February 17, 2015

Healer Episode 19 - 1

Sinopsis Healer Episode 19


Menyeramkan saat melihat wajah Sekretaris Oh yang tersenyum. Ia tetap tersenyum melihat Young Shin buru-buru mundur melarikan diri. Ia seperti tak khawatir buruannya kabur. Dan benar dari arah sebaliknya, muncul 2 orang yang menghadang Young Shin.



Ahjumma bertanya apakah Jung Hoo yakin kalau Moon Ho ditangkap? Karena sinyal yang diikuti Jung Hoo sekarang ada di dalam kantor Someday News. Walau bingung, Jung Hoo tetap masuk ke kantor yang sekarang sepi dan gelap. 



Ia mendengar suara handphone berdering yang ternyata ada di ruang studio. Ia masuk studio dan waspada, mencari kamera yang mungkin merekam kehadirannya. Saat telepon diangkat, yang muncul bukanlah  suara Moon Ho melainkan suara orang lain (Manajer Ahn) yang mengatakan kalau Jung Hoo yang menyamar menjadi Park Bong Soo berhasil melacak dan membuntuti dalam waktu 3 menit, “Nama sandi adalah Healer. Benar, kan?”


Jung Hoo menoleh kiri kanan dan akhirnya menyadari kalau tak ada CCTV, melainkan kamera studio yang di-relay ke monitor yang entah dimana, membuat si penelepon  dapat melihatnya.


Manajer Ahn menawarkan Healer untuk melakukan pekerjaan dengan imbalan apapun yang Healer minta. Tapi Jung Hoo tak mau dan menutup telepon. Langkahnya terhenti saat TV menyala sendiri dan tampak Moon Ho tergeletak di kursi, tak sadarkan diri. Handpone berdering lagi dan terpaksa Jung Hoo mengangkatnya.


Suara Manajer Ahn muncul lagi, memberi intruksi untuk membawakan rekaman informan yang berasal dari Rusia. Jung Hoo tak tahu tentang hal itu, tapi Manajer Ahn tak peduli dan mulai menghitung waktu.


Melihat Moon Ho di layar, ia pun memutuskan untuk melakukan tugas yang sebenarnya tak ia mengerti. Sementara di tempat lain, Young Shin diam namun tak menunjukkan ketakutannya pada Sekretaris Oh yang memangku kotak kecil. Entah apa isinya.

Ia mencoba menjalin percakapan santai dengan Sekretaris Oh dan bahkan menawarinya minum, tapi tatapan dingin dan 2 pengawal yang malah mengepungnya. Young Shin akhirnya duduk mengkeret di kursinya, diam-diam menekan kalung pemberian Jung Hoo.


Jung Hoo minta tolong Ahjumma meng-hack komputer untuk mencari file rekaman informan yang masuk via telepon. Tapi Ahjumma mengingatkan kalau di kantor semua data sudah dibawa oleh auditor pajak, sehingga jika meng-hack-pun, hasilnya akan nihil.


Tiba-tiba Ahjumma melihat sinyal bahaya dari kalung Young Shin. Setelah dilacak, posisi Young Shin ada di apartemen Moon Ho. Jung Hoo mengabaikan peringatan itu, karena mungkin saja Young Shin tak sengaja menekan tombol GPS-nya. Ia mencoba berpikir tentang rekaman itu, dan ingat ia terbangun karena telepon di mejanya berdering dan ia mengangkatnya untuk mengatakan kalau si penelepon salah sambung.


Ia bertanya pada Ahjumma, bagaimana dialek Rusia itu dan Ahjumma mengucapkan beberapa contohnya (katanya seperti bahasa Korea, tapi dengan nada marah-marah). Jung Hoop pun menggali ingatannya dan wow.. hebat juga Jung Hoo bisa mengingat apa yang ia dengar saat ia baru bangun tidur.


Jung Hoo ingat saat di awal pembicaraan, ia sempat mendengar dialek seperti Rusia di belakang orang si penelepon. Setelah itu ia tak mendengar percakapan itu lagi karena Young Shin meraih telepon itu sebelum ia tutup kembali. Ingat kalau Young Shin merekam percakapan tersebut, Jung Hoo buru-buru membongkar laci Young Shin, dan ketemu. Rekaman telepon asli masih tersimpan di recorder Young Shin.


Ia kembali ke studio, menghadap ke kamera dan memperdengarkan rekaman itu saat Manajer Ahn meneleponnya kembali. Manajer Ahn kagum pada kemampuan Jung Hoo yang mampu menyelesaikan tugas dalam waktu 5 menit dan ia mengirimkan tugas kedua , dengan mengirimkan teks via SMS dan meminta Jung Hoo untuk membaca teks kalimat itu di depan kamera.


Jung Hoo melihat apa pesan itu dan tertawa sinis, mengumpat si penelepon. Ia tak mau membaca pesan itu keras, walau Manajer Ahn menggunakan Moon Ho sebagai ancaman. Ia mematikan telepon dan berkata di depan layar TV yang menampakkan Moon Ho yang mulai siuman, “Bos, kali ini aku tak bisa. Anda urus diri sendiri saja, ya.”


Tapi langkahnya terhenti saat  ekor matanya menangkap sosok Young Shin yang sekarang ada di layar TV menggantikan Moon Ho. Ia tak bisa menyembunyikan kepanikannya saat Sekretaris Oh yang duduk di hadapan Young shin dan membuka kotak kecil  yang isinya botol dan jarum suntik. Ugh.. apakah itu racun yang dipakai untuk membunuh Guru Young Jae?


Young Shin tergeragap melihat alat-alat itu. Ia takut tapi juga bingung, mengapa salah satu pengawal malah merekamnya dengan handphone? Ia bertanya pada Sekretaris Oh tapi hanya diam yang ia dapat.


Ahjumma sudah bergerak cepat, mengirim Dae Young dan teman-temannya ke apartemen Moon Ho. Tapi sudah tak ada waktu lagi karena Manajer Ahn hanya memberi Jung Hoo waktu 10 detik saja untuk memutuskan. Tik tok, tik tok, tik tok..


“Lakukan sekarang,” Jung Hoo memutuskan dengan geram.”Tapi singkirkan barang itu dari Chae Young Shin. Barang itu benar-benar menggangguku.


Sekretaris Oh sedikit bergeser dari hadapan Young Shin, dan Jung Hoo pun mulai membaca teks SMS dari Manajer Ahn. Tapi Manajer Ahn meminta Jung Hoo untuk mengulang lagi dengan menurunkan handphone ke bawah, agar tak muncul di layar TV.


Jung Hoo menggertakkan giginya, namun tetap mengikuti perintah itu. Kedua handphone diturunkan dan ia menatap kamera, berkata, “Namaku Seo Jung Hoo. Pada 27 Januari terjadi pembunuhan Park Dong Chul di belakang Gereja Bunda Suci. Akulah pelakunya.”


Moon Ho yang sudah siuman, mencoba membuka pintu, tapi terkunci. Saat mencari cara untuk keluar, laptop di atas meja menyala dan Moon Ho melihat Jung Hoo mengakui telah membunuh Park Dong Chul karena tak membayar utang judi, saling bergelut dan Jung Hoo mengambil pipa dan memukul kepala Dong Chul. Moon Ho memejamkan mata, memahami alasan ia disekap seperti sekarang ini.


Pembacaan teks telah dilakukan dan Jung Hoo meminta si penelepon untuk menepati janjinya. Manajer Ahn tersenyum dan mengisyaratkan pada stafnya yang menghubungi Sekretaris Oh. Saat itu juga, Sekretaris Oh menutup kotak dan menyingkir dari hadapan Young Shin.


Jung Hoo bertanya apa yang dimaui oleh mereka? Manajer Ahn menayangkan satu video lagi, kali ini dari Tetua yang tersenyum di balik bar dan menyelamati Jung Hoo yang sekarang adalah miliknya. “Dan kau akan melakukan tugas dariku. Sebagai gantinya, aku menjamin kebahagiaan dan keamanan orang-orang yang kau cintai. Dan apa yang tadi direkam, tak akan pernah muncul.”


Dan Tetua kembali mengulang apa yang dulu pernah ia katakan pada Moon Shik muda, “Yang perlu kau lakukan hanyalah menutup matamu dan bukalah kembali. Sesederhana itu.”


Tak hanya Jung Hoo, Moon Ho juga mendapati kondisi yang tak mengenakkan. Pintu terbuka dan ia diantar menemui orang-orang penting yang dulu pernah ia temui di hotel. Salah satunya adalah Moon Shik yang tersenyum menatapnya. Betapa geramnya ia melihat kakaknya yang ikut andil, tapi Moon Shik berbisik padanya kalau Moon Ho cs sendiri yang membuat semua jadi seperti  ini. “Aku harus memeras otak untuk mencari cara untuk menyelamatkan kalian.”

Beuhh.. Moon Shik ini pintar bersilat lidah.


Moon Ho tak dapat berkata apapun mendengar orang-orang itu memberitahukan, saat Moon Shik menjadi walikota Seoul, Moon Ho akan menjadi Presdir Jaeil dan mengajak semuanya bersulang. Moon Shik mengangkat gelasnya dan berbisik kembali, “Senyumlah. Bahkan jika itu hanya demi Jung Hoo.”


Jung Hoo tiba di aparteman Moon Ho yang dijaga oleh teman-teman Dae Young. Dae Young yang menemani Young Shin di dalam berkata kalau tak ada siapapun saat mereka tiba di apartemen.


Jung Hoo akhirnya bisa melihatnya dan ia membentangkan tangannya. Baru setelah Young Shin menghambur dan memeluknya, Jung Hoo sedikit bisa bernafas lega. “Apa kau terluka? Kalau kau sampai kenapa-kenapa, aku bisa..,” Jung Hoo tak berani meneruskan kalimatnya.


Young Shin menjauhkan badannya dan betapa pucat wajah Jung Hoo, ia menyadari  kalau Jung Hoo lebih takut daripadanya. Jung Hoo bertanya lagi, memastikan jika ada yang menyentuh Young Shin, mendorong atau menyeretnya. Young Shin menggeleng.


Kali ini Jung Hoo benar-benar lega. Ia melongok ke belakang, berterimakasih pada Dae Youg dan meberitahu kalau mereka sudah bisa pergi.


Jung Hoo membawa Young Shin ke sofa. Ada hal lain yang harus ia beritahukan. Untuk sementara waktu, sepertinya mereka tak bisa bertemu karena diperas. Jung Hoo pun menceritakan apa yang baru saja terjadi di kantor. 


Young Shin marah dan mengumpat orang-orang itu. Mulanya Young Shin heran karena Jung Hoo bisa diperas untuk melakukan hal seperti itu. Tapi ia segera menyadari karena dirinyalah, membuat Jung Hoo tak berkutik dan mengikuti permintaan mereka. Ia menangis, panik. ”Apa kau sudah gila? Harusnya kau tak membuat pengakuan itu! Pembunuhan.. apa-apaan ini..”


Jung Hoo hanya bisa memeluk untuk meredakan perasaan Young Shin. Tapi Young Shin malah memukulnya, mengatainya gila. Jung Hoo meyakinkan Young Shin kalau ia tak akan bekerja untuk Tetua.


Young Shin mengancam Jung Hoo kalau Jung Hoo tetap melakukannya, Young Shin sendiri yang akan menyeret Jung Hoo keluar. Jung Hoo berjanji tapi karena itu ia tak bisa berada di sisi Young Shin karena ia harus melarikan diri dan menyelesaikan masalah ini. Young Shin tak ingin berpisah. Ia membujuk Jung Hoo untuk melakukannya bersama-sama.

Jung Hoo tak bisa karena jika Young Shin akan ditangkap jika ketahuan menyembunyikan tersangka. Tapi ia berjanji jika ia membutuhkan bantuan, ia akan memberitahu.


Young Shin sudah mau menangis lagi, “Kalau seperti itu, bagaimana aku bisa bertemu denganmu?” Jung Hoo menjawab, “Jangan pergi ke rumah ataupun meneleponku karena aku akan membuang handphone.”  Separuh merengek ,Young Shin kembali bertanya, ”Jadi bagaimana aku bisa bertemu denganmu?”


Jung Hoo menatap wajah Young Shin yang basah oleh air mata. Ia tak bisa menjawab karena tak tahu kapan ia bisa menemui Young Shin lagi. Ia hanya bisa memeluk Young Shin erat.


Sebelum bicara dengan Moon Ho , Moon Shik memastikan kalau Myung Hee telah tertidur lelap. Moon Ho memohon agar kakaknya untuk melepaskan Jung Hoo.  Jung Hoo tak bisa bekerja untuk orang lain. Moon Shik tertawa geli, merasa Moon Ho terlalu berlebihan. Tetua akan menjaga Jung Hoo dengan baik. “Masa depan Jung Hoo sudah tertata. Semua kejahatannya akan tertutupi dengan baik dan jika Jung Hoo memuaskan Tetua, ia akan dapat memiliki semua yang ia impikan.”

“Sepertimu?” tanya Moon Ho sinis.


Moon Shik tak tersinggung, malah menjawab bangga, “Jika ia bisa sepertiku, maka ia sangat beruntung.” Tapi senyumnya hilang saat Moon Ho bertanya, “Dengan mengkhianati teman dan membuat mereka terbunuh? Begitu?” Moon Shik membela diri, mereka semua sudah mendengar pernyataan Joon Seok, dan bukan ia yang membunuh temannya itu.


Tapi Moon Ho tahu kesalahan kakaknya. Moon Shik membiarkan mereka mati sia-sia, bahkan membuatnya berbohong. Ia memukul dadanya, “Aku terus dihantui mimpi tentang itu. Saat aku memberitahu para detektif, Hyung Gil Ahn sering bertengkar dengan Hyung Joon Seok karena uang.”


Moon Shik bangkit berdiri dan berkata kalau ia sudah ingin istirahat. Tapi Moon Ho belum selesai, “Terus bagaimana dengan Ji Ahn? Apa yang telah kau lakukan? Ia masih hidup tapi katamu dia sudah mati..”

Moon Shik terkejut dan buru-buru berbalik untuk meraih penyadap yang terpasang di belakang pigura foto.


Terlambat, ternyata Myung Hee tak tidur di kamar. Ada laptop di sampingnya.


Ahjumma akhirnya menemukan siapa Manajer Ahn itu. Ia mengenali Manajer Ahn di kasus terakhirnya di kepolisian. Keempat orang yang difoto Jung Hoo itu adalah bawahannya. Jung Hoo yang mendengarkan laporan Ahjumma menyimpulkan kalau pembunuh Dong Chul adalah salah satu dari bawahan Manajer Ahn itu.


Untuk melacak keberadaan orang-orang itu, Jung Hoo memasang GPS di mobil Manajer Ahn dan membuntutinya sampai di sebuah kompleks apartemen. Setelah Manajer Ahn meninggalkan mobil, ia menyadap GPS-nya yang langsung diperiksa oleh Ahjumma. Ia juga mengambil chip blackbox mobil itu.


Sekilas meneliti rekam jejak GPS mobil itu, Ahjumma memberitahu kalau sebulan terakhir ini, Manajer Ahn hampir setiap hari selalu pergi ke tempat itu, “Entah dia ada simpanan, atau ini adalah tempat persembunyian cecunguk-cecunguk timnya.”


Jung Hoo pun menendangi setiap mobil hingga semua alarm mobil berbunyi. Semua pemilik mobil keluar dan terlihat oleh Jung Hoo yang mengintai dari atas, mobil mana saja yang dimiliki oleh anak buah Manajer Ahn. Ia pun juga mengambil chip black box mobil para staf itu.


Jung Hoo tak berkomunikasi dengan siapapun kecuali Ahjumma. Tapi Ahjumma masih berkomunikasi dengan Moon Ho. Ia memberitahu kalau Jung Hoo sudah sedang mencari pembunuh Dong Chul (yang memakai pipa) agar ia bisa meloloskan diri dari Tetua. Moon Ho khawatir kalau aksi Jung Hoo ini akan ketahuan. Maka dari itu, Ahjumma berkata kalau mereka harus bertindak secepat mungkin sebelum ketahuan.


Ahjumma juga menyampaikan pesan untuk Jung Hoo yang sudah membuang handphone-nya, yaitu Bos, buatlah Chae Young Shin sibuk bekerja. Yang kulakukan ini tak akan lama.


Moon Ho tersenyum mengerti. Jadi ketika Young Shin menghadap untuk memberikan artikel wawancara yang berkaitan dengan cat timbal palsu, ia memberitahu gadis itu kalau Jung Hoo sedang berusaha keras tapi ia baik-baik saja. Young Shin tersenyum lega mendengarnya.


Young Shin bertanya apakah Moon Ho sudah memutuskan pindah ke Jaeil atau tidak? Ketika Moon Ho malah menanyai pendapatnya, Young Shin mengatakan walau sama-sama menjadi CEO, tapi gaji Moon Ho akan naik dan dapat supir pribadi lagi. Moon Ho menimpali kalau ia pun bisa membawa seluruh staf pindah ke Jaeil dan bahkan bisa mencabut penutupan restoran istri Redaktur Jang.


Young Shin cukup terkesima mendengar hal-hal itu bisa terjadi. Tapi ia bertanya, apakah jika di Jaeil, mereka bisa membuat berita seperti di Someday? Moon Ho menjawab hal itu akan sulit. Maka Young Shin meminta agar yang mereka kerjakan sekarang bisa ditayangkan sebelum Moon Ho pergi. Ia telah berjanji pada Jung Hoo untuk meneruskan apa yang diselidiki oleh kedua ayah mereka. Selain itu, dengan tayangan itu, ia ingin Tetua merasa takut pada mereka. “Walau hanya sedikit, tentunya orang tua gila itu akan merasa sedikit takut pada kita, kan?”


Moon Ho heran, setelah semua kejadian yang membuat Young Shin hampir mati, apa young Shin tak takut pada mereka?


Young Shin mengakui kalau ia takut. Bagi Young Shin, orang-orang itu seperti zombie. “Karena itu kita harus melawannya. Jika kita hanya duduk diam dan tak melawan, mereka akan menggigit mereka dan kita benar-benar menjadi zombie juga,” katanya sambil menjulurkan lidah, tangannya terulur ke depan seperti zombie. Cute zombie, yang malah membuat Moon Ho tertawa terbahak-bahak.


Moon Ho mengumumkan tayangan Someday News berikutnya adalah Bagaimana Tetua Mendapatkan Uang Selama Ini?. Tayangan ini tak begitu menarik karena hanya menampilkan cuplikan berita dan interview. Tapi ia yakin kalau Tetua melihatnya, tayangan itu akan menohok Tetua. Dan kasus yang pertama yang akan mereka kuak adalah kasus cat timbal merah tahun 1992.


Sekretaris Oh melapor kalau Moon Ho sepertinya memutuskan tak meninggalkan Someday. Moon Shik mendecakkan lidah, mencemooh Moon Ho yang tak luwes dan tak punya strategi. Dan ketika mendengar laporan kalau Jung Hoo menghilang,

Moon Shik menduga kalau Jung Hoo melarikan diri. Jika Jung Hoo tak muncul besok, Manajer Ahn diminta untuk menyerahkan rekaman Jung Hoo pada hari berikutnya. Ia menyayangkan hal itu, karena baru kali ini Tetua tertarik pada seseorang.


Tapi Jung Ho tak melarikan diri. Ia sibuk menyamar untuk mengumpulkan sidik jari anak buah Manajer Ahn yang dicurigai sebagai pembunuh Dong Chul. Hal yang cukup mudah, walau Ahjumma sedikit khawatir karena pihak kepolisian tak memiliki data sidik jari yang membekas di pipa. Apa Jung Hoo yakin si pelaku tak memakai sarung tangan?


Jung Hoo yakin, ia kan selalu tak pernah melewatkan hal-hal kecil seperti itu. Ahjumma menyindir kalau Jung Hoo melewatkan wajah si pembunuh. “Aku kan sedang sibuk memperhatikan Dong Chul saat itu,” jawab Jung Hoo membela diri. Jung Hoo tak mau memberitahu dimana ia tidur sekarang, setelah ia tak pernah kembali ke rumah. Ia hanya memberitahu kalau ia menghabiskan malam di tempat yang ramai dan banyak orang.

Hmm.. sauna?


Yang pasti bukan rumah Young Shin, karena Young Shin yang kangen pada Jung Hoo juga tak bisa menghubungi handphone-nya. Ia juga membuka jendela kamarnya, kali ini berharap agar Jung Hoo mau menyelinap masuk ke dalam.


Ternyata setiap malam Jung Hoo berada di warnet game online dan menghabiskan waktunya untuk menatap wajah Young Shin di tayangan-tayangan Someday News sebelumnya. Dengan cara seperti ini, ia bisa mengobati rasa kangennya.


Seperti biasanya, Myung Hee sudah menunggu Moon Shik di meja untuk sarapan pagi. Tapi kali ini sedikit berbeda karena Myung Hee berterima kasih pada Moon Shik yang selalu bersamanya selama 20 tahun terakhir dan menyukainya terus menerus. “Saat aku memutuskan untuk menikahimu, sudah kukatakan kalau aku tak bisa menjadi milikmu apapun yang terjadi, dan katamu hal itu tak masalah. Kau merasa cukup dengan aku berada di sisimu. Terima kasih karena itu.”


Moon Shik sedikit bingung dan cemas mendengar ucapan istrinya yang terus berterima kasih. Ada apa sebenarnya? Garpunya terlepas saat Myung Hee memberitahu kalau sebentar lagi Moon Ho akan datang menjemputnya dan ia sementara akan tinggal bersama Moon Ho. Apa ia telah berbuat salah?


Myung Hee menjawab kalau ada yang ingin ia lakukan dan Moon Shik pun berjanji akan melakukan untuk Myung Hee. Ia menatap suaminya, “Anakku Ji Ahn sepertinya masih hidup dan aku ingin mencarinya.”

Moon Shik langsung menawarkan diri untuk mencari Ji Ahn, sekuat tenaga akan ia cari keberadaan Ji Ahn. Tapi Myung Hee memotong, matanya berkaca-kaca, “Akan aku cari sendiri. Aku tak bisa mempercayaimu. Kenapa kau katakan kalau Ji Ahn sudah mati padahal dia masih hidup?”


“Ia sudah mati,” jawab Moon Shik gugup. “Semua orang mengatakan ia telah mati.”


Myung Hee menatap suaminya terluka. Setelah sekian lama menahan air mata, akhirnya ia tak tahan dan menangis. “Aku akhirnya mengerti. Apa kau tahu kalau selama ini aku telah berusaha keras untuk mencintaimu. Tapi aku tak bisa dan akhirnya aku mengerti kenapa.”


Melihat istrinya terisak, Moon Shik memohon agar Myung Hee mendengarkan penjelasannya. Ia yakin Myung Hee memahami penjelasannya. Tapi belum sempat ia memberikan penjelasan, Moon Ho muncul untuk membawa noona-nya pergi. Moon Shik bergegas menghampiri Myung Hee dan memegang tangannya, memintanya untuk mendengarkan penjelasannya.


Myung Hee menggenggam tangan suaminya. Dan melepaskannya.


Ia memutuskan untuk pergi. Meninggalkan Moon Shik yang terpukul sendiri di rumahnya yang besar.

Komentar:

Hhhh.. rasanya puas sekali melihat Moon Shik yang hancur ditinggalkan Myung Hee. Walau sudah menyangka, tapi kaget juga saat mengetahui kalau Myung Hee tak pernah ‘bersama’ dengan Moon Shik. Saat Myung Hee bicara dengan Young Shin, saya heran mendengar Myung Hee masih menyebut Gil Ahn dengan sebutan suamiku. Ternyata seperti ini..


Apa mungkin sekarang Moon Shik menyesali keputusannya, ya, dengan tak mencari Ji Ahn yang saat itu menghilang? Pasti banyak what if-what if yang melintas di kepalanya sepeninggal Myung Hee.

Apa Moon Shik menyesal? Atau malah ia berpikir untuk tebas tuntas semuanya?

4 comments :

  1. Akhirnya di lanjut juga,,,, tiap hari bolak balik ke blognya mbak Dee
    Gumawo eoni,,,

    ReplyDelete
  2. Pengen punya kacamata yg di pke healer .. bisa mendeskripsikan objek yang di tangkapnya (di jepret).. pengeeeennnn (ekspresi mata kucing) ..

    ReplyDelete