February 21, 2015

Healer Episode 20 - 1

Sinopsis Healer episode 20 – 1 (Final)


Jung Hoo memasang kamera di depan sofa yang sekarang ia duduki. Hmm.. interview? Dengan siapa? Entahlah..

Tapi di depan kamera, Jung Hoo mengacungkan dokumen dan mulai menjawab pertanyaan yang tertulis di dalamnya. Pertama, Ya, dia adalah Healer, dan ia tak mau menyebutkan nama aslinya. 

Kedua, pekerjaannya adalah kurir malam dan dia adalah yang terbaik di bidangnya. Jung Hoo membaca pertanyaan ketiga yang bertanya  apakah ini adalah pekerjaan impiannya dan mencemooh pertanyaan itu,”Aishh.. pertanyaan macam apa ini?”



Jung Hoo malah menjawab kalau ia akan terus menjalani pekerjaan itu sampai ia bisa membeli sebuah pulau kosong di Pasifik Utara, yang sepengetahuannya, pulau itu masih dijajakan. “Hingga suatu hari, aku bertemu dengan seorang gadis. Uh..gadis ini membuatku gila,” Jung Hoo tersenyum hanya dengan mengingatnya. “Jadi… aku merubah impianku. Dan juga nasehat yang diberikan oleh guruku, maka aku memutuskan untuk hidup seperti orang lain, hidup bersama gadisku, punya anak dan hal yang lain.”

Tapi ternyata hal itu tak mudah, karena ada orang-orang itu tak mau meninggalkannya sendiri. Mereka terus memukul dan menendangnya. “Tapi yang paling membuatku marah adalah mereka mengganggu orang-orangku.”


Kita kembali di malam penggerebekan rumah Ahjumma. Ahjumma ternyata membawa semua harddisk dan tak menyisakan apapun, membuat Manajer Ahn marah dan pergi.


Jung Soo mengantarkan Young Shin pulang dan bertanya apa ia boleh masuk sebentar dan minum kopi? Young Shin tersenyum, mengucapkan sampai jumpa lagi. Aihh… si Jung Soo ini mau pedekate atau pengen ngopi gratis, ya?


Young Shin heran melihat café sepi, sudah tutup pula. Betapa kagetnya ia melihat Ayah dan Paman berlutut di lantai dengan mulut dilakban. Ia ketakutan melihat tiga preman muncul dari segala arah. Ia berteriak, mencoba lari ke lantai dua, tapi ditarik oleh salah satu preman.

Seseorang dari tangga menendang dan mengenai preman itu. Young Shin refleks memukul dengan tasnya, yang langsung ditangkap oleh.. Jung Hoo! Young Shin merasa lega. Tapi Ayah menoleh heran melihat Bong Soo muncul dan mulai memukuli preman-preman itu.


Sambil beraksi, Jung Hoo memperkenalkan diri dan  minta maaf karena tak memberitahukan nama aslinya selama ini. Haha.. Ayah dan Paman benar-benar menganga melihat Bong Soo yang kelihatan lemah itu sekarang memukuli preman-preman itu sambil bicara dengan mereka dan terus memperhatikan Young Shin, menjaganya agar tak melihat kekerasan yang ia lakukan. Semuanya dilakukan Bong Soo dengan mudahnya.


Young Shin yang sudah melepaskan ikatan Ayah dan Paman, kembali memejamkan mata, patuh mendengar instruksi Jung Hoo. Dengan sekali sentak, preman terakhir terkapar. Jung Hoo kembali minta maaf. Ia mengikat preman-preman itu dengan lakban dan minta untuk telepon polisi. Paman yang sudah pulih dari bengongnya, mematuhi instruksi Jung Hoo dengan penuh takzim.

Tapi tidak dengan Ayah. Dengan tajam, ia memborbardir Jung Hoo dengan pertanyaan : Apa nama Jung Hoo bukanlah Bong Soo? Apa mereka dalam bahaya? Apa Young Shin terlibat di dalamnya?


Seketika itu juga, Jung Hoo yang pemberani jadi gugup. Ia menjelaskan kalau ayah kandungnya, ayah kandung Young Shin dan gurunya meninggal karena beberapa orang jahat. Ia semakin gugup melihat ekspresi wajah Ayah berubah dan tak bisa melanjutkan penjelasannya. Young Shin akhirnya turun tangan.

Young Shin menjelaskan kalau kedua ayah mereka meninggal saat menguak korupsi orang-orang jahat itu yang tak tertangkap hingga hari ini sehingga orang-orang itu terus bertindak jahat, bahkan menangkapnya untuk menjebak Jung Hoo. Hahaha.. Si pemberani  Jung Hoo hanya mengamini semua ucapan Young Shin. Iya.. benar.. tidak salah..

Melihat Ayah kembali tenang, Jung Hoo mulai berani berkata-kata lagi,” Ya karena keadaan ini, membuat saya harus membawa Young Shin pergi.” Temperamen Ayah langsung naik lagi dan Jung Hoo buru-buru menjelaskan kalau rumah Young Shin sekarang sudah tak aman lagi sedangkan dirinya punya beberapa rumah persembunyian.


“AISHHH!! KAU INI BENAR-BENAR..!!” bentak Ayah membuat Jung Hoo berjingkat kaget. Paman buru-buru menahan badan Ayah yang kembali menyentak, ‘Tak boleh. Aku tak mau menitipkan anakku pada pria yang terus berganti-ganti nama! Sampai masuk nerakapun aku tak akan mengijinkan!”


Jung Hoo menunduk dan dengan muka serius, ia menekan alat di telinganya dan berkata pelan, “Ia berkata tidak.” Hehe.. Ayah dan Paman berpandang-pandangan, seperti mengira-ngira Jung Hoo ini orang yang sepenting apa. Dengan muka serius Jung Hoo berkata kalau mereka akan berusaha untuk menyewa atau beli rumah sebelah dan sementara waktu mereka akan menjadikan rumah Young Shin sebagai rumah persembunyian.

Ayah mencoba membantah tapi Jung Hoo sudah melangkah pergi. Belum lima langkah, Jung Hoo berbalik menghadap Young Shin dan memegang kedua bahunya, “Hanya lima detik.”


Dan Jung Hoo memeluknya. Bwahahaha.. nyalinya gede juga. Ayah sudah mau marah, tapi Paman menahannya. Yay..! Si Paman ini pasti sudah terpesona dengan sangarnya Jung Hoo berkelahi tadi. Paman menghitung dengan tangannya, dan benar saja. Pada hitungan kelima, Jung Hoo melepaskan pelukannya. Young Shin seakan tak mau pisah, memegang krah jaketnya dan memintanya untuk segera kembali.

Jung Hoo pun pergi, dan Ayah yang sedari tadi memalingkan wajah, menghela nafas.


Dan mendelik lagi saat Jung Hoo muncul lagi, menangkupkan wajah Young Shin dengan kedua tangan dan mendekatkan wajahnya ke wajah Young Shin... Haha.. seperti de javu, tapi kali ini Ayah sudah siap melabrak Jung Hoo. Tapi lagi-lagi Paman menahannya.


Jung Hoo pun sadar. Perlahan-lahan, senatural mungkin, ia menjauhkan wajahnya dari wajah Young Shin dan berbisik,”Jangan telat makan dan dengarkan kata-kata ayahmu.”


Melihat Ayah menatap garang seakan ingin melahapnya, Jung Hoo hanya  bisa mengangguk, pamit pada Ayah dan pergi. Bwahahaha.. Young Shin memasang tawa dan berkata garing, “Ha.ha.ha.. Dia lucu sekali, kan?”


Myung Hee akan berada di apartemen sementara Moon Ho bekerja. Ia akan ditemani suster dan diminta untuk menelepon Moon Ho jika perlu sesuatu. Moon Ho mengajaknya makan malam dan berjanji akan memberitahu suatu hal nanti malam. Tanpa firasat apapun, Myung Hee mengiyakan dengan riang.

Setelah hanya sendiri, keriangan Myung Hee hilang dan ia bergumam sendiri, “Min Joo (Demokrasi)-ya.. Min Joo-ya.. dimanakah engkau?” Dan ia menjawab sendiri, “Aku di sini.”


Di tempat parkir, Moon Ho mendapat telepon dari seorang informan yang katanya mengetahui tentang Tetua. Mulanya Moon Ho menyuruh orang itu untuk menghubungi Someday saja, tapi ternyata orang itu sudah ada di dalam mobil, dekat dengan Moon Ho.

Moon Ho membuka pintu belakang, dan melihat seorang anak perempuan SMA yang duduk diam, ketakutan. Anak itu membuka telapak tangannya yang ada tulisan Tolonglah Aku. Moon Ho terkesiap, apalagi mendadak anak itu pingsan. Moon Ho segera masuk mobil dan menangkap gadis itu.


Terdengar suara jepretan kamera berkali-kali dan Moon Ho segera menyadari kalau ia dijebak. Ugh. Jika tersebar, pasti dia akan disangka pedofil. Setelah belasan jepretan kamera dengan posisi yang pasti membuat orang salah sangka, gadis itu langsung keluar mobil. Fotografer itu pun juga lari karena Moon Ho berlari mengejarnya.

Jarak fotografer itu terlalu jauh untuk bisa dikejar dan Moon Ho hampir putus asa berlari. Mendadak langkah fotografer itu terhenti karena seseorang menendang kepalanya. Whoaa.. keren! Moon Ho saja sampai terkesima melihat orang itu yang ternyata adalah Dae Young. Dae Young langsung merebut kamera dan mengambil memory card di daamnya.


Moon Ho ternganga melihat Dae Young yang dengan mudahnya menyeret pria itu pergi. Belum pulih, tiba-tiba muncul seorang ahjumma yang menguliahi Moon Ho yang ceroboh. Apa Moon Ho tak sadar kalau untuk melenyapkan Moon Ho yang perlu dilakukan adalah menghancurkan reputasinya saja dan tak perlu membunuhnya. Moon Ho yang terlibat skandal dengan anak di bawah umur, walau jika berita itu bisa diluruskan, tapi semua sudah tamat bagi Moon Ho.


Dari suaranya, Moon Ho langsung menyadari kalau ahjumma ini adalah Ahjumma yang sering bicara padanya. Ahjumma melemparkan flash disk pada Moon Ho yang berisi rekaman LA yang membuat Go Sung Chul terbunuh dan menyarankan Moon Ho untuk menjauhi kantor Someday untuk sementara waktu.


Karena ternyata di depan kantor, sudah banyak manula yang berdemo, protes akan pemberitaan Someday News yang dinilai menyesatkan. Redaktur Jang yang mau masuk kantor saja hampir digeruduk massa. Untung Redaktur Jang sempat menyelinap masuk ke dalam gedung, setelah sebelumnya menerima paket dari kurir.


Di dalam gedung pun mereka kedatangan tamu yang tak tahu muncul dari mana, bahkan Redaktur Jang mengiranya pencuri. Orang itu adalah Bong Soo, tapi seperti bukan Bong Soo. Bong Soo ini membongkar meja Young Shin dan bicara sendiri sambil menyambungkan recorder yang ia temukan dengan handphonenya.


Paman menaruh pengumuman Café tutup untuk sementara. Sedangkan di dalam, Young Shin, Moon Ho dan Ahjuma mendengarkan rekaman dari Jung Hoo. Tentang seorang wanita yang  bernama Kim Jae Yeon, peneliti anak buah Dr. Nikolai Kozirov dan menelepon dari Rusia. Tapi wanita itu hanya ingin bicara dengan Kim Moon Ho.


Para staf merasa ada yang beda dengan Bong Soo yang itu. Entah pakaian, cara bicara atau .. entahlah. Jung Soo pun merasa aneh karena saat ia di ruangan, ia sendirian dan saat ia berkedip, Bong Soo sudah muncul di hadapannya.


Dihadang teman-temannya, tak membuat Jung Hoo panik. Ha.. iyalah.. kemarin sudah diopsek oleh Ayah Young Shin, yang ini mah keciilll… Ia mengambil paket yang tadi diterima Redaktur Jang yang akan ia serahkan pada bos mereka. Ia menjabat tangan satu persatu rekannya, dan saat tiba giliran Jung Soo, ia tak menyalami, malah mencubit pipi dan memukulnya cukup keras.


Haha.. gemes? Kayaknya sih nggak. Tebakan saya, Jung Hoo pasti melihat betapa flirty-nya Jung Soo pada Young Shin kemarin malam.

Sebelum pergi, Jung Hoo masih sempat-sempatnya ikut mengkeramasi Reporter Yeo, membuat rekan-rekannya heran dan merasa ini seperti terakhir kalinya mereka melihat Jung Hoo. Saat itu juga mereka sadar, kalau arah keluar Jung Hoo itu tak ada pintunya.


Kita kembali ke wawancara Jung Hoo. Pertanyaan berikutnya : Apakah ia ingat orang-orang di tugas-tugas sebelumnya? Jung Hoo mengaku tak ingat karena setelah dapat kerjaan, ia lakukan dan setelah itu ia pulang dan minum bir yang seperti ia llakukan sekarang ini.

Apa pekerjaan yang paling menantang yang pernah ia lakukan?Jung Hoo tersenyum mengingatnya, “Itu adalah saat aku harus menemukan seorang gadis. Aku bertemu dengannya saat di atas bis.” Ya.. pertemuan itu dan mata Jung Hoo terus berbinar saat menceritakan kalau mulanya ia tak ingat wajah Young Shin saat itu,karena ia tak begitu tertari padanya.

Tapi karena gadis itu tak kenal takut dan mengejarnya. Pertemuan di toilet itu membekas di benak Young Shin, ternyata juga membekas di hati Jung Hoo yang nampak menyesal saat mengingatnya. Sejak awal ia sudah menyakitinya padahal Young Shin adalah gadis yang tak tahan melihat kekerasan.


“Jika diingat-ingat,  hidupnya berantakan setelah bertemu denganku. Hampir tiap hari dia terluka, bahkan pernah hampir mati. Padahal sebenarnya ia sering tersenyum.” Kali ini Jung Hoo menatap kamera dan sambil tersenyum ia berkata , “Jangan lupa, kalau kau memang sering tersenyum.”

Jung Hoo mengerjapkan matanya yang mulai berkaca-kaca, tapi ia menyembunyikannya dengan minum bir lagi dan pura-pura mencari pertanyaan berikutnya. Wajahnya ia sembunyikan di balik kertas interview itu.


Young Shin memperhatikan flash disc yang berisi video LA dan saat Moon Ho dan Ahjumma menceritakan korban-korban yang jatuh karena video itu, Young Shin bergidik dan langsung meletakkan flash disc itu. Ia bertanya mengapa Jung Hoo tak kunjung datang dan Ahjumma menjawab kalau Jung Hoo sedang menunggu kabar baik.

Jung Hoo sekarang berada di atap sebuah gedung, merasa resah dan mulai bernyanyi. Ha.. sepertinya Jung Hoo ketularan Young Shin. Jung Hoo pun sepertinya sadar kalau ia punya kebiasaan baru dan kembali toleh kiri kanan. Haha.. kayak ada yang pernah naik ke atap malam-malam seperti ini.


Kabar baik yang ditunggu itu tak muncul karena Detektif Yoon memberitahu Ahjumma kalau pipa yang digunakan untuk membunuh Park Dong Chul bersih dari sidik jari bahkan setetes darah pun tak ada. Jadi sidik jari yang diberikan Ahjumma itu tak ada gunanya.


Hati Jung Hoo mencelos saat mendengar percakapan itu. Apalagi saat Detektif Yoon berkata kalau ada file video yang dikirimkan ke kantor polisi Seocho. Ahjumma dan Detektif Yoon sama-sama membuka video itu. Jung Hoo muncul di depan kamera, mengakui kalau ialah pembunuh Park Dong Chul malam itu.


Ahjumma menutup laptop, tak tahan melihatnya. Detektif Yoon bertanya sebenarnya apa hubungan Seo Jung Hoo dengan ahjumma dan Ahjumma menjawab, “Kami adalah warga dari negara yang sama.”


Ahjumma mematikan pembicaraan dengan Detektif Yoon. Dan akhirnya ia menyadari kalau ia tak sendiri di ruangan. Ada Young Shin yang mendengar semuanya tadi. Ahjumma bertanya, “Apakah kau mendengarnya?”

Bukan Young Shin yang menjawab, melainkan Jung Hoo yang bertanya apa yang akan terjadi selanjutnya. Sambil terus memandang Young Shin, Ahjumma menjawab kalau pelaku mengaku tapi tak menyerahkan diri maka polisi akan menaruh Jung Hook ke daftar buronan nasional.

Jung Hoo mencoba ceria dan berkata kalau mereka harus melakukan Plan B. Saat ditanya apa itu Plan B, Jung Hoo menjawab, “Ya kita harus mulai membuat mulai sekarang.” Sebelum terlalu jauh, Ahjumma akhirnya memberitahu kalau Young Shin mendengar percakapan mereka dari tadi.


Young Shin menghapus air mata, walau isak kecil sempat keluar dari mulutnya. Tapi ia menjaga suaranya agar tetap ceria saat menyapa Jung Hoo dan mengatakan kalau ia siap untuk melarikan diri bersama Jung Hoo. Jung Hoo menyebutnya bodoh yang tidak memikirkan ayah dan ibunya. Young Shin tahu kalau ayahnya akan mengerti dan ibunya.. yah.. ibunya tak tahu kalau ia ada di dunia ini jadi semuanya akan baik-baik saja.

Jung Hoo tak gembira mendengar Young Shin memintanya untuk tak khawatir. Kita mendengar suaranya di wawancara itu, “Pria mana yang sanggup menjadikan gadisnya sebagai buronan juga? Chae Young Shin past tak tahu apa-apa tentang pria.”


Malam itu, Young Shin kedatangan tamu. Ibunya. Benar-benar ibunya, karena Ibu mengulurkan tangannya sambil meneteskan air mata. Moon Ho ada di belakang Myung Hee sambil membawa dua bungkus makanan, tersenyum haru dan berkata, “Noona membungkus banyak makanan.” Young Shin tak dapat berkata apa-apa. Ia terisak melihat ibunya yang juga sudah basah karena air mata.


Hatinya bergejolak melihat ibu yang sekarang ada di kantor ayahnya, memandangi foto saat ia kecil penuh kerinduan. Ayahnya masuk dan memperkenalkan diri. Ibunya tak bisa menahan air matanya. Walau terus terisak, ia memuji Young Shin yang di foto sangatah cantik dan memuji orang tua angkat Young Shin yang membesarkan Young Shin hingga menjadi gadis ceria dan penuh perhatian.


Rasanya kasihan melihat ibu Young Shin yang terus menangis, walau bersyukur tapi terlihat sedih melihat ayah dan ibu angkat Young Shin memiliki kesempatan untuk membesarkan putri kandungnya.

Young Shin memperhatikan ayah angkat dan ibu kandungnya yang sekarang duduk berdampingan, melihat-lihat album fotonya. Ia menyadari kalau ia mewarisi sifat ibunya. Ia tak akan membicarakan hal yang menakutkannya,ia malah akan tertawa semakin keras. Sedangkan Jung Hoo akan menarik diri jika merasa takut.

Dan sekarang ia mengkhawatirkan Jung Hoo yang ada diluar sana, “Apa kau sekarang menarik diri apa karena kau tak ingin menunjukkan kalau kau takut? Jung Hoo, dimanakah dirimu dan apa yang sedang kau lakukan?”


Jung Hoo ada di mobil sedang membuka paket dari Rusia yang isinya adalah sebuah handphone berwarna hitam. Saat dinyalakan ada tulisan Untuk Kim Moon Ho. Dikeluarkan sebuah handphone miliknya yang berwarna putih dan berpikir. Memikirkan sebuah cara.


Jung Hoo menyelinap masuk ke ruang kerja Moon Shik saat Sekretaris Oh keluar sebentar. Betapa herannya ia melihat Moon Shik bicara sendiri dan tertawa-tawa. Moon Shik sedang membandingkan cintanya yang berumur 30 tahun dengan cinta Gil Ahn imajiner di hadapannya yang hanya selama 10 tahun.


Gil Ahn membanggakan, walau cinta hanya berumur satu hari, yang penting adalah dalam dan tulusnya cinta itu. Moon Shik tak marah malah menyebutnya pintar bicara. Ia akhirnya menyadari kehadiran Jung Hoo, dan tak seperti biasanya, ia tampak santai dan malah menyuruh Jung Hoo untuk memberi salam pada Pamannya.. Paman Moon Shik.

Jung Hoo menoleh pada sofa kosong dan memperbaiki salah ucapnya Moon Shik. Tapi Moon Shik hanya tertawa, “Apa kau ini terlalu muda hingga tak bisa membedakan kamu? Aku Oh Gil Ahn dan paman itu adalah Kim Moon Shik.”

Moon Shik dan Gil Ahn imajiner membicarakan Jung Hoo yang wajahnya mirik dengan Joon seok tapi beda karakter. Dan mereka sama-sama menyimpulkan kalau anak-anak jaman sekarang ini tak cukup nyali seperti mereka dulu. Ditemani Gil Ahn, Moon Shik tertawa-tawa mengingat mereka jaman dulu.


Sekretaris Oh masuk ke ruangan dan Jung Hoo bertanya, sejak kapan Moon Shik menjadi seperti sekarang ini. Sekretaris Oh menjawab kalau Moon Shik hanya seperti ini setelah minum-minum di sore hari.

22 comments :

  1. ditunggu part 2 nya mba faighting..kaset dvd nya udah ada di tangan tpittp nungu sinopsis dari mba dee
    faightib

    ReplyDelete
  2. jiah!
    saya penasaran kenapa sekretaris oh malah gitu ke jung hoo, seolah enak banget njawab pertanyaannya haha
    mana ga ada komennya mbak dee juga :P
    btw, healer final, final, final, we are coming >.<

    ReplyDelete
  3. Akhirnya mb Dee lanjut...menunggu commentnya mb dee.

    tgl 1 part lg menuju ending..pingin comment di ending crta nti..hehe ^^ smgt mb dee

    ReplyDelete
  4. Gumapshimnida bak dee...keep writing and fighting bak dee...! Jung ho cute abiz...ji chang wook aktingnya makin jjang setelah di emprees ki!

    ReplyDelete
  5. Interview di awal itu,adalah bahan interview youngshin yg disiapkan utk wawancarain healer,di ep 3 ato brp,kan jungho nyelinap k kamar youngshin trus jungho copy bahan wwncaranya utk healer.gitu klo ga salah..

    ReplyDelete
  6. kok aku nangis ya bacanya :'(

    facebook.com/switlovshop

    ReplyDelete
  7. aww...ayah akan lebih menganga lg kl tau jung hoo adl Healer..."kurir misterius yg ingin di wawancarai yong shin" dg uang pinjamn dr ayah tentu'y

    ReplyDelete
  8. ditunggu part terakhirnya.. Thanks

    ReplyDelete
  9. Sempat kepikiran juga saya,
    karna lee jung soo begitu akrab dengan kim moon ho,
    Dia bakal jadi rival seo jung hoo,
    Untuk mendapatkan cinta chae young sin

    Tapi kalo di eposode akhit gini,
    Jung Soo baru serasa pedekate,

    Yaaaaa.......... berarti Healer
    Bebas rival,
    Untuk mendapatkan cinta chae young sin

    ReplyDelete
  10. Serasa di php ini.......... Menunggu part 2... Makasih ya...
    Sehat n smangat slalu

    ReplyDelete
  11. Smangat mb...di tunggu part 2 ( end) nya, msh tidak mampu move on dari healer, special jung hoo ssi.....

    ReplyDelete
  12. Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
    Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kumpulbagi.com untuk info selengkapnya.

    Oh ya, di sana anda bisa dengan bebas mendowload music, foto-foto, video dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)

    ReplyDelete
  13. mba part duanya kok lama...

    ReplyDelete
  14. mba,,part dua nya koq blom ada??

    ReplyDelete
  15. part duanya sengaja dilama2in yaaa??!

    ReplyDelete
  16. waahhh...klo nulis sinop yang serius dong masa sisa part terakhir ditinggalin...!!!!

    ReplyDelete
  17. Hahaha.. tiap hari bolak balik ngecek part 2. Sudah nonton sih.. udah baca sinopsisnya jg di dramabeans. Tp rasanya blm komplit kalo blm baca disini. Ayo mb dee jangan kecewakan para penggemarmu..

    ReplyDelete
  18. mb dee,part 2 nya blm yah ?????

    ReplyDelete
  19. Masih banyak yg nungguin part dua na nih ^^
    Well, mari yuk mari :)
    ditunggu rame rame di emperan blog ^-)

    ReplyDelete
  20. berhasil berhasil berhasil hore......,ahirnya HATAM....makasih penulissssss,dan selel seht supy terus berkarya

    ReplyDelete