February 10, 2015

Healer Episode 17 - 1


Sinopsis kali ini dibagi dua ya.. biar kerasa beda sama spoiler yang sebenernya juga sinopsis episode 17. 

Sinopsis Healer Episode 17 - 1


Jung Hoo mencoba mencuci noda darah yang mengotori tangan dan wajahnya. Noda itu bisa dihapus tapi ingatan akan ekspresi Young Shin tak dapat ia hilangkan. Melihat Young Shin shock .. apakah Young Shin mengira ..?



Pada polisi, Moon Ho mengaku kalau mereka kebetulan sedang melewati jalan itu saat melihat mobil polisi dan ingin tahu apa yang sedang terjadi. Pada Young Shin pucat pasi, polisi bertanya apa gadis itu melihat sesuatu karena Young Shin pergi ke TKP lebih dulu. Moon Ho yang menjawab kalau Young Shin hanya shock karena ini pertama kalinya Young Shin melihat aksi kejahatan dan biasanya Young Shin meliput berita hiburan.


Young Shin terus terbayang wajah Jung Hoo yang panik dan darah. Moon Ho yang melihatnya semakin pucat, mengajaknya untuk masuk mobil. Moon Ho menjelaskan kalau korban tewas di tempat. Seakan ingin menumpas keraguan dalam hatinya, Young Shin berkata, “Pasti ada orang lain di sana. Ada orang lain di sana, tapi aku tak melihat mereka.”


Moon Ho menoleh dan bertanya apa yang sebenarnya Young Shin pikirkan. Young Shin menggelengkan kepala, tak mau mengungkapkan apapun. Ia duduk di dalam mobil, namun rasa mual memenuhi perutnya. Buru-buru Young Shin keluar dan muntah.


Jung Hoo pulang ke rumah, tapi pikirannya terus kembali pada Young Shin, apalagi ia melihat kipas angin yang Young Shin taruh di ruang tengah malam itu. Ahjumma memberitahu kalau Park Dong Chul meninggal di tempat. Hal ini membuat mood Jung Hoo semakin buruk. Tapi tentang rekaman itu, Jung Hoo yakin kalau rekaman itu ada. Dong Chul mengatakan sesuatu yang aneh saat sedang sekarang. 3..9..1.. dan Dong Chul mengulang kombinasi angka itu sampai dua kali.

Ahjumma bingung mendengar angka-angka itu. Hanya itu saja? Jung Hoo tak menjawab, pikirannya malah melayang ke Young Shin yang datang dan melihatnya. Frustasi pada apa yang mungkin dipikirkan Young Shin, Jung Hoo melempar kaleng bir ke tembok.


Di cafĂ©, Bong Soo dan Young Shin masih menjadi topik perbincangan Ayah dan Paman. Paman menawarkan untuk mengerahkan anak buahnya untuk menangkap Bong Sook untuk ‘bicara’ sementara Ayah bisa bicara dengan Young Shin. Ayah menolak. Ia masih menunggu Young Shin yang berjanji akan bicara padanya nanti. Paman sudah tak sabar, “Nanti itu kapan? Setelah beruang kutub punah?”

Ayah mulai menguliahi Paman yang belum punya anak. Tapi Paman mengisyaratkan bos-nya itu untuk diam. Young Shin datang!


Mereka terkejut saat Young Shin muncul dengan Moon Ho, orang yang poster besarnya terpampang di tembok kamar Young Shin. Apalagi saat Young Shin memperkenalkan Moon Ho, Moon Ho menatap mereka penuh haru dan membungkuk dalam-dalam ke ayah Young Shin.

Moon Ho menoleh pada Young Shin dan bertanya, “Apa kau belum memberitahukan pada mereka?” Young Shin menggeleng dan Moon Ho meminta Young Shin untuk melakukannya sekarang, “Jadi aku dapat memberi penghormatan yang layak.”


Uh.. Ayah Young Shin mengangkat alis mendengar percakapan mereka. Penghormatan yang layak itu maksudnya apa? Paman eks napi juga hanya bisa membuka tutup mulutnya seperti ikan, mencerna info baru ini. Mereka mulai berpikir macam-macam. Ayah mulai menganalisa semua kejadian. Ada Bong Sook, dan sekarang ada Moon Ho yang ingin memberi penghormatan padanya..


“Aku menemukan ibu kandungku,” potong Young Shin. Dan kembali mereka terhenyak kaget. Young Shin melanjutkan, “Ia masih hidup dan sangat sakit. Karena itu aku tak dapat memberitahukan tentang aku adalah putrinya.”


Moon Ho menambahkan kalau ia dekat dengan orang tua Young Shin sejak ia kecil dan bahkan melihat saat gadis itu lahir. Ayah diam mendengar semua ini.


Young Shin berkata kalau ayah kandungnya sudah meninggal dan nama sebenarnya adalah Oh Ji Ahn. “Aku tahu ini belum terlalu lama. Aku tahu kalau aku harus memberitahukan Ayah..” Young Shin tercekat, “Aku.. tak tahu harus mulai cerita dari mana,” Mata Young Shin berkaca-kaca, “Maafkan aku, Ayah, karena tak memberitahukan kepada Ayah.”


Ayah pun berkaca-kaca. Tak ada kata yang terucap, tapi Ayah membuka tangannya, membuat Young Shi menghambur ke pelukannya, menangis tersedu-sedu.


Ahjumma dan Jung Hoo mencoba memecahkan sandi angka 391 itu. Angka yang terlalu umum sehingga menyulitkan Ahjumma untuk melacak arti angka itu. Ahjumma memperhatikan kalau Jung Hoo banyak diam, dan Ahjumma menduga kalau Jung Hoo sedang memikirkan Young Shin. Apa mungkin Jung Hoo takut Young Shin salah paham padanya? “Kalau memang begitu, yang harus kau lakukan adalah memberitahunya apa yang sebenarnya terjadi. Teleponlah dia.”


Whoaa.. Awesome ahjumma. Mendapat support seperti itu, Jung Hoo pun menelepon Young Shin. Tapi karena Young Shin gugup dan harus melatih sapaannya lebih dulu, saat Young Shin menerima telepon, Jung Hoo sudah keburu mematikannya. Dan mereka pun tak jadi bicara.

Young Shin merubah nama Jung Hoo di daftar nama handphonenya, dari Seo Jung Hoo menjadi orang itu. Young Shin tak ingin Jung Hoo mendapat masalah karena menulis nama asli di handphone dan bertanya-tanya apa lagi yang harus ia sembunyikan untuk Jung Hoo.


Young Shin menunggu Jung Hoo menelepon kembali, ingin tahu apakah Jung Hoo baik-baik saja. Sedangkan Jung Hoo juga menunggu balasan telepon dari Young Shin. Dalam hati, ia ingin Young Shin menanyainya semua yang ingin diketahui oleh Young Shin, jadi ia bisa cerita.


Sekretaris Oh keluar dari kepolisian, mengangguk sopan pada Detektif Yoon dan berjalan menuju mobil yang telah menunggunya. Detektif Yoon kesal dan frustasi, apalagi Sekretaris Oh menoleh lagi padanya dan menaruh tangan di mulutnya yang tersenyum, seakan kaget ohh.. kok aku bisa keluar, ya.. Haha..


Detektif Yoon memberitahu Moon Ho tentang bebasnya Sekretaris Oh, bahkan ia pun tak berhasil menerbitkan larangan terbang ke luar negeri, karena ada jaminan dari petinggi-petinggi kepolisian. Alasan resminya adalah karena kurangnya bukti, apalagi Park Ki Jung menggunakan haknya untuk diam.

Oleh karena itu, Detektif Yoon minta tolong Moon Ho untuk memperkenalkan orang yang telah menangkap Park Ki Jung dan mengumpulkan barang bukti di TKP. Moon Ho mengaku tak tahu apa yang sedang dibicaraka oleh Detektif Yoon, walau sebelumnya ia berkomentar, “Apa Anda tak malu meminta hal itu?”

Tentu saja Detektif Yoon tak percaya dengan pengakuan Moon Ho. Apalagi ketika kemarin Moon Ho menjadi saksi kematian Park Dong Chul. Banyak saksi yang mengatakan kalau Dong Chul dicari oleh pemuda usia 20-an, memakai kacamata dan pintar beladiri. “Apa Anda tak memiliki dugaan?”


Jung Hoo mengunjungi kamar Dong Chul yang sudah diobrak-abrik yang berarti ada pihak lain yang juga mencari rekaman itu. Tapi Jung Hoo bertaruh 500 won kalau Dong Chul tak menyimpan di kamar itu. Ahjumma bertaruh 5000 won kalau Dong Chul sebenarnya berbohong dan tak ada kaset rekaman. Jung Hoo malah bertaruh 1 juta won kalau kaset itu ada. Dua puluh tahun itu waktu yang sangat lama, dan tak mungkin Dong Chul menyimpan kaset itu di kamar ini.


Jung Hoo mengeluarkan sebotol soju dan bertanya apakah Soju sudah cukup. Ahjumma langsung menduga kalau kedatangan Jung Hoo ke tempat Dong Chul, sebenarnya bukanlah untuk mencari kaset. Jung Hoo mengakui, “Karena aku, pria itu menjadi seperti ini.”


Ahjumma pun mengajarkan. Ia menyuruh Jung Hoo untuk membuka tutup botol, menuangkan sedikit ke tempat itu, minum sedikit isi botol (dan Jung Hoo mengernyit merasakan pahitnya) dan bicara pada almarhum (Jung Hoo melakukannya dalam hati). Ritual itu selesai.

Ahjumma menyuruh Jung Hoo untuk seharusnya menanyakan arti 391 bicara pada almarhum. Semua jalan sekarang buntu karena Dong Chul tewas. Jung Hoo menjawab, “Kalau semua jalan buntu,” Ahjumma bisa menebak niat Jung Hoo dan melarangnya. Tapi Jung Hoo meneruskan, “Aku akan memanjatnya, entah itu dinding atau pagar. Begitulah caranya aku akan menemukannya.”


Ahjumma berteriak-teriak melarangnya, tapi Jung Hoo sudah menetapkan keputusannya. Keluar dari gedung Dong Chul, ia mengetahui kalau ia dikuntit. Pada Ahjumma, ia melaporkan kalau ada 2 orang dan 1 mobil yang menguntitnya. Ia meminta saran Ahjumma, apa ia harus memaksa mereka memberitahu siapa yang menyuruh mereka atau membiarkan mereka terus menguntitnya.

Ahjumma tak menjawab malah memberitahu sesuatu dan meminta Jung Hoo untuk tarik nafas dalam-dalam. Ha.. permintaan itu malah membuat Jung Hoo menjadi waspada. Ahjumma memberitahu kalau Sekretaris Oh baru saja dibebaskan karena kurang bukti. Dan Young Shin sekarang sedang menuju rumah Kim Moon Shik.


Jung Hoo langsung berlari, membuat Ahjumma menyuruhnya berhenti karena ia belum selesai bicara. Ahjumma melihat kamera CCTV di rumah Moon Shik, “Dan di rumah itu sekarang ada Sekretaris Oh.”

Aish… Ahjumma ini. Jung Hoo langsung mencegat taksi, tak peduli pada orang-orang yang mengikutinya.


Young Shin pergi menemui Myung Hee dengan seikat bunga. Matanya berkaca-kaca melihat ibunya  untuk pertama kalinya, menyapanya dengan senyum hangat.  Ia mencoba untuk tak menangis, tapi air matanya tumpah saat Myung Hee mengulurkan tangan, memujinya, “Aku ini fans-mu. Entah kenapa, rasanya kau sangat familiar sekali.”


Young Shin mengusap air matanya dan minta maaf, ia sedang mengalami masa sulit akhir-akhir ini sehingga gampang menangis. Myung Hee tersenyum mengerti dan mengatakan kalau ia pun juga seperti itu.


Dari kejauhan, Sekretaris Oh melihat percakapan keduanya. Ia masuk ke dalam ruangan Moon Shik dan menelepon Tetua, melaporkan semuanya.


Myung Hee mengajak Young Shin ke kamar untuk wawancara tentang siaran radio illegal dimana satu anggotanya adalah Ki Young Jae. Ia menunjukkan foto berlima itu dan kaget saat Young Shin memberitahu kalau ia sudah pernah melihat foto itu dari Moon Shik.


Myung Hee menunjuk foto almarhum suaminya dan memperkenalkan sebagai Oh Gil Ahn yang meninggal tahun 1992. Hati-hati, Young Shin bertanya apakah ia bisa mewawancarai Myung Hee tentang hal itu? Sebenarnya Moon Ho mengkhawatirkan kondisi Myung Hee, jadi apa mungkin Myung Hee akan terluka jika ia berniat membicarakan hal ini.

Sejenak Myung Hee terdiam, namun segera ia mengeluarkan sebuah bel dan meminta Young Shin segerea memencet bel itu jika melihat kondisinya memburuk, suster di sebelah akan datang.


Young Shin pun bertanya tentang kejadian tahun 1992 yang membuat 2 dari 5 teman meninggal dunia. Myung Hee tersenyum, matanya berkaca-kaca mendengar pertanyaan itu, “Setelah 20 tahun berlalu, akhirnya ada seseorang yang menanyaiku, tentang apa yang terjadi di hari itu.”


Sekretaris Oh melapor kalau Young Shin sepertinya sudah tahu tentang siapa Myung Hee bagi gadis itu. Tetua menduga kalau Myung Hee tahu, Myung Hee pasti akan langsung meninggalkan Moon Shik, yang akan membuat Moon Shik hancur. Sementara akan nampak konyol jika mereka mengganti bakal calon walikota lagi. 

Sekretaris Oh meminta petunjuk apa yang harus ia lakukan. Tapi pembicaraannya dengan Tetua terhenti karena ia merasakan ada seseorang di belakangnya. Ia menoleh dan terkesiap. 


Ada healer di belakangnya!


Sekretaris Oh terpaku dan tak berani melawan saat Healer mengambil handphone di tangannya dan ganti bicara, menyapa Tetua. “Anda kan yang menyuruh Sekretaris ini atau Kim Moon Shik untuk berbuat jahat? Te.tu.a.”


Tetua kaget mendengar suara orang lain di telepon, ingin bertemu dengannya karena ada yang ingin ditanyakan. Buru-buru ia mematikan telepon dan menyuruh orang untuk memusnahkan nomor itu.

Jung Hoo mengomentari Tetua yang tak sopan karena menutup teleponnya. Ia mengalihkan perhatian pada Sekretaris Oh yang mundur ketakutan, mengingatkan tentang siapa dirinya, tentang Young Jae yang dulunya adalah Healer, yang diracun oleh Sekretaris Oh. Tentang ibunya yang ketakutan setengah mati karena Sekretaris Oh. “Dan ada banyak lagi yang aku tak tahu, kan? Jika aku membiarkanmu hidup, kau akan terus seperti ini.”


Jung Hoo melangkah mendekati pria itu. “Kau akan melukai, membunuh dan menakuti seseorang. Ditangkap pun percuman karena kau bisa keluar dengan mudah.” Ia menarik dasi sekuatnya, membuat Sekretaris Oh tercekik. “Kalau aku membunuhmu, aku akan berbuat sebuah kebaikan, kan?”


Myung Hee meminta Young Shin untuk menyiarkan cerita mereka. Young Shin memastikan akan menyiarkan selama Moon Ho mengijinkan, yang pastinya tak akan sulit. Myung Hee mengingatkan Young Shin kalau yang akan ia ceritakan ini berbahaya. “Orang yang membunuh kami di hari itu masih hidup.”

“Kami..?”


“Suamiku Oh Gil Ahn, teman yang bernama Seo Joon Seok, anakku Oh Ji Ahn,” wajah Myung Hee mengeras. “Dan juga diriku sendiri.”


Jung Hoo menjatuhkan buku-buku dari rak dengan sembarangan, yang praktis menyiksa Sekretaris Oh yang OCD. Ia berterima kasih pada Ahjumma yang melarangnya membunuh si sekretaris. Ia akan menjadi pembunuh setelah hanya membunuh orang yang tak berarti itu.


Ahjumma memberitahukan kalau Jung Hoo sekarang diburu polisi dan mengirimkan gambar wajahnya. “Bagaimana, mirip tidak? Para polisi itu benar-benar bekerja keras untuk memojokkanmu.”



Jung Hoo menghela nafas. Tak sengaja pandangannya tertumbuk pada amplop di meja Moon Shik. Ia membuka isinya yang berisi tentang data kematian dan foto abu Young Jae. Ia terbelalak melihat 3 nomor di lemari penyimpan abu gurunya. Kotak abu ayahnya juga berada di rumah abu yang sama dengan Young Jae. Apa mungkin..?


2 comments :

  1. akhirx di update jg,beberapa hari mondar madir :D
    munkinkah myung hee tau klo young shin itu Ji ahn
    ohh..no.....besok episode terakhir

    ReplyDelete
  2. Ap mungkin ap ? yomseo ? yomseo ? ........

    ReplyDelete