January 19, 2015

Healer Episode 11


Sinopsis Healer Episode 11

Moon Ho pulang ke rumah dan langsung waspada saat menemukan peti di bawah mejanya terbuka. Belum sempat ia melakukan apapun, handphone-nya berbunyi.

Dari Healer, yang tak biasanya menelepon customer-nya. Tapi ini perkecualian karena ada yang ingin healer tanyakan. Healer menjanjikan pelayanan terbaik darinya jika Moon Ho menjawab pertanyaannya.



Healer ingin tahu tentang orang-orang yang ada di foto dalam peti dan kejadian yang terjadi pada Februari 1992. Moon Ho tahu semuanya, tapi imbalan yang ia minta hanyalah Healer menunjukkan wajahnya. Healer merasa permintaan itu terlalu berlebihan.


Moon Ho mengacungkan handphone Young Shin, “Park Bong Soo. Aku menemukan handphone ini di saku jasnya. Young Shin menjatuhkan handphone ini di lift. Dan saat itu hanya si pelaku dan Healer yang ada di sana. Park Bong Soo, aku harus melihat wajahmu lagi. Hanya itu yang aku minta, setelah itu aku akan menceritakan sema yang aku tahu.”


Tahu kedoknya terbuka, Jung Hoo menutup telepon, menyalakan lampu dan maju ke depan. Ia melepas kacamatanya dan menatap Moon Ho, tidak dengan mata Bong Soo yang polos.


Moon Ho mengambil foto itu dan bertanya siapa yang ingin ditanyakan Healer. Jung Hoo menunjuk orang di ujung kanan berjaket merah. Seo Joon Seok. Moon Ho malah bertanya,”Apa kau tahu tentang Pulau Morumoru, pulau yang tak tahu (korea: Moreu) letaknya dimana?


Mulanya Jung Hoo mengabaikan pertanyaan Moon Ho yang aneh dan nggak penting itu. Tapi sekelebat ingatannya kembali pada suara anak yang berseru gembira, ‘Pulau Morumoru’, dan ia menyuruh Moon Ho melanjutkan.

Beberapa waktu yang lalu Moon Ho dihubungi Myung Hee yang menceritakan kalau ada pencuri masuk rumah, dan wajahnya mirip dengan Joon Seok. Moon Ho juga baru menyadarinya sekarang, betapa Jung Hoo mirip dengan Joon Seok. “Kerahasiaan adalah yang paling penting bagi seorang kurir malam. Dan kau menunjukkan wajahmu demi orang yang ada di foto ini. Kau memiliki matanya.. , Seo Jung Hoo.”


Moon Ho menarik nafas dalam, matanya hampir berkaca-kaca, “Apakah itu kau, Jung Hoo-ni?”


Dan kenangan tentang Moon Ho mengalir deras di ingatannya. Moon Ho mendirikan kemah dari bedcover dan teman perempuannya menyebut tempat itu sebagai. Pulau Morumoru. Mereka diperbolehkan masuk ke ‘pulau’ itu jika mereka tidak ribut.


Jung Hoo bertanya tentang anak perempuan yang menjadi teman bermainnya. Tanpa berkedip, Moon Ho menjawab kalau anak perempuan itu sudah meninggal di tahun 1992. Jung Hoo menghela nafas karena banyak sekali orang yang meninggal di tahun itu.  “Dan siapa yang dibunuh oleh ayahku?”

“Oh Gil Ahn,” jawab Moon Ho. Melihat betapa shocknya Jung Hoo ayahnya membunuh temannya sendiri, Moon Ho pun melanjutkan. “Tapi pertanyaanmu itu salah. Ayahmu adalah tersangka, tapi tak pernah terbukti bersalah. Apa kau tahu bedanya?”


Jung Hoo tahu, karena ia baru saja mengalami hal yang sama.

Moon Ho menjelaskan kalau Joon Seok meninggal sebelum membuktikan kalau ia tak bersalah, jadi sampai sekarang Joon Seok menjadi tersangka pembunuhan.”Apa kau ingin membersihkan namanya? Karena itulah kau mencariku?”


Jung Hoo menceritakan pertemuannya pada Ahjumma. Ia akan bekerja sama dengan Moon Ho untuk membersihkan namanya dan ia tetap bekerja di Someday News sebagai Park Bong Soo.

Ahjumma tak menyetujui rencana Jung Hoo karena sejak awal ia sudah tak suka dengan Moon Ho yang gampang sekali berbohong. Ahjumma heran mengapa Jung Hoo mau bersusah payah membersihkan nama ayahnya. “Apa dia akan mengirimkan ucapan terima kasih? Lewat titipan kilat?” Ha ha.

Alasan Jung Hoo adalah karena ia ingin jujur pada Young Shin. Ia tak masalah kalau mengaku dirinya adalah pencuri. Tapi sulit memberitahukan kalau ayahnya adalah pembunuh. Ahjumma dulu pernah menyuruhnya jujur pada gadis yang akan ia bawa ke pulau, “Dengan Chae Young Shin, aku merasa aman memberitahukan siapa diriku sebenarnya dan apakah ia mau pergi denganku.”

Jung Hoo sadar kalau Young Shin pasti akan marah dulu, tapi dengan kepribadian Young Shin, ia yakin kalau Young Shin akan menerimanya. Ia minta Ahjumma untuk membantunya dalam mengusut kasus ayahnya.


Ahjumma diam. Karikatur orang jahat yang ia gambar selama ngobrol dengan Jung Hoo selesai. Ia melihat ada email masuk untuk Healer. Dari Chae Young Shin.


Young Shin datang terlambat dan mendapati kalau Someday News heboh karena kasus bunuh diri Hwang Jae Guk. Website Someday News sampai crash dan Moon Ho membagi-bagi pekerjaan ke seluruh karyawan. Young Shin diminta mewawancara Yeon Hee lagi.. dengan Jong Soo.


Young Shin bingung, dengan pengaturan ini. Apalagi Bong Soo malah diajak Moon Ho pergi. Sejak kapan mereka berdua jadi akrab? Ia semakin bingung karena Bong Soo terlihat menghindar darinya. Apa karena ia menolak Bong Soo kemarin? Young Shin minta Bong Soo untuk terbuka karena ia tak ingin hubungan mereka jadi nggak enak.


Jung Hoo malah meminta Young Shin minggir, ia harus segera pergi sementara tangan Young Shin menindih tasnya. Young Shin bertanya blak-blakan, “Apa kau tak ingin bicara padaku?” Jung Hoo tersenyum dan menjawab langusng, “Ya.”

Haduhh.. kesian liat Young Shin yang bingung.


Sepanjang perjalanan, Moon Ho mengajak Jung Hoo ngobrol. Tentang nama Healer yang seharusnya sudah ia duga (ada hubungan dengan tahun 1992), tentang ibu Jung Hoo yang kapan itu pernah ia temui dan katanya Jung Hoo sekolah keluar negeri atau bagaimana ceritanya sampai Jung Hoo menjadi seorang  kurir malam.

Tapi Jung Hoo memotongnya, “Aku tak mau menjawabnya, Sajang-nim.” Moon Ho mengingatkannya kalau dulu Jung Hoo selalu memanggilnya Paman.  “Hal yang paling aku benci adalah diajak bicara saat makan, tidur dan menyetir. Benar-benar membuatku marah.”

Moon Ho menatap Jung Hoo dan tersenyum geli.


Moon Ho membawa Jung Hoo ke Tempat Rongsokan, bisnis milik keluarganya yang dulu dikelola oleh Moon Shik. Dulu kelima mahasiswa itu selalu nongkrong di sini, menjalankan siaran radio illegal, tindakan yang sangat berani karena jaman dulu tak ada kebebasan bicara.

Jung Hoo memotong cerita Moon Ho, yang tak ingin mendengar runtutan cerita yang bertele-tele dari tahun 1981 – 1992. Mereka bukanlah teman dan ia masih belum percaya pada Moon Ho, yang membeli perusahaan, memeriksa latar belakang karyawannya tapi tak memberitahukan apa pun pada karyawan itu sama sekali.


“Kenapa kau mencari Chae Young Shin? Sebenarnya aku ingin tanya itu padamu. Tapi karena itu bertentangan dengan prinsipku yang tak bertanya pada klien, maka aku tak bicara. Jadi kenapa kau tak hentikan juga omong kosong itu?”

Moon Ho tersenyum mendengar ucapan ketus Jung Hoo. Ia pun menunjuk sebuah tempat kosong dan mulai bercerita lagi. Dulu di sana adalah kantor Tempat Rongsokan ini.  Pada tahun 1992, Gil Ahn dan Joon Seok yang saat itu sudah menjadi duo reporter terkenal . Gil Ahn yang menulis, Joon Seok menjadi fotografer.


Mereka sedang mengusut sebuah kasus dan ingin meminjam mobil, sekaligus mengajak Moon Shik yang akan menyetir mobil, seperti nostalgia jaman dulu. Menurut kabar informan mereka, akan ada uang panas yang akan dikirim dan mereka akan membuntuti kemana uang itu.


Keesokan harinya, mereka bertiga pergi bersama-sama. “Dan hari itu, Gil Ahn meninggal dan ayahmu dijebloskan ke penjara karena membunuhnya.”  Jung Hoo bertanya tentang Moon Shik, dan Moon Ho menjawab pendek kalau Moon Shik adalah saksinya. Yang perlu mereka temukan adalah laporan interogasi Joon Seok di hari itu.

“Selama interogasi, Joon Seok pasti menceritakan versinya berkali-kali. Aku mencoba beberapa kali mencari laporan itu, tapi semuanya buntu. Polisi melarangku melihat laporan itu dan hasil autopsi hilang, ” Moon Ho memberikan amplop yang berisi hasil penyelidikannya selama ini dan meminta Jung Hoo untuk berhati-hati.


Jung Hoo minta ijin untuk pulang cepat pada bosnya dan pergi meninggalkan Moon Ho sendiri. Saat itu Moon Ho melihat gaya jalan Jung Hoo, ia seperti melihat Joon Seok hyung-nya kembali. Namun bedanya, Joon Seok hyung menoleh dan tersenyum kepadanya.


Moon Ho menitikkan air mata melihat sosok Joon Seok yang terekam kuat di ingatannya.


Hasil pemeriksaan kasus Hwang sudah selesai dengan keluarnya hasil autopi dan bukti-bukti  kuat yang mendukung. Tapi hal ini malah membuat Detektif Yoon curiga karena semua selesai dengan mudahnya. Ia menduga kalau Healer memiliki hubungan dengan orang-orang penting di atas, yang membuat semua ini terjadi.

Detektif Yoon ini cukup pintar. Untungnya Ahjumma sudah berhasil mengubah foto kartu identitas Park Bong Soo asli dengan foto Jung Hoo.

Detektif Yoon menemui Young Shin di rumahnya. Young Shin yang baru saja mengantar kepergian Yeon Hee (karena kasusnya sudah selesai dan untuk menghindari kejaran media), sedikit bingung melihat kedatangan polisi itu. Young Shin mengajak Detektif Yoon untuk bicara di kantor ayahnya.


Detektif Yoon melihat-lihat kantor itu dan bertanya apakah ayah Young Shin memang terbiasa merekam kejadian di kantor. Young Shin menjawab tidak. Detektif Yoon tersenyum dan mengambil sebuah recorder dari dalam pot tanaman dan di dalam rak buku. Young Shin kaget melihatnya.

Ia kemudian bertanya apakah Young Shin kenal dengan Healer? Ia diberitahu oleh sebuah sumber kalau Healer akan selalu berada di samping Chae Young Shin. Young Shin menjawab kenal dan Healer adalah kurir malam. Detektif Yoon menyatakan kalau ada video yang diambil oleh Healer yang kemudian sampai di tangan Someday News, setelah itu Hwang mati. “Aneh, kan? Pencuri video itu adalah Healer, maka yang membunuh Presiden Hwang mungkin adalah Healer.”


Young Shin membantah karena Healer tak pernah membunuh orang. Tapi Detektif Yoon mengatakan kalau ini kali kedua Healer menjadi tersangka pembunuhan.  Di surat bunuh dirinya, Hwang mengaku membunuh korban pertama Healer, “Padahal tak ada siapapun yang menanyainya. Kau ini reporter, kan? Coba kau pikirkan sendiri. Mungkinkah surat itu ditulis atas tekanan? ATau ditulis olehorang lain?”

Kali ini Young Shin tersenyum datar, mencoba menyembunyikan perasaannya.


Sambil bicara dengan Ahjumma, Jung Hoo membuka amplop yang Moon Ho berikan padanya. Ia sibuk membaca dokumen-dokumen itu ketika Ahjumma memberitahukan kalau ada email masuk beberapa saat yang lalu. “Pengirimnya adalah cee wai es et es o em i dee i wai.” Jung Hoo masih sibuk meneliti dan menyuruh Ahjumma untuk membacakan email-nya saja.


Ahjumma pun membaca subyek beritanya, “Ini adalah Chae Young Shin. Healer, apa langkah-langkah yang harus kulakukan untuk bisa menyewamu? Berapa biayanya? Aku tak tahu”

“Tunggu. Stop, stop!” Haha.. Jung Hoo terbelalak, dan menyuruh Ahjumma mengirimkan email itu. Ia akan baca sendiri. Ia meninggalkan semua dokumen penting di meja dan mengambil handphonenya, mulai membaca.


Apakah email yang kukirimkan ini akan sampai padamu, Healer? Aku tak tahu.Tapi aku akan mencobanya. Aku adalah Chae Young Shin dan aku ingin bertemu denganmu. Jika kau menyuruhku untuk tak menatapmu, aku akan menutup mataku lagi

Mata Jung Hoo lekat di layar handphone hingga ia tersandung beanbag besar di hadapannya. Ia berdiri dan membaca lagi.

Jika kau menyuruhku untuk tak bicara, aku akan diam tak bersuara.
Kuingin kau menyanggupinya, datang padaku dan melihatku dari belakang. Hanya itu yang kuinginkan. Jadi.. dengan kata lain, aku mengajakmu untuk kencan. Apakah kau bersedia?


Ahjumma ingin tahu jawaban Jung Hoo. Walau ia tetap melarang Jung Hoo untuk mengiyakan. Bukankah Jung Hoo ingin membersihkan nama ayahnya dulu sebelum mendekati Young Shin? Sibuk memilih baju, Jung Hoo menjawab kalau dalam emailnya, Young Shin berjanji tak akan melihat wajahnya dan berbicara padanya. Ahjumma pun bertanya, “Kencan macam apa itu?” Jung Hoo bingung menjawabnya.

Ahjuma mengatakan bibit bebet bobot Young Shin itu sudah bagus. Yang berarti kemungkinan besar ia bisa mendapatkan suami yang punya bibit bobot bebet yang bagus, yang bisa menyediakan masa depan untuk Young Shin. “Dan sekarang kau ada. Kau itu bahkan tak bisa menunjukkan wajahmu. Apalagi memberitahukan namamu. Yang bisa kau tawarkan adalah sebuah pulau terpencil. Jadi kenapa kau sekarang mengacaukan perasaannya?”

“Kalau begitu aku akan menunjukkan wajahku,” jawab Jung Hoo.


Kalau seperti itu, Jung Hoo akan menjerumuskan Young Shin karena membuat Young Shin sebagai komplotannya karena mengetahui jatidiri Healer. Maka dari itu, Ahjumma minta Jung Hoo untuk membatalkan kencannya.


Apakah Healer akan datang? Young Shin sudah cantik dan bersiap untuk pergi. Tahu kalau ada detektif yang berjaga di depan rumahnya, ia keluar rumah dengan mengendap-endap. 


Berhasil. Saatnya berkencan.


Di emailnya, Young Shin menjelaskan bagaimana kencan itu. Yaitu jalan berdua, tertawa dan kadang bertengkar, setelah itu makan, yang juga diwarnai dengan perdebatan akan makanan yang akan dibeli. Dan malam itu, Young Shin menyaksikan semuanya di pasangan-pasangan kencan yang ada di sekitarnya, sementara ia melakukan semuanya sendiri.


Young Shin mengajak Healer kencan di bioskop, menonton film midnight karena ia tahu Healer tak suka keramaian. Ia sudah masuk ke gedung bioskop, tapi tak tahu apa yang harus ia lakukan. Tak kelihatan bayangan Healer sedikitpun hingga bioskop tutup. Ia pun meninggalkan bioskop saat petugas memintanya pergi karena  gedung akan tutup.


Rasa kecewa menyelinap di hatinya. Tapi kemudian ia menoleh lagi ke belakang saat menyadari kalau pintu putar itu terus berputar dan tak berhenti walau tak ada lagi orang yang melewatinya. Ia pun masuk ke dalam gedung bioskop yang gelap itu.


Dan ia melihat tanda-tanda Healer di sana. Alih-alih tanda panah yang digunakan Healer di atap gedung saat memberikan video Hwang, Healer sekarang memasang lilin-lilin kecil yang mengantarnya ke sebuah studio premiere.


Young Shin tersenyum melihat ada boneka kelinci (lengkap dengan wortel) telah menunggunya. Ia meraih kelinci itu saat kelinci itu menyambutnya dengan ucapan selamat datang .  Ha, dan itu suara ahjumma. Dan ternyata suara itu muncul dari handphone-nya. ‘Si kelinci’ bertanya film jenis apa yang ingin ditonton Young Shin. Young Shin menjawab  film yang durasinya paling lama.


Handphone-nya tak berbunyi lagi, tapi ia mendengar langkah seseorang di lantai kayu bioskop dan duduk di baris belakangnya. Berdebar-debar, tapi Young Shin tetap memandang ke depan, tetap memegang janjinya untuk tak melihat Healer. Ia mematikan lampu meja saat film dimulai.


Perlahan Young Shin mulai menikmati film Today’s Love, sementara Jung Hoo terus memandangi wajah Young Shin dari belakang. Dan kencan mereka pun dimulai. Sama seperti sebagian pria yang diajak pacarnya nonton film komedi romantis, Jung Hoo kadang menguap, tapi juga terbahak-bahak. Walau begitu, Jung Hoo lebih tertarik memandang Young Shin daripada film yang sedang diputar.


Film selesai, lampu menyala dan pintu terbuka. Itu isyarat bagi Young Shin untuk pulang.  Jung Hoo yang bersembunyi dari kejauhan, menatap Young Shin yang berjalan perlahan, sama-sama merasa berat untuk berpisah.


Tapi Young Shin tersentak saat melewati pintu studio, sebuah tangan meraih pergelangan tangannya. Ia terpaku, jantungnya semakin berdebar saat tangan itu perlahan turun, menautkan jemari dan menggenggam tangannya.


Keduanya diam, sama-sama menyerap perasaan yang muncul dari genggaman tangan itu. Perlahan, keduanya saling melepaskan tangan, dan Young Shin melangkah pergi. Kakinya terasa lebih ringan saat melangkah.


Walaupun ahjumma menentang, sepertinya kencan ini diatur oleh Ahjumma. Di depan bioskop, Young Shin melihat ada mobil dengan supir yang membawa boneka kelinci yang sama persis dengan yang ia bawa, siap membawanya.

Jung Hoo memandangi Young Shin yang dibawa pergi mobil itu, seakan masih enggan untuk berpisah.


Dengan selesainya kasus Hwang yang membawa nama Kim Eui Chan, membuat citra Kim Eui Chan rusak. Kim Eui Chan melabrak Moon Shik di kantornya, menuduh Moon Shik yang merencanakan semua ini. Menggunakan reportase Moon Ho yang dianggap kredibel dan menjelek-jelekkan dirinya di depan Tetua untuk menyingkirkannya.


Tapi Moon Shik tetap tenang dan menyuruh pengawalnya membawa Kim Eui Chan pergi. Sekretaris memberitahu kalau Healer mengirimkan pesan kalau video Moon Shik dan Tetua sudah dimusnahkan karena kasus Go Sung Chul telah selesai. Moon Shik terkekeh dan berkata kalau ia harus memiliki Healer.

Wow.. setelah memiliki Sang Soo, masih ingin memiliki Healer? Saya juga mau..


Menurut Sekretaris, keinginan Moon Shik itu kecil kemungkinan dapat terlaksana karena mereka sudah pernah mengkambinghitamkan Healer untuk pembunuhan Go Sung Chul. Tapi Moon Shik menyuruh sekretarisnya untuk berusaha.

Sekretaris bertanya tentang keberadaan Myung Hee. Moon Shik menjawab kalau istrinya sedang pergi menemui istri Joon Seok. Sekretaris bertanya apakah tidak riskan? Moon Shik tak keberatan. Karena Myung Hee jarang meminta, maka permintaan Myung Hee ini ia kabulkan.


Myung Hee bersikap ramah pada ibu Jung Hoo yang tak berani menatap wajahnya. Ia meminta ibu Jung Hoo untuk tak merasa canggung padanya. Myung Hee tak pernah percaya kalau Joon Seok yang membunuh suaminya, bahkan ia masih menyimpan foto mereka berlima di samping tempat tidurnya.


Ibu Jung Hoo berterimakasih karena Myung Hee percaya padanya. Tapi seluruh dunia tak percaya pada hal itu jadi dia tak berhak menemui Myung Hee ataupun merasa kangen padanya.  Myung Hee mencoba memegang tangan ibu Jung Hoo, tapi ibu Jung Hoo menarik tangannya.

Myung Hee akhirnya cerita tentang pertemuannya pada seseorang yang mirip dengan Joon Seok yang membuatnya teringat kembali pada ibu Jung Hoo. Ia tahu alasan wanita itu pergi meninggalkan Jung Hoo karena tak ingin Jung Hoo diolok-olok oleh orang lain. Ia juga merasakan hal yang sama, karena ia juga kehilangan seorang anak. ” Karena itulah aku ingin bertemu, menggenggam tanganmu dan saling bicara. Dulu kita kan sangat dekat.”


Ibu Jung Hoo akhirnya mengaku kalau ia meninggalkan Jung Hoo bukan karena tak ingin Jung Hoo dikucilkan. Saat itu ia berusaha keras kesana kemari untuk membuktikan kalau suaminya tak bersalah. Tapi ada seseorang yang mendatanginya dan berkata ‘jangan lakukan apapun’ jika masih ingin melihat Jung Hoo selamat.


Myung Hee kaget mendengarnya. Siapa yang mengancam ibu Jung Hoo? Ibu Jung Hoo malah menjawab heran, “Kau kan hidup bersama dengannya. Kuyakin kau pasti tahu mengenai itu.”


Young Shin masuk kantor dengan hati berbunga-bunga. Tapi ia melihat kantor sepi. Hanya tinggal Reporter Jang dan karyawan yang mengurusi website (nanti saya cari namanya siapa), yang mengeluh gaji yang ia terima ini kurang kalau pekerjaannya bejibun seperti sekarang ini.  Memang yang lain kemana?

Tanpa melepaskan pandangan dari monitor, Reporter Jang menjawab kalau semua sudah berangkat mencari berita, tak seperti karyawan yang telat 25 menit ini. Kalau Park Bong Soo?  Park Bong Soo sedang menjalankan misi rahasia dari Bos Moon Ho. Young Shin tertawa heran, “Pak, apa Anda tak merasa aneh? Tiba-tiba mereka dekat. Memang ada apa? Ada apa denganmereka?”

Akhirnya Reporter Jang menoleh dan berseru,”Bagus, pagi ini kau penuh energi. Kau bisa bantu aku menulis artikel-artikel ini.”


Tapi Young Shin tak mendengarnya dan melongok ke jendela Moon Ho, tersenyum menyapanya. Masih bertelepon, Moon Ho membalas senyum Young Shin dan menarik tirai jendelanya. Tutup. Haha..


Ternyata Moon Ho sedang menelepon Jung Hoo yang sedang menyamar untuk masuk ke ruang data kejaksaan. Jung Hoo menyamar menjadi pekerja kantoran, masuk ke restoran tempat para pegawai kejaksaan makan siang. Ia mencari target, dan setelah ketemu, pura-pura tersandung dan ‘tak sengaja’ menumpahkan kimchi ke baju target itu.


Target itu ke kamar mandi untuk membersihkan noda, melepas tanda pengenalnya. Jung Hoo yang sudah menunggu di dalam toilet, pura-pura mencuci tangan dan diam-diam mengambil tanda pengenal itu. Tanda pengenal itu membuat ia masuk ke kejaksaan tanpa dicurigai. Dengan membawa setumpuk dokumen, ia mendekati orang yang sedang membawa dokumen ke ruang data, mengajaknya bicara dan setelah berhasil masuk, ia menyelinap pergi.


Ahjumma memberikan nomor kasus Joon Seok. Jung Hoo menemukan foldernya, tapi isinya kosong. Semuanya hanya kertas HVS tanpa satu coretan pun. Moon Ho tak terkejut mendengarnya, walau terlihat ia kecewa karena usaha mereka menemui jalan buntu.


Tapi tidak bagi Jung Hoo. Ia mematikan hubungan telepon dengan Moon Ho, dan bicara pada Ahjumma. “Bukankah ahli waris keluarga diperbolehka melihat data-data itu?” Ahjumma menyadari rencana Jung Hoo dan melarangnya. 


Tapi Jung Hoo sudah mengeluarkan dompetnya yang penuh KTP. Kali ini yang ia keluarkan adalah KTP Seo Jung Hoo. Ia akan menjadi dirinya sendiri.


Dan..hmm.. inikah Seo Jung Hoo yang sebenarnya? Poni belah tengah, mulutnya selalu mengunyah permen karet, dan tersenyum bodoh pada petugas kejaksaan yang menyuruhnya menunggu untuk mengkonfirmasi data. Tapi hasil konfirmasi itu menyatakan kalau ahli waris harus diperiksa lebih dulu. Maka petugas menyuruhnya menunggu.

Kabar anak Joon Seok muncul itu langsung sampai ke telinga Sekretaris yang langsung memberitahukan pada Moon Shik.


Di depan lift kantor, Young Shin bertemu dengan seseorang yang tak terduga. Kim Moon Shik yang langsung mengenalinya dan memperkenalkan dirinya sebagai kakak Moon Ho. Young Shin terbelalak dan merasa terhormat menyambut uluran tangan pemilik kantor berita besar itu.


Sementara itu beberapa petugas kejaksaan muncul dan mempersilakan Jung Hoo untuk masuk ke sebuah ruang interogasi. Dengan muka polosnya, Jung Hoo memandangi cermin dan mencoba mengintip isinya.


Komentar:

Waahh… Setelah menunjukkan wajah aslinya pada Moon Ho, ia menunjukkan wajah aslinya pada dunia, siapa itu Seo Jung Hoo. Sepertinya Jung Hoo benar-benar ingin menjernihkan kasus ayahnya agar ia bisa bersama Young Shin.

Dan saya lega karena ternyata ibu Jung Hoo meninggalkan Jung Hoo bukan karena tak tahan melihat wajah Jung Hoo. Moon Shik yang mengancamnya dengan menggunakan keselamatan Jung Hoo. Wow. Pantesan, kenapa juga nenek Jung Hoo membiarkan ibu Jung Hoo untuk pergi. Sepertinya nenek juga tahu tentang ancaman itu sehingga mau dititipi Jung Hoo. 

Untung Jung Hoo tidak marah dan masih berkomunikasi dengan ibunya. Kalau tidak, akan jadi satu drama terpisah, drama yang melo abis.

Joon Seok dan Gil Ahn adalah sepasang reporter yang selalu berdua. Istri-istri mereka pun pasti akan dekat. Myung Hee tidak bodoh, bahkan sampai sekarang pun dia tak pernah percaya kalau Joon Seok yang membunuh Gil Ahn.  Jadi bagaimana sikap Myung Hee pada Moon Shik nantinya, ya? Semoga dia tidak kejang.

Selanjutnya : Sinopsis Healer Episode 12

2 comments :

  1. walau udah baca di blog lain tpi masih suka baca di blog mba dee^^
    semangat mba nulisnya moga gk putus di tengah jalan
    chayyooooo

    ReplyDelete
  2. Mba Dee mba Dee mba Dee mba Dee.. Lope you~~
    Udah lama ngga ada kabar, akhirnya muncul.. Suka sinop buatan mba Dee.. Keep fighting... ^^

    ReplyDelete