January 29, 2015

Healer Episode 16


Jung Hoo dan Young Shin ini paling bisa buat orang kena serangan jantung. Ampun deh..

Sinopsis Healer Episode 16



Young Shin membuat janji dengan Myung Hee untuk bertemu. Betapa kagetnya ia  saat keluar rumah, sudah ada mobil Moon Shik yang  menunggunya dan menawarinya untuk diantar ke rumah. Mulanya Young Shin menolak, tapi Moon Shik memintanya dengan baik-baik, maka akhirnya ia masuk juga.

Ketika ditanya kenapa Young Shin tak menyetir mobil, gadis itu bercerita kalau ia takut menyetir dan ia menduga kalau hal ini akibat trauma masa kecilnya. Kadang ia bermimpi melihat mobil-mobil yang ngebut di jalanan yang gelap gulita.

Moon Shik sedikit kaget, namun ia segera memasang senyum dan menyuruh supirnya untuk menjalankan mobil.


Berdasarkan catatan Moon Ho, Jung Hoo pergi menemui  Kim Young Hoon, komandan polsek Sokcho, yang memimpin penyelidikan kasus Seo Jung Seok di tahun 1992. Jung Hoo duduk di hadapan orang tua itu dan mengajaknya bicara. Tapi pria itu hanya terus bermain kartu, tak mempedulikan Jung Hoo yang terus bertanya padanya tentang Seo Joon Seok.


Anaknya berkata kalau sekarang ayahnya hanya duduk seperti itu dan tak pernah mau bicara sama sekali. Jung Hoo mencoba ikut bermain, dan usahanya berhasil. Young Hoon merasa terusik mendengar nama Seo Joon Seok dan berkata kalau nama itu yang membuat mereka  kehilangan pekerjaan dan jabatannya.


Anaknya yang mendengar pembicaraan mereka, membenarkan kalau kejadian itu terjadi tahun 1992. Dan Jung Hoo berhasil mendapat informasi kalau ada polisi lain yang juga ikut dipecat, namanya Park Dong Chul dan ia minta Ahjumma untuk melacak jejak pria itu.


Ahjumma mengomel karena Jung Hoo menganggap dirinya vending machine yang bisa mengeluarkan barang kapanpun Jung Hoo memasukkan koin. Tapi Jung Hoo balas menyindir. Young Shin saja sudah pernah melihat wajah vending machine itu, sementara ia yang bekerja selama 8 tahun tak pernah tahu wajah asli Ahjumma, “Saat aku mendengar hal itu, aku merasa air mataku keluar, lho Ahjumma.”


Ahjumma tak menggubris sindiran Jung Hoo karena ia melihat sesuatu di peta GPS-nya.


Moon Ho diberitahu Redaktur Jang kalau Young Shin pergi menemui Myung Hee. Moon Ho sedikit heran. Belum sempat berpikir panjang, ia ditelepon Ahjumma yang  memberitahu kalau Young Shin menuju tempat yang tak ia sukai. Sebenarnya Ahjumma ingin menghubungi Healer, tapi wajah Healer sudah beberapa kali tertangkap kamera, Akan jadi masalah kalau ia memberitahu Healer yang pasti akan jdi gila dan langsung pergi ke sana.


Moon Shik ternyata tak membawa Young Shin ke rumah, malah ke kantornya. Dengan wajah penuh senyum,  ia berkata kalau ia sudah mengirim pesan pada Myung Hee untuk membatakan pertemuan dengan Young Shin karena ia mendengar ada orang yang berbahaya di sekitar Young Shin. Seo Jung Hoo.


Di rumah, Myung Hee yang sedang memasak chocolate chip cookies merasa kecewa saat diberitahu oleh ARTnya kalau Young Shin tak jadi datang.


Young Shin pura-pura tak kenal nama itu dan Moon Shik percaya. Ia kemudian menunjukkan foto berlima dan menunjuk Myung Hee sebagai istrinya, Joon Seok sebagai ayah Seo Jung Hoo dan Young Jae sebagai Healer generasi pertama, yang baru-baru ini meninggal dunia. Young Jae telah membina Jung Hoo menjadi Healer. Tapi Healer-nya Young Jae beda dengan Healer-nya Jung Hoo yang menurutnya sudah kelewat batas.


Young Shin bertanya apa sebenarnya alasan Moon Shik membawanya kemari. Moon Shik menjawab kalau sepertnya Moon Ho dan Healer Jung Hoo telah bekerja sama. Moon Ho mau melakukan hal yang melanggar hukum demi menentang dirinya. Moon Ho sudah seperti anaknya. “Sebelum Moon Ho dan Seo Jung Hoo melakukan kejahatan yang lebih besar, kumohon bantulah aku.”


Moon Shik memanggil Manajer Ahn –Manajer Investigasi Spesial- yang  kemudian membawa Young Shin ke ruang rapat dan mulai menjelaskan tentang Healer.


Moon Ho menyerbu masuk ke ruangan Moon Shik dan bertanya dimana Ji Ahn dan apa niat Moon Shik sebenarnya. Moon Shik menjawab kalau ia ingin Ji Ahn dan Jung Hoo hidup dengan baik dengan menjadikan Ji Ahn sebagai reporter dan memberikan pengacara terbaik untuk Jung Hoo dan menjalani sedikit hukuman di penjara agar bisa kembali ke masyarakat.


Alasannya? Karena ia adalah teman dari ayah-ayah mereka. Moon Ho tertawa hampir histeris mendengar alasan itu.


Young Shin sebenarnya bosan mendengar penjelasan Manajer Ahn yang memutarbalikkan semuanya. Tapi pandangannya kabur dan ia mulai sesak nafas saat mendengar penjelasan tentang ayah Seo Jung Hoo yang membunuh temannya Oh Gil Ahn. Ia memandangi foto Healer, foto yang sama dengan yang ia miliki di kamar.


Manajer Ahn menghentikan briefing-nya karena ada telepon masuk dari putri Young Hoon yang melaporkan tentang kedatangan Jung Hoo dan memberikan nama Park Dong Chul. Umpan telah dimakan.


Briefing selesai danYoung Shin berjalan, seolah berpikir keras. Ia berpapasan dengan Moon Ho yang telah mencarinya kemana-mana. Di parkiran mobil, Young Shin tak masuk mobil dan menyuarakan apa yang mengganggu pikirannya sekarang. Moon Shik dan Moon Ho adalah orang-orang dengan jabatan tinggi. Tapi Moon Shik rela menjemputnya di rumah dan sekarang Moon Ho mau mengantarkannya pulang, padahal Moon Ho sangat sibuk. “Kenapa?”


Moon Ho menghampiri Young Shin, tapi Young Shin mundur. Young Shin ingat saat pertemuan pertamanya dengan Jung Hoo adalah ketika Jung Hoo mengambil potongan kukunya. Dan Moon Ho yang menugaskan Healer. “Kenapa?”


Moon Ho tertawa miris. Ia berniat memberitahukan hal ini lain waktu, tapi ia tak menyangka lain waktu itu adalah sekarang di parkiran mobil. “Chae Young Shin, ibumu masih hidup.”


Young Shin tertawa mendengus mendengar ucapan Moon Ho. Moon Ho menjelaskan kalau Myung Hee, kakak iparnya, adalah ibu Young Shin dan nama dia sebenarnya adalah Oh Ji Ahn. Young Shin kembali tersenyum tapi kali ini mulai gugup. Moon Ho minta maaf tak dapat memberitahukannya karena ia takut.

Young Shin merasa dadanya sakit. Moon Ho melangkah maju, tapi Young Shin melangkah mundur lagi. Tak terasa air matanya menetes, tapi ia menolak menangis.


Jung  Hoo menemukan alamat Park Dong Chul. Tapi melihat tempatnya, membuat berfirasat jelek. Begitu pula firasat Ahjumma yang mengingatkan mungkin ini adalah jebakan. Tapi Jung Hoo tetap akan masuk. Jika ini adalah lubang perangkap, maka ia akan membuatnya menjadi jalan.


Benar saja. Tempat itu adalah bar malam dan hanya dua orang laki dan perempuan di sana. Saat ia menyebutkan ingin menemui Park Dong Chul, pria itu melapor pada si perempuan yang kemudian menelepon seseorang. Setelah itu dengan tak acuh, pria itumenyuruh Jung Hoo untuk menunggu.


Ayah Young Shin dan Paman Eks Napi menatap lantai dua dengan cemas. Oh.. ternyata Young Shin sudah pulang. Sekarang ia mengurung diri dan bersembunyi di balik tirai kamarnya. Tak ingin keluar dari sudut amannya, ia hanya mengulurkan tangan untuk mengambil handphone di tempat tidur.


Beberapa preman muncul di bar, berkata kalau mereka akan mengantar Jung Hoo menemui Park Dong Chul. Bukan isyarat yang bagus. Tapi Jung Hoo tak khawatir. Saat handphone-nya berbunyi, ia malah meminta waktu sebentar untuk menerima telepon. Para preman itu mulai menyerang Jung Hoo. Tapi kita tahu bagaimana hebatnya Jung Hoo. Dua preman mah cincai.. Ia berkelahi sambil bicara dengan Young Shin.


Ia malah khawatir saat mendengar suara Young Shin yang sendu, yang berkata kalau ia baru saja menemui Moon Shik yang tahu kalau Jung Hoo adalah Healer. Jung Hoo segera melumpuhkan keduanya, nafasnya sedikit terengah-engah dan Young Shin bertanya apa Jung Hoo sedang bersama seseorang. Jung Hoo membantah, “Tidak. Aku sedang beberes. Apa yang terjadi setelah itu?”


“Kata mereka kau itu berbahaya dan jahat,” kata Young Shin. Jung Hoo sedikit memarahi Young Shin yang tak mendengar larangan Moon Ho untuk menemui Moon Shi. Young Shin berkata kalau Moon Ho malah menyesal. “Karena ia tak memberitahu aku, padahal ia tahu ibu kandungku masih hidup.”

Jung Hoo terkesiap mendengar hal itu, sehingga salah satu preman berhasil memukulnya. Pada Young Shin, ia berkata kalau ia akan menelepon Young Shin lagi. Telepon terputus dan ia tak memberi ampun, menghajar kedua orang itu. Ia menghampiri wanita itu dan mengancamnya untuk bisa mendapatkan informasi tentang keberadaan Park Dong Chul.


Jung Hoo keluar dari bar, bersamaan dengan segerombol preman yang datang dengan mobil. Mereka tak mengenali Jung Hoo yang diam-diam menempelkan GPS di bawah mobil mereka. Jung Hoo meminta Ahjumma untuk melacak identitas mereka dari GPS yang ia tempelkan di mobil, karena para preman itu bukanlah dari Double S.

Manajer Ahn mendapat laporan dan memastikan kalau Jung Hoo adalah Healer. Ia meminta mereka untuk membawa Healer. Itu perintah Tetua, jadi jangan sampai membuat kesalahan.


Young Soo tak mengacuhkan panggilan telepon dari Jung Hoo. Ia membaca dokumen yang diberikan oleh Moon Ho sebelumnya. Ia teringat ucapan Moon Ho yang bercerita tentang kondisi kesehatan ibunya.


Tahun 1992, Myung Hee mengalami kecelakaan mobil yang parah. Karena itu, selain harus berada dikursi roda, Myung Hee mengalami depresi, kerusakan otak dan epilepsy. Jika Myung Hee mengalami stress berlebih, ia akan kejang yang menyebabkan oksigen tak sampai ke otak, yang akan mengakibatkan perdarahan otak.

Myung Hee sekarang sudah lebih baik, tapi pembicaraan mengenai Ji Ahn selalu di luar kendali. “Peringata kematian dan hari ulang tahunmu. Sepertinya ia hanya hidup untuk dua hari itu saja dalam satu tahun.”

Young Shin mengaku tak ingat sama sekali tentang masa kecilnya. Yang ia ingat hanyalah berdiri di pinggir jalan raya di malam hari. Ia mengerti alasan Moon Ho tak cerita tentang hal ini pada ibunya, tapi kenapa Moon Ho tak menceritakan hal ini padanya? Kenapa ibunya meninggalkannya? Kenapa ibunya tak mencarinya? Moon Ho berkata karena Myung Hee diberitahu kalau anaknya sudah meninggal. “Apakah Jung Hoo tahu tentang hal ini?”


Separuh membela, Moon Ho menjawab kalau ia yang menyuruh Jung Hoo untuk menunggu dan jangan memberi tahu Young Shin dulu. Tapi gadis itu sudah menganggap Jung Hoo tak berada di pihaknya.


Young Shin menolak tawaran Moon Ho yang ingin menceritakan semuanya. Ia memilih pulang dan mencari tahu sendiri. Ia belum bisa mempercayai Moon Ho. “Dan aku adalah Chae Young Shin. Terserah itu Ji Eun atau Ji Yeon, aku tak peduli.”


Duduk di tempat tidur, Young Shin mulai bernyanyi. Tapi menyanyi pun tak ada gunanya. Ia mulai membereskan dokumen, dan terkejut melihat kartu keluarganya. Ayahnya adalah Oh Gil Ahn. Terngiang kembali ucapan Manajer Ahn yang mengatakan kalau ayah Jung Hoo membunuh temannya sendiri, Oh Gil Ahn.

Young Shin terkejut dan melempar kartu keluarga itu seolah kertas itu membakarnya. Ia akhirnya menyadari kenyataan yang baru saja ia sadari.


Di Someday News, semua sibuk dan stress. Reporter Yeo apalagi. Mulanya ia tak mempedulikan dering telepon di meja Young Shin. Tapi telepon itu berbunyi terus, dan ia berkata tanpa memberi kesempatan pada peneleponnya, memberitahu kalau Young Shin tak masuk kantor padahal seluruh karyawan sedang super duper sibuk. “Kelihatannya ia benar-benar patah hati. Selamat siang.”


Ha.. bahkan Reporter Yeo saja bisa tahu kalau Young Shin naksir Bong Soo. Myung Hee yang ada di ujung telepon hanya bisa diam mendengar ocehan Reporter Yeo. Ia akhirnya menelepon Moon Ho. Setelah sebelumnya mengomeli Moon Ho yang tak memberitahu kalau Moon Ho sudah punya kantor sendiri, ia bertanya tentang Young Shin yang tak jadi mewawancarainya.

“Chae Young Shin..,” Moon Ho berhenti sejenak. Cerita tentang siapa Young Shin sudah berada di ujung lidahnya. “.. sedang mengalami masa sulit. Dan sangatlah kejam jika aku menyuruhnya untuk menemui Noona.”


Myung Hee menceramahi Moon Ho yang seperti penyiar-penyiar jaman sekarang, suka menggunakan kata-kata dramatis. Terdengar tawa renyah Moon Ho.


Tapi Myung Hee tak melihat betapa tersiksanya Moon Ho yang harus menutupi semua rahasia ini dari Myung Hee. Ia hanya bisa menahan air mata dengan tawanya.


Jung Hoo muncul di café, yang langsung dihentikan oleh ayah Young Shin dan paman eks napi yang perlu untuk bicara dengan Park Bong Soo ini. Tapi dengan gesit Jung Hoo melepaskan diri dan membuat kedua pria itu berpelukan, sementara ia kabur ke atas. Haha..


Jung Hoo mengetuk pintu kamar Young Shin, tapi tak ada jawaban. Ia membuka pintu dan menemukan Young Shin sedang berdiri diam. Ia langsung memeluk Young Shin, lega, karena sedari tadi ia khawatir. Young Shin refleks mengangkat tangan untuk memeluk balik, tapi otaknya seperti menyuruh tangannya untuk berhenti dan tetap diam.


Jung Hoo merasakan hal itu, dan melepas pelukannya. Ia memanggil Young Shin, tapi gadis itu seperti enggan menatap matanya, hingga ia harus memegang kepala Young Shin agar gadis itu mau menatapnya. Tapi tetap saja, Young Shin kembali menghindari tatapannya. Jung Hoo menghela nafas, apakah Young Shin marah karena tak diberitahu tentang ibu kandungnya? Young Shin boleh marah padanya.

Sambil terus melihat ke arah selain mata Jung Hoo, Young Shin menjawab kalau ia tak marah, karena Jung Hoo tak punya salah apapun. Jung Hoo tak bisa memaksa Young Shin untuk menatapnya.


Ia akhirnya memeluk Young Shin yang kali ini menyandarkan kepala di bahunya. Namun ia mendengar Young Shin terisak. Ia melepaskan pelukannya, merasa canggung dan melihat ke sana kemari hingga melihat foto masa kecil Young Shin.

Ia berkata kalau ia sudah memukuli Moon Ho untuk Young Shin. Tapi ia juga membela Moon Ho yang sebenarnya tidak jahat, karena Moon Ho menerima semua pukulannya dengan pasrah.Young Shin masih tak mau menatapnya. Ia juga cerita kalau ia pernah menemui ibu Young Shin dan semuanya baik-baik saja, membuat Young Shin bertanya, “Apa ia baik-baik saja saat bertemu denganmu?”


Jung Hoo tak mengerti maksud ucapan Young Shin. Tapi ia akhirnya menangkap arti pertanyaan itu saat melihat kartu keluarga di tumpukan dokumen. Ia menarik kertas itu dan bertanya tajam, “Apa karena ini? Apakah ini karena cerita tentang ayahku dan ayahmu?” Young Shin pura-pura tak tahu, tapi ia membeku saat Jung Hoo melanjutkan, “Tentang ayahku yang membunuh ayahmu?”


Ia berbalik dan akhirnya menatap Jung Hoo. Jung Hoo mengakui kalau ia tahu tapi tak dapat menceritakannya pada Young Shin, karena ia takut Young Shin akan bersikap seperti sekarang ini. Young Shin membantah hal itu. Kejadian itu tak berpengaruh pada hubungan mereka.


“Kalau tak berpengaruh, kenapa kau tak bisa memandangku atau memelukku?” tanya Jung Hoo. Ia mencoba membuktikan ucapannya dengan maju selangkah. Refleks Young Shin mundur dan panik. Air matanya turun semakin deras. Jung Hoo menjelaskan kalau ayahnya bukanlah pembunuh tapi tersangka, dan mungkin ayahnya memang bukan pembunuhnya. “Karena itu selama ini aku mencari bukti kalau bukan dia pelakunya. Begitu aku menemukannya, aku akan memberitahukanmu.”

Young Shin tak memberi tanggapan. Kali ini Jung Hoo mundur, dapat memaklumi sikap Young Shin, walau raut kecewa tetap terlihat dari wajahnya. Young Shin tetap berdiri di tempatnya, bingung.


Jung Hoo berjalan gontai melewati café, tak mempedulikan kedua pria  yang ada di balik meja kasir. Ayah Young Shin memintanya berhenti untuk bicara padanya. Tapi Jung Hoo terus berjalan. Ia berhenti saat mendengar teriakan Young Shin yang buru-buru menuruni tangga.


“Tolong temukan,” Young Shin menarik kerah jas Jung Hoo dan menatap matanya. Jung Hoo berjanji. Tapi Young Shin meneruskan permohonannya, “Bahkan jika kau tak menemukannya, datanglah.”

“Aku mengerti.”

“Aku akan mencarinya juga,” mata Young Shin kembali berkaca-kaca dan ia terus memohon. “Kau tetap harus datang, bahkan jika kau tak dapat menemukannya.”


“Aku akan menemukannya dan datang kepadamu,” janji Jung Hoo. Ia mengusap air mata yang menetes di pipi Young Shin dan membelainya.

“Kau bukanlah orang jahat.”


“Aku juga tahu itu,” hampir berbisik Jung Hoo menjawabnya. Young Shin menariknya dalam pelukan, dan Jung Hoo mempererat pelukan mereka sambil membelai rambut Young Shin.


Terdengar kelontang dari balik meja kasir. Hahaha.. Ayah dan Paman Eks napi menjatuhkan semua, sendok dan cawan gula yang sedang mereka pegang, karena melihat anak kesayangan mereka peluk-pelukan dengan pria.


Tapi yang ditonton seakan tak sadar. Jung Hoo menatap Young Shin penuh janji dan Young Shin masih tak rela melihat Jung Hoo yang melangkah pergi. Ayah dan Paman berpandang-pandangan, seakan saling konsultasi mereka harus melakukan apa.


Belum sempat mereka menentukan langkah apa, Jung Hoo kembali lagi dan mencium bibir Young Shin. Hahaha.. mata ayah hampir copot melihat anak kesayangannya melakukan itu di depannya.  Secepat itu Jung Hoo datang, secepat itu juga Jung Hoo pergi.


Ga pernah saya ketawa ngakak melihat orang kissing. Haduhh… Saya jamin, kalo Healer bisa selamat dari semua bahaya, ia tak akan bisa selamat dari bahaya calon mertua.


Malamnya , ada orang yang menyelipkan alat GPS ke dalam saku seseorang yang sedang bekerja menyebar flyer. Ternyata orang itu adalah Park Dong Chul. Kelompok Manajer Ahn sedang memasang perangkap untuk menangkap target mereka yaitu Jung Hoo a.k.a Healer. Mereka berhasil menemukan Jung Hoo yang mendapat informasi alamat Dong Chul dari wanita bar siang tadi. Tapi mereka tak menyangka kalau Jung Hoo tahu keberadaan semua anak buah Manajer Ahn.


Mereka pun membuntuti Dong Chul. Tapi tiba-tiba Dong Chul hilang dan dari GPS, terlihat Dong Chul bergerak cepat. Pasti Jung Hoo yang menarik Dong Chul. Mereka pun langsung mengejar ke arah titik GPS itu.


Titik GPS itu berhenti dan mereka memburunya. Hingga sampai ke balik sebuah mobil hitam yang dipakai pergi ke bar siang tadi. Mereka menemukan GPS itu ada di bawah mobil. Mereka kesal karena kehilangan targetnya.


Sementara Ahjumma yang berhasil menukar GPS di mobil dengan GPS di saku Park Dong Chul, mengatai komplotan itu bodoh dan mulai bernyanyi,  “Aku yang terbaik..”


Jung Hoo membawa Dong Chul ke sebuah gereja. Ia terkejut karena Dong Chul mengenalinya sebagai anak Joon Seok. Ternyata beberapa hari yang lalu ada yang memberitahu kalau anak Joon Seok akan datang. Jika Dong Chul bisa melapor saat Jung Hoo datang, mereka akan memberinya 1 juta won.

Jung Hoo ingin tahu tentang kasus ayahnya dan ingin melihat pernyataan tertulis ayahnya, tapi tak pernah ketemu. Karena itu, ia berpikir untuk mencari orang yang menuliskan pernyataan ayahnya. “Orang itu adalah Paman,kan?”


Dong Chul tertawa. Tak ada gunanya Jung Hoo mencari pernyataan itu, karena yang tersimpan adalah pernyataan palsu dan ayah Jung Hoo dipaksa untuk menandatangani dengan jempolnya. Jung Hoo kecewa, karena jika ia menemukan pernyataan itu, tetap saa hal itu palsu. Dong Chul berkata kalau pernyataan yang mereka terima dan pernyataan yang dilaporkan jelas-jelas berbeda. Yang terakhir itu benar-benar dikarang.

Karena itu tim Dong Chul kemudian melaporkan ke tim audit. Tapi hal itu malah membuat kelompok mereka dipecat. Istrinya melarikan diri dan ia bekerja serabutan sekarang. Maka itu ia menyalahkan Joon Seok yang membuat hidupnya hancur.


Jung Hoo minta maaf karena hidup Dong Chul rusak karena ayahnya. Tapi Dong Chul adalah orang yang mendengar pernyataan ayahnya, jadi apa yang dikatakan ayahnya. Apakah ayahnya benar-benar membunuh orang?

Dong Chul heran, apa Jung Hoo benar-benar tak tahu apapun?


Moon Ho terkejut namun tampak lega melihat Young Shin menemuinya malam-malam di kantor dengan membawa kopi dan snack. Saat mereka berpisah tadi, Young Shin terlihat seperti tak ingin menemuinya lagi.


Dengan nada ceria, Young Shin berkata kalau ia bukan orang yang suka menahan marah. Daya tahannya itu rendah. Dan ia ingin bertanya beberapa hal. Misalnya, apakah ia mengenal Moon Ho waktu kecil? Apakah mereka dekat? Moon Ho mengiyakan dua-duanya.


Moon Ho bercerita tentang kedekatan orang tua Young Shin dan ayah Jung Hoo yang bekerja di sebuah surat kabar yang sama. Saat Young Shin bertanya apakah ia dan Jung Hoo dulu juga dekat, Moon Ho menjawab kalau Jung Hoo dan Young Shin selalu menangis  jika bertemu. Young Shin menebak kalau mereka sering bertengkar. Moon Ho nyengir, “Karena kalian tak mau berpisah.”


Haha.. Young Shin sedikit tersipu dan berkelit, “Pasti Jung Hoo yang menangis duluan. Senangnya kalau aku dapat mengingatnya.”

Moon Ho senang melihat senyum Young Shin dan ia memberitahu kalau Jung Hoo adalah oppa Young Shin. Young Shin tertawa tak percaya saat mendengar jarak umur mereka hanya beda 1 bulan saja. “Dan hari ulang tahunmu itu.. adalah besok. Noona mungkin sekarang sibuk membuat kue.”

Young Shin tak menyangka, karena ia selalu menduga kalau ia ulang tahun bulan Maret. Ia bertanya tentang hubungannya dengan Moon Shik yang tak harmonis. Pernyataan itu membuat wajah Moon Ho menjadi kelam.


Dong Chul mengakui kalau ia memiliki rekaman pengakuan Joon Seok dan ia juga memberitahu orang-orang yang menemuinya beberapa hari yang lalu. Orang-orang itu berjanji akan memberinya imbalan yang pantas. Jung Hoo kaget mendengar hal itu, dan meminta Dong Chul untuk menjual padanya, karena ia akan melipatgandakan tawaran orang-orang itu.  


Jung Hoo mencoba menyadarkan Dong Chul kalau orang-orang itu berbahaya. Dong Chul tahu, tapi Dong Chul tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Ia sudah menyimpan rekaman itu selama 20 tahun, dan sekarang sudah ada 2 pihak yang ingin menawarnya. “Berilah penawaran padaku. Dan aku akan bicara pada mereka lagi…”

Jung Hoo mengangkat jaket Dong Chul hingga Dong Chul berdiri. Antara marah dan frustasi, ia berkata kalau ia pernah menemui orang seperti Dong Chul yang bernegosiasi dengan Moon Shik juga. Akibatnya orang itu tewas diracun dan dilempar dari kereta api. “Jadi Paman, aku akan memberimu uang dan kau berikan rekaman itu padaku. Dengan cara seperti itu, Paman akan bisa hidup!”

Dong Chul diam, tapi tangannya menyentuh sesuatu di kantong.


Moon Shik melihat istrinya sudah tidur. Ia memperbaiki selimut istrinya dengan sayang dan kembali keruang kerja. Tak lupa ia memandangi foto mereka berdua yang tertawa bahagia. Ada telepon masuk. Ia tak menyadari kalau ada penyadap yang menempel di belakang pigura itu.

Sejak kapan Healer memasang alat itu?


Ternyata bukan Healer, melainkan Myung Hee yang sekarang terbangun dan mendengarkan percakapan Moon Shik dengan seseorang yang mengatakan kalau Dong Chul baru saja menyalakan handphone-nya dan mereka sedang melacak lokasinya. Moon Shik menyuruh Manajer Ahn untuk membawa semua orang yang ada karena jika orang itu adalah Healer, maka orang itu sangat ahli.

Manajer Ahn bertanya tentang prioritas yang harus mereka dahulukan. Apakah rekaman pernyataan Seo Jeon Seok, ataukah melenyapkan Seo Jeong Hoo?

Myung Hee terkejut mendengar pertanyaan itu. Dadanya berdegup keras mendengar Moon Shik memilih untuk mendahulukan rekaman pernyataan, karena tak ingin Tetua marah karena masih ada rekaman yang beredar di luar. Rekaman itu tak boleh muncul.


Ia pun menelepon Moon Ho yang akan pulang bersama Young Shin dan berbisik, “Kau kenal dengan Jung Hoo, kan? Anak Seo Joon Seok. Kurasa ia ada dalam bahaya. Apa yang harus kita lakukan?”
Moon Ho menyuruh Young Shin untuk menelepon Jung Hoo dan bertanya apakah Myung Hee mengetahui lokasinya.


Jung Hoo mendapat telepon dari Young Shin yang memberitahukan kalau Myung Hee mendengar pembicaraan Moon shik di telepon tentang orang-orang yang mengetahui lokasinya dan mungkin akan menangkap Jung Hoo. Young Shin menyuruhnya untuk segera kabur.

Ahjumma memperkirakan Moon Ho akan tiba sekitar 12 menit lagi dan menyuruh Moon Ho untuk parkir di pintu belakang gereja. Ia akan mengirim polisi di sekitar waktu tersebut.


Jung Hoo tak segera kabur, tapi menangkap Dong Chul yang mencoba kabur. Ia mengambil handphone dari saku Dong Chul dan tahu kalau posisi mereka ketahuan karena handphone itu. Jung Hoo menekan emosinya, bertanya apakah rekaman yang dimiliki Dong Chul itu asli atau palsu. Dong Chul meyakinkan kalau rekaman itu asli yang ia simpan selama 20 tahun. Dan apa imbalannya kalau Dong Chul bisa menyerahkan rekaman dan dirinya?


Dong Chul berkata kalau orang-orang itu akan memberinya pekerjaan di perusahaan pengamanan, lengkap dengan asuransi. Jung Hoo mengajak Dong Chul pergi, tapi pria itu memohon pada Jung Hoo untuk membiarkannya menjual rekaman itu pada orang-orang itu, sebagai imbalan ayahnya yang telah merusak hidupnya.


Jung Hoo benar-benar putus asa. Ia akhirnya bertanya sesuatu yang penting baginya, “Ayahku tak membunuh orang, kan? Aku harus mengetahuinya. Hanya kau yang bisa memberitahukanku tentang hal ini.”

Dong Chul berjanji akan memberitahukannya nanti setelah orang-orang itu datang. Namun terdengar decit mobil. Mereka telah datang.


Jung Hoo segera menarik Dong Chul, tapi orang-orang itu sudah masuk gereja. Perkelahian pun tak terelakkan. Tapi ia juga harus menjaga Dong Chul agar tidak kabur darinya. Jung Hoo berhasil mengeluarkan Dong Chul keluar gereja, tapi orang-orang itu terus mengejarnya. Ia harus membagi dirinya antara menjaga Dong Chul hingga tak kabur dan berkelahi dengan orang-orang itu.


Ia semakin terkepung, membuat ia harus menggunakan kedua tangannya untuk berkelahi. Dong Chul pun melarikan diri. Dong Chul melihat sebuah mobil yang muncul dan ia berbalik menunjuk Jung Hoo.

Jung Hoo yang berhasil melepaskan diri menatap horror. Orang itu membawa tongkat panjang dan memukulkan tongkat itu ke belakang kepala Dong Chul.

Dong Chul terjatuh, kepalanya mengenai anak tangga. Dari kejauhan terdengar sirine mobil polisi dan orang-orang itu kabur semua, meninggalkan Jung Hoo dan Dong Chul.


Jung Hoo berlari menghampiri Dong Chul, mencoba menyadarkannya. Tangannya tak sengaja menyentuh belakang kepala Dong Chul dan terbelalak melihat tangannya sekarang berlumuran darah. Dong Chul meregang nyawa, ia sedikit membuka matanya dan berbisik. Jung Hoo buru-buru mendekatkan telinganya mencoba mendengar apa yang Dong Chul katakan.

Mobil Moon Ho tiba dengan 2 mobil polisi mengekor di belakangnya. Young Shin berlari lebih dulu dan menemukan Jung Hoo ada di samping seseorang yang terluka parah. Ada tongkat, alat bukti kejahatan, yang tergeletak tak jauh dari sana.



Ia akan berlari menghampiri Jung Hoo, tapi langkahnya terhenti.  Ia melihat tongkat yang berlumuran darah dan memandang Jung Hoo yang sekarang wajahnya juga berlumuran darah, juga memandang ke arahnya.


Young Shin menoleh saat melihat Moon Ho dan polisi juga datang menyusulnya. Dan saat ia menoleh lagi, Jung Hoo sudah tak ada di sana lagi.

Komentar :


Apa Young Shin percaya kalau Jung Hoo tak bersalah? Atau kejadian itu malah membuatnya yakin kalau tuduhan Moon Shik benar. Jung Hoo adalah orang yang berbahaya?


Kalau menurut saya sih Young Shin tetap percaya kalau Jung Hoo tak bersalah. Saat itu ia shock melihat pembunuhan dengan matanya sendiri. Apalagi ada sebuah alat yang menakutkannya. Tongkat yang mirip dengan tongkat di masa kecilnya yang membuatnya trauma.

Bukankah dulu ayah Young Shin pernah meminta Bong Soo untukmenghindarkan Young Shin dalam 3 hal. Mabuk, membuka kaleng dan melihat adegan kekerasan.

Reaksi Young Shinpun sama seperti saat Hwang memukuli pelayan cantiknya. Ia mematung dan tak bisa bergerak sampai Bong Soo memeluknya. Sayangnya kali ini Bong Soo tak muncul untuk melindungi Young Shin dari pemandangan yang mengenaskan itu.


Yang saya khawatirkan malah Jung Hoo. Ia takut Young Shin salah paham padanya dan menganggap ia membunuh Dong Chul. Semoga ia masih ingat petuah ayah Young Shin tentang 3 hal yang No-No bagi Young Shin. Jangan sampai ia pergi dari Young Shin karena tak ingin Young Shin tersakiti olehnya.

Jung Hoo tak suka melihat orang yang disayanginya menangis. Dulu ia pernah berkata kalau ibunya menangis karena wajahnya mengingatkan pada wajah ayahnya. Saat ibunya selalu menangis ketika melihatnya, ia meminta suami kedua ibunya untuk menjaga ibunya agar tidak menangis. Dan ia memilih pergi.


Dan baru saja ia merasakan hal yang sama. Young Shin menangis karena masa lalu ayah mereka. Beban itu sekarang ada di bahunya, dan ia tak ingin melihat Young Shin terus menangis, maka ia memutuskan untuk pergi.

Untungnya Young Shin tak berlarut-larut. Young Shin masih berpikir dengan otak. Ia tahu Jung Hoo bukanlah orang jahat. Ia tahu Jung Hoo tak bersalah. Ia meminta Jung Hoo untuk kembali padanya. Berhasil atau tidak berhasil, ia ingin Jung Hoo kembali padanya. Jangan pernah meninggalkannya.

Semoga Jung Hoo percaya pada Young Shin seperti Young Shin percaya padanya.


Ketika di awal cerita, saya masih yakin kalau yang jahat sebenarnya adalah Sekretaris Oh dan Tetua. Tapi setelah Moon Shik meminta Tetua untuk mundur dan membiarkannya menyelesaikan masalahnya sendiri, kok rasanya Moon Shik jadi bahaya, ya?

Seperti kata Moon Ho yang kadang tak tahu yang mana sikap asli Moon Shik, mungkinkah memang Young Jae dibunuh oleh Moon Ho? Uhh… merinding disko saya jika itu hasil karya Moon Shik dan bukannya Tetua.


Dan Myung Hee.. hehehe.. bagaimana bisa ternyata Myung Hee bisa beli alat penyadap? Apa mungkin ia sempat jalan-jalan ke Glodok dan membeli alat penyadap? Saya pikir Myung Hee jarang keluar rumah. Dan sepertinya riskan meminta bantuan pelayannya, apalagi ia sudah mulai mengendus kelakuan Moon Shik.

Hmm.. jadi gimana belinya, ya? Positif thinking saja deh, pasti ada caranya, seperti Jung Hoo yang pasti sempat sikat gigi setelah 6 hari tidur terus. 

19 comments :

  1. Huwaaaaa,,,makasih banyak atas sinopsis dan komentarnya,,,,aku 100% setuju...
    sekali lagi terima kasih banyak

    ReplyDelete
  2. Hahhaha komentar akhirnya lucu soal barang yang tiba2 aja da muncul..
    Namax juga drama sudah pasti nga ada yang kebetulan semua sudah di atur :D

    ReplyDelete
  3. Aaakhiirrrx iso bc dgn tenang...ngakak campur terharu pas agedan kiss d dpan camer wakakakkkk bener kata unn Dee "tak kan bs slmt dr bhya camer" setuju aq
    Dan MHee psti nitip speaker d ART pas lg blnja hahahaa...endingx sllu bikin prtanyaan buuueesaaarrr yo mbak Dee huuufffttt...gomawo unn Dee keep healty n hwaiting

    ReplyDelete
  4. makin suka sm drakor ini....thx mba dee

    ReplyDelete
  5. Mb dee Ko ak merasa kejadian yg dialami jung ho skr sama ky ayahnya dl ya..sama2 dijebak spy jd tersangka pembunuhan.
    Jd seolah2 jung ho yg bunuh ky ayahnya dl..dan kejadian ayahnya dl yg liat myung he sm ky young shin skr..dan jelas yg merencanakan ini mon shik
    Skr dia pake cara ini lg bt jung ho kl iya jahat pk bgt..

    Waaa..msh 1 mg lg
    Ep 17-18 kt mb fanny ep nangis..:(

    ReplyDelete
  6. Woow... Semakin pelik aj ini drama n bikn penasaran abizz.... Senang liat young shin mash percaya sm jung hoo, g peduli sm yg di ucapkn moon shik tp yg bikin nyesek pas scene terakhir liat tatapn jung hoo ke young shin spt itu... Moga aj di 4 episod terakir ini g bikn qt kiciwa... Gomawo sist dee...^^ komenny mang daebak begitu pas n masuk akal sy suka... Sukses teruz y sist... :)

    ReplyDelete
  7. Ngakak abis liat scene kiss ny..
    Ampe aq ulang b'kali2 pun msh ngakak....
    Daebak ni drama, dlm episode haru biru pun bs dselipin scene konyol tanpa melenceng dr alur...
    Demam healer jg neeeee...
    Semangat trs y mb bwt sinopsisny..

    ReplyDelete
  8. Wktu itukn myun hèe s4 masuk ke ruang krj suamix,dan mliht ada ruang rahasia,mungkin dri situ dia mulai curiga,apa lgi sblmx dia brtmu dgn ibu jung hoo,Dan naluri reportrxpun keluar,alt sadapx diksi ma sutradarax hahaha....
    Ihhh kebyang gak young shin ciumn ma jung hoo yg 6 hri trtidur dan gak skt gigi..ckckckc....

    ReplyDelete
  9. xDD mbk dee komenin yg junghoo sempet sikat gigi atau gak selama 6hari tidur terus mengurung diri, mikirnya kl junghoo lupa gosok gigi 6hari itu si YS pzt mual2 dong mbk, 6hari gk gosok gigi trus kiss gitu kek mana coba YS bisa tahan. :v

    ReplyDelete
  10. Saya setuju sama pendapat anonim di atas haha
    Naluri reporter myung hee msh kuat utk bs berbuat secerdas itu >.<
    Yah kalo belinya di mana mah,tanya myung heenya aja atuh mbak
    Yg terlintas di pikiran saya soalnya cuma kemungkinan moon ho pernah ngasih itu atas permintaan Myung Hee...
    Btw setuju jg sama mbak dee nih
    Awalnya saya jg ngira tetua dan sekretaris oh yg jahat,tp belakangan sepertinya peran tetua jd ga banyak ya?dan moon shik jd punya lbh banyak scene drpd min jae haha (jelas lah,Min jae tau apa *oops)
    Tp mbak dee,saya kok ga percaya kalo jung hoo bakal pergi lg ya?krn kalo bener,saya jatuhnya malah illfeel ke healer:menghindar lg,menghindar lg...
    jd sy lbh memilih percaya Healer ga pergi :)
    Dan terakhir,thank you buat jung soo dan young shin yg kiss di depan Ayah
    So brave and so great! Hahaha
    gimana ga great kalo saya cuma bs ketawa di episode ini krn ada scene itu...
    FIGHTING MBAK DEE :D

    ReplyDelete
  11. xDD mbk dee komenin yg junghoo sempet sikat gigi atau gak selama 6hari tidur terus mengurung diri, mikirnya kl junghoo lupa gosok gigi 6hari itu si YS pzt mual2 dong mbk, 6hari gk gosok gigi trus kiss gitu kek mana coba YS bisa tahan. :v

    ReplyDelete
  12. coment mbk dee diakhir bkin ngekek 6hari gk gsok gigi wkwkw bau buaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aq ikut komen deh,JH udah sikat gigi ko,pas JH udah bangun,n YS lg bikin bubur JH ke toilet pipis n gosok gigi,abis itu pake jaket,n nyuruh ys pulang tp ga jd n kiss pun trjd...

      Delete
  13. Samaan mbak mikirnya. kapan coba myunghee nempel penyadap dan bisa nyambung ke tabletnya lagi. Keren deh

    ReplyDelete
  14. Kalo myung hee aja bisa naruh penyadap krn dikasi sutradara, pastinya bisa jug donk sutrdaranya yg nyuruh ui healer gosok gigi mandi dulu trus pasang jaket deh sblm adegan kiss ep 15 ituh, kan ada tuh scenenya wktu healer kt pake jaketnya sendiri n ngambil jaket tas YS, (ha ha ha ngarang), tp jangan khawatir...meski gak gosok giginseminggu, krena yong shin demam healer jg pasti gak bakalan mual kok di kiss scennyasama kaya kita (masa iya ? Ha ha ha) Gumapshimnida mbak dee....tunggu ep depan, biasanya sih kata bak fanny bakalan nangis bombay, tp selebihnya setuju bgt sama bak dee,keep healty and fighting,.....^______^

    ReplyDelete
  15. Tengkyu ya dee sinopsisnya selalu ditunggu. Walaupun sdh nonton ttp aja kurang lengkal klo belum baca tulisan dee. Semoga sehat2... biar bisa cepat update sinopsisnya.

    Selama ni selalu jd silent reader, tp krn virus healer jd gatel pengan ikut komen.
    Entah kenapa aku juga punya feeling jung ho akan pergi **semoga nggaaak...
    Dan mungkin nnt ayah young shin akan membantu jung ho, siapa tw paman kan dulu pengacara, mungkin... dulu pernah tw kasus ayah jung ho? **aaah.... makin ngawur
    Tak sabar menunggu senin.

    ReplyDelete
  16. sikat gigi pun dibahas... :)))))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha namanya jg mbak dee,
      Komennya jd panjang :p

      Delete
  17. iya sih aku jg mikir sikat gigi .. o.O
    ehmmmm skt gigi lah dia itu *_*

    ReplyDelete