January 19, 2015

Healer Episode 12

Sinopsis Healer Episode 12


Menurut Guru Young Jae, umpan terbaik adalah diri sendiri. Dan sekarang, di sinilah Jung Hoo berdiri. Di ruang interogasi, menunggu apa yang berikutnya yang terjadi.



Moon Shik menunggu di ruang kerja Moon Ho sementara Young Shin membuatkan minum. Redaktur Jang juga termehek-mehek melihat raksasa kantor berita datang ke kantornya. Lebih jauh lagi, Redaktur Jang menduga kalau scenario pembelian Someday News ini adalah cara Jaeil untuk mengakuisisi kantor mereka, dan nanti ia akan diangkat menjadi kepala divisi berita Jaeil. Yay!!


Menghadapi Redaktur Jang yang sudah ngiler dengan jabatan besar yang akan menantinya, Young Shin hanya menjawab datar, “Bos, hapus air liur yang sudah menetes, tuh..” 


Saat Young Shin masuk, Moon Shik terus memandangi Young Shin dan memuji gadis itu yang sekarang sudah menjadi cantik dan pintar, membuat Young Shin tersipu. Moon Shik teringat saat ia berpisah dengan Young Shin.


Saat itu Moon Shik membawa pergi Young Shin dari panti asuhan. Selama itu, Young Shin terus memegang lengannya, tak mau melepaskannya. Mobil berhenti sebentar dan Moon Shik turun untuk membelikan Young Shin minum. Ia menyuruh Young Shin untuk tak keluar dari mobil. Young Shin mengiyakan.


Tapi Young Shin melihat sosok wanita yang mirip ibunya lewat di depannya. Ia pun memanggil ibu dan mengikuti wanita itu. Saat Moon Shik kembali, Young Shin sudah hilang. Ia sudah bergerak mencari saat langkahnya terhenti. Seperti mendengar apa yang ada di pikirannya, Moon Shik terpaku diam, mengurungkan niat mencari Young Shin.


Moon Shik memuji Young Shin yang berani bertanya pada Kim Eui Chan. Ia kemudian berdiri dan bertanya tinggi Young Shin, membuat gadis itu bingung. Moon Shik memegang bahu Young Shin dan berkata sendiri, “Sama. Tapi mungkin tidak. Kau mungkin lebih kecil.”


Young Shin bingung. Belum sempat ia bertanya, Moon Ho muncul dengan wajah seram, menyingkirkan tangan Moon Shik dari bahunya dan menyuruhnya keluar. Buru-buru Young Shin keluar.


Moon Ho menutup semua tirai. Ia tak percaya kakaknya berani datang menemui Young Shin tanpa gemetar dan berlutut mohon ampun padanya. Moon Shik menjawab sekarang Young Shin dalam bahaya karena Moon Ho. Dan berkat Moon Ho yang memberitakan skandal Kim Eui Chan, sekarang ia didorong untuk menjadi calon walikota Seoul. Moon Ho bertanya, “Dan orang yang mendorongmu itu adalah orang yang kau sebut Tetua?”


Moon Shik membenarkan dan menurut Tetua, Young Shin adalah kelemahannya yang harus dilenyapkan. “Anak itu dalam bahaya, Moon Ho-ya, jadi aku berencana untuk menjaganya dengan menaruhnya di sisiku.”


Moon Ho tertawa sinis mendengar rencana Moon Shik. Apakah Moon Shik akan mematahkan kaki Young Shin atau mengurungnya? “Karena itu kan caramu untuk melindungi.”

Moon Shik bertanya balik tentang cara Moon Ho melindungi anak-anak itu. Apa dengan tak memberitahu mereka sama sekali? Ia mengatakan kalau ia pernah bertemu dengan orang yang mirip dengan anak Joon Seok.


Setelah sekian lama menunggu, Jung Hoo akhirnya ditemui oleh seseorang. Si sekretaris yang membawanya pergi ke rumah Kim Moon Shik. Si sekretaris ini memperhatikan Jung Hoo yang masa bodoh dan cuek, yang mengaku baru pulang ke Korea dari sekolah di Rusia.


Sekretaris  itu tak menyadari Jung Hoo menaruh GPS di bawah kursi mobil. Jung Hoo pura-pura terkagum-kagum dengan rumah besar teman ayahnya itu dan memotret setiap pojok (yang ada cctv-nya) untuk dikirimkan pada Ahjumma. Ia juga sempat memotret Pak Sekretaris.


Jung Hoo dibawa menemui Moon Shik yang menyambutnya seperti anak teman lamanya yang tak memiliki masalah apapun. Ia memuji Jung Hoo yang sudah besar. Bersikap alay, Jung Hoo merasa sangat bahagia bisa bertemu dengan teman ayahnya yang ada di foto berlima itu, bahkan memuji Moon Shik yang berhasil menjadi petinggi di Korea.


Tapi ketegangan mulai muncul saat Sekretaris membawa Myung Hee masuk ke ruang kerja Moon Shik. Jung Hoo sedikit ragu, namun menoleh dan menyapa Myung Hee dengan menempelkan senyum polosnya. Moon Shik memperhatikan Myung Hee yang menatap Jung Hoo dan bertanya apa ia mirip dengan seseorang? Mirip dengan Joon Seok-kah?  Myung Hee memandang Jung Hoo dan menjawab tidak mirip.


Jung Hoo pun berdiri dan memperkenalkan diri. Perlahan mata Myung Hee berkaca-kaca dan memintanya untuk mendekat. “Biarkan aku melihatmu lebih dekat. Melihat wajahmu.” Jung Hoo berlutut dan Myung Hee meraba pipi Jung Hoo, dan terisak. “Sekarang kau sudah besar.”

Moon Shik memperhatikan mereka berdua dan berpikir.


Young Shin memberi usulan topik baru untuk website mereka. Ia ingin membuka kembali kasus kematian Hwang, karena merasa ada yang janggal. Ia tahu kalau kematian Hwang menyelesaikan kasus Yeon Hee. Tapi ia tak ingin dibiaskan oleh kepentingan pribadinya. Tapi Moon Ho merasa Young Shin memiliki motif lain membuka kembali kasus itu.


Young Shin akhirnya mengaku kalau ada seorang Detektif yang menemuinya dan mengatakan kalau Healer adalah tersangka dari 2 kasus pembunuhan. Karena itu sebagai reporter, ia ingin mencari tahu kebenarannya.


Dari bukti KTP, Sekretaris memberitahu kalau pria tadi memang Seo Jung Hoo. Itulah yang membuat Moon Shik heran pada Myung Hee. Ia kenal Myung Hee yang tak bisa berbohong. Dan ia merasa Myung Hee sedang berbohong padanya. “Mungkinkah? Tapi mengapa Myung Hee membohongiku?”


Myung Hee mengajak Jung Hoo ke kamarnya dan menceritakan tentang foto berlima itu, terutama tentang ayahnya. Jung Hoo bertanya tentang ayahnya yang membunuh temannya, membuat Myung Hee meredup dan mengaku kalau Gil Ahn adalah suaminya.


Moon Shik masuk ke kamar saat Jung Hoo bertanya, “Apakah benar ayahku membunuh suami Anda?” Myung Hee mendekap foto itu dan gemetar. Moon Shik buru-buru menghampiri dan memegang bahu Myung Hee, tapi Myung Hee melepaskan tangan suaminya dan berkata, “Tidak, Jung Hoo-ya. Ayahmu tak pernah membunuh temannya. Kau juga mengetahui tentang ini?” Jung Hoo mengangguk, membuat Myung Hee meneteskan airmata.

Moon Shik meminta Jung Hoo pergi karena istrinya sedang tak sehat. Tapi Myung Hee melepaskan genggaman tangan Moon Shik dan mengulurkan tangannya pada Jung Hoo. Matanya sudah basah saat menggenggam tangan Jung Hoo dan memujinya pemberani karena bisa saja ia membuat kasus itu terkubur.


Jung Hoo mengaku kalau ia menemukan gadis yang ia suka. Karena itu ia harus mengetahui siapa ayahnya yang sebenarnya untuk bisa menyukai gadis itu.(Note : sama seperti di Indonesia, di Korea bibit bebet bobot sangat penting). Myung Hee mengangguk, kemudian menoleh pada foto lain di mejanya dan berkata, “Ji Ahn, kau lihat, kan. Jung Hoo sudah besar dan tampan seperti ini.”


Jung Hoo memperhatikan foto itu, dan samar-samar teringat teriakan Moon Ho di atap gedung, memanggil Young Shin dengan sebuah nama. Ia bertanya siapa nama anak Myung Hee. Myung Hee menjawabnya, “Ji Ahn. Oh Ji Ahn.”


Jung Hoo terhenyak mendengarnya. Tapi nama itu juga membuat Myung Hee kejang hebat dan Moon Shik langsung menangani istrinya. Sementara Jung Hoo menatap foto Ji Ahn, semuanya langsung klik di benak Jung Hoo.


Ia langsung meninggalkan kamar Myung Hee, separuh tak mendengar ucapan Ahjumma. Ahjumma sedang melihat-lihat foto yang diambil Jung Hoo, dan merasa familiar dengan wajah Sekretaris itu. Ternyata wajah Sekretaris itu terlihat di sekitar gedung kantor tempat Young Shin hampir celaka.

Jung Hoo pergi meninggalkan rumah Moon Shik dan teringat Moon Ho yang mencari seorang gadis untuk tes DNA namun mengatakan padanya kalau gadis yang bernama Ji Ahn itu sudah meninggal, tanpa berkedip sedikitpun.


Ia menunggu Moon Ho di parkiran mobil dan tanpa peringatan ia langsung menabrak dan memukul Moon Ho. Ia sudah mengarahkan tinjunya kembali saat Moon Ho mengangkat tangannya, menyerah.


Menahan marahnya, ia bertanya sampai kapan Moon Ho akan membodohinya seperti ini. “Kenapa  kau tak menceritakan siapa Young Shin sebenarnya? Kenapa kau bilang kalau dia sudah meninggal?  Setidaknya kau menceritakannya padaku.”

Moon Ho mengatakan kalau Young Shin sekarang dalam bahaya dan ia bisa menjelaskan. Tapi Jung Hoo tak percaya dengan penjelasan Moon Ho yang hanya memberitahu apa yang ingin diceritakan, dengan menambah sedikit kebenaran dan kebohongan.

Jung Hoo akhirnya menumpahkan kemarahannya. Semua yang dikatakan Moon Ho itu bohong, jadi bisa saja ucapan ayahnya yang bukan pembunuh juga bohong. Moon Ho memberi alasan kenapa ia tak bisa menceritakan tentang Ji Ahn pada Jung Hoo karena ia harus melindunginya. Jung Hoo menjawab pedas, “Ibunya masih hidup dan kau melihat gadis itu setiap hari, tanpa satu katapun terucap dari mulutmu. Apakah seperti itu caramu melindungimu?”


Moon Ho menjelaskan jika Young Shin tahu kalau ibunya masih hidup, maka Young Shin akan benar-benar kehilangan ibunya.


Jung Hoo menatap Moon Ho tak percaya. Apa yang telah orang-orang seperti Moon Ho lakukan pada mereka? Ia menyuruh Moon Ho untuk menghentikan semuanya sekarang. “Chae Young Shin dan aku akan baik-baik saja dan kami akan menjaga diri kami sendiri tanpa bantuanmu. Jadi jangan pedulikan kami lagi.” Moon Ho mencoba menjelaskan bagaimana musuh mereka itu, tapi Jung Hoo tak mau mendengarnya lagi. “Yang manapun orangnya, bermainlah dengan golonganmu sendiri. Kami akan bermain dengan golongan kami sendiri.”

“Lalu bagaimana dengan ayahmu?” Moon Ho menghentikan langkah Jung Hoo. Jung Hoo berbalik dan menjawab tajam, “Itu urusan antara ayahku denganku. Bukan urusanmu.”


Young Shin sedang membantu ayahnya di kafe saat Jung Hoo datang, memandangnya penuh arti. Young Shin bertanya apakah Jung Hoo masih marah padanya? Tapi Jung Hoo hanya tersenyum dan meminta bantuan Young Shin.


Young Shin mengangguk, tapi kaget karena Jung Hoo langsung memeluknya erat. Ia mencoba melepas pelukan Jung Hoo, tapi malah khawatir karena punggung Jung Hoo sangat dingin. Ia membiarkan Jung Hoo terus memeluknya bahkan ia memejamkan mata, merasakan pelukan itu. Walau kemudian ia sadar dan langsung melepaskan pelukan itu, “Park Bong Soo, kurasa sudah cukup.”


Jung Hoo menatap Young Shin dan menggeleng, belum puas. “Lagi.” Dan ia memeluk Young Shin lagi. 


Aww.. tapi Young Shin sudah sadar dan menendang kakinya, membuat Jung Hoo mengerang. Young Shin mengancam, “Lagi? Mau lagi?” Haha.. Jung Hoo mengangkat tangannya menyerah.


Jung Hoo pun menceritakan apa yang membuat harinya begitu berat dan harus memeluk Young Shin. Ada serangga besar di rumahnya dan ia tak bisa kembali ke rumah sampai semua mati disemprot. Yaelah...

Tapi Young Shin percaya kalau ada serangga sebesar telapak tangan dan berkoloni yang bernama serangga bongkok. “Dan sekarang kau ingin numpang tidur di rumahku? Kenapa tidak di hotel saja?” Jung Hoo menjawab hotel itu menakutkan. “Bagaimana dengan keluargamu?” Jung Hoo menjawab kalau ia hidup sendiran. Ibunya menikah lagi sedangkan ayahnya meninggal muda.


Young Shin terdiam mendengar penjelasan Jung Hoo, merasa tersentuh mendengar juniornya itu sendirian. Melihat Jung Hoo minum kopi dan menyisakan krim di bibirnya, refleks Young Shin menyuruh Jung Hoo mendekat dan mengelap bibirnya.


Jung Hoo bengong dan Young Shin juga baru sadar akan tindakannya. Menutupi kecanggungannya, Young Shin berkata kalau ia akan minta ijin dulu pada ayahnya yang sedang pergi melayat. Jung Hoo mengingatkan kalau Young Shin punya orang yang disukai. Tapi mengapa ia membiarkan seorang pria tidur di rumah?


Young Shin melempar tisu dengan gemas, “Memang kau pria?" Ia melempar tisu lagi, “Merengek dan lengket terus padaku, aku takut sunbae,” tisu dilempar lagi, “kelakuanmu itu membuat orang kasihan padamu.” Young Shin sudah mau melempar tisu lagi, tapi ada pelanggan datang. Ia berdiri dan berkata, “Aku benar-benar akan menarik uang sewa darimu.” Hihihi..


Moon Ho mendatangi rumah kakaknya, melihat dokter yang mengabarinya kalau kondisi Myung Hee semakin memburuk, maka Myung Hee harus diopname.

Moon Shik menyalahkan Jung Hoo yang membuat Myung Hee jadi seperti ini. Ia bertanya apakah Moon Ho yang memberitahukan Jung Hoo? Dan apakah Ji Ahn juga sudah mengetahuinya?


Moon Ho malah berkata kalau selama ini, ia pikir kalau ia setidaknya menjadi orang yang lebih baik dari kakaknya. Tapi ia tumbuh dengan mempelajari semuanya dari Moon Shik. “Aku menjadi orang yang persis denganmu. Tapi itu malah lebih baik.” Moon Ho berbisik pada kakaknya, “Kalau ada yang kotor, kau harus membersihkan dengan kain kotor lebih dulu. Percuma memakai kain bersih.”


Sekretaris memberitahu kalau ada kemungkinan Healer masih menyimpan video Moon Shik dan Tetua. Dan hal itu sangat berbahaya apalagi jika Seo Jung Hoo adalah benar Healer dan Moon Ho membantunya. Ia sudah mencoba menghubungi Healer dan menawarkan lebih banyak uang, tapi tak ada respon sama sekali dari Healer.

Moon Shik pun mengambil keputusan, “Kalau begitu kita harus memaksanya keluar. Sebenarnya aku tak ingin melakukan hal ini. Sayang sekali.”


Jung Hoo meneliti dua bundaran seolah itu adalah granat. Young Shin menoleh, merasa Jung Hoo tak membuat sedikitpun kemajuan. “Ada yang salah?”


“Aku harus..” Jung Hoo masih meneliti keduanya. Young Shin meneruskan, “..mengupasnya.”Jung Hoo agak bengong, tapi akhirnya menyisingkan lengan baju dan mulai mengupas kentang. Sedikiiitt.. demi sedikiiiitt… dengan sisi tumpul pisau, membuat Young Shin tak sabar dan mengambil kentang dari tangan Jung Hoo.


“Lupakan saja kentang ini,” Young Shin menyorongkan bawang Bombay dan menyuruhnya memotong, “Kau bisa memotong kan?” Young Shin menggelengkan kepala melihat Jung Hoo mengupas bawang seperti mengupas apel. Iseng, ia memberitahu, “Bong Sook-ah.. Ada kotoran diujung mata kirimu.”

Jung Hoo refleks membersihkan mata dengan jarinya (ada bekas bawang!) dan langsung berteriak karena matanya pedas. Young Shin hanya tertawa terbahak-bahak.


Makanan sudah jadi, hasil karya Young Shin. Young Shin mempersilakan Jung Hoo untuk makan. Sedikit enggan, Jung Hoo makan sesuap nasi kari. Ia mengerutkan kening, membuat Young Shin khawatir dan mencoba makanan yang sama di piringnya. Tapi rasanya biasa saja. Jung Hoo menyuapkan sekali lagi, tapi malah hampir muntah.


Young Shin bingung, tapi selintas mata Jung Hoo berkilat geli, membuatnya sadar kalau ia ganti dikerjai. 


Aww.. Young Shin pura-pura mengambek dan mengangkat piring Jung Hoo sampai Jung Hoo membujuk Young Shin, “Enak, kok. Ini enak.” Dan melahap lebih banyak lagi nasi kari itu.


Young Shin membawakan piyama ayahnya untuk Jung Hoo yang kembali akan tidur di sofa. Piyama itu jatuh dan mereka mengambil bersamaan. Tak sengaja tangan mereka bersentuhan.



Sentuhan itu membuat keduanya terpaku. Young Shin merasa tangan Bong Soo mirip dengan tangan yang beberapa hari yang lalu pernah menggenggamnya. Jung Hoo pun sadar pada apa yang dipikirkan Young Shin dan langsung menarik tangannya.


Tapi Young Shin masih memikirkan sentuhan yang familiar itu dan meraih tangan Bong Soo kembali. 


Ia meregangkan jemarinya, hendak menyelipkan ke jemari Bong Soo. Jung Hoo menahan nafas. Young Shin menatap Bong Soo dan langsung melepas tangannya, “Aku pasti sedang gila,” katanya sendiri.


Ia menyuruh Jung hoo untuk ganti baju dan tanpa menunggu jawaban, ia masuk ke dalam kamar. Jung Hoo menghela nafas.


Jung Hoo meminta Ahjumma untuk memeriksa rekam medis Myung Hee dan melihat apa kemungkinan yang terjadi jika Myung Hee bertemu dengan anaknya.

Ahjumma menganggap Jung Hoo sekarang sudah lemah sejak termehek-mehek oleh seorang gadis. Jung Hoo bisa menghilangkan handphone sehingga samarannya ketahuan, Jung Hoo langsung ke kandang musuh setelah menunjukkan jatidiri aslinya. “Dan sekarang? Kau berada di tempat penuh dengan polisi. Untuk melindungi siapa?”

Tumben Jung Hoo tak kesal disindir seperti itu, karena ia sedang teringat tarian Young Shin dan ayahnya yang dulu ia anggap ajaib, sekarang kelihatan cute. Ahjumma pun menduga, sama seperti Superman yang punya kelemahan saat berdekatan dengan kriptonit, kriptonit Jung Hoo adalah ‘orang itu’.

Pastinya orang yang dimaksud itu bukan Moon Shik, atau Moon Ho, apalagi Sang Soo..


Jung Hoo jadi tahu mengapa Ahjumma selama ini mencoba memisahkannya dengan Young Shin adalah karena Ahjumma tahu hubungan antara ayahnya dan ayah Young Shin dan tak ingin melihatnya terluka. Ahjumma bertanya apakah sekarang Jung Hoo merasa terluka?

Jung Hoo tak ingat wajah ayahnya, jadi ia tak peduli apa yang terjadi 20 tahun yang lalu, selama ayahnya tak membunuh Chae Yong Shin. “Aku menyukai Chae Young Shin,” aku Jung Hoo. Ahjumma menjawab pendek, “Baru tahu?”

“Jadi aku akan mempersiapkan diriku,” lanjutnya tanpa menanggapi sindiran Ahjumma, “Bahkan kalau aku terluka, tak ada yang bisa aku lakukan. Tak apa jika ia tak tahu. Aku akan selalu ada untuknya. Jangan memintaku untuk melarikan diri, karena aku tak tahu caranya.”

Hhh… puk puk puk.. Bong Sook-ah..


Senyum puas menghiasi wajah seluruh pegawai Someday News saat menonton berita tentang Kim Eui Chan yang sekarang didakwa menerima suap. Moon Ho memulai rapat dan memberitahu strategi berikutnya untuk Someday News.

Karena Kim Eui Chan akan mundur sebagai calon walikota Seoul, maka Someday News akan menyajikan serial tentang calon walikota Seoul penggantinya. Belum ada pengumuman, tapi Moon Ho sudah tahu berkat koneksinya. Yaitu Kim Moon Shik, kakaknya.

Semua terkejut. Redaktur Jang langsung mengundurkan diri karena akhirnya sadar alasan Moon Ho membeli Someday News. Bukan untuk memberitakan kebenaran, tapi menjadi corong kampanye kakaknya.


Moon Ho mengkoreksi ucapan Redaktur Jang. Pada Jong Soo yang masih menjadi mata-mata kakaknya, ia menyuruh Jong Soo untuk melaporkan hasil mata-matanya, “Kalau Kim Moon Ho dengan Someday News-nya akan memberitakan serial tentang Kim Moon Shik. Kim Moon Ho tahu banyak hal personal tentang Kim Moon Shik, jadi pasti serial itu akan menarik. Liputan pertama adalah bagaimana Kim Moon Shik bisa memperoleh kekayaannya.”

Semuanya kembali terkejut. Apalagi Moon Ho menambahkan kalau kakaknya tak seharusnya menjadi walikota Seoul.


Ibu Jung Hoo mendapat sms dari Jung Hoo yang mengajak ketemu. Di saat yang sama ada seseorang yang memotretnya.


Moon Ho menyuruh Young Shin dan Bong Soo untuk mengejar aliran uang panas untuk mengusut kasus Hwang. Jung Hoo heran melihat Moon Ho yang katanya ingin melindungi gadis itu tapi malah menyuruhnya pergi ke sana kemari. Moon Ho menjawab santai, “Kan ada kau yang melindunginya.”


Moon Ho menambahkan kalau sudah terlambat bagi mereka untuk lari atau sembunyi, maka cara satu-satunya adalah menyerang. Jung Hoo bertanya apakah Moon Ho akan membiarkan Young Shin dalam gelap seperti sekarang ini? Moon Ho menunggu Young Shin untuk datang akan inisiatifnya sendiri, “Dan jika waktunya tiba, mungkin aku akan mendapat lebam seperti ini lagi,” jawab Moon Ho santai sambil menunjuk bekas tonjokan Jung Hoo.


Ketika Young Shin dan Jung Hoo akan menuju lokasi pertemuannya dengan Detektif Yoon, Jung Hoo mendapat informasi dari Ahjumma yang menerima email dimana pengirimnya ingin bertemu dengan Seo Jung Hoo. Dan attachment email itu adalah foto ibunya yang sedang belanja.


Jung Hoo langsung menghentikan mobilnya, membuat bingung Young Shin. Tapi ia tak peduli. Jung Hoo panik dan tak mendengar peringatan Ahjumma yang mengatakan kalau email itu mungkin adalah jebakan untuk Healer. Ia minta Ahjumma untuk melacak GPS ibunya.

Ia bertanya dimana tempatnya, dan Young Shin kembali mengatakan letak pertemuan mereka dengan Detektif Yoon. Tapi Jung Hoo tak mendengarkannya, malah melajukan mobilnya ke arah yang berbeda, ngebut pula.


Ahjumma memberitahu kalau GPS yang dipasang di mobil Kim Moon Shik mengarah ke tempat yang sama dengan arah GPS ibu Jung Hoo. Jung Hoo semakin panik dan semakin mempercepat mobilnya.


Detektif Yoon juga tak jadi ke tempat pertemuannya dengan Young Shin, karena melihat iring-iringan gerombolan Double S pergi ke sebuah tempat. Karena curiga, ia mengikuti gerombolan itu, hingga sampai di sebuah parkiran gedung.


Sambil menunggu anaknya datang, Ibu Jung Hoo merapikan jaket yang baru ia belikan untuk Jung Hoo/ Ia tak sadar ada seseorang yang mendekatinya, tapi saat sadar ia terbelalak ketakutan dan berseru, “Pengacara Baek!” Apalagi saat Sekretaris/Pengacara itu menanyakan tentang anak tertuanya, Jung Hoo.


Jung Hoo sampai di depan restoran, dan langsung meminta Young Shin untuk menunggu di dalam mobil. Ia langsung melesat masuk ke dalam restoran, mencari ibunya. Ibunya tak ada disana, padahal email anonym itu baru saja mengirimkan foto ibunya yang ada di restoran.


Young Shin melihat ada orang mencurigakan yang sedang memotret dalam restoran. Young Shin menajamkan penglihatannya dan seperti melihat orang mirip Healer. Tapi orang itu menghilang.

Jung Hoo berlari menuju parkiran mobil saat mengetahui ibunya pergi menuju mobil Sekretaris/Pengacara itu. Beberapa saat kemudian, Young Shin masuk ke dalam restoran tapi tak menemukan siapapun di sana.


Ahjumma mencoba mencari mobil Sekretaris/Pengacara melalui CCTV gedung. Tapi di saat yang bersamaan Detektif Yoon juga mengawasi lewat CCTV, dan mengetahui kalau ada orang yang meng-hacking CCTV itu. Perang pun dimulai dan hampir saja lokasi Ahjumma ketahuan, jika ia tak buru-buru mematikan listrik dari sentral.


Matinya listrik sekaligus server, membuat Ahjumma selamat, tapi membuat Jung Hoo tak bisa mengakses CCTV dan seperti orang buta, Jung Hoo mencari posisi mobil Sekretaris kesana kemari.
Detektif Yoon heran melihat keriuhan di tempat parkir dan melihat ia kehilangan buruannya di dunia maya, ia memutuskan untuk keluar dan mencari tahu.


Mobil Sekretaris akhirnya ketemu, tapi gerombolan Double S juga telah menunggunya. Ia berhasil mengalahkan beberapa orang. Tapi si Yoyo, tangan kanan Sang Soo, berhasil menembak pahanya dengan jarum bius. Preman Double S langsung mengejarnya. Jung Hoo berhasil sembunyi di bawah sebuah mobil. Setelah aman, ia keluar.


Sayangnya saat melarikan diri, si Yoyo kembali menemukannya. Jung Hoo masih bisa meladeni, tapi kesadarannya semakin tipis dan si Yoyo berhasil menjerat tangannya dengan tali yoyo, hingga pergelangannya terkoyak. Jung Hoo mengambil alat pemadam portable dan memukulkan ke kepala si Yoyo.


Jung Hoo naik tangga darurat menuju ke atap gedung. Darah berceceran dan meninggalkan jejak. Tiba-tiba seseorang menarik Jung Hoo, melepas topi dan jaketnya, kemudian menendangnya keluar dari pintu darurat.


Si Yoyo akhirnya menemukan Healer, berdiri membelakanginya. Ia tertawa menang, “Healer, aku sangat senang bertemu denganmu.”


Jung Hoo sekarang ada di atap gedung, terkapar dan kehilangan banyak darah. Ahjumma, yang kembali menyalakan listrik dan server, panik karena ia tak dapat menghubungi Jung Hoo. Dan status kesehatannya menunjukkan detak jantungnya melemah dan terus melemah.


Young Shin yang masih kebingungan mendapat telepon dari seorang wanita. “Chae Young Shin-ssi.. Apakah kau kenal Park Bong Soo-ssi? Dapatkah kau menemukannya? Kurasa sekarang ia ada dalam bahaya.”


Komentar :

Ahhh… siapa ya yang menendang Healer keluar sekaligus menyelamatkannya, ya? Apa Young Shin berhasil menemukan.. err… siapa ya yang akan ia temukan? Bong Soo atau Healer?

Apakah Myung Hee itu lumpuh karena Moon Shik? Kata Moon Ho, cara Moon Shik melindungi adalah dengan mematahkan kakinya dan mengurungnya di sangkar. Persis seperti Myung Hee, kan? Mungkinkah sebenarnya Myung Hee bisa sembuh, tapi karena Moon Shik tak ingin Myung Hee pergi darinya, ia mematahkan sayap Myung Hee.

Ughh.. Kalau iya, he is so sick. Saya pernah mengatakan hal ini pada satu karakter di Nice Guy. Min Young yang cinta mati pada Jae Hee. It’s a love. Sick and twisted love, but it’s still a love.

Dan btw, si sekretaris ini kayaknya punya gejala OCD, deh..  Dia selalu mengatur semua pada tempatnya. Mungkin kelemahan yang sempat dilihat Jung Hoo, bisa membantunya untuk menjebak si sekretaris. Menurut saya sekretaris ini sama menakutkannya dengan Tetua.

Plus sama nyebelinnya. Senengnya lempar batu, sembunyi tangan, pake nunjuk orang lain pake tangan satunya. Melihat ibu Jung Hoo ketakutan melihat si sekretaris yang ia panggil dengan Pengacara Baek, kayaknya yang mengancam ibu Jung Hoo ini bukan Moon Shik, melainkan si sekretaris Baek ini.

Moon Shik mungkin malah nggak tahu tentang ancaman itu, karena  ia membiarkan Myung Hee untuk bertemu dengan ibu Jung Hoo. Dosa Moon Shik ini adalah dia diam saja. Diam saja melihat Ji Ahn hilang dari mobilnya.

Yang btw juga, dosa Moon Shik dan Moon Ho berarti sama. Yaitu diam saja. 

Selanjutnya : Sinopsis Healer Episode 13

15 comments :

  1. komentar mba dee hebat dee,sy yakin dee healer gk gampang di temukan young sin pasti menemukan healer sbgai park bong so.. dan cerita ini makin seru..lanjut mba dee,faigting

    ReplyDelete
  2. keren bgt sinopsis yg mbak tulis, saya juga lagi suka bgt drama yg satu ini.

    ReplyDelete