January 17, 2015

Healer Episode 9

Sinopsis Healer Episode 9

Kalau ada yang belum baca Sinopsis Healer episode 6 –8, klik saja di sini.

And it’s done. Nggak ada ulangan kissing moment-nya. Kita lanjut after kissing effect, ya.. Kalau mau lihat lagi, tonton saja videonya. :p

Sinopsis Healer Episode 9 



Waktu seakan berhenti saat Healer menciumnya. Namun secepat itu Healer datang, secepat itu juga Healer pergi meninggalkannya. Young Shin mencoba meraih Healer lagi, tapi tak ada siapapun di depannya.


“Ji Ahn-ah.. Ji Ahn-ah!” Moon Ho muncul, berteriak memanggil Young Shin dan berseru lega saat melihat gadis itu berdiri mematung, selamat tak kurang suatu apapun. Ia membuka topi Young Shin dan bertanya apakah Young Shin baik-baik saja.

Terbata-bata Young Shin menceritakan apa yang terjadi dan bagaimana orang itu muncul dan menyelamatkannya. “Aku tak dapat melihatnya tapi, ia.. Healer.. menyelamatkanku,” Young Shin tercekat dan Moon Ho memeluknya dengan cemas. Separuh menangis, Young Shin melanjutkan, “Orang itu.. ia hampir saja mati karenaku.”


Moon Ho menenangkan Young Shin dan mengajaknya turun. Tapi Young Shin baru tersadar kalau ia tadi menjatuhkan handphone di lift. Ia harus mengambilnya karena handphone itu adalah milik ibu kandungnya, satu-satunya barang yang ia miliki. Moon Ho berjanji untuk mengambilnya nanti. Mereka pun masuk ke dalam gedung.


Ternyata Jung Hoo masih di atap dan menghubungi Ahjumma untuk memeriksa CCTV di sekitar gedung untuk mencari tahu siapa yang merusak lift. Ia juga meminta Ahjumma untuk melacak keberadaan Moon Ho agar ia bisa mengetahui kemana Young Shin pergi. Ia masih harus tinggal untuk mencari sesuatu dalam gedung.


Baru beberapa langkah, Jung Hoo terjatuh, membuat Ahjumma heran, apalagi dari monitor ketahuan kalau detak jantung Jung Hoo menjadi semakin cepat. “Kau.. jatuh? Tunggu.. pria yang tak akan pernah jatuh walau ada orang yang melemparkanmu.. jatuh dengan sendirinya?”


Jung Hoo memutuskan sambungan teleponnya. Ia meraba bibirnya dan merasakan dadanya yang berdegup kencang.

Aww.. you found your kryptonite..


Young Shin juga memegang dadanya, membuat Moon Ho mengamatinya dengan khawatir. Ia membawa Young Shin ke apartemennya. Young Shin bertanya siapa nama yang dipanggil Moon Ho saat di atas gedung tadi, Ji Eun atau Ji Yeon?

Moon Ho menjawab, “Ji Ahn. Oh Ji Ahn. Ia perempuan yang pernah aku kenal dan saat panik aku keliru memanggilmu dengan namanya. Maaf.” Ia menyuruh Young Shin untuk bermalam di apartemennya dan ia akan pergi sebentar. 


Tapi Young Shin menolak karena ia tahu Healer akan melindunginya, menjaganya. Maka Moon Ho pun menjelaskan, “Katamu kau sudah menyelidikinya. Healer adalah orang yang hanya peduli akan uang. Besok jika ada orang yang menawarinya lebih, ia akan berpindah ke sisi mereka. Ia tak punya moral atau kesetiaan. Karena itulah ia ahli dalam bidangnya. Jangan mempercayainya.”


Young Shin ingin membantah, tapi Moon Ho menyuruhnya istirahat. Ia harus pergi sebentar. Di luar apartemen, ia melihat pintu darurat terbuka sedikit. Ia pun masuk ke ruang tangga darurat dan bicara, 

“Kalau kau mendengarku, aku hanya ingin berkata. Terima kasih karena menyelamatkannya. Kau boleh menyebutnya tanda terima kasih atau imbalan atas bahaya yang mempertaruhkan nyawa, tapi aku akan mengirim uang lebih banyak ke rekeningmu. Aku hanya mempunyai satu permintaan. Jika kau menerima pekerjaan dari mereka sehingga aku dan kau berseberangan, kuharap kau memberitahukanku lebih dahulu.”

Setelah Moon Ho pergi, kita melihat kalau Jung Hoo  berada di beberapa lantai di atas, termenung.


Terngiang pesan Moon Ho untuk tak mempercayai Healer, ia teringat ucapan ayahnya saat pertama kali bertemu dengannya, “Percayalah sekali ini saja. Maka kau bisa mempercayai lagi dan lagi.”


Ia teringat betapa dulu ayahnya setiap hari selalu menemaninya yang tak bisa bicara dan selalu tinggal bersembunyi di taman Panti Asuhan. Mulanya ia takut dan tak menanggapi. Tapi ayahnya terus mengajaknya bicara, karena ayah sebenarnya adalah robot yang punya tombol on off di leher.


Lucu sekali melihat Chi Soo muda menjadi robot yang suka menyanyi dan ‘mati’ saat Young Shin akhirnya memberanikan diri menyentuh tahi lalat di tengkuk Chi Soo. Ayahnya mengajarkannya untuk mempercayai orang lain lagi. Dan kali ini ia akan mempercayai Healer.

Oleh karena itu ia memutuskan untuk meninggalkan apartemen Moon Ho karena ia percaya kalau Healer akan terus melindungi dan menjaganya.


Tapi ada satu yang menghalanginya untuk pergi. Ia takut masuk ke dalam lift. Ia pun memutuskan untuk turun lewat tangga darurat. Bisa dibayangkan berapa ratus anak tangga yang harus ia lewati, tapi Young Shin menuruni semua dengan sesuatu yang membuatnya tenang dan bahagia. Menyanyi.


Ia tak menyadari kalau Jung Hoo mengikutinya dan ikut bergoyang mendengar nyanyiannya. Walau setelah tersadar, ia menoleh kiri kanan, seperti malu kalau ada yang melihatnya. (haha.. takut ketahuan sama Ahjumma, ya..)


Dari cerita Young Shin kalau suaranya yang menyuruh Young Shin ke gedung, Moon Ho dapat menyimpulkan kalau suara itu difabrikasi dan ia tahu siapa pelakunya. Ia menyeret sekretaris ke ruangan kakaknya, menyuruh Myung Hee yang sedang di ruang tengah untuk menjauh dari kamar kerja Moon Shik.


Dengan geram ia bertanya apakah kakaknya itu manusia atau bukan. Moon Shik bingung melihat Moon Ho yang baru saja datang, langsung marah-marah padanya. Moon Ho pun menarik dasi sekretaris dan menekan kepalanya ke meja, “Apa kali ini kau juga menyuruhnya? Kau kan tak ingin mengotori tanganmu.”

Moon Shik masih tak mengerti, maka Moon Ho pun berkata sinis, “Tak seharusnya kau menyentuh Ji Ahn. Kau pasti tak sabar untuk mengakhiri semuanya, kan? Aku bisa memahami alasanmu berbohong, membuat anak yang hidup menjadi mati. Aku tahu kau ingin membuat noona untuk menlanjutkan hidupnya kembali, tapi..”


Moon Shik memotong adiknya. Ia tak tahu apa yang Moon Ho maksud. Ia tak tahu apa yang sedang terjadi.


Moon Ho menatap wajah kakaknya, dan berkata, “Kalau bukan kau yang melakukannya, apakah ini perbuatan Tetua yang kau ikuti itu? Apakah ia yang mengirim pesan padaku?” Moon Shik mencoba memotongnya lagi. Tapi Moon Ho tetap melanjutkan, “Dengarkan aku. Jika dia menyentuh Ji Ahn lagi, Noona akan menjadi orang pertama yang akan tahu. Itu kan yang kau takutkan?”

Moon Shik menganggap Moon Ho sudah keterlaluan. Tapi Moon Ho juga sayang pada Myung Hee dan ia tak tahan melihat Noonanya hidup dengan pria yang mencelakakan putrinya. Mata Moon Ho berkaca-kaca menatap kakaknya, “Apa kau pikir aku hanya menonton dan diam saja? Aku tak dapat melakukannya.”


Moon Ho keluar kamar dan melihat Myung Hee menunggunya. Ia menatap Myung Hee, minta maaf dan menangis di pangkuannya, sama seperti saat ia kecil dulu.


Saat Moon Shik menginterogasi sekretarisnya yang mengaku kalau kecelakaan itu atas perintah Tetua, tiba-tiba TV rahasia di ruangan itu terbuka. Suara Ahjumma muncul dan mengingatkan mereka kalau waktu untuk menyerahkan pembunuh Go Sung Chul yang sebenarnya pada polisi sudah hampir habis.


Ahjumma mencoba menelepon Jung Hoo, tapi tak bisa. Ia pun menghubungi rumah Jung Hoo. Tapi bukan suara Jung Hoo yang ia dengar, melainkan suara Ki Young Jae.

Jung Hoo tak menemuinya, maka Young Jae meminta Ahjumma (yang ia panggil Detektif Jo) untuk memeriksa email milik Kim Moon Ho. Tentang sample DNA Young Shin yang diminta oleh Moon Ho. Young Jae menduga kalau Moon Ho hanya mencari satu anak, yaitu anak Myung Hee dan Gil Ahn. Oh Ji Ahn.


Saat berjalan pulang, Young Shin merasa ada orang yang membuntutinya, tapi tak ada siapapun. Maka ia pun mencoba menelepon. Yang pertama salah sambung, yang kedua benar. Young Shin bersorak girang karena ia berhasil menghubungi Bong Soo.


Jung Hoo yang mengawasinya dari atas pura-pura terbangun karena telepon Young Shin. Young Shin mengaku kalau handphonenya hilang dan ia sekarang sedang menguji ingatannya akan nomor-nomor telepon relasinya. Saat ditanya ini nomor telepon yang keberapa, Young Shin tergagap dan berkata kalau ini nomor ke-19.

Aww.. Jung Hoo tersenyum dan berterima kasih karena ia masuk ke Top Twenty. Young Shin mendengar Jung Hoo mulai memakai bahasa informal lagi, dan akhirnya menyuruh juniornya itu untuk berbahasa seperti itu saja daripada membingungkannya. “Tapi kau tetap memanggilku Sunbae, ya.”


Jung Hoo lagi-lagi tersenyum dan berjanji untuk mendengarkan curhatnya Young Shin semalam suntuk untuk merayakan pemakaian bahasa informal itu. Young Shin tertawa karena juniornya itu mengerti kalau ia butuh teman. Jung Hoo memperhatikan Young Shin yang mulai menata kertas yang tersebar di telepon umum untuk alas duduk dan bertanya apa Young Shin tak kedinginan di luar.


Young Shin mengaku kalau ia memang kedinginan, bahkan terasa lebih dingin karena ia baru saja kehilangan handphone. Jung Hoo tertawa dan mengingatkan kalau handphone itu bukan penghangat tangan. Young Shin menerawang, “Sejak ibu meninggal, handphone itu menjadi penghangat hatiku.”


Jung Hoo menghela nafas memandangi handphone Young Shin yang patah menjadi dua dan menyuruhnya untuk segera pulang. Tapi Young Shin beralasan kalau ia takut pulang karena ayahnya akan menginterogasinya. Walau sesaat kemudian ia mengakui alasan sebenarnya adalah ia sedang menunggu.

Jung Hoo menegakkan tubuhnya, “Menunggu?”


“Kupikir jika aku menunggu, ia akan muncul.Kupikir dari belakang, ia akan muncul di hadapanku,” Young Shin memaksakan tawa, “Tapi ternyata ia tak datang. Aku tahu ada yang ingin dia katakan padaku.Tak seharusnya ia diam seperti sekarang ini. Aku bersedia mendengarkannya.” Young Shin menutupi wajahnya karena matanya merebak basah dan terisak, “Ada yang ingin kukatakan padanya juga.Tapi kurasa ia tak akan datang.”


Jung Hoo diam, terkukung karena tak mampu bicara apapun juga.

Ahjumma berhasil membongkar email Moon Ho dan terkejut dengan apa yang ia temukan. Hasil laboratorium yang membenarkan dugaan Young Jae kalau Young Shin adalah anak Myung Hee. Tapi itu berarti..


“Hai, eks napi,” katanya pada Young Jae. “Katamu ayah Jung Hoo membunuh temannya, kan?” Young Jae menjawab kalau itu adalah tuduhan orang-orang. Tapi Ahjumma melanjutkan, “Dan menurut dugaanmu, temanmu yang terbunuh adalah ayah kandung Chae Young Shin, kan?”

Young Jae terkejut sekaligus kasihan saat menyadari apa yang dimaksud Ahjumma. Anak yang tak pernah sekalipun naksir seorang gadis, dan sekarang gadis pertama yang disuka Jung Hoo adalah.. Young Shin.


Di apartemen, setelah menemukan kalau Young Shin pulang ke rumah dan meninggalkannya pesan, Moon Ho menelepon Detektif Yoon dan meminta bantuannya. Ia akan mengirimkan video Hwang yang berhubungan dengan kasus Yeon Hee.


Detektif Yoon mulanya menolak karena kasus itu bukan hak divisi kejahatan cyber. Tapi radar polisinya langsung tegak saat Moon Ho mengatakan kalau video itu didapat dari seorang kurir bernama Healer yang ia tahu sudah diburu oleh Detektif Yoon sejak dulu. Moon Ho memberitahu kalau sekarang Healer disewa untuk melindungi Reporter Chae. Tapi mungkin nanti Healer akan disewa oleh Hwang dan orang-orang yang ada di atasnya.

Moon Ho sedang mengejar petinggi-petinggi itu. Ia akan membagi informasi yang dimilikinya dan meminta Detektif Yoon menugaskan anak buahnya untuk mengawasi Young Shin, menjaga keselamatannya. “Healer, bukankah katamu kau ingin menangkapnya?”

Jung Hoo akhirnya pulang dan menemukan tart di atas meja. Merasakan teh yang masih panas, yang berarti gurunya masih ada di sana, ia langsung mencari-cari gurunya itu. Ia berteriak, menyuruh gurunya keluar, tapi tak ada siapapun yang muncul, membuat Jung Hoo semakin marah.


“Keluarlah! Ada yang ingin kutanyakan padamu. Bukankah kau guruku? Karena kau guruku.. “ ia berteriak frustasi. Tapi tak ada seorang pun yang muncul. Terduduk dan dengan suara kalah, ia berkata, “Ada yang ingin kutanyakan. Apa yang harus kulakukan, Guru? Tolonglah.. beritahu aku.”


Keesokan paginya, Young Shin bertemu dengan Moon Ho dan ia langsung minta maaf karena pergi dari apartemen. Tapi Moon yang ingin minta maaf dan ia sudah lega melihat Young Shin baik-baik saja. Ia sudah menyuruh orang untuk mencari handphone Young Shin tapi tak ketemu. Ia memberikan pengganti handphone itu dan mengatakan kalau itu adalah fasilitas kantor saat Young Shin akan menolak.


Young Shin sekarang dalam bahaya. Moon Ho tak tahu bagaimana cara untuk melindungi Young Shin. Ada dua cara. Cara pertama adalah belajar ke luar negeri, sebuah kota kecil di Eropa. Young Shin menganggap Moon Ho bercanda karena cara itu hanya ada di drama Korea. Moon Ho sudah menduga respon Young Shn seperti itu. “Maka cara kedua adalah.. Haruskah aku membuatmu terkenal?”


Young Shin kaget mendengarnya. Tapi Moon Ho menjelaskan, kalau Young Shin terkenal, maka orang-orang itu tak akan macam-macam seperti kejadian di lift kemarin, karena mereka tak akan bisa sembunyi dengan mudah. “Mimpimu adalah menjadi jurnalis yang terkenal. Walau menjadi terkenal juga ada bahayanya. Tapi keputusan ada di tanganmu, Jika kau memang takut, larilah sekarang sebelum terlambat. Aku akan membantumu.”


Young Shin bertanya mengapa ia sekarang ada dalam bahaya? Moon Ho menjawab karena Young Shin ada di sampingnya. Hanya itu alasan yang dapat Moon Ho berikan. “Apakah kau siap menjadi terkenal?”

Sejenak terdiam, Young Shin mengacungkan tangannya dan tersenyum, “Siap!”

Detektif Yoon mulai beraksi. Selain menugaskan anak buahnya untuk mengawasi Young Shin (yang langsung ketahuan oleh Dae Young), ia juga menemui Hwang di rumahnya.


Hwang yang babak belur mengaku kalau ia tak kecolongan apapun. Keamanan rumahnya ini sangat ketat jadi tak mungkin ada pencuri yang bisa masuk. Detektif Yoon pun ganti topik dan menunjukkan video dari Moon Ho. Hwang mengaku tak tahu, tapi Detektif Yoon mempersilahkan datang ke kantor polisi karena banyak sekali orang-orang penting yang muncul di video itu.


Moon Shik menemui Tetua yang langsung meminta maaf akan percobaan mencelakakan Young shin yang sembrono. Tetua mengaku ia melakukan itu untuk memberi peringatan pada Moon Ho yang menyelidiki aktivitas bisnisnya selama 10 tahun terakhir dan semakin hari semakin dekat. Moon Shik mengatakan kalau reportase Moon Ho tak berbahaya. “Apa yang bisa dilakukan oleh satu reporter di Korea, yang membuat Anda khawatir seperti ini?”


Sebenarnya Tetua ingin menarik Moon Ho ke pihaknya, tapi Moon Ho malah keluar dari stasiun TV dan malah memiliki kantor berita sendiri. Untung saja mereka berhasil mendapat video LA (berkat bantuan Healer yang mendapatkan dari Go Sung Chul) sebelum Moon Ho mengambilnya. “Jika Moon Ho berhasil memperolehnya, kira-kira apa yang akan terjadi?”

Moon Shik berkata kalau hal itu tak mungkin terjadi karena ia yang menangani. Tetua membenarkan. Tapi ia bertanya mengapa ia tak memberikan kesempatan menjadi walikota Seoul pada Moon Shik yang menurutnya adalah anak didik terbaik? Karena Moon Shik memiliki 2 kelemahan besar. Myung Hee, Moon Hoo dan sekarang bertambah satu lagi, yaitu anak perempuan itu.


Moon Shik mengakui hal itu, karenanya ia tak berambisi besar berkuasa. “Tapi Tetua, kelemahan saya ini sangatlah fatal. Jika saya terluka sekali saja, saya tak akan mampu bertahan. Saya akan mati. Anda tentu tak membutuhkan serdadu yang mati,kan?”

Tetua tertawa. Namun Moon Shik minta agar ia sendiri yang akan menyelesaikan masalahnya. Dengan kata lain Tetua tak usah ikut campur.


Ada telepon masuk. Dari Hwang, yang dengan nada sok, minta untuk dihubungkan dengan Tetua. Dengan sopan Tetua bertanya apa kepentingan Hwang. Hwang menjawab kalau ia sedang terlibat masalah dan jika ia ditangkap, maka ia tak akan jatuh sendirian. Mulutnya sangat besar sekali, dan jika ia buka mulut ia tak tahu nama-nama mana saja yang akan keluar, yang diantaranya adalah orang-orang penting. “Apa kau tahu maksudku? Jadi, sebelum terlambat, sambungkan aku pada Tetua!!”


Dengan nada masih sopan, Tetua berkata kalau ia akan menyampaikan pesan Hwang itu. Setelah telepon ditutup, Tetua bertanya pada Moon Shik, “Bukankah kau sedang mencari pembunuh Go Sung Chul?”


Jam 4 sore ini, Kim Eui Chan akan mengadakan konferensi pers untuk mengumumkan pencalonannya. Moon Ho merencanakan Someday News akan melakukan siaran langsung untuk pertama kalinya. Siaran tentang konferensi pers sekaligus tentang investigasi kasus Yeon Hee. Redaktur Jang sedikit jiper, tapi Moon Ho tidak dan menyuruh semua karyawannya bersiap-siap.


Ia menyuruh Jung Soo pergi lebih dulu untuk mengambil tempat terbaik di ruang konfrensi pers, sementara karyawan lain menyiapkan ruang siaran. Siaran pertama mereka tak akan sempurna, tapi mereka harus tetap mencobanya. Ia menyuruh  Young Shin untuk memberi live report pada Moon Ho yang akan menjadi penyiar berita di ruang siaran.


Young Shin bertemu dengan Jung Hoo yang baru datang dan langsung menyeretnya pergi. Bong Soo mode on, Jung Ho tergagap bertanya mereka akan kemana. Young Shin tersenyum sumringah dan berkata, “Akan terkenal.”

Detektif Yoon mendapat foto-foto hasil jepretan anak buahnya di Someday News. Ia menyuruh anak buahnya untuk memeriksa latar belakang orang-orang yang ada di sekitar Young Shin, termasuk ukuran tubuhnya.


Jung Soo melaporkan kalau tak semua wartawan diperbolehkan masuk. Bahkan topic pertanyaan dari wartawan terpilih pun harus disetujui oleh panitia, membuat topic tentang Yeon Hee pasti tak akan muncul. Tapi dari siaran percobaan yang direlay dari kamera Jung Soo, Moon Ho melihat kalau ruang sebelah konferensi pers dipakai untuk pesta pertunangan. Dan satu-satunya cara untuk masuk adalah..


Moon Ho menelepon Young Shin dan Jung Hoo untuk melakukan penyamaran agar bisa ikut konferensi pers. Jadi sebelum pergi ke gedung, mereka harus pergi ke temannya, seorang desainer, untuk berganti penampilan. Jung Hoo enggan melakukannya, tapi Young Shin mencekal tangannya, menahannya untuk tidak pergi.


Mereka dipisahkan untuk diukur dan fitting baju. Di telepon, Jung Hoo mengeluh kalau ia tak mau melakukan hal ini. Tapi Young Shin meyakinkan Jung Hoo kalau mereka harus berubah agar bisa melakukan tugas. Jung Hoo mengerang, “Aku juga bisa berubah. Bahkan aku melakukannya setiap saat, dengan caraku sendiri.”


Haha.. Kasihan Jung Hoo. Ketika Young Shin menikmati baju-baju yang dicobakan padanya, Jung Hoo harus berlari dari kejaran para staf yang ingin memakaikan baju padanya. Bercakap-cakap melalui handphone, Jung Hoo mengaku kalau ia tak bisa tidur kemarin malam. “Aku sedang .. mencari.. alasan.”


“Alasan? Alasan apa?” tanya Young Shin bingung.

“Alasan untuk bertemu lagi,” jawab Jung Hoo, .. atau Healer?



Perubahan pun selesai. Jung Hoo menatap takjub (hingga hampir tersedak) pada Young Shin yang menjadi lebih anggun, begitu pula dengan Young Shin yang mencoba bersuit-suit melihat penampilan Jung Hoo yang benar-benar berubah. 


Young Shin mengangkat tangannya untuk toss, tapi Jung Hoo malah mengulurkan lengannya. Young Shin tersenyum dan menyelipkan tangannya ke lengan Jung Hoo. Mereka sudah siap.


1 comment :

  1. kok jd suka sm ji chang wook ya..... #efek healer
    Thx sinopnya mba dee

    ReplyDelete