March 22, 2015

Unkind Women Episode 4

Unkind Women Episode 4


Bagai orang gila, Hyun Sook berteriak sambil merobek-robek surat itu dan menggebrak meja. Staf lain di ruangan itu memegangi Hyun Sook, mencoba menahannya. Tapi Hyun Sook seperti kesurupan berteriak semakin kencang, mengatai mereka semua kejam padanya. Salah satu staf akhirnya terpaksa memborgol Hyun Sook. Hyun Sook terbelalak melihat borgol di tangannya.



Ma Ri curhat pada Jong Mi tentang dirinya yang anehnya menikmati hari-hari santai setelah kejadian di unversitas. Ia merasa hidupnya seperti robot yang terus menerus belajar hingga sekarang. Jong Mi tertawa, senang pada keputusan Ma Ri, tapi dapat memahami alasan Hyun Sook membuat Ma Ri seperti robot yang terus belajar. Kebencian yang dirasakan ibu Ma Ri itu amat sangat besar.

Mata Ma Ri melebar mendengarnya. Kebencian ibunya karena tak bisa lulus SMA? Jong Mi tersenyum dan menjawab samar, “Dan yang lain-lainnya.”


Kebencian itulah yang mungkin menghinggapi Hyun Sook yang terus histeris hingga memporak-porandakan meja Jaksa. Ia tak peduli saat mereka mengancam untuk menahannya. Ia terus meracau, bahkan minta bertemu dengan jaksa umum sekarang juga.


Kabar miring menerpa Hyun Ae. Ada email dan telepon keluhan akan cara mengajar Hyun Ae yang waktunya pas dengan riwayat pekerjaannya. Hyun Ae mengakui kalau mengurutkan tempat duduk siswa dari peringkat kelas  dan hukuman fisik adalah hal yang biasa di jaman itu.

Koleganya membenarkan. Tapi ada pula keluhan tentang Hyun Ae yang memberi les tambahan pada murid yang merupakan anak direktur rumah sakit untuk mendapatkan uang banyak dan melarang murid untuk ketinggalan pelajaran. Hal-hal semacam ini akan jadi masalah jika ternyata benar.


Dengan wajah datar, Hyun Ae membantah semua itu. Ia malah ingin bertemu dengan para pelapor. Koleganya berkata kalau pelapor itu semua anonim. Maka Hyun Ae pun menggunakan pengaruh keluarganya yang memberikan banyak sumbangan dan hubungan mereka yang sudah lama untuk menepis masalah ini.


Hyun Sook terduduk lesu dengan borgol mengikat kedua tangannya. Seorang jaksa wanita muncul dan mengenali Hyun Sook sebagai teman SMA-nya. Ia adalah Shin Il Soon, teman sekelas di kelas 10. Hyun Sook langsung memalingkan mukanya, walau terlambat. Haduhh.. benar-benar hari ini bukan harinya Hyun Sook.


Setidaknya Il Soon akan membantu menyelesaikan kasus permintaan maaf Hyun Sook dan kasus judi itu. Il Soon kadang memikirkan Hyun Sook, karena anaknya juga sama seperti Hyun Sook. Bedanya anaknya itu fans beratnya EXO. Tapi kelakuannya sama, pergi ke rumah anggota EXO itu bahkan ke bandara untuk memotret mereka. Haha..

Tapi Hyun Sook tak ikut tertawa. Il Soon berkata kalau sepeninggal Hyun Sook, ia dan teman-temannya berdiskusi tentang perlakuan yang tak adil itu. tapi Hyun Sook tak ingin mendengarnya. Ia beranjak pergi sambil berkata kalau Il Soon tak perlu menemaninya saat ia datang untuk menulis surat lagi. 


Il Soon mengajak Hyun Sook untuk bertemu dengan Hyun Ae yang mengajak murid-muridnya reuni karena telah menerima penghargaan guru teladan. Mungkin Hyun Ae dan Hyun Sook bisa berbaikan kembali. Hyun Sook mendengus mendengar usul itu.


Tapi Hyun Sook mulai memikirkan ajakan Il Soon. Il Soon itu dulu murid yang biasa-biasa saja, tapi bisa bekerja di kantor kejaksaan. Jong Mi langsung berseru, “Tuh, kan! Kau tak akan tahu apa yang akan terjadi dalam hidupmu! Bagi kita pun juga belum terlambat!”

Hyun Sook tersenyum pedih. Hidupnya sudah berakhir bertahun-tahun yang lalu. Yang bisa ia lakukan adalah menjalaninya saja.


Walau masih sinis, ibu meracik minuman herbal untuk Mo Ran, bahkan menggunakan bahan-bahan terbaik yang didapat dari tempat-tempat yang jauh. Hal ini membuat Mo Ran terharu sekaligus heran, kenapa Ibu membuatkan untuknya.

Ibu kemudian menyuruh Mo Ran untuk memisah-misahkan biji-bijian yang bagus dari yang busuk. Tak hanya sekarung, tapi dua karung.  Tak hanya itu, saat murid-murid lesnya datang, Mo Ran diminta untuk tak keluar kamar karena susah menjelaskan hubungan mereka pada murid-muridnya. Nanti yang ada, Mo Ran malah malu.


Mo Ran seperti upik abu? Pesakitan? Diperlakukan seperti itu, Mo Ran malah tahu Ibu membuatnya seperti ini agar ia seperti menebus dosa-dosanya, agar ia merasa tenang. Ibu menatap Mo Ran dan menuduh, “Kalau kau merasa sepertiitu, kenapa juga kau pakai krim BB? Mo Ran terbelalak, memegang kedua pipinya yang pucat dan membantah hal itu. Ibu tak percaya dan meninggalkan Mo Ran yang kebingungan sendiri.


Ma Ri sedang mencatat poin-poin penting dari video konser Leif Garreth saat melihat seorang wajah chubby sedang diwawancarai, yang sepertinya ia kenal. Ia segera pulang ke rumah dan membongkar kotak milik ibunya. Ia menemukan wajah yang sama di foto ibunya yang berangkulan dengan Jong Mi. Waahhh.. gadis chubby itu ternyata Jong Mi.


Tapi kotak itu juga menyimpan koran yang menampilkan wajah ibunya. Ma Ri terkejut membaca berita itu dan pergi ke perpustakaan, menggali berita itu lebih banyak lagi. Dan memang banyak berita tentang ibunya yang digambarkan sebagai anak badung yang salah asuh dan tak dapat dikendalikan. Ma Ri kesal dan marah membaca semua berita itu.

Ia kembali ke kantor dan menonton liputan berita tentang ibunya yang diskors setelah menonton konser Leif Garett. Ibunya dianggap menodai kehormatan SMA-nya. Muncul ibunya dan gerombolan gadis remaja yang menjerit-jerit histeris saat menyambut Leif di bandara.


Setelah dilengserkan, karir Hyun Jung sudah hampir karam. Ia mendapat tawaran untuk menjadi pembawa acara namun di program homeshopping, khusus makanan organik.  Hyun Jung mengira ia akan dipekerjakan sebagai penyiar berita, hal yang membuat lawan bicaranya tertawa, “Orang-orang muda yang lebih ahli melakukannya. Anda harus mulai merubah haluan. Jika Anda ingin melebarkan sayap, mulai sekarang  lakukanlah homeshopping.”


Galau hati Hyun Jung. Muncul 2 SMS yang bersamaan. Satu dari Presdir Lee Moon Hak dari penerbit buku, yang memintanya untuk menghubungi Moon Hak setelah menerima SMS ini. Dan yang kedua adalah SMS dari Asisten Park yang mengabarkan kalau Jang Mo Ran ada di rumahnya.


Air mata merebak di mata Hyun Jung. Ia melupakan SMS pertama dan langsung kembali ke rumah Ia menemukan kendi jamu, langsung dapat menebak untuk siapa jamu itu. Ia menendang kendi jamu itu dan marah ada ibunya. Ibu mencoba menenangkan Hyun Jung tapi tak berhasil. Ia membuang biji kedelai yang sedang dipilah-pilah Mo Ran.


Ibu balik memarahi Hyun Jung yang tak sopan pada tamunya. Ia mengundang Mo Ran dalam peringatan kematian suaminya. Jika Hyun Jung masih terus seperti ini, maka Hyun Jung yang keluar dari rumahnya. Asisten Park yang mencoba menengahi pun kena semprot dan disuruh pergi juga. Asisten Park tak mau karena hari ini adalah hari peringatan kematian.


Saat latihan, Roo Oh melihat sosok Ma Ri dari belakang. Ia tersenyum dan mendekati Ma Ri, tapi ternyata itu adalah murid laki-lakinya yang berpotongan bob, sama dengan Ma Ri. Haha..


Ia akhirnya bertemu dengan Ma Ri di café. Ia melambaikan tangan, tapi Ma Ri yang sedang sibuk mengetik, tak melihatnya. Ia pun mengetuk jendela kaca café itu, mengagetkan Ma Ri. Ia memberi isyarat pada Ma Ri untuk tidak mengerutkan kening dan memasang senyum di wajahnya. Tersenyum sambil melambaikan tangan, Roo Oh pun pergi.


Aww.. Ma Ri sampai bingung mendapati hal yang random seperti ini. Tapi ia segera membeli segelas kopi dan memberikan pada Roo Oh yang belum jauh darinya. “Aku yang traktir.” Roo Oh menatap gelas itu sedikit ragu, Ma Ri pun meneruskan,  “Itu kopi susu.”

Bukan jenis kopi yang  Roo Oh tanyakan, tapi alasan Ma Ri memberikan kopi itu. Ma Ri tertawa canggung, memberitahu kalau ia mungkin tak bisa ke studio lagi karena sibuk. Roo Oh malah menyuruh Ma Ri semakin rajin berlatih kalau sedang sibuk, demi kesehatan mental Ma Ri. Ma Ri bisa latihan saat akhir pekan atau pagi hari.


Ma Ri kembali beralasan tak bisa bangun pagi dan akhir pekan itu ya.. akhir pekan. Roo Oh langsung menebak kalau Ma Ri akan malam mingguan. Tentu saja Ma Ri cepat-cepat menggeleng. Roo Oh tersenyum dan mengubah taktik. Ma Ri nanti bisa bertambah gemuk kalau tidak latihan. Ma Ri menjawab kalau ia akan olah raga di sekitaran rumahnya saja, kalau ada waktu.


Setelah menolak kiri-kanan-atas-bawah, Roo Oh pun mengerti. Ia pun beranjak pergi. Ma Ri tersenyum lega dan berbalik pergi. Mendadak Roo Oh berkata, “O iya.. Aku ingin minta tolong.” Ma Ri berbalik dan Roo Oh meneruskan, “’Maukah kau melindungiku?’ Coba ucapkan kalimat itu padaku.”


Ma Ri terbelalak. Sontak, kenangan di kamar mandi saat ia mengucapkan kalimat itu, kembali lagi. Ragu-ragu, Ma Ri berkata lirih, “Maukah  kau melindungiku?”


Roo Oh mengangguk puas dan berkata, “Kalau kau tak datang berlatih, aku akan menyebarkan rumor.”


Bwahaha.. ini ancaman namanya.. Ma Ri tercenung mendengar ancaman itu. Saat sadar, Roo Oh sudah berjalan pergi, tak menggubris Ma Ri yang berteriak memanggilnya.


Malam itu, diadakan upacara peringatan kematian Chul Hee. Tapi tak berlangsung mulus. Hyun Jung memulai dengan menyindir Mo Ran. Hyun Sook yang membela Mo Ran juga tak luput dari serangan Hyun Jung. Hyun Jung menuduh Hyun Sook takluk pada Mo Ran karena uang.  Hyun Sook kesal dan mulai membalas omongan kakaknya. Situasi makin bertambah panas jika Ma Ri tak turun tangan.


Ibu memberi kesempatan pada Mo Ran untuk bicara. Dengan canggung, Mo Ran mulai bicara. Tapi belum selesai Mo Ran bicara, Hyun Jung menyela dan menyindirnya sebagai perusak rumah tangga yang harusnya harmonis. Hyun Sook membela Mo Ran kalau sebenarnya Mo Ran tak cinta pada ayah mereka.


Haduhh..Hyun Sook sepertinya memang agak slow, karena mendengar hal itu, Hyun Jung malah menganggap hal itu lebih buruk lagi. Mo Ran hanya bisa menunduk, mendengar pertengkaran yang tak ia harapkan itu.


Di sebuah panti jompo, seorang kakek tua terhanyut dengan lagu Hotel California yang didendangkan oleh para penyanyi dan menyitir lagu itu menjadi puisi. Melihat betapa puitisnya si kakek, Pengurus panti, Manager Han, merasa kakek dulunya mungkin seniman. Kakek itu tak tahu, karena ia tak ingat.
Si kakek sepertinya sudah mulai pikun, karena ini kali kesekian ia bertanya berapa anak yang dimiliki Manajer Han. Untuk kesekian kalinya, Manajer Han menjawab kalau ia belum menikah, dan merasa di luar sana Kakek pasti sudah berkeluarg.


Menuruti permintaan kakek, ia kembali menceritakan bagaimana ia menemukan Kakek terbaring di dekat rel kereta api, patah tulang parah di malam bersalju. Untung ia kebetulan lewat saat pulang mengunjungi ibunya, jika tidak akan lebih barah lagi. Kakek baru siuman sebulan setelahnya.


Ohh.. sepertinya semua bisa menebak, ya, siapa kakek itu.


Asisten Park sepertinya naksir ayah Ma Ri, deh. Entah kebetulan atau tidak, Asisten Park mengeriting rambutnya, hampir mirip dengan Hyun Sook. Tapi menurut Ma Ri tadi siang keritingan seperti itu sudah kuno.  Dan sekarang ia menemani Goo Min mencuci piring.


Tapi Hyun Sook meminta Asisten Park untuk pergi karena ia akan bicara empat mata dengan suaminya. Ternyata Hyun Sook sudah menyiapkan berkas perceraian mereka dan mengajak Goo Min ke catatan sipil bersama-sama. Ouch.. kelihatan sekali Goo Min masih belum ikhlas.


Walau ada perseteruan, di kamar Ibu bicara pada foto suaminya, bertanya  apakah suaminya menyukai apa yang telah ia lakukan hari ini? Ia juga mengeluarkan cincin berlian dan berkata kalau ia akan memberitahu Mo Ran sebelum wanita itu pergi. “Mungkin juga tidak. Karena aku masih punya harga diri,” kata Ibu sedikit merajuk.


Dan hei.. kenapa Mo Ran juga menyimpan cincin yang sama persis dengan yang dipegang ibu tadi. Mo Rn jug berjanji pada Chul Hee akan memberikan cincin itu sebelum ia pergi. “Tentang malam itu.. kumohon sabarlah sampai aku punya keberanian.”


Ia sebenarnya melihat saat Ibu melempar tart ke wajah Chul Hee. Ia menemui Chul Hee yang terpekur dengan wajah penuh krim. Saat ia keluar, ia melihat Ibu sedang makan kue tart yang sama persis dengan kue yang dulu pernah dilempar ke Chul Hee.


Ibu minta maaf tentang kejadian itu dan mempersilakan Mo Ran maka tart itu sekarang. Mo Ran berkata kalau Chul Hee sangat mencintai Ibu. Tapi Ibu tak mengindahkan dan menyuruh Mo Ran untuk makan saja.


Doo Jin menemani kakek kecilnya, Moon Hak untuk beli jas. Ada beberapa hal yang kita ketahui dari perbincangan mereka. Moon Hak tak suka dipanggil kakek kecil, maunya ‘hyung’. Haha.. fix deh si kakek ini emang rada-rada. Moon Hak juga adalah fans berat Hyun Jung, walau Moon Hak membantah. Ia menghubungi Hyun Jung untuk menjadikannya sebagai salah satu pengarang essai di penerbitannya.

Ha. Doo Jin cukup cerdas dan menebakkalau Moon Hak beli jas baru untuk menemui wanita itu. Haha.. Moon Hak kembali membantah tapi wajahnya bersinar. Doo Jin merasa Moon Hak memang seharusnya pacaran dan berhenti berkelahi dengan ibunya.


Dari sekian berita yang memojokkan ibunya, akhirnya Ma Ri menemukan sebuah artikel yang membela ibunya. Berhenti Melempar Batu Pada Gadis Remaja Itu. Artikel itu ditulis oleh Lee Moon Soo. Ia segera menghubungi kantor redaksi koran itu agar bisa menemui Lee Moon Soo.


Di ruang kerjanya yang baru, Ma Ri menemukan foto anak yang imut banget di meja teman sekerjanya. Tapi ia tercengang karena foto itu adalah foto kecil Doo Jin! Haha.. Tak hanya itu, dering handphone-nya sama persis dengan ringtone milik Doo Jin, orang pertama yang ia tahu memiliki ringtone yang sama. Doo Jin menatap Ma Ri aneh saat menerima telepon. Setelah itu Doo Jin menelepon seseorang.


Yang paling membutnya tercengang lagi adalah ketika ia mendengar 2 suara Doo Jin, di ruangan dan di handphone, bertanya padanya, “Kau ingin bertemu dengan ayahku? Kenapa kau ingin sekali menemui Wartawan Lee Moon Soo?”

Whoa.. dunia memang selebar daun kelor.


Hyun Ae ditunjukkan asset tanah yang dimiliki oleh Moon Hak, dan wow.. Moon Hak ternyata bukan main kayanya. Tanah itu benar-benar ada di segitiga emas. Hyun Ae berkata kalau seharusnya tanah itu disebut tanah keluarga mereka. Dan ia harus memastikan kalau Moon Hak tak memilikinya sendirian.”Atur pertemuan dengan Pengacara Park agar kita bisa berbuat sesuatu.”

Iyuhh.. nyeremin nih Hyun Ae-nya. Ia juga memerintahkan untuk menyelidiki keberadaan Han Choong Gil, tapi secara diam-diam.


Hyun Sook berdandan sangat cantik untuk acara reunian dengan Guru Mal Nyeon aka Hyun Ae. Tapi di detik-detik terakhir, ia kehilangan nyali dan memutuskan untuk pulang ke rumah. Dalam perjalanan pulang, ia melihat seorang pemilik toko shock hingga masuk rumah sakit karena digusur dengan tidak adil. Yang punya kekuasaan yang menang. Yang lemah yang dirugikan. Dimana-mana akan seperti itu.


Hal itu membuatnya berhenti melangkahkan kaki dan berbalik. Ia memutuskan untuk tetap pergi ke reunian itu.


Ma Ri dan Doo Jin minum-minum. Lebih tepatnya Ma Ri yang minum-minum. Setelah satu gelas bir, Ma Ri akhirnya memberitahu niatnya untuk menemui Moon Soo. Ia ingin berterima kasih pada Ayah Doo Jin yang menulis artikel tentang ibunya dengan perspektif yang baik.Doo Jin masih belum mengerti. Terus kenapa?

Ma Ri mengambil menuangkan bir milik Doo Jin ke dalam gelasnya dan berkata kalau ayah Doo Jin adalah satu-satunya orang yang membela ibunya sementara yang lain memojokkan. Kenapa sekolah harus menghukumnya atas kesalahan itu? Apakah negara kita ini begitu kekanak-kanakkannya?


Ma Ri terus minum untuk menumpahkan kekesalannya. Ia frustasi tapi ia akhirnya mengerti. Ia mengerti mengapa ibunya melakukan hal yang selama ini ibunya lakukan. Dan sekarang ia menyesal. Doo Jin masih belum mengerti apa hubungannya dengan artikel yang ditulis ayahnya. Ma Ri menatap Doo Jin, “Tolong katakan padanya, kalau aku benar-benar menghormatinya.” Dan Ma Ri pun jatuh tertidur.


Doo Jin bengong dengan ending seperti ini. Ia mencoba membangunkan Ma Ri, tapi sia-sia.


Hyun Ae reunian dengan beberapa mantan muridnya, teman sekelas Hyun Sook. Ia melihat Il Soon terus melihat jam dan bertanya  siapa yang ditunggu Il Soon. Il Soon menjawab sambil lalu kalau ia kebetulan bertemu dengan Hyun Sook dan mengundangnya ikut reuni.


Mendengar nama Hyun Sook, wajah Hyun Ae  terlihat geram. Ia masih ingat betapa dipermalukannya ia di toko scarf. Dulu Hyun Sook pernah memberikan scarf untuknya, dan ia ke toko scarf untuk menukar scarf itu dengan warna berbeda. Tapi betapa terkejutnya ia saat diberitahu kalau scarf itu adalah barang curian.


Yang sedang diperbincangkan pun muncul. Kedatangan Hyun Sook ke acara reuni itu untuk meminta Hyun Ae berlutut di hadapannya. Semua terkejut mendengar permintaan kurang ajar itu. TapiHyun Sook bertanya tajam, ”Apa Bu Guru tak ingat?”


Hyun Sook membangkitkan memori semua orang. Dulu, saat guru Mal Nyeon belum datang, anak-anak ramai seperti biasanya. Hyun Sook sendiri sibuk mendengarkan musik sambil memutar-mutar kaset. Guru Mal Nyeon datang dan mendelik membuat semua anak kembali ke tempat duduk masing-masing dan diam. Hanya Hyun Sook yang masih mendengarkan lewat headphone dan bersenandung pelan.


Guru Mal Nyeon langsung menghukum Hyun Sook berdiri dan memutuar-mutar kaset dengan kedua tangannya. Ingin menjatuhkan Hyun Sook, Guru Mal Nyeon bertanya sinis penghargaan apa yang pernah diraih Hyun Sook. Tapi ternyata Hyun Sook pernah menang lomba menulis puisi. Guru Mal Nyeon sedikit kaget namun menyuruhnya untuk membuat puisi tentang penampakan Hyun Sook sekarang ini.


Hyun Sook pun membuat puisi saat itu juga, puisi yang membuat teman-temannya tertawa. Tapi tidak dengan Guru Mal Nyeon yang menganggap itu bukan puisi. Ketika Hyun Sook berkata kalau puisinya itu akan menjadi lirik lagu 10 tahun yang akan datang, Guru Mal Nyeon berkata kalau ia akan berlutut jika puisi itu menjadi lagu.


Teman-temannya sekarang tertawa bersamanya, karena ingat memang ada jingle iklan yang sama dengan lirik Hyun Sook, membuat mereka mengira Hyun Sook yang membuat iklan itu. Hyun Sook kembali meminta Hyun Ae untuk berlutut. Bukannya menuruti permintaan itu, tapi Hyun Ae malah menuduh Hyun Sook yang mengirim surat yang menjelek-jelekkannya ke yayasan.


Hyun Sook membantah, ia tak pernah melakukannya. “Guru Na Mal Nyeon, jika Anda lahir kembali, jangan jadi guru. Anda tak seharusnya jadi guru.” Hyun Ae geram dan memotong Hyun Sook, memintanya keluar sekarang juga. Tapi Hyun Sook belum selesai.

“Aku tak pernah mencuri scarf itu. Yoon Mi Sook dari kelas 7 yang menjualnya padaku di kantin dengan harga murah. Katanya scarf itu pemberian bibinya. Berat rasanya kau tak mendengarkanku dan malah percaya pada si pembohong itu, anak direktur yayasan. Kau malah menuduhku pencuri. Saat itu, dikeluarkan dari sekolah menjadi akhir hidupku.”


Hyun Ae bergeming mendengar ucapan Hyun Sook. Ia kembali menyuruh Hyun Sook keluar sekarang juga. Hyun Sook gemetar marah, “Kau itu benci padaku, kan? Kau ketahuan olehku sedang mengejar pria lain padahal kau pacaran dengan guru olah raga. Kau benar-benar ingin mengusirku.” Hyun Ae mengaku tak mengerti apa yang diucapkan Hyun Sook.


Hyun Sook berjanji akan mengungkapkan kepada orang lain, bagaimana Guru Na Mal Nyeon yang sebenarnya. Tanpa menunggu lagi, ia pun keluar ruangan.


Sesampainya di rumah, Hyun Sook menemukan Ma Ri berada di pelukan seorang pria. Ia terbelalak melihat wajah pria itu mendekati wajah putrinya, semakin dekat.. semakin dekat..

Ia segera berlari dan memukul kepala pria itu dengan tasnya.

Komentar :


Haha..sial banget Doo Jin. Iya , itu Doo Jin. Tadi saya menceritakan dari point of view-nya Hyun Sook. Yang sebenarnya terjadi adalah Doo Jin membawa Ma Ri yang terkapar karena mabuk. Ia bahkan harus membopong Ma Ri di punggung. Heheh.. piggyback terlihat romantis di luarnya saja. Aslinya.. capek, bok..

Lah itu, kenapa wajah Doo Jin terlihat ingin mencium Ma Ri? Entahlah, pasti ada penjelasan di episode 5.


Entah kenapa, saya juga nggak keberatan kalau Ma Ri jadian sama Doo Jin. Doo Jin tidak brengsek, dia tidak bermaksud menjelek-jelekkan Ma Ri. Dia juga tak masalah karirnya mundur sedikit karena tahu kalau ia memang bersalah. Dan yang pasti, Doo Jin seumuran dengan Ma Ri.

Kalau dengan Roo Oh, kayaknya noona-dongsaeng romance, ya? Walaupun gak beda jauh, karena Ma Ri itu baru saja lulus S3. Kalau Ma Ri langsung meneruskan S1, S2,S3, hmm.. berarti sekitar 5 tahun lebih tua, ya? Tapi kelihatannya Roo Oh sudah suka dengan Ma Ri dari awal.

Kalau Doo Jin kayaknya belum, deh. Tapi kalau dengan Doo Jin, kayaknya susah banget. Masalah Guru Na Mal Nyeon dan Hyun Sook itu dalem banget.  Permusuhan antara Montague dan Capulet mah lewat.


2 comments :

  1. Mbak semangat lanjut sinopsisny ya..
    Thanks..

    ReplyDelete
  2. Hahaha =D bener banget mbak, ga kebayang klo ma ri sampe jadi sama doo jin. Semangat mbak, makasih sinopsisnya :)

    ReplyDelete