January 20, 2015

Healer Episode 13

Sinopsis Healer Episode 13


Ibu Jung Hoo ketakutan melihat Sekretaris. Tapi ia masih bisa berbohong saat ditanyai tentang Jung Hoo. Sudah 10 tahun ia tak bertemu dengan Jung Hoo, yang katanya sedang belajar keluar negeri. Ia merasa tak punya muka lagi bertemu dengan Jung Hoo setelah menikah lagi.


Sekretaris masih belum percaya dan saat tahu kalau ibu Jung Hoo janjian dengan temannya, ia berkata aka menunggu. Ibu Jung Hoo mulai cemas  dan pamit ke toilet, tapi sebenarnya ia pergi lewat pintu belakang untuk mencari Jung Hoo. Ia tak menyadari kalau handphonenya diambil oleh Sekretaris.

Sekretaris itu tahu kalau handphone itu menjadi GPS yang digunakan oleh Healer, dan karena itu ia mengambil handphone, seolah-olah ia menculik ibu Jung Hoo. Kemudian setelahnya adalah yang kita lihat di episode sebelumnya. Jung Hoo berhasil dilumpuhkan dengan jarum bius, tapi diselamatkan oleh seseorang yang mengambil topi dan jaketnya.

Siapakah dia?



Healer berbalik dan dia adalah Young Jae yang tersenyum dan berkata kalem, “Astaga.. bagaimana ini? Aku tertangkap.” Si Yoyo terkejut melihat sosok Healer yang berbeda dengan Healer sebelumnya. Tapi tangan Healer di depannya ini juga berdarah.


Ahjumma meminta Young Shin untuk mencari Bong Soo. Walau curiga akan identitas wanita itu, ia mencari Bong Soo yang katanya terluka. Ia mencari di setiap tempat. Dan di parkiran ia melihat iring-iringan gerombolan Double S yang pergi, diikuti oleh Detektif Yoon yang tak disangka ada di tempat ini. Young Shin semakin terkejut melihat tetesan darah yang ia temukan di sana, mengira Bong Soo ditangkap oleh mereka.

Young Shin memberitahukan hal ini pada Ahjumma yang mengatakan kalau Bong Soo masih ada di gedung itu, karena lokasinya tak berubah. Young Shin akhirnya bertanya siapa wanita itu, tapi Ahjumma menyuruhnya untuk tak buang waktu. Dan Young Shin pun ingat kalau Bong Soo suka tempat yang tinggi.

Maka ia pun naik ke atap gedung, mencari kesana kemari dan dari jejak darah yang belum mongering, ia menemukan Bong Soo. Dan dari jejak darah yang belum mengering, ia menemukan Bong Soo berlumuran darah. 


Young Shin panik karena badan Bong Soo dingin dan tak sadarkan diri. Ia menyelimuti Bong Soo dengan jaketnya dan menelepon 911.

Young Shin cemas melihat kondisi luka Bong Soo. Tapi menurut dokter, pasien sangat berotot hingga lukanya tak dalam. Young Shin heran mendengarnya. Detektif Yoon menelepon dan minta maaf karena tak bisa menemuinya. Tanpa mengatakan kalau ia tadi melihat detektif itu, Young Shin berjanji akan menghubunginya lagi. Ia menelepon nomor Ahjumma, tapi nomor itu tidak terdaftar.


Ia duduk di samping Bong Soo, memintanya bangun karena ia khawatir karena tadi Bong Soo pingsan berlumuran darah. Tak ada respon, dan Young Shin mendekatkan wajahnya ke wajah Jung Hoo, “Bong Sook-ah.. bangunlah. Bangun ya..hmm.”

Seperti mendengar panggilannya, Jung Hoo membuka mata dan memanggil nama Young Shin. Ia mengulurkan tangan dan setelah Young Shin menggenggamnya, matanya terpejam kembali.


Young Shin yang tadinya gembira sekarang menjadi khawatir. Apa Bong Soo sedang dalam pengaruh obat? Ia mencoba melepaskan genggaman Bong Soo, tapi pria itu malah menggenggamnya semakin erat. Dan Young Shin merasakannya lagi.

Ia merasakan genggaman tangan Healer lagi.


Young Shin terhenyak. Semua ingatan tentang Healer dan Bong Soo berputar lagi di ingatannya. Bagaimana Healer bertanya jumlah pil yang harus diminum dan Bong Soo yang langsung mengambilkan 2 buah pil tanpa bertanya lagi.  Pria yang sedang berbaring itu.. apakah ia..?

Young Shin berlari ke mobil Bong Soo, mencari petunjuk, apapun, yang bisa membuktikan dugaannya. Tak ada. Mobil Bong Soo bersih. Hanya STNK, kotak kacamata, kotak jam dan sebuah kotak kosong.


Young Shin berhenti, dan membuka kotak kosong itu. Ada origami bintang, persis sama dengan yang ia buat saat berbincang-bincang dengan Bong Soo setelah kecelakaan di atap. Saat itu ia mengaku pada Bong Soo kalau ia menunggu kedatangan Healer. Bong Soo tak pernah tahu telepon umum tempatnya menelepon, tapi Healer tahu karena Healer selalu mengawasinya.


Young Shin ingat ucapan Bong Soo saat menembaknya, yang akan selalu menjaganya dan bersedia menjadi siapapun yang Young Shin inginkan. Ia gemetar dengan semua dugaan yang berputar di otaknya.


Young Shin kembali ke UGD. Bong Soo sudah sadar, sekarang bercakap-cakap serius dengan seorang gadis. Mereka menyadari kehadirannya, dan Bong Soo memperkenalkan gadis itu sebagai kenalannya. Mereka berdua sangat canggung, hingga Dae Young yang berada di antara mereka tak tahan dan langsung cabut begitu menemukan alasan.


Jung Hoo memberikan alasan ia bisa pingsan dan berdarah karena ia ngantuk dan terpeleset hingga berdarah. Alasan yang dibuat-buat, tapi Young Shin membiarkannya. Young Shin malah bertanya tentang Dae Young yang bisa tahu rumah sakit Jung Hoo padahal ia tak memberitahukan pada siapapun. Jung Hoo diam lama, tak bisa menjawabnya.

Melihat Jung Hoo diam mencari jawaban, Young Shin buru-buru memberi alasan. Mungkin wanita yang meneleponnya itu adalah ibu Jung Hoo yang khawatir dan mencari ke setiap rumah sakit. Jung Hoo pun mengiyakan.


Jung Hoo bertanya apakah Young Shin terkejut dengan semua ini? Young Shin mengiyakan. Dan tanpa memakai nada Bong Soo, Jung Hoo berkata pelan, “Maafkan aku.”


Young Shin memanggil Jung Hoo yang sudah melangkah pergi, “Apakah kau datang ke kantor besok? Kau akan datang, kan?” tanyanya hampir dengan nada memohon. Jung Hoo tersenyum dan memberi tanda OK.


Jung Hoo terus memikirkan Young Shin dan kemungkinan kedoknya terbongkar. Buru-buru ia membuka kotak tempat menyimpan origami bintang. Bintang itu masih ada. Ia menghela nafas, entah lega atau malah lebih cemas. Ahjumma menyuruh Dae Young untuk mengantarkan Jung Hoo pulang untuk istirahat.

Tapi Jung Hoo malah menyuruh Dae Young mengantarnya pergi ke rumah Moon Shik. Ia harus membunuh orang itu, yang berani mengganggu ibunya dan Young Shin. Dae Young tak mau. Jung Hoo pun membelokkan setir yang dipegang Dae Young. Dae Young menghentikan mobilnya dan Jung Hoo menyuruhnya keluar.


Dae Young menolak, Ahjumma juga melarangnya. Tapi Jung Hoo tak ingin bercanda, ia akan pergi sendiri ke rumah Moon Shik untuk membunuh orang itu.


Ahjumma pun memarahinya, “Apa kau gila? Siapa yang mau kau bunuh? Pertama kau hanya bunuh satu orang untuk membersihkan nama ayahmu. Kemudian kau akan membunuh orang lagi karena orang itu mengganggumu. Apa kau tak masalah jika tak bertemu gadis itu lagi? Apa kau tak ingin bertemu dengan Chae Young Shin lagi?!”

Jung Hoo mengambil kunci dan tetap akan pergi ke rumah Moon Shik. Ia akan bertanya mengapa Moon Shik ingin membunuh Young Shin. Ahjumma mengingatkan kalau ibu Young Shin ada di rumah itu. Jung Hoo memukul setir mobilnya, marah karena tak bisa melakukan apapun.


Di café, paman eks napi memberitahukan pada Chi Soo kalau Young Shin tak fokys seperti orang mabuk,  padahal ia tak mencium alcohol. Mereka semakin panik karena Young Shin ternyata berlinang air mata. Kenapa?


Young Shin berkata kalau orang itu telah menipunya. Semua ucapan pria itu bohong. “Aku tak tahu dan aku percaya padanya. Aku mengatakan perasaanku tentang orang itu, dan dia membuatku seperti orang bodoh dari awal hingga akhir,” Young Shin terisak.


“Tapi ayah, aku tak bisa berkata apapun. Karena aku takut jika aku bersuara, jika kukatakan kalau aku tahu.. aku takut ia akan pergi. Aku takut tak bisa bertemu dengannya lagi. Aku tak mau jika tak bisa menemuinya lagi. Aku tak bisa. Jadi apa yang bisa kulakukan sekarang?”


Ayahnya bingung, hanya bisa memeluknya.


Kedua pria itu bertukar pikiran untuk mengetahui siapa pria yang dimaksud oleh Young Shin? Paman eks napi ini keren banget, loh.. Deduksinya sangat logis dan kesimpulannya mengarah pada satu orang. Junior Young Shin, Park Bong Soo.


Ayah membawakan teh untuk Young Shin. Young Shin bertanya mengapa ayahnya memilihnya. Ia merasa sangat aneh karena di panti asuhan banyak anak yang lebih pintar dan lebih cantik daripada dia yang tak bisa bicara dan tak mau mendengar. Jadi kenapa ayah malah mengambilnya?

Ayah menjawab kalau ia tak mengambil Young Shin. “Aku hanya menunggu. Terus menunggu dan kau datang padaku.” Young Shin heran, benarkah itu? Ayah meneruskan, “Kau yang keluar menghampiriku. Kau yang memegang tanganku pertama kali. Karena itulah kau kubawa pulang ke rumah.”

“Ayah.. hanya menunggu?” tanya Young Shin, air matanya mulai merebak lagi. Ayah mengatakan kalau ia masih mampu menunggu lebih lama lagi, tapi ternyata Young Shin keluar lebih cepat dari yang ia duga. Young Shin yang tak sabaran. Young Shin akhirnya tersenyum walau masih berlinang air mata.


Sebagai Healer, Young Jae ditangkap oleh Double S. Kim Moon Shik mendatangi markas Double S untuk menemui Healer. Ahjumma yang mengawasi markas Double S melalui CCTV, tersenyum senang melihat mobil Detektif Yoon datang. Ia mengambil satu dari setumpuk handphone dan menelepon seseorang.

Moon Shik menemui Healer yang ternyata adalah temannya sendiri, Young Jae. Ia pun menyuruh yang lain keluar karena ia ingin bicara berdua dengan Young Jae.


Young Jae tersenyum pada teman lamanya, tapi tak menyambut uluran jabat tangan Moon Shik. Ia mengaku sebagai Healer dan bahkan menawarinya diskon 10% karena mereka teman lama. Karena ucapan Young Jae yang terakhir, ia tahu kalau Young Jae bukanlah Healer. Young Jae hanya tersenyum, tak peduli Moon Shik percaya ia Healer atau bukan. Ia malah bertanya, “Apa Myung Hee masih tidur? Berapa jam ia tidur setiap harinya?”


Ucapan itu mengingatkan Moon Shik saat ia bertemu Young Jae lagi di ruang perawatan Myung Hee, setelah kasus 1992 terjadi. Ia mencoba bersikap ramah.


Tapi Young Jae tahu kalau Moon Shik melakukan hal yang mencurigakan. “Suatu hari tiga beruang pergi ke bukit. Dua beruang mati dan satu hidup. Kemudian beruang yang hidup itu tiba-tiba menyingkirkan Tempat Rongsokannya dan menjadi apa? Kepala perencanaan sebuah surat kabar?”


Saat itu Moon Shik meminta Young Jae untuk tak berpikir macam-macam. Tapi Young Jae tak bisa. “Bagaimana mungkin seorang beruang bisa menjadi kepala departemen? Bukankah seharusnya beruang ada di hutan?”


Mereka sekarang kembali bertemu dan Moon Shik menceritakan kalau anak Joon Seok muncul dan menemuinya. Young Jae berkata kalau Moon Shik harusnya menjawab jika anak-anak itu bertanya. Tapi Moon Shik tak mau, karena anak-anak itu tak akan mengerti apa yang sudah harus dikorbankan untuk menjaga dunia.

Wow.. Moon Shik ini Batman, ya?

Dengan nada mengancam, Moon Shik berkata kalau ia harus menjaga perdamaian dunia, dan ia tak dapat memaafkan orang yang merusaknya. Orang-orang itu yang disebut subversif. Apa Young Jae akan selalu menjadi subversif? Young Jae mengiyakan,”Karena kita adalah beruang juga.”

Moon Shik menghubungkan semuanya. Apakah Young Jae bekerja sama dengan Moon Ho untuk membuka kasus itu kembali dan ia juga yang memberitahu Jung Hoo tentang Joon Seok?

Young Jae menjawab dengan menganalogikan kalau 2 papa beruang meninggal, akan tersisa 2 mama beruang dan 2 bayi beruang, maka harus ada satu beruang lagi agar lagu itu bisa lengkap.

Moon Shik tertawa mendengar nyanyian Young Jae, tapi dia marah. Young Jae pun bertanya serius, apakah Gil Ahn dan Joon Seok adalah orang terakhir yang Moon Shik bunuh? Ada lebih banyak lagi yang kau bunuh, kan? Ia memperingatkan Moon Shik untuk tak menyentuh 2 bayi beruang itu. Ia akan melindungi mereka. “Karena aku adalah teman ayah beruang-beruang itu.”


Polisi datang ke gedung Double S karena ada laporan anonim/ahjumma. Detektif Yoon langsung menyambar kesempatan itu untuk menggerebek Double S. Kim Moon Shik pun langsung diungsikan.
Young Jae juga akan dipindah, tapi tak ada yang bisa menyentuhnya. 


Saat melihat kedatangan Detektif Yoon, ia segera memakai topi, kacamata, atribut khas Healer. Detektif Yoon bertanya pada si Yoyo tentang orang yang ditangkap Double S di Mal Seongmin. Young Jae mengangkat tangan. Detektif Yoon menoleh, melihat orang berpakaian seperti Healer yang berkata, “Pak Polisi, tolonglah aku..”


Ahjumma sudah mengawasi rumah ibu Jung Hoo untuk menjaganya Tapi Jung Hoo tak ingin terus membahayakan ibunya. Ia pun menemui ibunya, memeluk dan memintanya berpura-pura sebagai ibu yang tak pernah bertemu dengannya selama 10 tahun terakhir, karena ada yang memata-matai mereka.


Ibunya menyanggupi, karena yang perlu ia lakukan adalah berakting bahagia, dan ia sekarang bahagia jadi tak perlu pura-pura. Jung Hoo minta maaf karena tak pernah meninggalkan nomor telepon dan selalu ia yang menghubungi ibunya. Dan untuk sementara waktu, Jung Hoo juga tak bisa berkomunikasi lagi dengan ibunya, karena hanya itu cara untuk membuat ibunya selamat.


Dan Jung Hoo mulai dengan aktingnya. Sesuai dugaan, ada mata-mata masuk ke restoran dan merekam percakapannya. Jung Hoo mengeraskan suaranya, berkata kalau ini kali terakhir ia akan menemui ibunya, jadi jangan minta nomor teleponnya. Ibunya sudah punya keluarga lagi dan sejak ia dicampakkan, ia juga sudah menemukan kehidupan sendiri.


Rasanya sedih sekali melihat wajah ibu Jung Hoo. Ibu tahu kalau semua yang diucapkan Jung Hoo adalah akting, tapi ucapan itu benar-benar menampar wajahnya, karena semua yang diucapkan Jung Hoo itu adalah yang ia lakukan.


Ibu hampir menangis dan minta maaf, tapi Jung Hoo menggeleng, mengisyaratkan untuk tak percaya pada ucapannya. Jung Hoo kembali berkata kalau setelah sekolahnya selesai, ia akan bekerja di luar negeri. “Dan dengan pertemuan ini, aku juga akan mengakhiri kewajibanku sebagai anak ibu.”

Jung Hoo meminta tanpa suara pada ibunya untuk jangan menangis. Ibu mengangguk, menahan air matanya. Jung Hoo berdiri dan berkata tak acuh, “Tetaplah sehat.” Dan ia pergi meninggalkan ibunya.


Setelah Jung Hoo pergi, ibu tak sanggup menahan isak tangisnya. Ia ingat saat ia sedang ada di taman dengan anak(dari suami kedua)nya, Jung Hoo menghampirinya dan berkata datar, “Akhirnya ketemu.” Ibu terkejut dan langsung melepas jaketnya untuk dipakaikan pada Jung Hoo yang tak memakai jaket sama sekali.


Jung Hoo menepis, membuat ibu berlutut dan menangis. Seorang anak menggigitnya. Sadar kalau anak itu adalah adiknya, Jung Hoo bertanya getir, “Ibu bisa hidup dengannya, tapi kenapa ibu tak bisa hidup denganku?”


Ibu hanya bisa minta maaf dan menangis. Jung Hoo menyuruhnya berhenti menangis, karena ia tak mampu berkata apapun jika ibu menangis. Ia pun pergi, namun dikejar oleh seorang pria, suami kedua ibunya, yang membawakan jaket untuknya. Suami itu meminta maaf, dialah yang salah yang selau meminta ibu Jung Hoo untuk menikahinya. Padahal ibu Jung Hoo selalu menangis dan menangis jika membicarakan Jung Hoo.


Dari kejauhan, Jung Hoo menatap ibunya yang terus menangis. Ia meminta paman itu tak membuat ibunya menangis karena hal itu benar-benar menyebalkan dan minta paman itu memakaikan jaket itu padanya,


Jung Hoo tak percaya saat Moon Ho berkata kalau Moon Shik tak serendah itu dan kakaknya itu hanya ingin tahu siapa Healer sebenarnya. Tapi mengapa Moon Shik ingin membunuh Young Shin?

Moon Ho mengatakan kalau yang menyuruh itu bukan Moon Shik melainkan Tetua. Tapi Moon Shik tak tahu siapa nama asli dan wajah Tetua. Jung Hoo bertanya sinis, kalau begitu apa yang Moon Ho tahu? Moon Ho menjawab ia tahu tempat dan cara melawan Tetua.


Tapi Jung Hoo tak percaya dengan omong kosong Moon Ho. Ia akan melakukan dengan caranya. Pertama, cari tahu siapa Tetua itu. Kedua, carit tahu apa Tetua itu punya hasil interogasi ayahnya. “Dan yang ketiga, memastikan kalau ia tak akan bisa untuk menyentuh Chae Young Shin lagi.”


Moon Ho tertawa dan menjawab kalau hal itu percuma. Kalau Jung Hoo membunuh Tetua, akan muncul Tetua lainnya. Jawab Jung Hoo, “Tak masalah. Saat itu kita baru akan memikirkan langkah selanjutnya.” Bel pintu berbunyi dan Jung Hoo sudah bersiap untuk sembunyi. Tapi Moon Ho malah menyuruh Jung Hoo untuk membukakan pintu, karena tamunya itu adalah wanita yang disukainya.


Betapa kaget Jung Hoo, melihat Young Shin yang muncul di hadapannya. Ia langsung berpikir macam-macam, kenapa juga Young Shin bertamu ke rumah bosnya. Young Shin belum sempat menjawab dan masukah Jong Soo. Haha.. ternyata mereka datang berdua untuk menginterview Moon Ho sebagai narasumber serial baru mereka.

Tapi tetap saja Jung Hoo gondok dan kesal melihat Young Shin tertawa-tawa dengan Moon Ho yang juga sok akrab.


Dengan telaten Moon Shik memberikan obat untuk Myung Hee minum. Tapi Myung Hee sedang tak ingin tidur. Ia ingin berpikir sebentar. Berpikir sesuatu yang sebenarnya sudah lama ia pikirkan, contohnya tagihan rumah sakitnya. 22 tahun yang lalu, setelah kecelakaan, ia dirawat di rumah sakit selama setahun, menjalani beberapa operasi dan dengan ruang VIP pula. Darimana Moon Shik mendapatkan uangnya?

Moon Shik menjawab kalau uang itu dari hasil penjualan Tempat rongsokan. Tapi dengan nada bercanda, Myung Hee berkata kalau yang ia lakukan sekarang adalah menghitung. Menjumlah dan mengurangi.


Moon Shik mencoba mengalihkan pembicaraan mereka. Sepertinya Myung Hee jadi agak aneh setelah bertemu dengan anak Joon Seok. Ia memegang tangan Myung Hee, tapi Myung Hee menarik tangannya dan tersenyum dingin, “Sudah kukatakan aku sedang menghitung.”


Di dapur, Moon Shik minum sambil berpikir. Ia meletakkan gelasnya yang sudah kosong, dan menatapnya lama. Perlahan, ia mendorong gelas itu, semakin lama semakin ke pinggir. Dan gelas itu jatuh. Pecah berkeping-keping.


Interview pun dimulai. Dengan Young Shin menjadi penanya dan Jong Soo sebagai cameraman. Jung Hoo .. mojok, ngambek, gondok. Tapi ia tetap mendengarkan Moon Ho yang bercerita bagaimana Moon Shik menjual Tempat Rongsok pada tahun 1992, dan menjadi karyawan di Jaeil hingga menjadi CEO dalam waktu 5 tahun saja.

Saat itu banyak orang yang menemui Moon Shik di rumah, walau anehnya, tamu-tamu itu kebanyakan bukan orang surat kabar. Tamu yang paling sering datang adalah perusahaan joint, Omega. Perusahaan itu membeli Jaeil yang hampir bangkrut dan setelah itu kakaknya menjadi CEO.


Interview selesai dan Jung Hoo menghubungi Min Ja, mengkhawatirkan Guru Young Jae yang ditahan di kantor polisi dan berencana untuk mengeluarkannya nanti malam. Tapi Min Jae menenangkannya, karena Young Jae bisa mengurus dirinya sendiri. Young Jae pasti akan keluar paling lambat besok.


Min Ja sedang sibuk memalsu visa dan surat ijin tinggal Jung Hoo yang katanya sedang bersekolah di luar negeri. “Kenapa juga kau mengatakan Rusia, sih? Kalau begini kan aku tak bisa baca tulisannya.” Haha.


Jung Hoo kembali menemui tuan rumah yang sekarang sedang bercanda dengan Young Shin. Pemandangan yang tak mengenakkan untuk Jung Hoo. Moon Ho menugaskan mereka untuk mempelajari informasi keuangan Jaeil News yang memiliki kesamaan dengan milik Samhan Industries, dan meminta mereka melakukannya malam ini. 

Jung Hoo mencoba ijin karena harus melakukan sesuatu malam nanti, tapi Moon Ho tak mengijinkan dan menyuruh Jong Soo untuk menemani keduanya.


Sekarang Jung Hoo ganti menatap kedua temannya dengan sebal. Karena Jong soo senang mereka bekerja di rumah Young Shin yang bersedia menyediakan makan malam, dan Young Shin dengan akrabnya meminta Jong Soo untuk mencuci piring.


Ketiganya pergi ke café, dengan disambut oleh ayah dan paman eks napi. Melihat orang baru yang tiba-tiba akrab dengan Young Shin membuat mereka mengerutkan kening. Paman eks napi, yang mulanya yakin kalau Bong Soo-lah yang membuat Young Shin menangis, sekarang malah ragu.


Jung Hoo gerah melihat begitu dekatnya Young Shin dan Jong Soo yang terus berdiskusi. Ia pun keluar untuk mengambil minum. 

Young Shin menyusulnya untuk mengambilkan minum dan bertanya, “Timur atau Barat?”


Pertanyaan yang sama yang dulu pernah dilontarkan pada Jung Hoo, dan ia kembali memilih Timur. Young Shin menjajarinya dan berkata, “Selama 1 menit, kita akan berdiri dan bicara.” Jung Hoo mendengus mendengar arti pilihannya. Kalau Barat? Young Shin menjawab, “Berpelukan selama 10 detik.”


Jung Hoo langsung merentangkan tangannya dan memohon, “Peluklah aku. Aku mau tukar.” Hahaha… Young Shin tak dapat menyembunyikan tawanya mendengar nada Jung Hoo yang desperate banget. Jung Hoo menghela nafas lega mendengar tawa Young Shin. “Kupikir kau masih marah karena kau tak mau sedikitpun menoleh padaku.”


Young Shin mengaku kalau ia tak marah. Ia sedang menahan diri. “Menahan diri untuk bergenggaman tangan,” Jung Hoo menoleh, kaget, apalagi mendengar lanjutannya, “untuk memeluk, untuk bicara sepanjang malam, bahkan untuk mencium.”

Jung Hoo terpana, tak bisa berkata-kata. Tapi Young Shin berkata kalau ia sedang menahan diri untuk melakukan semuanya pada orang itu. Walau ia juga masih merasa marah saat menahan diri. Young Shin beranjak pergi meninggalkan Jung Hoo, tapi Jung Hoo mengejar dan menarik tangannya, ingin bicara padanya.


Young Shin menunggu, tapi Jung Hoo tak mampu bicara. Young Shin berkata, “Orang itu belum juga datang. Jung Hoo menjawab kalau orang itu pasti memiliki alasan. Young Shin juga menyadari itu, walau tetap mengatai orang itu sangat jahat. “Aku akan menunggu. Aku masih akan tetap menunggunya. Walau aku juga masih marah padanya.”


Jung Hoo menatap Young Shin dan mengangguk. Dan Young Shin menyandarkan kepalanya ke dada Jung Hoo. Sejenak terpana, Jung Hoo mengangkat tangan untuk memeluk gadis itu. Tapi sekejap itu pula, Young Shin menarik kepalanya dan berjalan lagi, tangannya menyentuh tangan Jung Hoo.


Jung Hoo mencoba meraih tangan itu, namun tak teraih. Jung Hoo menghela nafas, frustasi, dan berbalik hanya untuk melihat Young Shin berjalan menjauhinya.


Young Shin mencari berita tentang Moon Shik dan menemukan foto Moon Shik dengan istrinya, Myung Hee. Ia tak mengenali wanita itu, tapi terus memandanginya.

Dari CCTV di rumah Moon Shik, Ahjumma melihat seorang tamu yang terlihat familiar.


Detektif Yoon menemui Young Jae untuk mengiterogasinya. Young Jae diinterogasi sambil makan pagi. Detektif Yoon membacakan catatan polisi Young Jae, dan tak lupa menyisipkan kalau Detektif Jo Min Ja yang lima kali pernah menemui Young Jae saat dipenjara. Detektif Jo adalah seniornya di divisi kejahatan cyber dengan kemampuan hacking-nya sangat legendaris. Dan saat kemarin di parkiran, saat ia berperang dengan seseorang, ia menemukan pola yang mirip dengan milik Detektif Jo.


Ada seorang polisi membuang botol obat ke tempat sampah. Kemudian kita melihat Young Jae melonggarkan leher kaosnya dan berkata, “Detektif, kurasa aku ingin membuat pengakuan. Aku adalah Healer.”

Ahjumma menelepon Jung Hoo dan memberitahukan kalau ada seseorang yang menemui Sekretaris dan Ahjumma baru menyadari kalau orang itu adalah bawahan Detektif Yoon. Jung Hoo menyadari apa yang mungkin terjadi, dan bergegas menuju kantor polisi.


Walau heran, Detektif Yoon membuka laptopnya dan mulai mengetik. Young Jae mengaku kalau ia menjadi Healer setelah ia keluar dari penjara. Nama Healer adalah nama majalah yang ia buat bersama teman-teman kampusnya. Ia tak punya banyak waktu untuk menceritakan semua tindakannya. Tindakan terakhir yang ia lakukan adalah pesanan dari Kim Moon Shik, CEO Jaeil. Ia juga mengetahui tentang Go Sung Chul dan Hwang. Ia bahkan berhasil membongkar brankasnya.


Detektif Yoon bertanya tentang kasus kematian Hwang saat mulut Young Jae tiba-tiba berbusa. Young Jae tersenyum dan berkata, “Sudah kubilang tadi. Waktuku tinggal sedikit.” Young Jae menatap Detektif Yoon dan menghembuskan nafas terakhir.

Detektif Yoon kaget dan keluar ruangan untuk minta bantuan.


Jung Hoo sudah berada di kantor polisi, siap untuk bertindak. Tapi ia berhenti saat melihat ada seseorang dibawa masuk ke dalam ambulan. Tangan orang itu terkulai, memperlihatkan perban di tempat yang sama dengan perban di tangan Jung Hoo.

Komentar:

Young Jae beneran mati? Siapakah yang membunuh Young Jae?


Mulanya saya berpikir Sekretaris, tanpa sepengetahuan Moon Shik. Tapi pembunuhan itu terjadi setelah Moon Shik menjatuhkan gelas yang masih ada isinya itu.


Sebelum menjatuhkan gelas, Moon Shik teringat pada Myung Hee yang menepis tangannya karena ia masih berhitung. Ia merasa Myung Hee hampir tak mempercayainya. Maka ia harus menyelesaikan semua ini dengan cepat, bahkan jika semuanya selesai dengan hancur (seperti gelas itu). Itulah yang membuat saya berpikir kalau Moon Shik menyuruh Sekretaris membunuh Young Jae.

Tapi tegakah, Moon Shik? Saya yakin kalau Moon Shik tak membunuh Gil Ahn atau Joon Seok. Yang ia lakukan adalah berbohong, memberi kesaksian palsu. Membunuh temannya? Tidak. Tapi seperti yang diucapkan Ahjumma saat melarang Jung Hoo membunuh Moon Shik, setelah pembunuhan pertama, maka ada yang kedua, ketiga, dan seterusnya hanya karena kau merasa terganggu.


Young Jae muncul dan mulai mengganggu Moon Shik. Btw oot ya.. Young Jae menyanyi lagi Tiga Beruang? Ini drama Full House atau Healer, ya? Jujur nama Young Jae itu benar-benar melekat di benak saya, tapi dengan wajah Rain yang berambut ikal. Setiap drama yang ada nama Young Jae selalu mengingatkan saya padanya. Dan Young Jae yang ini juga nyama Gom se mari ka Han jibe itso.. tapi tidak bergoyang-goyang seperti Lee Young Jae yang dihukum oleh Han Ji Eun nyanyi.


Young Jae tahu banyak kelemahan Moon Shik. Dan mungkin Young Jae adalah salah satu serpihan gelas kaca yang jatuh itu. Walau saya masih merasa Moon Shik memiliki hati nurani, tak akan mampu membunuh temannya sendiri. Semoga.


Saya nggak percaya kalau Moon Ho menyukai Young Shin seperti pria suka pada wanita. Om dan keponakan, lebih mungkin. Di episode 6, Moon Ho menyadari kalau Young Shin suka pada Healer. Dulu ia tak percaya pada Healer. Tapi saat tahu kalau Healer adalah Jung Hoo, keadan berbalik 180 derajat. Kayaknya Moon Ho setuju kalau kedua keponakannya jadian. Note: menurut saya yang Moon Ho suka adalah Myung Hee, ya..


Tapi, sebelumnya, pasti asyik kan kalau mengganggu mereka? Mengganggu keponakan yang satu itu tepatnya. Keponakan yang pernah memukulnya.

Moon Ho tahu betapa protektifnya Jung Hoo pada Young Shin, terlepas pekerjaan Healer-nya. Berapa kali sih, Jung Hoo menyebut nama Young Shin dan berapa kali nama ayahnya disebut saat membicarakan Moon Shik dan Tetua? Bukankah seharusnya nama Joon Seok lebih penting dari klien/senior/teman bernama Young Shin?

Insting wartawan Moon Ho muncul, sekaligus insting makcombang-nya. Kalau tidak, bagaimana bisa ia menyuruh Young Shin, Jung Hoo dan Jong Soo lembur hingga malam hari? 


Sempat terlihat Moon Ho diam-diam nyengir  melihat wajah gondok Jung Hoo, yang menyaksikan kedekatan Jong Soo dan Young Shin. Jangan-jangan, Jong Soo juga adalah kaki tangannya. Dan Jong Soo disuruh berakrab-akrab ria dengan Young Shin, sehingga membuat Jung Hoo cemburu.


Walau Chae Chi Soo bukan ayah kandung Young Shin, tapi Young Shin benar-benar meneladani sikap ayahnya. Saat ia patah hati, marah pada Bong Soo/Healer dan tak tahu harus melakukan apa, ia mendengarkan cerita tentang bagaimana ayahnya mengadopsinya. Ayahnya tak memilih Young Shin, tapi Young Shin yang memilihnya. Yang ia lakukan adalah menunggu. Menunggu Young Shin untuk keluar untuk menemuinya, memegang tangannya.


Hal itu juga yang sekarang ia lakukan. Ia akan menahan dirinya. Ia akan menunggu. Menunggu Healer untuk keluar menemuinya. Menunggu Healer untuk memegang tangannya, memeluknya, dan menciumnya. Aww..

And after that, she will kick his butt.

8 comments :

  1. Terharu dg kisah pengadopsian young shin... fighting mba Dee.

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Fighting. Kakak update tulisanx ditunggu2 bgt hehe

    ReplyDelete
  4. Comment nya mb dee keren..itu jg yg ak pingin ak ungkapkan saat ntn ep ini..

    Yg bunuh kyknya beneran moon shik mb dia kan blg sblmnya jgn bikin dia marah na tnyt kebukti dia marah saat istrinya mulai curiga..tp saat itu ada sek jg dia mencurigakan bgt jgn2 mata2 nya tetua.

    Curiga jg sm myung hee jgn2 selama ini dia tau perbuatan suami nya yg jahat mgkn dia cm pura2 tdr.mknya dia bs tau dan yakin bgt bkn ayah jungho yg membunuh suaminya dl.

    Pingin bgt liat 2 beruang dan paman beruang bersatu cr tau dan memcahkan mslh brsm ga jalan2 sndri.

    Knp young jae mati scpt ini ya..pdhl kan keren kl ada 2 healer bs bt mengecoh musuh.haha..ahjuma tnyt dulu nya hacker luar biasa..

    Ayah angkat young sin jg ga kalah luar biasa nya dia bener2 org baik dan sangat sayang sm young shin nasehatnya dan tindakan nya patut dicontoh..

    Maaf mb dee commentya jd panjang..penasaran...malem ini ep 14 brsn tyng.ga sabar nunggu nya..

    Mb dee thx u sinopsisnya..meskipun dah ntn tp ttp asyik kl bc sinopis n commentnya mb dee.ttp smgt mb bt lanjutin..^^

    ReplyDelete
  5. awww edisi galauuu...yg satu g bisa ngungkapin jati diri krn dia seorg pencuri juga krn kasus ayahnya yg blm jelas,yg satunya tau tp harus pura" g tau demi bs bersama n melihatnya weleeeehhhh...!!!"
    sepertinya radar'y myung he ini mulai menyala semenjk ketemu ibunya JH bukankh dia berkata ada org yg datang mengancamnya jika dia melakukn sesuatu maka nyawa JH taruhnya n org itu tinggal serumah dg myung he,myung he kan cerdas g heran kl myunghe milih berfikir dr pd tidur...saya malah ingat sm "may Queen" suami yg dikira baik seperti malaikat ternyata seekor ular berbisa..."

    ReplyDelete
  6. yg membunuh pasti moon shyik, dia khan sangat kejam.. komen mba kereen dee
    lagu mama betuang emang lucu apa lagi klau ygnyain si rain di fuul house masi melekat di pikiran, bahkan di master sun juga lucu,pokoknya lagu beruangg bisa dihapal bagi pencinta drama korea semangat mba buat sinopsisnya
    dan terima kasih u semuanya

    ReplyDelete
  7. but stil.. Moon Ho is evil ever! :| ngeselin. Aku masih penasaran kenapa Myung Hee bisa lumpuh :( belum dijelasin secara gamblang kan yah


    Dan.. Park Min Young jauh lebih cantik pas di episode ini. Rambutnya dipendekin (?)

    Dan kenapa Young Jae ahjussi harus matiiiiiii T.T garelaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

    ReplyDelete
  8. lagu beruang nya lucu . . jadi pengen denger lagunya scra lngkp :D

    what ?? wiihh aku penasaran sma kronologis pmbnuhan gurunya healer -_-
    kok bsa dia di racuni gitu... oh nooooo ....

    ReplyDelete