January 27, 2015

Healer Episode 15


Hati-hati mengucap, karena bisa jadi kejadian. Dan bikin sirik sejuta umat. Heheh.. Aishh..

Sinopsis Healer Episode 15



Jung Hoo menangis dan menyembunyikan wajahnya di leher Young Shin, yang balas memeluknya.


Ia menatap Jung Hoo, mengusap air mata di wajahnya dan menciumnya. Ciuman itu terasa sama dengan ciuman pertamanya dengan Healer.


Malam berganti pagi. Jung Hoo memperhatikan Young Shin yang tidur lelap dengan sayang. Masih dalam tidurnya, Young Shin membalikkan badan. Tak ingin hanya melihat punggung gadis itu, Jung Hoo  menarik Young Shin dan menyelipkan tangan ke bawah kepala Young Shin untuk memeluknya. 

Masih terlelap, Young Shin malah meringkuk lebih dekat ke pelukan Jung Hoo.  Jung Hoo baru bisa tidur lagi.


Akhirnya Young Shin bangun dan melihat Jung Hoo sudah tak di sisinya lagi. Ia menggeliat, meregangkan tubuhnya namun tangannya mengenai sesuatu. Ia menoleh dan baru sadar kalau dari tadi Jung Hoo memandanginya dari sisi lainnya. 


Aww.. Young Shin malu dan menarik selimutnya lagi. Tapi Jung Hoo malah ikut-ikutan menarik selimut dan masuk ke dalamanya. Ehem..


Setelah mandi, Young Shin ditarik Jung Hoo yang ingin mengeringkan rambutnya. Tapi handuk yang menutupi kepala Young Shin sama seperti topi rajut Young Shin yang menutupi kepalanya. Dan Jung Hoo tergoda untuk mencium bibir Young Shin lagi.


Sayangnya, YoungShin keburu menarik handuk itu dan ketahuan. Haha..


Young Shin baru merasa akibatnya. Kalau sebelumnya ia merasa Jung Hoo ketus dan cuek sekali padanya, sekarang Jung Hoo seperti tak mau lepas darinya. Jung Hoo tak malu untuk selalu memeluk Young Shin dari belakang. Saat Young Shin memandangi foto pulaunya, saat Young Shin mengobati lukanya, atau saat Young Shin memasak.


Bahkan saat Young Shin menyingkirkannya karena risih terus digerecoki saat di depan kompor, Jung Hoo cemberut, tapi tetap kembali memeluknya dari belakang. Young Shin gemas dan berbalik, tapi Jung Hoo malah menciumnya. Aww.. senangnya Jung Hoo walau cubitan sebagai balasannya.


Akhirnya, Young Shin memutuskan untuk pulang. Ih..padahal kali ini nggak ada yang ngusir. Bahkan Jung Hoo tak mau melepasnya pergi. Tapi Young Shin bersikeras, tak mau diantar mobil dan menyuruh Jung Hoo kembali ke rumah untuk menghabiskan semua sarapannya. Young Shin naik bis, meninggalkan Jung Hoo yang tak rela.


Young Shin sudah duduk saat ia ditarik seseorang. Ternyata Jung Hoo yang akhirnya menyusul Young Shin masuk ke dalam bis dan menarik gadis itu untuk mojok di bis. Hahaha.. Pojok kanan belakang itu memang ada tulisan khusus untuk yang pacaran, ya.. kok dari jaman Winter Sonata sampai Healer, semua maunya duduk di situ?


Young Shin sudah mau marah melihat Jung Hoo tak mau patuh padanya. Tapi Jung Hoo membujuknya dan berjanji kalau ia hanya naik bis sampai di halte berikutnya. Setelah mendengar itu, Young Shin baru tersenyum dan menyandarkan bahunya yang langsung dipeluk oleh Jung Hoo.


Cute. cute.. cute.. yang namanya baru jadian itu memang seperti itu ya? Bahkan setelah Jung Hoo turun dari bis pun Young Shin masih ingin bicara dengan Jung Hoo, bahkan sampai naik kursi untuk bisa melihat Jung Hoo yang berdiri di jalan, melepasnya pergi.


Pada Ahjumma,Jung Hoo berkata kalau ia masih merasa seperti mimpi, padahal ia biasanya tak pernah mimpi, apalagi sepanjang ini. Jadi ia terus bertanya pada dirinya sendiri, apa ini benar-benar nyata? Dan kalaupun benar, ia harus mempertimbangkan lagi, apakah hal ini tak apa-apa?

“Tapi Ahjumma, aku benar-benar bingung membedakan mana yang kenyataan mana yang pura-pura. Biasanya pekerjaanku mengharuskanku pura-pura. Wajahku tak nampak dan jatidiriku juga tersamar,” Jung Hoo menghela nafas. Ia selalu menemui orang dengan dirinya yang palsu. “Dan ketika aku bertemu dengannya, aku akan menemuinya sebagai diriku yang sebenarnya.” Tapi Jung Hoo juga tak yakin apa ada dirinya yang asli?

Ahjumma hanya bisa menghela nafas. Sejak kapan Jung Hoo berpikir seserius ini? Untuk yang kesekian kalinya, Ahjumma menyuruh Jung Hoo untuk tak berpikir. “Kalau kau berpkir, kau akan selalu menimbulkan keonaran.”

Haha.. ouch banget tuh.. Tapi Jung Hoo malah berterima kasih dan berkata kalau ia akan pergi. Kemana? “Mencari jatidiriku.”

Mendengar hal itu, Ahjumma hanya bergumam sendiri. Jung Hoo ini sudah tak bisa diformat ulang (emang laptop), jadi harus diganti yang baru. Dan, Ahjumma malah mulai bernyanyi riang. Aww.. Ahjumma kayaknya juga senang melihat Jung Hoo bahagia.

Ternyata Jung Hoo pergi menemui Moon Ho dengan membawa sekotak bir. Moon Ho lega melihatnya dan berkata kalau Young Shin bingung mencarinya. Mengetahui kalau Jung Hoo sudah bertemu Young Shin, Moon Ho bertanya apakah seberapa banyak Jung Hoo sudah cerita pada gadis itu?


Dengan nada sedikit kesal Jung Hoo berkata kalau ia sedang mempertimbangkan seberapa banyak ia akan cerita, tapi Young Shin malah tak pernah bertanya tentang siapa dirinya, kenapa ia terluka, bahkan tanya nama aslinya pun tidak.


Moon Ho menyadari sesuatu. “Kau suka Ji Ahn, kan? Karena itu kau tak bisa cerita tentang siapa dia, siapa ayahnya, dan tentang ayahmu.”  Melihat Jung Hoo defensive dan berkata kalau ia sedang mempertimbangkan, Moon Ho tersenyum, “Jadi kau sekarang bisa memahamiku, kan? Aku suka dengan Myung Hee dan Ji Ahn, karena itu aku tak bisa cerita pada mereka.”

Jung Hoo ingin balas dendam untuk Guru Young Jae, membersihkan nama ayahnya dan memberitahukan tentang Myung Hee pada Young Shin. Moon Ho meminta Jung Hoo menyelesaikan dua yang pertama, baru cerita pada Young Shin.

Sedangkan untuk keinginan Moon Ho yang ingin menumpas puncak masalah semua ini, Moon Ho mengatakan akan menggunakan cara Joon Seok dan Gil Ahn dulu. “Cara yang selalu aku pakai selama ini. Apa kau mau menggunakan cara ini bersamaku?” Jung Hoo bertanya bagaimana probabilitas keberhasilannya. Moon Ho menjawab, “Jika bersama Healer, 50-50.”


Kali ini, Jung Hoo bersulang dengan Moon Ho. Dan dengan nada tak acuh ia berkata, “Tentang yang kau tanyakan tadi, itu benar. Aku suka Chae Young Shin. Agar kau tahu saja.” Moon Ho tersenyum mendengarnya.

Moon Ho menjelaskan kalau Moon Shik mulai bekerja untuk Tetua sejak tahun 1992 dan setelah beberapa tahun, Tetua memberinya Sekretaris Oh, yang punya beberapa identitas. Salah satunya adalah pengacara.

Hubungan Moon Shik dan Sekretaris Oh itu seperti dua sisi koin, dengan Sekretaris Oh yang melakukan pekerjaan kotor dan Kim Moon Shik dengan citra baiknya, bahkan Moon Ho merasa kakaknya itu percaya kalau ia tak pernah berbuat salah.”Sepertinya ia benar-benar percaya kalau ia tak pernah berbuat kesalahan, seperti ia tak pernah ingat melakukannya, jadi aku tertipu beberapa kali juga olehnya."


Dan entah apakah air mata Moon Shik saat pengabuan Young Jae itu asli atau palsu. Sebagai sahabat, Kim Moon Shik yang melakukan pembakaran jenazah Young Jae dan ia tampak sedih.


Tapi Moon Shik tak tahu kalau abu Young Jae itu ditukar oleh Jung Hoo. Mengawasi Moon Shik yang pergi dengan abu palsu, ia menatap kotak abu di kursi penumpang. Ia tahu kalau abu itu hanyalah abu dan Guru Young Jae sudah tak ada di sana, tapi ia tetap tak mau menyerahkan kotak abu itu pada Moon Shik dan berjanji, “Nanti kalau waktuku luang, aku akan menaburkan abu Guru ke tempat yang nyaman. Pasific Selatan? Oke?”


Moon Ho mengadakan meeting. Dengan Jong Soo berhasil mengambil daftar pertanyaan dan memberikan kisikan pada ABS kalau Someday News sedang menyiapkan sesuatu yang besar, Moon Ho menduga kalau tim IT Kim Moon Shik akan meng-hacking website Someday News. Ia menyuruh Reporter Yeo untuk bersiap-siap.


Sementara Young Shin masih ditugaskan menemui Detektif Yoon untuk liputan kasus bunuh diri Hwang. Ia akan ditemani oleh seorang freelancer. Oh.. dan btw, Park Bong Soo sedang cuti panjang karena urusan personal. Semua karyawan termasuk Young Shin terkejut mendengar berita ini, tapi tak berlarut-larut karena banyak sekali pekerjaan yang harus mereka selesaikan. Moon Ho menyuruh Young Shin masuk ke ruangannya untuk di-briefing tentang apa yang akan Young Shin lakukan di hari itu.


Young Shin menunggu freelancer itu cukup lama hingga ia menghabiskan waktu dengan menyanyi dan menari seperti biasa. Ia baru sadar ada seseorang yang bersembunyi di tiang jembatan dan sekarang menghampirinya. Park Bong Soo! Healer!


Tapi Bong Soo a.k.a Healer itu tersenyum dan berkata, “Reporter Chae Young Shin? Saya adalah Seo Jung Hoo. Saya adalah freelancer yang membutuhkan bantuan Anda hari ini.” Young Shin tak berkedip mendengar nama itu, hingga Jung Hoo melanjutkan, “Yang akan saya lakukan adalah menemani Anda ke kantor polisi dan masuk ke dalam dengan diam-diam.”


Young Shin meminta Jung Hoo mengulang namanya sekali lagi, yang dijawab oleh Jung Hoo sekaligus bulan dan tahun kelahirannya. Young Shin bertanya, “Seo Jung Hoo? Atau Seo Jung Hoo-ssi? Atau Jung Hoo-ya?” Menyadari kalau Young Shin mungkin marah padanya, Jung Hoo minta maaf karena ia terlambat memperkenalkan diri.

Tapi Young Shin tersenyum dan berkata, “Akhirnya kita bisa bertemu. Senang bertemu denganmu.” Kali ini Jung Hoo tersenyum lega melihat Young Shin tak marah padanya.

“Tapi..” Young Shin mendekati Jung Hoo, “Biarkan aku menendangmu dulu.” Dan Jung Hoo mengaduh-aduh saat Young Shin mencoba menendang kakinya. Ia langsung menangkap Young Shin dan menyeretnya pergi.


Mereka menuju kantor polisi. Young Shin heran melihat Jung Hoo yang sama sekali tak menyamar. Tapi MO (modus operandi) Jung Hoo adalah ia akan menyamar jika sudah di dalam, tergantung situasi dan memakai peralatan yang ada. Sedangkan untuk Young Shin, ada alat yang harus dipakai. Jepit rambut merangkap Bluetooth untuk komunikasi dengannya dan Ahjumma.


Jung Hoo meminta Young Shin untuk mencoba bicara padanya melalui Bluetooth. Young Shin pun bertanya, “Apa ini berarti Park Bong Soo tak akan muncul lagi?” Jung Hoo tak menjawab, malah menyuruh Young Shin untuk bicara lagi. Young Shin pun mencopot jepitnya dan berteriak, “Aku kangen dengan Park Bong Soo!!”


Jung Hoo mengernyit kesakitan, hampir tuli telinganya. "Hei, barang ini sensitive sekali! Tak usah bicara terlalu dekat.” Jung Hoo memakaikan jepit itu lagi ke rambut Young Shin dan memintanya bicara normal saja. Tetap tak menjelaskan tentang Bong Soo.

Young Shin cemberut, ucapannya tentang Bong Soo tak dipedulikan. Ia pun keluar mobil dengan meratap, “Bong Soo-yaa… Bong Soo-ya.. Bong Soo..” Hahaha.. Jung Hoo bingung mendengar ratapan Young Shin.


Young Shin masuk ke kantor polisi, diikuti oleh Jung Hoo. Sementara Young Shin memberikan KTP untuk identifikasi tamu, Jung Hoo antri di belakang dengan sabar. Setelah Young Shin mendapat kartu pas, Jung Hoo menjajarinya seolah-olah ia juga sudah dapat. Mereka pun bisa melewati polisi yang berjaga di depan dengan mulus.


Dan Jung Hoo mulai protektif. Ia meminta Young Shin untuk tak melakukan apapun, lakukan saja tugasnya sebagai reporter. Young Shin mengiyakan, tapi Jung Hoo balik lagi, “Kalau nanti tiba-tiba ada bahaya..”

“Tolong, ya..” potong Young Shin. “Aku ini sekarang ada di kantor polisi Korea Selatan. Polisi ada dimana-mana. Bahaya apa yang akan terjadi di sini?” Hahaha… Jung Hoo speechless dan meninggalkan Young Shin yang hanya bisa geleng-geleng melihat tingkah Jung Hoo.


Young Shin menemui Detektif Yoon untuk bertukar informasi tentang kasus kematian Hwang dan  informasi tentang Healer. Anak buah Detektif Yoon muncul dan meminta semua bersiap-siap karena server akan direset pk. 15.15. Detektif Yoon langsung menghampiri komputernya dan Young Shin bertanya ada apa. Ternyata divisi cyber sedang mengisolasi jaringan server mereka.


Percakapan Young Shin itu terdengar oleh Jung Hoo dan Ahjumma yang langsung marah-marah. Young Shin kaget mendengar sumpah serapah itu, tapi tetap mendengarkan. Ahjumma marah bukan karena ia tak bisa mengakses lagi, tapi tindakan Detektif Yoon ini akan membuat polisi yang bertugas di lapangan tak akan bisa mengakses data kepolisian. “Banyak penjahat berkeliaran di luar sana. Apa polisi harus balik ke kantor dulu agar bisa lihat dan mengakses crime report?"


Young Shin cengar-cengir mendengar umpatan Ahjumma. Jung Hoo mengingatkan Ahjumma kalau Ahjumma sekarang sudah bukan polisi lagi. Balik persoalan mereka untuk masuk ke server, Ahjumma menyarankan untuk mencari sebuah komputer dan ‘menjadikan’ komputer itu milik mereka sebelum divisi cyber mereset server.


Jung Hoo pun mencari komputer yang kosong. Tapi ternyata tak semua komputer bisa mengakses server. Ahjumma menduga hanya beberapa komputer saja yang bisa dipakai sebelum direset ulang, dan salah satunya adalah milik Detektif Yoon. Jung Hoo tak mungkin ke ruangan Detektif Yoon karena ada orangnya di sana bersama Young Shin. Ahjumma mengatakan waktu mereka hanya tinggal 4 menit sebelum reset. Kalau gagal, tamat, mereka akan kehilangan semuanya.


Percakapan mereka terhenti saat mendengar Young Shin yang mengaku kenal dengan Healer dan sejak 2 bulan yang lalu bertemu sebanyak 3 kali. Deg, apa Young Shin akan mengkhianati mereka? Tiba-tiba mereka dikagetkan suara Young Shin yang berseru separuh histeris, “Itu dia orangnya!!” dan lari keluar ruangan.


Jung Hoo berbalik dan Young Shin cs berlari ke arahnya, tepatnya, melaluinya dan turun melalui tangga. Diam-diam ia menoleh pada Jung Hoo dan melakukan gerakan seperti mengangkat topi dan melemparnya. Hanya sesaat dan ia mempercepat larinya menuruni tangga. Detektif Yoon dan temannya mengikuti Young Shin.


Jung Hoo masuk ke dalam ruangan Cyber dan akhirnya memahami maksud Young Shin. Sebelum pergi, ternyata Young Shin melempar topi rajutnya untuk menandai meja Detektif Yoon. Wow.. gadis pintar. Pk. 15.14. Jung Hoo segera memasukkan sebuah URL dan komputer itu otomatis tersambung dengan Ahjumma dan ia menyelinap pergi tanpa ketahuan.


Young Shin toleh kiri kanan, tapi sepertinya orang yang dicari tak ada. Seakan baru menyadari kalau Detektif Yoon mengikutinya, ia akhirnya mengaku kalau ia melihat sosok orang yang sudah ditaksirnya sejak lama. Hahaha… ekspresi Detektif Yoon itu loh.. kesel sekesel-keselnya. Dan tersadar kalau sudah waktunya server untuk direset, ia pun lari kembali ke ruangan.


Meninggalkan Young Shin sendiri di halaman depan dengan seorang polisi yang menghampirinya dan berkata, “Hei, Nona. Tahukah Anda kalau Anda baru saja melakukan kejahatan?” Young Shin mengiyakan, cemas. Polisi itu kemudian melanjutkan, “Menghalangi tugas resmi, memberikan informasi untuk pencurian, dan juga..”


Young Shin mengeluh, “Itulah akibat aku punya pacar, bener-bener deh..” tapi kemudian Young Shin tersenyum lebar, “Ini.. asyik banget!!”


Young Shin lari masuk meninggalkan Jung Hoo yang kembali speechless. Kali ini speechless, selain karena Young Shin yang tak takut sama sekali juga karena Young Shin menyebutnya pacar. Aww… malu-malu mau tuh, Jung Hoo mendengar kata itu.


Sekretaris Oh memberitahukan kalau dari data imigrasi, Jung Hoo memang benar baru saja datang dari Moscow. Tapi dari foto yang didapat dari mata-mata mereka di kepolisian, Jung Hoo bekerja di Someday News sehari sebelum tanggal kedatangannya, dengan nama Park Bong Soo. Moon Shik sekarang yakin kalau Jung Hoo adalah Healer dan ia memiliki akses untuk merubah data.

Moon Shik pun menggabungkan semua informasi. Moon Ho membeli Someday News dengan Jung Hoo dan Ji Ahn alias Young Shin juga bekerja di sana. Ia terkejut sekaligus was was saat Sekretaris Oh memberitahukan kalau Young Shin pernah menghubungi Myung Hee via telepon.


Karena Jung Hoo dibesarkan tanpa orang tua dan Young Shin juga tumbuh diantara para napi, ia memutuskan untuk mengajari mereka tentang tata cara hidup di masyarakat. Hmm… apa maksudnya? Dan kenapa Sekretaris Oh terlihat kaget mendengarnya?


Dari mencocokkan foto cctv dan data polisi yang didapat dari server, Ahjumma menemukan siapa mata-mata dalam kepolisian. Ia adalah Detektif Park Ki Jeong yang sudah bekerja sama dengan Detektif Yoon selama 2 tahun. Setelah mendapat alamatnya, Jung Hoo segera meluncur ke rumah Detektif Jeong.


Tapi Jung Hoo tetap mengkhawatirkan keselamatan Young Shin yang menganggap kantor polisi adalah tempat teraman di dunia, padahal gurunya tewas di sana. Ia sudah ingin kembali ke kantor polisi kalau tak dibentak oleh Ahjumma, “Tahan dirimu!!” 


Ahjumma menggebrak-gebrak meja, kesal. “Semua akan berjalan sesuai rencana. Jadi, tolong! Uhh… seharusnya aku pergi saja ke Pasifik Selatan..”


Wawancara Detektif Yoon dengan Young Shin sepertinya tak sesuai harapan Detektif. Young Shin menceritakan pertemuannya, tapi sepertinya Detektif Yoon tak percaya 100%, karena ceritanya lebay, sih. Cerita Young Shin itu seperti cerita gosip pada teman ceweknya. Tapi Ahjumma yang mendengarnya, malah memujinya dan meneruskan lebih lama lagi, karena Jung Hoo sudah hampir sampai.


Detektif Park mendapat SMS anonim, yang mengirimkan gambar dirinya sedang bicara dengan Sekretaris Oh di rumah Moon Shik, dan juga alamat rumahnya. Ia panik dan langsung ngebut pulang.
Tapi Jung Hoo sudah masuk ke rumah Detektif Park, menemukan foto keluarga Detektif Park yang ada di Kanada. Ia juga menyambungkan handphone ke komputer Detektif Park, meninggalkan sisanya untuk dikerjakan Ahjumma. 


Setelah mencari-cari tempat rahasia Detektif Park, Jung Hoo akhirnya menemukan KTP palsu, buku rekening dengan identitas palsu juga sebuah botol obat di dalam tanki air toilet. Ia memotret semua bukti itu.


Oleh Ahjumma foto-foto itu dikirimkan pada Detektif Park dan Moon Ho. Detektif Park semakin panik, sedangkan Moon Ho mulai siap beraksi. Ia menelepon Detektif Yoon dan berkata kalau ia ingin menangkap pembunuh yang membunuh hyung yang sudah ia anggap sebagai keluarga sendiri. Dan ia mendapatkan informasi dari beberapa informan.”Apa kau membutuhkan informasi itu?”


Kim Moon Ho mengirimkan foto aliran dana dari rekening palsu Detektif Park dan berkata kalau Detektif Park mengirimkan uang 5 juta won pada keluarganya di Kanada, “Tentunya mustahil bukan jika menggunakan gaji polisinya?”

Detektif Yoon segera menyadari siapa pembunuh Young Jae sebenarnya. Ia mengerahkan pasukannya dan membiarkan Young Shin ikut dengannya, karena Moon Ho berjanji akan memberikan semua informasi jika mereka diijinkan meliput proses penangkapan pembunuh itu.


Di luar, Jong Soo dengan kameranya, sudah menunggu mereka yang bergegas masuk mobil untuk menangkap Detektif Park. Di depan kamera, Young Shin melaporkan singkat apa yang sedang mereka liput.


Detektif Park menemukan rumahnya telah dimasuki seseorang dengan komputer terbongkar dan bungkusan di tangki toilet hilang. Menggunakan telepon rumah, ia menelpon Sekretaris Oh, bercerita kalau ia sudah ketahuan. Tapi Sekretaris Oh malah memutuskan telepon setelah tahu darimana Detektif Park menelepon.  Ia buru-buru berkemas-kemas, tapi Healer ada di belakangnya dan menonjoknya.


Polisi sudah sampai di apartemen Detektif Park, tapi melarang Young Shin untuk mengikuti mereka. Maka Young Shin mewawancarai polisi yang berjaga di lift.


Sesampainya di TKP, mereka heran. Mereka tak perlu mendobrak pintu karena kunci sudah digantung di tempat yang diberi post it bergambar anak panah. Di dalam rumah, ada post it lagi yang menunjukkan adanya hardisk eksternal, bahkan bukti kejahatan berupa buku tabungan dan botol obat diletakkan di meja. Bahkan Detektif Park pun terikat rapi di dalam lemari.


Detektif Yoon tertawa tak percaya. Untung tak ada reporter yang ikut meliput di apartemen. Mereka pun membawa Detektif Park pergi, meninggalkan Young Shin dan Jong Soo yang terus merekam kejadian itu.


“Nona, apa kau ada waktu luang, Nona?” Young Shin mengerutkan kening mendengar suara itu, apalagi jepit rambutnya diambil. Ia menoleh dan menarik tangan Jung Hoo, bicara pada jepit rambut itu, “Tolong jangan ajari dia gombalan seperti ini, ya? Kumohon. Gombalannya nggak bagus.” Hahaha…


Jong Soo selesai merekam dan mengajak Young Shin pulang. Ternyata Young Shin sudah menghilang.  Jong Soo mengomel, lagi-lagi dia ditinggal setelah liputan selesai.


Someday News pun mengudara untuk kedua kalinya. Kali ini mengulas tentang seorang pria yang pada 1980-an, melakukan siaran radio illegal dengan teman-temannya, siaran yang memberitakan tentang kebenaran yang tak pernah disiarkan media saat itu. Someday News memperdengarkan kaset yang disimpan Moon Ho.


Di depan kamera, Moon Ho menceritakan kalau pria itu, Ki Young Jae, dipenjara selama 11 tahun karena tertangkap dan setelah itu siaran radio illegal itu berhenti. Setelah itu polisi menemukan Ki Young Jae yang dilaporkan diculik, dan ia diperiksa sebagai saksi.


Tapi Young Jae meninggal saat diperiksa sebagai saksi, dan kematiannya ini tak dipublikasikan di media manapun. Polisi berhasil menangkap pelakunya, yang ternyata adalah pegawai kepolisian, Detektif Park. Dan dari bukti yang didapat, terdapat racun yang digunakan untuk membunuh Young Jae dan buku rekening illegal, yang selalu mendapat kiriman 10-20 juta won setiap bulannya.


Rekaman percakapan antara Detektif Park dan Sekretaris Oh pun diperdengarkan. Dan Moon Ho mengaku kalau ia mengenal Sekretaris yang dimaksud, yaitu sekretaris kakaknya, Kim Moon Shik, yang akan mencalonkan diri sebagai walikota Seoul. Liputan itu juga menyertakan foto Detektif Park dan Sekretaris Oh di rumah juga video Moon Shik dan Sekretaris Oh yang datang ke markas DoubleS di hari penculikan Healer/Young Jae.


Moon Shik panik. Ia segera menuju kamar Myung Hee, namun terlambat. Myung Hee sedang menonton berita itu dan bertanya apakah Moon Shik tahu kalau Young Jae meninggal? Moon Shik tak menjawab jelas hanya mengatakan kalau ia tak bisa cerita pada Myung Hee karena takut Myung Hee terkejut.


Tapi Myung Hee menutup laptop dan berkata dingin, kalau ia ingin sendirian saja di kamar. Ia menutup pintu di depan Moon Shik dan membuka laptopnya lagi, melihat Moon Ho memberikan kalimat penutup. Di dunia ini banyak sekali kejadian yang dialami orang yang namanya bahkan tak muncul di surat kabar, tak peduli mereka tewas secara tak adil.


“Kami tak akan mampu mendengarkan semua kisah orang-orang ini, tapi kami ingin memperdengarkan suara, setidaknya satu orang dari orang-orang ini.” Kru di studio kembali terpana, kali ini terharu mendengar ucapan Moon Ho, “Kami akan mengingat Anda.”


Bersama dengan abu Young Jae, Jung Hoo menonton siaran itu dengan memeluk Young Shin. Young Shin bertanya tentang Young Jae yang juga adalah teman Jung Hoo. Apakah guru Young Jae itu orang baik? Moon Ho mengatakan tidak. Young Jae itu orang tua yang mesum.


“Tapi kau tetap saja menyayanginya,” ujar Young Shin. Banyak sekali orang-orang baik di sekitar Jung Hoo. Ada ahjumma, ada guru Young Jae, dan juga dirinya. “Dari semua itu, aku yang paling baik.”

Jung Hoo tersenyum, pilu. Sekarang semua kebaikan, kejahilan dan semua tingkah antiknya kembali lagi, tinggal menjadi kenangan. Jung Hoo memeluk Young Shin semakin erat.


Moon Shik menelepon Moon Ho untuk memberitahu kalau ia sudah menonton siaran Moon Ho. Moon Ho berterima kasih dan bertanya, “Apa perlu kami beritahu kalau sekarang sudah dimulai?” Moon Shik bertanya ‘kami’ yang dimaksud itu siapa. Moon Ho menyindir kalau Moon Shik tak mengenal kata ‘kami". Ia juga memberitahu kalau Sekretaris Oh dipanggil ke kepolisian. Moon Shik mengatakan tak apa-apa, ia akan menarik Sekretaris Oh kembali.

Dan Moon Shik menjelaskan kalau definisi ‘kami’ di tempatnya itu seperti nasi dalam mangkok, mereka selalu bersama walau ada yang mengkhianati atau dipermalukan. “Apa yang membuat kalian selalu bersama? Keadilan?” tanyanya sedikit mencemooh. “Apa anak-anak itu percaya padamu? Dengan pembenaran dangkal yang kau miliki, apa kau pikir bisa menjaga anak-anak itu?”


Moon Ho menahan perasaannya, menyuruh Moon Shik untuk tidak main-main dengan anak-anak itu. Tapi Moon Shik membalikkan, bukankah Moon Ho yang lebih dulu main-main dengan mereka. “Mereka sudah hidup baik-baik, kenapa juga kau menghasut mereka? Apa kau masih suka mimpi buruk? Sudah cukup kau saja. Apa kau juga harus melakukan pada anak-anak itu juga? Kalian itu suka melakukan ini. Mengkotak-kotakkan dan menciptakan musuh.”

Moon Ho memperingatkan kakaknya. Apa Moon Shik berniat mengumumkan perang? Dengan polos Moon Shik bertanya balik, “Kupikir aku yang tadi menerima pengumuman perang. Atau tadi itu bukan?” Moon Ho geram mendengar tawa kakaknya.


Jung Hoo bangun pagi dan meraba-raba tempat di sisinya. Tak ada siapapun, hanya ada handphone. Jung Hoo mengambil handphone itu dan menelepon Young Shin. Haha.. saya pikir ada Young Shin di sana.


Young Shin mengangkat telepon, dan ternyata yang menelepon adalah Myung Hee. Di ujung lain, Jung Hoo mendapati nada sibuk dan tidur kembali. Myung Hee meminta Young Shin untuk datang ke rumahnya karena ia ingin bicara. Young Shin senang akhirnya Myung Hee menghubunginya kembali dan berjanji akan ke rumahnya sekarang.


Betapa kagetnya ia melihat ada mobil yang menunggunya. Ternyata suami Myung Hee, Kim Moon Shik yang tahu kalau istrinya menelepon Young Shin dan akan mengantarkannya ke rumah. Mulanya Young Shin ragu, tapi ia akhirnya masuk juga.


Moon Shik bertanya mengapa Young Shin tak menyetir mobil? Young Shin menjawab walau ia tak memiliki fobia, tapi anehnya ia takut menyetir. “Sepertinya aku memiliki trauma di saat aku kecil. Kadang-kadang aku bahkan bermimpi jelas sekali akan mobil-mobil yang ngebut di jalanan yang gelap gulita.”


Ucapan itu membuat Moon Shik terhenyak, namun ia segera memasang senyum dan menyuruh supirnya untuk menjalankan mobil.

Komentar :

Duh.. apa yang akan dilakukan Moon Shik, ya? Kayaknya Young Shin nggak akan ketemu sama Myung Hee, deh. Apalagi liat preview ep 16.


Rahasia apa ya yang dimiliki Moon Ho? Kenapa Moon Shik pede banget kalau anak-anak itu akan pecah kongsi dengan Moon Ho? Atau jangan-jangan ada kaitannya dengan fobia Young Shin? Jangan-jangan Myung Hee dan Young Shin kecelakaan mobil, dan yang nyetir itu .. Moon Ho?


Ayo.. yang sudah nonton episode ini, ngacung.. siapa yang nonton 10 menit pertama berkali-kali? Hahaha.. saya gak bosen ngulang-ngulang nontonnya. Sebenarnya 30 menit pertama itu asyik banget. Seneng liat wajah Jung Hoo yang bengong liat Young Shin meratapi Bong Soo. Bong Soo-yaa… Bong Soo-ya.. Sebelum sadar kalau Bong Soo adalah Healer, Young Shin kan sudah sedikit suka pada Bong Soo. Makanya dia kangen banget sama Bong Soo.

Jung Hoo ini punya identitas lain, sama seperti Do Hyun dan Seo Jin di KMHM dan Hyde, Jekyll, Me. Tapi enaknya, itu hanya identitas yang bisa ia munculkan dan hilangkan semaunya. Coba aja Bong Soo muncul pas Young Shin lagi ngambek, pasti ngambeknya ilang. Hehehe..


Dan apa gak makin cinta aja Jung Hoo pada Young Shin. Young Shin tak hanya menyelundupkan Jung Hoo ke kantor polisi, ia bahkan juga memberi jalan keluar pada Jung Hoo, hingga bisa mengeluarkan Detektif Yoon dari ruangan dan menunjukkan mejanya sekalian. Ckckck.. bisa jadi Bonnie and Clyde, nih..

Dan Young Shin menyebut dirinya sebagai namja chingu. Pacar. Haha.. masih kebayang wajahnya Jung Hoo pas denger kata itu. *siap-siap rerun 30 menit pertama lagi*

Selanjutnya : Healer episode 16

23 comments :

  1. Makasih unnie sinopnya, iyaaaa aku ulang2 terus yg bagian awalnya duh sweeeeet bgt, sampe akunya juga jadi malu mali sendiri. Hmm bener2 penasaran sama moon ho deh

    ReplyDelete
  2. dramanya benar benar imut dan keren untuk yang episode 15 ini, jadi terharu nontonnya...

    ReplyDelete
  3. Gumawo chinggu aatas sinopsis healer nya...suka banget ama ji chang wook ini..susah move on jd nya soalnya cuma 20 ep..hiks

    ReplyDelete
  4. Hahahhah....mba dee tau aj klo ada yg ngulang2 10 mnt pertama, aku slh satux,sampe senyum geje sendiri,ngulangx smpe 5x ckckckkc....
    Ini mau ngulang lagi huahaha...

    ReplyDelete
  5. halo mba sala kenal yah :). aku salah satau penggemar tulisan mba. ahhh aku udah suka sama ji chang wook waktu dia di empress ki meranin dal hyang menurut aku aktingnya oke banget ehh malah tambah suka dia karena healer huuh i lovee you banget deh jun hoo. mba maksih yah sinopsisnya ;)

    ReplyDelete
  6. Omo omo.. 10 mnt prtama berasa pengen jadi yong shin,itu pas tangan jung hoo di obatin yong shin,tangan jungho nya sibuk nyari kutu di rambut yong shin ya hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jiah! Kalo gitu hilang sudah efek romansanya wkwkwk

      Delete
  7. hahaha.. termasuk aq mba dee....makin suka akan couprl ini setelah in ha dan dal po.. aq malah berfikir gimana klsu ketemu in ha,dal po dgn young shi dan jjong hoo,jgn2 dunia akan damai.. wash sy mimpi lagi nih
    hehehe..gimana pun mba drama ini sngt keren.. dan mba dee juga.. semangat mba nulisnya...

    ReplyDelete
  8. episode ini bunga bermekahan...ep berikutny akankah dtg musim gugur

    ReplyDelete
  9. Senyum senyum geje ajah liat postingan sinop mbak dee ini,jadi ingat waktu pengantin baru dulu(ouch)...nemplok lupa waktu....betul mbak dee...aku udah rerun 4 kali tuh 10 mnt pertama, soo swweet......ji chang wook jjajang...Gumapsimnida mbak dee detail banget...he he he...jangan sampe deh ada anak di bawah umur yg ikutan baca yah(ha ha ha)...tp eh tapi krn aku udah nonton ep 16 jadi agak sedih gimana gitu....penasaran ...entar tunggu mbak dee buat sinopnya yah....sekali lagi jeongmal kamsahamnida....

    ReplyDelete
  10. Aduhh tatapan dan senyumannya ji chang wook bikin hati meleleh deh. Ampe bentur2in kepala ke tembok saking terpesonanya haha lebay. Gomawo mba Dee.

    ReplyDelete
  11. Hahaha... Sist dee bisa aj, ngulang sm berkali" gt... Jd pengn nontn jg sy, g tahaaan liat tatapn nan penuh pesonany jung hoo spt itu... Hehe.. Soalny ud ke enakn bc sinopny sist dee sih jd mals nontn or donlot drama ini.... ^^ thanks y sist...

    ReplyDelete
  12. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  13. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  14. Mb dee,uda nntn ep ini 2 kali, dan 10 menit pertama >10 kali >.< (mupeng)

    Mb dee,mau tanya,
    Itu junghoo kan hbs gak mkn 6 hari,ko pagi2 uda seger buger gitu mb?
    Terus knp paginya uda pada ganti baju mb?
    Terus knp sendal sepatunya berantakan mb?
    Terus knp junghoo cuma pake kaos dalem aja mb?kan lagi musim dingin mb di korea??

    Teruss,,,kpn saya nikah sm junghoo mb?? #abaikanini

    ReplyDelete
  15. Waaaaa....gomawo mbak deee....g smpet liat tp bc ini udh ngakak dw apa lg pas YShin kangen PBSoo....hahahaaa liat tampang JHoo g bosen...sweeettttt
    Gomawo mbak Dee sehat sllu y

    ReplyDelete
  16. Nyesel banget deh klo nonton g berulang²...bner² bikin greget Jung hoo nya...awwww banget ji Chang wook oppa n park min young unni 💝💝💝

    ReplyDelete
  17. Hahahaha rerun 10 menit pertama itu bkn krn sirik kan mbak dee?sama seperti ahjumma,mbak dee jg ikutan seneng ngeliat mereka seneng^^ (ada yg ngitung jumlah "aww"nya mbak dee wkwk)
    Dan meski komentator di atas bkn ahjumma pun,mereka jg ikutan seneng...
    Swnimnya pinter ya bikin kita gemes krn pasangan itu?pinter jg bikin karakter lain: ahjumma, moon shik dan moon ho awsome bgt kata-katanya DAEBAK >.<
    saya suka merekaaaaa
    Btw tinggal 2 minggu lagi ya bisa ngeliat dimplenya yoo ji tae ahjussi?
    Gapapa ah,ada another dimple ahjussi yg mau comeback to dramaland with hb entertainment :D

    ReplyDelete
  18. Oya young shin-ah,bukannya jung hoo yg sekarang ga beda jauh dg bong soo?bahkan jung hoo yg sekarang lebih cute dr bong soo LOL

    ReplyDelete
  19. mbak dee mbak dee mbak dee!!!!! aku sirikkk sirikk siriiikkk sama Young Shin >< !!!!!!!
    aaaaaaaaaaaaakk.. itu adegan awal bikin sirik banget pokoknya! :|

    ReplyDelete
  20. inilah salah satu drama korea terbaru 2015, healer....

    ReplyDelete
  21. Saya mau tanya ! Apa judul dari drama korea yang ada di akhir episode 16 itu ya?? Yang ada vampire gitu???

    ReplyDelete
    Replies
    1. Blood, yang main Gu Hye Sun dan Ahn Jae Hyun

      Delete