February 11, 2015

Healer Episode 18 - 2

Sinopsis Healer Episode 18 – 2


Di kamar, Young Shin tak mendengar suara Jung Hoo sedikitpun dari bawah. Penasaran, ia pun turun dan terkejut melihat Jung Hoo sudah ditahan oleh Ayah dan Paman di kantor Ayah. Dan ohh.. astaga.. hahaha.. Jung Hoo sekarang jadi Bong Soo yang mewek, matanya memohon pertolongan Young Shin.


Paman menutup tirai ruangan, dan Ayah berdiri di pintu, melarangnya agar tak masuk ruangan. “Kalau kau berani masuk, dia akan tamat riwayatnya.” Haha.. Ayah sadis banget, nih. Ayah menggebrak pintunya, membuat Young Shin ketakutan dan hanya bisa memohon agar memperlakukan Jung Hoo dengan baik.



Ketiganya duduk, mencoba beradab dengan bicara baik-baik. Ayah yang mulai. Ia menekan emosinya karena ingin bertanya beberapa pertanyaan. Jung Hoo mengangguk patuh.


“Hari itu.. saat kau dengan putriku, .. aku..” Ayah menarik nafas dan mengulang, tapi belum bisa melanjutkan. Ayah menarik nafas lagi dan memejamkan mata.“Di depan mataku..Ahh!” Ayah berteriak ganas dan ia melompat berdiri, tak bisa menahan emosi.


Jung Hoo pun melonjak kaget. Paman menenangkan Ayah, memintanya bersabar. Sebelum membunuh, mereka harus mencari informasi lebih dulu. Ha.. 


Paman menyarankan Ayah untuk duduk dan biarkan ia yang menginterogasi Jung Hoo. Ayah menuruti saran Paman dan Paman pun bertanya, “Jadi.. sebenarnya.. seberapa jauh hubungan kalian sekarang?”


Plak! Bwahahaha.. Ayah kesal pada Paman yang nanyanya ngaco. Maka ia pun memberi pertanyaan lain. “Apakah kau menyukai sup itu?” Ahh.. pertanyaan yang aman dan Jung Hoo pun mengiyakan, mengatakan kalau supnya lezat sekali.


Tetot. Jawaban yang salah karena Ayah semakin beringas mendengarnya. “Apa kubilang?! Aku tahu!” Jung Hoo terbelalak melihat wajah Ayah yang berubah bengis. “Teman yang Young Shin rawat semalaman itu adalah bajingan ini!”


Ayah mengangkat meja dan Jung Hoo segera melompat mencari perlindungan. Untung Ayah sempat ditahan sebentar oleh Paman. Hahahaha.. haduhh.. Jung Hoo.. ayo lari, jangan sampai tertangkap Ayah. “Siapa yang menyuruhmu untuk makan sup itu?!” Ayah mengejar Jung Hoo yang melompat ke sofa dan mengitari ruangan. “Apa kau pikir aku tak bisa berkelahi hanya karena aku adalah pengacara?! Ke sini kau!!”


Jung Hoo minta maaf, tapi Ayah tak mau. “Seharusnya kau tak melakukan itu sebelum menikah.”

“Saya melakukan apa?” tanya Jung Hoo separuh membela diri.

“Kau tahu apa itu!” bentak Ayah.


Young Shin duduk di luar penuh kekhawatiran dan di hadapannya ada segelas es krim. Nyamm.. makan es krim memang paling bisa meredakan stress. Ia mengernyit mendengar suara bantingan, juga Jung Hoo yang memohon minta maaf dan mengatakan kalau tak terjadi apapun di antara mereka. 

Tapi sepertinya Ayah tak percaya karena terdengar suara prannggg lagi, membuat Young Shin tambah khawatir dan menyuapkan es krimnya lagi.


Uhh.. creepy.. Sekretaris Oh menyelinap masuk ke apartemen Moon Ho. Ngapain dia di sana? Tak mungkin kan dia datang hanya untuk memperbaiki posisi hiasan di meja Moon Ho saja?


Setelah tayangan tentang Tetua, banyak informasi tentang Tetua masuk ke website Someday News. Maka Moon Ho pun memutuskan untuk membuka hotline 24 jam penuh, untuk mendapatkan informasi tentang Tetua, kasus 1992 dan cat timbal palsu. Mereka akan mewawancarai para informan juga.

Redaktur Jang berkata kalau mereka kekurangan staf, apalagi sebentar lagi ada interview eksklusif Kim Moon Shik. Moon Ho pun menoleh ke arah pintu masuk, dan muncullah Bong Soo yang menyapa mereka.


Wahh.. Bong Soo-ya.. semua  heboh dan menyambut Bong Soo yang lama menghilang. Bahkan Redaktur Jang mengusulkan makan-makan untuk menyambut kedatagan Bong Soo.


Young Shin yang menyaksikan sambutan meriah itu, memberitahukan keinginan Jung Hoo yang ingin hidup seperti orang lain. Moon Ho mengatakan hal itu tak mudah bagi Jung Hoo. Young Shin setuju, karena sepanjang pengamatannya, Jung Hoo tak tahu bagaimana hidup normal itu.

“Lagipula apa bagusnya hidup seperti itu? Tapi kurasa itulah yang ia mau. Ia menjadi Park Bong Soo lagi.” Ia berjinjit dan separuh berbisik, “Ia bahkan berhenti menjadi Healer. Tapi kurasa ia dipecat.”


Jung Hoo melihat Young Shin cekikikan saat bersama Moon Ho, dan terlihat bersinar saat bicara pada Moon Ho. Dia tak suka. Padahal saat itu Moon Ho sedang membicarakan Myung Hee yang ingin bertemu Young Shin lagi dan meminta Moon Ho untuk mencari alasan agar bisa bertemu Young Shin lagi.


Seperti sebelumnya, Jung Hoo berdiri di antara mereka. Tapi bedanya, sekarang dia terang-terangan menarik Young Shin pergi dari hadapan Moon Ho. Haha.. cemburu buta, ih.


Young Shin dan Jung Hoo pergi mewawancarai seseorang yang bekerja di pembangunan jembatan Seo Do di tahun 1992. Saat itu para pekerja disuruh untuk mengganti cat dan kemudian jembatan itu runtuh sebelum dibuka untuk umum. Perusahaan kontraktor itu bangkrut dan kemudian diambil alih.

Interview selesai. Jung Hoo beberes sambil menguap lebar. Jelas dia masih belum terbiasa bangun pagi. Ia mengerang saat mendengar mereka harus pergi ke Yong Dang Po yang jauhnya pake banget. Tapi Young Shin sudah menariknya pergi.


Young Shin bercerita : Aku mengenal seorang pria yang seperti datang dari dunia lain. Hidup dengan cara yang berbeda dengan orang lain. Sekarang pria itu memaksa hidup dengan cara yang sama seperti orang lain. 

Lucu juga melihatnya mencoba hidup dengan cara seperti itu, walau juga rasanya kasihan. Melihatnya sekarang seperti melihat kucing hutan atau binatang buas. Jika mereka tak berburu, mereka tidur sepanjang hari. Rasanya buang-buang duit saja untuk menggajinya.


Ha. Persis seperti yang diucapkan Young Shin. Di kantor, Jung Hoo terus-terusan tidur. Bahkan saat ada telepon masuk, telepon diangkat dan Jung Hoo masih dengan nada kantuk menyapa, “Halo, Anda salah sambung.” Ceklek. Ditutup lagi. Hihihi.. Reporter Yeo membangunkan Jung Hoo, memberitahu kalau mereka sudah gajian.


Jung Hoo pun menghubungi Ahjumma, ingin tahu berapa gaji yang ia terima. Matanya mendelik mendengar 900 ribu won saja. Padahal ia kan sudah bekerja sebulan?! Ahjumma berkata kalau Jung Hoo banyak libur dan ambil cuti. Jung Hoo bingung, apa ia harus kerja paruh waktu, ya? Ia minta Ahjumma untuk memberinya pekerjaan yang kecil-kecil.

Tapi Ahjumma malah menyuruhnya untuk mengembalikan Bluetooth yang ada di telinganya itu. Itu property kantor, dan Jung Hoo sudah minta berhenti. Jung Hoo mencoba membujuk Ahjumma, tapi Ahjumma malah berteriak memekakkan telinga. Sontak Jung Hoo melepaskan Bluetooth itu.


Padahal sebenarnya Ahjumma meneriaki Dae Young yang sedang disuruh melakukan pekerjaan kecil, tapi tak bisa, malah sosok Dae Young bisa terekam di setiap blackbox yang menempel di mobil. Dae Young mengeluh karena hampir setiap jalan, pasti ada mobil. Ahjumma berteriak, “Karena itu hyung-mu melompati atap-atap rumah!”


Young Shin menemui Myung Hee dan bercerita tentang Jung Hoo yang ingin hidup seperti orang kebanyakan, yang walaupun lebih tua darinya tapi kelakuan seperti anak umur 13 tahun. Jadi Young Shin merasa ia harus melindunginya.


Myung Hee dapat menebak kalau pria itu adalah orang yang disukai Young Shin. Tanpa sadar, Myung Hee memperlakukan Young Shin tak seperti reporter. Ia membersihkan remah kue dari bibir Young Shin, menambahkan bedak karena katanya Young Shin akan melakukan wawancara.


Young Shin mengajak Myung Hee untuk menonton siaran langsung Kim Moon Shik. Nampak kalau sebenarnya Myung Hee enggan melakukannya.


Jung Soo memberitahukan kabar yang baru saja ia terima dari ABS kalau Kim Moon Shik ingin merubah konsep wawancaranya. Karena siaran mereka akan menyerang wawancara itu, maka yang bisa mereka lakukan adalah menunggu apa yang akan dibicarakan oleh Kim Moon Shik.


Jung Hoo akhirnya bangun dari tidurnya, dan melihat rekan-rekannya semua menonton tayangan ABS. Min Jae bertanya tentang hubungan kakak beradik yang tak harmonis yang membuat masyarakat bertanya-tanya, jika Moon Shik tak bisa mengurus masalah keluarganya, apakah Moon Shik akan mampu mengurus hidup warga Seoul?


Moon Shik menjelaskan kalau yang dilakukan Moon Ho sekarang sebenarnya adalah yang dulu pernah ia lakukan. Ia mengeluarkan fotonya berlima dan mengaku kalau ia dulu adalah anggota stasiun radio bajakan. 


Ia bahkan menunjuk foto Myung Hee yang ia kenalkan sebagai istrinya dan menyebut dirinya sebagai reporter yang mengutamakan kebebasan bersuara. Karena itulah maka ia membiarkan Moon Ho menyiarkan berita yang menyesatkan.”Ini adalah hal yang dulu saya perjuangkan dan inilah yang dilindungi oleh kebebasan media.”


Ugh.. benar-benar mengesalkan melihat Moon Shik mengambil semua kredit untuk dirinya sendiri padahal dulu ia hanya menyetir mobil.


Melihat mood Moon Ho, hati-hati Redaktur Jang bertanya tentang rencana siaran Someday News. Tanpa melepaskan pandangan dari layar TV, Moon Ho membatalkan rencana siar mereka. Para karyawan meninggalkan Moon Ho sendiri. Jung Hoo masuk ke dalam.


Myung Hee yang menonton liputan itu juga nampak marah mendengar Moon Shik mengatakan kalau kebebasan berekspresi yang dulu mereka perjuangkan sekarang seperti kebablasan. Young Shin melihat wajah ibunya berubah keruh, maka ia menggenggam tangan Myung Hee, menenangkannya.


Moon Ho terbealak melihat Moon Shik mengambil koper dan membuka isinya. Ohh.. ini rupanya yang diambil oleh Sekretaris Oh. Jung Hoo bertanya, bukankah itu kaset-kaset milik Moon Ho? Moon Ho tak percaya mendengar kakaknya mengaku kalau kaset itu adalah barang-barangnya yang berharga yang terus ia simpan selama 20 tahun.


Moon Ho maju, ingin memukul kakaknya yang ada di dalam TV. Tapi Jung Hoo bergerak cepat, sigap menahannya, menenangkannya. Di TV, Moon Shik mengeluarkan majalah mereka dulu, Healer, dan menjelaskan artinya: Media yang mendiagnosa penyakit masyarakat dan menyembuhkannya.


Myung Hee sudah menangis, marah melihat suaminya berkata, “Dengan hati yang sama, saya melindungi media. Sekarang, saya ingin melindungi setiap warga negara Seoul. Saya akan mendedikasikan hidup saya untuk melindungi kebebasan, demokrasi dan ketertiban umum.”


Young Shin menutup laptop dan bertanya apakah Myung Hee baik-baik saja. Tapi Myung Hee malah berkali-kali minta maaf padanya. Young Shin bingung melihat ibunya terus menangis. Ia hanya bisa memeluknya erat.


Jung Hoo pun juga bingung melihat sikap Moon Ho yang terus diam dan tampak sedih. Apakah kaset-kaset yang dicuri itu perlu ia curi balik? Tapi Moon Ho menjawab bukankah Jung Hoo sudah tak melakukan hal itu lagi dan ingin hidup seperti orang lain. Ia ingin melihat Jung Hoo bisa melakukannya.


Separuh bercanda Jung Hoo berkata kalau melihat Moon Ho sekarang, membuatnya khawatir kalau sebentar lagi Moon Ho akan menangis. Moon Ho mengaku kalau ia memang ingin menangis. Jung Hoo bertanya ragu, “Karena kaset itu dicuri?”


Moon Ho tersenyum samar, tak menjawab malah menyuruh Jung Hoo datang ke apartemennya dengan membawa bir. “Banyak yang ingin kuceritakan padamu.” Jung Hoo minta ijin untuk membawa Young Shin dan Moon Ho mengangguk.


Malam itu, Manajer Ahn masuk ke kantor Double S dan tanpa basa basi, menetapkan ruangan Sang Soo sebagai ruangannya. Sang Soo marah-marah, tapi Manajer Ahn tak peduli.


Kedatangan Manajer Ahn rupanya tak luput dari pengamatan Ahjumma. Walau semua kamera CCTV di sekitar kantor SS dimatikan, tapi ia menyuruh Dae Young untuk memotret dan dikirimkan padanya. Melihat wajah Manajer Ahn membuat Ahjumma terusik. Ia seperti mengenal wajah itu, tapi dimana, ya?

Jung Hoo sudah pensiun tapi kenapa Ahjumma masih mengurusi hal ini? Ternyata Ahjumma menarik uang dari dana pensiun Jung Hoo untuk menyelidiki orang-orang yang mungkin adalah pembunuh Park Dong Chul.


Sudah larut malam, tapi karyawan Someday masih ada di kursi masing-masing. Lembur walau sebagian tertidur. Redaktur Jang dan Moon Ho membicarakan tentang informasi yang mereka terima 90 persen tak dapat dipercaya. Tapi Moon Ho puas karena memiliki banyak informasi dan mereka berhasil mengeluarkan artikel tentang jembatan Seo Do.

Melihat Moon Ho menekan pelipisnya, Redaktur Jang menyadari kalau bosnya itu sudah kelelahan dan memintanya beristirahat. Tapi sepertinya semua ini disiapkan segera karena Moon Ho berkata sebentar lagi (serangan) akan dimulai. Ia tak tahu bagaimana dan kapan datangnya.


Moon Ho keluar ruangan dan memotret satu demi satu karyawannya yang terkantuk-kantuk di kursinya. Sisa dua orang lagi, dan ia mencari mereka di pantry. 


Ternyata benar, Young Shin tidur di pangkuan Jung  Hoo yang sedang membaca. Jung Hoo ternyata masih belum bisa mengenyahkan pola hidupnya yang aktif di malam hari.


Moon Ho mengomentari keduanya yang berani terang-terangan berduaan terus. Jung hoo berkilah kalau Young Shin tak dapat tidur jika ada orang lain. Moon Ho bertanya, “Kamu?” Jung Hoo menjawab, “Aku bukan orang lain.” Ha. Young Shin mengeratkan pelukannya di tangan Jung Ho. Moon Ho kembali tersenyum dan memotret mereka berdua. Sebenarnya Jung Hoo enggan difoto.


Menyadari Moon Ho yang sekarang berperang melawan Tetua, Jung Hoo bertanya apakah perang itu akan membahayakan Young Shin? Moon Ho bertanya apakah Jung Hoo ingin membawa Young Shin pergi karena lebih mudah untuk hidup seperti orang lain jika mereka menjauh dari sini.

Jung Hoo akhirnya mengaku kalau ia tak dapat memutuskan. Ia selalu maju mundur, dan sepertinya keraguan itu karena Moon Ho. Rasanya tak pantas bagi mereka berdua untuk meninggalkan Moon Ho sendiri.  


Aww.. Moon Ho tersenyum dan meletakkan tangan di dada, “Aku terharu.”

“Tapi.. aku tak dapat hidup tanpa dirinya . Jadi jika ini demi dia..,” Jung Hoo melanjutkan, “Aku dapat meninggalkanmu.”


Moon Ho tersenyum dan berkata tak apa-apa. Tapi malah Jung Hoo yang terlihat tak yakin.


Keesokannya, Jung Hoo kembali pada kebiasaannya. Sementara yang lain bangun, dia sendiri tidur. Ada telepon masuk dan Jung Hoo mengangkatnya, untuk mengatakan salah sambung. Untung ada Young Shin di sebelahnya yang menerima telepon itu dan percakapan itu akan direkam.


Segalanya berlangsung dengan cepat. Sesuai perkiraan Moon Ho, serangan mulai muncul. Satu per satu surat panggilan datang ke meja Moon Ho. Surat dari Komisi Penyiaran, Kejaksaan, dan masih banyak lagi.


Puncaknya adalah ketika ada sekelompok orang Pajak muncul untuk menyita seluruh dokumen Someday News untuk menyelidiki sumber pembiayaan akuisisi Someday News yang dilakukan Moon Ho. Tak bisa melakukan apapun, Moon Ho mempersilakan orang-orang itu.


Sepertinya serangan tak hanya menyerang Someday News, tapi juga kehidupan pribadi karyawannya. Redaktur Jang pusing karena resto ayam istrinya tiba-tiba dilaporkan kalau airnya tercemar dan harus tutup. Dendanya sendiri sebanyak 10 juta won. Redaktur Jang bertanya pada Jung Hoo, “Hal ini tak ada hubungannya dengan masalah kita di Someday, kan?”


Moon Ho kembali ke apartemen. Belum juga ia benar-benar keluar dari mobil, mendadak ada orang yang membius dan membawanya masuk ke dalam mobil lagi.


Jung Hoo dan Young Shin ingin menemui Moon Ho dengan membawa bir. Di parkiran, mereka berpapasan dengan mobil yang lampunya menyilaukan mata mereka. Sekelebat Jung Hoo melihat mobil Moon Ho. Merasa aneh, tapi Jung Hoo tak berhenti.


Hanya ketika ia melihat sebuah tas, ia menghentikan mobilnya mendadak. Ada tas dan kamera di dalamnya. Kamera yang berisi foto-foto pegawai Someday News yang tertidur. Ia langsung menyadari kalau Moon Ho diculik.


Jung Hoo memakai kembali bluetoothnya dan menghubungi Ahjumma, memintanya untuk melacak handphone Moon Ho. “Lupakan tentang pemecatan atau aku berhenti!” Jung Hoo menoleh pada Young Shin dan berkata, “Kurasa dia diculik.”


Young Shin menyadari kalau ia akan membebani Jung Hoo yang mungkin akan berkelahi, maka ia memutuskan untuk tinggal di apartemen Moon Ho dan menunggu kedatangan mereka. Jung Hoo keluar untuk mengantarkan Young Shin, tapi tak ada waktu lagi. Young Shin meminta Jung Hoo untuk segera pergi menyelamatkan Moon Ho.


Rupanya para penculik itu tahu kalau Jung Hoo melacak handphone Moon Ho. Mereka mengambil handphone itu dan menyerahkan pada seseorang yang mengendarai sepeda motor sehingga sekarang Jung Hoo mengikuti jejak handphone dan bukannya Moon Ho.


Young Shin menunggu lift untuk masuk. Saat itu suasana sepi. Hanya ada satu orang yang masuk menjajari Young Shin, juga menunggu lift. 


Young Shin merasa tak enak dan menoleh pada orang itu. Dan ia terkesiap.


Ia menatap horror pada Sekretaris Oh yang tersenyum ke arahnya.

Komentar:

Uhh.. si sekretaris ini sumpah creepy banget. Dan gerakan menutup mulutnya itu jadi ciri khasnya, ya?

Serangan lawan benar-benar cepat. Pantas saja setelah siaran Kim Moon Shik, Moon Ho menyuruh anak buahnya untuk lembur. Moon Ho yang sudah berpengalaman menghadapi Tetua, tahu waktu mereka sangat singkat. Mereka harus menyelesaikan semua artikel sebelum pagi datang dan seluruh karyawan harus nginep di kantor.

Dugaan Moon Ho benar. Keesokan harinya, semua property disita oleh orang Pajak yang pasti atas suruhan para petani itu. Untung Moon Ho sudah mempersiapkan semuanya sehingga tak ada usaha 
Someday News yang sia-sia. Semua sudah diupload.


Yang mengkhawatirkan adalah jika para petani itu mulai menyerang kehidupan pribadi para karyawan. Moon Ho tak bisa mengendalikan hal itu. Kasihan Redaktur Jang.


Moon Shik benar-benar culas. Kali ini ia benar-benar melampaui batas.

Ia memproklamirkan dirinya sebagai reporter yang menyuarakan kebebasan bicara, yang sekarang dilanjutkan oleh Moon Ho yang menurutnya kebablasan. Ia bahkan mengaku sudah menyimpan kaset-kaset itu selama 20 tahun. Puh.. lease..

Begitu melihat tayangan ini, simpati publik pasti mengarah padanya. Dan Moon Ho pasti tak mau menyerang kegiatan ilegal yang pernah kakaknya lakukan. Semakin diserang, publik akan semakin memihak Moon Shik. Ucapan Moon Ho tak ada yang salah. Tak ada yang bisa diserang dari wawancara itu. 

Yang salah adalah Moon Shik seolah-olah mengambil seluruh kredit atas usaha teman-temannya. Seolah-olah ia yang memimpin kegiatan itu. Tak ada orang yang bisa protes. Lagipula, semua temannya sudah mati,kan?



Saya merasa Myung Hee menangis dan minta maaf pada Young Shin, karena ia merasa terkhianati. Ia mungkin juga tahu apa yang akan terjadi berikutnya pada Someday News.

Moon Ho juga menangis dalam hati, karena tahu sebentar lagi usahanya mungkin akan tercerai berai. Serangan ini sangat besar, namun serangan berikutnya mungkin terlalu besar untuk dihadapinya sendiri. 

16 comments :

  1. INSTING AYAH DAEBAK! JINJJA DAEBAK haha saya suka ayah dan paman ^^ entah bagaimana nasib jung hoo kalo ga ada paman :p
    Btw akhirnya moon shik keliatan belangnya ya?dia memang obsesi aja sama myung hee sampe berani ngambil kredit atas ke-heroikan rekannya
    Myung hee aja ga suka sama tindakan moon shik,gimana itu bisa dibilang cinta?
    Btw Di apartemen moon ho ada cctv buat tetuakah?ngeri ah jadinya sama sek oh...
    Jadi moon ho-ya be alright please,
    (biar koleksi fotonya young shin-jung hoo couple bisa tambah banyak :p kan ahjumma ga mau motoin *peace)
    So sweet banget deh swnim,
    THANK YOU ><

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak dee,mbak dee,mbak dee cepet banget publishnya...
      Makasih^^

      Delete
  2. Semua teman moon shik mmg sdh mati, kecuali myung hee, dan rasanya pengen banget liat gimana entar myung hee buka suara, tingggalin tuh is obsesif moon shik.
    Pokoknya ji chang wook bisa banget deh ...akting merajuk minta tolong ke young shin waktu di grebek duo ayahplus paman cute abisssssss....sedih ya bak dee sdh gak ada healer. Minggu depan...meski tinggal 2 episod lagi bak dee nulis sinopnya.....T_____T , ttp semangat sampe abiss yah bak dee, keep healty, and thankyu very2 kamsa...

    ReplyDelete
  3. lucu banget liat ayah dan paman menginterogasi jung hoo wkwkwkwk
    menurut mbak dee n healer fans jawaban jung hoo itu jujur gak sih kl dia tdk melakukan apa2 malam itu? �� ayah bisa kena stroke kalo tau yg sebenarnya wkwkkwk

    thx ya mbak dee atas sinopnya, keep fighting ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tentu saja yang Jung ho katakan..........bo-Hong..(^o^), mana mau ngaku dia....ha ha ha, beneran bakalan kena timpuk meja tuh sama ayah kalo dia ngaku yg sebenarnya wkwkwk....

      Delete
    2. jung ho beneran ahli nyamar deh buktinya bohong aja bisa sambil pasang wajah polos dan gak berdosa dan seaka2n ditindas pula wkwkwkwkw

      Delete
    3. kl menurtku apa yg dikatakn PBS itu t'sepenuhnya bohong krn dia memng t'melakukn apa" yg melakukn apa" itu SJH hahaha beruntung'y YS g hanya mendpt cinta'y Healer tp PBS juga SJH sdh di jelaskn m'fanny healer tidak menderita DID..^^ meski sedih krn sdh wassalam tp kita msh bisa menantikn 2ep terakhir dr mbak dee.

      Delete
    4. Hahaha emg SJH sdh melakukan 'itu' n ayah tau itu dr jawaban "Bgmn Rasa soup buatan CYS?" mknya PBS mau ditimpuk pake meja wkwkwk
      Mbak dee ayo semangat 2 ep lg......
      Gak seru gak ada sinop mbak dee :(

      Delete
  4. Pertama kali komen disini gara gara ngikutin healer.wah mbak dee semangat terus ya nulis sinop nya aku menunggumu hehe

    ReplyDelete
  5. makin penasaraaaan... endingnya gmn yaa???? lum nonton sih.hehe
    mba dee moga ttp sehat biar semangat nulisnya

    ReplyDelete
  6. Walaupun sudah nonton sampai final tetep aja masih nunggu sinopsis dari mba Dee...paling menarik tulisannya bikin dramanya jadi lebih ngena.
    Suka banget sama couple ini..so Sweet..berharap jadi couple beneran 😊😊😊

    ReplyDelete
  7. mba dee..kelanjutannya dong plissss.....makasih ya mbak,, sehat selalu ya.....

    ReplyDelete
  8. Salam kenal y mbk. Mbk tlg donk d lanjutin ya.. Meskipun ini komenku yg pertama tp aku sudah sering k blog mbk loh..... Tlg d lanjutin y mbk :), dan semoga mbk sehat selalu.

    ReplyDelete
  9. Salam kemal Mbak. Mbak sinopsis healer yang episode 19 dan 20 kok belum ditulis ... padahal filmnya sudah ada dan sudah tamat .... Terima Kasih Mbak ... :-)

    ReplyDelete
  10. Mbak..kok episode 19 dan 20 nya lamaaaa...makasih ya mba..

    ReplyDelete
  11. mau ku t***k muka si sek Oh itu , , , mf mb de :D :D

    ReplyDelete