkan hehe,
      Btw mba dee Salam kenal ya,aku suka baca blog nya terutama tentang yuchun,aku jg suka baca komen2 abis sinopsis,lucu2 hihihi

      Delete
  7. Mba Dee,cpt bngt snopsisny...Jeongmal Kamsahamnida,
    Drma in alur ny cpt y mbak,bru eps 6 udh kthuan pmbnhny... jd tmbh pnsrn sm eps brktny... tp ms agk kget,tmpng mnis nan tnng gtu,pmbnuh,sbrny Ap mtifny... Mugak in kyny trllu plos mba,gk conect 2 sm prsaan cwe,kn ksian cho rim :D....
    Tp mnis Si Psngn Mugak chorim in....

    Mba Dee,Mba Fann,Mba Poet Fighting....
    Mksi Bwt Snopss ny...

    ReplyDelete
  8. Wah gomawo mba dee sinopsis nya jadi penasaran buat episode minggu depan ada misteri apa lagi ya, sebenarnya klo chorim ingat kan bakalan jadi senasib sama mo gak yang ortu nya meninggal klo mo gak ade nya dan itu pasti karna ulah sih pembunuh barcode, makin penasaran sama drama ini, fighting mba dee

    ReplyDelete
  9. Mba Dee, Cpt bngt Snopsisny... :) Jeongmal Kamsahamnida....
    Drma in alur ny cpt y mbak,eps 6 udh kthuan pmbnuh ny,Bwt mkn pnsrn k eps slnjtny.... msi gk nyngka si,pmbnhny jae hee scra dya klht baik dn tnng bngt...Dn ngmng2 kykny mugak in,plos bngt y,gk ngrtiin prsaan cho rim... Ksian ch rim ...:) ... Tp Psangn murim in,mnis mba...

    Mba dee,Mba Fann,Mba Poet Fighting....
    Mksi bwt Sinopsis ny....

    ReplyDelete
  10. Sediiiih...se sedihsedihnya....
    Sejak di moderasi komen saya kayaknya di skip atau whatever lah ! !
    Miannda kalo selama ini komenya rada gak sopan bakDee...
    Tp ttp aja setia nunggu sinopnya bak Dee, unkind woman dn tentu sii abang uchun....
    Gumapshimnida bak dee, semoga komen yg ini lolos deh...(^__^)

    ReplyDelete
    Replies
    1. kayaknya semua komen aku publish deh kecuali yang spam, nur. Maaf kalo kelewat. Ada beberapa komen emang langsung masuk ke dalam spam dan ga masuk ke awaiting comment, yang jadinya tenggelam di dalam lautan spam comment.

      Tadi sih aku udah ambilin beberapa comment dari spam. Maaf kalo ternyata ada yang ilang. Tapi aku moderasi bukan karena komen ga sopan atau apa. Aku moderasi, murni karena biar spam ga masuk. Soalnya bisa 200 komen dalam waktu kurang dari 1 jam. komennya itu adalah link yang ga sopan dan masuk ke posting2 lama.

      Maaf ya nur kalo ada yang ga muncul.

      Delete
    2. Dwesso bak Dee......
      Alhamdulillah yg ini lolos.....
      Kalo lautan spamnya segitunya saya ngerti gak mungkin bak Dee milih2 ngubek2 satu2 toh....
      Alhamdulillah kalo komen saya masih sopan......
      Gwencana......mianamnida tto gumapshimnida.......

      Delete
    3. baru nyadar aku nulis kata ga sopan untuk 2 hal yg berbeda. spam komen ga sopan tuh komen yang menuju link p*rn* :)

      Delete
    4. Eum...gitu yah mbak Dee...
      Gpp bak Dee ...saya gak kapok komen..wkwkwkwk
      Ada yah oerang gak penting yg komennya menuju ehem...itu....
      Gumapshimnida penjelasannya bakDee....

      Delete
  11. Si endog will safe the world..cuueeeerrrrhh!!

    ReplyDelete
  12. Waw. Aku kira dr. Chun tangan kanannya Jae Hee buat bunuh eunseol. Ternyata eunseol adeknya moogak pembunuhnya masih misteri...
    Aku agak takut buat lanjutin nonton.... yaampun. Bunuh membunuh itu bukan aku bgt. Aku nonton krn ada yoochun....:)))))
    Jaehee jgn bunuh chorim. Just fall in love!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama. Aku juga ga suka ama yang thriller2 macam gini. Apalagi kmrn ini aku ngerecapnya malam2 pas semua udah tidur. Bener2 ga berani keluar kamar.

      Iya, aku juga ga suka kalau Jae Hee main bunuh-bunuhan.. *sstt... jangan keras2, nanti Jae Hee denger, kita kenapa-kenapa lagi..*

      Delete
  13. menakutkan ceritanya kuharap dr.chun masih hidup jgn dibunuh dong, dia bangkan lebih jahat dibandingkan gab-dong

    ReplyDelete
  14. menakutkan ceritanya kuharap dr.chun masih hidup jgn dibunuh dong, dia bangkan lebih jahat dibandingkan gab-dong

    ReplyDelete
  15. ceritanya serem banget

    ReplyDelete
  16. makasih sinopsisnya..:)
    fighting..!!

    ReplyDelete
  17. makasih sinopsisnya..:)
    fighting..!!

    ReplyDelete
  18. Seru....semangat ya mba buat lanjutin sinop nya^_^
    Terima kasih...

    ReplyDelete
  19. Berharap dr chun masih hidup dan jdi saksi juga , tapi misalkan dr chun terbunuh, pst dr chun gk mati sia" dong, pasti dr chun ninggalin bukti d.sekitarnya,
    Semangat mba buat sinopsisnya :)

    ReplyDelete
  20. Makasih sinopsisnya mba. Semangat terus lanjutin sinopsisnya!^^

    ReplyDelete
  21. hahaha mugak pabo emang, tapi sebenernya dia jg suka chorim cuma ga sadar aja. liat aja udah dikasih hadiah berapa.. mulai kacamata, boneka beruang sampe bra oopss (jd penasaran aslinya mugak mau kasih apaan ya?) bahkan kuliner ayam aja udh 3 macam, blm jumlah ngedate di coffee shop. mugak dikit2 nunggu chorim dkt rumahnya bentar2 ngajk ketemu. kalo bukan suka apa atuh. haha seneng di episode ini mugak ngga lempeng2 amat, pas chorim main kartu kok aku mikirnya kalo mereka nikah ntar mugak bisa jd tipe suami takut istri gak tuh haha makasih byk rekapnya ya mba dee ^^ mba fanny dan mba poet jugaa.. fighting! ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. awww, saya suka ma komennya
      jadi bikin ngayal juga^^ thank you ya...
      btw shaa ini fannya chunie kah? 6004nya ngingetin ma web fannya chunnie soalnya hehe
      lam kenal ya!

      Delete
  22. Pertama mau minta maaf dulu sm Shin Se-Kyung udah meragukan aktingnya sm Yoochun :D
    tapi daebakkk, luar biasa akting "MORIN Couple" ini. *apalagi Yoochun, sumpah sampai di bilang kyk org gila sm tmn kantor pas nonton episode 6 (yg main kartu) sumpah ngakak abiss.. Dan selalu makin penasaran sama drama ini setiap habis tayang lho :(
    At least Salam Kenal Mba Dee, Aku setiap baca sinopsis dr Mba Dee, ga pernah baca dr awal tp PASTI selalu komennya Mba Dee dulu yg bikin semangaddd :D
    Fighting yaaa buat Sinopsisnya mba2 semua, aku tau ga gampang buat buat Sinopsis2 ini.. ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama kok hihihi, kadang kalo belum banyak waktu tetep nyempetin baca komennya para recapper aja :)

      Delete
  23. Lha.... terus gimana ini di episode 6
    Kok udah diungkap sang pembunuh barcode

    Di drama korea karakter psikopat kok banyak bener seh y :~(

    ReplyDelete
  24. makasih sinopsisnya. itu kyknya dr. chun masih hidup solnya kan bru 2 hari setelh dia terakhir terlihat, semoga aja. ah, ternyata si chef pembunuh berantainya padahal dri awal udah duga dr. chun, trus sadarnya pas awal ep. 6 eh ternyata bener. dramanya daebak! paling suka yoochunsekyung couple! cocok banget, ><

    ReplyDelete
  25. #edisi telat komen
    1. baru nyadar kalo komen di sini nggak perlu ngeklik-ngeklik captcha seperti biasanya
    apa karena dimoderasi mbak dee? :P
    2. itu suasana horor di gereja karena lampunya kuning juga sih...
    kalau sinar lampunya putih mungkin nggak terlalu horor heheeeee
    tapi kenapa milih di gereja sepi dokter? kan rawan banget t.t
    memang dari awal agak nggak terima nih nam goong min sama song jong ho dapet peran gini :(
    3. kok ketemu gebetan mbak dee? kan moo gak masih pabo belum nyatain cinta ke cho rim ._.
    4. si cameo nggak ada pikunya di sini!!! hahahaha kesalahan nih, jungshin maen di dramanya chunnie yang direkap mbak dee *digetok
    dalam hati: tau kok mbak kalo si cameo nggak kecapture softwarenya atau nggak ada tempat mau ditempel di sebelah mana^^"
    makasih mbak dee >.<

    ReplyDelete