March 25, 2015

Unkind Women Episode 5

Unkind Women Episode 5 


Mengira Ma Ri bisa dibangunkan, Doo Jin mendekat ke wajah Ma Ri dan berbisik, “Jika kau tak mau bangun, aku akan meninggalkanmu di sini…”


Belum sempat mengakhiri ancamannya, tiba-tiba kepalanya dihantam dari belakang. Ia menoleh dan mendelik pada si pelaku yang ternyata adalah seorang wanita. Untung ia tak menjatuhkan Ma Ri. 



Tapi wanita itu kembali menghajarnya. Buru-buru ia meletakkan Ma Ri ke tembok dan mencoba menjelaskan kalau Ma Ri mabuk. Ia tak berbuat aneh-aneh pada Ma Ri. Doo Jin mencoba membangunkan Ma Ri yang bisa menjadi saksi.Tapi sia-sia. Ma Ri tidur seperti orang mati.


Hyun Sook memencet bel, dan seketika itu juga Ibu dan Mo Ran keluar. Ia menyuruh Doo Jin untuk pulang sekarang walau Doo Jin bernat membantu, tapi Hyun Sook ketus mencegahnya. Doo Jin minta maaf dan membawakan tas Ma Ri ke dalam. Di dalam Asisten Park ikut membantu dan mengenali Doo Jin. Hyun Sook yang tak mengenali pria itu terkejut saat diberitahu kalau Doo Jin adalah penyiar TV.

Sedangkan Doo Jin setelah meninggalkan rumah itu tak bisa menyembunyikan keheranannya melihat seisi rumah itu yang wanita semua.


Hyun Ae gembira tak terkira mendengar Il Soon yang terpaksa bercerita kalau Hyun Sook pergi ke kejaksaan karena tertangkap di rumah judi. Kepada semua muridnya, ia memberitahu kalau keputusannya mengeluarkan Hyun Sook dari sekolah itu sudah benar, karena jika tidak akar busuk seperti Hyun Sook bisa meracuni murid-muridnya yang lain.


Hyun Ae mengisyaratkan ketua kelas untuk mulai. Seketika itu juga, terdengar alunan Hymne Guru yang memuja guru dari mulut murid-muridnya. Iyuhh..


Sepanjang malam, Hyun Sook tak bisa tidur. Ingatan akan masa-masa pahit itu kembali lagi diingatannya. Ketika Hyun Sook diskors, atas permintaan Jong Mi, Lee Moon Soo menemui Guru Mal Nyeon untuk memberitahu kalau hukuman skorsing itu terlalu berlebihan. Jika Hyun Sook bersalah, seharusnya orang dewasa yang mengundang Leif Garett juga harus dihukum. Apakh Guru Mal Nyeon tak punya idola?


Guru Mal Nyeon mengaku kalau ia punya dan suka nonton. Ia mengajak Lee Moon Soo untuk pergi nonton bareng. Dengan halus Lee Moon Soo menolak karena ia masih punya balita di rumah. Tapi pembicraan merekat terhenti karena ada demonstrasi mahasiswa mulai bergerak dan ia harus pergi meliput.


Asap mulai memenuhi restoran dan Guru Mal Nyeon pun bangkit sambil terbatuk-batuk. Ia kaget melihat Hyun Sook duduk di dekat mejanya. Hyun Sook marah karena Guru Mal Nyeon bukannya membicarakan tentang dirinya, tapi malah flirting dengan Lee Moon Soo padahal Guru Mal Nyeon sedang pacaran diam-diam dengan Guru Olah Raganya, Hong Chong Gil. Guru Mal Nyeon marah mendengarnya, tapi ia tak bisa berbuat apa-apa karena asap semakin tebal.


Setelah itu, setelah Hyun Sook dituduh mencuri scarf, Hyun Sook memaksa Yoon Mii Sook untuk mengaku kalau telah menjual scarf curian padanya. Guru Mal Nyeon muncul dan langsung percaya pada ucapan Mi Sook. Mal Nyeon malah menuduh Hyun Sook memaksa Mi Sook untuk berbohong.


Hasilnya, Hyun Sook dikeluarkan. Dua tahun kemudian, ia selalu melarikan diri jika bertemu teman-teman sekolahnya. Ia bertemu dengan murid tukang bully yang mencoba memalak uang darinya. Sebelumnya ia tak mau meladeni, tapi akhirnya ia melawan juga karena murid-murid itu sudah main fisik dan juga memandang rendah padanya.


Ia menghajar keempat tukang bully itu dengan tangan kosong, membuat mereka semua lari terbirit-birit ketakutan. Dari situlah muncul rumor kalau ia dipenjara, bisa mengunyah silet (dee: emang debus?) dan bahkan melukai wajah 10 anak dengan silet dari mulutnya.


Yang dapat menghibur hatinya adalah mendengarkan musik Leif Garett. Ia menari jejingkrakan di tengah hujan. Semakin ia merasa sedih, semakin keras ia bergoyang. Hyun Soo berteriak frustasi dan terus bergoyang.


Jong Mi memandang temannya sedih. Ia menghampiri Hyun Sook, memayunginya. Hyun Sook bertanya apakah payung Jong Mi bisa melindunginya dari kesedihan. Jong Mi memandang payungnya, tahu tak bisa, maka ia pun membuangnya.


Dan ia pun ikut bergoyang, kembali mengajak Hyun Sook menari lagi. Hyun Sook akhirnya tersenyum dan mereka menari dibawah hujan. Jong Mi menyemangati temannya, “Kau akan menjadi hebat dalam 30 tahun! Beneran! Aku yakin itu!”


Sudah 30 tahun berlalu. Hyun Sook bergumam lesu, “Aku ini hebat.” Muncul SMS dari seseorang yang ia dapat tebak dari isi pesannya. “Orang-orang gagal selalu berusaha menimpakan kesalahan ke tempat lain. Kalau kau ingin menantangku, aku tak akan tinggal diam.”


Hyun Ae langsung menerima balasan SMS-nya. “Kau harus tahu kalau aku sudah tak sama dengan Kim Hyun Sook yang dulu.”


Keesokan paginya, Ma Ri berpapasan dengan Roo Oh yang melihatnya membawa bungkusan tauge tanpa kantong plastic.

Roo Oh yang baru saja belanja, menghentikan Ma Ri. Ia mengeluarkan belanjaannya dan memasukkan tauge itu ke dalam kantong, “Kau ini sudah menadi wanita dewasa. Aku sekarang memberikanmu kantong plastik 50 won. Jangan bawa-bawa bungkusan tauge seperti tadi lagi, ya.”


Ma Ri bengong melihat Roo Oh, kemudian tatapannya menyelidik, “Guru, apa mungkin.. kau naksir padaku?”


Roo Oh tertawa geli, “Profesor, kau ini pasti merasa kesepian akhir-akhir ini, ya? Kau salah mengartikan kebaikan kecil seperti ini dengan flirting?” Ma Ri mendelik mendengarnya dan merebut kantong taoge itu. Tapi Roo Oh lebih cepat dan mengangkat kantong itu tinggi-tinggi. ”Ada banyak pra jahat di luar sana. Kau akan dapat masalah besar jika kau berkhayal yang tidak-tidak hanya karena kantong plastik. Bahaya, tau.”


“Aku hanya bercanda,” jawab Ma Ri membela diri. Kali ini ia berhasil merebut kantong itu.

“Kenapa kau bercanda sepagi ini, sudah membuatku senang saja.” Ma Ri mengerutkan kening bingung, tapi Roo Oh menegaskn, “Guru dan anggota Dojo itu tak boleh pacaran.”

“Guru Lee Roo Oh, kau bukan tipeku. Jangan khawatir,” balas Ma Ri kesal.


“Sayang sekali Karena Profesor Jung Ma Ri itu tipeku banget,” Ma Ri mengerutkan kening kembali bingung dengan jawaban Roo Oh yang sebentar ke kanan, sebentar kemudian ke kiri. Roo Oh lagi-lagi melanjutkan, “Yang itu aku juga bercanda. Sampai bertemu di studio.”


Tuh kan.. Ma Ri tambah bingung. Apalagi Roo Oh langsung berlalu pergi tanpa ada penjelasan lanjutan. Dia tak tahu kalau Roo Oh diam-diam cengar-cengir kesenangan.


Hmm.. sepertinya pertemuan tadi menjadi booster semangat Roo Oh untuk berlatih tanding. Temannya memuji penampilan Roo Oh, tapi memberitahu gosip tentang Kim Kang Ho, mantan rekan Roo Oh di pelaltnas. Kabarnya Kim Kang Ho yang juga memimpin Dojo berniat menjadikan Dojonya yang menguasai Seoul.


Roo Oh merasa hal itu terlalu berlebihan, tapi menurut temannya tidak. Ia tahu kalau Kim Kang Ho menjadi anggota timnas dengan mencederai Roo Oh. Sambil menggerakkan pundaknya, Roo Oh berkata kalau ia terluka bukan karena Kim Kang Ho.


Pembicaraan mereka terhenti karena ada paket besar makanan ditujukan untuk Roo Oh. Temannya itu terkagum-kagum melihat isi paket itu yang diduga dari pacar Roo Oh yang pintar memasak. Roo Oh menjawab kalau makanan itu dibeli dari restoran, membuat temannya kembali menebak kalau pacar Roo Oh pasti kaya sekali. Roo Oh menyuruh temannya diam dan makan saja makanan itu.


Saat memasak sup untuk Ma Ri, Hyun Sook bertanya apa Ma Rid an Doo Jin pacaran, karena semalam ia melihat Doo Jin hendak mencium Ma Ri. Ma Ri tertawa dan menjawab tak mungkin. Hyun Sook tak peduli benar atau tidak, tapi ia menekankan kalau Ma Ri boleh pacaran dengan Doo Jin setelah Ma Ri mengajar lagi agar tidak diremehkan Doo Jin.

Ma Ri menegaskan kalau mereka tak pacaran. Mereka minum-minum karena ia ingin berterima kasih. Saat ditanya terima kasih untuk apa, Ma Ri tak menjelaskan tentang Lee Moon Soo malah menceritakan kalau ia sekarang bekerja paruh waktu di kantor Doo Jin.

Hyun Sook meminta Ma Ri kembali ke kampus dan tak bekerja paruh waktu. Ia tak ingin Ma Ri menjadi sepertinya. Ma Ri hanya mengangguk-angguk, lebih tertarik pada sup yang dibuat ibunya.


Saat meeting, Ma Ri menulis di buku catatannya dan diam-diam memberikan ke Doo Jin. Apa kau mencoba menciumku semalam? Doo Jin menghela nafas. Ia menulis jawaban di bawahnya dan menggeser buku itu, seperti anak sekolah yang diam-diam surat-suratan. Jika itu yang kau harapkan, maka aku minta maaf.


Ha. Ma Ri mencebik kesal, tapi Doo Jin malah berkata tanpa suara, Harusnya kau bilang (kalau kau ingin dicium).


Pak Produser memergoki percakapan rahasia mereka. Apa ada keluhan yang ingin disampaikan? Dong Tae mewakili mereka untuk menjawab, “Mereka bukannya mau mengeluh, mereka itu sedang flirting satu sama lain.” Haha.. Doo Jin langsung menendang kaki Dong Tae ditambah pelototan Ma Ri. Tapi Pak Produser malah senang, karena berarti mencintai musuh itu kenyataannya memang mungkin.

“Tak mungkin aku menyukainya yang melenyapkan mata pencaharianku,” jawab Ma Ri yang kali ini dibenarkan oleh Doo Jin.


Untuk liputan berikutnya adalah restoran sop buntut yang sudah terkenal sejak 100 tahun yang lalu. Dan antriannya juga bukan main. Sambil antri, Doo Jin mengklarifikasi tentang ciuman yang dituduhkan kakak Ma Ri padanya. Ma R bingung karena ia tak punya kakak. Setelah mendapat ciri-ciri orangnya, Ma Ri menjawab kalau itu adalah ibunya.

Doo Jin kaget mendengar ibu Ma Ri yang kelihatan muda sekali. Ma Ri menjawab santai kalau ibunya sangat sukses dengan cinta pertamanya sehingga mendapatkan dirinya.

Ma Ri dan Doo Jin sedang mengantri saat Doo Jin menerima telepon dari ibunya yang mengajak makan siang. Mendengr ibu Doo Jin ingin makan bersama anaknya, ia mengajak Doo Jin untuk makan lain kali saja. Tapi Doo Jin tak mengijinkan dan akhirnya mengajak ibunya makan siang bersama mereka.


Hyun Ae terkesan melihat Ma Ri yang masih muda sudah bergelar S3 dan menjadi dosen pula. Ia semakin terkesan dengan Ma Ri yang sopan dan bisa melucu. Apalagi orang tua Ma Ri juga baik. Fix deh, Hyun Ae melirik Doo Jin dan mengisyaratkan kalaui ia setuju. Doo Jin benar-benar memutar matanya melihat ibunya  kegirangan seperti itu.

Mengetahui jurusan yang diambil Ma Ri adalah sastra modern. Hyun Ae mengaku kalau ia sendiri adalah guru bahasa Inggris dan walau hanya sebentar mengajar, ia berhasil mendapat penghargaan. Murid-muridnya banyak yang sukses, walau ada juga yang harus pergi ke kejaksaan karena terlibat sebuah kasus.


Ma Ri terbelalak mendengar cerita itu dan ingin mendengar lebih lengkapnya lagi. Tapi belum sempat Hyun Ae bercerita, dia mendapat telepon yang membuat ia harus buru-buru pergi. Doo Jin dan Hyun Ae bingung. Tapi Doo Jin segera mendapat jawabannya ketika mendapat MMS foto dari Jae Kyung.


Foto  ibu Ma Ri berlutut di ruang dosen.

Doo Jin buru-buru pamit pada ibunya, beralasan kalau ia sedang sangat sibuk dan mengejar Ma Ri. Sayang ia ketinggalan, Ma Ri sudah keburu masuk taksi dan pergi.


Ma Ri menemukan ibunya masih berlutut dan bersikeras akan terus berlutut sampai atasan Ma Ri memperbolehkan Ma Ri mengajar lagi. Ma Ri menarik ibunya yang sekarang kesemutan karena terlalu lama berlutut. Tapi ia tak mau tahu, ia minta ibunya untuk pergi sekarang juga. Tanpa menunggu Hyun Sook, ia pun meninggalkan ruangan.


Doo Jin yang akhirnya menyusulnya  kaget melihat Ma Ri melewatinya dengan menangis, yang diikuti oleh Hyun Sook yang jalan terpincang –pincang. Ia langsung membubarkan mahasiswa yang berkerumun dan melarang mereka untuk memotret. Ia juga menegur Jae Kyung yang tadi mengirim MMS untuk menghapus semua foto-foto tadi.


Di taksi, Hyun Sook masih merasa tak bersalah dan terus memaksa Ma Ri untuk berjuang mendapatkan kembali jatah mengajarnya. Ma Ri tak tahan lagi dan keluar dari taksi, padahal mereka ada di jalan bebas hambatan.  


Hyun Sook menyusulnya, membuat Ma Ri berbalik, “Kalau ibu ingin punya anak profesor, kenapa Ibu tidak mengadopsi profesor saja sebagai anak?” Hyun Sook berbuat semua ini demi Ma Ri, tapi Ma Ri memotong, “Memang kenapa kalau aku diskors? Apa harga diri ibu jatuh karena diskors? Apa karena itu Ibu keluar dari sekolah?”

Hyun Sook tercengang. Siapa yang memberitahukan tentang hal itu? Ma Ri membacanya di koran dan Lee Doo Jin adalah putra Lee Moon Soo, satu-satunya wartawan yang membela Hyun Sook. Karena itulah ia mengajak Doo Jin minum karena ia ingin berterima kasih. “Saat itu kakek baru saja meninggal dan Ibu diskors. Pasti terasa berat bagi Ibu. Tapi apakah Ibu sudah berusaha sekeras mungkin?”


Air mata merebak di mata Hyun Sook. Kadang tak cukup hanya dengan berusaha sebaik-baiknya. Ia menatap Ma Ri, menuduh, “Kau malu padaku, kan?”

“Ibu yang malu kalau aku tak menjadi profesor!”

“Apa kau ingin hidupmu sama sepertiku?!” seru Hyun Sook frustasi.


“Ayah pasti sudah muak dengan Ibu. Muak akan perasaan rendah diri Ibu!” balas Ma Ri.

Hyun Sook menyadari kalau dirinya ini bukan siapa-siapa. Jadi ia minta Ma Ri untuk kembali ke kampus dan memohon.


Merasa sia-sia bicara pada ibunya yang gila, Ma Ri pergi meninggalkannya. Kali ini Hyun Sook tak mengejarnya. Ia pun marah pada Ma Ri dan berbalik pergi.


Hyun Sook pergi ke butik Jong Mi, kedinginan dan kelaparan. Saat itu Jong Mi menerima tamu yang berterima kasih pada Jong Mi atas bantuannya. Tamu itu adalah satpam yang berhasil mendapatkan pekerjaannya kembali setelah dipecat setelah mengajukan petisi.


Hyun Sook yang mendengarnya langsung mendapatkan ide. Ia akan membuat petisi untuk mengkoreksi keputusan 30 tahun yang lalu. Keputusan mengeluarkannya dari sekolah.


Mo Ran ingin ikut hadir di les memasak Ibu dan akan mengaku sebagai sepupunya. Tapi Ibu tetap tak mengijinkan. Melihat Ibu sibuk membaca, Mo Ran tertarik pada bacaan Ibu. Kali ini Ibu menatap Mo Ran dan berkata kalau ia sebenarnya ingin memberikan buku itu pada Mo Ran. Mo Ran berbinar-binar melihat Ibu yang baik hati padanya dan bertanya buku tentang apa.


Ibu menyodorkan buku itu dan berkata kalau buku itu cocok sekali dengan Mo Ran. Senyum Mo Ran langsung hilang setelah melihat judul buku itu. Selingkuh. Ha. Dengan polosnya Ibu bertanya kenapa juga wajah Mo Ran seperti itu? Mo Ran menjawab kalau ia hanya pernah berpegangan tangan saja dengan Chul Hee. Hubungannya dengan Chul Hee hanya hubungan platonis.


Ibu tertawa mendengarnya dan meminta Mo Ran tak berkata seperti itu kepada orang lain, nanti malah Mo Ran yang diejek. Mo Ran pun bertanya, apa Ibu lebih suka kalau ia memiliki hubungan panas dengan Chul Hee?

Haha.. Ibu tak bisa berkata apa-apa. Jawab kanan salah, jawab kiri salah.  Maka saat Asisten Park muncul dengan daging cincangnya, ia pergi ke dapur untuk membumbui daging itu.


Mo Ran heran sekaligus sedih. Kalau Ibu itu membencinya, kenapa selalu membuatkan masakan untuknya? Di dapur, Ibu meluapkan kekesalannya dengan meremat-remat dan membanting-banting kepalan daging cincang itu sambil mengomel.


Ma Ri menerima SMS permintaan maaf dari Doo Jin dan memintanya untuk tidak bersedih. Doo Jin ternyata pergi untuk menemui aktor lawas yang sekarang tinggal di panti jompo. Panti jompo yang sama dengan si Kakek. 


Saat si Kakek sedang memasang kabel TV, ia kesetrum dan jatuh. Semua mengerumuni si Kakek termasuk Doo Jin.


Situasi mulai tenang saat bistik buatan Ibu sudah jadi dan rasanya enak sekali. Ibu bertanya tentang alasan pertunangan Mo Ran putus. Mo Ran menjawab kalau ada orang yang mengirimkan surat yang menjelek-jelekkanya pada keluarga tunangannya. Ia mulanya curiga pada Ibu, yang langsung dibantah keras oleh Ibu karena Ibulah yang paling senang jika Mo Ran menikah.


Ibu bertanya apa mungkin Chul Hee yang melakukan? Mo Ran merasa tak mungkin karena ia sudah menjelaskan kalau ia tak bisa menerima cinta Chul Hee. Hal itu malah membuat ibu berpikir dan bertanya, “Kau tidak memicu kebakaran di bar, kan karena kau tak suka dengan suamiku?”


Mo Ran menggebrak meja, kaget dengan tuduhan itu. Separuh membela diri, Ibu berkata kalau ia pantas curiga karena jaman dulu belum ada CCTV. Mo Ran pun bertanya apa mungkin Ibu yang membakar karena merasa dikhianati. Ha. Ibu juga marah dituduh seperti itu. Kalau ia tahu tempat barnya, ia mungkin yang membakar. Tapi ia tak tahu.

Ia semakin kesal karena Mo Ran selalu memenggilnya eonni eonni. Mo Ran bingung, dan bertanya, “Kalau begitu.. apa aku memanggilmu dengan .. immo (bibi)?” Hahaha… Ini orang, polos atau sok polos, ya? Sindirannya kena sasaran terus.


Si Kakek akhirnya sadar dan meneruskan pekerjaannya. Saat TV menampilkan seorang wanita memanggil pasangannya yang bernama Chul Hee, Kakek itu berbalik dan menonton lebih cermat. Dan berkata tanpa sadar, “Aku ini Chul Hee..”


Yang saya pikir adalah asisten Hyun Ae, dia ternyata adalah adik Hyun Ae. Ia melaporkan penyelidikannya kalau setahun setelah Hyun Ae ke Amerik, Chong Gil juga keluar dari sekolah. Alasannya? Pasti karena patah hati. “Pria itu gampang jatuh karena cinta. Wanita sukanya mengejar  uang, tapi pria lebih polos!”

Haha.. Hyun Ae mendelik kena sindiran adiknya. Adiknya mundur, ngeper melihat kakaknya. Hyun Ae menyuruh adiknya menyelidiki keberadaan Chong Gil sekarang. Adiknya berharap mereka bisa bersatu kembali. Hyun Ae semakin mendelik. Apa mungkin iparnya yang seperti serigala itu akan memberikan hartanya jika ia seperti itu?

Adiknya menenangkan, kalau Moon Hak adalah sastrawan, jadi pasti mengerti cinta. Haha.. Hyun Ae mengusir Adiknya dengan memberikan ginseng dan daging iga untuk keluarga mereka yang miskin. Mereka buru-buru menyembunyikan bingkisan itu saat melihat Moon Hak keluar dengan membawa koper.


Moon Hak melihat bingkisan itu tapi tak menjadikan masalah. Ia menyapa adik Hyun Ae dengan biasa saja dan berkata kalau ia akan pergi ke daerah pantai Selatan.


Roo Oh pergi ke cafĂ© Ma Ri dan menemukan Young Sook di depan.  Ia pun membawa Young Sook ke studio kendonya dan mencoba menelepon Ma Ri. Tapi tak ada jawaban.


Ma Ri tak ingin pulang dan menelepon Hyung Joon untuk menumpang di rumahnya. Mulanya Hyung Joon menolak karena ia sedang berlibur di daerah pantai selatan dan rumahnya berantakan. Tapi akhirnya ia mengijinkan.


Ma Ri bengong melihat tumpukan bekas makanan berserakan dan berkaleng-kaleng bir di lemari es. Setelah Ma Ri duduk tenang, ia akhirnya ingat akan janji jam 3 sorenya dengan Young Sook.


Ma Ri segera pergi ke studio kendo yang sudah sepi. Di sana hanya ada Roo Oh. Roo Oh telah mendengar cerita Young Sook dan menegurnya yang sebagai guru telah melupakan janji pada seorang murid yang ingin bersandar pada Ma Ri.


Ma Ri mengakui kesalahannya tapi ia melakukannya karena ia mendapat sebuah masalah. Roo Oh bertanya apa masalah itu, tapi Ma Ri tak mau menjawab. Ia tak mau Roo Oh ikut campur akan urusannya.


Hyun Sook sedang tiduran ketika mendengar suara suaminya. Ia buru-buru menyembunyikan diri dalam selimut. Goo Min datang untuk menegur Jong Mi yang menceritakan kabar pernikahannya. Jong Mi berkata kalau Hyun Sook lebih baik mendengar berita itu darinya daripada orang lain. “Saat mendengarnya, ia mengucapkan selamat karena gengsi.”


Hyun Sook muncul, mengagetkan Goo Min. Tak disangka Goo Min memberi syarat untuk bercerai. “Aku akan minta 100 juga won untuk bercerai.” Hyun Sook dan Jong Mi kaget. 


Tapi Goo Min berkata kalau ia tak jadi dipromosikan gara-gara Hyun Sook berkelahi dengan istri direkturnya. Setiap ada company gathering, Hyun Sook juga selalu membuat keributan. Dan Goo Min tak mau tahu, “Aku akan menikah lagi setelah kau kuliah. Aku memiliki tanggung jawab untuk memperbaiki dirimu dan  membangkitkanmu. Dulu aku adalah tutormu dan sekarang aku adalah suami dan ayah dari anakmu.”


Hyun Sook meminta untuk Goo Min menceraikannya sekarang juga. Bahkan Ma Ri pun juga mengatainya sudah gila dan Goo Min pasti sudah muak padanya.  Goo Min berniat mencari anaknya.


Ma Ri berjalan pulang dan marah-marah melihat Roo Oh mengikutinya. Tapi Roo Oh tak menjawab, malah berjalan melaluinya, membuatnya bingung. Emosinya naik kembali saat ia berada di depan apartemen bibinya, eh.. Roo Oh muncul kembali.


Bola matanya hampir keluar saat Roo Oh berjalan ke arahnya. Reflek, Ma Ri langsung menamparnya.


Hhh.. Roo Oh kelihatan marah ditampar seperti itu dan menarik nafas panjang untuk menekan emosinya. Ia berjalan ke pintu apartemen depan apartemen bibi Ma Ri, menekan password pintu itu dan taraaa… pintu itu terbuka. Roo Oh menoleh sinis pada Ma Ri yang masih bengong dan masuk ke dalam.


Setelah pintu tertutup, Ma Ri baru menyadari betapa salah pahamnya ia.

Belum sempat ia berbuat apapun, pintu itu terbuka lagi. Roo Oh berjalan cepat menghampirinya dan memukul pintu di belakang Ma Ri, memojokkannya.


Komentar :

Ha.. no comment deh buat Ma Ri dan Roo Oh. Kesian si Ma Ri. Kayaknya adaaaa… aja error-nya Ma Ri di depan Roo Oh.

9 comments :

  1. hyun ae menikah dngan suaminya skaramg hanya untuk mndapat kan harta......

    ReplyDelete
  2. Aku selalu nunggu scene Mari dan Roo Oh, lucu liat mereka, gemesin si Roo Oh ini pinter banget PDKTnya perlahan tapi pasti...

    ReplyDelete
  3. kalo ngeliat drama keluarga, yang pasti langsung kepikiran : episode yg panjang dan sinetron banget....
    dan kalo ngeliat pemainnya ahjumma lagi, pasti gak bakalan ku lirik, dan juga aku gak terlalu dekat sama saluran KBS, yah maksudnya dari tahun 2013, aku selalu ngikuti drama SBS,

    tapi karena beberapa waktu ini aku sangat bosan sama semua yang biasanya ku tonton, entah kenapa liat sinopsis (gak baca ya) yang mbak dee buat, 'sedikit' tertarik ngelirik (ngelirik aja nih dulu) dramanya,
    kebetulan kalo sama lee ha na aku tau, karena sempat nonton dramanya bareng seo in guk .....
    kalo adanya song jae rim malah gak jadi magnet buat aku nonton drama ini,

    dan entah kenapa akhirnya aku download juga, kemarin download pertama kali udah sampe episode 8,
    gak langsung ditonton sih, satu-per-satu,
    meski sampai beberapa episode aku nonton dan belum ngerti, aku tetap ngelanjutin nontonnya,
    sampai pada episode yang aneh :
    ada apa nih antara mantan gebetan dan istri chul hee?
    dan lainnya, bisa2 penulis membuat alur yang ...seperti benang yang menggumpal dalam 1 ikatan,
    karena kau baru nonton sampai episode 6, jadi belum tau apakah roo oh ada hubungan dengan doo jin,
    meski doo jin dan guru na bukan ibu dan anak kandung, tapi ada saat guru na mengatakan mengirimkan makanan ke 'keluarganya' , aku jadi kepikiran roo oh,

    sangat menyenangkan melihat kelakuan kekanak-kanakan soon ok yang memperlakukan mo ran dengan sesuka hatinya, aku selalu tertawa melihat 'love-line' (wekwekwekw) mereka,

    tapi yang pasti aku pendukung ma-roo couple :)

    ReplyDelete
  4. re-type : bisa2-nya penulis membuat alur yang... seperti benang yang menggumpal dalam 1 ikatan,
    bukan kusut ya..... kalo kusut nanti nontonnya malah bingung,

    song jae rim, aku sempat nonton WGM beberapa episode, tapi bukan itu alasan aku download drama ini,
    tapi setelah nonton sampe episode 6, DIA-lah alasanku menonton drama ini........wekwekwewkewkek

    go go ma-roo couple.........


    **mian kepanjangan, gak sadar juga waktu nulis, makasih mbak dee

    ReplyDelete
  5. cie mbak dee, semangat!!!

    ReplyDelete
  6. Doo jin ternyata hyung-nya roo oh ya.........

    iihhh memalukan komenku diatas

    ReplyDelete
  7. Wuah...karena aku nontonnya jg loncat2 , tetiba aja tadi udah nonton episode9, padahal sejak ngerayu bak Dee buat bikin sinop drama ini.(episode 3), aku libur gak nonton lagi....
    Tp eh tp baca sinop terus dan baca komennya fr ryaty....plus ngeliat song jae rim yg senyumnya ampun deh...sampe berasa hilang matanya (lebay)...nd klepek2 deh...
    Pokoknya ma-roo couple aku shiperin deh.....
    Lebih suka aktinya jang hana disini...dan lagi keliatan cantiknya drpd waktu maen di HSLOLC sama seo in guk...kacamata kudanya itu rada gimana gitu...
    Tp akting kaget dan Cupunya itu lee hana is the best deh...
    Wuah bakalan ada cinta segitiga antar saudara yah? Kalo entar do jin beneran suka Mari juga....
    Hadeuh pokoknya drama ini njelimet tp ngangenin..(aku apa sih yg gak suka???)
    trimakasih bak Dee...gumapshimnida.....from madura with saranghae...keep writing and fighting....

    ReplyDelete
  8. Mksih mb Dee sinopsisny, suka bgtt krn roo oh dan mari slalu bkin aku ktwa... smngtt mb:)

    ReplyDelete