April 10, 2015

The Girl Who Sees Smells Episode 3


Horeee... Yoochun kembali lagi ke Kutudrama. Eh, salah ya.. main drama lagi dan tak hanya mengunjungi saya kok. Ke tempat Fanny, kemudian ke tempat Putri, dan akhirnya.. kembali ke tempat saya..! Horeeee!!

Yang belum baca, silahkan diklik dulu, ya..

Sinopsis The Girl Who Sees Smells  Episode 3



Mata Cho Rim berkaca-kaca saat menunjuk arah parfum Ma Ri. Parfum itu terlihat mengalir dari belakang Moo Gak menuju ke bawah sana. Cho Rim maju, ingin menunjukkan arah jejak itu. Semakin ke bawah dan terus kebawah, tak sadar Cho Rim terpeleset.


Hampir saja ia jatuh jika Moo Gak tak segera menangkapnya. Mereka terdiam, menyadari kedekatan mereka. Tapi Cho Rim segera tersadar karena mendengar suara barang pecah dan terbelalak saat menyadari kalau Moo Gak telah menginjak kacamatanya hingga patah jadi dua. Itu kacamata favoritnya!

“Kalau aku tak menarikmu, kau yang akan hancur di bawah sana!” kata Moo Gak dengan nada tinggi. Cho Rim berterima kasih dan Moo Gak bertanya sebenarnya dimana parfum Ma Ri berakhir.


Cho Rim berbalik dan melihat lebih teliti ke hamparan air danau. Ia menunjuk di tengah sungai.


Kepala Detektif mengerahkan sepasukan polisi untuk mencari Ma Ri. Tapi sampai sekarang masih belum ketemu. Kepala Detektif terus menyemangati pasukannya untuk terus mencari dan mencari. Saking semangatnya, toa-nya juga ikut menjerit. Ngiiiiiiikkk…!! Benar-benar memekakkan telinga para anak buahnya. Semua sibuk mematikan toa itu.

Pada saat itu, Moo Gak menelepon dan memberitahukan kalau posisi Ma Ri telah ditemukan.


Seperti dugaan Cho Rim, mobil ditemukan di dasar sungai. Detektif Tak memeriksa isi mobil dan memastikan kalau jasad di dalam mobil adalah Joo Ma Ri. Kepala Detektif menyuruh Detektif Ki untuk memanggil tim forensik dan mensterilkan tempat itu.


Yeom Mi muncul dan berniat memeriksa mayat korban tapi dicegah oleh salah satu tim forensik. Moo Gak menengahi, menarik perhatian Yeom Mi. Namun ada yang lebih penting. Ia membuka pintu mobil dan tampak jasad Ma Ri yang sudah berbau. Harap-harap cemas, ia meraih tangan korban dan menarik lengan bajunya.

Nampak tato barcode di kulit korban. Yeom Mi berteriak frustasi. Moo Gak bertanya apakah Ma Ri terbukti korban pembunuhan berantai? Yeom Mi mengiyakan dan bertanya apakah Moo Gak yang menemukan mobil itu? Bagaimana Moo Gak bisa tahu kalau korban ada di dalam sungai padahal Moo Gak bekerja sendirian?


Belum sempat Moo Gak menjawab, Kepala Polisi muncul dan mengistruksikan dibuat tim investigasi khusus untuk menyelidiki kasus ini. Ia menunjuk Letnan Yeom Mi untuk memimpin tim ini karena sudah menyelidiki kasus ini dari dulu.


Doeng.. . Kepala detektif gondok mendengar bukan ia yang ditunjuk. Sementara para detektif yang tadinya ada di belakang Kepala Detektif, sekarang berpindah ke belakang Yeom Mi. Yeom Mi meminta penambahan satu orang lagi dan memanggil Moo Gak. “Bergabunglah dengan tim kami!”

Waahhh… Moo Gak terpana mendengar penunjukkan khusus ini, sementara Kepala Detektif tak terima. “Kenapa harus Choi Moo Gak?!”  Tapi keputusan sudah dibuat dan Moo Gak menerima keputusan itu.


Cho Rim pulang ke rumah, masih sempat bertemu dengan ayahnya yang akan berangkat kerja. Det. Oh bertanya kemana Cho Rim pergi sepagi ini? Cho Rim mencoba menghindar pertanyaan itu tapi ayahnya terus menginterogasi. Cho Rim berbohong kalau ia pergi dengan teman-teman grup lawaknya. 

Det. Oh sepertinya tak suka dengan kegiatan itu dan mengingatkan janji Cho Rim untuk keluar 7 bulan lagi dari grup lawak jika ternyata Cho Rim tak berhasil.  Cho Rim berjanji tak akan ingkar. Dan ia memberi bekal ayahnya sekotak roti kukus favorit ayahnya, khusus ia bawakan dari Yangpyeong. Naluri detektif si ayah langsung muncul. Ngapain Cho Rim ke Yangpyeong?


Ooh.. ketangkap basah. Tapi Cho Rim segera berkilah kalau ada pertunjukan lawak di Yangpyeong.


Det. Oh kaget saat melihat Yeom Mi muncul di gedung kantornya. Yeom Mi menceritakan kalau pembunhan berantai barcode itu terjadi lagi. Ini adalah pembunuhan kelima dengan total korban berjumlah enam orang. Kedatangannya  kali ini, lagi-lagi untuk mencari keberadaan satu-satunya saksi, anak perempuan dari pasangan nelayan yang masih hidup.

Detektif Oh berkata kalau ia sudah bukan polisi lagi dan sekarang bekerja sebagai sekuriti. Dan sepengatahuannya, anak perempuan itu sudah meninggal. Yeom Mi bisa memeriksa catatan kepolisian.


Yeom Mi mengatakan kalau saksi penting yang masuk ke program pelindungan saksi, selalu tercatat meninggal. Dan ia yakin kalau anak perempuan itu masuk ke program pelindungan saksi. “Apa yang Anda sembunyikan dari saya? Dimana saksi itu?"

Detektif Oh tak menjawab. Ia memandangi roti kukus pemberian putrinya dan berkata kalau ia tak tahu apa-apa. Tapi Yeom Mi tak percaya. Ia memohon bantuan Detektif Oh agar ia bisa menangkap pembunuhnya. Detektif Oh tetap tutup mulut.


Dokter Chun sedang membaca artikel tentang pembunuhan berantai di internet saat menerima telepon dari Kwon yang mengatakan sesuatu dari kantor polisi.


Moo Gak menemui Chef Jae Hee di restorannya yang sementara tutup. Ia mengucapkan belasungkawa atas kematian Ma Ri. Ma Ri akan diotopsi lusa dan meminta kedatangan Jae Hee selaku kerabat karena Ma Ri sudah tak punya keluarga lagi. Ia juga meinta keterangan tentang Dokter Chun yang menjadi salah satu tersangka pembunuhan.


“Apakah kau berkata kalau aku adalah tersangka pembunuhan Ma Ri?” terdengar suara dari belakang . Moo Gak menoleh dan melihat seseorang sedang mengelap gelas.

Oh.. rupanya orang yang saya kira pelayan adalah Dr. Chun.


Moo Gak ingin menanyai dr. Chun di tempat lain, tapi dr. Chun tak ingin pergi kemana-mana dan Jae Hee juga membolehkan. Maka interogasi pun dilakukan.  Moo Gak bertanya tentang telepon terakhir Ma Ri adalah nomor telepon dr.Chun. Mengapa banyak sekali telepon di antara Ma Ri dan dr. Chun? Dr. Chun menjawab keras kalau hal itu sudah sewajarnya karena Ma Ri adalah pasiennya.

Jae Hee menjelaskan kalau ia mengenalkan Ma Ri pada dr. Chun karena Ma Ri sering mengeluh sakit punggung dan mereka menjadi teman.

Moo Gak bertanya kemana dr. Chun saat cuti, dan dijawab kalau ia pergi ke Pulau Jeju selama 4 hari. Tapi ia tak mau menjawab tentang alasan kepergiannya. Moo Gak pun mengakhiri pertanyaannya.


Di jalan, Moo Gak melewati toko kacamata dan berniat membeli kacamata yang sama persis dengan milik Cho Rim. Ketika ia menunjukkan kacamata itu pada karyawan toko, si karyawan berkata kalau kacamata itu adalah barang KW. KW-nya jelek lagi. Moo Gak menggerutu pada Cho Rim yang hanya meributkan barang palsu.

Tapi toko itu menjual kacamata yang sama, tapi asli bukan KW. Moo Gak pun membeli kacamata aslinya.


Cho Rim menghadiri pertunjukan lawak kelompoknya, tak menyadari kalau ada seseorang yang mengawasinya. Dr. Chun. Ia keluar ruangan karena merasa haus. Dr. Chun mengikutinya dari belakang, sudah siap dengan pisau di balik jaketnya.


Tiba-tiba terdengar suara Moo Gak yang memanggil Cho Rim dari arah belakang, membuat dr. Chun menyimpan kembali senjatanya dan buru-buru pergi. Cho Rim memanggil penonton yang baru saja melewatinya, memberitahukan kalau itu bukan arah pintu keluar. Moo Gak merasa familiar dengan sosok punggung orang itu.

Cho Rim segera membaca warna orang itu dan melihat kalau warna itu adalah bau-bauan rumah sakit. Moo Gak langsung pergi meninggalkan Cho Rim yang terus mengoceh sambil memandang lantai, menceritakan warna rumah sakit seperti apa. Tak disangka ada pemimpin grup melihat Cho Rim terus mengoceh, mengira Moo Gak masih bersamanya. Ups..


Pemimpin grup memarahi Cho Rim yang tak pernah berlatih dan menduga kalau Petugas Choi itu hanya bohongan dan tak akan muncul lagi. Cho Rim meyakinkan bosnya kalau Petugas Choi itu memang benar-benar ada.


Seusai pertunjukkan, Cho Rim segera mengetahui kedatangan Moo Gak karena melihat baunya. Ia langsung mengomeli Moo Gak yang tak muncul untuk latihan, sehingga ia dimarahi oleh si bos. “Aku ini tak teraniaya secara fisik, tapi dianiaya secara mental! Bagaimana kau bisa seperti ini?! Kau benar-benar tak bisa dipercaya!”


Wajah Moo Gak hanya lempeng saja dimarahi seperti itu. Ia malah mengajak Cho Rim makan karena setelah marah-marah pasti membuat Cho Rim lapar. Cho Rim serta merta menolak tawaran itu. Tapi perutnya mengkhianatinya dengan berbunyi keras. Cho Rim memegang perutnya, seakan ingin menyembunyikan bunyinya. Tentu saja kedengaran, lah.

Moo Gak sih mendengar, tapi ia pura-pura tak tahu dan mengeluarkan jam dan berkata kalau sekarang adalah waktunya makan malam. “Aku harus makan. Jadi kalau kau masih ingin ngomel, ikutlah denganku.”

Hahaha… Benar-benar menyebalkan. Tapi perut Cho Rim kembali berbunyi, jadi mau tak mau Cho Rim ikut juga.


Mereka makan di resto barbecue (apa ya namanya kalau di Korea?). Tepatnya Cho Rim yang membakar daging dan Moo Gak yang memakannya. Tak tanggung-tanggung. Sudah 3 porsi yang dilahap Moo Gak. Tak tahan, Cho Rim kembali ngomel, mengatai Moo Gak egois yang terus makan tanpa menyisakan sedikitpun untuknya. Moo Gak juga egois yang tak mau latihan padahal sudah ia bantu memecahkan kasus.


Moo Gak diam mendengarkan omelan Cho Rim. Ia kemudian mengeluarkan sebuah dompet hitam dan memesan 3 porsi daging lagi dan menunggu reaksi Cho Rim. Cho Rim membuka isi dompet itu dan ngomel lagi karena melihat kacamatanya yang patah jadi dua. “Apa maksudnya ini? Apa kau ingin mengejekku setelah memecahkan kacamataku?”


Moo Gak terbelalak dan sadar kalau ia salah mengeluarkan barang. Ia mengambil dompet dari saku lainnya dan menyerahkan dompet itu pada Cho Rim. Kali ini Cho Rim terkesiap karena melihat kacamata yang sama persis dengan miliknya yang rusak.

Moo Gak minta maaf telah mematahkan kacamata Cho Rim. Ia juga berterima kasih, berkat Cho Rim, ia bisa menjadi detektif di kepolisian. Sangat jarang seorang polisi biasa bisa bergabung di tim investigasi khusus.


Cho Rim menyelamati Moo Gak. Tapi ia lebih konsen pada kacamata yang sama persis yang Moo Gak beli ini. Moo Gak memberitahu kalau kacamata Cho Rim itu palsu. Cho Rim malah terkesiap dan melepas kacamatanya, “Astaga! Inii asli? Pasti mahal sekali! Aku tak tahu apa aku boleh menerimanya.”

Haha.. mulutnya sih nolak, tapi mata berbinar-binar. Kacamata ceban diganti jadi kacamata ratusan ribu, siapa sih yang nggak mau? Moo Gak speechless, tak tahu harus bicara apa. Ia akhirnya memanggil pelayan, meminta 3 porsi dagingnya.

Cho Rim meminta Moo Gak dapat membantunya lolos audisi karena ia juga sudah berhasil menjadikan Moo Gak sebagai detektif.  “Kau harus tetap menjadi partnerku sampai audisi. Oke?”


Pelayan muncul dengan 3 piring daging. Tapi ia terburu-buru dan ada yang jatuh sehigga Cho Rim kecipratan uap panas. Cho Rim berteriak dan mengusap-usap matanya.


Ia tak sadar kalau softlens-nya lepas sampai ketika semua orang menatapnya aneh. Begitu pula dengan Moo Gak yang terus menatapnya. Ia baru sadar ketika ada anak kecil meneriakinya monster.

Cho Rim panik dan mencari-cari softlensnya. Tapi tak ketemu dan sekarang orang-orang sudah mulai memperhatikannya.  Ia buru-buru meninggalkan restoran.


Moo Gak mengambil kacamata yang ketinggalan dan menemukan softlens cho Rim. Ia segera mengejar Cho Rim dan berhasil menangkap tangannya saat Cho Rim sudah hampir masuk taksi. Cho Rim.  Ia minta Cho Rim tak melarikan diri karena anggapan miring orang-orang. “Aku ini juga sepertimu.”


Cho Rim tersentak mendengar pengakuan Moo Gak. Mata hijaunya tampak tak percaya mendengar Moo Gak mengatakandirinya juga seorang monster dan juga alien.


Moo Gak akhirnya bercerita. Ia dulu memiliki adik perempuan yang meninggal 3 tahun yang lalu karena dibunuh orang di rumah sakit. Marah pada polisi yang  tak bisa menangkap pembunuh adiknya. Frustasi karena tak satupun petunjuk yang bisa ditemukan padahal sudah bulan kedua semenjak adiknya meninggal. Ia menumpahkan perasaannya dengan memporakporandakan kantor polisi. Kenapa adiknya dibunuh dengan cara sekeji itu?


Terluka dan frustasi bercampur dalam diri Moo Gak,membuatnya ia tak bisa tidur berhari-hari. Dan akhirnya ia pingsan saat menyelam di akuarium. Ia segera dibawa ke rumah sakit.


Moo Gak dan Cho Rim tak tahu. Tapi kita tahu dan bisa melihat kalau saat itu kedua tubuh mereka sempat berpapasan di UGD, dengan kondisi sama-sama koma.


Saat tiba di rumah sakit, Moo Gak dinyatakan telah meninggal secara klinis. Tapi entah kenapa, ia bangun dari koma setelah 10 hari. Dan setelah itu ia tak bisa merasakan apapun. Ia tak merasa sakit saat kepalanya dipukul, ia tak bisa membaui, bahkan tak bisa merasakan makanan. “Mungkin susah dipercaya..”


“Aku percaya padamu,” potong Cho Rim. Kasusnya juga sama, mungkin lebih besar malah. Ia ganti bercerita kalau ia hampir terbunuh ditabrak mobil dan bangun dari koma setelah 193 hari. Saat ia sadar, satu matanya berubah warna. Ia membuka kaca matanya dan berkata, “Aku juga bisa melihat bau dengan mata ini.”


Cho Rim menghubungkan kerakusan Moo Gak dengan peristiwa itu. Moo Gak membenarkan. Ia makan bukan karena makanan itu enak, tapi perutnya kosong dan harus diisi. Cho Rim menduga yang kosong itu bukanlah perut Moo Gak, tapi hatinya. Tapi ngomong-ngomong tak bisa merasa..


Cho Rim mengepalkan tangannya, ingin mencoba keanehan Moo Gak juga. Moo Gak mendelik kesal, mengancam Cho Rim kalau berani memukulnya. Cho Rim cengar-cengir.

Ia tak akan mencoba, karena ia ingin melakukan hal lain. Latihan sketsa komedi. Moo Gak sudah memperoleh tujuannya. Sekarang gantian dia yang ingin memperoleh tujuannya juga.


Dan ternyata Cho Rim tak main-main. Ia mengeluarkan senjatanya dan mulai memakainya. Wig dan telinga elf. Untuk Moo Gak lebih sedikit. Hanya wig saja. Tapi wignya itu loh.. katro, ndeso dan nggilani. Beneran, nih Moo Gak harus pakai wig ini? Cho Rim mengiyakan, tak peduli pada keengganan partnernya itu.


Tapi Moo Gak ternyata bisa juga mengimbangi Cho Rim. Bahkan dengan logat dan teriakan ndeso-nya, ia menggeram, “Jiyaaa!!” Cho Rim sampai terpingkal-pingkal dibuatnya.

Mereka sudah siap untuk besok. Cho Rim suka dengan teriakan Moo Gak dan berpesan agar tak menghilangkan teriakan itu. Bahkan kalau bisa teriakannya harus membuat Moo Gak terlihat lebih bego lagi.

Moo Gak diam, entah merasa tersanjung atau terhina, tuh.


Moo Gak menemani Chef Kwon Jae Hee melihat mayat Ma Ri sebelum diotopsi. Chef Kwon menangis tersedu-sedu. Yeom Mi mengisyaratkan agar Moo Gak membawa Chef Kwon keluar ruangan. Chef Kwon pun diibawa keluar oleh Moo Gak, diiringi tatapan Yeom Mi.


Tim investigasi khusus pergi ke TKP untuk memunguti serpihan-serpihan kaca. Kepala detektif tak percaya pada teori Moo Gak yang mengatakan kalau si pembunuh meletakkan mayat Ma Ri ke dalam mobil, meninggalkan mobil itu di sana dan ada mobil lain yang menabrak mobil Ma Ri dari belakang. Mereka akan mendapat kepastian jawaban setelah ia memaasukkan bukti serpihan itu ke bagian forensic.


Tapi hal itu tak perlu dilakukan. Detektif Ki muncul dengan membawa pasangan kekasih yang mengaku telah menabrak mobil itu beberapa hari yang lalu. Mereka menyerahkan diri setelah mendengar berita kematian Joo Ma Ri. Ada bukti black box yang menunjukkan kalau mobil mereka memang menabrak mobil Ma Ri tiga hari yang lalu.

Detektif Yeh menoleh pada Moo Gak dan bertanya apa Moo Gak ini hantu? Apa Moo Gak melihat kecelakaan itu? Yeom Mi menoleh, menunggu jawaban Moo Gak. Moo Gak menjawab pendek kalau ia hanya sedang beruntung.


Sementara menunggu hasil otopsi, Yeom Mi terus memperhatikan semua petunjuk yang telah mereka kumpulkan. Sedangkan anggota tim lain sedang bertaruh siapa yang memberi uang paling banyak dan paling sedikit untuk makan. Ternyata Kepala detektif membayar paling banyak dan Moo Gak tak bayar sama sekali. Padahal saat itu Moo Gak tak ada, loh. Apa Moo Gak ini benar-benar hantu?


Yeom Mi kesal mendengar semua ocehan anggota timnya yang gak mutu. Ia masuk ke ruang pemeriksa dan melihat Moo Gak berdiri mondar-mandir di ruang interogasi, terlihat berpikir. Yeom Mi memperhatikan Moo Gak, ingin tahu apa yang akan dilakukan pria itu.


Moo Gak menatap cermin dan tampak berpikir keras. Ia membuka mulut dan terdengar suara keras “Jiaaaa…”


Haduhh… Yeom Mi sampai mengerutkan kening mendengar ocehan Moo Gak yang aneh dan tak ada artinya itu. Ia tak mengerti.


Dan ia semakin melongo saat Moo Gak mengeluarkan wig dari sakunya. Dan memakainya pula. Sambil menggeram pulak. Bwahahaha.. Yeom Mi tertawa geli melihat keantikan Moo Gak.


Hasil otopsi sudah ada dan hasilnya mengejutkan.  Ma Ri mati tercekik, tapi tak ada bekas tali di lehernya. Diduga tenggorokan korban dicekik saat ia tidur. Waktu kematian adalah 3 hari sebelum jasad ditemukan.


Hal yang paling menarik adalah ditemukannya kunci di dalam perut Ma Ri. Belum diketahui apa yang menyebabkan kunci itu bisa masuk ke dalam perut Ma Ri.


Detektif Tak muncul dan melaporkan hasil CCTV lalu lintas setempat. Hasilnya, tak ada satupun kamera yang menangkap gambar mobil Ma Ri masuk ke TKP selama 9 hari terakhir itu.

Detektif Yeh menutup bibirnya dan menjerit, “SAPJ!” Kepala Detektif menoleh bingung dan Detektif Yeh menjelaskan, “Singkatan dari Setan Akan Penasaran Juga.” LOL.


Yeom Mi meminta Detektif Ki dan Detektif Yeh untuk melacak kunci itu dan menyuruh Moo Gak untuk meminta medical record dari dr. Chun.


Kesempatan itu tak disia-siakan oleh Moo Gak yang sekaligus datang untuk menanyakan alibi dr. Chun selama pergi ke Pulau Jeju. Dr. Chun pergi ke Jeju sehari  sebelum Ma Ri meninggal dan kembali ke Seoul sehari setelah mayat Ma Ri ditinggal di tepi jurang. Alibi dr. Chun sangat sempurna. Bahkan terlihat sangat sempurna hingga mencurigakan.

Dr. Chun tak mau menjawab pertanyaan itu. Moo Gak pun pamit pergi.


Cho Rim sudah mulai panik karena Moo Gak tak kunjung datang. Moo Gak berjanji akan datang 30 menit lagi. Tapi Yeom Mi meneleponnya, menyuruhnya segera ke rumah Chef Kwon. Kunci itu ternyata adalah kunci buku harian Ma Ri. Dan dari informasi teman serumah Ma Ri, orang terakhir yang mengambil barang-barang Ma Ri adalah Chef Kwon.


Moo Gak segera melarikan mobilnya ke rumah Chef Kwon. Tapi Chef Kwon tak mengambil buku harian itu. Ia tahu tentang keberadaan buku harian itu. Tapi ia hanya mengambil baju-baju Ma Ri saja yang memicu pertengkaran mereka dulu, Dan ia tak melihat ada buku harian di kamar Ma Ri.


Sudah giliran Cho Rim manggung, tapi Moo Gak belum muncul juga. Ia akhirnya memutuskan untuk tampil solo dan memainkan 2 peran Tentu saja ia gagal dengan sukses dan si bos menyuruhnya turun. Si bos menuduhnya berbohong tentang partner lawakannya, Petugas Choi.


Seluruhanggota grup lawak makan-makan di restoran, termasuk Cho Rim. Tapi si bos tak mau melihatnya lagi di grup mereka. Ia bahkan memperingatkan semua anggotanya untuk tidak berhubungan lagi dengan Cho Rim.

Cho Rim tercenung. Beberapa anggota merasa kasihan pada Cho Rim, tapi tak bisa berbuat apa-apa.


Moo Gak akhirnya datang ke gedung grup Katak. Ia bertemu dengan Woo Ya yang menunjukkan dimana Cho Rim sekarang, sekaligus menceritakan seluruh kejadian sore itu.


Moo Gak menemukan Cho Rim sedang minum soju hingga mabuk, sedang menyelamati Woo Ya dan In Bae imajiner atas kemenangannya. Ia minta maaf telah datang terlambat karena ada tugas mendadak dari bosnya.

Walau mabuk, Cho Rim masih bisa menyadari kehadirannya dari warna bau Moo Gak. Cho Rim tak marah, malah mempersilakan Moo Gak untuk duduk disebelahnya dan mengajaknya minum. Tapi ia tak kuat juga dan muntah.


Moo Gak membawa Cho Rimke taman dan membelikan minuman. Cho Rim tak mau minum, malah meminta Moo Gak untuk memutar kursi putar. Ia tertawa kegirangan, tapi kemudian menangis. Tertawa lagi, kemudian menangis. Moo Gak terlihat bersalah.


Ia memanggil taksi untuk membawa Cho Rim pulang. Tapi Cho Rim tak mau ditemani. Ia terus menendang Moo Gak keluar dari dalam taksi, membuat Moo Gak meyerah dan menitipkan Cho Rim pada supir taksi agar sampai di rumah dengan selamat.


Taksi pergi meninggalkan Moo Gak sendiri.

Dan Cho Rim.


Bwahaha… Ternyata Cho Rim keluar dari pintu satunya. Cho Rim ini kalau mabuk, gemes-gemes jengkelin. Moo Gak akhirnya menggendong Ma Ri di belakang punggungnya. Menerima pukulan, jeweran dari si pemabuk. Hahaha.. kalau Cho Rim teraniaya mental, Moo Gak pasti merasa teraniaya fisik.


Sampai Cho Rim menjewernya, membuat wajahnya hanya beberapa centi dari wajah Cho Rim. Sejenak ia terpaku, seakan baru melihat Cho Rim untuk pertama kalinya. Tapi lagi-lagi Cho Rim menjewernya, menyuruhnya belok.


Rumah Cho Rim sebenarnya sudah di depan mata. Tapi Cho Rim yang mabuk tak mau atau tak bisa menunjukkan rumah. Ia malah menyuruh lurus, kemudian putar balik lagi. Begitu terus hingga Moo Gak menggerutu, “Dimana sebenarnya rumahmu? Kita ini pergi bolak balik di tempat yang sama terus!”


Dan Moo Gak menyadari ucapannya. Bolak balik. Pergi bolak balik. Ia pun berlari menjauhi rumah Cho Rim.


Di kantor polisi, Yeom Mi terus memandangi foto korban.  Lampu tiba-tiba menyala semua dan Moo Gak muncul untuk menceritakan dugaannya, “Tentang alibi dr. Chun. Katanya ia ada di Jeju selama 4 hari. Bagaimana kalau ia meninggalkan pulau kemudian kembali lagi? Bisa saja dia pergi meninggalkan Jeju, kemudian membunuh Joo Ma Ri, meninggalkan mayat di Yangpyeong, kemudian kembali lagi ke Jeju.”


Yeom Mi merasa hal itu mungkin saja terjadi, jika mereka menemukan buktinya. Moo Gak akan mencari bukti itu.


Pembicaraan mereka terhenti karena muncul suara memanggil Petugas Choi. Moo Gak terbellalak melihat Cho Rim sudah sadar walau masih mabuk.


Begitu juga dengan Yeom Mi yang ingat pernah melihat wajah gadis itu. Ia membuka foto-foto kasus itu dan terbelalak, karena gadis di foto itu sama persis dengan si gadis pemabuk.



Komentar :

Gak panjang-panjang komennya.


Yoo Chunniee…! I miss you. Nice to meet you again. :D


17 comments :

  1. kyaaaa.... yoochun oppaaa >,<

    makasih mbak sinopsisnyaa... cepet banget :D

    ReplyDelete
  2. Nice to meet you too, Dee^^ kenalin, jubirnya chunnie XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Erghhhh.... trnyta koko Uchun ad jubirnya ya.. jubir tuk lamaran kah??? Hahaha salam knl jubir koko Uchun..
      :D

      Delete
  3. hahahaha kenapa piku itu yang masuk di komen mbak dee.... :)))))

    "HEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE" ala yoochun

    ReplyDelete
  4. Ciye ciye mba dee akhirnya dipertemukan kembali dng mickey ^^, aku selalu nunggu2 drama ini tiap minggu ny,, ceritanya seru,, yoochun jga lucu bgt, sumpah ngakak bgt pas dia teriak "jiaaa!! ", kkkk konyol bgt,, sbenernya cho rim ny kn y yg semangat jdi pelawak tpi kok lucuan moo gak y XD , polos bgt si moo gak ^^ ,, Dr chun itu pembunuhnya kn yg selama ini dicari - cari??, uh sebel sma dr chun motif dia bunuh orang2 itu apa coba??, gk berkemanusiaan bgt!!, mba dee slam kenal y namaku agnes, aku sering bca sinopsis d blog2, di blog ini jga cman jarang komen kkk mian y, aku usahsin deh mulsi sekarang komen terus :) ;)

    ReplyDelete
  5. di drama ini saya bisa melihat SSK berperan dengan lebih leluasa di banding drama-drama sebelumnya. dan YC... semakin okey ;-)

    ReplyDelete
  6. Aaah mbak SSK cute, gemes2 ngeselin 😁 uchuun semakin lucu, lbh lucu lg dr Yi Gak 😄

    ReplyDelete
  7. Di tunggu kelanjutannya mba :-)

    ReplyDelete
  8. woooww... mbak dee semangat banget nulisnya, di pembukaannya di buat Horee horee.. dan saking senengnya di penutup pun gak bisa komen panjang lebar, :D
    mbak, katanya ini drama terakhir yoo chun sebelum wamil ya..?
    mau beri semangat, tapi kayaknya gak di beri semangat pun mbak dee akan tetep semangat.. hee hee.. tp di Do'a in aja deh semoga mbak dee sehat selalu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. SSK aktingnya bagus kayaknya mulai ada di blade man deh...dan disini perannya lumayan cocok dg karakternya, ...jadi suka shin se kyung....
      Kalo is abang uchun mah gak diragukan kali yahh....akting di drama 2 selalu ...daebak....
      Gumapshimnida bak.Dee, episode selanjutnya.di bak Fanny yah???????
      Jjjjjjjjjjiiiiiiiaaaaahahhhhhhhhhhhhh....wkwkwkwkwk....

      Delete
  9. ga panjang komennya, jjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
    ngakak guling2....

    ReplyDelete
  10. ckckck apa itu i miss you mbak? kode??? :P
    moo gak udah kayak gajah aja nih, disetir dari punggungnya...
    btw itu bahasa apa mbak?! nggilani wkwkwkwk
    sebenernya saya mau juga pake bahasa kayak gitu tapi masih gengsi, takut gak ngerti juga
    eh ini malah ketemu recapper yang sama ga gengsinya kayak yoochun...
    kalo mbak poetri tanya yoochun kenapa bisa jadi gini ya mungkin karena fannya juga,
    fannya aja kayak mbak dee ma mbak poetri yang suka ngelawak *kabur

    ReplyDelete
  11. Makasih unt trio recaper drama ini... Sukak pake bingittttt... ^w^

    Makasih semuanya, hanya support semangat unt melanjutkan episode selanjutnya... Semoga makin kece,,,

    ReplyDelete
  12. Baca aja ketawanya perut sampe sakit, gimana klo nnton? :D
    gomawo mbk Dee :)

    ReplyDelete
  13. Ketawa trus sampe perutnya sakit, pdahal cmn bca doang. Gimana klo nnton?
    gomawo mba Dee :)

    ReplyDelete
  14. Selamat y mbak Dee.... bisa ketemu lagi Yoo Chunnie again ><

    ReplyDelete
  15. Salam kenal mbk dee, lucu ni drama paling suka pas liat aktingnya mo gak di ruang interview, yeom mi aslinya sampek ketawa kepingkal2, (ending eps 4)
    Backsoundnya sekilas mirip rooftop prince, hihi

    ReplyDelete