January 22, 2015

Healer Episode 14

Sinopsis Healer Episode 14

Sori kalo komennya kepanjangan. Siapa suruh buat drama yang ngena di hati. 




Tak bisa dibayangkan perasaan Jung Hoo melihat sesosok  mayat yang kemungkinan besar adalah gurunya. Ia berjalan menghampiri ambulan, ingin meyakinkan dengan mata kepalanya sendiri. Tapi Dae Young dan teman-temannya muncul dan menarik Jung Hoo, menyembunyikannya. Tepat pada waktunya, karena Detektif Yoon menoleh ke arah mereka. Ambulans itu membawa jenazah pergi.

Dae Young dan teman-temannya bukan lawan Jung Hoo. Ia berhasil melepaskan diri dan melarikan mobilnya mengikuti ambulans itu.


Ahjumma terpekur di kursi. Teman lamanya sudah meninggal. Ia terdiam saat Dae Young menghubunginya dan melapor kalau Jung Hoo tak bisa mereka tahan. Maka ia menelepon Moon Ho dan bertanya, “Apakah Anda masih ingat dengan orang yang bernama Ki Young Jae? Kudengar dulu Anda mengenalnya dengan baik.”


Detektif Yoon menyuruh rekannya, Gyeong Seok, untuk melakukan autopsy dan mengamankan CCTV di sekitar ruang interogasi dari malam kemarin hingga pagi tadi. Uhh.. semoga saja kaki tangan itu bukanlah Gyeong Seo.


Tanpa menyelinap, Jung Hoo masuk kantor polisi dari pintu depan dan menuju ke ruang autopsi. Ia benar-benar tak peduli jika terpergok, malah melumpuhkan dua orang yang mencurigainya. Ia menemukan ruang mayat dan terpaku melihat sesosok tubuh tertutup kain putih. Ia membuka kain putih dan wajahnya memucat.


Gurunya terbujur kaku. Jung Hoo terduduk, gemetar. Walau sudah menduga, Jung Hoo tetap tak percaya melihat jenazah gurunya. “Ini tak benar,kan? Aku ingat Guru pernah melakukan hal seperti ini untuk menipuku. Jadi bisakah kau berhenti dan bangun?” Jung Hoo memanggilnya lagi, tapi Young Jae tetap membisu.


Jung Hoo pun sadar kalau Young Jae telah meninggal. Meninggalkannya selama-lamanya.


Moon Ho yang bergegas ke kantor polisi, berpapasan dengan Detektif Yoon yang langsung mengenalinya. Di tengah perjalanan mereka ke kamar mayat, Detektif Yoon menemukan salah satu korban yang dilumpuhkan Jung Hoo. Moon Ho bergegas ke ruang mayat. Tak ada siapapun di sana. Ia segera membereskan kain yang harusnya menutupi jenazah, menutupi jejak Jung Hoo.


Tapi ia terpaku karena mengenali wajah itu. Detektif Yoon melihat ekspresi Moon Ho dan bertanya bagaimana Moon Ho menemukan tempat Young Jae meninggal. Moon Ho menjawab kalau Young Jae sudah ia anggap keluarga, “Kau pasti tahu ketika keluargamu meninggal.”

Moon Ho menggenggam tangan Young Jae dan berkata perlahan, berjanji, “Hyung, sekarang aku akan melakukannya sendiri.”


Detektif Yoon menyuruh anak buahnya untuk menjaga server 24 jam. Dengan adanya polisi yang dilumpuhkan, ia menduga kalau ada yang mengincar pengakuan Young Jae. Ia kaget saat tak menemukan Moon Ho di kamar mayat lagi.


Jung Hoo hampir tak bisa menyetir karena pandangannya buram. Yang jelas adalah ingatannya pada kesleboran Gurunya yang membuatkan sup rumput laut, walau ia minta kue tart, untuk hari ulang tahunnya. Daging tanpa dipotong, dicemplungkan. Rumput laut kering, tanpa dicuci (katanya nanti juga akan steril sendiri di panci) langsung digunting-gunting, juga dicemplungkan. Entah bagaimana rasanya.


Menyesalkah Jung Hoo karena di hari ulang tahunnya kemarin, guru Young Jae akhirnnya membelikan kue ulang tahun tapi Jung Hoo malah marah-marah padanya? Ia juga teringat bagaimana ia ditipu gurunya. Ia bekerja keras untuk bisa diterima di sebuah universitas untuk mendapatkan sekoper buku bela diri kuno dari Young Jae , yang ternyata adalah majalah-majalah porno. 


Moon Ho ternyata mengejar Young Jae, yang menurut informasi Ahjumma, pergi ke rumah Moon Shik. Ia menghentikan mobilnya di depan mobil Jung Hoo. Jung Hoo keluar, akan meneruskan niatnya walau berjalan kaki. Tapi Moon Ho kembali menghalanginya dan berteriak memohon, “Jangan lakukan! Apa kau mau jadi pembunuh karena orang itu? Kenapa kau harus melakukannya?”


Tapi Jung Hoo tetap maju, bahkan memukul dan menendang perut Moon Ho hingga jatuh. Jung Hoo bukanlah lawan Moon Ho. Jung Hoo mencekal kerah Moon Ho tapi tinjunya tak sampai ke wajah Moon Ho. Moon Ho berkata, “Young Jae Hyung juga akan mengatakan tindakanmu ini tidaklah benar.”

Jung Hoo melepas cekalannya. Ia akan mengurungkan niatnya, jadi apa rencana Moon Ho. Moon Ho berjanji akan mencari cara. Tapi Jung Hoo tak bisa. Ia harus melakukannya sekarang, apapun itu, tapi sekarang. Ia memukul dadanya, merasa tersiksa. “Aku bisa melakukannya. Jadi katakan padaku, aku akan melakukan apapun!”


Moon Ho mengaku kalau begitulah perasaannya selama 20 tahun, semuanya terasa sangat berat karena ia tak bisa melakukan apapun. “Jadi berilah aku waktu. Aku akan mencari caranya.”


Jung Hoo tak puas dengan jawaban Moon Ho. Gurunya kembali karena ia yang minta. Gurunya menceritakan hal yang tak ingin diceritakan, karena ia yang minta. Tapi setelah itu, ia marah pada gurunya. “Dan karena aku selalu marah padanya, setelah 8 tahun tak pernah bertemu, aku tak pernah mengajaknya makan bersama,” lehernya tercekat dan kembali menatap langit, “dan sekarang orang tua itu malah..”


“Menangislah, Jung Hoo-ya.. Tak apa-apa jika kau menangis,” kata Moon Ho. Air mata merebak di mata Jung Hoo, tapi ia menolak menangis. Ia berteriak marah dan kembali masuk ke mobil. Moon Ho menahan pintu mobil, berjanji akan membuat orang-orang itu membayarnya. “Percayalah padaku.”


“Selain menghentikanku, apa lagi yang bisa kau lakukan?” tanya Jung Hoo sinis. Pertanyaan itu seperti pukulan telak bagi Moon Ho. Ia tak bisa menjawab, dan melepaskan pintu mobil Jung Hoo. Jung Hoo pun melesat pergi.


Moon Shik menerima wawancara dari Asia Monthly karena pencalonannya sebagai walikota Seoul. Melihat Myung Hee, mereka langsung meminta Moon Shik untuk berpose berdua dengan istrinya karena pasangan itu adalah pasangan legendaris yang selalu  mesra. Moon Shik pun mengambil tempat di belakang Myung Hee dan berpose. Myung Hee memaksakan senyum pada kamera.

Myung Hee mendengarkan interview Moon Shik yang mengaku tak punya pengalaman berpolitik dan memiliki kelemahan tak bisa bermuka dua.


Bong Soo, yang sampai sekarang belum masuk kantor, membuat Young Shin dan yang lainnya bingung. Reporter Yeo (ahh.. itu namanya) mulai berspekulasi. Bong Soo kan orangnya penakut dan gampang melarikan diri. “Mungkin saja dia merasa ketakutan tadi malam atau tadi pagi,” ujarnya sambil melirik Young Shin curiga.


Haha.. Tatapan Redaktur Jang juga menuduh, apalagi saat Reporter Yeo bertanya apa yang sebenarnya Young Shin lakukan sehingga Bong Soo kabur di saat subuh, “Sampai ia tak pamit? Bahkan ia juga tidak berangkat kerja? Ahh… aku benar-benar curiga.”

Young Shin hampir memberi segudang alasan saat Moon Ho muncul dan mengumumkan kalau Bong Soo mengambil cuti. 


Young Shin menyusul Moon Ho dan ingin berdiskusi sebelum rapat dimulai. Ia ingin bertemu Kim Moon Shik untuk liputan mereka yang baru dan minta Moon Ho untuk membuatkan janji bertemu karena Moon Shik adalah kakaknya.

Tapi Moon Ho menjawab pendek, “Mulai sekarang tidak lagi.” Young Shin kaget. Tapi Moon Ho serius. “Aku  telah memutuskan. Mulai sekarang Kim Moon Shik bukanlah kakakku.”


Young Shin mengerti dan akan mencoba menghubunginya sendiri. Sebenarnya ia ingin menemui istrinya. Dari artikel yang ia baca, hubungan Moon Shik dan istrinya sangat harmonis. Ia tahu kalau Moon Ho menganggap kakaknya buruk, tak cocok menjadi walikota Seoul.  “Tapi jika sepanjang hidupnya dia terus mencintai istrinya seperti itu, kupikir dia mungkin tak seburuk itu.”


Moon Ho tahu kalau Young Shin ingin bersikap netral sebelum menilai Moon Shik. Karena itu ia akan mempertimbangkan lagi tentang wawancara dengan Myung Hee.

Young Shin berterima kasih. Sebelum keluar, Young Shin bertanya tentang Bong Soo yang absen. Ia sedikit cemas ketika mendengar kalau Bong Soo sedang sakit. Sakit apa? Apakah Bong Soo terluka? Young Shin sedikit lega saat mendengar kalau Bong Soo hanya demam.


Di pantry, Young Shin mencoba mengirim pesan pada Bong Soo. Berkali-kali ia menulis, tapi semuanya ia hapus. Akhirnya Young Shin menyerah, tak jadi kirim SMS.


Ahjumma menuang segelas soju dan diletakkan di depan monitor bergambar Young Jae. Ia mengikat rambut dan meminta Young Jae untuk memberinya semangat dari atas sana, karena ia akan memunculkan kembali kekuatan supernya. 


Ahjumma melemaskan jari-jarinya, yang kemudian menari cepat di atas keyboard, menyerang server kepolisian. Detektif Yoon yang sudah siaga, mulai bekerja. Ia pernah melihat serangan cyber seperti ini. Datang, menghilang, datang lagi. Ia tersenyum melihat pola yang pernah dilihatnya.


Dan akhirnya kita benar-benar melihat siapa Ahjumma sebenarnya. Dulu ia adalah Detektif Jo Min Ja, yang tegas baik di lapangan dan pada anak buahnya. Salah satunya adalah Detektif Yoon yang masih baru.  Mereka sedang melakukan tugas pengintaian dan akan menangkap tersangka setelah kejaksaan mengeluarkan surat penahanan. Kali ini target mereka tak boleh lepas seperti yang sebelumnya terjadi di Sewon Industrial

Detektif Jo tak mau pulang sebelum target mereka ditangkap. Detektif Yoon tak sengaja mendengar kalau sebenarnya Detektif Jo harus pulang sekarang karena malam ini anaknya akan operasi. Usianya 4 tahun dan ini operasi yang kesekian kalinya. Detektif Yoon membujuk Detektif Jo untuk pulang. Ia dan semua rekannya akan berjaga di tempat.

Detektif Jo ragu, sepertinya ingin mengikuti usulan juniornya itu. Tapi ternyata surat penahanan sudah dikeluarkan dan target bisa ditangkap. Detektif Jo memilih untuk tinggal dan bertugas.


Kembali di perang cyber antara Ahjumma dan Divisi Kejahatan Cyber. Perangkap ditebar di server mereka. Rekan detektif Yoon berteriak kalau hacker itu memakan umpan mereka. Detektif Yoon tersenyum gembira dan menyuruh rekannya untuk menangkapnya.


Di tempat lain, Ahjumma tidak panik melihat ia tertangkap. Ia malah menekan salah satu tombol, seakan mengeksekusi. Benar saja. Rekan Detektif Yoon berteriak kalau yang mereka tangkap adalah virus, dan sekejap server mereka tak berfungsi. Detektif Yoon berteriak kesal, sementara Ahjumma mengunduh dokumen pengakuan Young Jae.


Tapi wajah Ahjumma tak menunjukkan kegembiraan. Keahlian legendarisnya ini dulu memakan korban. Anaknya sendiri. Malam itu, anaknya meninggal dan suaminya menangis, marah pada istrinya. Apakah Ahjumma itu seorang ibu?

Dan yang lebih menyesakkan lagi, kasus yang sudah mengorbankan anaknya, sekarang dipetieskan atas perintah petinggi kepolisian.


Ahjumma mengirimkan video pengakuan pada Jung Hoo dan ia sudah menonton sebelumnya, “Aku merasa pengakuan itu bukanlah untuk polisi, tapi untuk dirimu.”


Dan kita mendengar pengakuan Young jae yang tak kita dengar di episode sebelumnya. Sebagai Healer, Young Jae mengaku kalau ia tak membunuh Go Sung Chul. “Kalau orang membunuh orang lain, maka ia sudah bukan manusia lagi. Bagaimanapun aku hidup, aku harus hidup sebagai manusia. Jadi aku bisa menemui mereka yang lebih dulu meninggalkanku.”


“Aku menyesal. Seharusnya aku sudah berhenti sejak lama.” Young Jae menatap kamera dan berkata, “Seharusnya aku berhenti melakukan ini dan punya 2 anak dari wanita yang kucintai, 1 anjing, 2 kucing dan 3 ikan mas, dan hidup bahagia dengan membesarkan mereka. Harusnya aku memiliki itu, kan?”


Jung Hoo memalingkan wajah, menahan airmata yang sudah merebak. Ahjumma menyarankan untuk mengikuti saran terakhir Young Jae. Ia bersedia membuat identitas baru bagi Jung Hoo, atau bahkan jika Jung Hoo memutuskan untuk menjadi Park Bong Soo, Ahjumma akan mempersiapkan semua dokumennya.

“Sudah terlambat, karena Young Shin sudah tahu semuanya. Siapa aku sebenarnya,” jawab Jung Ho semakin muram. Walau mungkin Young Shin belum tahu segalanya. Mungkin Young Shin belum menyadari betapa menyakitkannya jika ada di samping Jung Hoo. “Ia mungkin bisa mati karenaku.”


Jung Hoo menghela nafas panjang. Ia sudah memutuskan kalau ia tak bisa melakukan apa-apa. “Kurasa sebaiknya aku tidur saja.” Ia memanggil nama Ahjumma untuk terakhir kalinya sebelum mencabut semua kabel komputer. Jung Hoo membaca SMS dari Young Shin. Tak membalas, ia malah mematikan handphone dan melepas baterainya. Ia melepas jam tangan, bahkan cincinnya.


Moon Ho menemui Min Jae untuk minta maaf. Min Jae memaafkannya, karena ia sudah tahu orang sepeti apa Moon Ho itu. Moon Ho tersenyum getir. Apa ia seburuk itu? Min Jae bertanya tujuan sebenarnya Moon Ho menemuinya.


Moon Ho bercerita kalau ada orang yang dekat dengannya semasa kecil meninggal beberapa hari yang lalu. Pembunuhnya adalah orang yang ia kenal. Dan ada anak yang dulu juga dekat dengannya, yang sekarang tak bisa ia hubungi 4 hari terakhir.

Min Jae meminta Moon Ho untuk mengatakan langsung apa tujuannya. Moon Ho menjawab, “Dari semua nomor telepon yang kupunya, hanya kau satu-satunya yang ada di dalam grup teman. Aku datang menemui teman itu, karena aku tak punya siapapun untuk diajak bercerita. Aku kelihatan sangat kesepian dan menyedihkan, bukan?”


Min Jae mengkoreksi ucapan Moon Ho. Moon Ho bukan tipe orang yang mencari teman walau sedang kesepian. “Kau sedang merasa takut, kan?” Benarkah itu? “Kata orang, kau itu pemberani. Tapi kau hanya mau maju perang sampai batas kau tak terluka. Ketika kau menemukan lawan yang menakutkan, kau selalu melarikan diri dengan berbagai alasan. Karena itulah kau bertahan selama ini.”

Moon Ho serperti tertampar mendengar penilaian Min Jae. Tapi wanita itu meminta Moon Ho tak merasa malu, karena ia juga seperti itu.


Young Shin mencari rumah Park Bong Soo, tapi alamat itu alamat palsu. Ia juga terus meninggalkan SMS atau voice mail pada Bong Soo. Dari yang marah-marah hingga frustasi.


Pada akhirnya Young Shin bertanya putus asa, apakah semua itu salahnya? “Apakah karena aku bilang akan menunggu? Apakah karena itu kau tak kembali? Haruskah aku berkata aku tak usah menunggumu dan memintamu untuk tak usah memikirkannya? Apakah aku harus menarik kembali semua ucapanku?”


ABS akan melakukan live interview dengan Kim Moon Shik dan Moon Ho merencanakan Someday akan mengudara lagi, tapi dengan format yang berbeda. Sepuluh menit setelah Moon Shik memberi jawaban, Someday akan menyerang jawaban Moon Shik. Menarik, walau hal itu berarti mereka harus tahu apa pertanyaan yang akan dilontarkan.


Moon Ho menyadari hal itu dan ia tahu ABS pasti sudah mempersiapkan pertanyaan yang diajukan. Mendengar rencana itu, Jong Soo berbalik dan melipir. Tapi Moon Ho menangkapnya dan bertanya apa Jong Soo bersedia menjadi double spy?


Jong Soo langsung menolak, karena 3 bulan lagi ia akan diangkat sebagai wakil manajer divisi News di Jaeil. Semua terkesiap mendengarnya. Tapi Moon Ho tidak. Ia malah membersihkan jaket Jong Soo yang bersih. Jong Soo menghela nafas kalah. “Anda hanya butuh naskah interview-nya saja, kan?”


Moon Ho menemukan Young Shin bersembunyi di ruang studio yang gelap. Young Shin minta maaf karena tak ikut rapat. Moon Ho meminta handphone Young Shin dan memasukkan nomor telepon Myung Hee. Moon Ho memberi kesempatan Young Shin untuk menghubungi Myung Hee, bahkan mengijinkannya menggunakan namanya jika diperlukan. Young Shin sangat senang sekali.


Myung Hee masuk ke ruang kerja Moon Shik yang kosong. Ia mencoba membuka laci meja kerjanya, tapi semua terkunci. Dan ia melihat sebuah tombol di bawah mejanya. Ia memencet tombol itu dan terkejut melihat rak buku bergeser dan ada 3 TV besar tergantung di tembok.


Handphone-nya berbunyi. Dari seorang gadis bernama Chae Young Shin dari Someday News yang ingin bicara padanya. Dari mana Young Shin tahu nomor teleponnya? Young Shin mengaku kalau bosnya sekaligus pemilik Someday News, Kim Moon Ho, yang memberikan nomor itu. Myung Hee kaget mendengar Moon Ho sudah pindah kerja.

Young Shin merasa salah bicara. Mungkin Moon Ho ingin merahasiakan hal itu. Young Shin merasa tak enak. Apalagi saat Myung Hee berkata kalau Moon Ho tahu sebenarnya Myung Hee tak suka diwawancarai. Ia berkata kalau ia yang memohon Moon Ho untuk melakukan wawancara dengan Myung Hee.

Myung Hee bertanya apakah ini ada kaitannya dengan pencalonan suaminya menjadi walikota? Young Shin menjawab kalau kursi walikota Seoul adalah posisi paling penting karena bertanggung jawab atas hidup 10 juta orang lebih. “Jadi saya ingin tahu, bagaimana pendapat orang terdekat Kim Moon Shik terhadapnya.”

Myung Hee tersenyum dan memuji suara Young Shin yang enak didengar. Young Shin tersipu mendengarnya, walau kemudian menambahkan kalau kata orang, wajahnya jauh lebih cantik daripada suaranya.


Haha.. menyadari betapa jayus ucapannya, Young Shin berkata kalau ia hanya bercanda. Tapi Young Shin sudah meninggalkan kesan yang bagus pada Myung Hee yang meminta waktu untuk memikirkan tawaran Young Shin. Ia berjanji akan menghubungi Young Shin setelah memutuskan. Setelah menutup telepon, Young Shin tertawa riang.


Dae Young ditugaskan untuk mencari jejak kehidupan Jung Hoo. Dari motor dan mobil yang dimiliki Jung Hoo, nampak kalau kendaraan itu sudah lama tak terpakai. Yang berarti Jung Hoo tetap tinggal di rumahnya. Dae Young ingin pergi langsung ke rumahnya. Tapi Ahjumma berkata kalau Dae Young tak akan bisa masuk kecuali Jung Hoo sendiri yang membukakan pintu.


Pagi-pagi, Paman eks napi datang untuk membuka cafĂ©. Tapi baru saja ia membuka pintu, ada wanita datang dan menyingkirkannya. Tanpa menunggu, wanita itu langsung masuk mendahului si paman. Dan aww… ternyata wanita itu adalah Ahjumma yang rambut keriting spiralnya sudah hilang diganti ikal bergelombang.


Ahjumma bersikap sok, dan minta dilayani sekarang juga, tapi ia hanya mau dilayani oleh wanita. Haha.. Si Paman hanya bisa menahan kesal, untungnya Young Shin turun untuk minum susu. Ahjumma langsung menunjuk Young Shin untuk melayaninya, karena dia wanita.


Paman melarangnya untuk melayani wanita itu. Menurut analisanya, wanita itu pasti baru saja memergoki suaminya yang berselingkuh, dan sekarang Young Shin akan menjadi sasaran omelannya. “Pantas saja suaminya berselingkuh.” Hahaha.. drama banget ternyata si paman.


Ahjumma berteriak memanggil Young Shin dan Young Shin menenangkan pamannya. Ia yang akan melayani. Young Shin pun menghampiri Ahjumma untuk mencatat pesanannya. Tapi Ahjumma malah memintanya untuk duduk.


Walau ragu, akhirnya Young Shin duduk di hadapannya. Ahjumma pun bertanya apa Young Shin tak ingat pada suaranya. Ia mengulang ucapan di telepon saat memintanya mencari Park Bong Soo yang hilang. Young Shin melompat kaget, “Ibu Park Bong Soo?”


Ahjumma mengangkat tangan,”Jelas aku bukan ibunya.” Young Shin langsung mengungkapkan kecemasannya pada Bong Soo yang absen di kantor. Tapi Ahjumma malah meminta handphone-nya dan memasang sesuatu di sana. “Dia tak pernah pindah tempat selama 6 hari ini. Aku sudah mememriksa toko terdekat, restoran layanan antar. Semuanya. Aku tak tahu apakah ia makan atau tidak, tapi ia bahkan tak membeli air minum.”

Young Shin terkejut. Ahjumma berkata kalau ia tak tahu bagaimana caranya masuk ke rumah Jung Hoo. Hanya Jung Hoo sendiri yang bisa membuka pintu dan keluar. Melihat Young Shin terpaku, Ahjumma bertanya apa Young Shin mengerti apa yang sedang ia katakan?


Perlahan air mata mengembang di mata Young Shin yang bertanya apakah orang itu baik-baik saja. Ahjumma diam dan terus memandang Young Shin semakin panik, menangis dan memohon Ahjumma untuk memberitahukannya.


Akhirnya Ahjumma berkata, “Aku perlu menatap matamu.” Ia mengembalikan handphone Young Shin dan berkata kalau semua informasi sudah ia masukkan ke dalam handphone.


Tak mudah mencari rumah Jung Hoo. Sampai di gedung Jung Hoo, liftnya juga tak mau membuka. Young Shin  mengeluarkan sebuah alat sebagai kunci darurat lift. Lift pun berfungsi kembali. Handpone Young Shin sekarang seperti menjadi kompas untuk menemukan dimana persisnya rumah Jung Hoo.


Akhirnya Young Shin menemukannya. Tapi ia tak bisa masuk. Ia mengeluarkan stetoskop dan mencari bagaimana cara membuka rumah Jung Hoo. Terdengar suara klik dan ia melihat sebuah papan bergeser sedikit. Ia pun menggeser papan itu lebih jauh dan sesame.. pintu terbuka.


Young Shin masuk dan terkejut melihat Jung Hoo, pucat dan terbaring di tempat tidur. Ia mencoba membangunkan Jung Hoo tapi Jung Hoo tetap tak bergerak. Ia menyentuh wajah Jung Hoo dan memutuskan untuk menelpon 911 lagi. Sepertinya sentuhan itu membuat mata Jung Hoo berkedip separuh terbuka, sehingga Young Shin mengurungkan niatnya.


Jung Hoo membuka mata dan melihat Young Shin ada di hadapannya. “Wow,,,daebak,” ia mengulurkan tangan dan menyentuh wajah gadis itu, “Aku masih bermimpi.” 


Young Shin bertanya apanya yang sakit. Merasakan tangannya terasa hangat digenggam gadis itu, Jung Hoo berkata kalau ia kedinginan.


Tanpa ragu Young Shin melepas jaketnya dan naik ke tempat tidur. Ia menyingkap selimut dan menyelipkan satu tangan ke bawah kepala Jung Hoo untuk memeluknya. “Apakah kau sudah merasa lebih hangat?” tanyanya. Jung Hoo tak menjawab, hanya meringkuk lebih dekat ke dalam pelukan Young Shin dan tertidur kembali.


Hari sudah malam saat Jung Hoo bangun. Ia terkejut melihat Young Shin muncul dan malah mengomelinya yang mencoba berdiri. Mimpi macam apa ini? Ia mencekal tangan Young Shin dan bertanya bagaimana Young Shin bisa ada di rumahnya. “Siapa yang membuatmu ke sini? Kapan?”


Tak mau menjawab, Young Shin pura-pura kesakitan karena cekalan Jung Hoo. Jung Hoo buru-buru melepaskan cekalannya. Dengan ceria Young Shin langsung mengangsurkan sendok bubur yang sedang ia buat ke bibir Jung Hoo, memintanya untuk mencicipi. Tapi Jung Hoo tak mau dan memandang Young Shin, meminta jawaban.

Young Shin berkata kalau ia minta cuti sehari dan sudah minta ijin pada ayahnya untuk tinggal di sini semalaman. Ia akan memaksa Jung Hoo untuk makan nasi yang sudah ia masak. Pura-pura tak menyadari mood Jung Hoo yang buruk, ia berkata kala ia meminjam baju Jung Hoo karena ia butuh baju ganti dan berharap Jung Hoo tak marah.

Tanpa basa-basi Jung Hoo meminta Young Shin untuk meninggalkan dan melupakan rumah ini. “Jangan pernah datang lagi. Pergilah.” Young Shin berbalik dan bertanya apakah yang bicara di hadapannya ini adalah sosok Jung Hoo yang sebenarnya. Park Bong Soo tak akan pernah bicara seperti itu padanya. Jung Hoo menghela nafas, memintanya untuk mengerti.


Tapi Young Shin tak mau. Hampir seharian ia mencari rumah Jung Hoo dan sekarang sudah gelap. Ia minta agar Jung Hoo membiarkannya tinggal di rumahnya malam ini dan ia akan pergi besok. “Kalau kau masih menginginkan aku pergi, aku akan pergi.” Tak menunggu jawaban Jung Hoo, Young Shin merasakan sendok bubur yang dipegangnya dan memutuskan untuk menambah air karena terlalu asin. Ia berbalik pergi.


Tak mengindahkan muka masam Jung Hoo, Young Shin membuat Jung Hoo makan bubur buatannya. Memasang kipas angin di hadapannya. Dan hal itu semakin membuat Jung Hoo jengkel karena kekeraskepalaan Young Shin.


Ia akhirnya memakai jaket dan mengambil jaket dan ransel Young Shin. Young Shin mencoba kabur tapi Jung Hoo berhasil memakaikan jaket dan ransel secara paksa pada Young Shin. Ia mendorong Young Shin ke pintu, tapi Young Shin berhasil kabur ke pojok ruangan.


“Kau selalu tidur di rumahku kapanpun kau mau. Dan aku hanya tinggal semalam saja di rumamu. Ini tak adil. Kau tak boleh begitu,” ujar Young Shin membela diri. Ia melepas jaket dan ranselnya dan melemparnya ke tempat tidur. “Aku tak mau pergi. Tak mau.”


Jung Hoo bertanya mengapa Young Shin sangat nekad. Apa Young Shin tak tahu siapa dia? Young Shin tak takut padanya. Apa Young Shin tahu seberapa banyak rahasia yang dimilikinya? Young Shin tak peduli. Apa Young Shin sebodoh itu?


“Jangan menyuruhku pergi,” jawab Young Shin. “Jika kau membuatku pergi, kau akan menangis selamanya.”

Jung Hoo mengatakan alasan lainnya. “Aku .. bisa membuatmu dalam bahaya.” Young Shin menggeleng yakin, “Kau tak akan pernah membiarkanku terluka." Jung Hoo sudah kehabisan kata-kata untuk mengusir Young Shin. Ia menghampiri gadis itu dan menarik tangannya.


Tapi Young Shin menarik tangannya lagi, terus menatap Jung Hoo, dan akhirnya memeluknya. 


“Jangan membuatku pergi,” bisiknya perlahan. “Jangan.”


Dan pertahanan Jung Hoo runtuh. Ia menangis di bahu Young Shin, balas memeluknya.


Young Shin menatap Jung Hoo, mengusap air mata di wajahnya. Dan menciumnya.


Komentar :

Tau nggak pas adegan terakhir, saya bingung.. kok kissingnya cuman penggalan-penggalan aja. Dan pas muncul credit title, saya beneran menggebrak kasur. Whaatt? Udah abis? Cepet banget! Abis itu mereka ngapain? Itu ada tempat tidur loh.. *abaikan* *anak kecil tutup mata, jangan baca*


Ahh… akhirnya pertahanan Jung Hoo jebol juga. Setelah gurunya meninggal, Jung Hoo sekuat tenaga untuk tidak menangis. Di kamar mayat, ia shock dan terpukul. Tapi ia berhasil menahan air matanya. Ia akan kuat di depan jenazah gurunya.


Saat ia memuntahkan kemarahan pada Moon Ho yang pada akhirnya berujung pada penyesalannya tak memperlakukan gurunya dengan baik, Jung Hoo sudah hampir menangis. Beberapa kali ia menatap langit, berusaha sekeras mungkin untuk tidak menangis. Tidak boleh menangis.

Bahkan ketika Moon Ho tak tahan melihat penderitaan Jung Hoo, ia meminta Jung Hoo untuk melepaskan perasaannya. Menangislah. Tak apa-apa jika kau menangis. Jung Hoo tetap tak mau menangis.

Ia bisa menangis. Tapi ia tak mau menangis. Tidak di depan Moon Ho.

Ketika ia mendengar kata-kata terakhir Young Jae, Jung Hoo tak mampu menangis. Ia hanya memilih menutup diri dari dunia luar.


Ia takut ia membahayakan orang-orang yang ia sayangi. Ia telah menjauhkan ibunya untuk menyelamatkannya. Ia tak menyangka gurunya akan meninggal karenanya. Hanya ada lima orang yang dekat dengannya. Ibu, Guru, Ahjumma, Dae Young, Young Shin. Ia tak ingin 3 orang terakhir ini berada dalam bahaya karena dia. Maka dari itu ia memutuskan semua komunikasi dengan Ahjumma dan Dae Young.

Sedangkan Young Shin? Young Shin tak tahu apa-apa tentang dirinya, kecuali nomor telepon Bong Soo. Dan Jung Hoo memilih tidur dan tak melakukan apa-apa (yang btw, pernah dilakukan Myung Hee sejak 23 tahun yang lalu).


Namun ketika Young Shin yang tak tahu apa-apa datang, dan memutuskan untuk tetap tinggal di sampingnya, pertahanannya runtuh. Young Shin percaya pada Jung Hoo, siapapun dia. Healer? Bong Soo? Terserah. Young Shin maunya akan terus bersamanya. 

Menarik sekali, karena mereka berdua ingin melakukan hal yang sama. Sebelumnya di tempat rahasia, Bong Soo berkata kalau ia bersedia menjadi siapapun yang Young Shin inginkan selama Young Shin mengijinkannya ada di sampingnya. Tak terduga, Young Shin sekarang malah muncul di hadapannya dan memintanya untuk terus berada di sampingnya, tak peduli siapa Jung Hoo sebenarnya. Ia tak peduli dengan segudang rahasia Jung Hoo. Ia hanya ingin berada di samping Jung Hoo. Titik.

Mungkin seperti inilah Young Shin bagi Jung Hoo. Young Shin adalah orang pertama yang ia koreksi ketika salah paham padanya. Young Shin adalah orang pertama yang ia cari saat dirinya terpuruk. Young Shin adalah orang pertama yang melihatnya menangis. Ia bisa menjadi siapapun, apapun. Menjadi lemah, menjadi cengeng, menjadi kuat, menjadi pelindung. Ia tak perlu menahan perasaannya jika di depan Young Shin, karena Young Shin menerimanya apa adanya.


Ngomong-ngomong tentang rumah Jung Hoo, saya baru sadar kalau hanya 3 orang yang bisa masuk rumah Jung Hoo. Hanya Jung Hoo sebagai pemilik rumah, Young Jae yang pastinya tukang oprek, dan Young Shin yang juga tukang oprek. Dua orang terdekat di hatinya yang bisa masuk ke dalam rumahnya. Sayang sekali Young Jae dan Young Shin tak pernah bertemu muka dan bercakap-cakap.

Young Shin bisa dekat dengan eks napi teman-teman ayahnya, Young Shin pasti juga gampang bergaul dengan Young Jae. Pasti sangat membahagiakan bagi Jung Hoo melihat Young Jae, yang sudah ia anggap sebagai pengganti orang tuanya, bertemu dengan Young Shin yang ia sukai. Mereka bertiga pasti akan menghabiskan waktu yang sangat menyenangkan jika bisa berkumpul bersama.

Apalagi ditambah Moon Ho. Pria kesepian yang hanya memiliki satu teman. Tiba-tiba tiga orang yang pernah ada di masa lalunya muncul di saat yang bersamaan. Tapi kalau dengan Moon Ho, saya malah membayangkan Young Jae dan Moon Ho sok akrab pada Young Shin, membuat Jung Hoo kesal.

Yang pasti, kesempatan itu tak akan terjadi karena Young Jae sudah meninggal.


Nama Sewon sering saya dengar, kasus bakar diri di Episode 1. Tetua pernah menyebut nama Sewon, dan dulu Detektif Jo juga menyebut nama Sewon, yang salah satu tersangkanya, gagal mereka eksekusi.

Apakah karena itu nama Healer muncul? Healer adalah majalah para mahasiswa itu. Peti di bawah meja Moon Ho ternyata adalah barang kenangan yang sentimental bagi Moon Ho. Barang-barang itu adalah bukti bagaimana kelima mahasiswa itu adalah beruang-beruang yang ganas.

Dan salah satu beruang masuk penjara. Young Jae ternyata masuk penjara bukan karena tindak criminal pada umumnya, tapi ia adalah tahanan politik. Mungkin Young Jae masuk penjara karena tertangkap saat menjadi pengalih perhatian dengan motor trailnya, sehingga mobil stasiun radio mereka tak tertangkap.

Mungkin itu sebabnya Ahjumma mengundurkan diri dari kepolisian dan bergabung dengan beruang terakhir yang masih tersisa. Ahjumma mundur dari kepolisian karena sudah tak percaya lagi pada institusi itu. Ia ingin menuntaskan kasus yang dipetieskan itu (yang sepertinya berkaitan dengan Sewon) untuk menebus kesalahan karena kematian anaknya.



Duh.. komentar ini rasanya seperti sinopsis saja panjangnya. Healer, what have you done to me?

37 comments :

  1. Aaaaaaa drama ini keren bgt sih,temksh sinopsisnya......

    ReplyDelete
  2. Nggak sabar ngeliat episode lanjutannyyaaa...

    ReplyDelete
  3. Klo adegan slanjutny mah tak perlu di ragukan lg, tu mah ciri has drama korea pasti ad "tidur brsamany"... Hehehe... JCW cool bngt y disini actingny total... Top d... Awalny kurng suka drama ini pas liat postanny sist fany jd tertarik sy... Gomawo sist dee...^^ Commentny ngebantu bngt... Di tunggu lanjutnny... Btw, drama ini brp episod y???

    ReplyDelete
    Replies
    1. 20 episode, jadi lumayan masih lama. :) Eh tinggal 3 minggu lagi ya... huaaa...

      Delete
  4. Jung hoo-yaa kasian banget sih kamu T_T sini aku pukpukin *dilempar hp sama pacar >…<
    Episode ini penuh sama nyeseknya jung hoo, gak tega tapi gak tau kenapa malah suka sama expresi dia yang lagi nyesek *plak
    Suka banget banget pas young shin ngedatengin rumah jung hoo dan tetep keras kepala buat stay di samping jung hoo. Sukaaaaaa <3 apalagi endingnya aw tapi sayang kurang hot/?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha... kurang ya? ntar kita liat di episode 15 :p tapi kayaknya juga gak akan ngapa-ngapain deh.. ini kan tayangnya bukan di tv kabel.

      Delete
  5. Episode 15 nya mbak, pleaseee cepaaat ;'(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harap sabar ya mbak mayang.. karena healer tayang setiap senin dan selasa. Jd sinopsis episode 15 dn selanjutnya ada pas hari rabu atau setelah nya tergantung mbak dee postingnya kapan. Hehehe.. maaf ya mbak. Cuma mau bantu jawab aja. Salam kenal..

      Delete
  6. mbak dee, mbak dee, mbak dee^^
    thank you udah ngoreksi di tengah kesibukan mbak merekap banyak episode seminggu ini...
    (ini komen OOT from your fan)

    but i just wanna say, "cup, cup jung soo-ah"
    i hope the end is best for you :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. oot juga.. hpku crash, semua data ilang termasuk no telepon, foto, data di wa, bbm, semua ga ada. cuman punya data komunikasi by email aja.
      *Ini bukan percakapan antara ahjumma dan healer ya*

      Delete
  7. Ep 15 baru tyng senin mg dpn jd sabar ya jgn mnt mb dee cpt bikin soalnya yg dibikin blm ada..hahaa

    Ga tau mau comment apa lg bener2 keren
    Salut sm young shin yg bs terima jung ho apa adanya..apa dia ga shock ya mau dtg krmh nya aja harus penuh perjuangan.
    So sweet bgt liat mereka berdua..saling pengertian..smg ke depan nya hub nya ga terpengaruh sm ayah2 mereka.

    Jung ho akhirnya bs nangis jg

    Mb young shin apa hilang ingatan ko dia bs ga sadar myung he ibu nya atau krna msh terlalu kecil pas ditglin..diceritain g atau ak yg kelewat ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, karena masih terlau kecil, lupa kali ya. Belum diceritain, kok. orang kecelakaannya gimana, juga belum diceritain. Pas itu dibilanginnya cuman kecelakaan. Tapi detail kecelakaannya jg belum diceritain. Pas ep 1- 5, aku malah nangkepnya mereka kecelakaan bareng ama Gil Ahn juga, eh ternyata bukan.

      Delete
  8. mbak dee... annyeong saya sala satu fansnya mbak dee yg silent reader..
    sepakat banget mbak,, healer ini bikin hati saya waktu nonton naik turun dengan cepat,,,
    asa ga bbisa move on kl ini udah berakir T.T

    episode ini dan 13 benar2 bikin saya nangis.. semua pemeran di drama ini benar2 hebat meraniinnya,, penulis dan sutradaranya juga,, heu,,, ngga ada kata lain selain Dae to the Bak alias DAEBAKKK!!!

    ayo mbak pertahankan terus menulis sinopsisnya.. sungguh saya kangen tulisan mbak :)

    ReplyDelete
  9. gara gara healer aq buka blog mbk dee lg...

    ReplyDelete
    Replies
    1. ah.. halo diaz.. inget diaz, inget imy. hihihi..
      tau nggak, minggu kemarin aku buka thread i miss you dan ketawa-ketawa sendiri liat postingan itu. Komennya haduhhh.. bikin cekikikan. Dan diaz salah satunya.
      Eh.. selamat ya.. seung ho udah keluar wamil. :)))

      Delete
  10. Makasih ya mbak dee sinopsis nya.. gpp kog komen nya kepanjangan. Suka juga baca komen nya.. hihihi.
    semangat ya mbak dee.. :)
    semoga sehat selalu buat mbak.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiinnn.. tq delfi..sebenernya masih ada yang mau dikomentari, tapi ga jadi karena takut yang baca bosen.. :))

      Delete
  11. JcW... DAEBAAAAKKK...
    Setuju m mbak kurang hot yak kan.. Ahaaaayy..
    Hahahahaha..
    Thankz yak mbak dah buat sinop nya..
    Ditunggu yaak eps selanjutnya minggu depan..
    Semangat yak mbak.. Kami semua menantikan tulisan mu.. Hihihii

    ReplyDelete
  12. hallo mb dee...
    udh lama g ke blog mb dee, suka ama drama ini awalnya iseng coba2 krn liat ada ji chang wooknya, eh ternyata bagus bgt...apa lagi klo udah dengar sountraknya MLTR uhhh tambah sukaaa...
    paling seneng liat koment2nya....
    _fati_

    ReplyDelete
  13. iya ya mbak dee, reuni mereka yang menyenangkan tidak bisa terjadi t.t
    kasian kim moon ho, dia juga ga bisa nyeritain masalahnya ke myung hee...
    berharap kakaknya nanti bisa kembali seperti dulu,
    karena kata-katanya "itu yang coba aku lakukan sekarang, berdiri melawan sesuatu yang aku anggap salah, tapi butuh upaya yang sangat besar untuk bisa melakukannya" dan bagaimana saat ia babak belur dibawa ke hadapan ketua, dia tampak tidak menyukai apa yang dia lakukan. tapi akhirnya bisa berdiri sekarang karena tetua menjanjikan keselamatan myung hee
    entah bagaimana juga sebenarnya moon shik itu sampai moon ho baru menyerah putus dengan kakaknya di episode ini setelah sebelumnya dia berkata kalau kakaknya tidaklah serendah itu membunuh orang...
    dan jika memang moon shik punya banyak kelemahan mengapa tetua tidak memilih yang lain saja bukannya moon shik? begitu pedenyakah tetua bahwa moon shik tidak akan berbalik memusuhinya? apa yang membuatnya demikian? dengan mengekang kelemahan moon shik ?
    sekretaris yang sepertinya kaki tangan tetua untuk berada di samping moon ho tidak pernah mengganggu myung hee dan moon ho yang katanya menjadi kelemahan moon shik selama ini, tapi sekretaris pernah mengganggu young shin yang ditambahkan tetua sebagai kelemahan moon ho...
    aih, moon shik-ah sebenarnya yang penuh rahasia itu dirimu dibandingkan healer
    setelah healer dan young shin sudah dekat, akan lebih banyak rahasia yang terbongkar :D

    ReplyDelete
  14. umm ahjuma ini kayanya suka sama sesuatu yg berbau tengkorak y..waktu di episode berapa y 11/12 baju'y gambar tengkorak sekarang pake shal motif'y pun tengkorak...komen'y panjg g pp mbak dee malah saya senang,saya angp itu bonus :-) coz kl liat drama /bc synopsis'y tetep ae kurang kurang kurang pingen'y terus kggkggg padahal dah di kasih 1jam msh ae kurang :-)

    ReplyDelete
  15. DAEEBAAAAAAAAKKKK.......
    chua..chua..chua..
    park min young namjanya agen rahasia semua. putus dari lee min ho (city hunter) sekarang gebetannya healer. hehehe..
    gomawo mba dee :-)

    ReplyDelete
  16. Makasiiih unnie sinopsisnya. Walaupun udah nnton, ttp kudu berkunjung ke blog unnie.

    ReplyDelete
  17. Tengkiu mba dee udah bikin sinopsisnya...smoga sehat slalu ya mba...:)

    ReplyDelete
  18. baru tau kl LJW itu tnyta gnteng ya T.T :v

    ReplyDelete
  19. Seneng banget akhirnya bisa nikmatin tulisan bak Dee lagi,Geumap seupnida. Dee onnie,...baca komennya bak dee juga suka....tapi...BTW LJW ganteng itu siapa yah. Amtr lisha...?

    ReplyDelete
  20. mbk dee mksh sinopsisny...slma ni aq nunggu" tulisan mbk dee lho....iyaa bner inget pas IMY tu rsane lucu cz saking pnsranya ky pd main tebak menebak klanjutanya....iyaa mbk yoo seungho dh slse wamil ktny mo nglamar aq ckckckck lol

    ReplyDelete
  21. ini drama aneh banget...terus kebawa mimipi. jatuh cinta banget sama Ji Chang Wook. total banget aktingnya. sampai gak pernah liat drama yang lain. heran. kok ratingnya di korea gak begitu bagus. padahal ini drama keren banget...pas pake banget...mudah2n endingnya gak bikin kecewa. semangat ya nulis sinopsisnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mba aku setuju sama Mba Fitri. Kenapa ratingnya di sana nggak terlalu bagus ya? Padahal dari segi cerita & pemainnya oke banget. Malahan kemaren Park Min Young & Ji Chang Wook dapet Award Best Couple juga (sodara2, sekalian aja kita doa'in, PMY-JCW jadi couple beneran, ngarep...). Hmmm...Tapi, aku nggak terlalu masalahin rating juga sih..aku bakalan setia nongkrongin ni drama. mueheheh...

      Delete
  22. Meluncur ksni krn efek baca postingan mb Dee yg membludak di bbm chanel #plakkk wkwkwk....
    danmb Dee berhasil menularkan virus Healer pd diriku.. ckckck.. awal tahun yg kerennnn... semangat mb Dee...

    ReplyDelete
  23. Ya ampuunn rasanya pengen banget nyuruh young shin minggir dari tempat tidur dan ganti meluk uri jung hoo-ni yg butuh kehangatan ituuu >,<
    *dilempar rame-rame pake sepatu*

    ReplyDelete
  24. kasus bakar diri episode satu ???
    sewon ?? hmm ap mksdnya ?

    ReplyDelete
  25. T bunuh jung ho braninya niduri cew ae,, park min yong...

    ReplyDelete