January 16, 2015

Healer Episode 6 - 8

Sinopsis Healer Episode 6, 7, 8


Sebenernya postingan ini untuk recap episode 6 – 10. Karena gatel mau komen di ending ep.8, maka postingan ini saya potong sampai di ep. 8, episode terakhir di tahun 2014. Hehe..

Sinopsis Healer Episode 6 – 8





Young Shin memberi instruksi pada juniornya untuk masuk ke mobil sementara ia mengalihkan perhatian para pengawal Double S. Setelah Young Shin pergi, Jung Hoo menghubungi Dae Young,dan meminta teman-temannya untuk menarik para pengawal itu pergi dari depan rumah Hwang.

Dae Young membawa kabur mobil BMW itu, membuat Sang Soo mengejarnya. Begitu pula dengan anggota Double S yang lain. Mereka terlambat menyadari kalau kedua reporter itu sudah masuk mobil.


Buru-buru Young Shin menyuruh Jung Hoo untuk melarikan mobilnya cepat-cepat karena para pengawal itu sadar dan mulai mengejar mereka. Tapi Jung Hoo, dengan Bong Soo mode on, malah menabrakkan (pelaaan banget) ke mobil Detektif Yoon yang sedang mengintai kediaman Hwang. Pura-pura ketakutan, ia minta tolong agar mereka memanggil polisi.


Young Shin pun selamat karena gerombolan Double S tak berani macam-macam. Bong Soo? Sudah hilang dengan mencopet borgol polisi teman detektif Yoon.


Jung Hoo ternyata pergi untuk menyelamatkan Dae Young yang dikejar oleh Sang Soo. Tak hanya menyelamatkan Dae Young yang sudah tertangkap, tapi juga berhasil memborgol Sang Soo di setir mobil, sekaligus juga memukuli belakang kepalanya seperti memukuli anak nakal.


Ha.. sebenernya kesian liat Sang Soo yang malah jadi bulan-bulanan Jung Hoo saat memaksa Sang Soo mengeluarkan nama klien VIP-nya. Ia mengeluarkan foto Moon Ho dan Moon Shik. Mana dari kedua orang itu yang merupakan klien VIP-nya?


Ayah dan Yeon Hee datang ke kantor polisi untuk melaporkan tindak kejahatan Hwang yang juga membawa nama Kim Eui Chan. Betapa   kagetnya mereka, setelah menunggu sekian lama, bukannya menerima aduan mereka, beberapa polisi menemui mereka untuk memberi surat pengadilan karena Hwang menuntut Yeon Hee.


Keadaan berbalik, karena Yeon Hee tak punya bukti rekaman pelacuran itu, sedangkan Hwang Jae Guk memiliki rekaman kalau Yeon Hee pernah memeras Hwang  sebesar 3 milyar won.

Menurut Yeon Hee, Hwang memotong ucapannya. Waktu itu ia menolak tawaran Hwang untuk tutup mulut, uang sebesar 30 juta won. Saat itu ia menjawab pedas kalau ia tak memikirkan uang dan menyindir Hwang, kenapa Hwang tak sekalian mencoba 3 milyar saja.

Dengan kondisi seperti ini, Young Shin menyerah dan walau enggan, ia menelepon Moon Ho untuk menyerahkan berita itu padanya, karena tak memiliki kekuatan dan koneksi yang cukup untuk  memenangkan Yeon Hee.


Tapi Moon Ho malah menjawab kalau biasanya mereka –reporter-  malah mengubur berita Young Shin yang walau mengandung kebenaran tapi tak diminati orang dan malah menyajikan sampah yang menarik. Apa Young Shin masih ingin memberitakan kebenaran seperti itu? “Kenapa tak kau buang saja berita itu?”

Young Shin kesal, dengan sedikit kasar ia menjawab kalau ia tak dapat membiarkan Yeon Hee diperlakukan seperti itu. Ia tak melihat senyum Moon Ho muncul saat mendengar kalau ia mengijinkan namanya dipakai sebagai sumber jika Moon Ho takut namanya tercoreng, yang penting berita itu bisa disebarluaskan.

Ia tak tahu kalau hari itu Moon Ho mengundurkan diri dari kantornya karena Min Jae menolak menelusuri skandal Yeon Hee, sesuai perintah dari para direksi.


Malam itu, Min Jae datang menemui Moon Ho di apartemennya untuk bertanya alasan pengunduran diri Moon Ho yang sebenarnya. Ia adalah mantan pacar Moon Ho, yang memutuskan Moon Ho, karena saat melamar Moon Ho (ouch.. iya, yang cewek yang ngelamar), Moon Ho menjawab kalau sudah ada wanita pertama di hati Moon Ho (ouch.. kedua kalinya) dan Min Jae akan selalu menjadi wanita kedua di hatinya (ouch yang ketiga.. Moon Ho-ya, kenapa ga sekalian pake bom aja untuk menghancurkan hati Min Jae?).

Moon Ho menjawab kalau kasus Yeon Hee berhubungan erat dengan perkembangan anak didiknya. Min Jae curiga dan bertanya apakah anak didiknya itu ada kaitannya dengan wanita pertamanya itu? Moon Ho hanya tersenyum dan menjawab kalau ia memiliki hutang besar pada wanita itu.

Setelah mengetahui siapa klien Sang Soo, Jung Hoo menduga kalau orang yang membunuh Go Sung Chul dan mengkambinghitamkan dirinya adalah Kim Moon Shik.


 Malamnya, Jung Hoo dibombardir SMS oleh Young Shin yang mulanya marah-marah karena Bong Soo kabur meninggalkannya dengan para polisi, kemudian khawatir akan keselamatannya, dan akhirnya bermonolog, curhat kalau rasanya dia ingin mati saja.


Jung Hoo yang awalnya senyum-senyum saat membaca SMS Young Shin, akhirnya menelepon gadis itu. Ia mengaku kabur karena takut dan setelah itu ia ketiduran hingga lupa menelepon.Young Shin meceritakan tentang buntunya kasus Yeon Hee karena Hwang memegang video yang bisa digunakan untuk memeras Yeon Hee dan memberatkannya di pengadilan.


Young Shin menceritakan percakapannya yang menyebalkan dengan Moon Ho dan mengakui kalau ada foto besar Moon Ho tertempel di kamarnya, karena Moon Ho adalah idolanya, cinta pertamanya, yang bertepuk sebelah tangan. Walau akhir-akhir ini ia telah ‘menduakan’ idolanya itu karena ia telah menyukai orang lain.


“Siapa?”

“Dia adalah seorang kurir malam,” jawab Young Shin, tak menyadari kalau lawan bicaranya diam terpaku mendengar pengakuannya. “Aku tak pernah mengenalnya, namun ia menjadi cinta bertepuk sebelah tanganku yang nomor dua.”


Jung Hoo mendengarkan cerita Young Shin tentang Healer dan gadis itu mengakui kalau entah mengapa ia merasa nyaman bicara dengan Bong Soo, “Seakan-akan kau itu saudara perempuanku.”

Hahaha.. wajahnya Jung Hoo itu loh saat mendengar ucapan Young Shin yang terakhir. Bahkan ia masih kesal setelah percakapan telepon mereka sudah terputus. “Saudara perempuan?!”


Keesokan harinya, Someday News mengalami kehebohan karena seorang Kim Moon Ho muncul di kantor mereka. Bahkan Moon Ho mengulurkan tangan pada si bos dan berkata kalau ia akan senang bekerja sama dengan  mereka.

Ohh.. Kim Moon Ho keluar dari kantor berita besar dan bekerja dengan mereka? Kehormatan sekali bagi mereka. Tapi kegembiraan itu menjadi kernyitan dalam di kening saat Moon Ho sangat bossy dan main perintah kiri kanan layaknya yang punya kantor ini saja.

Telepon dari bos besar masuk. Bukannya mendatangkan pengacara untuk kasus Yeon Hee, bos besar malah mengabarkan kalau ia sudah menjual Someday News sekaligus gedungnya. Sontak, mereka menoleh pada Moon Ho. Bos besar Someday News yang baru?

Haha.. si bos sekarang bukan bos lagi dong, ya. Sekarang kita panggil redaktur Jang aja, ya..


Young Shin yang datang dengan Jung Hoo shock melihat kehadiran Moon Ho. Sesak nafas kembali menyerang saat ia bersembunyi di ruang fotocopy. Jung Hoo yang kebetulan ada di ruangan itu segera mengambilkan 2 pil dari botol yang dipegang Young Shin. Pelan-pelan nafasnya normal kembali.


Young Shin yang terus mencengkeram tangan Jung Hoo, merasa aneh karena tak biasanya ia langsung merasa tenang setelah minum obat. Jung Hoo menjawab kalau beberapa hari terakhir ini Young Shin mengalami banyak peristiwa yang mencengangkan jadi wajar saja gadis itu merasa sesak nafas. 


Young Shin berterima kasih pada Jung Hoo, tapi saat akan pergi baru sadar, bagaimana Jung Hoo bisa tahu kalau ia harus minum 2 pil?


Sedikit tergagap, Jung Hoo tersenyum polos saat menjawab kalau biasanya orang itu minum 2 pil. Hmm.. dimana-mana sih kalau minum obat ya 1 pil saja, kan? Tapi Young Shin menerima jawaban Jung Hoo dengan naifnya.


Moon Ho langsung menjadikan sebuah ruangan menjadi News Room, dan memberi perintah ke semua karyawan, mengubah cara kerja mereka. Jung Hoo disuruh untuk mencari bar tempat mangkal favorit Hwang, yang mulanya enggan ia lakukan. Tapi tugas itu langsung disambar oleh Jung Hoo karena Moon Ho akan mengalihkan pekerjaan itu pada Young Shin.


Haha.. Lucu deh lihat Jung Hoo yang kesal karena terjebak oleh Moon Ho. Dengan gaya culunnya ia mengulur waktu, bolak-balik, mondar-mandir melewati dua orang itu. Minta nomor telepon Moon Ho-lah, kirim sms ke Moon Ho-lah, salah jalan-lah..


Tapi akhirnya ia pergi juga setelah semua alasan habis. Tapi setidaknya dengan nomor telepon Moon Ho yang telah ia susupi program dengan SMS yang ia kirim, ia meminta Ahjumma untuk meretas isi handphone reporter senior itu.

Ia pun melakukan tugas dari Moon Ho, mencari bar favorit Hwang. Caranya? Tanya langsung ke orangnya. Ha.


Dengan atribut Healer-nya, ia menyusup masuk ke rumah Hwang. Ia ganti menteror Hwang –dengan merusak lukisan mahal, memukulinya- untuk mendapatkan video bukti pelacuran. Oya.. juga bertanya tentang bar tempat mangkal favorit Hwang.


Kim Moon Shik pergi ke sebuah bar menemui Kim Eui Chan dan seorang bartender. Dari cara bertingkah laku, terlihat kalau bartender itu bukan sembarang orang. 


Bahkan ia dan Kim Eui Chan memanggilnya dengan tetua. Tetua itu tidak suka dengan berita itu dan Kim Moon Shik berjanji akan menyelesaikan semuanya.



Ia tetap tenang saat asistennya melapor kalau Moon Ho telah menjual saham untuk membeli Someday News. Ia menemui Min Jae untuk mencari informasi tentang aksi Moon Ho itu. Min Jae bercerita tentang Young Shin, aksi Moon Ho yang keluar dari stasiun TV dan masuk ke majalah online yang tak terkenal sekarang ini semacam bayar hutang moral pada wanita yang menjadi cinta pertamanya.

Moon Shik kemudian menyuruh sekretarisnya untuk menyelidiki tentang Young Shin dan cari tahu apakah gadis itu diadopsi atau tidak. Ia juga menyuruh Jong Soo (asisten Moon Ho) untuk keluar dari Stasiun TV dan masuk ke Someday News untuk memata-matai Moon Ho. Imbalannya, Jong Soo akan menjadi wakil kepala divisi News jika tugas mata-mata itu selesai.


Di kantor, Young Shin mendapat latihan dari Moon Ho untuk interview. Young Shin menjadi reporter, Moon Ho menjadi orang yang diinterview. Orang yang sulit diinterview, tepatnya. Ia menolak interview dengan beberapa alasan dengan menunjukkan kekurangan Young Shin dalam mewawancarai. Young Shin kesal sekali, hingga ia tak bisa berkata apa-apa lagi.

Moon Ho pun berkata, “Lempar sepatu jika perlu! Kau harus menarik perhatianku untuk melanjutkan interview. Jadi lemparkan sepatu padaku jika perlu.”


Young Shin mendapat SMS dari Healer, yang menyuruhnya pergi ke atap gedung sendirian. Buru-buru ia naik ke atas dan menemukan tanda-tanda panah yang mengarahkannya ke sebuah harddisk. Video bukti pelacuran yang Jung Hoo ambil dari brankas Hwang.

Young Shin menoleh kiri kanan, buru-buru berkata dengan lebih keras. Ia tahu kalau Healer masih ada di sana dan ia ingin bertemu. Ia menutup matanya dengan syal. “Jadi temuilah aku. Aku ingin bertanya padamu. Jika kau memang Healer dan selalu mengawasiku, bicaralah padaku. Aku akan bertanya dengan mata tertutup.”

Tak ada suara, hingga Young Shin putus asa dan akan membuka syalnya. Tapi terdengar suara pria di belakangnya, “Apa yang ingin kau tanyakan?”


Young Shin menahan nafas mendengar suara itu. “Apakah kau Healer? Apakah kau yang menyelamatkanku di gang saat itu? Kau yang memberiku pil dan memelukku, kan?” Tak ada jawaban. “Apa mungkin kau juga yang mengambil tas dan memotong kukuku? Kuku itu.. apakah untuk tes DNA? Sejak saat itu kau mengawasiku hingga bisa menyelamatkanku dari para preman itu.”

Tanpa suara Jung Hoo tersenyum dan menghampiri Young Shin yang terus bertanya mengapa Healer melakukan hal itu. “Apakah kau ayah kandungku?” Ha.. wajah Jung Hoo lagi-lagi jutek. “Atau kau kakak kandungku?”


Young Shin mengatupkan kedua tangannya ke depan ,“Itu pasti untuk tes DNA, kan? Kalau tidak..,” Young Shin tersentak karena tangannya menyentuh sesuatu. Healer? Perlahan ia mengulurkan tangannya lebih jauh lagi dan ia merasakan tubuh seseorang. “Kau siapa? Aku siapa?”


Tangan Jung Hoo perlahan menyentuh tangan Young Shin dan menggenggamnya. Ia mencondongkan tubuhnya ke depan dan berbisik, 


“Bukankah dulu sudah kularang kau untuk mengikuti orang begitu saja? Berhati-hatilah pada orang yang mendekatimu dan bersikap baik padamu.” Ia menggenggam tangan itu lebih lama sebelum perlahan melepaskannya.


Young Shin mencoba meraih tangan Healer atau apapun, tapi yang didapatnya hanyalah ruang kosong. Buru-buru ia membuka syalnya dan mendapati kalau ia hanya berdiri sendirian di atap itu.





Setelah membuat perhitungan dengan Hwang, ia pergi ke rumah Kim Moon Shik. Ia membuka televisi rahasia yang tersimpan di balik rak buku, dan mematikan kamera CCTV di ruangan itu. Ia tahu kalau Kim Moon Shik yang mengkambinghitamkan dirinya atas pembunuhan Go Sung Chul.

Ia memutarkan rekaman CCTV di ruangan itu yang menunjukkan video saat bartender a.k.a tetua datang menemui Kim Moon Shik di ruangan itu. Percakapan kedua orang itu yang ‘sangat menarik’ itu akan tersiar melalui TV nasional jika Moon Shik tak menyerahkan pembunuh Go Sung Chul yang sebenarnya kepada polisi. Dan ia memberi waktu selama 4 hari dari sekarang.


Jung Hoo membuka pintu dan terkejut saat melihat seorang wanita di hadapannya. Myung Hee –yang bangun karena haus- menatap matanya dan berseru, “Joon Seok-ah..” 


Jung Hoo terpaku namun segera pergi walau Myung Hee terus memanggil dengan nama ayahnya.


Pertemuan itu membekas di ingatan Myung Hee. Ia jadi ingat pada istri Joon Seok dan minta pada Moon Shik untuk mencarikan nomor telepon istri Joon Seok. Walau enggan, Moon Shik menyanggupi dan bertanya apa pencuri tadi malam mirip dengan Joon Seok? Tak lupa Moon Shik bertanya tentang nama anak Joon Seok. Myung Hee mengiyakan dan menyebutkan nama Jung Hoo. Seo Jung Hoo.





Young Shin menunjukkan video yang berdurasi 220 jam dari harddisk eksternal yang diberikan healer kepada Moon Ho. Video itu sudah merupakan bukti yang kuat. Saat ditanya siapa sumber yang memberikan video itu, Young Shin mengatakan kalau selama ini ia menyelidiki seseorang bernama Healer dan menyebutnya sebagai kurir terbaik. Ia bertanya apa Moon Ho mengenal nama itu? Moon Ho terdiam sejenak sebelum mengiyakan.


Jung Hoo tiba di kantor dan melihat Young Shin ada di ruangan bersama Moon Ho melihat sesuatu di laptop. Melihat mereka di sana, ia langsung panik. Buru-buru ia masuk dan berusaha mengalihkan perhatian mereka dari laptop dengan memberitahukan kalau ia sudah menemukan nama bar yang sering dikunjungi Hwang. Lunar Moon, dimana ia harus menulis nama itu?


Ia berhasil menarik perhatian mereka, hingga terdengar suara notifikasi kalau ada email masuk ke akun Moon Ho. Refleks semua menoleh, termasuk Young Shin yang membaca siapa pengirim email itu : healer@moebius.com. Young Shin kaget melihat email yang selama ini diburu oleh polisi tapi tak terlacak, dan sekarang email itu menghubungi Moon Ho langsung?

Moon Ho bicara berdua saja dengan Young Shin (dengan Jung Hoo yang menguping dari penyadap yang dipasang di meja).  Moon Ho mengakui kalau ia menggunakan jasa Healer, tapi tak tak menjawab jelas pertanyaan gadis itu : Apa Moon Ho yang menyuruh Healer untuk menolongnya dari para preman? Apa Moon Ho juga yang menyuruh untuk mengambil potongan kuku untuk mencocokkan DNA?

Namun Moon Ho menjawab ketika ditanya alasannya menyuruh Healer menggali informasi dan melindungi Young Shin yang hanya reporter rendahan. Karena ia ingin memeriksa latar belakang semua calon pegawainya dan ia tak tahu DNA apa yang dibicarakan Young Shin.

Young Shin shock mendengarnya, apalagi saat mengetahui alasan Moon Ho menyuruh Healer melindunginya dari preman malam itu, “Aku harus melindungimu, karena kau sekarang adalah perisai dari tembakan (kasus Yeon Hee) yang akan menyerangku. Aku harus menjagamu dengan baik walau kau hanyalah serdadu kecil.”

Ia merasa mempermalukan diri sendiri jika mengingat ucapannya pada Healer kemarin. “Kupikir ia.. padaku..tidak.. tidak apa-apa.”

Jung Ho terpaku mendengar ucapan Young Shin yang terbata-bata. Moon Ho yang tadinya keras, juga berkata pelan, “Apakah.. kau pernah menemuinya? Apa kau sempat melihat wajahnya?”


“Jika aku sempat melihat wajahnya, maka aku bisa melihat bagaimana ia menatapku yang tampak menyedihkan,” jawab Young Shin.

Jung Hoo menghela nafas melihat Young Shin keluar dari ruangan Moon Ho dan menangkupkan wajahnya ke meja, terlihat patah hati.


Kim Moon Shik menerima informasi tentang Young Shin, dan mendengar laporan itu ia nampak galau, apalagi mendengar ketika Young Shin ditemukan di pinggir gerobak sampah dan Young Shin mengalami kesulitan bahasa.



Moon Shik teringat saat terakhir ia menemui Ji Ahn di panti asuhan setelah kecelakaan Myung Hee. Ji Ahn memeluknya dan menangis memanggil ibunya.

Tiba-tiba terdengar suara almarhum Joon Seok, “Kalau begitu kenapa kau meninggalkannya? Jika kau selalu ketakutan sepanjang hidupmu, lebih baik kau membawanya.”

Moon Shik mencoba tak mendengarkan suara itu, menyibukkan diri membaca dokumen di hadapannya, tapi Joon Seok malah muncul kembali di hadapannya dengan senyum di wajahnya, “Kenapa? Apa kau takut kalau Ji Ahn kembali, Myung Hee tak bisa melupakan Gil Ahn? Jadi ia tak mau bersamamu? Iya, kan? Aku benar, kan?” 


Joon Seok menghilang namun Gil Ahn muncul di belakangnya, “Kenapa kau lakukan itu? Padahal kita berteman. Tak seharusnya teman melakukan hal itu."


Asisten Moon Shik melihat betapa ketakutannya si bos di ruangan itu, dan melaporkannya pada tetua. Tetua mengatakan kalau Moon Shik adalah orang terbaik yang pernah dididiknya, walau memiliki kelemahan yaitu anak perempuan itu. Karenanya, asisten itu berjanji akan membereskan tanpa sepengetahuan Kim Moon Shik sekaligus menjadi peringatan bagi Kim Moon Ho.


Young Shin dan Jung Hoo ditugaskan untuk mewawancarai Yeon Hee, sebelum Someday News melaporkan video tersebut kepada polisi. Sepanjang perjalanan, Young Shin tak dapat menyembunyikan kekesalan (pada Moon Ho) dan kantuknya (220 jam video xxx, siapa juga yang tahan?). Akhirnya ia tertidur miring membuat Jung Hoo menyangga kepalanya selama menyetir. Aww..

Setelah melakukan interview, Jung Hoo tiba-tiba mendapat telepon yang bertanya, “Kau suka coklat atau ubi manis? Kemarilah cepat. Aku hanya memberimu waktu 5 menit, kalau tidak aku akan pergi.”

Siapa penelepon itu? Dia adalah guru Jung Hoo yang mengajari keahlian yang dimiliki Jung Hoo selama ini, namanya adalah Ki Young Jae. Orang yang berdiri paling kanan di foto tahun 80-an itu. Hmm.. small world, ya.. Kebetulankah?

Mulanya Jung Hoo bingung atas ucapan gurunya. Tapi saat melihat etalase café yang penuh tart, ia teringat kalau hari ini adalah hari ulang tahunnya. Walau sedikit mengumpat, ia langsung bergegas pergi, membuat paman eks napi bingung.



Young Shin mendapat telepon dari Moon Ho yang menyuruhnya untuk menemuinya di sebuah alamat dengan taksi karena ia menemukan seorang saksi untuk kasus Yeon Hee. Moon Ho juga menyuruhnya untuk mematikan handphone agar tidak bisa dilacak. Daebak! Yeon Hee buru-buru melakukan instruksi Moon Ho.

Dan kita melihat Moon Ho baru saja pulang ke rumah, tak menuju alamat yang tadi disebut. O oh.. jebakan?


Ternyata suara Moon Ho di telepon tadi telah difabrikasi sedemikan rupa oleh Double S atas perintah si Sekretaris yang sekarang meminta seorang anak untuk menelepon Moon Ho dan memberitahu, “Seharusnya kau tak melupakan karunia seorang keluarga yang membesarkanmu. Tak seharusnya kau mengkhianati keluargamu hanya karena seorang wanita. Ia adalah wanita jahat. Kendalikan dirimu dan kembalilah. Semua orang menunggumu.”

Moon Ho langsung menyadari kalau pesan itu adalah peringatan Tetua darinya. Dan targetnya adalah Young Shin, apalagi handphone-nya tak dapat dihubungi. Ia langsung mengirim email ke Healer memberitahu masalah ini.

Jung Hoo yang diberitahu Ahjumma, langsung meminta Ahjumma untuk mengaktifkan GPS yang ia selipkan di tas Young Shin. Posisi Young Shin pun langsung ditemukan. Ahjumma memberikan koordinat posisi gadis itu ke Jung Hoo dan Moon Ho, untuk menyelamatkan gadis itu. Ia lansung membelokkan mobilnya, menuju tempat Young Shin berada secepat-cepatnya, melupakan janji 5 menitnya pada Guru Young Jae.


Young Shin sudah tiba di sebuah gedung baru yang kosong, sementara di gedung yang sama, Sekretaris mengutak-atik sebuah mesin salah satu lift. ‘Moon Ho’ memberitahunya untuk naik ke lantai 19, tapi karena gedung itu masih kosong, hanya ada satu lift yang berfungsi. Ia pun segera masuk ke lift itu dan memencet angka 19.

 

Jung Hoo tiba di gedung itu, tapi gedung itu senyap, tak ada siapapun di sana. Semua lift tak berfungsi. Saat ia berdiri, berpikir apa yang harus ia lakukan, sayup-sayup terdengar suara teriakan. Buru-buru ia mencari sumber suara itu. Di salah satu lift ia mendengar seorang wanita berteriak minta tolong. Young Shin!


Lift yang tadinya naik ke atas, ternyata tiba-tiba berhenti dan meluncur turun saat satu talinya putus. Masih ada tali baja yang lain, hanya menunggu waktu untuk putus satu per satu.

Berpacu dengan waktu, Jung Hoo lari ke atas melalui pintu darurat dan mengambil tali pengaman darurat dan mengulurnya hingga ke lift Young Shin. Ia membuka paksa lift itu dari lantai teratas dan meluncur turun dengan tali – tali baja yang belum terputus.


Young Shin berteriak karena mendengar suara orang terjatuh di atas lift-nya. Seseorang masuk dan membenamkan topi syalnya ke wajahnya. Orang itu melingkarkan tali pengaman ke pinggangnya dan memeluknya. Young Shin merangkulkan tangannya erat-erat ke leher orang itu saat terdengar suara tali putus satu demi satu.


Lift meluncur jatuh dan Jung Hoo meraih salah satu tali lift yang putus yang membawanya naik ke atas. Ia berhasil menyelamatkan Young Shin dan membawa gadis itu ke atas atap.




Bukannya berterima kasih, Young Shin malah menepis tangan Jung Hoo dan membentaknya, “Kau itu bisa mati! Apa kau sudah gila? Walaupun kau itu dibayar,” tangan Young Shin gemetar dan melanjutkan, “.. aku berterima kasih karenamu aku masih hidup. Tapi.. kita berdua bisa mati. Apa-apaan kau ini?”

Jung Hoo terdiam mendengar umpatan Young Shin yang malah mengkhawatirkannya. Ia diam saat Young Shin bertanya apakah ia adalah Healer, apakah ia masih ada di sampingnya. Young Shin tahu kalau ia dibayar oleh Moon Ho, tapi Young Shin akan tetap selalu berhutang nyawa karena diselamatkan olehnya.

“Maafkan kau karena aku tak bisa membayarmu. Terima kasih,” dengan wajah masih tertutup, Young Shin menunduk.


Jung Hoo tak bersuara sedikitpun. Ia meletakkan tas gadis itu dan berbalik pergi. Jung Hoo merasakan salju turun dan menghentikan langkahnya. Menatap butiran salju yang ada ditangannya, ia berkata dalam hati. Sejak aku ditinggalkan hingga sekarang, aku tak pernah berharap apapun pada orang lain. Jadi aku selalu baik-baik saja.Entah mereka ada yang salah paham padaku atau mengerti aku, aku tak peduli. Aku.. memang seperti itu.”


Jung Hoo berbalik dan kembali menghampiri Young Shin. Tanpa ragu, ia melepas sarung tangannya, membuka topi rajut Young shin hingga hanya menutupi hidung.

Dan menciumnya.


Komentar :

Aww.. no komen untuk kissingnya. Walau saya (entah benar atau tidak) sempat melihat senyum kecil Park Min Young sepersekian detik sebelum Ji Chang Wook menciumnya, tapi.. abaikan saja.. hehe..


Jung Hoo yang mulai menyukai Young Shin, mulai berdebar-debar saat dekat dengan gadis itu. Tapi betapa galaunya ia saat Young Shin tahu kalau Healer melindunginya karena peritah Moon Ho. Seperti yang diucapkan Jung Hoo di akhir episode 8 ini : Ia tak peduli kalau orang salah paham padanya. Dunno, don’t care. If I know, don’t care either.


Tapi melihat ekspresi Young Shin yang patah hati saat mendengar kalau Healer muncul di sampingnya karena pesanan dari Moon Ho, membuat Jung Hoo tak tenang. Ia ingin Young Shin mengetahui kalau yang ia lakukan itu bukanlah karena Moon Ho. Ia menyelamatkan Young Shin dari preman Double S atas keinginannya sendiri. Ia mengambil video di rumah Hwang karena ia ingin membantu Young Shin. Ia mengawasi Young Shin karena ia ingin melihat gadis itu.

Mulutnya terkunci. Ia tak dapat bersuara karena mungkin Young Shin akan mengenalinya sebagai Bong Soo. Young Shin tak boleh melihat wajahnya karena ia adalah Bong Soo.


Maka yang hanya bisa Jung Hoo lakukan adalah mencium Young Shin. Memberinya pengertian kalau yang ia lakukan itu bukan karena perintah Moon Ho. Tapi karena ia menyukainya.

Berikutnya : Sinopsis Healer Episode 9

Credit picture : Dramabeans

6 comments :

  1. Mba Dee, aku jadi mikir, Healer ini kaya City Hunter trus Jun Ho kaya Lee Yoon Sung yg nyamar kerja di Blue House trus pura2 lemahga bisa apa2.. & Young Shin adl Kim Nana.. pemainnya sama2 Park Min Young. Sama2 satu kantor juga..
    Hmmmmm

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hhaha, aku juga mikir gitu chingu, ini kaya liat city hunter sama pinnochio, hhaha

      Delete
  2. Ah suka peran chang wook di sini.. >.<

    ReplyDelete