March 8, 2015

Unkind Women Episode 1

Sinopsis Unkind Women Episode 1


Apa yang diharapkan saat kita pergi ke paranormal? Tentunya ramalan yang bagus-bagus, kan? Jadi bagaimana shock dan jengkelnya Kang Soon Ok (Kim Hye Ja) saat mendengar ramalan tentang anak cucunya.

Ia sendiri diramalkan dengan perumpamaan guci kimchi yang ia kubur di bawah tanah akan pecah. Sebagai catatan, guci kimchi dikubur di musim dingin agar tidak pecah.  Anak pertamanya diramalkan akan terperangkap di tembok. Anak bungsunya diramal kalau badai akan datang. Sedangkan cucunya akan tersandung batu.

Aishh.. ramalan macam apa itu?





Walau paranormalnya memang meramal dari tanggal lahir mereka, bahkan memberi saran kepada Ibu. Jika terperangkap di tembok, maka carilah jalan memutar. Badai juga pasti akan berlalu.


Tapi tetap saja menjengkelkan, ya kan? Pada asistennya, Asisten Park, Ibu berbohong kalau ramalan yang diberikan paranormal itu bagus semua. Rumahnya akan dipenuhi keberuntungan tahun ini. Yay.

Siapa saja yang tadi diramal?


Ini adalah Jung Ma Ri (Lee Ha Na), dosen paruh waktu di universitasnya. Ia menyuruh 5 mahasiswanya untuk mengirim pesan di media sosial, mengajak teman mereka kumpul di halaman kampus untuk makan jjajangmyun.


Pesan berantai itu membuat 200-an mahasiswa muncul untuk makan jjajangmyun gratis yang disediakan Mari. Hal itu menarik perhatian Lee Doo Jin (Kim Ji Suk), penyiar salah satu TV swasta, yang penasaran dengan iring-iringan delivery jjajangmyun ke kampus, dan mengambil gambar acara mereka.


Ma Ri yang mulai bicara pada para mahasiswa yang akan mengambil kuliahnya semester depan, menyadari kalau ada reporter yang mengambil gambar mereka. Ia meminta pada Do Jin untuk tak perlu merekam mereka, karena yang ia dan mahasiswanya lakukan ini hanyalah makan siang bersama.


Di sebuah atap gedung, Kim Hyun Sook (Chae Si Ra), berdiri di pinggir dan bersiap untuk bunuh diri. Ia telah menanamkan seluruh simpanan ibunya di sebuah bisnis fiktif yang pemiliknya menghilang entah kemana. Namun alam pun tak mengijinkan mati, karena angin kencang mendadak bertiup hingga ia terdorong kembali ke tengah.

Ia putus asa, tapi ada SMS masuk dari putrinya, Ma Ri, yang memberi tahu kalau ia berhasil melakukan dan mengajaknya minum anggur nanti malam.


Ia duduk terpekur di sebuah restoran, dan mood-nya semakin buruk saat melihat kakaknya, penyiar Kim Hyun Jung, muncul di televisi. Hubungan mereka berdua sepertinya tak harmonis karena ia langsung mematikan TV.


Sahabatnya, Ahn Jong Mi, muncul dan memarahinya, karena membuatnya takut. Hyun Sook mengirimkan SMS tentang keinginannya untuk bunuh diri. “Apa orang yang ingin bunuh diri itu makan ayam dulu? Ayam yang dipanggang tanpa minyak, lagi.”

Ha. Jong Mi kesal melihat sahabatnya itu masih sempat-sempatnya diet sebelum bunuh diri. Hyun Sook berkilah kalau tadi pemilik restoran menatapnya kesal saat ia berkata kalau ia sedang tak ingin makan. 


Mata Hyun Sook mulai berkaca-kaca saat Jong Mi memberitahu kalau ayah Mari, mantan suami Hyun Sook, katanya akan menikah lagi dengan teman sekantornya yang perawan tua tapi benar-benar mencintai ayah Mari. Jong Mi kaget melihat Hyun Sok menangis dan mengira sahabatnya itu masih cinta pada mantan suaminya. Ia menyuruh Hyun Sook untuk menghubungi ayah Ma Ri dan melarangnya menikah lagi.

Hyun Sook menangis semakin keras, “Aku menangis karena aku kehilangan uang yang sangat banyak!”

Jong Mi memarahi Hyun Sook. Ia menyelamatkan Hyun Sook 30 tahun yang lalu bukan untuk melihat Hyun Sook terpuruk seperti ini. Tapi Hyun Sook malah merasa kalau ia lebih baik mati saja dulu itu.

Jong Mi masih terus meluapkan kekesalan pada Hyun Sook yang bodoh mau menanamkan uangnya di broker saham, dan berhenti saat Hyun Sook mendadak berhenti menangis untuk meminjam uang 1 juta won. Untuk apa?


Untuk judi, hal yang paling mahir ia bisa lakukan. Pengelola tempat judi itu bahkan selalu memohonnya agar bermain dan mengalahkan para tamu. Jong Mi membujuknya untuk tidak berjudi karena yang Hyun Sook biasanya lakukan karena iseng. Sekarang beda.


Tapi Hyun Sook tetap pada pendiriannya. Ditahan oleh Jong Mi pun percuma. Ia telah menghanguskan tabungan seumur hidup ibunya karena ingin melipat-sepuluhkan uang itu. Tak ada yang bisa ia lakukan lagi, kecuali ia melompat ke Sungai Han. “Setidaknya aku harus mencoba cara ini!” Hyun Sook mengacungkan segepok uang pinjaman itu.


“Baiklah, habiskan sejuta won itu, dan kembalilah pada akal sehatmu, oke?!” akhirnya Jong Mi pun mengijinkan dan Hyun Sook berjalan ke rumah judi dengan penuh kepercayaan diri.


Pekerjaan Ibu ternyata mengajar memasak. Sambil memasak, ia menyarankan murid-muridnya untuk tak memasak demi suaminya, tapi demi diri sendiri. Ia pernah berpayah-payah memasak untuk suaminya yang sedang mendekam di ruang kerjanya. Setelah dipanggil-panggil tidak keluar, akhirnya ia menguping ke dalam ruangan itu.


Ehh.. ternyata suaminya malah asyik telepon-teleponan dengan pacarnya. Salah satu murid bertanya apa yang dilakukan Ibu setelah itu dan dijawab, “Cerita itu.. aku akan menceritakannya lain kali.”


Hyun Sook ternyata memang mahir berjudi. Uang Jong Mi kembali dengan berkali-kali lipat. Jong Mi mengingatkan kalau malam ini Hyun Sook sedang beruntung, jadi jangan datang ke rumah judi lagi. Tapi dari pandangannya, sepertinya ia tak sepakat dengan kata-kata sahabatanya.


Hyun Jung (Do Ji Won) baru saja memilih baju untuk siaran besok dan sudah akan pulang ketika bertemu dengan para juniornya di ruang rias. Ia tersenyum ramah mendengar kedua junior memujinya, namun menyalakan recorder handphonenya. Ia pun pamit keluar, diam-diam meninggalkan kertas dan handphone yang dipegangnya di meja rias.


Sesampainya di luar ruangan, ia menunggu beberapa menit dan kembali ke ruangan. Sekilas ia sempat mendengar para junior itu menjelek-jelekkannya.


Dengan tetap tersenyum ramah, ia mengambil handphone dan kertas di meja rias, berkata kalau ia lupa telah meninggalkan barang-barangnya. Kedua junior itu diam dan tersenyum palsu, tak menduga seniornya itu akan balik.


Di mobil, Hyun Jung mendengarkan rekaman itu, bersungut-sungut mendengar bagaimana ia dikatai telah melakukan botox dan penyiar yang tak bisa baca teleprompter karena mata tuanya.


Di rumah, sambil bersulang, Ma Ri menceritakan tentang pesta jjajangmyun dengan 200 mahasiswa di halaman kampus dan bagaimana para mahasiswanya berjanji untuk mengambil mata kuliahnya semester depan. Hyun Sook merasa bangga dan menyelamati Ma Ri yang mungkin akan jadi dosen tetap di kampusnya


Namun Hyun Sook sedikit gugup saat Ibu bertanya tentang kontrak. Tapi ia segera memberitahu kalau semua urusan sudah beres. Asisten Park kagum karena Hyun Sook bisa mendapatkan tempat semewah itu. Tapi Hyun Jung curiga dan bertanya berapa untung yang diperoleh kakaknya dakan menginvestasi uang Ibu sehingga bisa membeli (menyewa?) tempat itu.


Hyun Sook menjawab berputar-putar membuat Hyun Jung curiga dan malah menuduhnya telah menghilangkan uang Ibu. Tentu saja Hyun Sook marah dan menaruh segepok uang di atas meja, dikatakan kalau itu uang jajan untuk Hyun Jung. Tapi Hyun Jung malah semakin curiga karena kok bisa Hyun Sook menyimpan uang banyak di dalam rumah. Hyun Sook menjawab sombong kalau uangnya berlimpah ruah.


Ma Ri yang mulai mabuk mengasihani ibunya yang sakit parah hingga tak lulus SMA. Asisten Park juga bertanya apa penyakit parah itu. Ibu, Hyun Sook dan Hyun Jung tak menjawab. Hyun Sook akhirnya mengajak semuanya untuk kembali minum lagi.

Sebelum siaran, Lee Doo Jin mencoba menelepon Ma Ri, tapi tak diangkat. Tentu saja karea sekarang Ma Ri sudah mabuk. Saat mabuk, omongan susah dijaga. Itulah yang dikatakan Hyun Jung, yang kemudian dibalas oleh Ma Ri dengan mengatai tantenya yang tak kunjung menikah. 


Hyun Sook pun memilih untuk membawa anaknya pergi sekaligus segepok uang itu. Ha. Hyun Jung bengong melihat uang yang katanya untuk dia, malah diambil pergi.


Ma Ri dibangunkan Asisten Park, karena sepertinya berita makan-makannya masuk berita pagi. Masih ngantuk, Ma Ri masuk ke ruang tengah untuk ikut melihat berita bersama Nenek dan asistennya. Lee Do Jin menyiarkan tentang kedermawanan Ma Ri mentraktir 200 mahasiswa di kampus. Ia juga menambahkan kalau Ma Ri menjanjikan nilai A untuk murid yang kembali ke kampus dari wamil dan mengumpulkan murid-muridnya dengan cara piramida.


Ma Ri bengong mendengarnya. Saat berkumpul dengan kelima mahasiswanya ia memang mengungkapkan kekhawatirannya pada pelajaran di kampus yang hanya menekankan ilmu untuk cari uang saja dan minimnya minat mahasiswa pada seni liberal. Ia meminta kelimanya untuk mengajak 2 orang teman yang kemudian 2 orang itu mengajak 2 orang lagi, begitu seterusnya. 


Saat salah satu menyimpulkan seperti piramida, Ma Ri terlihat ngeri dengan kata piramida dan berkata kalau yang ia ingin sampaikan di sini adalah menyarankan mahasiswa untuk ikut mata kuliah yang menyenangkan dengan banyak siswa. Ia menjanjikan semua mahasiswa yang sudah wamil akan mendapat nilai A, dan jika mahasiswanya telah mencapai 200 orang, ia akan mentraktir semua mahasiswanya dengan jjajangmyun.


Ituah yang dilakukan Ma Ri kemarin. Tapi yang ia dengar di berita tidak seperti itu. Hmm.. sebenarnya Lee Doo Jin juga ingin menyampaikan hal yang sama dengan membuka keburukan-keburukan acara itu lebih dulu untuk menarik minat penonton. Baru di akhir siaran ia menyampaikan niat baik Ma Ri kalau mata kuliah seperti yang diajarkan Ma Ri sekarang tak pernah dianggap lagi oleh mahasiswa sehingga dosen harus melakukan hal seperti itu.

Ia mengatakan, “Benar-benar tidak wajar bisa mengumpulkan mahasiswa hingga 200 orang lebih dengan janji kalau orang yang telah wamil akan mendapatkan nilai A. Tapi di negara kita..”


Belum sempat Do Jin menyelesaikan kalimatnya, siarannya terpotong dengan breaking news tentang seorang mantan tentara yang lengkap bersenjata sedang menyandera pengunjung di sebuah restoran. Do Jin kaget dengan beritanya yang terpotong, karena dengan kalimat terakhirnya, dosen itu akan disalahkan. Ia memohon pada produser untuk meneruskan berita itu sebentar saja. Tapi tidak bisa.


Ma Ri shock menonton berita itu, dan menenangkan neneknya kalau semua baik-baik saja. Tapi tidak. Daftar mahasiswa terdaftar yang mulanya penuh, semakin menyusut dan menyusut. Kelima mahasiswanya pun ternyata membantu Ma Ri untuk mendapatkan nilai A tanpa hadir di kuliahnya dan sekarang menagih janjinya.

Dan yang paling buruk adalah SMS yang diterima oleh Ma Ri dan seluruh mahasiswanya. Kelas dibatalkan oleh fakultas.


Walau sudah dibatalkan, Ma Ri tetap berangkat ke kampus untuk mengajar. Ia meyakinkan neneknya, yang menelepon karena khawatir, kalau semua baik-baik saja karena ia dosen populer. Tapi ia minta untuk tak memberitahu ibunya. Ia akan mencari cara agar kelasnya tetap berjalan. Entah posting di internet atau sosial media.


Betapa kaget dan bahagianya ia saat masuk ke kelas dan melihat semua murid telah berkumpul untuk berdemo. Ia terharu dan menutup mata. Namun saat membuka mata, ia kembali kaget karena ruangan sepi dan di papan tulis tertulis umpatan mahasiswa seperti : Tendang dosen pyramid dan yang lainnya.


Ma Ri menghela nafas, tak tahu harus melakukan apa. Ada telepon masuk, ternyata dari Lee Do Jin yang akhirnya berhasil meneleponnya. Ia tahu kalau kelas Ma Ri dibatalkan dan meminta maaf. Ia sendiri sudah menjelaskan isi beritanya di SNS miliknya. Ia akan pergi ke kampus untuk menjelaskan ke pihak fakultas dan berjanji akan menganulir pembatalan kelas itu.


Tapi belum selesai Do Jin bicara, Ma Ri berteriak, “HEI! JANGAN UCAPKAN JANJI YANG TAK DAPAT KAU TEPATI, BRENGSEK!” Ma Ri tak menyadari kalau ada seseorang yang sedang tidur di bangku kelas terbangun mendengar suaranya. “Akubenar-benar ingin menyobek mulutmu dan menghancurkannya dengan mixer! Apa penyiar itu sangat berkuasa? Aku juga tak akan tinggal diam. Kau berdiri saja di sana. Aku akan pergi dan menginjak-injakmu!”

Ma Ri memutuskan hubungan telepon dan meyakinkan dirinya sendiri kalau murid-muridnya akan datang. Ia kan dosen yang populer.


Sementara di Santiago, Spanyol, seorang pria menerima pesan gambar, sebuah jas pernikahan. Oh.. ini adalah ayah Ma Ri. Calon istrinya memberitahu kalau gosip sudah menyebar di perusahaan kalau ia yang melamar dan meminta pria itu menghubunginya setelah kembali dari Spanyol. Ia juga meminta pria itu untuk melupakan mantan istrinya yang cemburu buta.

Mantan istri yang tak lulus SMA yang telah menghancurkan hidup pria itu dan meminta pria itu untuk hidup bahagia dengannya sampai akhir hayat.


Hyun Sook yang sedang makan siang kaget saat membaca pesan dari Asisten Park yang mengagumi lokasi toko yang dipilih Hyun Sook. Ibu Hyun Sook juga menyukainya.


Sambil melihat-lihat ruangan itu, Asisten Park memuji-muji Hyun Sook yang bisa menginvestasikan uang Ibu sehingga bisa membeli tempat ini. Ibu menyesal tak bisa menjadi ibu yang baik bagi Hyun Sook sehingga Hyun Sook merasa minder dengan kakaknya.

Asisten Park berkata kalau Hyun Jung sekarang merasa lebih bahagia karena walau sukses, Hyun Jung tak pernah menikah. Padahal yang terpenting dari hidup adalah keluarga. Ibu pun menyuruh Asisten Park untuk segera menikah.


Betapa kagetnya mereka saat melihat sekelompok orang yang membawa dokumen kepemilikan ruangan. Apalagi sekarang mereka tak bisa menghubungi Hyun Sook. Ibu pun meminta asistennya untuk menghubungi Hyun Jung.


Walau menunggu lama, tak ada satupun mahasiswa Ma Ri yang datang ke kelas. Salah satu dosen, seniornya muncul untuk mengambil barang yang ketinggalan dan memberitahu kalau ia dipecat. Ia meminta seniornya itu untuk menandatangani petisi untuknya.

Tapi senior itu tak mau. Ma Ri mengumpulkan murid untuk mencegah penyusutan jumlah mahasiswa yang mendaftar mata kuliah humaniora itu hanya alasan. Nyatanya Ma Ri hanya ingn meningkatka jumlah muridnya dengan cara apapun.


Ma Ri merasa hal itu tak salah karena pada akhirnya murid-murid akan mendapatkan kelas yang menyenangkan. Bagi senior itu, ucapan Ma Ri seperti pembenaran diri sendiri. Ma Ri kesal dikatai seperti itu dan menyindir kalau begitu ia harus seperti seniornya yang hidup seperti budak para dosen senior. “Memberi les pada anak-anak mereka, membantu membawakan barang-barang mereka, berharap kelasku tak ditutup.”


Dengan nada dingin, senior itu menyuruh Ma Ri menikah saja atau mencari pekerjaan lain karena tak akan ada murid yang mau menandatangani petisi. “Karena dunia ini sudah berubah. Tak ada murid yang menghormati gurunya lagi dan tak ada guru yang menyayangi muridnya lagi. Semuanya sudah sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri.”


Kenyataan pahit yang diucapkan senior itu membuat Ma Ri tercenung walau senior itu sudah pergi. Muncul seorang mahasiswa yang memakai baju aikido, membuat mata Ma Ri berbinar. Apakah dia salah satu mahasiswa yang akan mengikuti kuliahnya? Tidak, mahasiswa itu malah memanggil, “Sabam.. sabam..!” ke arah belakang kelas.


Ma Ri terkejut melihat tangan teracung ke udara dan seorang pemuda bangun dari tidurnya. Sambil berjalan dengan mengantuk, pemuda itu menyuruh juniornya itu untuk menandatangani petisi untuk Ma Ri.


Haishhh… Ma Ri menutup wajah dan terduduk lemas. Aibnya ketahuan semua. Haduhhh..


Hyun Sook kembali main kartu ditemani oleh Jong Mi. Di tengah permainan, Hyun Jung menelepon Jong Mi dan menanyakan keberadaan adiknya. Jong Mi tergagap menjawab tak tahu, membuat Hyun Jung tahu kalau Jong Mi berbohong. Apalagi terdengar suara orang yang bertaruh di belakang Jong Mi, membuat Hyun Jung curiga. Buru-buru Jong Mi menutup telepon.


Hyun Sook benar-benar ahli main kartu. Ia menang banyak malam ini. Jong Mi yang panik tadi ditelepon Hyun Jung, meminta Hyun Sook pulang dan terima hukuman saja. Tapi Hyun Sook tak mau sehingga Jong Mi mengancam akan memutuskan persahabatan mereka jika sahabatnya itu tak keluar dari rumah judi dalam waktu 10 menit.


Ma Ri memikirkan apa yang terjadi seharian ini. Bagaimana pihak fakultas tak bisa berbuat apapun mengenai pemecatannya. Tapi yang membuat ia tutup muka adalah saat seorang mahasiswa ternyata mendengar semua racauannya saat ia pikir ia sendirian di kelas.


Tapi ia tak bisa galau terlalu lama karena ada masalah besar di rumah, masalah yang lebih besar dari masalahnya sendiri.


Hyun Sook benar-benar ahli. Ia berhasil mengalahkan semua lawannya dan mengambil semua uang mereka. Tapi belum sempat ia meraup semua uangnya, polisi datang menggerebek rumah judi itu. Sontak semua kocar kacir, lari menyelamatkan diri sendiri.


Hyun Sook panik dan mencoba mengambil semua uang yang bisa ia ambil. Tapi polisi keburu menangkapnya.Untung ada seseorang yang menubruk polisi itu hingga ia bisa melarikan diri lewat toilet. Jong Mi  yang menunggunya di luar, tak bisa segera mengeluarkan mobilnya dari parkiran yang padat, membuat Hyun Sook melarikan diri sendiri.


Hyun Sook lari kesetanan, sama seperti saat dulu jaman ia remaja. Bagai tikus dikejar sekawanan kucing, Hyun Sook sembunyi di dekat bak sampah, bawah jembatan dan jalanan sepi, menangis sendiri.


Sedangkan ibu, kakak dan putrinya shock saat mendapat kabar kalau Hyun Sook terlibat masalah dengan polisi. Ibu lemas seketika. Firasat Ibu sudah tak enak karena akhir-akhir ini suaminya hampir selalu muncul dalam mimpi.


Hyun Sook pergi keluar kota. Dan di atas bis yang bergoyang-goyang, ia menulis sepucuk surat. Aduhh… jangan-jangan..


Di makam ayahnya, ia memberi hormat dan menangis tersedu-sedu, “Ayah.. Hyun Sook yang tak berharga ini datang, Ayah.. Sekarang aku akan pergi menemui Ayah..”  Dan tergeletak di sana, botol soju, sebotol obat yang hanya tersisa beberapa butir, koran dan secarik surat.


Ma Ri dan Jong Min menerima tas dan HP Hyun Sook yang ditemukan polisi di rumah judi yang digerebek semalam. Mari juga menemani Nenek dan Tantenya yang pergi ke bank (?). Hyun Jung bertanya, “Dengan rumah sebagai jaminan, bahkan pinjaman.. “ Hyun Jung membaca kembali surat yang dipegangnya bingung.


Ibu pun bingung, “Bagaimana.. dengan uang segini..”  Dan ibu mengernyit karena dadaya kembali sakit, membuat panik anak cucunya.


Tubuh Hyun Sook terus melemah, tapi ia terus menangis, menyesali dirinya yang tak bisa berbuat apa-apa. “Bagaimana mungkin orang seperti aku bisa hidup di dunia seperti ini..,” Hyun Sook terjatuh dan meratapi dirinya dan Ayah yang sama-sama rusak. “Mari kita lahir kembali ke dunia ini tapi bukan sebagai manusia lagi..”


Matahari begiu terik, angin berhembus kencang, menerbangkan koran yang tadi ia bawa. Tertarik pada foto di koran itu, ia membaca berita di dalamnya. Pemenang Penghargaan Guru : Na Hyun Ae. Ia berkata lirih, “Na  Mal Nyeon?”


Ingatannya kembali saat ia SMA. Gurunya, wanita yang sama di koran itu, akan mengubah posisi duduk seluruh murid berdasarkan peringkat ujian mereka. Saat sesi belajar sendiri, setiap murid akan ditempeli nomor di punggung. Saat tu Hyun Sook mengutarakan pendapatnya kalau cara gurunya itu tak manusiawi.


Ia memang bukan nomor terakhir (55 dari 59). Tapi semenjak itu semuanya berubah bagi Hyun Sook. Wali kelasnya membencinya dan murid-murid lain menjauhinya. Ia sendirian dan yang bisa menghiburnya adalah penyanyi luar negeri, Leif Garreth. Dan ketika Leif Garreth datang ke Korea, ia bela-belain datang menonton konsernya.


Sayangnya dari sekian penonton yang hadir, wajahnya tercetak jelas di koran. Hukumannya adalah ia harus berdiri dengan mengangkat koran itu saat gurunya mengajar. Jidatnya bahkan dilempar kapur karena tangannya gemetar kelelahan mengangkat koran itu.

Ia teringat saat temannya membawanya nonton film tentang pembalasan dendam seorang gadis pada teman-teman yang membully-nya. Mereka berdua sama-sama ingin menjadi Carrie, si pemeran utama.


Dan betapa kuatnya sebuah pikiran. Hanya dengan membayangkan, ia bisa menjadi Carrie, menerbangkan koran yang dipegangnya bahkan bisa membuat tongkat pel menyerang gurunya. Tak hanya itu, ia juga membalas dengan melempar kapur ke jidat gurunya berkali-kali, membuat seisi kelas panik.


Kita mendengar ungapan hati Hyun Sook yang menyebut gurunya itu telah menghancurkan hidupnya, “Tapi aku menyimpan rahasianya…”

Apakah rahasianya? Entahlah..


Di wawancara itu, Na Hyun Ae mengaku kalau ia mengubah namanya setelah menikah karena tak ingin anaknya diejek di sekolah. Wartawan yang mewawancarainya ternyata Lee Do Jin. Hyun Ae belajar giat dengan beasiswa untuk kemudian menjadi guru untuk menciptakan keajaiban pada muridnya. Tapi baik dulu maupun sekarang, selalu ada murid yang seperti lele, sehingga ia merasa benar ketika memotong dahan yang busuk dari awal.


Lee Do Jin yang ternyata adalah anaknya, meminta ibunya untuk tak menceritakan hal ini jika ada wartawan yang mewawancarainya karena bisa menimbulkan salah paham. Tapi Hyun Ae merasa itu adalah prinsip mengajarnya. Hyun Ae pun menceritakan tentang buku yang ia tulis dan sedang ia selesaikan.


Tangan Hyun Sook gemetar saat membaca alasan penulisan buku itu adalah karena Hyun Ae diperlakukan sebagai pencuri dan ia bingung karenanya. Ia gemetar, marah. Bukan Hyun Ae yang diperlakukan sebagai pencuri, tapi Hyun Ae-lah yang memperlakukannya sebagai pencuri. Ia merobek-robek koran itu dengan geram.


Saat itu di kelas, Hyun Sook remaja yang sedang piket di kelas, tiba-tiba dipukul kepalanya oleh guru Mal Nyeon. “Sekarang kau bahkan mencuri barang? Kau ini telah diskors tapi tetap belum sadar juga?!” Hyun Sook tak tahu apa yang membuat gurunya marah. Mal Nyeon bertanya kapan Hyun Sook mencuri scarf yang dijadikan hadiah untuknya.


Hyun Sook membantah kalau ia tak pernah mencuri scarf itu. Ia membeli scarf itu dari teman di kelas sebelah. Tapi Mal Nyeon malah memukul kepalanya lagi dan menyebutnya sebagai anak yang memberi pengaruh buruk pada teman lainnya.


Percuma Hyun Sook membantah hal itu, karena keputusan sekolah sudah ditetapkan. Ia dikeluarkan dari sekolah.


Hyun Sook semakin memucat. Ia kedinginan, obatnya mulai bekerja. Ia terjatuh tapi ia sekarang tak mau mati. Di depan  makam ayahnya, Hyun Sook kembali menangis, “Ayah.. selamatkan aku! Aku tak mau mati seperti ini. Wanita itu telah menghancurkan hidupku. Aku harus membalas dendam padanya!”


Hyun Sook mendelik dan jatuh terkapar.


Komentar :

Haduhh…  episode pertama kok masalahnya udah banyak banget, ya..  Menonton ini rasanya seperti menonton Wang Family lagi. Padahal beda loh.. Hyun Sook itu nasibnya seperti Ho Bak yang ingin membuktikan kalau dirinya juga bisa berbakti pada ibunya, tapi dengan kemampuan seperti Soo Bak.
Haduhh.. lebih parah berarti ya nasibnya Hyun Sook. Apalagi ternyata jalan hidupnya mulai berubah saat ia dikeluarkan dari sekolah atas kesalahan yang tak pernah ia lakukan.

Mungkin Hyun Ae merasa benar dengan menulis novel itu, karena ia pun juga dituduh seperti itu sebelumnya. Tapi sayangnya, Hyun Ae sudah berburuk sangka dulu pada muridnya, langsung menuduh tanpa menyelidiki kebenaran ucapan muridnya sehingga murid itu dikeluarkan.


Entah apa yang terjadi berikutnya. Sepertinya Lee Doo Jin nanti ada rasa deh dengan Ma Ri. Berbesan dengan orang yang menghancurkan hidupnya? Kayaknya no way deh buat Hyun Sook.


Terus nanti Ma Ri deket dengan siapa, dong? Mahasiswa yang tidur di kelas itu? Saya belum pernah melihat drama Song Jae Rim kecuali saat baca Soompi tentang Kim So Eun dan Song Jae Rim di soompi.  Tapi kayaknya anaknya cool juga, deh. Btw, beladirinya itu taekwondo atau aikido, ya? CMIIW, ya..



Ramalan paranormal itu mulai terbukti. Tapi saya belum paham tentang ramalan Hyun Jung yang katanya akan terperangkap di tembok. Tembok apa, ya maksudnya?

Bersambung ke episode 2

12 comments :

  1. Yeey ,,, akhirnya ada jugak yg buat sinopsisnya . Makasih loh mbak, soalnya unkind women ini ngalahin retingnya drama Hyun bin, dan sekarang lagi kejar" an sama dramanya ji sung yg KMKH . Oh iyaa mbak kalo masalah tentang song jae rim, emang sekarang lagi banyak digila-gilain sama orang" karna peran sebagai suami virtualnya kim so eun itu benar" memikat hati wanita . . Dan selain itu dia emang cakep dan cool sih . Hahaha shippernya solim couple .

    ReplyDelete
  2. berarti mbak dee ga pernah nonton two weeks ma tmets? hihihi
    yang ini beda sama jcw, meski sama-sama keliatan cool yang terkalem jcw dan lebih easygoing-an song jae rim kayaknya haha *habis liat wgm
    makasih mbak dee^^
    lengkap sudah referensi penonton untuk membandingkan ketiga drama rabu-kamis:kmhm, hjm, dan unkind women udah ada sinopnya semua :P
    tapi kalo kmhm nantinya diganti angry mom (kim hee sun-ji hyun woo dan kim yoojung) dan hjm diganti sensory couple (yoochun-shin se kyung), apa tetep ada sinopnya ga ya? ^^"

    ReplyDelete
    Replies
    1. song jae rim di moon sun? jadi apa dia? ohh.. jadi pengawalnya kim soo hyun, ya.. ga nonton two weeks.. :(

      Delete
  3. Thanks alot mba Dee udh bwt sinopsis UW ,lah mba Dee gk bwt sinop drama Yoochun kah coz bias nya mba Dee tuh biasanya mba Dee knd slalu bwt sinop drama Yoochun hehe..

    ReplyDelete
  4. lahh.. itu semua hari rabu-kamis ya? *tepok jidat* ga perhatiin jadwal. ahhh... entahlah..

    ReplyDelete
  5. Hohoho..akhirnya klr jg.. oh iya,, aNNa bru ingt klu Song Jaerim yg jdi pngwl Ha Ji won d Empress Ki. Ganteng kan mbak??? Klu ga slh dy mendlmi belah diri taewkondo deh.. seksinya.. hahaah

    ReplyDelete
    Replies
    1. mbak anna ke mana ajaaaaa???
      itu mbak dee pusing tuh dramanya deketan semua LOL

      Delete
  6. Yang jadi ganjelan, ekting Lee Ha Na yang kalo kataku mirip banget sama karakter di drama dia sebelumnya (High School King of Slavvy - Seo In Guk). >.<

    ReplyDelete
  7. Pertama lihat Song jae rim di Ramyun shop itu Song jae rim versi gondrongnya hehe.

    ReplyDelete
  8. BakAnna...ketuker jin yi han sama song jae rim kali....hehehe, kalo gak.salah tal tal pengawalnya sung nyang itu.jin yi han bukan song jae rim....
    Song jae rim itu yg jadi pengawalnya.hwon (KSH TMtES )...namanya UN.....
    Atau yg maen di surplus princes.....
    Ato suami virtualnya Kim soo Eun....
    Hehehe....tolong bantuin bak Dee...gegara galau entar project Dramanya bentrok semua?....slot rabu kamis.....
    Joinan aja bak dee....bakalan super sibuk tuh kalo OTP Dramanya bak dee beneran sensory couple sama angry mom.....
    Sesange.....
    Gumapshimnida bak Dee....
    Do ji won i'm watching you!
    From madura with saranghae........

    ReplyDelete
  9. Scene awalnya mirip sama drama Plus nine Boys,, pas ibunya juga dteng ke paranormal nanyain nasib anak2nya.. ㅋㅋ drama ini kyak versi perempuan nya PNB, anak2nya punya maslah sendiri".. yg jadi Hyun Jung itu myung hee di healer kan?? Pegen liat jae rim lbih banyakk
    Ditunggu mbak dee episode selanjutnya ^-^

    ReplyDelete
  10. Ditunggu mbak dee episode selanjutnya

    ReplyDelete